Senin, 09 Desember 2019

PT Equity World | Saham Asia: Data China dan Pesimisme Perdagangan Hentikan Pembeli Mengikuti Wall Street

PT Equity World | Saham Asia: Data China dan Pesimisme Perdagangan Hentikan Pembeli Mengikuti Wall Street

PT Equity World  | Pedagang saham Asia harus menanggung beban data akhir pekan dan kisah-kisah yang meredupkan prospek kesepakatan fase-pertama antara Amerika Serikat (AS) dan China. Akibatnya, indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,18% saat menjelang pembukaan Eropa pada hari Senin. Di sisi lain, NIKKEI Jepang mencatat kenaikan hampir 0,30% setelah Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga (Q3) melonjak melewati perkiraan awal dan konsensus pasar.

Di antara data, angka perdagangan bulan November China memainkan peran mereka. Selanjutnya, pembatasan Beijing untuk menggunakan komputer dan perangkat lunak asing ke kantor-kantor pemerintah, ditambah dengan protes terbaru Hong Kong, membuat ketakutan perang perdagangan pada kartu menjelang batas waktu pada barang-barang China dari AS. Hal ini terutama mendorong ekuitas China dan Hong Kong selatan sementara pasar di Australia dan Selandia Baru menyambut peluang peningkatan stimulus kebijakan moneter lebih lanjut dari China.

Selanjutnya, BSE SENSEX India mencatat kenaikan 0,25% menjadi 40.545 sedangkan PSEi Composite Filipina turun tiga poin menjadi 7.798 pada saat penulisan. Selanjutnya, IDX Composite Indonesia naik 0,10% sementara KOSPI Korea berhasil naik +0,34%.


PT Equity World
Pergerakan Harga Emas Comex Hari Ini, 9 Desember 2019 | PT Equity World



Nada risiko pasar sebagian besar tetap lamban dengan imbal hasil treasury AS 10-tahun turun menjadi 1,84% sementara S&P 500 Futures kehilangan 0,16% menjadi 3,141.

Pada hari Jumat, ketenagakerjaan yang optimis dan angka sentimen konsumen mendorong tolok ukur Wall Street ke rekor tertinggi.

Pertemuan kebijakan moneter oleh bank sentral AS, Eropa dan Filipina akan bergabung dengan pemilu di Inggris Raya dan perang dagang AS-China, mempertimbangkan tenggat waktu tarif AS 15 Desember, untuk menghibur para pelaku pasar global pekan ini. Sementara sebagian besar bank sentral secara luas diharapkan tidak mengubah kebijakan moneter mereka saat ini, peristiwa di sekitar Inggris, AS dan China adalah sesuatu yang mempertanyakan sentimen perdagangan tantangan.

Jumat, 06 Desember 2019

Equity World | Harga Emas Antam Turun ke Rp751 Ribu per Gram

Equity World | Harga Emas Antam Turun ke Rp751 Ribu per Gram

Equity World | Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp751 ribu per gram pada Jumat (6/12) atau turun Rp1.000 dari Rp752 ribu per gram pada Kamis (5/12). Begitu juga dengan harga pembelian kembali (buyback) turun Rp1.500 per gram dari Rp669.500 menjadi Rp668 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp400 ribu, 2 gram Rp1,45 juta, 3 gram Rp2,15 juta, 5 gram Rp3,57 juta, 10 gram Rp7,08 juta, 25 gram Rp17,06 juta, dan 50 gram Rp35,13 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp70,2 juta, 250 gram Rp175,25 juta, 500 gram Rp350,3 juta, dan 1 kilogram Rp700,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.480,9 per troy ons atau melemah 0,15 persen. Sebaliknya, harga emas di perdagangan spot naik 0,01 persen ke US$1.476,11 per troy ons pada pagi ini.

Analis Maxco Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan harga emas kembali terangkat di pasar spot karena sentimen kelanjutan negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China. Negeri Tirai Bambu kabarnya tak sepakat untuk menambah pembelian produk agrikultur pada kesepakatan yang tengah dirancang.

"Pergerakan emas terangkat berita ketidaksepakatan AS-China terkait produk agrikultur," kata Suluh kepada CNNIndonesia.com.


Equity World



Duh! Harga Emas Antam Terjungkal Lagi, Terkoreksi Seceng | Equity World



Kendati begitu, ia melihat kilau harga emas tidak cukup kuat pada hari ini. Proyeksinya, harga emas hanya bergerak di rentang yang sempit dari kisaran US$1.470 per troy ons sampai US$1.480 per troy ons pada hari ini.

"Penembusan level harga di atas atau di bawah level itu akan memicu tren baru harga emas pada minggu depan," katanya.

Hanya saja, ia melihat ada beberapa sentimen lain yang sekiranya bisa mempengaruhi laju harga emas. Pertama, sentimen data ekonomi AS yang masih cukup lemah. Kedua, pengumuman hasil negosiasi AS-China pada 15 Desember mendatang.

"Jelang akhir tahun pergerakan akan cenderung menarik, setidaknya sampai libur Natal dan Tahun Baru. Pelaku pasar akan rehat menikmati liburan," pungkasnya.

Kamis, 05 Desember 2019

Equityworld Futures | Investor Hati-hati, Harga Emas Hari Ini Menjauh dari Level Tertinggi

Equityworld Futures | Investor Hati-hati, Harga Emas Hari Ini Menjauh dari Level Tertinggi

Equityworld Futures | Harga emas hari ini semakin menjauh dari level tertinggi dalam satu bulan terakhir, gara-gara investor menunggu kejelasan tentang pembicaraan perdagangan Amerika Serikat (AS)-China.

Mengacu Bloomberg pukul 23.16 WIB, harga emas hari ini di pasar spot turun 0,27% jadi US$ 1.477.65 per ons troi, setelah menyentuh level tertinggi sejak 7 November di US$ 1.484. Sementara harga emas berjangka AS melorot 0,36% ke US$ 1.479,10.

Washington dan Beijing bergerak lebih dekat untuk menyetujui jumlah tarif yang akan mereka batalkan dalam kesepakatan perdagangan fase satu, Bloomberg melaporkan pada Rabu (4/12), mengutip sumber.



"Investor berhati-hati tentang apa yang akan terjadi jika tidak terjadi kesepakatan sebelum 15 Desember, mengingat berita utama yang telah kami lihat dalam beberapa minggu terakhir," kata Analis ING Warren Patterson kepada Reuters.

AS bakal mengenakan tarif 15% atas impor China senilai US$ 156 miliar yang berlaku mulai 15 Desember nanti.

"Arah ke sana ke sini dalam kesepakatan perdagangan telah mengacaukan pasar emas," ujar Patterson yang menambahkan, efek dari berita utama atas harga emas akan lebih intens menjelang 15 Desember.

Sementara bursa saham Eropa memulihkan beberapa kerugian di sesi sebelumnya, menyusul peringatan Presiden AS Donald Trump bahwa kesepakatan dengan China mungkin harus menunggu sampai setelah Pemilihan Presiden AS pada November 2020.

Equityworld Futures


AS-China Bisa Rujuk, Harga Emas Antam Turun Seceng! | Equityworld Futures



Harga emas sudah naik sekitar 15% sepanjang tahun ini, terutama akibat sengketa perdagangan AS-China yang berlangsung selama 17 bulan. Tapi, bulan ini harga emas ada di kisaran US$ 1.444-US$ 1.478.

Sedang DPR AS menyetujui RUU yang akan menuntut Washington untuk memperkuat tanggapannya terhadap tindakan keras China terhadap minoritas Muslim Uighur, bisa mengancam hubungan perdagangan.

Rabu, 04 Desember 2019

Equityworld Futures | Trump Lagi.. Trump Lagi..! Harga Emas Bersiap Terbang Tinggi

Equityworld Futures | Trump Lagi.. Trump Lagi..! Harga Emas Bersiap Terbang Tinggi

Equityworld Futures | Harga emas global menguat pada perdagangan Selasa (3/12/19) dan mencapai level tertinggi satu pekan. Semakin meredupnya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China membuat harga emas melesat.

Sejak pagi hingga siang hari harga emas sebenarnya tidak banyak bergerak, tetapi memasuki sore hari perlahan beranjak naik.

Penguatan emas terakselerasi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan sebaiknya kesepakatan dagang dengan China dilakukan setelah Pemilihan Umum (Pemilu) AS 2020. Pada pukul 20:35 WIB, harga emas global diperdagangkan di level US$ 1.474,45/troy ons, menguat 0,83% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

"Dalam beberapa hal, saya menyukai gagasan menunda kesepakatan dengan China sampai Pemilu selesai, tapi mereka ingin membuat kesepakatan sekarang dan kita akan melihat apakah kesepakatan itu akan benar terjadi," kata Trump saat diwawancarai oleh wartawan di London dalam pertemuan NATO, sebagaimana dilansir CNBC International.

Pemilu di AS akan dilangsungkan pada November 2020, dan jika benar Trump menunda kesepakatan tersebut, perekonomian global berisiko kembali melambat. Apalagi Pemerintah Washington masih berencana menaikkan bea masuk importasi barang dari China pada 15 Desember nanti jika sampai tenggat waktu tersebut kesepakatan dagang tidak diteken.

Kini perang dagang bukannya selesai, tetapi malah terancam tereskalasi. Seandainya AS menaikkan lagi bea masuknya, China kemungkinan besar akan melakukan hal yang sama. Belum lagi potensi terjadinya babak baru perang dagang AS vs Brasil dan Argentina.


Equityworld Futures

Trump Kobarkan Perang Kemana-mana, Harga Emas Melesat | Equityworld Futures


Menjelang dibukanya perdagangan sesi AS Senin kemarin Presiden AS Donald Trump berkicau di akun Twitternya. Presiden AS ke-45 ini kembali mengobarkan perang dagang, kali dengan dengan Brasil dan Argentina. Trump mengatakan akan menerapkan lagi bea masuk importasi baja dan aluminium dari kedua negara tersebut.

"Brasil dan Argentina telah melakukan devaluasi besar-besaran terhadap mata uang mereka, dan hal itu tidak bagus untuk petani kita. Oleh karena itu, efektif secepatnya, saya akan menerapkan lagi bea masuk semua baja dan aluminum yang masuk ke AS dari dua negara tersebut," kata Trump melalui akun Twitternya, sebagaimana dilansir CNBC International.

Dengan kesepakatan dagang AS-China yang berisiko ditunda, serta potensi meluasnya perang dagang, harga emas kembali mendapat tenaga untuk menguat.

Harga emas saat ini masih bergerak di bawah level US$ 1.480/troy ons, yang dianggap sebagai level kunci oleh banyak analis. Jika berhasil melewati level tersebut, peluang harga emas terbang tinggi kembali terbuka.

Selasa, 03 Desember 2019

Equityworld Futures | IHSG Raja Asia, Harga Saham BUMI Melesat 10,77%

Equityworld Futures | IHSG Raja Asia, Harga Saham BUMI Melesat 10,77%

Equityworld Futures | Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melesat 10,77% pada hari pertama perdagangan Desember 2019, sejalan dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG).

Emiten batu bara terbesar di Indonesia ini mencatatkan harga Rp 72 pada penutupan perdaganganm, Senin (2/12/2019), naik 7 poin atau naik 10,77% dibandingkan dengan akhir pekan lalu.

Peningkatan dipicu oleh aksi beli oleh investor lokal dan asing dengan total transaksi Rp 20,51 miliar. Adapun nilai beli bersih investor asing mencapai Rp 525,04 juta.

IHSG ditutup meroket pada perdagangan hari ini dan menjadi raja pasar saham Asia di hari perdana bulan ke-12 ini. Pembalikan arah hingga menguat hari ini dinilai karena faktor pergerakan teknikal (technical rebound) yang terjadi setelah koreksi yang sudah terlalu panjang pada periode 21 November-28 November. Pasar saham domestik baru menguat pada Jumat lalu dan hari ini.

Data perdagangan menunjukkan indeks utama domestik tersebut naik 1,97% menjadi 6130 dari posisi kemarin 6.011, terlebih setelah adanya penguatan di momentum akhir perdagangan.

Equityworld Futures


Harga Emas Hari Ini Mendaki, Coba Dekati Level Tertinggi  | Equityworld Futures


Kinerja IHSG senada dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang juga melaju di zona hijau: indeks Nikkei terapresiasi 1,01%, indeks Shanghai menguat 0,13%, indeks Hang Seng naik 0,37%, dan indeks Kospi bertambah 0,19%.

Transaksi yang terjadi hari ini mencapai Rp 6,68 triliun yang terdiri dari Rp 4,72 triliun transaksi di pasar reguler, 1,96 triliun transaksi di pasar negosiasi, dan Rp 755 juta transaksi di pasar tunai.

Senin, 02 Desember 2019

Equityworld Futures | Rupanya Harga Emas Labil Karena 3 Hal Ini

Equityworld Futures | Rupanya Harga Emas Labil Karena 3 Hal Ini

Equityworld Futures | Mengawali perdagangan pekan ini, emas global diperdagangkan melemah dibanding penutupan pekan lalu. Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh tiga sentimen utama yaitu kelanjutan drama perang dagang AS-China, pergerakan dolar dan rilis data ekonomi terbaru.

Senin (2/12/2019) pada 09.35 WIB, emas dunia spot diperdagangkan di harga US$ 1.459,67/troy ons. Harga mengalami koreksi sebesar 0,29% dibanding penutupan perdagangan minggu lalu, Jumat (29/11/2019).

Di tahun ini, harga emas telah naik 13,7% (Januari-November). Harga emas menyentuh level tertingginya tahun ini pada 4 September. Harga ditutup di level US$ 1.552,35/troy ons. Sedangkan harga terendah yang pernah tercatat tahun ini adalah US$ 1.270,29/troy ons pada 2 Mei.

Pada periode perdagangan 27-29 November pekan kemarin, harga emas mulai merangkak naik dipicu oleh kembali memanasnya hubungan antara AS-China. Kisruh dagang yang tak kunjung usai antara raksasa ekonomi dunia telah melambungkan harga emas di tahun ini.

Terakhir, Presiden AS Donald Trump meratifikasi Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong. Trump menyebut langkah tersebut ia ambil demi kebaikan bersama.

"Saya meneken UU ini sebagai bentuk respek kepada Presiden Xi (Jinping), China, dan rakyat Hong Kong. UU ini disahkan dengan harapan pemimpin dan perwakilan China di Hong Kong dapat mengatasi perbedaan serta menciptakan perdamaian dan kemakmuran bagi semua," kata Trump melalui keterangan tertulis.

Beijing jadi geram dibuatnya. China menilai AS terlalu mencampuri urusan dalam negerinya. Kementerian Luar Negeri China menegaskan Beijing pasti akan melakukan 'serangan balasan'.

"Anda lihat saja. Apa yang akan terjadi, terjadilah," tegas Geng Shuang, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, seperti dikutip dari Reuters.

Sontak, kabar tersebut membuat optimisme damai dagang yang diumbar kedua belah pihak beberapa waktu sebelumnya menjadi menipis. Akibatnya investor mulai lagi melirik aset minim risiko seperti emas. Inilah yang menggerakkan harga emas minggu lalu terutama jelang akhir pekan.

Jika keduanya masih melanjutkan pertikaian yang berlangsung dalam 16 bulan terakhir ini, bukan tak mungkin harga emas akan kembali melambung. Pasalnya konflik dagang yang terjadi telah membuat perekonomian global tumbuh melambat.

Faktor lain yang memberatkan harga emas adalah penguatan indeks dolar. Indeks dolar mengukur posisi mata uang AS di hadapan enam mata uang lainnya (Euro, Yen, Pound, Dolar Kanada, Krona, Franc).

Harga emas punya hubungan yang berbanding terbalik dengan dolar AS. Ketika dolar AS menguat, maka harga emas menjadi lebih mahal karena si logam mulia dibanderol dalam mata uang tersebut. Indeks Dolar AS naik 0,04% per hari ini. 




Equityworld Futures


Cuan Emas Hampir 14%, Masih Bisa Naik Lebih Tinggi? | Equityworld Futures



Tak hanya penguatan dolar saja yang membuat harga emas susah naik. Rilis data ekonomi terbaru juga ikut jadi sentimen lain yang menekan harga emas. Pekan lalu, pembacaan angka pertumbuhan ekonomi AS Q3-2019 direvisi naik menjadi 2,1% dari sebelumnya 1,9%.

Selain itu, secara tak terduga aktivitas manufaktur China juga mengalami kenaikan. Angka Purchasing Manager Index (PMI) China bulan September berada di 50,2. Jika dibandingkan dengan bulan Oktober angka PMI hanya berada di 49,2.

Poling yang dilakukan Reuters memperkirakan angka PMI November hanya akan berada di 49,5. Angka di atas 50 menunjukkan terjadinya ekspansi, sedangkan di bawah itu menunjukkan adanya kontraksi.

Akibat ketiga sentimen di atas, harga emas tak dapat terkoreksi banyak. Walau data ekonomi dan penguatan dolar memberatkan, tetapi kisruh dagang yang masih mungkin berlanjut membuat investor masih waspada.

Jumat, 29 November 2019

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Tipis Dampak Negosiasi Perang Dagang Tak Kunjung Usai

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Tipis Dampak Negosiasi Perang Dagang Tak Kunjung Usai

Equityworld Futures | Harga emas naik pada hari Kamis. Naiknya harga emas ini disebabkan investor membeli logam safe-haven sebagai bentuk keraguan tentang progres penyelesaian perang dagang AS dengan China. Ditambah Presiden Donal Trump telah menandatangani undang-undang yang mendukung pengunjuk rasa Hong Kong.

Dikutip dari laman CNBC, Jumat (29/11/2019), harga emas di pasar spot naik 0,1 persen ke USD 1,455.63 per ons. Sementara itu emas berjangka AS naik 0,1 persen menjadi USD 1,454.80 per ons.

Trump pada hari Rabu menandatangani undang-undang yang mengharuskan Departemen Luar Negeri untuk mensertifikasi, setidaknya setiap tahun, bahwa Hong Kong mempertahankan otonomi.

Beijing mengutuk langkah itu dan mengatakan akan mengambil langkah-langkah balasan yang tegas.

"Dengan perkembangan terbaru dari penandatanganan RUU Hong Kong, ada keraguan bahwa akan ada kesepakatan tahap pertama," kata Jigar Trivedi, seorang analis komoditas di Anand Rathi Saham & Pialang Saham yang berbasis di Mumbai.

"Meskipun mereka mengatakan mereka akan menandatangani kesepakatan pada akhir tahun, mereka tidak berbicara tentang hal itu. Jadi, saya tidak berpikir kesepakatan perdagangan akan ditandatangani dengan mudah dan harga emas akan kembali naik," tambah dia.

Saham Asia jatuh, sementara yen naik terhadap dolar di tengah kekhawatiran bahwa perselisihan tarif yang berlarut-larut antara dua ekonomi terbesar dunia bisa menjadi lebih rumit.


Equityworld Futures

AS Merecoki Hong Kong, Harga Emas Dunia Tak Kuat Nanjak! | Equityworld Futures



Emas turun 0,5 persen di sesi terakhir di tengah sentimen data ekonomi optimis dari Amerika Serikat. Pertumbuhan ekonomi sedikit meningkat di kuartal ketiga, klaim pengangguran mingguan turun, sementara pesanan baru untuk barang-barang modal utama AS meningkat.

"Kekhawatiran pertumbuhan global sudah pasti mereda, tetapi tidak hilang," kata John Sharma, seorang ekonom di National Australia Bank.

Dia menambahkan emas akan tetap naik bahkan jika kesepakatan sementara disahkan karena masalah paling kompleks yaitu terkait kekayaan intelektual.

Emas, dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama ketidakpastian ekonomi atau politik. Emas telah naik lebih dari 13 persen tahun ini, terutama karena perselisihan tarif.

Kamis, 28 November 2019

Equityworld Futures | Harga Emas Susut Dipicu Kesepakatan Dagang AS-China

Equityworld Futures | Harga Emas Susut Dipicu Kesepakatan Dagang AS-China

Equityworld Futures | Harga emas turun kembali ke level terendah dalam dua minggu, dipicu meningkatnya tanda-tanda bahwa kesepakatan perdagangan sementara antara Amerika dan China, dapat segera tercapai didukung aset berisiko dan Dolar AS.

Melansir laman Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,4 persen menjadi USD 1.456,01 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS lebih rendah 0,3 persen mejadi USD 1.455,80.

Dia mengataan, kenaikan harga saham dan pemulihan dolar relatif memberikan dampak bearish untuk emas.

"Yang penting adalah bahwa harga bertahan di atas USD 1.450 ... Jika harga jatuh di bawah USD 1.445, maka akan ada sinyal yang jelas bahwa kita memasuki zona bahaya," kata De Casa, menambahkan pasar sedang menunggu rincian lebih lanjut tentang perdagangan. pembicaraan.

Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa, mengatakan Washington berada dalam "pergolakan akhir" dari sebuah kesepakatan yang akan meredakan sengketa tarif yang belangsung 16 bulan dengan Beijing.

Setiap peningkatan permintaan aset berisiko cenderung membebani safe havens seperti emas dan yen. Sementara mata uang AS yang menguat, membuat bullion berdenominasi greenback lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.

Tetapi para pelaku pasar masih khawatir bahwa undang-undang yang disahkan oleh Amerika Serikat yang mendukung para pemrotes anti-pemerintah di Hong Kong dapat mempersulit negosiasi.
Equityworld Futures



Harga Emas Hari Ini Turun Lagi, Siap Masuk Zona Bahaya? | Equityworld Futures


"Secara keseluruhan, emas tetap berada dalam kelesuan, sepenuhnya karena belas kasihan pergerakan di pasar lain," kata Jeffrey Halley, Analis Pasar Senior, Asia Pasifik di OANDA mengatakan dalam sebuah catatan.

Di sisi lain, harga perak merosot 0,4 persen menjadi USD 17 per ons. Harga Palladium turun 0,3 persen menjadi USD 1,805 per ounce, setelah melonjak ke level tertinggi tiga minggu. Sementara harga platinum turun 0,4 persen menjadi USD 903,61.

Rabu, 27 November 2019

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Dipatok Rp 745 Ribu per Gram

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Dipatok Rp 745 Ribu per Gram

Equityworld Futures | Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam stagnan di level Rp 745 ribu per gram, pada perdagangan Rabu (27/11/2019). Kemarin, harga emas Antam juga dijual di angka Rp 745 ribu per gram.

Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 661.000 per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 658.000 per gram.

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.46 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.

Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 7.690.000. Sedangkan untuk ukuran 20 gram dijual Rp 14.830.000.

Equityworld Futures

Menunggu Kesepakatan AS-China, Harga Emas Naik | Equityworld Futures


Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

* Pecahan 0,5 gram Rp 367.000

* Pecahan 1 gram Rp 745.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.439.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.137.000

* Pecahan 5 gram Rp 3.545.000

* Pecahan 10 gram Rp 7.025.000

* Pecahan 25 gram Rp 17.455.000

* Pecahan 50 gram Rp 34.835.000

* Pecahan 100 gram Rp 69.600.000

* Pecahan 250 gram Rp 173.750.000

* Pecahan 500 gram Rp 347.300.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 694.600.000.

Selasa, 26 November 2019

Equityworld Futures | AS-China Tampak Mesra, Harga Emas Turun Gaes!

Equityworld Futures | AS-China Tampak Mesra, Harga Emas Turun Gaes!

Equityworld Futures | Harga emas global melanjutkan tren penurunannya pagi ini. Pasar masih merespon reaktif kabar terbaru hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dengan China dan kuatnya dolar AS memberatkan harga si logam mulia.

Selasa (26/11/2019) pukul 09.10 WIB, harga emas menyentuh level US$ 1.452,77/troy ons atau turun 0,08% dibanding harga penutupan kemarin. Harga emas mengalami tren penurunan sejak 19 November.

China dan Amerika Serikat dikabarkan semakin dekat dengan kesepakatan dagang tahap satu, seperti yang dikabarkan tabloid the Global Times, melansir Reuters.

Pagi ini, AS dan China dikabarkan kembali melakukan negosiasi melalui sambungan telepon. Kedua pihak membahas tentang masalah utama yang selama ini menyebabkan konflik dagang.

Hal tersebut dikatakan oleh menteri perdagangan China melalui situs resmi kementerian seperti yang dikabarkan CNBC International.

Kesepakatan dagang tahap satu yang dikabarkan akan diteken pertengahan November ini telah ditunggu-tunggu oleh berbagai pihak. Nyatanya hal tersebut belum dilakukan hingga sekarang.

Walau belum dilakukan kedua belah pihak menyatakan bahwa diskusi berjalan progresif dan semakin dekat pada kesepakatan. Kabar ini cukup menjadi sentimen yang memberatkan harga emas dan selera investor terhadap aset berisiko kembali pulih.

Bagaimanapun juga ekonom masih menyangsikan bahwa kesepakatan yang substansial dapat dicapai oleh kedua belah pihak.

Baru-baru ini, Stephen Roach, dosen senio Yale University Jackson Institute malah menyebut kesepakatan tersebut tak lebih dari sekedar "pepesan kosong".

Menurut Roach kesepakatan lebih bermakna politis dan tidak efektif menyelesaikan konflik yang terjadi selama kurang lebih enam belas bulan itu.


Equityworld Futures


Kesepakatan Dagang AS-Tiongkok Tak Jelas, Harga Emas Antam Stagnan | Equityworld Futures




Dinamika hubungan dagang AS-China masih akan jadi sentimen penggerak harga emas ke depan. Saat ini optimisme yang ditebar membuat investor mulai melirik aset berisiko. Akibatnya harga emas perlahan-lahan mulai nyungsep.

Selain hubungan AS-China yang tampak mesra, menguatnya dolar juga jadi salah satu faktor pemberat harga emas. Indeks Dolar yang menunjukkan posisi greenback di hadapan enam mata uang lain mulai merangkak naik sejak 18 November lalu.

Penguatan dolar greenback membuat harga emas jadi lebih mahal terutama untuk pemegang mata uang lain. Pasalnya harga emas sendiri dibanderol dalam dolar AS. Ketika harga emas jadi lebih mahal dan optimisme damai dagang ditebar, harga emas jadi terkoreksi seperti pagi ini.

Senin, 25 November 2019

Equityworld Futures | Harga Emas Sulit Diprediksi karena Kesepakatan Dagang Tak Jelas

Equityworld Futures | Harga Emas Sulit Diprediksi karena Kesepakatan Dagang Tak Jelas

Equityworld Futures | Kebingungan dan ketidakpastian masih akan mendominasi pasar emas pada pekan ini. Analis dan investor masing terus bereaksi terhadap pergeseran sentimen perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China.

Dikutip dari Kitco, Senin (25/11/2019), dalam survei mingguan menunjukkan bahwa pada analis di Wall Street terjebak ke dalam ketidakpastian. Hanya sedikit yang memperkirakan harga emas akan melonjak.

“Suatu hari kesepakatan dagang dengan China aktif dan kemudian hari berikutnya dibatalkan. Ketidakpastian ini mendukung emas tetapi tidak cukup untuk mendorong harga emas lebih tinggi, "kata analis MKS (Switzerland) SA, Afshin Nabavi.

Pada pekan ini, 16 analis pasar mengambil bagian dalam survei Kitco di Wall Street. Hasilnya, lima analis atau 31 persen mengatakan harga emas akan naik dan lima analis lainnya melihat pasar bakal mendatar. Di luar itu, enam analis atau 38 persen memperkirakan emas akan jatuh.

Sementara itu, 587 responden mengambil bagian dalam jajak pendapat Kitco. Sebanyak 292 pemilih atau 50 persen menyerukan emas naik. Sedangkan 173 lainnya atau 29 persen diperkirakan emas akan jatuh. Di luar itu, 121 pemilih yang tersisa atau 21 persen melihat pasar mendatar.

Dalam survei pekan lalu, baik analis maupun pelaku pasar, keduanya terbukti salah memperkirakan harga. Sebagian besar memperkirakan harga emas akan belanjak ke level yang lebih tinggi.

Pada kenyataannya, emas berjangka Desember diperdagangkan pada USD 1.463 per ounce, turun 0,37 persen dari minggu sebelumnya.


Equityworld Futures



China-AS Mulai Sejuk, Adakah Kans Harga Emas Melonjak? | Equityworld Futures


Menurut sebagian besar analis, pendorong utama harga emas dalam waktu dekat tetap sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara China dan AS.

Adam Button, direktur pelaksana untuk Forexlive.com, memperkirakan harga emas akan bullish.

"Sangat sulit untuk diperkirakan tetapi retakan mulai muncul dalam kesepakatan perdagangan fase satu. Jika kesepakatan tersebut tak berhasil maka akan menjadi katalisator utama untuk kenaikan harga emas," kata Button.

"Saat ini, pasar sebagian besar telah menetapkan harga dalam suatu kesepakatan tetapi bahkan jika ada kesepakatan, itu mungkin kurang dari yang diharapka," tambah dia.

Jumat, 22 November 2019

PT Equity World | Emas jatuh tertekan akibat penguatan dolar AS

PT Equity World | Emas jatuh tertekan akibat penguatan dolar AS

PT Equity World | Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena dolar AS menguat setelah rilis risalah dari pertemuan Oktober Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember jatuh 10,60 dolar AS atau 0,72 persen, menjadi ditutup pada 1.463,60 dolar AS per ounce.

Investor terus mencerna risalah pertemuan kebijakan The Fed terbaru yang dirilis pada Rabu (20/11/2019), yang menunjukkan bahwa bank sentral AS tidak perlu memangkas suku bunga sekali lagi, kecuali ada "penilaian ulang material dari prospek ekonomi."

"Sehubungan dengan kebijakan moneter di luar pertemuan ini, sebagian besar peserta menilai bahwa sikap kebijakan, setelah pengurangan 25 basis poin pada pertemuan ini, akan dikalibrasi dengan baik untuk mendukung prospek pertumbuhan moderat, pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi di dekat target komite dua persen yang simetris dan kemungkinan akan tetap demikian," kata risalah.

"Semua peserta menilai bahwa suku bunga negatif saat ini tampaknya tidak menjadi alat kebijakan moneter yang menarik di Amerika Serikat," bank sentral AS menambahkan dalam risalah.

PT Equity World

Rekomendasi Pergerakan Harga Emas 22 November 2019 | PT Equity World


Akibatnya, indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik tipis menjadi sekitar 98 pada Kamis (21/11/2019).

Ketika dolar AS menguat, itu akan membuat emas yang dihargakan dalam dolar AS lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga menjadi kurang menarik.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun lima sen atau 0,29 persen, menjadi ditutup pada 17,065 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 2,50 dolar AS atau 0,27 persen, menjadi menetap di 917,50 dolar per ounce.

Kamis, 21 November 2019

PT Equity World | Emas Dunia Siap Terbang, Harga Emas Antam Diam Seribu Bahasa

PT Equity World | Emas Dunia Siap Terbang, Harga Emas Antam Diam Seribu Bahasa

PT Equity World | Harga emas dunia yang mengalami penguatan pagi ini, Kamis (21/11/2019) tak membuat harga emas investasi ritel kepingan acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam ikut melesat. Harga emas Antam masih stagnan di level Rp 702.000/gram hari ini, sama dengan Rabu kemarin.

Pada perdagangan Rabu kemarin (20/11/), harga emas itu naik tipis dari posisi Rp 700.000/gram pada Selasa sebelumnya seiring dengan kondisi global yang tak kondusif terutama hubungan AS-China sehingga membuat harga emas naik.

Meski stagnan hari ini, harga emas masih berada di level psikologis Rp 700.000/gram.

Data di situs logammulia milik Antam, Kamis ini (21/11/19) menunjukkan besaran harga emas kepingan 100 gram berada pada Rp 70,2 juta/batang, sama dengan Rabu kemarin.

Kenaikan tipis harga emas pada Rabu kemarin terjadi ketika hubungan politik dan ekonomi AS-China sedikit menghangat. Bahkan tensi tinggi AS-China ini mampu mengerek harga emas dunia.

Data Refinitiv mencatat, pada 09.10 WIB harga emas global berada di US$ 1.475,31/troy ons naik 0,28% dibanding harga penutupan Rabu kemarin. Harga emas mengalami tren kenaikan sebesar 1,35% sejak 11 November 2019.

PT Equity World

Dear Investor & Trader, Begini Nih Arah Pergerakan Harga Emas | PT Equity World



Pada Rabu kemarin harga emas dunia di level US$ 1.471,15/troy ons, sementara hari sebelumnya US$ 1.472,28/troy ons.

Negeri Paman Sam alias AS kini Pmulai mencampuri urusan China dengan Hong Kong. Mengutip Reuters, DPR AS pada hari Rabu (20/11/2019) meloloskan dua rancangan undang-undang untuk mendukung para pengunjuk rasa di Hong Kong dan mengirim peringatan ke China tentang hak asasi manusia.

Presiden AS Donald Trump diharapkan untuk menandatangani mereka ke dalam undang-undang meskipun pembicaraan perdagangan yang rumit dengan Beijing.

Prospek damai dagang yang memudar itu dan potensi tidak tuntasnya perundingan tahun ini meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar keuangan dunia, sehingga normalnya investor dan spekulator semakin memburu komoditas logam mulia tersebut dan menciptakan tekanan beli yang mengangkat harga emas dunia.

Rabu, 20 November 2019

PT Equity World | Jelang Rilis Risalah The Fed, Bursa Saham Asia Berguguran

PT Equity World | Jelang Rilis Risalah The Fed, Bursa Saham Asia Berguguran

PT Equity World | Seluruh bursa saham utama kawasan Asia kompak melaju di zona merah pada perdagangan ketiga di pekan ini, Rabu (20/11/2019).

Hingga berita ini diturunkan, indeks Nikkei turun 0,65%, indeks Shanghai melemah 0,19%. indeks Hang Seng jatuh 0,79%, indeks Straits Times terkoreksi 0,44%, dan indeks Kospi berkurang 0,71%.

Memudarnya optimisme bahwa AS dan China akan segera meneken kesepakatan dagang tahap satu menjadi faktor yang memantik aksi jual di bursa saham Benua Kuning. Kini, prospek ditekennya kesepakatan dagang tahap satu yang begitu dinanti-nantikan oleh pelaku pasar menjadi berwarna abu-abu.

CNBC International melaporkan bahwa pejabat pemerintahan China kini pesimistis terkait prospek kesepakatan dagang tahap satu.

Penyebabnya, China dibuat kesal dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa AS belum menyepakati penghapusan bea masuk tambahan yang sebelumnya dibebankan terhadap produk impor asal China. Padahal, pihak China menganggap bahwa mereka telah mencapai kesepakatan terkait dengan hal tersebut dengan AS.

Pemberitaan tersebut lantas membuat mood pelaku pasar menjadi kurang mengenakan. Untuk diketahui, sebelumnya ada perkembangan yang positif terkait negosiasi dagang AS-China.

Menurut kantor berita Xinhua, Wakil Perdana Menteri China Liu He menggelar perbincangan via sambungan telepon dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer pada akhir pekan kemarin terkait dengan kesepakatan dagang tahap satu, seperti dilansir dari CNBC International.

Xinhua melaporkan bahwa kedua belah pihak mengadakan diskusi yang konstruktif terkait dengan kekhawatiran di bidang perdagangan yang dimiliki masing-masing pihak. Kedua pihak disebut setuju untuk tetap berdialog secara intens. Xinhua juga melaporkan bahwa pembicaraan via sambungan telepon antar negosiator dagang tingkat tinggi dari AS dan China tersebut merupakan permintaan dari pihak AS.

Sejauh ini, bea masuk tambahan yang dikenakan oleh masing-masing negara terbukti sudah menghantam perekonomiannya masing-masing.

Belum lama ini, pembacaan awal untuk angka pertumbuhan ekonomi AS periode kuartal III-2019 diumumkan di level 1,9% (QoQ annualized), jauh melambat dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu (kuartal III-2018) yang mencapai 3,4%.

Beralih ke China, belum lama ini Beijing mengumumkan bahwa perekonomiannya hanya tumbuh di level 6% secara tahunan pada kuartal III-2019, lebih rendah dari konsensus yang sebesar 6,1%, seperti dilansir dari Trading Economics. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2019 juga lebih rendah dibandingkan capaian pada kuartal II-2019 yang sebesar 6,2%.

Lebih lanjut, rilis risalah dari pertemuan The Federal Reserve (The Fed) edisi Oktober 2019 ikut menjadi faktor yang memantik aksi jual di bursa saham Asia. Risalah tersebut dijadwalkan dirilis pada dini hari nanti (21/11/2019) waktu Indonesia.

PT Equity World


Emas Dunia Lanjutkan Penguatan | PT Equity World

Untuk diketahui, pada bulan lalu The Fed memutuskan untuk memangkas federal funds rate sebesar 25 bps ke rentang 1,5%-1,75%. Lemahnya pertumbuhan ekonomi global dan rendahnya tingkat inflasi menjadi faktor yang mendasari keputusan tersebut. Pemangkasan tingkat suku bunga acuan pada bulan lalu menandai pemangkasan yang ketiga di tahun 2019.

Namun, pasca mengumumkan tingkat suku bunga acuan pada bulan lalu, The Fed memberi sinyal bahwa mereka akan menahan diri dari memangkas tingkat suku bunga acuan lebih lanjut.

Mengutip situs resmi CME Group yang merupakan pengelola bursa derivatif terkemuka di dunia, berdasarkan harga kontrak fed fund futures per 19 November 2019, probabilitas The Fed akan kembali memangkas tingkat suku bunga acuan di sisa tahun 2019 hanya berada di level 0,7%.

Dikhawatirkan, rilis risalah dari pertemuan edisi Oktober 2019 akan mengonfirmasi stance The Fed yang kini cenderung hawkish.

Selasa, 19 November 2019

PT Equity World | Harga Emas Berbalik Arah dan Cari Jalan Menuju US$ 1.480, Ini Penyebabnya

PT Equity World | Harga Emas Berbalik Arah dan Cari Jalan Menuju US$ 1.480, Ini Penyebabnya

PT Equity World | Harga emas naik tipis kemarin, menghapus kerugian dari awal sesi karena keraguan baru atas kesepakatan perdagangan Amerika Serikat (AS)-China, yang mendorong Wall Street ke zona merah.

Harga emas spot naik 0,3% ke posisi US$ 1.471,92 per ons troi, berbalik arah setelah sempat jatuh ke level US$ 1.455,87 menyusul optimisme pembicaraan perdagangan konstruktif antara AS dan China pada akhir pekan.

Namun, sebuah laporan baru menyebutkan, Beijing ternyata tidak seoptimis itu, karena keengganan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan tarif. Ini melemparkan air dingin kepada pasar saham. 

"Saya terkejut betapa kuatnya reaksi pasar (terhadap berita tentang pembicaraan perdagangan). Ini bukan pertama kalinya kami memiliki berita ini, tetapi pasar terus merespons," kata Bart Melek, Head of Commodity Strategies TD Securities

Menurutnya, laporan mengenai pesimisme Beijing tersebut telah memicu rebound harga emas. "Sepertinya emas mencari jalan menuju US$ 1.480, yang merupakan rata-rata pergerakan selama 100 hari terakhir," imbuh Melek kepada Reuters.

Perang tarif AS-China selama 16 bulan terakhir telah memicu kekhawatiran resesi, tetapi optimisme baru-baru ini atas kesepakatan perdagangan fase satu telah mendorong reli di pasar ekuitas. 

PT Equity World

Kesepakatan AS-China Tak Kunjung Terjadi, Harga Emas Kembali Melonjak | PT Equity World

Emas dianggap sebagai investasi yang menarik selama masa ketidakpastian politik atau ekonomi. Tapi, logam mulia sangat sensitif terhadap suku bunga, lantaran bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang bullion yang tidak menghasilkan.

Pelaku pasar sekarang menunggu berita pertemuan kebijakan terakhir bank sentral AS, Federal Reserve, yang dijadwalkan pada Rabu (20/11) besok, untuk petunjuk tentang lintasan suku bunga di masa depan.

Investor juga terus mengawasi perkembangan di Hong Kong, ketika polisi kemarin mengepung ratusan pengunjuk rasa di dalam sebuah universitas besar dan demonstran mengamuk di distrik wisata.

Senin, 18 November 2019

PT Equity World | AS-China Mesra Lagi, Bikin Harga Emas Antam 'Mager'

PT Equity World | AS-China Mesra Lagi, Bikin Harga Emas Antam 'Mager'

PT Equity World | Harga emas investasi ritel kepingan acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM/Antam) stagnan alias malas bergerak (mager) di posisi Rp 699.000/gram. Angka itu masih bertahan dari posisi akhir pekan lalu.

Stabilnya harga emas ritel itu terjadi ketika sinar damai dagang semakin terang seiring dengan semakin mesranya hubungan politik dan ekonomi Amerika Serikat (AS)-China. AS diketahui masih melanjutkan perundingan dan akan segera mencapai kesepakatan.

Prospek damai dagang yang mulai mendekat itu dan potensi tuntasnya perundingan tahun ini meningkatkan optimisme pelaku pasar keuangan dunia. Sehingga normalnya investor dan spekulator melepas komoditas logam mulia tersebut dan menciptakan tekanan jual yang menekan harga emas dunia.


Data di situs logam mulia milik Antam hari ini, Senin (18/11/19) menunjukkan besaran harga emas kepingan 100 gram berada pada Rp 69,9 juta/batang, yang masih sama dengan posisi akhir pekan lalu.

Hari ini, harga beli kembali (buy back) emas Antam di gerai resmi juga tak bergerak dari posisi Rp 664.000/gram dari harga Sabtu lalu. Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat tersebut ingin menjual kembali investasinya.

Stabilnya harga emas Antam tersebut belum menyesuaikan harga emas di pasar spot global akhir pekan lalu yang terkoreksi cukup besar menjadi US$ 1.467,11 per troy ounce (oz) dari posisi sehari sebelumnya US$ 1.470,95/oz. Hari ini, harga emas masih turun menjadi US$ 1.466,16/oz.

Selain emas Antam biasa, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama.


PT Equity World

Perang Dagang Hampir Usai, Kejayaan Emas Segera Berakhir? | PT Equity World


Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota di Tanah Air, dari Medan hingga Makassar.

Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%. Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%.

Naik-turunnya harga emas ukuran kecil itu biasanya mengindikasikan risiko pada hari kerja sebelumnya. Beberapa faktor yang memengaruhi harga emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga.

Penguatan harga emas Antam biasanya mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri.

Jumat, 15 November 2019

Equity World | Ragu Kesepakatan Dagang, Harga Emas Hari Ini Sentuh Level Tertinggi

Equity World | Ragu Kesepakatan Dagang, Harga Emas Hari Ini Sentuh Level Tertinggi

Equity World | Harga emas hari ini (14/11) terus menanjak, memperpanjang tren kenaikan sejak Selasa (12/1), menyusul data China yang lemah dan keraguan tentang apakah Beijing dan Washington akan mencapai kesepakatan perdagangan dalam waktu dekat.

Mengacu Bloomberg pukul 23.20 WIB, harga emas hari ini di pasar spot naik 0,54% menjadi US$ 1.471,44 per ons troi, level tertinggi dalam hampir satu minggu terakhir. Sementara harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) naik 0,47% ke US$ 1.470, 20 per ons troi.

"Kami melihat beberapa penghindaran risiko di pasar," kata Craig Erlam, Analis Pasar Senior OANDA. "Komentar dari kedua belah pihak (AS dan China) telah menghilangkan beberapa optimisme di sekitar kesepakatan fase satu ini," ujarnya kepada Reuters.


Equity World

The Fed Komentar Soal Ekonomi AS, Harga Emas Ambles | Equity World


Kementerian Perdagangan Tiongkok, Kamis (14/11), menyatakan, China dan Amerika Serikat (AS) mengadakan diskusi "mendalam" tentang perjanjian perdagangan tahap pertama, dan membatalkan tarif adalah syarat penting untuk mencapai kesepakatan.

Sebelumnya, Selasa (12/11), Presiden AS Donald Trump mengatakan, kesepakatan perdagangan dengan China sudah "dekat" tetapi tidak memberikan perincian. Hanya, Trump memperingatkan, ia akan mengerek tarif "secara substansial" kalau China tidak meneken perjanjian.

Rabu, 13 November 2019

Equity World | Harap-Harap Cemas Tunggu Pidato Trump, Harga Emas Hari Ini Jatuh Ke Level Terendah

Equity World | Harap-Harap Cemas Tunggu Pidato Trump, Harga Emas Hari Ini Jatuh Ke Level Terendah

Equity World | Sempat menjauh, harga emas hari ini (12/11) kembali berada di bawah rekor terendah pada 5 Agustus lalu di US$ 1.455,80 per on stroi.

Penurunan harga emas hari ini menjelang pidato Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Economic Club of New York, dengan investor berharap pernyataan positif seputar pembicaraan perdagangan China.

Mengacu Bloomberg pukul 15.50 WIB, harga emas hari ini di pasar spot turun 0,22% menjadi US$ 1.452,71 per ons troi. Sementara emas berjangka AS turun 0,27% ke level US$ 1.453,10 per ons troi.

"Investor mengharapkan berita konstruktif dari Trump setelah dia mengatakan, pembicaraan perdagangan dengan China berjalan sangat baik, dan ketika waktu untuk pidato semakin dekat, itu berdampak negatif pada emas," kata Helen Lau, Analis Argonaut Securities, kepada Reuters.

Para investor menanti dengan harap-harap cemas pidato Trump di acara makan siang Economic Club of New York. Mereka berharap, ada berita positif tentang kesepakatan dagang jangka panjang dengan China.

Yang membebani lebih lanjut harga emas, pasar saham Asia naik lebih tinggi, juga karena investor menunggu pidato Trump. Sementara indeks dolar yang sedikit menguat terhadap mata uang pesaing juga memainkan perannya.


Equity World

Emas Diterpa Aksi Jual Lagi, Turun Sampai Berapa Kira-Kira? | Equity World


Sengketa perdagangan AS-China yang berlangsung selama berbulan-bulan telah mengguncang pasar keuangan dan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Ini mendorong harga emas, yang dianggap sebagai aset yang aman di saat ketidakpastian politik dan ekonomi, lebih dari 13% di tahun ini.

AS dan China telah sepakat untuk menurunkan tarif barang satu sama lain sebagai bagian dari fase pertama perjanjian perdagangan. Tetapi, Trump membantah perjanjian tersebut.

"Perkembangan baru dalam perang dagang AS-Tiongkok atau data apa pun yang mengarah ke elemen tingkat inflasi akan berdampak pada harga emas," kata Nicholas Frappell, Global General Manager ABC Bullion, kepada Reuters.

Pekan lalu Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans menyatakan, ekonomi AS berada di tempat yang baik tetapi laju inflasi akan menjadi penting dalam memutuskan jalur suku bunga di masa depan.

Menurut Wang Tao, Analis Pasar Teknikal Reuters untuk komoditas dan energi, harga emas spot bisa menembus level support di $ 1.455 per ons dan jatuh ke kisaran US$ 1.417 hingga US$ 1.440 per ons troi. 

Senin, 11 November 2019

Equity World | Harga emas murah, investor mulai kembali memburu si kuning

Equity World | Harga emas murah, investor mulai kembali memburu si kuning

Equity World | Pada transaksi perdagangan Senin (11/11), harga emas dunia mencatatkan kenaikan setelah pada sesi sebelumnya menyentuh level terendah dalam tiga bulan terakhir.

Data Reuters menunjukkan, harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$ 1.461,41 per ons troi pada pukul 03.43 GMT. Adapun harga kontrak emas berjangka tak berubah posisi di level US$ 1.462,60 per ons troi.

Harga emas mengalami kenaikan seiring adanya kecemasan yang masih melingkupi perang dagang antara AS dan China, sekaligus prospek perlambatan ekonomi global.

"Harga emas cukup rendah saat ini dan investor mengambil kesempatan tersebut untuk mengambil posisi di safe haven emas seiring adanya kemungkinan emas bakal naik mengingat kecemasan terkait perang dagang dan ekonomi global," papar Brian Lan dari diler GoldSilver Central di Singapura kepada Reuters.

Lan menambahkan, banyaknya pembelian oleh bank sentral, khususnya China, juga mendongkrak harga emas.

"Perundingan dagang dengan China berjalan cukup baik," jelas Presiden AS Donald Trump pada Sabtu lalu.

Washington dan Beijing sudah setuju untuk menarik kembali tarif sebagai bagian dari perjanjian dagang fase satu. Namun, Trump membantah adanya kesepakatan itu.

Equity World

Harga Emas Jatuh & Terendah dalam 3 Bulan, Berminat Beli? | Equity World

Sementara itu, analis OANDA Jefery Halley mengataan, level support emas berikutnya adalah US$ 1.450 per troy ounce, dengan grafik terbuka lebar hingga US$ 1.400 per troy ounce.

Adapun faktor lain yang mempengaruhi harga emas adalah naiknya pembelian fisik emas di India, yang merupakan negara konsumen emas kedua terbesar dunia. Koreksi harga emas beberapa waktu terakhir mendorong permintaan emas di Negeri Taj Mahal ini.

Kamis, 07 November 2019

PT Equityworld | Kopi Darat AS-China Gagal, Harga Emas Antam Ogah Menguat!

PT Equityworld | Kopi Darat AS-China Gagal, Harga Emas Antam Ogah Menguat!

PT Equityworld | Harga emas investasi ritel kepingan acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM/Antam) stagnan alias malas bergerak (mager) di posisi Rp 709.000/gram pada perdagangan Kamis ini (7/11/2019) dari angka yang sama dengan Rabu kemarin.

Stabilnya harga emas ritel itu terjadi ketika sinar damai dagang meredup seiring dengan tegangnya hubungan politik dan ekonomi Amerika Serikat (AS)-China. Beijing diketahui menolak tawaran lokasi pertemuan di Negeri Paman Sam untuk menandatangani perjanjian damai fase pertama.

Prospek damai dagang yang mulai menjauh itu dan berpotensi tidak tuntas tahun ini meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar keuangan dunia, sehingga memborong komoditas tersebut dan menciptakan tekanan beli yang mengangkat harga emas dunia.

Potensi pembalikan arah tertahan hari ini, setelah kemarin harga emas Antam seri keping acuan amblas Rp 8.000/gram.


PT Equityworld


Selagi AS-China Mesra, Adakah Asa Bagi Harga Emas Global? | PT Equityworld


Data di situs logammulia milik Antam hari ini menunjukkan besaran harga emas kepingan 100 gram berada pada Rp 70,1 juta/batang, yang masih sama dengan posisi kemarin.

Hari ini, harga beli kembali (buy back) emas Antam di gerai resmi juga tak bergerak dari posisi Rp 669.500/gram dari harga kemarin.

Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat tersebut ingin menjual kembali investasinya.

Stabilnya harga emas Antam tersebut tertinggal dari pembalikan arah harga emas di pasar spot global kemarin yang mulai menguat menjadi US$ 1.490,36 per troy ounce (oz) dari posisi sehari sebelumnya US$ 1.484/oz. Hari ini, harga emas masih turun menjadi US$ 1.491,1/oz.

Rabu, 06 November 2019

PT Equityworld | Saham Uber Anjlok di Tengah Wall Street Ditutup Bervariasi

PT Equityworld | Saham Uber Anjlok di Tengah Wall Street Ditutup Bervariasi

PT Equityworld | Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu (6/11/2019) pagi WIB), dengan Dow mencapai rekor tertinggi baru, karena investor mencerna serangkaian data positif dan pasar didukung oleh berlanjutnya harapan membaiknya hubungan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 30,52 poin atau 0,11 persen, menjadi berakhir di 27.492,63 poin. Indeks S&P 500 turun 3,65 poin atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 3.074,62 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 1,48 poin atau 0,02 persen, menjadi berakhir di 8.434,68 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor energi naik 0,45 persen, memimpin keuntungan sektoral.

Saham Uber Technologies anjlok 9,85 persen, setelah firma layanan perjalanan itu melaporkan kerugian luntuk kuartal ketiga dan total perjalanan lebih buruk dari yang diperkirakan, meskipun pendapatan kuartalannya mengalahkan ekspektasi pasar.

Di sisi ekonomi, aktivitas ekonomi di sektor non-manufaktur tumbuh pada Oktober untuk bulan ke-117 berturut-turut, Institute for Supply Management (ISM) mengatakan dalam Laporan Tentang Bisnis Non-Manufaktur ISM pada Selasa (5/11/2019).

PT Equityworld


Waduh, Harga Emas Hari Ini Terperosok Makin Dalam, Ke Bawah US$ 1.490  | PT Equityworld

Indeks jasa-jasa ISM naik menjadi 54,7 persen pada bulan lalu, dari 52,6 persen pada September. Setiap bacaan di atas 50 mengindikasikan pertumbuhan.

Defisit perdagangan Amerika Serikat turun menjadi 52,5 miliar dolar AS pada September, berkurang 2,6 miliar dolar AS dari Agustus, Biro Sensus AS dan Biro Analisis Ekonomi AS melaporkan pada Selasa (5/11/2019).

Baik ekspor maupun impor pada September datang lebih sedikit daripada Agustus. Pembacaan September mencerminkan penurunan defisit barang dan penurunan surplus jasa-jasa, menurut pihak berwenang.

Selasa, 05 November 2019

PT Equityworld | Damai Dagang Makin Terang: Wall Street Happy, Dow Jones Rekor

PT Equityworld | Damai Dagang Makin Terang: Wall Street Happy, Dow Jones Rekor

PT Equityworld | Bursa Amerika Serikat, Wall Street, ditutup menguat pada penutupan perdagangan, Senin (4/11/2019).

Dow Jones ditutup naik 0,4% ke level 27.462,11 atau naik 105 poin dari rekor sebelumnya di Juli lalu.

Sementara S&P 500 juga naik 0,4% ke 3.078,27 sedangkan Nasdaq Composite juga naik 0,6% ke 8.433,20.

Baik S&P 500 ataupun Nasdaq telah mencatatkan rekor baru di perdagangan Jumat (1/11/2019).

Menurut sejumlah analis, hal ini terjadi seiring semakin optimisnya perjanjian damai perang dagang AS-China fase pertama.

Ditambah lagi keyakinan bahwa AS tidak akan menaikkan tarif untuk mobil impor asal Jepang dan Eropa.

"Bahwa itu (perang dagang) akan menjadi lebih buruk dan lebih buruk adalah apa yang investor khawatirkan," kata Kepala Investasi Cornestone Wealth Management, sebagaimana dikutip AFP.

"Dan kekhawatiran itu sekarang tidak ada."

PT Equityworld


Harga Emas Antam Rontok ke Rp758 Ribu per Gram  | PT Equityworld

Laporan ketenagakerjaan AS yang kuat dan laporan keuangan emiten yang melampaui ekspektasi analis juga melegakan investor.

"Momentum positif dalam saham telah menciptakan hilangnya ketakutan di kalangan investor," kata analis lainnya Patrick O'Hare dari Briefing.com.

Sementara itu, sejumlah saham perusahaan minyak dan gas bumi (migas) mengalami kenaikan. Saham Exxon Mobil, Chevron dan Halliburton naik 3%.

Sementara McDonald turun 2,8% setelah skandal asmara yang berujung pada pemecatan Steve Easterbrook sebagai CEO.



Senin, 04 November 2019

PT Equityworld | Awal Pekan, Harga Emas Terkoreksi Tipis

PT Equityworld | Awal Pekan, Harga Emas Terkoreksi Tipis

PT Equityworld | Di awal pekan kedua bulan November 2019, Senin (4/11), harga emas Aneka Tambang (Antam) melemah Rp1.000 per gram dari Rp764.000 menjadi Rp763.000. Sementara harga perak stabil di level Rp8.550 per gram.
Sedangkan harga buy back emas Antam juga melemah Rp1.000 per gram menjadi Rp683.000.
Berdasarkan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen (untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP ). PPh 22 atas transaksi buy back dipotong langsung dari total nilai buy back.

PT Equityworld

Emas Tunggu Perkembangan Kesepakatan Dagang AS-China | PT Equityworld

Secara rinci harga emas Antam di pasar spot yaitu :
1. Emas batangan seberat 0,5 gram sebesar Rp406.000,
2. Emas batangan seberat 1 gram sebesar Rp763.000,
3. Emas batangan seberat 2 gram sebesar Rp1.475.000.
4. Emas batangan seberat 3 gram sebesar Rp2.191.000.
5. Emas batangan seberat 5 gram sebesar Rp3.635.000.
6. Emas batangan seberat 10 gram sebesar Rp7.205.000.
7. Emas batangan seberat 25 gram sebesar Rp17.905.000.
8. Emas batangan seberat 50 gram sebesar Rp35.735.000.
9. Emas batangan seberat 100 gram sebesar Rp71.400.000.

Jumat, 01 November 2019

Equityworld Futures | Gilak! Harga Emas Antam Meroket Rp 9.000/gram

Equityworld Futures | Gilak! Harga Emas Antam Meroket Rp 9.000/gram

Equityworld Futures | Harga emas acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) meroket Rp 10.000 (1,27%) menjadi Rp 715.000 per gram, padahal kemarin harganya masih Rp 706.000 per gram kemarin. Penguatan tersebut menjadi kenaikan nilai terbesar sejak 4 September.

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini (1/11/19), harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram menguat menjadi Rp 684.000 juta dari harga kemarin Rp 674.000 juta per batang.

Naiknya harga emas Antam itu mengekor harga emas di pasar spot global yang menguat kemarin ketika aura damai dagang terusir oleh pernyataan pesimistis pejabat China terhadap prospek perdamaian dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga melangit Rp 10.000 per gram hari ini menjadi Rp 684.000/gram dari harga kemarin Rp 674.000/gram kemarin.

Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Terkait dengan harga emas di pasar spot global, tidak tanggung-tanggung, kemarin harga logam mulia ini kembali ke atas level psikologis US$ 1.500/troy ounce (oz) dengan gaya, tepatnya menjadi US$ 1.513,16/oz, terbang 1,2% dari US$ 1.495/oz pada hari sebelumnya. Hari ini, harga emas di pasar spot masih turun tipis sebesar 0,2% menjadi US$ 1.510/oz.

Selain emas Antam biasa, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama. Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar.

Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%. Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%.

Equityworld Futures


Rekomendasi Pergerakan Harga Emas 1 November 2019 | Equityworld Futures


Naik-turunnya harga emas ukuran kecil itu biasanya mengindikasikan risiko pada hari kerja sebelumnya.

Beberapa faktor yang memengaruhi harga emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga.

Penguatan harga emas Antam biasanya mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri.

Kamis, 31 Oktober 2019

PT Equity World | Harga emas naik terdorong pemangkasan suku bunga The Fed

PT Equity World | Harga emas naik terdorong pemangkasan suku bunga The Fed

PT Equity World | Harga emas kembali menyentuh level US$ 1.500 per ons troi setelah The Fed mengumumkan penurunan suku bunga acuannya untuk ketiga kalinya tahun ini.

Kamis (31/10) pukul 09.30 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange ada di US$ 1.500 per ons troi, naik 0,22% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.496,70 per ons troi.

Bank sentral Amerika Serikat dalam pertemuan yang berakhir Rabu (30/10) waktu setempat mengumumkan kembali memangkas bunga acuannya untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi AS.


PT Equity World

Implikasi Pemangkasan Suku Bunga AS Pada Dolar, Ekuitas dan Emas | PT Equity World


Meski begitu, The Fed mengisyaratkan tidak akan ada pemangkasan lebih lanjut kecuali jika ekonomi memburuk.

"Permintaan emas batangan akan tetap naik karena kesepakatan perdagangan AS-China fase I tidak mengubah tarif yang ada.. jadi mengingat kondisi ekonomi yang memburuk dan kekhawatiran terhadap prospek ekonomi global, aset safe haven seperti emas akan tetap ada didukung masuk ke 2020," kata analis pasar FXTM Han Tan seperti dikutip Reuters.

Rabu, 30 Oktober 2019

PT Equity World | Harga Emas Turun ke Level Terendah dalam Seminggu Terakhir

PT Equity World | Harga Emas Turun ke Level Terendah dalam Seminggu Terakhir

PT Equity World | Harga emas jatuh ke level terendah dalam satu minggu terakhir pada perdagangan Selasa (Rabu waktu Jakarta). Ini karena ekspektasi akan kesepakatan perdagangan AS-Cina mendukung sentimen risiko.

Sementara, investor emas akan menyaksikan bagaimana pasar keuangan lainnya bereaksi terhadap pertemuan Federal Reserve minggu ini, di mana bank sentral secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga.

Dikutip CNBC, harga emas di pasar Spot turun 0,4 persen menjadi USD 1.487,08 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,4 persen menjadi USD 1.489,40 per ounce.

"Emas masih turun karena nada positif di pasar saat ini mengenai perang perdagangan AS-Cina dan Brexit," kata Chris Gaffney, Presiden Pasar Dunia di TIAA Bank.

Dia menambahkan, penurunan suku bunga yang diharapkan oleh The Fed dapat mengangkat harga emas kembali di atas USD 1.500.

Presiden A.S. Donald Trump pada hari Senin mengatakan dia berharap untuk menandatangani bagian penting dari kesepakatan perdagangan dengan China lebih awal dari jadwal.

Hal ini meningkatkan selera risiko. Pada Senin, indeks saham S&P 500 melonjak ke rekor tertinggi. AS juga mempertimbangkan perpanjangan suspensi tarif atas barang-barang China senilai USD 34 miliar.

Dalam pertemuan The Fed pada Selasa dan Rabu ini, dan investor melihat peluang 94 persen adanya penurunan suku bunga 25 basis poin. Bank sentral AS telah menurunkan suku bunga dua kali tahun ini.

PT Equity World

Ngenes! Kilau Emas Mulai Sirna, Harga Ambles Lagi | PT Equity World


"Pertanyaannya adalah seberapa besar penekanan (Gubernur The Fed Jerome) Powell akan memperlambat pertumbuhan global, jika dia benar-benar menekankan hal itu, pasar akan berpikir bahwa suku bunga bisa lebih rendah, meningkatkan emas," kata Gaffney dari TIAA Bank.

Suku bunga yang lebih rendah membuat emas menarik karena mengurangi biaya peluang memegang logam.

"Kasing bullish untuk emas masih utuh, kemungkinan berada dalam kisaran USD 1.485-USD 1.525 yang lebih besar untuk bulan depan," kata George Gero, Direktur Pelaksana RBC Wealth Management.

Di tempat lain, paladium defisit turun 1persen menjadi USD 1.783 per ounce, setelah mencapai rekor tertinggi USD 1.808,81 pada hari Senin.

"Pasar berada pada tahun kedelapan defisit berturut-turut dan kemungkinan akan tetap pada tahun ke sembilan berturut-turut tahun depan serta pasokan tidak benar-benar tumbuh," kata analis komoditas UBS Giovanni Staunovo.

Sedangkan harga perak turun 0,4 persen menjadi USD 17,79 per ons, sementara platinum naik 0,1 persen menjadi USD 919,41.

Selasa, 29 Oktober 2019

PT Equity World | Wall Street menguat, S&P 500 menyentuh rekor tertinggi

PT Equity World | Wall Street menguat, S&P 500 menyentuh rekor tertinggi

PT Equity World | Wall Street menguat pada hari pertama perdagangan pekan ini. Bahkan indeks S&P 500 menyentuh rekor tertinggi pada perdagangan kemarin.

Senin (28/10), Indeks S&P 500 naik 0,56% ke 3.039,42. Dow Jones Industrial Average naik 0,49% ke 27.090,72. Sedangkan Nasdaq Composite melejit 1,01% ke 8,325,99.

Saham Microsoft menopang kenaikan ketiga indeks tersebut dengan kenaikan 2,46%. Perusahaan milik Bill Gates ini memenangkan kontrak cloud computing dengan nilai US$ 10 miliar dari Pentagon, mengalahkan Amazon.com Inc.

Kemarin, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dia berharap kesepakatan signifikan dengan China akan berjalan sesuai jadwal meski tidak menyebut batas waktunya. US Trade Representative (USTR)tengah menimbang perpanjangan penundaan kenaikan tarif senilai US$ 34 miliar bagi China yang akan berakhir 28 Desember 2019 ini.


PT Equity World

Duh! Harga Harga Emas Loyo Lagi, Kurang Tenaga untuk Naik | PT Equity World


Pada Desember 2018 lalu, USTR mengatakan bahwa para importir AS meminta produk China senilai US$ 34 miliar akan dikecualikan dari tarif 25% yang ditetapkan pada Juli 2018. USTR sedang mengevaluasi upaya importir AS untuk mencari sumber produk di AS atau negara lain.

Sementara itu, kinerja keuangan emiten kuartal ketiga masih terhitung positif. Sekitar 78% dari 204 emiten penghuni indeks S&P 500 mencatat kinerja yang lebih tinggi daripada ekspektsai. Tapi, laba kuartal ketiga ini diprediksikan akan turun 2%.

Senin, 28 Oktober 2019

Equity World | Wall Street Melesat Usai Perjanjian Dagang AS - China Akan Dilanjutkan

Equity World | Wall Street Melesat Usai Perjanjian Dagang AS - China Akan Dilanjutkan

Equity World |  Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street melesat pada penutupan perdagangan pekan lalu. Hal ini terjadi setelah pemerintah AS menyatakan akan menyelesaikan pakta perjanjian dagang dengan China.

Selain itu, Wall Street juga didorong oleh hasil kinerja Intel Corp yang positif selama kuartal III 2019. Indeks S&P 500 pun berhasil mencatatkan rekor tertinggi selama tiga bulan terkahir.
Dilansir Reuters, Senin (28/10), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 152,53 poin atau 0,57 persen menjadi 26.958,06, indeks S&P 500 (SPX) naik 12,26 poin atau 0,41 persen menjadi 3.022,55 dan Nasdaq Composite (IXIC) menambahkan 57,32 poin, atau 0,7 persen menjadi 8,243.12.

Selasa pekan lalu, S&P 500 naik 1,2 persen, Dow naik 0,7 persen, dan Nasdaq naik 1,9 persen.
"Sedikit berita perdagangan positif telah mendorong pasar naik, tapi sebenarnya Wall Street tidak terlalu negatif berita ini muncul," kata Andrew Slimmon, manajer portofolio senior di Morgan Stanley Investment Management di New York.

Laporan kuartal III Intel menambah sentimen positif pekan lalu. Saham pembuat chip itu melonjak 8,1 persen, persentase kenaikan harian terbesar sejak Januari 2018. Kenaikan saham Intel ini jug membantu indeks Semiconductor Philadelphia SE ke rekor tertinggi.


Equity World


Harga Emas Bisa Tembus USD 1.500 per Ounce Dipicu Sentimen The Fed | Equity World


Namun demikian, saham Amazon.com Inc (AMZN.O) jatuh setelah raksasa e-commerce ini memperkirakan pendapatan dan laba untuk kuartal III di bawah perkiraan. Saham Amazon berakhir 1,1 persen lebih rendah.
"Reaksi pasar terhadap Amazon tidak seburuk yang dipikirkan orang, yang menciptakan suasana positif," kata Michael O'Rourke, kepala strategi pasar di JonesTrading di Greenwich, Connecticut.
Saham Boeing Co (BA.N) turun 1,4 persen setelah pihak Indonesia melihat lebih lanjut terkait kecelakaan Lion Air pada Oktober 2018 dan mengatakan pembuat pesawat terbesar di dunia itu gagal memahami risiko dalam desain perangkat lunak kokpit pada 737 MAX jet.

Saham VF Corp (VFC.N) turun 7,3 persen setelah pembuat pakaian ini melaporkan pendapatan kuartalan yang lebih rendah dari yang diperkirakan, karena persaingan meningkat untuk merek Vans dan Timberland.
Volume perdagangan di Wall Street mencapai 6,29 miliar saham, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 6,46 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Jumat, 25 Oktober 2019

PT Equity World | Sudah Sepuluh Hari Hijau, Apa Iya IHSG Bisa Menguat Lagi?

PT Equity World | Sudah Sepuluh Hari Hijau, Apa Iya IHSG Bisa Menguat Lagi?

PT Equity World | Pasar keuangan Indonesia cenderung ditransaksikan menguat pada perdagangan keempat di pekan ini, Kamis (24/10/2019). Pada perdagangan kemarin, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,31%, imbal hasil (yield) obligasi terbitan pemerintah Indonesia tenor 10 tahun turun 1,5 bps, sementara rupiah terdepresiasi 0,21% di pasar spot melawan dolar AS.

Sebagai informasi, pergerakan yield obligasi berbanding terbalik dengan harganya. Ketika yield turun, berarti harga sedang naik. Sebaliknya, ketika yield naik, berarti harga sedang turun.

Penguatan IHSG pada perdagangan kemarin menandai penguatan yang kesepuluh secara beruntun.

Kinerja IHSG senada dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang juga menutup hari di zona hijau: indeks Nikkei naik 0,55%, indeks Hang Seng menguat 0,87%, indeks Straits Times terapresiasi 0,78%, dan indeks Kospi bertambah 0,24%.

Optimisme bahwa AS-China akan bisa meneken kesepakatan dagang tahap satu pada bulan depan sukses memantik aksi beli di bursa saham Benua Kuning. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya optimistis kesepakatan dagang AS-China tahap satu akan bisa ditandatangani dalam gelaran KTT APEC di Chili pada 16-17 November mendatang.

"Saya rasa itu (draf kesepakatan dagang) akan ditandatangani dengan cukup mudah, semoga saja pada saat KTT di Chili, di mana Presiden Xi dan saya akan berada," kata Trump di Gedung Putih.

"Kami bekerja dengan China dengan sangat baik," sambungnya menambahkan.

Perkembangan terbaru, Wakil Menteri Luar Negeri China Le Yucheng mengatakan bahwa AS dan China telah mencapai perkembangan dalam negosiasi dagang kedua negara, seperti dilansir dari Reuters. Menurut Le, segala perbedaan yang ada antara AS dan China bisa diselesaikan selama keduanya menghormati satu sama lain.

"Selama kita saling menghormati satu sama lain dan bekerjasama dengan azaz keadilan, tidak ada perbedaan yang tak dapat diselesaikan antara China dan AS," kata Le.


PT Equity World

Aduh! Harga Emas Diprediksi Bakal Merosot ke US$ 1.350/Oz | PT Equity World


"Yang China inginkan adalah memberikan kehidupan yang lebih baik bagi rakyatnya. Kami tak ingin merenggut apapun dari pihak lain. Tidaklah ada ceritanya bahwa China ingin menggantikan ataupun mengancam pihak lain," katanya guna semakin mendinginkan suasana dengan AS.

Dirinya kemudian menjelaskan bahwa AS dan China telah mencapai banyak hal melalui kerjasama selama bertahun-tahun.

"Untuk apa kita melepaskan capaian-capaian dari kerjasama tersebut?"

Jika benar AS-China bisa meneken kesepakatan dagang tahap satu pada bulan depan, tentu ini akan menjadi kabar yang sangat positif bagi perekonomian kedua negara lantaran roda perekonomian akan bisa dipacu untuk berputar lebih kencang.

Mengingat posisi AS dan China selaku dua negara dengan nilai perekonomian terbesar di dunia, tentu kencangnya laju perekonomian kedua negara akan membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian dunia.

Kamis, 24 Oktober 2019

Equity World | Bursa Wall Street Ditutup Naik; Bagaimana Prediksi Hari Ini?

Equity World | Bursa Wall Street Ditutup Naik; Bagaimana Prediksi Hari Ini?

Equity World | Bursa Saham AS naik tipis pada hari Rabu (23/10) mengabaikan penurunan pendapatan dari Caterpillar dan Boeing.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 45,85 poin lebih tinggi, atau 0,2% pada 26.833,95.

Indeks S&P 500 naik 0,3% menjadi ditutup pada 3.004,52.

Indeks Nasdaq naik 0,2% menjadi 8.119,79.

Rabu mendorong S&P 500 lebih dekat ke rekor yang ditetapkan pada bulan Juli. Indeks kurang dari 1% dari level itu.

Caterpillar mengatakan, pihaknya memperoleh $ 2,66 per saham di kuartal ketiga, versus estimasi konsensus Refinitiv $ 2,88 per saham. Pendapatan datang pada $ 12,758 miliar, sementara Wall Street mengharapkan pendapatan $ 13,572 miliar. Pabrikan alat berat menurunkan perkiraan laba per saham setahun penuh menjadi kisaran $ 10,59 dan $ 11,09, lebih rendah dari yang diharapkan $ 11,70. Namun saham ditutup 1,2% lebih tinggi, setelah jatuh lebih dari 6% di premarket.

Sementara itu, saham Boeing naik 1% setelah pembuat pesawat mengatakan akan tetap pada jadwal untuk pengembalian 737 Max. Itu cukup untuk mengimbangi pendapatan yang sangat meleset dari ekspektasi analis. Perusahaan melaporkan laba $ 1,45 per saham. Analis yang disurvei oleh Refinitiv memperkirakan laba $ 2,09.

Namun, hasil yang lemah dari Texas Instruments membuat saham tetap terkendali. Instrumen Texas – yang sering dilihat sebagai proksi untuk industri microchip – jatuh 7,5% setelah membukukan pedoman kuartal keempat jauh di bawah perkiraan pasar.

Kerugian Texas Instruments menyeret ruang pembuat chip yang lebih luas. The VanEck Vectors Semiconductor ETF (SMH) turun 1,7%. ON Semiconductor turun 3,6% sementara Qualcomm kehilangan 1,6%.

Meskipun hasilnya lemah, musim pendapatan kuartal ketiga sebagian besar melampaui ekspektasi analis. Dari S&P 500 perusahaan yang telah melaporkan hingga Rabu pagi, 81% telah membukukan hasil yang lebih baik dari perkiraan, menurut FactSet.

Equity World

Kerjasama China – AS, Harga Emas Tumbang | Equity World


Yang pasti, perusahaan mengalahkan perkiraan encer. Penghasilan S&P 500 diperkirakan telah turun lebih dari 4% pada kuartal sebelumnya memasuki musim, menurut FactSet.

Bank sentral AS diperkirakan akan memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini di akhir bulan.

Di Eropa, anggota parlemen Inggris mendukung rencana Brexit dari Perdana Menteri Boris Johnson, tetapi menolak upayanya untuk mempercepat jalur legislasi untuk membawa negara keluar dari Uni Eropa pada akhir bulan. Perdana menteri mengatakan langkah selanjutnya adalah menunggu Uni Eropa untuk menanggapi permintaan untuk menunda batas waktu Brexit pada 31 Oktober.

Pergerakan hari Rabu terjadi setelah sedikit penurunan pada sesi sebelumnya karena pendapatan lemah dari McDonald dan Travellers dibayangi angka yang lebih baik dari perkiraan dari Procter & Gamble dan United Technologies.

Malam nanti akan dirilis data Durable Goods Orders September yang diindikasikan negatif.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Wall Street berpotensi lemah jika data Duarble Goods Orders terealisir negatig. Namun jika ada sentimen lain yang lebih kuat seperti sentimen positif perkembangan perang dagang AS-China, akan dapat menguatkan bursa Wall Street.

Rabu, 23 Oktober 2019

Equity World | Drama Brexit Geret Wall Street Melemah di Penutupan

Equity World | Drama Brexit Geret Wall Street Melemah di Penutupan

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, berakhir lebih rendah pada perdagangan hari Selasa (22/10/2019). Beragamnya laporan laba perusahaan di AS menjadi penyebab.

Dow Jones turun 39,54 poin atay 0,2% ke 26.788,10. Sedangkan S&P 500 turun 10,73 poin atau 0,4% ke 2.995,99 dan Nasdaq turun 58,69 poin atau 0,7% ke 8.104,30.

Ditulis AFP, optimisme yang ditunjukan Procter & Gamble Co dan United Technologies Corp diimbangi hasil mengecewakan dari McDonald's Corp dan Travelers Cos Inc.

Saham Procter & Gamble naik 2,8% sedangkan United Technologies naik 2,4%. Sementara McDonlad turun 4,6% dan Travelers turun 8,4%.


Equity World


 Investor Mulai Ragu Masuk Emas, Meski Harga Naik tapi Labil | Equity World


Selain itu, drama Brexit yang berkepanjangan juga menyebabkan ini terjadi. Kekalahan pemerintah Inggris di parlemen untuk mengeluarkan UU yang meratifikasi kesepakatan untuk keluar dari Uni Eropa, memiliki dampak meskipun terbatas pada pasar AS.

Kekalahan di parlemen membuat Inggris tidak mungkin bisa keluar dari Eropa sesuai target 31 Oktober nanti. Hal ini tentu akan menyebabkan meningkatnya ketidakpastian global.

"Brexit sebenarnya bukan masalah besar bagi investor ekuitas," kata Kepala Strategi Pasar di Bruderman Asset Management di New York, Olover Pursche dikutip dari Reuters. "Tapi ekonomi global tentu menderita,".

Selasa, 22 Oktober 2019

Equity World | Tambah Pemasukan, BUMI Lirik Bisnis Emas

Equity World | Tambah Pemasukan, BUMI Lirik Bisnis Emas

Equity World | PT Bumi Resources Tbk (BUMI)terus berupaya mendorong kinerja perusahaan melalui diversifikasi bisnis melalui anak usaha guna meningkatkan sumber pendapatan, dimana melalui BRMS perseroan melirik potensi tambang emas.

Equity World


Berat! Harga Emas Makin Amblas, Sudah Tak Menarik | Equity World

Direktur Bumi Resources, Dileep Srivatstava menjelaskan pada kuartal ini produksi emas akan dimulai dengan target produksi tahun pertama mencapai 100 ribu ton biji emas.
Selengkapnya simak dialog Erwin Surya Brata  dengan  Direktur Bumi Resources, Dileep Srivatstava  dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 16/10/2019).

Senin, 21 Oktober 2019

Equity World | Saham Boeing hingga Data Ekonomi China Negatif, Wall Street Anjlok

Equity World | Saham Boeing hingga Data Ekonomi China Negatif, Wall Street Anjlok

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street jatuh pada penutupan akhir pekan lalu. Berita negatif tentang Johnson & Johnson dan Boeing, ditambah dengan data ekonomi China yang suram memberikan dampak negatif pada investor.

Dilansir Reuters, Senin (21/10), Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 255,68 poin atau 0,95 persen menjadi 26.770,2, indeks S&P 500 (SPX) kehilangan 11,75 poin atau 0,39 persen menjadi 2.986,2 dan Nasdaq Composite (IXIC) turun 67,31 poin atau 0,83 persen menjadi 8.089,54.
Saham Boeing Co (BA.N) dan Johnson & Johnson (JNJ.N) memimpin penurunan S&P 500 dan Dow.
Boeing turun 6,8 persen, setelah Reuters melaporkan adanya pesan teks antara dua karyawan yang menyarankan pembuat pesawat itu menyesatkan administrasi penerbangan terkait keselamatan pesawat 737 MAX.

Sementara Johnson & Johnson mengumumkan akan menarik produk bedak bayi di AS setelah regulator menemukan adanya asbes dalam sampel, mengirimkan sahamnya turun 6,2 persen.
Pertumbuhan ekonomi China sebesar 6 persen di kuartal III 2019, melambat ke laju terendahnya dalam hampir 30 tahun. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh perang dagang dengan AS.

"Kelemahan pasar hari ini berkaitan dengan berita dari pertumbuhan ekonomi China, Boeing, dan Johnson & Johnson," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York.
Musim pendapatan kuartal III hampir selesai, dengan 73 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan kinerjanya. Sebanyak 83,6 persen emiten mencatatkan kinerja di atas perkiraan rata-rata.


Equity World

Harga Emas Diprediksi Sulit Tembus USD 1.500 per Ounce | Equity World


Namun, analis saat ini melihat laba S&P 500 turun 3,1 persen dibandingkan dengan tahun lalu, yang akan menandai kontraksi pertama sejak resesi pendapatan yang berakhir pertengahan 2016.
Pendapatan Coca-Cola Co (KO.N) mengalahkan ekspektasi analis dan sahamnya naik 1,8 persen.
Kansas City Southern (KSU.N) melonjak 7,3 persen setelah operator kereta api itu juga mengalahkan ekspektasi laba analis, akibat peningkatan pengiriman minyak bumi ke Meksiko.

American Express Co (AXP.N) melaporkan laba kuartal ketiga yang lebih baik dari perkiraan karena konsumen meningkatkan pengeluaran mereka. Namun, saham penerbit kartu kredit ini turun 2,0 persen.
Volume perdagangan di Wall Street mencapai 6,24 miliar saham, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 6,55 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Jumat, 18 Oktober 2019

Equity World | Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 758.000

Equity World | Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 758.000

Equity World | Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Jumat (18/10/2019) bertahan di angka Rp 758.000 per gram. Sementara itu, harga buyback atau harga yang didapat jika pemegang emas Antam mau menjual emas batangan tersebut naik Rp 1.000 menjadi Rp 680.000.

Sebagai catatan, harga emas Antam tersebut berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda. Adapun sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017 pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45 persen, sertakan nomor NPWP setiap kali transaksi. Setiap pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Equity World


Isu Resesi Muncul Lagi, Emas Kembali Bersinar | Equity World

Berikut rincian harga emas Antam hari ini.

0,5 gram Rp 403.500
1 gram Rp 758.000
2 gram Rp 1.465.000
3 gram Rp 2.176.000
5 gram Rp 3.610.000
10 gram Rp 7.155.000
25 gram Rp 17.780.000
50 gram Rp 35.485.000
100 gram Rp 70.900.000

Kamis, 17 Oktober 2019

Equity World | Proyeksi IMF Bikin Harga Emas Antam Melesat Rp 6.000/gram

Equity World | Proyeksi IMF Bikin Harga Emas Antam Melesat Rp 6.000/gram

Equity World | Harga emas acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp 6.000 (0,85%) menjadi Rp 709.000 per gram pada perdagangan Kamis ini (17/10/2019), dari Rp 703.000 per gram Rabu kemarin.

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram menguat menjadi Rp 70,9 juta dari harga kemarin Rp 70,3 juta per batang.

Naiknya harga emas Antam itu mengekor harga emas di pasar spot global yang didorong naik kemarin oleh sentimen negatif dari pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia oleh Dana Moneter Internasional atau IMF dan turunnya data penjualan ritel Negeri Paman Sam.


Equity World


Emas Naik Lagi, AS Mau Resesi kah? | Equity World



IMF sudah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia di tahun ini jadi 3%, dari sebelumnya 3,2%. Ini merupakan angka terendah sejak krisis keuangan global pada 2008 lalu. Pemangkasan proyeksi ini akibat perang dagang yang terjadi antara AS dan China.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini belum berubah di situs Logam Mulia dari posisi kemarin Rp 673.000 per gram.

Rabu, 16 Oktober 2019

Equity World | AS Masih Jauh dari Resesi, Bursa Saham Asia Tancap Gas!

Equity World | AS Masih Jauh dari Resesi, Bursa Saham Asia Tancap Gas!

Equity World | Bursa saham utama kawasan Asia kompak mengawali perdagangan hari ini, Rabu (16/10/2019), di zona hijau. Pada pembukaan perdagangan, indeks Nikkei melejit 1,23%, indeks Shanghai menguat 0,05%, indeks Hang Seng naik 0,19%, indeks Straits Times terapresiasi 0,48%, dan indeks Kospi bertambah 0,62%.

Rilis laporan keuangan yang oke dari perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa saham AS menjadi faktor utama yang memantik aksi beli di bursa saham Benua Kuning. Untuk diketahui, bulan Oktober menjadi waktu dari perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa saham AS untuk merilis kinerja keuangannya, baik untuk periode kuartal III (jika menggunakan tahun kalender) maupun untuk periode kuartal IV (jika menggunakan tahun fiskal).

Dari 500 perusahaan yang termasuk ke dalam indeks S&P 500, sebanyak 34 telah merilis kinerja keuangannya hingga Selasa pagi (15/10/2019) waktu setempat. Dari 34 perusahaan tersebut, sebanyak 29 berhasil mengalahkan ekspektasi analis, berdasarkan data dari The Earnings Scout yang kami lansir dari CNBC International.

Salah satu perusahaan yang membukukan kinerja kinclong adalah J.P. Morgan Chase yang merupakan bank terbesar di AS dari sisi aset. Pada kuartal III-2019, perusahaan membukukan pendapatan senilai US$ 30,1 miliar, mengalahkan ekspektasi yang senilai US$ 28,5 miliar. Sementara itu, laba bersih per saham tercatat berada di level US$ 2,68, juga di atas ekpektasi yang senilai US$ 2,45.

Dengan rilis kinerja keuangan yang oke, praktis kekhawatiran bahwa AS akan masuk ke jurang resesi menjadi memudar. Apalagi, di sisi lain The Federal Reserve (The Fed) selaku bank sentral AS masih diyakini akan memangkas tingkat suku bunga acuan pada akhir bulan ini.


Equity World

Emas Susah Naik, Apa Benar Gejolak Dunia Sudah Selesai? | Equity World


Mengutip situs resmi CME Group yang merupakan pengelola bursa derivatif terkemuka di dunia, berdasarkan harga kontrak fed fund futures per 15 Oktober 2019, probabilitas The Fed akan memangkas tingkat suku bunga acuan pada bulan ini berada di level 79,6%. Satu bulan yang lalu, probabilitasnya masih berada di level 33,5%.

Untuk diketahui, di sepanjang tahun 2019 The Fed telah memangkas tingkat suku bunga acuan sebanyak dua kali, masing-masing sebesar 25 bps, yakni pada bulan Juli dan September. Jika ditotal, federal funds rate sudah dipangkas sebesar 50 bps oleh Jerome Powell (Gubernur The Fed) dan koleganya di bank sentral.

Jika tingkat suku bunga acuan dipangkas lebih lanjut, bank akan semakin terdorong untuk menurunkan tingkat suku bunga kredit sehingga memacu dunia usaha untuk melakukan ekspansi. Selain itu, masyarakat juga akan terdorong untuk meningkatkan konsumsinya. Pada akhirnya, roda perekonomian akan berputar lebih kencang.

Kala roda perekonomian AS berputar dengan lebih kencang, tentulah roda perekonomian dunia juga akan ikut berputar dengan lebih kencang, mengingat posisi AS selaku negara dengan nilai perekonomian terbesar di planet bumi.

Selasa, 15 Oktober 2019

Equity World | Was-was dengan Hasil Perang Dagang, Wall Street Nyungsep

Equity World | Was-was dengan Hasil Perang Dagang, Wall Street Nyungsep

Equity World | Wall Street, bursa saham Amerika Serikat, ditutup melemah pada perdagangan Senin (14/10/2019). Ketidakpastian menyusul negosiasi perdagangan AS-China menggerus sentimen investor.

Dow Jones turun 29,97 poin atau 0,11% ke 26.786,62. Sementara S&P 500 kehilangan 4,07 poin atau 0,14% menjadi 2.966,2 sedangkan Nasdaq turun 8,39 poin atau 0,1% menjadi 8.048,65.

Pada negosiasi 10-11 Oktober lalu, AS mengatakan akan menunda kenaikan tarif di Oktober. Namun sayangnya pemerintah Uncle Sam ini, tidak menyebutkan apakah penundaan berlaku untuk kenaikan tarif Desember.

Equity World

China Ogah Teken Deal dengan AS, Emas Balik ke US$ 1.500/Oz?  | Equity World


China pun dikabarkan menginginkan pembicaraan tambahan dengan AS. Hal ini juga diamini Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin.

"Karena masih banyak pertanyaan yang tersisa, ada keraguan signifikan gencatan senjata ini akan berlangsung hingga 2020," kata Jason Pride, CIO sebuah private wealth di Glenmede.

"Kemungkinan, masalah ini akan muncul kembali sebelum pemilihan (Pilpres AS), mungkin dalam bentuk ancaman tarif yang diperbarui atau tindakan yang menargetkan masing-masing perusahaan China," katanya lagi.

Senin, 14 Oktober 2019

Equity World | Friksi Dagang AS-China Mengendur, Tapi Ketegangan Masih Ada

Equity World | Friksi Dagang AS-China Mengendur, Tapi Ketegangan Masih Ada

Equity World | Beralih ke bursa AS, kemajuan negosiasi dagang tersebut juga turut dinikmati oleh tiga indeks utama Negeri Paman Sam. Indeks Dow Jones Industrial Average (Dow Jones) melonjak 319,92 poin atau naik 1,21% ke level 26.816,59. Indeks Nasdaq melejit 1,34% ke 8.057,39 sementara indeks S&P terapresiasi 1,09% ke level 2.970,27 pada penutupan perdagangan Jumat.

Menghijaunya bursa dipicu oleh kabar melegakan atas kemajuan yang dicapai dari negosiasi dagang AS-China di Washington minggu kemarin.

Negosiasi yang terjadi berjalan mulus dan bisa dibilang mencatatkan kemajuan signifikan setelah menempuh drama tit for tat bea masuk yang membuat kondisi perekonomian global merana 15 bulan terakhir ini.

Beberapa poin substansial yang menjadi fokus perbincangan tersebut seperti pembahasan terkait kekayaan intelektual dan jasa keuangan, penundaan tarif serta pembelian produk pertanian AS oleh China.

Equity World

Keperkasaan Emas Dunia & Antam Pudar, Saatnya Ditinggalkan? | Equity World



AS berjanji akan menunda kenaikan tarif sebesar 30% pada barang China senilai US$ 250 miliar yang seharusnya berlaku per 15 Oktober nanti. Di sisi lain China juga menjanjikan beberapa hal yang salah satunya berupa konsesi pembelian produk-produk pertanian AS senilai US$ 40-50 miliar.

Walaupun sudah mencapai kemajuan yang substansial pada “fase pertama” ini, para pejabat kedua negara menegaskan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dalam kesepakatan ini.

Pemerintahan Trump juga belum memberikan putusan yang sama untuk barang-barang dari China yang akan kena tarif tambahan pada Desember nanti seperti ponsel, laptop, mainan dan pakaian yang kena tarif tambahan hingga 15%.

Jumat, 11 Oktober 2019

PT Equityworld | Trump Bikin Pusing, Tak Apa Karena Harga Emas Antam Melesat!

PT Equityworld | Trump Bikin Pusing, Tak Apa Karena Harga Emas Antam Melesat!

PT Equityworld | Harga emas acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp 4.000 (0,56%) menjadi Rp 717.000 per gram pada perdagangan Kamis ini (10/10/2019), dari Rp 713.000 per gram Rabu kemarin.

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram menguat menjadi Rp 71,7 juta dari harga kemarin Rp 71,3 juta per batang.

Naiknya harga emas Antam itu mengekor harga emas di pasar spot global yang naik tipis kemarin setelah kabar perundingan damai dagang China-Amerika Serikat (AS) justru menunjukkan tanda-tanda kemunduran.

PT Equityworld

Trump Selow Lagi Jelang Negosiasi dengan China, Emas Amblas | PT Equityworld


Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga naik Rp 3.000 per gram hari ini menjadi Rp 690.000 per gram dari Rp 687.000 per gram kemarin. Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Kamis, 10 Oktober 2019

Equityworld Futures | Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 10 Oktober 2019. Naik Tipis

Equityworld Futures | Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 10 Oktober 2019. Naik Tipis

Equityworld Futures | Harga emas batangan di Pegadaian hari ini, Kamis (10/10/2019), mengalami kenaikan dibandingkan posisi pada Rabu (9/10). Kenaikan berlaku, baik untuk emas cetakan Antam maupun cetakan UBS.

Emas cetakan Antam ukuran 0,5 gram dijual seharga Rp415.000 atau naik Rp1.000 dibandingkan posisi kemarin, Rabu (9/10). Untuk emas cetakan UBS ukuran yang sama dijual seharga Rp403.000 atau naik Rp4.000 dibandingkan Rabu.


Harga emas cetakan Antam ukuran 1 gram tercatat naik Rp4.000 dibandingkan posisi pada Rabu, menjadi Rp782.000. Demikian pula harga emas UBS 1 gram tercatat naik Rp14.000 dibandingkan harga pada Rabu, menjadi Rp760.000.



Equityworld Futures


Semua Serba Tak Pasti, Emas Bisa Menuju US$ 1.600/Oz | Equityworld Futures


Untuk harga emas Antam 2 gram ditetapkan senilai Rp1,500 juta atau naik Rp4.000 dibandingkan Rabu. Harga emas UBS 2 gram ditetapkan senilai Rp1,490 juta, naik Rp13.000 dibandingkan kemarin.


Sedangkan harga emas cetakan Antam ukuran 5 gram juga tercatat naik Rp19.000 dibandingkan kemarin, menjadi Rp3,715 juta. Untuk emas UBS 5 gram dipatok senilai Rp3,680 juta, naik Rp32.000 dibandingkan kemarin.

Sementara itu, emas Antam 10 gram dijual seharga Rp7,362juta. Harga tersebut naik Rp29.000 dibandingkan harga yang berlaku pada Rabu. Adapun emas UBS ukuran yang sama dijual seharga Rp7,351 juta atau naik Rp63.000.

Rabu, 09 Oktober 2019

Equityworld Futures | Perang Dagang & Brexit Bakal Kirim Wall Street Melemah

Equityworld Futures | Perang Dagang & Brexit Bakal Kirim Wall Street Melemah

Equityworld Futures | Bursa saham Wall Street di AS diprediksi akan dibuka melemah pada perdagangan kedua di pekan ini ini, Selasa (8/10/2019).

Hingga pukul 17:25 WIB, kontrak futures indeks Dow Jones mengimplikasikan penurunan sebesar 101 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite diimplikasikan turun masing-masing sebesar 10 dan 23 poin.

Potensi eskalasi perang dagang AS-China yang sudah di depan mata menjadi faktor yang akan memantik aksi jual di bursa saham AS. Untuk diketahui, pada hari Kamis (10/10/2019) AS dan China dijadwalkan untuk mulai menggelar negosiasi dagang tingkat tinggi di Washington.

Namun, ada hawa yang tak mengenakan menjelang negosiasi dagang tingkat tinggi yang begitu dinanti-nantikan tersebut. Pemberitaan dari Bloomberg menyebut bahwa pejabat pemerintahan China telah memberi sinyal bahwa Beijing enggan untuk menyetujui kesepakatan dagang secara menyeluruh seperti yang diinginkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Dalam pertemuan dengan perwakilan dari AS dalam beberapa minggu terakhir di Beijing, pejabat senior dari China telah mengindikasikan bahwa kini, materi-materi yang bersedia didiskusikan oleh pihak China dalam negosiasi dagang tingkat tinggi telah menyempit, seperti dilansir oleh Bloomberg dari orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Lebih lanjut, pemberitaan dari Bloomberg menyebut bahwa Wakil Perdana Menteri China Liu He telah menginformasikan kepada pihak AS bahwa dirinya akan membawa proposal kesepakatan dagang ke Washington yang tak memasukkan komitmen untuk merubah praktek pemberian subsidi terhadap perusahaan-perusahaan asal China.

Padahal, praktek pemberian subsidi terhadap perusahaan-perusahaan asal China oleh pemerintah merupakan salah satu hal yang sangat ingin diubah oleh AS. Kalau diingat, bahkan hal ini merupakan salah satu faktor yang melandasi meletusnya perang dagang antar kedua negara.

Dengan sikap China yang kembali keras, tentu potensi eskalasi perang dagang AS-China menjadi risiko yang tak bisa dianggap sepele.

Lebih lanjut, perkembangan seputar proses perceraian Inggris dengan Uni Eropa alias British exit (Brexit) ikut menjadi faktor yang akan memantik aksi jual di bursa saham Negeri Paman Sam.

Melansir CNBC International, beberapa kantor berita mengabarkan bahwa negosiasi terkait Brexit kini sudah berada di ambang kegagalan. Sky News melaporkan bahwa Kanselir Jerman Angela Merkel telah mengatakan kepada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bahwa kesepakatan Brexit kini "sangatlah tidak mungkin (untuk dicapai)".


Equityworld Futures

Pelemahan Harga Emas Dunia Masih Berlanjut | Equityworld Futures


Kemudian, BBC melaporkan bahwa seorang pejabat pemerintahan Inggris telah mengatakan kepada pihaknya bahwa Uni Eropa tidak menunjukkan minat untuk melakukan kompromi sejak Johnson menyerahkan proposal Brexit yang baru pada pekan lalu.

Sebelumnya, Bank of England yang merupakan bank sentral Inggris telah memperingatkan bahwa no-deal Brexit bisa mendorong Inggris jatuh ke jurang resesi.

Sebagai informasi, resesi merupakan penurunan aktivitas ekonomi yang sangat signifikan yang berlangsung selama lebih dari beberapa bulan, seperti dilansir dari Investopedia. Sebuah perekonomian bisa dikatakan mengalami resesi jika pertumbuhan ekonominya negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Pada kuartal II-2019, perekonomian Inggris tercatat jatuh sebesar 0,2% secara kuartalan (quarter-on-quarter). Jika di kuartal III-2019 tetap terjadi kontraksi, maka Inggris akan resmi masuk ke jurang resesi.

Pada pukul 19:30 WIB, data inflasi di tingkat produsen periode September 2019 akan dirilis.

Pada pukul 00:50 WIB (9/10/2019), Gubernur The Fed Jerome Powell dijadwalkan untuk memberikan pidato berjudul "Data Dependence in an Evolving Economy" dalam gelaran 61st Annual Meeting of the National Association of Business Economics.

Selasa, 08 Oktober 2019

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Kembali Turun, Ini Sebabnya

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Kembali Turun, Ini Sebabnya

Equityworld Futures | Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange kembali berakhir turun pada perdagangan Senin (8/10/2019) waktu setempat (Selasa pagi WIB). Penurunan harga logam mulia ini tertekan oleh penguatan greenback (sebutan untuk dollar AS).

Seperti dikutip dari Xinhua, kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember ditutup turun 8,5 dollar AS atau 0,56 persen, menjadi 1.504,4 dollar AS per ounce. Dollar AS menguat di tengah melemahnya pound Inggris, karena investor semakin khawatir tentang prospek Brexit, yang dapat berakhir tanpa kesepakatan dan volatilitas yang terjadi kemudian.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bersikeras Inggris akan meninggalkan Uni Eropa, dengan atau tanpa kesepakatan pada 31 Oktober. Indeks dollar AS, indikator greenback terhadap enam mata uang utama dunia lainnya, naik 0,09 persen menjadi 98,99 pada pukul 17.30 GMT, sesaat sebelum penyelesaian transaksi emas. Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dollar AS.

Equityworld Futures

Pasar Wait and See, Harga Emas Hari Ini Masih Di Bawah US$ 1.500 | Equityworld Futures


Jika greenback menguat maka emas berjangka akan melemah. Hal ini karena emas yang dihargai dalam dollar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 8,5 sen atau 0,48 persen menjadi 17,54 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 1,4 dollar AS atau 0,16 persen, ditutup pada 888,3 dollar AS per ounce.