Selasa, 16 Juli 2019

Equity World | Investor Tunggu Data Ekonomi AS, Bursa Asia Menguat Terbatas

Equity World | Investor Tunggu Data Ekonomi AS, Bursa Asia Menguat Terbatas

Equity World | Sebagian besar pasar saham Asia menguat terbatas pada perdagangan Selasa (16/7/2019) karena investor menunggu data penjualan ritel dan pendapatan perusahaan AS.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang bertahan menguat 0,3 persen, dengan pelemahan di bursa saham China membatasi kenaikan di bursa lain di regional.

Indeks CSI300 China melemah 0,3 persen karena investor cemas perlambatan pertumbuhan ekonomi China dan dampak dari perang perdagangan dengan  AS, bahkan ketika data baru menyoroti upaya Beijing untuk meningkatkan pengeluaran.

Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,4 persen dan saham di Taiwan naik 0,1 persen. Pasar Australia merosot 0,1 persen, tidak tergerak oleh rilis risalah yang dovish dari pertemuan Reserve Bank of Australia.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang melemah masing-masing 0,69 persen dan 0,48 persen.

Data ekonomi China yang dirilis Senin memberikan beberapa bantuan kepada investor yang khawatir tentang prospek ekonomi, tetapi tekanan pada bisnis global dan investasi serta perang perdagangan dan perlambatan pertumbuhan dunia memperkuat harapan pelonggaran kebijakan oleh bank sentral utama.

"Pemotongan suku bunga AS akan membuat bank sentral di Asia lebih mudah untuk melonggarkan kebijakan mereka, sehingga mendorong permintaan domestik di kawasan itu," kata Yukino Yamada, analis senior di Daiwa Securities, seperti dikutip Reuters.

"Kami masih tidak tahu apa yang diharapkan dari perang perdagangan AS-China... Tetapi ada harapan yang tidak jelas bahwa Trump akan diam selama musim panas dan masalah ini akan dikesampingkan hingga mendekati Hari Nasional China (di awal Oktober)," lanjutnya.

Kemarin malam, Presiden AS Donald Trump tidak menunjukkan tanda-tanda melunakkan sikapnya terhadap China, setelah memperingatkan bahwa Washington dapat memberikan lebih banyak tekanan jika pembicaraan perdagangan terhenti.

Equity World


AS-China Kian Mesra, Bursa Saham Asia Menghijau | Equity World


Data ekonomi AS pada hari Selasa diperkirakan menunjukkan bahwa penjualan ritel naik 0,1 persen pada bulan Juni, menurut estimasi median ekonom yang disurvei Reuters. Tetapi penurunan marjin bunga bersih yang dilaporkan oleh Citigroup dalam laporan triwulanan menggarisbawahi risiko bagi perusahaan keuangan di lingkungan dengan suku bunga yang lebih rendah.

Penurunan tersebut sebagian dibayangi angka laba yang lebih baik dari perkiraan, yang memicu jatuhnya saham bank di tengah kekhawatiran bahwa hal itu akan menurunkan laba di seluruh industri.

"Jelas risiko terbesar untuk reli terbaru adalah musim pendapatan," kata Ryan Felsman, ekonom senior di CommSec di Sydney.

Equityworld Futures | Musim Laporan Keuangan Tiba, Wall Street Ditutup Menguat

Equityworld Futures | Musim Laporan Keuangan Tiba, Wall Street Ditutup Menguat

Equityworld Futures | Wall Street ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin (15/7/2019) waktu setempat. Investor bersikap hati-hati menatap musim laporan keuangan emiten kali ini. Faktor perlambatan ekonomi China juga menjadi sentimen penggerak bursa.

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 27,13 poin atau 0,1% ke level 27.359,16. Kemudian S&P 500 berada pada level 3.014,30. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,2% menjadi 8.258,19.

Citigroup memulai earning seasons dengan melaporkan keuntungan pada kuartal II-2019. Hal itu melampaui ekspektasi analis. Imbasnya, saham perseroan sempat diperdagangkan lebih tinggi sebelum ditutup melemah tipis 0,1%. Bank-bank besar lainnya seperti J.P. Morgan Chase, Morgan Stanley, Bank of America, dan Goldman Sachs dilaporkan akan melaporkan kinerja keuangannya pada akhir pekan ini.

Sentimen lain berasal dari China. Biro Statistik Negeri Tirai Bambu mengumumkan bahwa pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) China kuartal kedua tahun ini ada di 6,2% secara tahunan atau sesuai ekspektasi analis. Capaian tersebut menandai laju pertumbuhan ekonomi kuartalan terlemah setidaknya dalam 27 tahun atau sejak 1992, dilansir dari Reuters.

Meskipun demikian, data ekonomi China lainnya terbilang menggembirakan. Pasalnya produksi industri dan penjualan barang-baran ritel bulan Juni tumbuh di atas konsensus pasar dengan perolehan masing-masing 6,3% dan 9,8% year-on-year (YoY), dilansir Trading Economics.

Equityworld Futures

Gara-gara China, Harga Emas Bisa Jeblok? | Equityworld Futures


Lebih lanjut, Presiden AS Donald Trump mengomentari data ekonomi China lewat cuitan di akun pribadi Twitter-nya mengatakan perlambatan pertumbuhan ekonomi China "adalah alasan mengapa China ingin membuat kesepakatan", dikutip dari CNBC International.

Sementara itu, Bursa Eropa pada perdagangan Senin (15/7/2019) ditutup di teritori positif. Selama perdagangan kemarin, pergerakan bursa begitu dinamis lantaran perlambatan ekonomi China sebagai dampak perang dagang dengan AS. The pan-European Stoxx 600 rebound dan ditutup menguat 0,48%. Investor juga masih mencermati data ekonomi terbaru dari Negeri Tirai Bambu tersebut.



Senin, 15 Juli 2019

Equity World | Wacana Penurunan Suku Bunga AS Menguat, Wall Street Cetak Rekor

Equity World | Wacana Penurunan Suku Bunga AS Menguat, Wall Street Cetak Rekor

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street mencatat rekor tertinggi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Investor terus berharap agar Federal Reserve (The Fed) bisa menurunkan suku bunga acuannya di akhir bulan ini.

Dilansir Reuters, Senin (15/7), Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 243,95 poin atau 0,9 persen menjadi 27.332,03, indeks S&P 500 (SPX) naik 13,86 poin atau 0,46 persen menjadi 3.013,77 dan Nasdaq Composite (IXIC) menambahkan 48,10 poin atau 0,59 persen menjadi 8.244,14.

Selama sepekan, indeks S&P 500 naik 0,8 persen, Dow menambahkan 1,5 persen, dan Nasdaq naik 1 persen.

Indeks S&P 500 ditutup di atas level 3.000 untuk pertama kalinya, dengan rata-rata saham industri, konsumen, dan material masing-masing membukukan kenaikan 1 persen.

Dalam kesaksiannya selama dua hari di depan Kongres AS, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan ekonomi AS masih di bawah ancaman dari aktivitas pabrik yang mengecewakan. Inflasi yang jinak dan perang dagang yang memanas, mendorong bank sentral siap untuk 'bertindak sebagaimana mestinya'.

"Jelas pesannya mengarahkan apa yang akan dilakukan The Fed pada pertemuan berikutnya untuk menjaga ekspansi ekonomi tetap utuh. Itu telah membawa pasar ke posisi tertinggi baru," kata Quincy Krosby, kepala strategi pasar di Prudential Financial di Newark, New Jersey.

Selain harapan penurunan suku bunga, fokus investor juga mulai beralih ke musim pendapatan perusahaan. Sebab bank-bank besar AS, termasuk Citigroup Inc (C.N) dan JPMorgan Chase & Co (JPM.N), akan melaporkan kinerjanya selama kuartal II di pekan ini.

Equity World


Sentimen The Fed Makin Kuat, Harga Emas Naik Tipis | Equity World

Analis memperkirakan bahwa perusahaan S&P 500 akan melaporkan penurunan 0,4 persen di pendapatan kuartal II 2019, menurut data Refinitiv IBES.

Saham Ford Motor Co (F.N) naik 2,65 persen setelah pembuat mobil dan Volkswagen AG (VOWG_p.DE) mengatakan mereka akan bergabung untuk mengembangkan mobil listrik.

Saham Johnson & Johnson (JNJ.N) turun 4,1 persen setelah Bloomberg melaporkan bahwa Departemen Kehakiman AS mengejar penyelidikan kriminal apakah konglomerat kesehatan berbohong tentang risiko kanker potensial dari bedak anak tersebut.

Merosotnya saham Johnson & Johnson menyeret sektor kesehatan S&P 500 turun 1,2 persen, dan tercatat sebagai penurunan yang terbesar di antara sektor lainnya.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 5,68 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 6,71 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Jumat, 12 Juli 2019

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp 701 Ribu per Gram

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp 701 Ribu per Gram

Equityworld Futures | Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam dibanderol Rp 701 ribu per gram pada perdagangan Jumat (12/7/2019), hari ini. Harga tersebut turun Rp 10 ribu dari perdagangan Kamis (11/7/2019), kemarin.

Demikian juga harga buyback emas Antam juga turun Rp 10 ribu per gram menjadi Rp 630 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 630 ribu per gram.

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.27 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia.

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.

Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 7.250.000. Sedangkan ukuran 20 gram dijual Rp 13.950.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

Equityworld Futures

Data Inflasi AS Membaik, Harga Emas Tergelincir Tipis | Equityworld Futures


* Pecahan 0,5 gram Rp 375.000

* Pecahan 1 gram Rp 701.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.351.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.005.000

* Pecahan 5 gram Rp 3.325.000

* Pecahan 10 gram Rp 6.585.000

* Pecahan 25 gram Rp 16.355.000

* Pecahan 50 gram Rp 32.635.000

* Pecahan 100 gram Rp 65.200.000

* Pecahan 250 gram Rp 162.750.000

* Pecahan 500 gram Rp 325.300.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 650.600.000

Kamis, 11 Juli 2019

Equity World | Wall Street bervariasi, investor tunggu kesaksian Powell di Kongres

Equity World | Wall Street bervariasi, investor tunggu kesaksian Powell di Kongres

Equity World | Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena para pelaku pasar menunggu kesaksian kebijakan moneter Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell kepada Kongres Amerika Serikat (AS), dalam upaya mencari lebih banyak sinyal untuk pergerakan penurunan suku bunga lebih lanjut.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 22,65 poin atau 0,08 persen, menjadi berakhir di 26.783,49 poin. Indeks S&P 500 naik 3,68 poin atau 0,12 persen, menjadi berakhir di 2.979,63 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 43,35 poin atau 0,54 persen, menjadi ditutup di 8.141,73 poin.

Saham Netflix naik 1,0 persen, setelah layanan <em>streaming</em> video AS itu mengumumkan rekor pemirsa tertinggi sesi tiga dari pertunjukan aslinya "Stranger Things."

Saham 3M turun hampir 2,1 persen, ketika bank investasi Kanada RBC Capital Markets menurunkan peringkat saham perusahaan menjadi <em>"sector perform"</em> dari <em>"outperform",</em> karena "erosi" reputasi konglomerat AS sebagai "industri defensif, berkualitas tinggi."

Delapan dari 11 sektor utama S&amp;P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor real estat naik lebih dari 0,6 persen, memimpin kenaikan.

Investor sedang menunggu kesaksian setengah tahunan Ketua Fed Jerome Powell selama dua hari ke depan. Powell dijadwalkan untuk bersaksi di depan Komite Jasa Keuangan pada Rabu waktu setempat.

Pasar telah mempertimbangkan penurunan suku bunga potensial oleh The Fed pada pertemuan kebijakan 30-31 Juli. Namun laporan ketenagakerjaan yang kuat yang dirilis pada 5 Juli telah menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga yang lebih agresif.

Equity World


Usai Tumbang, Harga Emas Mulai Merangkak Naik | Equity World

Kesaksian ini diharapkan akan menjelaskan bagaimana bank sentral akan menetapkan langkah-langkah pelonggaran akhir bulan ini.

Di sisi ekonomi, lowongan pekerjaan AS sedikit menurun ke tingkat disesuaikan secara musiman 7,32 juta pada hari kerja terakhir Mei secara bulan ke bulan, kata Departemen Tenaga Kerja pada Selasa (9/7).

Tingkat lowongan pekerjaan adalah 4,6 persen, turun dari 4,7 persen pada April. Lowongan pekerjaan menurun di sejumlah industri dengan penurunan terbesar dalam konstruksi, transportasi, pergudangan, dan utilitas, real estat, serta penyewaan dan sewa guna usaha. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Rabu, 10 Juli 2019

Equity World | Investor Galau Tunggu Arah The Fed, Wall Street Dibuka Anjlok

Equity World | Investor Galau Tunggu Arah The Fed, Wall Street Dibuka Anjlok

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) anjlok pada perdagangan Selasa (9/7/2019) setelah investor menanti pertanda yang lebih jelas terkait arah kebijakan moneter bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 118 poin pada pembukaan pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB), mengarah pada koreksi hari ketiga sebelum kemudian lajunya melambat menjadi hanya 95 poin (0,35%) ke 26.711,57 selang 15 menit kemudian.

Sementara itu, indeks S&P 500 tertekan 8,35 poin atau 0,3% ke 2.965 pada waktu yang sama. Indeks Nasdaq melemah 0,1% atau 11 poin ke 8.087.


Gubernur The Fed Jerome Powell dijadwalkan memberikan paparan di depan Komisi Layanan Keuangan di Kongres pada Rabu, beberapa hari setelah rilis data tenaga kerja yang lebih baik dari ekspektasi sehingga memicu spekulasi bahwa The Fed tidak lagi terlalu dovish dengan suku bunganya.

Equity World


Paparan tersebut setidaknya akan memberikan sinyal apakah The Fed menurunkan suku bunga acuan AS dalam waktu dekat. Melansir situs CME Fedwatch, pelaku pasar telah memperhitungkan besarnya probabilitas penurunan suku bunga AS pada bulan Juli mencapai 100%. Dengan kata lain, The Fed tidak akan mengambil posisi bertahan lagi.

"Sementara Jay Powell menjadi fokus utama besok, kita lihat pasar obligasi sudah memfaktorkan peluang sebesar 100% atas pemangkasan suku bunga acuan beberapa pekan ke depan," ujar Chief Investment Officer Bleakley Advisory Group Peter Boockvar, dalam laporan risetnya sebagaimana dikutip CNBC International.

Ekspektasi pemangkasan suku bunga telah memacu saham menyentuh level tertingginya pekan lalu dan juga melambungkan mayoritas indeks bursa saham sepanjang Juni. Indeks S&P 500 naik 6,9% pada June sedangkan Dow Jones dan Nasdaq melompat masing-masing lebih dari 7%.

Selasa, 09 Juli 2019

Equity World | Turun Rp 1.000, Emas Antam Tinggalkan Level Rp 700.000

Equity World | Turun Rp 1.000, Emas Antam Tinggalkan Level Rp 700.000

Equity World | Logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini turun Rp 1.000/gram. Emas Antam hari ini dijual Rp 699.000, lebih rendah dibanding Senin kemarin.

Demikian dikutip detikFinance dari situs perdagangan Logam Mulia Antam, Senin (8/7/2019). Harga ini turun Rp 1.000 dibanding Senin.

Sementara harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini ada di level Rp 628.000/gram Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Equity World

Harga Emas Tergelincir karena Data Ekonomi AS Membaik | Equity World

Harga emas batangan tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9%. Bila ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45% maka bawa NPWP saat transaksi.

Berikut rincian harga emas Antam hari ini:
Pecahan 1 gram Rp 699.000
Pecahan 5 gram Rp 3.315.000
Pecahan 10 gram Rp 6.565.000
Pecahan 25 gram Rp 16.305.000
Pecahan 50 gram Rp 32.535.000
Pecahan 100 gram Rp 65.000.000
Pecahan 250 gram Rp 162.250.000
Pecahan 500 gram Rp 324.300.000

Senin, 08 Juli 2019

Equity World | Harga Emas Hari Ini: Terbaru, Harga Emas Logam Mulia Turun Jadi Rp. 629.000/Gram, Rincian Lengkap

Equity World | Harga Emas Hari Ini: Terbaru, Harga Emas Logam Mulia Turun Jadi Rp. 629.000/Gram, Rincian Lengkap

Equity World | Harga Emas Hari Ini: Terbaru, Harga Emas Batangan Antam Turun Jadi Rp. 629.000/Gram, Rincian Lengkap.

Logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dijual seharga Rp 700.000 /gram pada perdagangan Senin (8//2019).

Harga ini turun sebanyak Rp. 1.000/gram dibandingkan posisi pada akhir pekan lalu di Rp. 701.000/gram.

Sementara harga buyback atau pembelian kembali juga turun Rp. 1.000/gram menjadi Rp. 629.000/gram.

Harga emas batangan tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen.

Bawa NPWP untuk mendapatkan potongan pajak lebih rendah sebanyak 0,45 persen.

Berikut rincian harganya, seperti dikutip Tribunnews.com dari situs logammulia.com di market Butik Emas LM Pulogadung Jakarta:

Equity World

Harga Emas Diprediksi Tembus USD 1.400 per Ounce di Akhir Tahun | Equity World

Pecahan 1 gram Rp 700.000

Pecahan 2 gram Rp 1.349.000

Pecahan 3 gram Rp 2.002.000

Pecahan 5 gram Rp 3.320.000

Pecahan 10 gram Rp 6.575.000

Pecahan 25 gram Rp 16.330.000

Pecahan 50 gram Rp 32.585.000

Pecahan 100 gram Rp 65.100.000

Pecahan 250 gram Rp 162.500.000

Pecahan 500 gram Rp 324.800.000

Pecahan 1.000 gram Rp 649.600.000.

Jumat, 05 Juli 2019

Equity World | Emas Stabil Imbas Wall Street Melonjak

Equity World | Emas Stabil Imbas Wall Street Melonjak

Equity World | Harga emas stabil didorong reli bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street. Hal ini membuat data tarik komoditas logam berkurang.

Sementara itu, kekhawatiran pertumbuhan global dan prospek kebijakan moneter yang dovish terus mendukung harga emas.

Harga emas di pasar spot stabil di posisi USD 1.416,98 per ounce pada pukul 1.33 PM EDT (17.33 GMT). Sebelumnya harga emas sentuh posisi USD 1.435,99 yang merupakan level tertinggi sejak 25 Juni. Harga emas berjangka AS naik satu persen ke posisi USD 1.420,90 per ounce.

Bursa saham AS menguat dengan masing-masing indeks saham menguat ke posisi tertinggi. Hal ini seiring harapan tumbuh kalau the Federal Reserve atau bank sentral AS lebih lembut karena serangkaian data memberikan lebih banyak bukti perlambatan ekonomi.

Harga emas berbalik arah setelah bursa saham AS dibuka, tetapi kemudian stabil. "Harga emas memiliki kinerja cukup kuat dalam dua hari terakhir dan penurunan ini hanya ikuti arus," ujar Analis TD Securities, Daniel Ghali, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (4/7/2019).

Analis mengatakan, harga emas masih positif meski pekan lalu mencapai level tertinggi dalam enam tahun di kisaran USD 1.438,63 per ounce. Hal ini didorong dari pandangan dovish dari bank sentral utama dan eskalasi ketegangan antara AS dan Iran.

Para pemimpin Uni Eropa mencalonkan Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde sebagai pengganti Mario Draghi di pucuk pimpinan bank sentral Eropa setelah diskusi marathon yang telah mengungkap perpecahan mendalam di blok tersebut.

"Imbal hasil  obligasi 10 tahun Jerman berada di level terendah dan imbal hasil obligasi AS juga turun seiring kebijakan moneter pemerintah yang memberikan dorongan pasar saham dan menghilangkan minat investor dari emas," ujar Analis Kitco.com, Jim Wyckoff.

Equity World

Perdagangan Sepi, Harga Emas Turun Tipis | Equity World


Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun turun ke level terendah dalam 2,5 tahun karena imbal hasil zona euro jatuh pada rekor terendah karena Bank Sentral Eropaakan tetap lembut untuk membantu ekonomi zona euro.

Imbal hasil obligasi pemerintah global juga turun setelah Gubernur Bank Sentral Inggris Mark Carney menandai ketidakpastian Brexit dan konflik perdagangan yang mendorong spekulasi bank sentral akan turunkan suku bunga.

Melihat pergerakan harga emas secara teknikal, Ghali menuturkan, harga emas dapat sentuh level resistance USD 1.440 dan support sekitar USD 1.418.

Sementara itu, harga logam lainnya yaitu harga perak sedikit lebih rendah ke posisi USD 15,30 per ounce. Harga platinum naik 1,3 persen menjadi USD 838,50 per ounce. Sementara itu, harga palladium naik 0,8 persen menjadi USD 1.570,27.

Kamis, 04 Juli 2019

Equity World | Maaf Tak Jadi Cuan! Harga Emas Antam Turun Rp 3.000/gram

Equity World | Maaf Tak Jadi Cuan! Harga Emas Antam Turun Rp 3.000/gram

Equity World | Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hari ini turun tahta dari rekor tertinggi sepanjang masa kemarin.

Hari ini, harga logam mulia tersebut turun Rp 3.000 (0,45%) menjadi Rp 662.000 per gram, dari Rp 665.000 per gram kemarin.

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini (4/7/19), harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram melemah menjadi Rp 66,2 juta dari harga kemarin Rp 66,5 juta per batang. 


Turunnya harga emas Antam itu tidak sejalan dengan harga emas di pasar spot global yang masih menguat tipis kemarin, dan lebih mengekor pergerakan rupiah yang menguat terhadap dolar AS kemarin.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga turun menjadi Rp 640.000 per gram dari Rp 643.000 per gram kemarin. 

Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Terkait dengan harga emas di pasar spot global, kemarin harga logam mulia ini sudah mencapai US$ 1.418,54 per troy ounce, naik 0,02% dari US$ 1.418,19 per troy ounce pada hari sebelumnya.

Hari ini, harga emas di pasar spot masih melanjutkan penguatan sebesar 0,08% menjadi US$ 1.419,65 per troy ounce.

Dari pasar valas, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih menguat kemarin, melanjutkan tren penguatan yang relatif berlanjut sejak 18 Juni.

Kemarin, rupiah menguat menjadi Rp 14.115 per dolar AS dari Rp 14.120 per dolar AS. Selain emas Antam biasa, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama.

Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar. 

Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%.

Equity World

Harga Emas Stabil Imbas Wall Street Melonjak | Equity World


Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%.

Turunnya harga emas ukuran kecil itu biasanya mengindikasikan risiko yang melemah kemarin, tetapi kali ini komoditas menguat karena harganya yang dianggap murah seiring dengan pelemahan dolar AS sehingga bukan karena kapasitasnya sebagai instrumen yang dianggap lebih aman. 

Beberapa faktor yang memengaruhi harga emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga. 

Penguatan harga emas Antam biasanya mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri. 

Rabu, 03 Juli 2019

Equity World | Masih Awal Pekan, Wall Street Sudah Akan Tancap Gas!

Equity World | Masih Awal Pekan, Wall Street Sudah Akan Tancap Gas!

Equity World | Walau masih awal pekan, Wall Street ternyata sudah akan tancap gas. Hingga pukul 17:10 WIB, kontrak futures Dow Jones mengimplikasikan kenaikan sebesar 269 poin pada saat pembukaan perdagangan nanti malam, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite diimplikasikan naik masing-masing sebesar 31 dan 128 poin.

Wall Street akan mengikuti jejak bursa saham utama kawasan Asia yang sudah lebih dulu membukukan penguatan pada hari ini, di mana indeks Nikkei melesat 2,13%, indeks Shanghai melejit 2,22%, dan indeks Straits Times terapresiasi 1,52%.

Pelaku pasar mengapresiasi jalannya pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela gelaran KTT G20 di Jepang pada akhir pekan kemarin. Pasca berbincang sekitar 80 menit, Trump dan Xi menyetujui gencatan senjata di bidang perdagangan sekaligus membuka kembali pintu negosiasi yang sempat tertutup.

Dilansir dari CNBC International, kedua negara secara terpisah mengumumkan bahwa mereka telah setuju untuk tak saling mengenakan bea masuk baru terhadap produk impor dari masing-masing negara.

Media milik pemerintah China Xinhua menyebut bahwa kedua pimpinan negara setuju "untuk memulai kembali negosiasi dagang antar kedua negara dengan dasar kesetaraan dan rasa hormat."

Lebih lanjut, Trump menyebut bahwa China akan membeli produk-produk agrikultur asal AS dalam jumlah besar.

"Kami menahan diri dari (mengenakan) bea masuk dan mereka akan membeli produk pertanian (asal AS)," tutur Trump, dilansir dari CNBC International.

Walau perang dagang masih jauh dari kata usai, gencatan senjata yang disepakati oleh kedua negara bisa dibilang sangatlah krusial. Pasalnya, jika perbincangan dengan Xi tak berjalan sesuai harapan Trump, besar kemungkinan bahwa presiden AS tersebut akan mengenakan bea masuk baru bagi produk impor asal China senilai US$ 300 miliar yang hingga kini belum terdampak oleh perang dagang.


Equity World

Harga Emas Naik 1,5 Persen karena Kekhawatiran Ekonomi Global | Equity World


Pada pukul 21:00 WIB, pelaku pasar akan mencermati rilis data ekonomi penting yakni Manufacturing PMI AS periode Juni 2019 yang akan dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM).

Rilis data tersebut akan memberikan gambaran kepada pelaku pasar terkait dengan kondisi fundamental perekonomian AS.

Pada hari ini, tidak ada pejabat The Federal Reserve yang dijadwalkan untuk berbicara.

Selasa, 02 Juli 2019

Equityworld Futures | Respons Gencatan Senjata AS-China, Wall Street Melesat

Equityworld Futures | Respons Gencatan Senjata AS-China, Wall Street Melesat

Equityworld Futures | Wall Street ditutup melesat pada perdagangan Senin (1/7/2019) waktu setempat. Hal itu dipicu kesepakatan AS dan China untuk menunda pemberlakuan tarif impor tambahan pada produk masing sekaligus melanjutkan negosiasi dagang.

Indeks S&P 500 naik 0,8% menjadi 2.964,33. Kemudian Dow Jones Industrial Average naik 117,47 poin atau 0,4%, ditutup menjadi 26.717,43 didorong lonjakan saham Nike dan Apple. Indeks Nasdaq Composite melesat 1,1% menjadi 8.091,16 sekaligus membukukan kenaikan beruntun empat hari.

Rentetan data di atas menandakan Wall Street memulai paruh kedua tahun ini dengan posisi yang lebih solid dibandingkan enam bulan awal tahun ini. Indeks S&P 500 menguat lebih dari 17% sepanjang 2019 ini, di mana pada paruh pertama mencatatkan kinerja terbaik dalam lebih dari 20 tahun.

"Ada banyak kegembiraan. Saya tidak tahu apakah itu (kenaikan di Wall Street) merayakan kabar baik atau karena tidak adanya kabar buruk," kata Willie Delwiche, ahli strategi investasi di Baird seperti dilansir CNBC International.

Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan melonggarkan pembatasan pada perusahaan Amerika dalam penjualan produk ke Huawei, perusahaan telekomunikasi raksasa China. Sebelumnya pada Mei lalu, AS telah melarang perusahaan Negeri Paman Sam untuk menjual produk teknologi ke Huawei dengan alasan masalah keamanan nasional.

Kabar pelonggaran izin itu membuat harga saham perusahaan pembuat chip naik. Saham Skyworks Solutions melejit 6%. Sementara saham Micron Technology melonjak 3,9%. Saham Qualcomm dan Broadcom masing-masing naik 1,9% dan 4,3%. Saham raksasa teknologi Apple juga naik 1,8%.


Selain itu, sentimen baik di pasar juga datang dari Trump dan Presiden China Xi Jinping yang telah setuju untuk tidak mengenakan bea masuk baru terhadap AS dan barang-barang China setelah bertemu di sela-sela KTT G-20 di Osaka, Jepang, Sabtu lalu.

Equityworld Futures

Dolar Perkasa, Harga Emas Tumbang | Equityworld Futures


Trump mengatakan pertemuan itu berjalan dengan baik. Media milik pemerintah China, Xinhua, mengabarkan kedua pemimpin sepakat untuk "memulai kembali konsultasi perdagangan antara negara mereka berdasarkan kesetaraan dan saling menghormati."

Trump juga mengatakan China akan "membeli produk pertanian (AS)."

Senin, 01 Juli 2019

Equityworld Futures | Manuver Trump ke Asia, Donald Trump Menang Banyak

Equityworld Futures | Manuver Trump ke Asia, Donald Trump Menang Banyak

Equityworld Futures | Hebatnya lagi, Trump berani menyebut bahwa China akan membeli produk-produk agrikultur asal AS dalam jumlah besar.

“Kami menahan diri dari (mengenakan) bea masuk dan mereka akan membeli produk pertanian (asal AS),” tutur Trump, dilansir dari CNBC International.

Walaupun belum dikonfirmasi pihak China, jika apa yang disebutkan Trump tersebut benar adanya, maka hal ini bisa secara signifikan mendongkrak popularitasnya.


Ya, selama ini produk agrikultur memang menjadi incaran pemerintah China dalam upayanya melawan balik serangan-serangan AS. Pada tanggal 1 Juni, pemerintah China resmi mengenakan bea masuk baru bagi produk agrikultur asal AS seperti kacang tanah, gula, gandum, ayam, dan kalkun dari Negeri Paman Sam. Bea masuk baru yang berlaku adalah 20% dan 25%, dari yang sebelumnya 5% dan 10%.

Equityworld Futures


AS dan China Damai, Harga Emas Bakal Tertekan? | Equityworld Futures


Jangan lupa, tahun depan Trump akan menghadapi pemilihan umum (Pemilu). Lantas, naiknya popularitas Trump di kalangan petani menjadi krusial baginya dalam menghadapi gelaran Pemilu tersebut.

Lagi-lagi, Trump mencetak kemenangan di sini.

Jumat, 28 Juni 2019

Equityworld Futures | Harga Beli Emas Antam Naik Jadi Rp 673.004 per Gram

Equityworld Futures | Harga Beli Emas Antam Naik Jadi Rp 673.004 per Gram

Equityworld Futures | Harga beli emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 3.532 menjadi Rp 673.004 per gram, pada hari ini, Jumat (28/6), dibandingkan sehari sebelumnya. Sedangkan untuk harga jualnya naik cukup signifikan, Rp 23.000, menjadi Rp 664.500 per gram. Berdasarkan Indogold.com harga beli emas pada hari ini tertinggi sejak 2017. Sebelumnya harga beli tertinggi menyentuh Rp 670.986 per gram pada 26 Juni lalu.

Equityworld Futures

Harga Emas Turun Dipicu Optimisme Sengketa Dagang AS-China | Equityworld Futures


Sedangkan, untuk harga emas global mengutip Bloomberg untuk jenis pengiriman segera berada di level US$ 1.417 atau naik 0,55% dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sementara itu untuk jenis emas comex sebesar US$ 1.421 atau naik 0,67% pada kontrak Agustus 2019. Sikap Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) yang berpeluang untuk memotong suku bunga, dan memburuknya hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memincu peningkatan harga emas global saat ini. "Ketegangan perdagangan global, geopolitik, dan pembelian bank sentral menimbulkan resiko kenaikan harga emas," ujar Analis Logam Mulia di Standard Chartered Bank di New York Suki Cooper, dikutip dari Bloomberg, Selasa (25/6). Selain itu, menurut Russ Koesterich Manajer Portofolio di BlackRock Global mengatakan harga emas lebih memiliki sisi positif dibandingkan sisi negatif. Martin Lakos selaku Direktur Divisi di Macquarie Wealth Management Bank memproyeksikan harga emas bisa mencapai $ 1.450 per ounce pada kuartal pertama atau kedua tahun 2020.

Kamis, 27 Juni 2019

Equity World | Wall Street Galau Nantikan Pertemuan Trump-Xi

Equity World | Wall Street Galau Nantikan Pertemuan Trump-Xi

Equity World | Indeks-indeks acuan Wall Street ditutup bervariasi, Rabu (26/6/2019), di saat investor bersiap menyambut pertemuan penting antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akhir pekan ini.

Dow Jones Industrial Average melemah tipis 0,04%, S&P 500 terkoreksi 0,12%, namun Nasdaq Composite masih mampu menguat 0,32% di akhir perdagangan.

Indeks-indeks saham tersebut sempat bergerak menguat di sebagian besar sesi perdagangan Rabu setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan ada harapan AS dan China dapat merampungkan perjanjian dagang. Pernyataan itu muncul jelang pembicaraan Trump dan Xi di sela-sela pertemuan G20 di Osaka, Jepang, Jumat dan Sabtu ini, dilansir dari CNBC International.


Bloomberg News yang mengutip beberapa sumber juga menulis bahwa AS bersedia untuk menunda pengenaan bea impor baru terhadap berbagai produk China senilai US$300 miliar di saat kedua negara membuka kembali perundingan, dikutip dari CNBC International.

Trump dalam wawancaranya dengan Fox Business mengatakan tercapainya perjanjian dagang antara AS-China mungkin terjadi namun ia sudah merasa cukup senang dengan kondisi saat ini.

Equity World

Harga Emas Melemah Usai Harapan The Fed Pangkas Suku Bunga Memudar | Equity World


"Kita tengah mendapatkan keberuntungan, dan sejujurnya ini tidak begitu baik untuk China namun ini adalah hal baik untuk kita," ujar Trump.

Perundingan dagang kedua negara menemui jalan buntu bulan lalu setelah AS menaikkan bea impor terhadap China yang langsung dibalas oleh Negeri Tirai Bambu itu. Ketegangan di antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu mereda setelah Trump dan Xi sepakat untuk bertemu di G20, memunculkan kembali harapan akan tercapainya perjanjian dagang di antara mereka.

Rabu, 26 Juni 2019

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 709 Ribu per Gram

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 709 Ribu per Gram

Equityworld Futures | Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp 4.000 per gram menjadi Rp 709 ribu per gram, pada perdagangan Rabu (26/6/2019). Pada Selasa kemarin, harga emas Antam berada di angka Rp 713 ribu per gram.

Adapun harga buyback emas Antam juga turun Rp 4.000 menjadi Rp 638 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 638 ribu per gram.

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.20 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.

Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 7.310.000. Sedangkan ukuran 20 gram dijual Rp 14.190.000.

Equityworld Futures

Harga Emas Dekati Level Tertinggi dalam 6 Tahun | Equityworld Futures


Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

* Pecahan 0,5 gram Rp 379.000

* Pecahan 1 gram Rp 709.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.367.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.029.000

* Pecahan 5 gram Rp 3.365.000

* Pecahan 10 gram Rp 6.665.000

* Pecahan 25 gram Rp 16.555.000

* Pecahan 50 gram Rp 33.035.000

* Pecahan 100 gram Rp 66.000.000

* Pecahan 250 gram Rp 164.750.000

* Pecahan 500 gram Rp 329.300.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 648.600.000.

Selasa, 25 Juni 2019

Equity World | Cetak Rekor Lagi! Emas Hari Ini Dijual Rp 713.000/Gram

Equity World | Cetak Rekor Lagi! Emas Hari Ini Dijual Rp 713.000/Gram

Equity World | Logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terus menerus naik. Harga emas Antam mencatat rekor lagi. Hari ini dijual Rp 713.000/gram.

Demikian dari situs perdagangan Logam Mulia Antam, Selasa (25/6/2019). Harga ini naik Rp 10.500 dibanding kemarin.

Sementara harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini ada di level Rp 642.000/gram Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Equity World


Harga Emas Naik Dekati Posisi Puncak dalam 6 Tahun | Equity World

Harga emas batangan tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9%. Bila ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45% maka bawa NPWP saat transaksi.

Berikut rincian harga emas Antam hari ini:
Pecahan 1 gram Rp 713.000
Pecahan 5 gram Rp 3.385.000
Pecahan 10 gram Rp 6.705.000
Pecahan 25 gram Rp 16.655.000
Pecahan 50 gram Rp 33.235.000
Pecahan 100 gram Rp 66.400.000
Pecahan 250 gram Rp 166.750.000
Pecahan 500 gram Rp 331.300.000

Senin, 24 Juni 2019

Equity World | AS Blacklist Perusahaan China Lagi, Wall Street Melemah

Equity World | AS Blacklist Perusahaan China Lagi, Wall Street Melemah

Equity World | Indeks-indeks acuan Wall Street tergelincir ke zona merah, Jumat (21/6/2019), setelah mencatatkan reli kencang di sesi perdagangan sebelumnya.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,13%, S&P 500 juga terkoreksi 0,13%, dan Nasdaq Composite kehilangan 0,24% di akhir perdagangan.

Ketiga indeks utama tersebut sempat melompat ke level tertinggi hari itu setelah Dow Jones melaporkan bahwa Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence akan menunda kebijakan untuk China di tengah sinyal positif mengenai perdagangan antara kedua negara, dilansir dari CNBC International.

Namun, indeks-indeks tersebut kemudian ramai-ramai rontok setelah Departemen Perdagangan AS melarang lima perusahaan China lainnya untuk melakukan pembelian komponen dari Amerika tanpa persetujuan pemerintah.

Sebelumnya, AS telah memasukkan 70 entitas, termasuk raksasa teknologi asal China Huawei, ke dalam daftar hitam (blacklist) yang membuat mereka harus mendapatkan izin pemerintah AS sebelum membeli komponen dari berbagai perusahaan Negeri Paman Sam.

Menanggapi kebijakan ini, saham-saham perusahaan pembuat chip anjlok. Saham Micron Technology terjun bebas 2,6% pada Jumat dan Advanced Micro Devices terperosok 3%. Saham Xilinx juga ikut tertarik ke bawah dan ditutup minus lebih dari 2%.

Equity World


Harga Emas Diprediksi Kembali Naik Dipicu Pertemuan Presiden AS dan China | Equity World


Namun demikian, sepanjang minggu ini pasar saham AS mengalami penguatan karena para pelaku pasar menyambut positif prospek penurunan suku bunga bank sentral Federal Reserve pada Juli. Dow Jones dan S&P 500 naik lebih dari 2% minggu ini, Nasdaq melesat di atas 3%.

Rabu (19/6/2019), The Fed menyebutkan siap untuk mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi saat ini di tengah ketegangan perdagangan dan rilis data ekonomi yang lebih lemah. Bank sentral juga menghapus kata "sabar" dari pernyataan kebijakan moneternya.

FedWatch menunjukkan para pelaku pasar memperkirakan kemungkinan 100% The Fed akan memangkas bunganya bulan depan.

Jumat, 21 Juni 2019

Equity World | Naik Lagi, Harga Emas Antam Tembus Rp 702.000/Gram

Equity World | Naik Lagi, Harga Emas Antam Tembus Rp 702.000/Gram

Equity World | Logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini dijual Rp 702.000/gram. Harga ini naik Rp 3.000/gram.

Demikian dikutip detikFinance dari situs perdagangan Logam Mulia Antam, Jumat (21/6/2019).

Sementara harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini ada di level Rp 631.000/gram Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Harga emas batangan tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9%. Bila ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45% maka bawa NPWP saat transaksi.

Equity World


Harga Emas Naik Dekati Posisi Tertinggi dalam 6 Tahun | Equity World


Berikut rincian harga emas Antam hari ini:
Pecahan 1 gram Rp 702.000
Pecahan 5 gram Rp 3.330.000
Pecahan 10 gram Rp 6.595.000
Pecahan 25 gram Rp 16.380.000
Pecahan 50 gram Rp 32.685.000
Pecahan 100 gram Rp 65.300.000
Pecahan 250 gram Rp 163.000.000
Pecahan 500 gram Rp 325.800.000

Kamis, 20 Juni 2019

Equityworld Futures | The Fed Penuhi Ekspektasi Pasar, Wall Street Menguat

Equityworld Futures | The Fed Penuhi Ekspektasi Pasar, Wall Street Menguat

Equityworld Futures | Indeks-indeks acuan Wall Street melanjutkan penguatannya, Rabu (19/6/2019), setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve membuka peluang pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Dow Jones Industrial average menguat 0,15%, S&P 500 bertambah 0,3%, sementara Nasdaq Composite naik 0,42% di akhir perdagangan.

The Fed memutuskan menahan suku bunga acuannya dalam pertemuan penentuan kebijakan moneter (FOMC) bulan ini, sebagaimana yang telah diperkirakan para pelaku pasar.


Meski tidak secara langsung memberi sinyal penurunan suku bunga tahun ini, The Fed menghapus kata "sabar" dalam pernyataannya dan mengatakan akan "mengambil tindakan yang sesuai" untuk mendukung perekonomian.


Equityworld Futures



Fed Tetap Mempertahankan Tingkat suku Bunga, Emas Rally Karena Persepsi Yang Dovish | Equityworld Futures

Proyeksi suku bunga bank sentral yang dirilis bersamaan dengan pernyataannya pada Rabu menunjukkan bahwa delapan anggota The Fed memperkirakan adanya satu kali pemotongan suku bunga tahun ini, dilansir dari CNBC International. Meski begitu, median perkiraannya masih menggambarkan tidak ada penurunan suku bunga tahun ini, namun tambahan pelonggaran di 2020.

Gubernur The Fed Jerome Powell dalam konferensi persnya juga mengatakan beberapa pejabat bank sentral percaya alasan pelonggaran kebijakan moneter telah semakin menguat.

Para pelaku pasar telah memperkirakan adanya kebijakan moneter yang lebih longgar pada Juli. Mereka juga memperkirakan bank sentral akan memangkas bunga acuan pada September dan Desember, menurut FedWatch.

Rabu, 19 Juni 2019

Equity World | IHSG Dibuka Menghijau, Sektor Infrastruktur Bukukan Penguatan Terbesar

Equity World | IHSG Dibuka Menghijau, Sektor Infrastruktur Bukukan Penguatan Terbesar

Equity World | Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada awal sesi perdagangan saham Rabu ini. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.275.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Rabu (19/6/2019), IHSG naik 32,12 poin atau 0,51 persen ke posisi 6.289,45,13. Pada pukul 09.00 waktu JATS, IHSG masih menguat 51,29 poin atau 0,89 persen ke posisi 6.312,05.

Indeks saham LQ45 juga naik 1,17 persen ke posisi 1.006,78. Seluruh indeks saham acuan bergerak ke zona hijau.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.316,26 dan terendah 6.289,45. Total frekuensi perdagangan saham 21.056 kali dengan volume perdagangan 980 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 779 miliar.

Investor asing beli saham Rp 65 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.275.

Seluruh sektor saham menguat. Sektor saham infrastruktur menguat 1,87 persen dan membukukan penguatan terbesar. Sektor saham perkebunan naik 1,68 persen dan sektor saham pertambangan menanjak 1,07 persen.

Saham-saham yang cetak penguatan terbesar di awal sesi sehingga mendorong IHSG ke zona hijau antara lain saham SFAN naik 69,15 persen ke posisi Rp 318 per saham, saham BOLA melonjak 23,78 persen ke posisi Rp 460, dan saham TIRT mendaki 14,71 persen ke posisi Rp 78 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang tertekan antara lain saham PLIN merosot 24 persen ke posisi Rp 3.610 per saham, saham CCSI susut 3,25 persen ke posisi Rp 238 per saham, dan saham SOTS melemah 2,60 persen ke posisi Rp 300 per saham.

Equity World


Harga Emas Terpangkas Optimisme Pembicaraan Perang Dagang | Equity World


IHSG diproyeksikan kembali berlabuh ke zona hijau menunggu hasil keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) atau bank sentral Amerika Serikat (AS).

Analis PT Artha Sekuritas, Dennies Christoper menilai, investor masih menanti keputusan suku bunga The Fed dan berharap akan memberikan sinyal pemangkasan suku bunga.

Sementara itu, menurut Dennies, hari ini sinyal indeks secara teknikal membentuk formasi Bullish Harami, yakni mengindikasikan ada potensi penguatan.

Adapun pada perdagangan saham hari ini, IHSG diperkirakan bergerak pada rentang 6.216-6.278.

"Namun, penguatan saya perkirakan bersifat terbatas. Ini disebabkan investor masih terlihat wait and see menunggu hasil keputusan suku bunga The Fed," terangnya di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Senada, Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya membaca gerak IHSG kemungkinan akan ditutup ke zona positif.

Akan tetapi, sinyal pemangkasan suku bunga The Fed diperkirakan memudar setelah para pejabat the Fed memperdebatkan penurunan suku bunga untuk melindungi ekonomi Amerika dari meningkatnya perselisihan dagang.

Oleh karena itu, investor hingga kini terlihat wait and see menjelang FOMC, seakan mencari signal pada kemungkinan pemotongan suku bunga ke depan.

Selasa, 18 Juni 2019

Equity World | Menanti Putusan The Fed, Wall Street Menguat

Equity World | Menanti Putusan The Fed, Wall Street Menguat

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street menguat pada Senin (Selasa pagi WIB) ditopang kenaikan saham Facebook, Amazon dan Apple. Investor menanti pertemuan penting Bank Sentral AS atau the Fed yang diperkirakan akan memberikan arah penurunan suku bunga acuan pada akhir tahun ini.

Dilansir dari Reuters, Selasa (18/6/2019), the Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan dua hari mulai Selasa, tetapi pernyataannya akan memberikan wawasan tentang dampak perang perdagangan AS-China, Presiden Donald Trump meminta the Fed menurunkan suku bunga dan merilis data ekonomi yang melemah.

Dengan investor mengharapkan penurunan suku bunga pada awal Juli, indeks S&P 500 telah naik 5 persen bulan ini setelah jatuh pada Mei karena kekhawatiran tentang perang perdagangan AS-China.

Menopang ekspektasi penurunan suku bunga tahun ini, Federal Reserve New York mengatakan pertumbuhan bisnis di negara bagian New York mencatat rekor penurunan pada bulan ini ke level terlemah dalam lebih dari 2,5 tahun, menunjukkan kontraksi mendadak dalam kegiatan regional.

Komite penetapan suku bunga the Fed akan merilis pernyataannya pada jam 2 malam. Pada hari Rabu, Gubernur the Fed Jerome Powell mengadakan konferensi pers tak lama setelah itu.

Indeks S&P bank, yang cenderung mendapat manfaat dari kenaikan tingkat suku bunga, turun 1 persen, sedangkan sektor keuangan S&P 500 turun 0,93 persen. Facebook, Apple, Amazon, Microsoft dan Netflix mendorong Nasdaq lebih tinggi.

Indeks S&P 500 naik sebanyak 0,36 persen selama sesi perdagangan sebelum menyerahkan sebagian besar keuntungannya dalam beberapa menit terakhir perdagangan.

Equity World


Harga Emas Terjungkal Dipicu Kecilnya Peluang The Fed Turunkan Suku Bunga | Equity World


Indeks Dow Jones menguat tipis 0,09 persen menjadi 26.112,53 poin, sementara S&P 500 juga naik 0,09 persen menjadi 2.889,67. Indeks Nasdaq naik 0,62 persen menjadi 7.845,02.

Saham blue chip di Wall Street telah digerogoti dalam beberapa pekan terakhir oleh ketidakpastian terkait dengan sengketa perdagangan AS-China, dan langkah Washington pada bulan Mei yang memasukkan perusahaan teknologi China, Huawei ke daftar hitam.

Array Biopharma Inc melonjak hampir 57 persen setelah Pfizer Inc setuju untuk membeli perusahaan pembuat obat itu seharga USD 10,64 miliar untuk menambah portofolionya.

Investor juga menantikan KTT G20 di akhir bulan untuk mengetahui kemajuan dalam pembicaraan untuk menyelesaikan perang dagang yang berkepanjangan antara AS dan China.

Senin, 17 Juni 2019

Equity World | Dibuka Memerah, Bursa Saham Asia Tiba-tiba Rebound

Equity World | Dibuka Memerah, Bursa Saham Asia Tiba-tiba Rebound

Equity World | Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia dibuka melemah pada perdagangan pertama di pekan ini: indeks Nikkei turun 0,1%, indeks Shanghai turun 0,05%, indeks Straits Times turun 0,38%, dan indeks Kospi turun 0,18%.

Namun pada perdagangan pukul 9.17 WIB, Senin ini (17/6/) mayoritas saham Asia berbalik arah menguat: Nikkei naik 0,18%, Hang Seng menguat 1,20%, Shanghai naik 0,46%, dan Straits Times menguat 0,00% atau 0,12 poin.

Namun pergerakan bursa Asia dibayangi beberapa sentimen yang bisa menekan pasar. Lagi-lagi, panasnya bara perang dagang membuat bursa Asia bisa saja bergerak di zona merah. Pertama, ada perang dagang AS-China. Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan dengan Presiden China Xi Jinping di gelaran KTT G-20 pada akhir bulan ini di Jepang masih juga belum jelas.

Semakin mendekati akhir bulan Juni, belum ada kepastian bahwa keduanya akan bertemu, walau memang Washington masih ingin kedua pemimpin negara bertemu guna membuka jalan menuju damai dagang.

"Namun belum ada proses formalisasi," ujar Lawrence Kudlow, Penasihat Ekonomi Gedung Putih, mengutip Reuters.

Sebelumnya, pejabat senior di lingkungan pemerintahan China mengungkapkan bahwa Beijing bahkan belum melakukan apapun terkait rencana pertemuan Trump-Xi.

"Bagi China, yang penting adalah protokol dan bagaimana beliau dihormati. China tidak ingin Xi pergi ke sebuah pertemuan yang akan mempermalukan dirinya," tegas sang pejabat, dikutip dari Reuters.

Equity World

Harga Emas Bakal Berkilau Pekan Ini | Equity World



Sekedar mengingatkan, Trump sebelumnya sudah mengancam bahwa dirinya akan membebankan bea masuk tambahan bagi produk impor asal China jika Xi sampai tak menemuinya di sela-sela KTT G-20 nanti.

Kedua, ada perang dagang AS-India. Mulai tanggal 5 Juni, AS memutuskan untuk menghapus fasilitas Generalized System of Preference (GSP) yang diberikan kepada India. Sejatinya, fasilitas ini membuat berbagai produk made in India bebas bea masuk di AS, di mana nilainya ditaksir mencapai US$ 5,6 miliar.

Namun, Trump memutuskan untuk meniadakan fasilitas itu karena dinilai mengancam industri dan kepentingan dalam negeri. India pun tidak terima dan membalas dengan menerapkan bea masuk untuk 28 produk AS seperti kacang almon, walnut, dan apel yang berlaku mulai minggu (16/6/2019) waktu setempat.

Dengan meletusnya perang dagang AS-India, dikhawatirkan laju perekonomian dunia akan semakin tertekan.

Jumat, 14 Juni 2019

Equity World | Harga Minyak Melejit, Wall Street Tutup di Zona Positif

Equity World | Harga Minyak Melejit, Wall Street Tutup di Zona Positif

Equity World | Indeks-indeks acuan Wall Street ditutup di zona positif, Kamis (13/6/2019), didorong oleh menguatnya saham-saham sektor energi setelah harga minyak naik tajam.

Dow Jones Industrial Average menguat 0,39%, S&P 500 bertambah 0,41%, dan Nasdaq Composite melompat 0,57%. Indeks sektor energi di S&P 500 naik 1,26%, tertinggi di antara yang lainnya.

Para investor memburu saham-saham energi setelah harga minyak dunia melompat tajam. Hingga pukul 05:10 WIB, harga minyak jenis brent dan light sweet melonjak masing-masing 2,1% dan 1,88%.


Equity World


Harga emas menyentuh level tertinggi sejak Februari 2019 | Equity World



Kenaikan harga minyak ini disebabkan oleh serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman, Kamis waktu setempat. Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh Iran sebagai dalang serangan itu.

Melonjaknya harga minyak ini terjadi setelah komoditas emas hitam itu menyentuh harga terendah dalam lima bulan terakhir di tengah meningkatnya pasokan AS dan kekhawatiran melemahnya permintaan, dilansir dari CNBC International.

Rabu, 12 Juni 2019

Equity World | Harga Emas Antam Sempat Sentuh Rekor Tertinggi, Simak Prospeknya Tahun Ini

Equity World | Harga Emas Antam Sempat Sentuh Rekor Tertinggi, Simak Prospeknya Tahun Ini

Equity World | Selepas libur panjang, harga emas batangan keluaran PT Aneka Tambang Tbk (Antam) semakin kinclong. Buktinya, emas batangan yang dijual di Logammulia, anak usaha Antam, berhasil mencetak rekor tertingginya di awal pekan ini.

Harga Emas Tertekan Aksi Ambil Untung | Equity World

Equity World

Senin (10/6) lalu, harga emas batangan Antam menyentuh Rp 681.000 per gram. Ini jadi rekor tertinggi emas jualan Antam sepanjang masa. Namun, hal tersebut tak bertahan lama. Kemarin, harganya turun Rp 8.000 menjadi Rp 673.000 per gram.

Jumat, 31 Mei 2019

Equity World | Harpitnas, Harga Emas Antam Stabil & Tak Bergairah

Equity World | Harpitnas, Harga Emas Antam Stabil & Tak Bergairah

Equity World | Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) stagnan pada Rp 613.000 per gram pada hari kejepit nasional (harpitnas) ini (Jumat, 31/5/2019), dari posisi Rabu lalu. Stagnasi harga sudah terjadi dalam 2 hari perdagangan terakhir.

Stabilnya harga emas tersebut seiring dengan lesunya kondisi pasar keuangan domestik menjelang libur panjang Lebaran 2019, yang tidak senada dengan kondisi harga emas di pasar spot global yang masih naik karena ketegangan perang dagang China-Amerika Serikat.


Equity World

Harga Emas Global Tertekan Kenaikan Dolar & Yield Treasury AS | Equity World


Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram masih stabil pada Rp 61,3 juta dari harga Rabu kemarin. 

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam.

Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga stagnan hari ini pada Rp 587.000 per gram dari harga sebelumnya. 

Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Terkait dengan harga emas di pasar spot global yang lumrah menjadi acuan emas Antam, kemarin harga logam mulia ini sudah mencapai US$ 1.288,5 per troy ounce, naik dari US$ 1.279,2 per troy ounce pada hari sebelumnya.

Hari ini, harga emas di pasar spot masih naik sebesar 0,21% di level US$ 1.291,24 per troy ounce dan membentuk tren penguatan setelah berturut-turut naik dalam 3 hari terakhir.

Selain emas Antam biasa, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama.

Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar. 

Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%. Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%.

Stabilnya harga emas ukuran kecil itu mengindikasikan risiko yang stagnan kemarin. 

Beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga. 

Penguatan harga emas Antam biasanya mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri. 

Rabu, 29 Mei 2019

Equity World | Wall Street Anjlok karena Perang Dagang Diprediksi Berkepanjangan

Equity World | Wall Street Anjlok karena Perang Dagang Diprediksi Berkepanjangan

Equity World | Wall Street tertekan pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pendorong pelemahan bursa saham di Amerika Serikat (AS) tersebut karena adanya kemungkinan perang dagang yang berkepanjangan antara AS dengan China.

Mengutip Reuters, Rabu (29/5/2019), Dow Jones Industrial Average turun 237,32 poin atau 0,93 persen menjadi 25.348,37. Untuk S&P 500 kehilangan 23,91 poin atau 0,85 persen menjadi 2.802,15. Sedangkan Nasdaq Composite turun 29,66 poin atau 0,39 persen menjadi 7.607,35.

Presiden AS Donald Trump pada Senin mengatakan bahwa dia belum siap untuk melakukan kesepakatan perjanjian dengan China. Namun memang dia berharap di masa depan akan ada kesepakatan perdagangan yang akan menguntungkan kedua belah pihak.

Perang tarif terus meningkat antara kedua negara tersebut dan telah menimbulkan kekhawatiran dunia adanya perang tarif tersebut akan menyebabkan perlambatan ekonomi global.

"Sebenarnya Wall Street dibuka dengan baik, tetapi di tengah perdagangan atau menjelang sore langsung mengalami tekanan," jelas Ryan Detrick, analis senior di LPL Financial, Charlotte, North Carolina.

Ketidakpastian akan perang dagang ini telah mendorong investor memborong aset safe-haven, yang menghasilkan benchmark 10-tahun hasil Treasury AS turun ke level terendah sejak Oktober 2017.

Sebanyak 11 sektor dalam indeks acuan S&P 500 berada di zona merah. Hanya sektor layanan komunikasi saja yang mampu bertahan di zona positif.

Indeks acuan S&P 500 sudah turun hampir 5 persen dari penutupan tertinggi yang pernah ditorehkan pada 30 April. Sementara indeks Dow Jones Industrial turun untuk minggu kelima berturut-turut pada hari Jumat, penurunan beruntun mingguan terpanjang dalam delapan tahun.

Equity World

Harga Emas Turun karena Dolar AS Kembali Menguat | Equity World


Sektor teknologi, yang turun 7,3 persen bulan ini, juga menyerah di awal perdagangan dan berubah negatif meskipun ada dorongan dari kenaikan saham Total System Services Inc sebesar 4,72 peren.

Perusahaan keuangan Global Payments Inc berencana untuk membeli perusahaan teknologi pembayaran dengan nilai transaksi sekitar USD 21,5 miliar dalam bentuk saham. Saham perusahaan tersebut turun 3,04 persen.

Saham Advanced Micro Devices melonjak 9,80% setelah perusahaan meluncurkan chip baru untuk memperjuangkan pangsa pasar dengan Intel, yang turun 2,24 persen.


Selasa, 28 Mei 2019

Equity World | Perang Dagang, Trump Belum Siap Bikin Perjanjian dengan China

Equity World | Perang Dagang, Trump Belum Siap Bikin Perjanjian dengan China


Equity World | “Karena saya tidak percaya bahwa Tiongkok dapat terus membayar tarif senilai ratusan miliar dolar ini. Saya tidak percaya mereka bisa melakukan itu," kata Trump.

Sementara itu, China pada akhir pekan ini menyebut tarif Trump melukai ekonomi negara tersebut.

Guo Shuqing, Kepala Otoritas Perbankan dan Asuransi China, mengatakan, tarif yang lebih tinggi akan memiliki dampak yang sangat terbatas dan justru akan merugikan AS .


Di sisi lain China juga telah meningkatkan wacana anti-AS sejak pembicaraan gagal dan Trump memasukkan Huawei dan sejumlah afiliasinya dalam daftar hitam sejak awal bulan ini dalam upaya untuk membatasi akses perusahaan tersebut ke pasar AS.



Kementerian Luar Negeri China mengatakan pada hari Senin bahwa setiap perselisihan antara China dan Amerika Serikat harus diselesaikan melalui pembicaraan.

Hal itu disampaikan juru bicara kementerian Lu Kang membuat komentar di briefing berita harian seperti dilansir Reuters yang dikutip Kontan.

Kendati demikian, China tidak menjelaskan lebih lanjut seperti apa mekanisme pembicaraan perdagangan dengan AS dilanjutkan di tengah kebuntuan pembicaraan dua negara saat ini.

Seperti diketahui, AS terus menekan China dengan memasukkan salah satu perusahaan teknologi raksasa China yakni Huawei dalam daftar hitam pemerintah AS karena dituding sebagai mata-mata China.

Sementara China dalam sejumlah kesempatan mengatakan, pembicaraan dengan AS hanya bisa berlangsung bila keduanya dalam posisi setara dan saling menghormati.


Equity World

AS dan China Kembali Bersitegang Picu Harga Emas Naik | Equity World


Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Perang Dagang, Trump Belum Siap Bikin Perjanjian dengan China, http://wartakota.tribunnews.com/2019/05/28/perang-dagang-trump-belum-siap-bikin-perjanjian-dengan-china?page=2.

Editor: Aloysius Sunu D

Senin, 27 Mei 2019

Equity World | Harga emas merangkak naik di tengah ketidakpastian global, analis: Awas koreksi

Equity World | Harga emas merangkak naik di tengah ketidakpastian global, analis: Awas koreksi

Equity World | Pada perdagangan sesi siang, harga emas bergerak naik di tengah ketidakpastian global mulai dari perang dagang Amerika Serikat (AS)-China yang makin panas serta Brexit makin mengambang.

Senin (27/5) pukul 12.48 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.286,80 per ons troi, tumbuh 0,15% jika dibandingkan dengan harga penutupan kemarin pada US$ 1.284,93 per ons troi.

Ketegangan dagang AS-China, belakangan cenderung merugikan China. Kebijakan AS yang memboikot perusahaan teknologi asal China, yakni Huawei Technologies Inc. masuk ke negeri Paman Sam.

Sudah jatuh tertimpa tangga, AS akan menambah daftar hitam perusahaan Chnia. Rabu (22/5) AS berencana mencekal perusahaan video China Hikvision. Tak berhenti sampai di sana, AS membujuk Korea Selatan ikut gerakan boikot Huawei. Selanjutnya, kedua negara Adidaya ini dijadwalkan bakal bertemu bulan depan.

Ketidakpasitan Brexit makin bertambah setelah pekan lalu Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May berencana mengundurkan diri yang efektif per 7 Juni mendatang. Kepergian May akan memperdalam krisis Brexit karena pemimpin baru kemungkinan menginginkan perpecahan yang lebih tegas, meningkatkan kemungkinan konfrontasi dengan Uni Eropa dan kemungkinan pemilihan cepat parlemen yang tidak dapat diprediksi.

Analis, PT Pruton Mega Berjangka, Cahyo Dewanto mengatakan saat ini dollar AS terpantau melemah sehingga pasar lari ke aset safe haven lain. Jumat (24/5), AS melaporkan aktivitas manufaktur AS melambat ke level terlemah dalam lima tahun di bulan Mei sementara penjualan rumah baru turun 6,9% di bulan April.

Cahyo mengatakan naiknya harga emas didukung oleh pergerakan teknikal bullish saat ini yang sedang mengejar resisitance. “Masih ada potensi koreksi karena sebenarnya tren emas pada daily chart adalah bearish,” kata Cahyo kepada Kontan.co.id, Senin (27/5).

Harga Emas Terkoreksi Dengan Reboundnya Saham Dunia | Equity World

Equity World


Secara teknikal ia mengamati indicator moving average (MA) 50, MA 100 berada di area jual, tapi MA 200 mengindikasikan beli. Selanjutnya, indicator relative strength index (RSI) 14 dan stochastic di zona netral. Kemudian, moving average convergence divergence (MACD) 12,26 mengindikasikan jual.
ADX(14) =Buy

Untuk itu, Cahyo merekomendasikan netral untuk perdagangan emas dengan prediksi pergerakan harga besok di kisaran US$ 1.283,25-US$ 1.286,85 per ons troi. Sementara sepekan ke depan di level US$ 1.280-US$ 1.290 per ons troi.

Jumat, 24 Mei 2019

Equity World | Harga Emas Antam Tertahan di Rp662 Ribu per Gram

Equity World | Harga Emas Antam Tertahan di Rp662 Ribu per Gram

Equity World | Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam terpantau stagnan di harga Rp662 ribu per gram pada perdagangan Kamis (23/5) ini. Pada perdagangan kemarin, harga logam mulia itu turun Rp1.000 per gram.

Harga pembelian kembali (buyback) juga stabil di posisi Rp587 ribu per gram. Emas batangan Antam dijual dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Harga emas per gram pun berbeda untuk setiap ukuran emas. Berdasarkan situs logammulia.com, emas batangan Antam dengan ukuran 0,5 gram dijual dengan harga Rp355 ribu, sedangkan ukuran satu gram dijual dengan harga Rp662 ribu.


Lebih lanjut, emas dengan ukuran dua gram dijual dengan harga Rp1,27 juta, ukuran tiga gram sebesar Rp1,88 juta, ukuran lima gram sebesar Rp3,13 juta, dan ukuran sepuluh gram sebesar Rp6,19 juta.

Sedangkan emas dengan ukuran 25 gram dijual dengan harga Rp15,38 juta, ukuran 50 gram dijual dengan harga Rp30,68 juta, dan ukuran 100 gram dijual dengan harga Rp61,3 juta.

Lalu, emas dengan ukuran 250 gram dijual dengan harga Rp153 juta, ukuran 500 gram dijual dengan harga Rp305,8 juta, dan ukuran 1.000 gram dijual dengan harga Rp611,6 juta.

Selain menjual emas batangan polos, perusahaan pelat merah tersebut juga menjual emas batangan dengan motif batik dan emas tematik dengan harga yang berbeda-beda. Antam juga menyediakan perak murni 99,95 persen serta koin dinar dan dirham.

Sementara itu, harga emas global terpantau naik tipis pada perdagangan Rabu (23/5). Harga emas merangkak naik usai turun ke level terendah dalam dua minggu terakhir di sesi sebelumnya.

Harga Emas Naik Imbas Dolar Melemah | Equity World


Equity World


Kenaikan emas global dipicu pelemahan dolar AS dan jatuhnya pasar ekuitas akibat kekhawatiran perdagangan dagang babak baru serta menjelang rilis kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve.

Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot naik tipis 0,1 persen menjadi US$1.275,65 per ons. Sebelumnya harga emas global sempat jatuh ke level terendah sejak 3 Mei 2019 ke US$1.268,97 pada Selasa, (21/5).

Kamis, 23 Mei 2019

Equityworld Futures | Sentimen Positif-Negatif Sama Kuat, Harga Emas Stabil

Equityworld Futures | Sentimen Positif-Negatif Sama Kuat, Harga Emas Stabil

Equityworld Futures | Pergerakan harga emas masih sangat terbatas cenderung stabil. Sentimen perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China masih membuat instrumen emas tetap dipertahankan oleh investor.

Pada perdagangan hari Kamis (23/5/2019), harga emas kontrak pengiriman Juni di bursa New York Commodity Exchange (COMEX) terkoreksi terbatas 0,05% ke level US$ 1.273,6/troy ounce setelah naik tipis 0,08% sehari sebelumnya.

Adapun harga emas di pasar spot terpantau menguat amat tipis 0,01% ke posisi US$ 1.273,5/troy ounce, setelah melemah 0,11 kemarin (22/5/2019).

Harga emas masih mendapat sokongan dari sejumlah ketidakpastian politik dan ekonomi global.

Setelah perang dagang AS-China jilid II resmi dimulai pekan lalu, kini ancaman eskalasi kembali muncul.

Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin mengatakan bahwa AS akan mulai memberlakukan tarif impor untuk barang-barang asal China senilai US$ 300 miliar setidaknya dalam waktu satu bulan ke depan.

Sebagai informasi, AS sudah memberlakukan tarif 25% pada barang China senilai US$ 200 miliar pekan lalu. Sementara saat ini untuk barang-barang lain yang senilai US$ 300 miliar belum menjadi korban perang dagang.

Apabila AS benar memberlakukan kebijakan sesuai dengan perkataan Mnuchin, maka akan ada barang China senilai US$ 500 miliar yang menjadi objek perang dagang. China pun hampir pasti akan menerapkan kebijakan serupa. Perang dagang ronde 3 menjadi sulit untuk dihindari.

Apalagi Mnuchin juga mengatakan bahwa pihaknya belum merencanakan dialog dagang dengan China hingga hari Rabu (22/5/2019), mengutip CNBC International.

Damai dagang menjadi terasa sangat jauh. Perlambatan ekonomi akibat dua raksasa ekonomi global saling hambat hubungan dagang yang sudah mulai terasa sejak tahun 2018 semakin sulit hilang. Bahkan berpotensi bertambah parah.

Alhasil potensi koreksi nilai aset pun meningkat, terlebih pada instrumen-instrumen berisiko. Emas yang biasanya menjadi instrumen pelindung nilai (hedging) pun masih dipertahankan untuk menghindari kerugian yang parah.

Beralih ke Benua Biru, nasib perceraian Inggris dengan Uni Eropa (brexit) yang kian tak pasti telah memaksa pemimpin House of Common, Andrea Leadsom mundur dari jabatannya.

Dirinya mengatakan bahwa tidak ingin mendukung pemerintahan yang memasukkan opsi referendum kedua pada pemungutan suara atas proposal brexit. Karena menurut Leadsom, referendum merupakan sesuatu yang sangat berisiko membawa perpecahan.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May dijadwalkan untuk bertemu dengan komite 1922 atau yang biasa dikenal dengan komite konservatif pada hari Jumat (24/5/2019) waktu setempat.

Sebelumnya pemerintah Inggris dikabarkan akan membawa kembali proposal brexit ke hadapan parlemen dengan memasukkan opsi referendum kedua bila ditolak untuk keempat kalinya.

Equityworld Futures


Risalah Pertemuan The Fed keluar, Harga Emas Stabil | Equityworld Futures


Nasib brexit yang masih tak pasti membuat pelaku pasar ragu untuk masuk ke pasar keuangan. Karena bila sampai keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan apapun (no deal brexit), ekonomi Inggris terancam terkontraksi hingga 8%.

Akan tetapi setidaknya notulen The Fed dapat membuat pelaku pasar yakin kekuatan dolar tahun ini dapat dipertahankan. Pasalnya dalam notulen rapat The Fed edisi Mei 2019, Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral tidak akan mengubah suku bunga 'untuk sementara waktu. Artinya setidaknya kekuatan dolar dapat dipertahankan dan bisa menjadi alternatif safe haven.

Selain itu nilai dolar yang kuat akan membuat harga emas menjadi relatif mahal bagi pemegang mata uang lain. Daya tarik emas agak sedikit pudar karenanya.

Selasa, 21 Mei 2019

Equity World | Analis: Harga emas berpotensi lanjutkan kenaikan terbatas

Equity World | Analis: Harga emas berpotensi lanjutkan kenaikan terbatas

Equity World | Harga emas pada perdagangan hari Senin (20/05) bergerak lemah ke posisi terendah selama dua pekan terakhir oleh posisi kuatnya dollar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya perdagangan aset berisiko pasca rebound-nya imbal hasil obligasi AS.

Senin (20/5) pukul 16.07 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.275,15 per ons troi, melemah 0,19% jika dibandingkan dengan harga penutupan kemarin pada US$ 1.277,53 per ons troi.

Pekan lalu, Logam mulia mencapai posisi terendah dua minggu pada perdagangan hari Jumat ketika dollar AS melonjak menyusul rilis data yang menunjukkan sentimen konsumen AS berada di level tertinggi selama 15 tahun terakhir.

Jumat (17/5) University of Michigan melaporkan data Prelim Consumer Sentiment bulan April berada di level 102,4 di atas ekspektasi 97,8 dan pencapaian bulan sebelumnya di level 97,2. Indeks ini menjadi penting karena merupakan indikator angka belanja konsumen di AS.

Analis PT Rifan Financindo Berjangka Puja Purbaya Sakti mengatakan laporan media pemerintah China menyatakan tidak sabar atas kemajuan negosiasi perdagangan dengan Washington juga mendukung dollar AS. “Tidak seperti aset lainnya, emas berada dalam posisi unik dalam perang dagang AS-China,” kata Sakti kepada Kontan.co.id, Senin (20/5)

Sakti mengungkapkan dalam hal ini ada dua skenario, kalau positif tentang itu berarti emas batangan bisa mendapatkan manfaat dari lebih banyak perhiasan dan konsumsi terkait batangan lainnya di China. Hasil negatif dapat meningkatkan posisi emas sebagai pelindung nilai safe-haven terhadap pelemahan lebih lanjut dalam pertumbuhan China.

“Perundingan negosiasi dagang AS-China yang tidak menentu dan tanpa kesepakatan, menyebabkan investor memburu safe-haven dollar AS, seiring dengan membaiknya data manufaktur AS dan kepercayaan konsumen versi UoM yang mencapai angka tertinggi,” tutur Sakti.

Namun, pekan lalu perundingan dagang terancam menemui jalan buntu setelah pihak AS memasukkan perusahaan telekomunikasi Huawei dalam daftar hitam, dan melarang perusahaan AS untuk menggunakan perangkat serta komponen produk perusahaan tersebut tanpa izin dari pemerintah AS.

Sementara itu, China membalasnya dengan mengurangi impor daging dari AS. Minggu ini akan dirilis notulen meeting FOMC 1 Mei-2 Mei lalu. The Fed sepakat untuk tidak menaikkan suku bunga sepanjang tahun ini dan pernyataan Jerome Powell mengenai rendahnya inflasi yang bersifat sementara mengurangi ekspektasi akan pemangkasan suku bunga pada akhir tahun 2019.

“Jika notulen FOMC bernada hawkish, tekanan pada emas akan berlanjut,” ucap Sakti.

Secara analisa teknikal, Sakti mengamati indikator moving average exponential (EMA) dengan kondisi mengecil yang menunjukkan arah harga berpotensi kembali menguat. Selanjutnya pada indikator relative strengh index (RSI) berada di area 42 yang menunjukkan arah harga mulai naik. Kemudian pada indikator commodity channel index (CCI) berada di area 64 yang menunjukkan arah harga berpotensi terkoreksi.




Harga Emas Stabil Menanti Rilis Risalah The Fed | Equity World


Equity World


“Secara umum emas berpotensi untuk kembali lanjutkan gain terbatas pada perdagangan selanjutnya,” tutur Sakti.

Ia merekomendasikan beli emas selama harga di atas US$ 1.290 per ons troi dengan level support harian antara US$ 1.271,97, US$ 1.266,23, dan US$ 1.252,03 per ons troi. Sementara resistance harian antara US$ 1.286,17, US$ 1.294,63, dan US$ 1.308,83

Adapun prediksi harga emas dalam sepekan ke depan yakni antara level support US$ 1.267,13, US$ 1.256,57, dan US$ 1.227,87 per ons troi. Sedangkan untuk level resistance selama sepekan antara US$ 1.295,83, US$ 1.313,97, dan US$ 1.342,67 per ons troi.

Senin, 20 Mei 2019

Equity World | Ikuti Emas Dunia, Harga Emas Antam Stagnan di Rp663 Ribu

Equity World | Ikuti Emas Dunia, Harga Emas Antam Stagnan di Rp663 Ribu

Equity World | Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam terpantau stagnan pada awal pekan, Senin (20/5). Emas Antam dijual pada harga Rp663 ribu per gram, tidak berubah dibandingkan posisi harga akhir pekan lalu (18/5).

Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) juga tidak bergerak dari harga buyback sebelumnya sebesar Rp588 ribu.

Emas batangan Antam dijual dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga emas per gram pun berbeda untuk setiap ukuran emas.

Berdasarkan situs logammulia.com, emas batangan Antam dengan ukuran 0,5 gram dijual dengan harga Rp356 ribu, sedangkan ukuran satu gram dijual dengan harga Rp663 ribu.

Lebih lanjut, emas dengan ukuran dua gram dijual dengan harga Rp1,27 juta, ukuran tiga gram sebesar Rp1,89 juta, ukuran lima gram sebesar Rp3,13 juta, dan ukuran sepuluh gram sebesar Rp6,2 juta.

Sedangkan emas dengan ukuran 25 gram dijual dengan harga Rp15,4 juta, ukuran 50 gram dijual dengan harga Rp30,73 juta, dan ukuran 100 gram dijual dengan harga Rp61,4 juta.

Lalu, emas dengan ukuran 250 gram dijual dengan harga Rp153,25 juta, ukuran 500 gram dijual dengan harga Rp306,3 juta, dan ukuran 1.000 gram dijual dengan harga Rp612,6 juta.

Selain menjual emas batangan polos, perusahaan pelat merah tersebut juga menjual emas batangan dengan motif batik dan emas tematik dengan harga yang berbeda-beda. Antam juga menyediakan perak murni 99,95 persen serta koin dinar dan dirham.

Equity World

Ekonomi AS Positif, Harga Emas Bakal Lesu Pekan Ini | Equity World

Mengutip Reuters, harga emas global juga terpantau stagnan pada Jumat akibat tertekan penguatan dolar AS. Di samping itu, minat investor terhadap investasi kepada aset berisiko meningkat karena data perekomian AS yang bagus dan kinerja perusahaan bagus.

Harga emas di pasar spot tidak berubah pada US$1.286,27 per ons. Sedangkan emas berjangka AS stabil di angka US$1.286,90 per ons.

Kamis, 16 Mei 2019

Equity World | Hawa Perang Dagang Masih Panas, Harga Emas Antam Stagnan

Equity World | Hawa Perang Dagang Masih Panas, Harga Emas Antam Stagnan

Equity World | Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) stagnan di Rp 620.000/gram pada perdagangan Rabu ini (15/5/2019) dari posisi kemarin di tengah masih panasnya perang dagang China-Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini (15/5/19), harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram stabil pada Rp 62 juta dibanding harga kemarin. 

Stagnasi harga emas Antam terjadi mengingat hawa perang dagang masih panas, tapi mulai mereda dibandingkan dengan posisi di awal pekan. Pasalnya, Presiden AS Donald Trump justru mengutarakan optimismenya bahwa kesepakatan kedua negara akan tercapai dalam waktu yang tidak lama.
Equity World



Wall Street Menguat, Harga Emas Naik Tipis | Equity World


Umumnya, faktor utama pergerakan harga emas Antam adalah harga emas di pasar spot global, meskipun kemarin harga emas di pasar spot justru terkoreksi meskipun masih di kisaran US$ 1.290-US$1.299 per troy ounce.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam.

Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Profil Perusahaan Dan Lowongan • PT EQUITYWORLD FUTURES PUSAT membuka lowongan atau kesempatan berkarier


PT. Equityworld Futures Pusat
bergerak dibidang jasa konsultan bisnis, konsultan keuangan dan jasa
komunikasi publik membuka lowongan atau kesempatan berkarier bagi para
eksekutif yang siap bersaing dalam ketatnya dunia bisnis pada saat ini
untuk berkesempatan memiliki pendapatan atau Gaji: Rp2.000.000 hingga > Rp5.000.000 /bulan.
Lowongan Asisten Manager Bisnis Consultan untuk seluruh Kantor Cabang PT. Equityworld di Indonesia


Benefit :
1. Gaji
2. Bonus
3. Reward
4. Jenjang karir yg jelas
5. Komisi
Persyaratan :
1. Pendidikan Min SMA/D3
2. Usia Max 35 tahun
3. Sehat Jasmani & Rohani
4. Good Looking
5. Smart
Jobs Desk :
1. Menyiapkan data calon nasabah / nasabah,
2. Atur Janji Appointment Client/Nasabah
3. Menyiapkan file untuk bahan meeting dengan Client/Nasabah
Jenis Pekerjaan: Penuh Waktu
Silahkan kirim CV lengkap anda beserta foto identitas terbaru ke alamat kantor atau e-mail kami, di cabang-cabang berikut:
KANTOR PUSAT
Sahid Sudirman Center Lt. 9 Unit C,D,G,H, Jl. Jend. Sudirman No.86, Jakarta Pusat 10220
Telp. : +62 21 27889280 (Hunting)
Facsimile : +62 21 27889277
Telp. : 021 – 27889288 Ext. 186

Profil Singkat

PT. Equityworld Futures
merupakan salah satu anggota Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures
Exchange) yang resmi berdiri pada tahun 2005. Perusahaan telah
berkembang pesat seiring meningkatnya minat masyarakat untuk
berinvestasi di produk-produk finansial.
Kini PT. Equityworld Futures memperkenalkan sistem transaksi secara
online (E-Trade) yang dapat diakses langsung oleh client manapun, baik
lokal maupun internasional. Dengan teknologi informasi saat ini, client
dapat melakukan transaksi dan sekaligus mengawasi investasinya dengan
mudah. Perusahaan akan memberikan layanan yang terbaik sebagai komitmen
untuk mengembangkan industri berjangka, khususnya di Indonesia.

Profil Perusahaan Dan Lowongan • PT EQUITYWORLD FUTURES PUSAT

Rabu, 15 Mei 2019

Equity World | Setelah Dihantam Perang Dagang, Wall Street Berhasil Rebound

Equity World | Setelah Dihantam Perang Dagang, Wall Street Berhasil Rebound

Equity World | Indeks-indeks acuan Wall Street melesat naik, Selasa (14/5/2019), dan berhasil pulih dari keterpurukan sehari sebelumnya. Para investor rupanya menghitung-hitung dampak memanasnya perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China terhadap perekonomian.

Dow Jones Industrial Average melesat naik 0,82%, S&P 500 rebound 0,8% sementara Nasdaq Composite melonjak 1,14%. Saham-saham perusahaan yang sensitif terhadap perdagangan dengan China juga pulih: Boeing menanjak 1,7%, Apple bertambah 1,6%, dan Caterpillar melompat 1,7%.

"Alasan kita bisa melihat pemulihan ini adalah fundamental yang belum berubah," kata Kevin Miller, CIO di E-Valuator Funds, dilansir dari CNBC International. Ia mencatat bahwa perekonomian AS masihlah kuat.

"Kita tengah melalui jalan yang belum pernah kita lewati sebelumnya. Isu perjanjian dagang dengan China ini mengubah investasi menjadi sesuai yang lebih spekulatif karena tidk ada yang tahu ke mana semua ini akan menuju," tambahnya.

Indeks-indeks utama Wall Street hancur-lebur pada perdagangan Senin setelah China mengatakan akan membalas kenaikan bea impor AS terhadap produknya dengan menaikkan bea masuk terhadap berbagai barang AS senilai US$60 miliar.

Equity World

Harga emas mundur dari level tertingginya satu bulan sebelumnya pada hari Selasa (14/5/2019) karena pasar saham dan dolar mengambil hati | Equity World


Dow Jones anjlok 617,38 poin atau 2,38%, S&P 500 amblas 2,41%, sementara Nasdaq rontok hingga 3,41% di akhir perdagangan. Dow Jones dan S&P 500 bahkan mencatatkan kinerja harian terburuknya sejak awal Januari sementara Nasdaq membukukan kerugian harian terbesarnya di tahun ini.

Di titik perdagangan terendahnya hari Senin, Dow Jones bahkan sempat anjlok hingga 719 poin lebih sementara S&P 500 dan Nasdaq sempat amblas masing-masing 2,8% dan 3,6%, dilansir dari CNBC International.

Selasa, 14 Mei 2019

Equity World | Wall Street Babak Belur Dihantam Serangan Balasan China

Equity World | Wall Street Babak Belur Dihantam Serangan Balasan China

Equity World | Indeks-indeks acuan Wall Street terjun bebas, Senin (13/5/2019), setelah China memutuskan menaikkan bea impor terhadap beberapa produk Amerika Serikat (AS). Langkah ini menandai makin panasnya hubungan dagang kedua negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu.

Dow Jones Industrial average anjlok 617,38 poin atau 2,38%, S&P 500 amblas 2,41%, sementara Nasdaq Composite rontok hingga 3,41% di akhir perdagangan. Dow Jones dan S&P 500 mencatatkan kinerja harian terburuknya sejak awal Januari sementara Nasdaq membukukan kerugian harian terbesarnya di tahun ini.

Di titik perdagangan terendahnya hari Senin, Dow Jones bahkan sempat anjlok hingga 719 poin lebih sementara S&P 500 dan Nasdaq sempat amblas masing-masing 2,8% dan 3,6%, dilansir dari CNBC International.


Indeks-indeks saham ini perlahan memperbaiki posisinya setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya belum memutuskan apakah akan mengenakan bea impor baru terhadap berbagai barang China senilai US$325 miliar.

"Saya rasa ini adalah awal dari banyak hal lain yang akan terjadi di masa mendatang," kata Phil Blancato, CEO Ladenburg Thalmann Asset Management. "Kita harus mulai memperkirakan bahwa akan ada lebih banyak gejolak di masa depan."

China mengguncang bursa AS setelah mengatakan akan menaikkan bea masuk terhadap berbagai produk Negeri Paman Sam senilai US$60 miliar mulai 1 Juni mendatang. Produk-produk yang disasar termasuk berbagai hasil pertanian yang menjadi tumpuan banyak warga AS pemilih Trump.


Emas Mendapatkan Permintaan Safe Haven Dengan Turunnya Pasar Saham | Equity World



Equity World


Langkah ini diambil setelah akhir pekan lalu Trump menaikkan bea impor terhadap barang-barang asal China senilai US$200 miliar.

Dalam sebuah pernyataan, China mengatakan keputusan AS merusak kepentingan kedua negara dan tidak sesuai dengan ekspektasi umum komunitas internasional

Senin, 13 Mei 2019

Equityworld Futures | Harga Emas Comex, Antam, dan Pegadaian, Senin (13-05-2019)

Equityworld Futures | Harga Emas Comex, Antam, dan Pegadaian, Senin (13-05-2019)

Equityworld Futures | Harga emas Comex  bergerak menguat pada perdagangan hari ini, Senin (13/05/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas Comex dibuka nail  0,07 persen atau 0,9 poin di level US$1.288,30 per troy ounce.

Pada pukul 07.25 WIB emas lanjut naik 0,09 persen atau 1,20 poin ke level US$1.288,60 per troy ounce.

Equityworld Futures

Pasar Khawatir Ekonomi Global Melambat, Emas Semakin Berkilau | Equityworld Futures


Sepanjang pagi ini harga emas bergerak pada kisaran US$1.287,30-US$1.288,90 per troy ounce.

Adapun pada perdagangan kemarin, Jum'at (10/05/2019) harga emas ditutup naik 0,17 persen atau 2,20 poin di level US$1.287,40 per troy ounce.

Jumat, 10 Mei 2019

Equity World | Nyala Perang Dagang Membesar, Wall Street Diprediksi Drop

Equity World | Nyala Perang Dagang Membesar, Wall Street Diprediksi Drop

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) berpeluang terkoreksi pada pembukaan hari ini, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan China "telah menghancurkan kesepakatan dagang, sehingga memperbesar nyala api perang dagang.

Di sesi pra-pembukaan Kamis (9/5/2019) pukul 07:30 waktu setempat, atau 19:30 WIB, saham Intel sudah melemah 3% setelah kemarin ditutup melemah 5% setelah perseroan mengatakan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih bakal di "digit tunggal" dalam 3 tahun ke depan.

Indeks futures Dow Jones Industrial Average (Dow Jones) kehilangan 185 point ke 25.832, sedangkan indeks futures S&P 500 melemah 22,5 poin ke 2.864,75, bersamaan dengan indeks futures Nasdaq yang turun 76,5 poin ke 7.571.


"Omong-omong, anda lihat kenapa tarifnya berlaku? Karena mereka merusak perjanjian. Mereka merusaknya," ujar Trump dalam kampanye di Florida Rabu malam, sebagaimana dikutip CNBC International. China menegaskan bahwa mereka akan membalas perlakuan AS. Namun, delegasi China masih di Washington pekan ini untuk bernegosiasi.

Berbeda dari sesumbar Trump, pejabat Gedung Putih pada Rabu kemarin menyatakan bahwa China masih ingin bernegosiasi.


Wall Street Ambruk Jelang Babak Baru Perang Dagang AS-China | Equity World

Equity World



Analis kebijakan publik Raymond James Ed Mills dalam rilisnya menilai pejabat China akan meminta penundaan pemberlakuan kenaikan tarif yang sedianya dikenakan Jumat pekan ini. "Namun, reaksi pasar dalam beberapa hari terakhir memberi peluang bagi Trump untuk mempertahankan nada agresifnya."

Sepanjang pekan ini, bursa AS memerah akibat isu perang dagang yang membuat indeks Dow Jones anjlok 540 poin sedangkan indeks S&P 500 melemah hingga 2%. Hari ini, pelaku pasar juga mencermati rilis beberapa data ekonomi seperti data perdagangan, klaim pengangguran, dan indeks harga produsen.

Pada Rabu, data perdagangan China menunjukkan nilai surplus perdagangan April senilai US$13,84 miliar, sedikit di bawah ekspektasi pasar. Namun, uniknya, surplus perdagangan terhadap AS justru menguat menjadi US$21,01 miliar dibandingkan dengan US$20.5 miliar pada Maret.

Kamis, 09 Mei 2019

Equity World | Ancaman Trump ke China Mendekati Kenyataan, Wall Street Galau

Equity World | Ancaman Trump ke China Mendekati Kenyataan, Wall Street Galau

Equity World | Indeks-indeks acuan Wall Street ditutup bervariasi setelah mengalami sesi perdagangan yang bergejolak, Rabu (8/5/2019). Para investor dibuat gelisah oleh perkembangan terbaru perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Dow Jones Industrial Average masih mampu menguat mesti sangat tipis 0,01%, S&P 500 melemah 0,16%, sementara Nasdaq Composite terkoreksi 0,26% di akhir perdagangan.

Dalam sesi perdagangan itu, Dow Jones sempat melemah hingga 75 poin dan juga naik hingga 153 poin. Sesi yang begejolak ini terjadi setelah dalam dua hari terakhir Dow Jones anjlok hampir 540 poin, CNBC International melaporkan.


Dow Jones sempat melesat naik di tengah hari setelah juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengonfirmasi twit Presiden Donald Trump bahwa delegasi China akan tetap datang berunding ke AS untuk mencapai perjanjian dagang.

Para investor cemas AS dan China tidak akan mampu menyelesaikan perseteruan mereka sebelum bea impor Trump yang baru berlaku Jumat ini.


Equity World

Investor Khawatir Perang Dagang, Harga Emas Tertekan | Equity World


Kantor Perwakilan Dagang AS resmi merilis pernyataan bahwa Washington akan menaikkan tarif bea masuk bagi impor produk-produk China senilai US$ 200 miliar dari 10% menjadi 25%. Kebijakan tersebut berlaku mulai 10 Mei, Rabu waktu setempat.

Produk-produk yang bakal terkena kenaikan bea masuk antara lain modem dan router internet, papan sirkuit, pengisap debu, sampai furnitur.

China pada Rabu mengatakan akan mengambil langkah balasan yang diperlukan apabila AS menaikkan bea masuknya Jumat ini sebagaimana yang diancamkan oleh Trump hari Minggu lalu. Kementerian Perdagangan China mengumumkan Beijing akan membalas jika AS menaikkan bea masuk terhadap produk China senilai US$200 miliar dari 10% menjadi 25%.

Rabu, 08 Mei 2019

Equityworld Futures | Ancaman Perang Dagang Babat Habis Wall Street

Equityworld Futures | Ancaman Perang Dagang Babat Habis Wall Street

Equityworld Futures | Indeks-indeks acuan Wall Street terjun bebas, Selasa (7/5/2019), setelah pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) memberi sinyal bahwa kenaikan bea impor bagi produk-produk China akan benar-benar terjadi akhir pekan ini.

Kabar itu membuat kecewa para investor yang berharap bahwa ancaman Presiden AS Donald Trump itu hanyalah sebuah taktik negosiasi.

Dow Jones Industrial Average anjlok 1,79%, S&P 500 rontok 1,65%, dan Nasdaq Composite terjun bebas 1,96% di akhir perdagangan. Ini adalah pelemahan Dow Jones terdalam sejak 3 Januari lalu.

Saham-saham perusahaan yang sangat bergantung pada perdagangan internasional terbabat habis. Saham Caterpillar amblas 2,26% sementara saham Boeing rontok 3,87%.

Saham-saham perusahaan pembuat chip yang rentan terhadap pembalasan bea impor dari China ikut kena getahnya. Nvidia anjlok 3,75% sementara Apple juga rontok 2,7%, dilansir dari CNBC International.

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan kepada wartawan bahwa AS akan menaikkan bea masuk terhadap impor China mulai Jumat ini. Pernyataannya itu muncul setelah Trump mengatakan akan menaikkan bea impor terhadap China menjadi 25% dari 10% yang dikenakan saat ini.


Harga Emas Naik Tipis karena Investor Menjauh dari Aset Berisiko | Equityworld Futures

Equityworld Futures


Selain itu, Trump juga mengancam akan mengenakan bea impor baru sebesar 25% terhadap produk China lainnya senilai US$325 miliar dalam waktu dekat.

Ancaman pengenaan tarif itu bila benar-benar dilakukan akan berisiko dibalas oleh China.

Komentar Lighthizer itu menaikkan kemungkinan diwujudkannya ancaman kenaikan tarif impor itu, kata ahli strategi UBS, Keith Parker, dalam sebuah catatan riset. Perang dagang dapat memangkas pertumbuhan global sebanyak 45 basis poin sementara pertumbuhan ekonomi China akan terpukul antara 1,2% sampai 1,5%.

Selasa, 07 Mei 2019

Equityworld Futures | Dolar AS Menguat Berkat Trump, Harga Emas Keok

Equityworld Futures | Dolar AS Menguat Berkat Trump, Harga Emas Keok

Equityworld Futures | Harga emas sedikit berubah pada hari Senin (Selasa pagi WIB) karena dolar Amerika Serikat (AS) naik setelah Presiden AS Donald Trump mengancam untuk menaikkan tarif impor barang-barang China, meningkatkan ketegangan perdagangan AS-China dan mendorong investor untuk menjual aset berisiko.

Dilansir dari Reuters, Selasa (7/5/2019), harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD 1.277.66 per ounce. Harga emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi USD 1.279,8 per ounce.

Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu mengatakan akan menaikkan tarif barang-barang China senilai USD 200 miliar pada pekan ini. Dia juga menyatakan akan menargetkan lebih lanjut USD 325 miliar barang China dengan tarif 25 persen, pada dasarnya mencakup semua produk yang diimpor ke Amerika Serikat dari China.

“Kami melihat pasar bereaksi terhadap ketidakpastian tentang pembicaraan perdagangan AS-China. Ini menciptakan kegugupan di pasar. Dolar AS sedikit lebih kuat, melawan beberapa langkah potensial yang akan kita lihat di emas, ”kata Ole Hansen, Ahli Strategi Komoditas di Saxo Bank.

Dolar AS, yang merupakan safe-haven yang disukai selama ketegangan perdagangan AS-China terjadi sejak tahun lalu, naik 0,1 persen.

Harga emas sebelumnya telah mencapai puncaknya hampir satu minggu di level USD 1.285,51 per ounce karena komentar Trump menekuk saham global dan harga minyak

"Meskipun harga emas naik, analisis teknis menunjukkan bahwa tekanan ke bawah pada logam mulia akan terus terjadi," kata analis OCBC.

Pekan lalu, suasana hati para investor emas telah berubah suram, mendorong logam ke level terendah empat bulan setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memupus harapan penurunan suku bunga tahun ini.

Equityworld Futures

Wall Street Tumbang Gara-Gara Ancaman Donald Trump ke China | Equityworld Futures



Sementara itu, kepemilikan SPDR Gold Trust, pertukaran emas terbesar di dunia, berada di level terendah sejak 11 Oktober. Holdings turun 0,6 persen pada hari Jumat. Namun, permintaan fisik untuk logam telah kuat pekan lalu dari India dan Singapura.

Tak hanya harga emas, harga perak tergelincir 1 persen menjadi USD 14,78 per ounce, sedangkan platinum turun 1,2 persen menjadi USD 858,25 per ounce. Harga Palladium turun 1,6 persen menjadi USD 1.348,51 per ounce.