Kamis, 30 Juni 2022

Equity World | Investor Cari Berita Positif, Wall Street Bergerak Datar

Equity World | Investor Cari Berita Positif, Wall Street Bergerak Datar

Equity World | Bursa saham Wall Street bergerak datar pada akhir sesi berombak Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB) karena pasar berjuang untuk pulih dari rute sesi sebelumnya. Hal itu terjadi di saat The Fed kembali menegaskan suku bunga akan dinaikkan guna memerangi ledakan inflasi di Amerika Serikat (AS).

Mengutip The Business Times, Kamis, 30 Juni 2022, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,3 persen pada 31.029,31. Sedangkan indeks S&P 500 berbasis luas tergelincir 0,1 persen menjadi 3.818,83. Sementara Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi turun tipis kurang dari 0,1 persen menjadi 11.177,89.

Kekhawatiran tentang inflasi, melemahnya sentimen konsumen, dan pengetatan kebijakan moneter telah membebani saham sepanjang 2022, termasuk ketika S&P 500 jatuh dua persen. Musim pendapatan triwulanan yang akan datang menawarkan kesempatan bagi katalis investasi untuk menghibur investor.

Akan tetapi, Adam Sarhan dari 50 Park Investment mengatakan, kondisi itu juga bisa mengarahkan saham lebih rendah jika mengecewakan. "Pasar mencari beberapa berita baik dan tidak dapat menemukan sesuatu yang menonjol," kata Sarhan.

Di antara perusahaan individu, General Mills naik 6,4 persen setelah melaporkan bahwa laba kuartalan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi USD825,8 juta dengan kenaikan pendapatan delapan persen.

Saham Bed Bath & Beyond anjlok 23,6 persen setelah melaporkan kerugian kuartalan menyusul penurunan 25 persen dalam penjualan kuartalan. Perusahaan mengumumkan bahwa mereka menggantikan Mark Tritton sebagai kepala eksekutif dengan pemimpin sementara Sue Gove.

Rabu, 29 Juni 2022

Equity World | Wall Street Melemah, Pesimisme Konsumen Memunculkan Kekhawatiran Resesi

Equity World | Wall Street Melemah, Pesimisme Konsumen Memunculkan Kekhawatiran Resesi

Equity World | Wall Street melemah tajam pada akhir perdagangan Selasa (28/6), dipicu oleh aksi jual yang luas karena data kepercayaan konsumen yang pesimistis. Hal ini mengurangi optimisme investor dan memicu kekhawatiran resesi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 491,27 poin atau 1,56% ke 30.946,99, S&P 500 turun 78,56 poin atau 2,01% ke 3.821,55 dan Nasdaq Composite turun 343,01 poin atau 2,98% ke 11.181,54.

Indeks S&P dan Nasdaq masing-masing turun sekitar 2% dan 3%, dengan saham Apple Inc, Microsoft Corp dan Amazon.com mencatat pelemahan terdalam. Saham Blue-chip Dow merosot sekitar 1,6%.

Sepuluh dari 11 sektor utama di S&P 500 mengakhiri sesi di wilayah negatif, dengan sektor konsumen mencatat persentase kerugian terbesar. Sektor Energi adalah satu-satunya yang selamat ke zona hijau, diuntungkan dari kenaikan harga minyak mentah.

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 11,54 miliar saham dengan rata-rata 12,99 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

"Pasar baik-baik saja hari ini sampai data kepercayaan konsumen keluar," kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia seperti dikutip Reuters.

"Itu (data kepercayaan konsumen) lemah dan pasar segera mulai menjual."

Ketiga indeks berada di jalur untuk mencatat dua penurunan kuartalan berturut-turut untuk pertama kalinya sejak 2015.

"Pada titik tertentu penjualan agresif ini akan menghilang tetapi sepertinya tidak akan terjadi dalam waktu dekat," kata Tim Ghriskey, ahli strategi portofolio senior Ingalls & Snyder di New York.

Data yang dirilis pada Selasa pagi menunjukkan indeks kepercayaan konsumen Conference Board turun ke level terendah sejak Februari 2021, dengan ekspektasi jangka pendek mencapai level paling pesimistis dalam hampir satu dekade.

Kesenjangan yang semakin besar antara komponen "situasi saat ini" dan "ekspektasi" Dewan Konferensi telah melebar ke tingkat yang sering mendahului resesi.

kata Tom Hainlin, ahli strategi investasi nasional di U.S. Bank Wealth Management di Minneapolis, Minnesota mengatakan, dengan sedikit katalis pasar dan pelaku pasar bersiap untuk liburan di akhir pekan keempat Juli, aksi jual hari itu tidak dapat sepenuhnya menyalahkan laporan Keyakinan Konsumen.

"Sulit untuk menghubungkan (volatilitas pasar) ke satu titik data ekonomi dengan begitu banyak kebisingan di sekitar penyeimbangan kembali portofolio pada akhir kuartal," kata Hainlin.

"Tidak banyak informasi baru di luar sana, namun Anda melihat lingkungan saham yang bergejolak ini," katanya.

Ia menambahkan bahwa tidak akan ada banyak informasi baru sampai perusahaan mulai menghasilkan pendapatan.

Selasa, 28 Juni 2022

Equity World | Wall Street Ditutup Melemah, Terseret Koreksi Saham Megacap

Equity World | Wall Street Ditutup Melemah, Terseret Koreksi Saham Megacap

Equity World | Wall Street ditutup melemah pada perdagangan awal pekan ini. Indeks utama di bursa Amerika Serikat (AS) ini cenderung terombang-ambing di awal sesi, dengan koreksi dalam pada saham megacaps yang sensitif terhadap suku bunga seperti Amazon.com, Microsoft Corp dan Alphabet Inc.

Senin (27/6), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 62,42 poin atau 0,2% menjadi 31.438,26, indeks S&P 500 melemah 11,63 poin atau 0,3% ke 3.900,11 dan indeks Nasdaq Composite koreksi 93,05 poin atau 0,8% ke 11.514,57.

Di antara 11 sektor utama S&P 500, delapan sektoral berada di wilayah negatif saat penutupan. Di mana, indeks konsumen mengalami penurunan persentase terbesar.

Sementara itu, sektor energi menjadi pemenang yang jelas setelah melonjak 2,8% di sesi ini. Sektor ini mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak mentah.

"Alasan kurang arah untuk minggu ini dan minggu depan adalah karena investor mencari apa yang akan terjadi pada periode pelaporan kuartal kedua," kata Sam Stovall, Chief Investment Strategist CFRA Research di New York.

Ketiga indeks berada di jalur untuk mencatatkan dua penurunan kuartalan berturut-turut untuk pertama kalinya sejak 2015. Ketiga indeks sektoral ini juga tampaknya akan membukukan pelemahan untuk bulan Juni.

Ini juga akan menandai penurunan tiga bulan berturut-turut untuk indeks Nasdaq yang sarat teknologi, dan menjadi koreksi beruntun terpanjang sejak 2015.

Sementara itu, indeks S&P berada di jalur untuk melaporkan penurunan terburuk kelima sejak tahun 1962, pada hari Jumat, lanjut Stovall.

“Setiap kali indeks S&P naik lebih dari 20% dalam setahun, lalu relatif mulai turun rata-rata 11% sejak awal tahun baru. Dan semua tahun di mana penurunan dimulai di paruh pertama kembali ke titik impas sebelum tahun itu berakhir," jelas Stovall.

"Tidak ada jaminan itu akan terjadi tahun ini, tetapi pasar bisa mengejutkan kita," kata Stovall.

Data ekonomi AS mengejutkan naik, dengan pesanan baru untuk barang tahan lama dan penjualan rumah yang tertunda mengalahkan ekspektasi dan menambah kepercayaan pada pernyataan Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell bahwa ekonomi cukup kuat untuk menahan upaya bank sentral untuk mengendalikan inflasi yang tinggi selama beberapa dekade tanpa meluncur ke resesi.

Dengan beberapa minggu lagi hingga pelaporan kuartal kedua dimulai, 130 perusahaan dalam indeks S&P 500 telah mengumumkan sebelumnya. Menurut data Refinitiv, dari jumlah tersebut, 45 positif dan 77 negatif, menghasilkan rasio negatif/positif 1,7 lebih kuat dari kuartal pertama, tetapi lebih lemah dari tahun lalu.

Dalam perdagangan yang diperpanjang, Robinhood Markets turun 4% setelah Sam Bankman-Fried dari FTX mengatakan pertukaran cryptocurrency-nya tidak dalam percakapan M&A aktif dengan platform perdagangan saham ritel.

Pada sesi perdagangan sebelumnya, Robinhood telah melonjak 14% setelah Bloomberg melaporkan bahwa FTX sedang menjajaki kesepakatan.

Selama sesi Senin, Coinbase Global Inc ambles lebih dari 10% setelah Goldman Sachs menurunkan peringkat pertukaran cryptocurrency menjadi "jual" dari "beli".

Senin, 27 Juni 2022

Equity World | Hari Perdana Perdagangan 'Gelap Gulita', IHSG Hijau Tipis Nih

Equity World | Hari Perdana Perdagangan 'Gelap Gulita', IHSG Hijau Tipis Nih

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,14% ke 7.052,72 mengawali perdagangan pekan ini, Senin (27/6/2022).

IHSG terpantau masih menguat 0,18% di 7.055,33 pada 09.05 WIB. Mayoritas indeks saham Asia juga bergerak di zona hijau pagi ini.

Setelah sebelumnya data kode broker ditutup, hari ini merupakan perdagangan perdana di pasar modal Tanah Air di mana status investor domestik dan asing juga ditutup selama jam perdagangan berlangsung dan baru akan dibuka setelah pasar tutup.

Setelah mengalami koreksi tajam, bursa saham AS juga rebound pekan lalu. Secara point-to-point pada pekan lalu, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melonjak 5,4%, S&P 500 melejit 6,5%, dan Nasdaq Composite terbang 7,5%.

Pada perdagangan Jumat pekan lalu, Dow Jones melonjak 2,68% ke level 31.500,68, S&P 500 melompat 3,06% ke 3.911,74, dan Nasdaq melejit 3,34% ke 11.607,62.

Bersamaan dengan penguatan indeks saham AS, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS 10 tahun juga mengalami penurunan sebesar 9 basis poin (bps) sepanjang pekan lalu.

Setelah mengalami koreksi tajam, bursa saham AS juga rebound pekan lalu. Secara point-to-point pada pekan lalu, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melonjak 5,4%, S&P 500 melejit 6,5%, dan Nasdaq Composite terbang 7,5%.

Pada perdagangan Jumat pekan lalu, Dow Jones melonjak 2,68% ke level 31.500,68, S&P 500 melompat 3,06% ke 3.911,74, dan Nasdaq melejit 3,34% ke 11.607,62.

Bersamaan dengan penguatan indeks saham AS, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS 10 tahun juga mengalami penurunan sebesar 9 basis poin (bps) sepanjang pekan lalu.

Jumat, 24 Juni 2022

Equity World | Kabar dari Wall Street dan BI Bikin Happy, IHSG Berseri Lagi?

Equity World | Kabar dari Wall Street dan BI Bikin Happy, IHSG Berseri Lagi?

Equity World | Pasar keuangan Indonesia kompak menghijau menyambut keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan. Baik pasar saham, mata uang, maupun obligasi kompak bergerak positif.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,2% di 6.998,27 dan mendekati level psikologis 7.000.

IHSG tetap menghijau meskipun investor asing melakukan penjualan bersih (net sell). Asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 311,45 miliar di pasar regular.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) paling banyak dilepas asing dengan net sell Rp 164 miliar dan Rp 55 miliar, sedangkan saham HRUM dan ADMR menjadi yang paling banyak diborong asing dengan net buy masing-masing Rp 50 miliar dan Rp 32 miliar.

Nilai transaksi indeks kemarin mencapai sekitar Rp 15,7 triliun dengan melibatkan 24,5 miliaran saham. Sebanyak 185 saham menguat, 332 saham melemah, sementara 166 saham stagnan.

Seperti diketahui, BI mempertahankan suku bunga acuan sebesar 3,50% kemarin. Keputusan BI sesuai dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan bank sentral RI akan mempertahankan suku bunga acuan karena terkendalinya inflasi.

Keputusan BI menyuntikkan sentiment positif karena dengan suku bunga yang tidak naik maka konsumsi rumah tangga, permintaan kredit, dan pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa terjaga.

Menyusul keputusan BI, saham-saham sektor barang konsumen primer, perbankan, hingga konstruksi melesat.  Dengan dipertahankannya suku bunga maka pertumbuhan konsumsi dan permintaan kredit diharapkan terjaga dengan baik. Beban suku bunga pinjaman juga diharapkan tidak melesat.

Saham PT Chaoren Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) melesat 3,67%, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melonjak 3,08%, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) menguat 2,15%, Unilever Indonesia naik 1,43%, dan Mayora Indah naik 1,08%.

Saham sektor telekomunikasi juga melonjak kemarin dengan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) memimpin penguatan sebesar 7,66% disusul dengan Smartfren Telecom (FREN) yang melesat 4,76% dan TLKM sebesar yang menguat 2,72%.
Saham XL melesat setelah Axiata Group Berhad dan EXCL resmi mengakuisisi 66,03 % saham PT Link Net Tbk. (LINK).

Pergerakan IHSG juga mengekor mayoritas indeks saham utama Benua Asia yang berakhir di zona positif hari ini.

Indeks Nikkei Jepang ditutup menguat 0,08%, Indeks Shanghai Composite China melonjak 1,62%, Hang Seng Hong Kong menguat 1,26%, ASX 200 Australia meningkat 0,31%. Namun, Straits Times Singapura melemah 0,02% dan KOSPI Korea Selatan merosot 1,22%.

Pergerakan IHSG juga mengekor mayoritas indeks saham utama Benua Asia yang berakhir di zona positif hari ini.

Indeks Nikkei Jepang ditutup menguat 0,08%, Indeks Shanghai Composite China melonjak 1,62%, Hang Seng Hong Kong menguat 1,26%, ASX 200 Australia meningkat 0,31%. Namun, Straits Times Singapura melemah 0,02% dan KOSPI Korea Selatan merosot 1,22%.

Dari pasar obligasi, obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) kembali diburu investor. Hal tersebut ditandai dengan menguatnya harga dan melandainya imbal hasil (yield).

Mayoritas investor kembali ramai memburu SBN pada hari ini, ditandai dengan turunnya imbal hasil (yield) di hampir seluruh tenor SBN. Dari tujuh seri SBN, semua melandai kecuali FR0067 tenor 25 tahun yang stagnan.

Penurunan paling tajam terjadi pada seri FR0090 yakni sebesar 14,9 basis poin (bp) menjadi 6,61% disusul kemudian dengan FR0092 tenor 20 tahun yang turun 10 bp menjadi 7,29%. Yield seri benchmark FR0091 tenor 10 tahun turun 6,3 bp menjadi 7,43%atau menjadi yang terendah sejak sepekan terakhir.

Kamis, 23 Juni 2022

Equity World | Wall Street Turun Terbatas, Investor Cermati Pernyataan Ketua The Fed Powell

Equity World | Wall Street Turun Terbatas, Investor Cermati Pernyataan Ketua The Fed Powell

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah tipis pada perdagangan Rabu, 22 Juni 2022. Hal ini seiring pasar berjuang untuk mempertahankan kenaikan dari hari sebelumnya. Selain itu, pelaku pasar juga mempertimbangkan komentar dari ketua the Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell yang kembali menegaskan sikap bank sentral untuk meredam inflasi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 47,12 poin atau 0,15 persen menjadi 30.483,13. Indeks Dow Jones tergelincir pada jam terakhir perdagangan. Indeks S&P 500 susut 0,13 persen menjadi 3.759,89. Indeks Nasdaq turun terbatas 0,15 persen menjadi 11.053,08.

Kekhawatiran yang berkembang dari resesi di wall street baru-baru ini membebani saham. Pada Rabu, 22 Juni 2022, ketua the Fed Powell mengatakan kepada Kongres kalau bank sentral memiliki “keputusan” untuk menjinakkan inflasi yang telah melonjak ke level tertinggi 40 tahun.

“Kami memahami kesulitan yang disebabkan oleh inflasi yang tinggi. Kami sangat berkomitmen untuk menurunkan inflasi, dan kami bergerak cepat untuk melakukannya,” ujat Powell kepada Senat Banking Committee, dikutip dari CNBC, Kamis (23/6/2022).

Powell menambahkan, the Fed akan tetap di jalurnya hingga melihat bukti kuat inflasi sedang turun. Ia juga menuturkan mencapai soft landing untuk ekonomi tanpa resesi telah menjadi jauh lebih menantang.

The Fed menaikkan suku bunga 0,75 persen pekan lalu dan mengisyaratkan peningkatan suku bunga sebesar itu pada bulan depan. Sikap bank sentral pekan lalu yang lebih agresif melawan inflasi membuat investor bingung. Investor khawatir bank sentral lebih suka mengambil risiko resesi ketimbang menanggung inflasi tinggi yang terus menerus.

“Inflasi tetap menjadi risiko terbesar bagi aset keuangan, dan Jerome Powell telah membuat posisinya sangat jelas. The Fed akan terus menaikkan suku bunga sampai inflasi mulai berkurang,” ujar Chief Investment Officer Blanke Schein Wealth Management, Robert Schein.

Ia menambahkan, sampai saat itu, reli berkelanjutan untuk aset berisiko sulit dibayangkan. “Kondisi moneter yang ketat akan terus menerus menjadi hambatan bagi pasar keuangan sampai the Fed memberikan lampu hijau,” ujar dia.

Ekspektasi dari resesi yang tertunda terus tumbuh di wall street pekan ini. Citigroup meningkatkan peluang resesi global menjadi 50 persen, menunjuk pada data konsumen mulai menarik kembali pengeluarannya.

"Pengalaman sejarah menunjukkan disinflasi sering membawa biaya yang berarti untuk pertumbuhan, dan kami melihat kemungkinan agregat resesi saat ini mendekati 50 persen,” demikian mengutip dari catatan Citigroup.

Goldman Sachs percaya resesi menjadi semakin mungkin untuk ekonomi AS dengan mengatakan risikonya lebih tinggi dan banyak di depan.

“Alasan utamanya adalah jalur pertumbuhan dasar kami sekarang lebih rendah, dan kami semakin khawatir the Fed akan merasa terdorong untuk menanggapi secara paksa inflasi utama yang tinggi dan harapan inflasi konsumen jika harga energi naik lebih lanjut. Bahkan jika aktivitas melambat tajam,” ujar perusahaan.

Sementara itu, UBS mengatakan, dalam sebuah catatan kepada klien mereka tidak mengharapkan Amerika Serikat dan resesi global pada 2022 atau 2023. "Tetapi jelas risiko hard landing meningkat. Bahkan jika ekonomi benar-benar tergelincir ke dalam resesi, bagaimanapun, itu harus menjadi dangkal mengingat kekuatan konsumen dan neraca bank,” UBS menambahkan.

Saham energi terpukul karena harga minyak turun di tengah kekhawatiran ekonomi yang lebih lambat akan menganggu permintaan bahan bakar. Sektor ini berkinerja terburuk dengan turun hampir 4,2 persen. Saham Marathon Oil dan ConocoPhilips masing-masing turun 7,2 persen dan sekitar 6,3 persen. Occidental Petroleum dan Exxon Mobil turun 3,6 persne dan hampir 4 persen.

Pada Rabu, Presiden AS Joe Biden meminta Kongres untuk menangguhkan pajak gas federal selama tiga bulan. Upaya itu dimaksudkan untuk mengurangi tekanan bagi konsumen selama tahun pemilu.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Selasa, 22 Juni 2022. Hal ini seiring investor menilai bank sentral AS atau the Federal Reserve lebih agresif dan meningkatnya peluang resesi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melonjak 641,47 poin atau 2,15 persen menjadi 30.530,25. Indeks S&P 500 menguat 2,45 persen menjadi 3.764,79. Indeks Nasdaq bertambah 2,51 persen menjadi 11.069,30. Adapun wall street libur pada Senin, 21 Juni 2022 untuk merayakan Juneteenth.

Pergerakan wall street ikuti koreksi pekan lalu dengan indeks S&P 500 mencatat mingguan terburuk sejak 2020. Banyak investor khawatir kenaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran resesi mungkin berumur pendek, meski yang lain memperkirakan saham mungkin jenuh jual setelah harga lebih akurat terkait tekanan inflasi.

“Pertanyaan yang luar biasa adalah apakah ini hanya sebuah bouncing atau bottom,” ujar Chief Investment Strategist CFRA Research Sam Stovall dikutip dari CNBC, Rabu (22/6/2022).

Stoval prediksi indeks S&P 500 dapat kembali melemah ke posisi 3.200 sebelum pulih, atau penurunan lebih dari 30 persen dari rekor tertingginya.

Pantulan besar semacam ini sudah biasa selama pasar bearish. Indeks S&P 500 telah melonjak lebih dari 2 persen pada 10 kesempatan lain sejak penurunan ini dimulai pada awal Januari sehingga membuat saham lebih rendah.

Sejumlah investor kenaikan ini menjadi salah satu yang menandai pergantian terutama tanpa berita dan katalis yang jelas mendorongnya.

Rabu, 22 Juni 2022

Equity World | Saham Asia Pasifik Naik Mengikuti Wall Street

Equity World | Saham Asia Pasifik Naik Mengikuti Wall Street

Equity World | Saham di kawasan Asia Pasifik diperdagangkan lebih tinggi pada Rabu (22/6), mengikuti Wall Street yang bangkit kembali setelah pekan lalu yang bergejolak. Investor akan menantikan risalah dari pertemuan kebijakan moneter bank sentral Jepang (BoJ).

Nikkei 225 Jepang naik 0,52% di awal perdagangan, sedangkan Topix naik 0,6%.

S&P/ ASX 200 di Australia naik 0,41%.

Di Korea Selatan, Kospi duduk tepat di atas garis datar, sedangkan Kosdaq naik 0,77%.

Indeks utama di Amerika Serikat (AS) melonjak pada perdagangan Selasa, setelah berminggu-minggu mengalami penurunan. Dow Jones Industrial Average naik 641,47 poin atau 2,15% menjadi 30.530,25, sedangkan S&P 500 naik 2,45% menjadi 3.764,79. Nasdaq yang berfokus pada teknologi naik 2,51% menjadi 11.069.302.

Bank sentral Jepang, setelah mempertahankan suku bunga ultra longgar pekan lalu, merilis risalah dari pertemuan kebijakan moneter April 2022 pada Rabu pagi.

Yen Jepang melintasi level 136 pada perdagangan Selasa dan terakhir di level 136,41 melawan greenback. Mata uang ini telah melemah karena kebijakan moneter bank sentral Jepang menyimpang dari kebijakan Fed.

Mata Uang dan Minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, terakhir diperdagangkan di level 104,407.

Dolar Australia berada di angka US$ 0,6956, setelah jatuh dari level di atas US$ 0,702 akhir pekan lalu.

Minyak berjangka jatuh di perdagangan Asia. Patokan internasional, minyak mentah berjangka Brent turun 0,42% menjadi US$ 114,17 per barel. Minyak mentah berjangka AS juga turun 0,48% menjadi US$ 108,99 per barel.

Selasa, 21 Juni 2022

Equity World | Waduh! Harga Emas Melemah Terbebani Penguatan Dolar

Equity World | Waduh! Harga Emas Melemah Terbebani Penguatan Dolar

Equity World | Harga emas memperpanjang pelemahan pada Senin (20/6/2022) karena penguatan dolar membebani permintaan emas.

Harga emas di pasar spot turun 0,2% pada US$ 1.836,67 per ons, dan harga emas berjangka AS cenderung flat (datar) pada US$ 1.840.00.

Indeks dolar menguat di dekat level tertinggi dalam 2 dekade, membuat emas batangan kurang menarik bagi pembeli luar AS.

"Ini adalah hari libur umum di AS, yang berarti likuiditas dan volatilitas kemungkinan lebih rendah, sehingga membuat pergerakan harga emas menjadi sulit tanpa katalis baru," kata analis pasar City Index, Matt Simpson.

Kantor pemerintah federal, Federal Reserve System, bursa pasar saham dan obligasi di Amerika Serikat (AS) ditutup pada Senin karena libur Juneteenth.

Sementara bursa saham Asia tidak dapat mempertahankan reli di tengah kekhawatiran Federal Reserve AS (the Fed) minggu ini akan menggarisbawahi komitmennya memerangi inflasi dengan kenaikan suku bunga.

“Emas berada dalam kisaran fluktuatif sejak 19 Mei antara US$ 1.805 dan US$ 1.880,” kata Simpson.

Emas ditutup melemah pada minggu sebelumnya karena penguatan dolar dan kenaikan suku bunga bank sentral utama sehingga mengurangi daya tarik emas, yang tidak menghasilkan bunga.

Sementara harga perak di pasar spot turun 0,7% menjadi US$ 21,49 per ons dan platinum melemah 0,8% menjadi US$ 934,34. Sementara paladium naik 0,8% menjadi US$ 1.830,81.

Senin, 20 Juni 2022

Equity World | IHSG Rebound Terbatas, Saham Pilihan BUKA dan INDF Disarankan Buy

Equity World | IHSG Rebound Terbatas, Saham Pilihan BUKA dan INDF Disarankan Buy

Equity World | BNI Sekuritas memprediksi IHSG berpotensi rebound terbatas pada perdagangan Senin (20/6/2022). saham pilihan BUKA dan INDF disarankan buy pada perdagangan hari ini.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar mengatakan, secara teknikal indeks terlihat berpeluang rebound terbatas dan masih rawah distribusi, dari candle two dan closed di atas 6.924.

“Indeks juga terlihat trend bullish, selama di atas 6.932, berpeluang menuju 7.051-7.160 (high kemarin di 7.138). IHSG closing di bawah 5 day MA (7.007). Indikator MACD netral, Stochastic oversold. Selama di atas 6.930, berpeluang menuju (sebelumnya target 6.888 - 7.209 gap tercapai) next 7.160/7.257. Range breakout berada di 6.882 - 7.000,” jelas Andri dalam risetnya, Senin (20/6/2022).

Adapun level resistance pada perdagangan hari ini berada di level 6.968/6.999/7.086/7.117. Sementara level support berada di 6.924/6.866/6.822/6.738 dengan perkiraan range 6.870 - 7.000.

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Leisyaputra menyampaikan, pada Jumat lalu Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,13%, sementara di sisi lain S&P 500 menguat 0,22%, bahkan indeks Nasdaq berbalik arah dengan mencatat penguatan yang signifikan sebesar 1,43%.

“Indeks bergerak fluktuatif akibat kekhawatiran investor terhadap potensi perlambatan ekonomi. Sebagian besar bursa regional Asia Pasifik pada Jumat lalu juga terkoreksi signifikan mengikuti perkembangan bursa AS pada malam sebelumnya akibat kebijakan moneter AS dikhawatirkan akan mengarah ke resesi,” jelas Maxi.

Dengan kondisi tersebut, investor dapat mencermati saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dengan rekomendasi speculative buy pada target 3.080/3.150 dan stop loss di bawah 2.660.

Kemudian saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dengan rekomendasi buy pada harga 280-284 target 304/332, stop loss di bawah 266.

Investor juga dapat mencermati saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dengan rekomendasi buy 6.725-6.750, target 6.950/7.000, stop loss di bawah 6.500/6.475. Sementara saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) direkomendasikan speculative buy pada target 920/940 dan stop loss di bawah 815.

Jumat, 17 Juni 2022

Equity World | Bursa Asia Memerah, Nikkei 225 Jepang Jatuh Lebih 2% di Tengah Kekhawatiran Resesi

Equity World | Bursa Asia Memerah, Nikkei 225 Jepang Jatuh Lebih 2% di Tengah Kekhawatiran Resesi

Equity World | Bursa saham Asia memerah pada perdagangan Jumat (17/6) pagi, menyusul penurunan tajam Wall Street. Investor mempertimbangkan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter agresif yang mengarah ke resesi.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 2,64% pada awal perdagangan dan indeks Topix turun 2,59%. Sementara, Kospi Korea Selatan turun 2,02%.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 tergelincir 1,12%.

Indeks MSCIAsia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan turun 0,23%.

Asal tahu, Wall Street turun tajam semalam, S&P 500 terkoreksi 3,25% menjadi 3.666,77. Dow Jones Industrial Average turun 741,46 poin atau 2,42% menjadi 29.927.07. Nasdaq Composite tertinggal jatuh 4,08% menjadi 10.646,10.

Kini, pasar menanti pengumuman dari bank sentral Jepang (BoJ) yang dijadwalkan merilis kebijakan moneternya pada pukul 11:00 HK/SIN hari ini.

“Kami tidak mengharapkan BoJ untuk membuang target imbal hasil 0,0% +/‑25bp pada obligasi pemerintah Jepang sepuluh tahun. Dorongan inflasi yang mendasari Jepang lemah di sekitar 1% per tahun,” kata Joseph Capurso, kepala ekonom internasional di Commonwealth Bank of Australia, menulis dalam catatan dilansir dari CNBC.

"Jika BoJ mempertahankan kebijakan moneter tidak berubah, JPY dan tingkat swap Jepang dan imbal hasil pada JGB berjangka kemungkinan akan terkoreksi lebih rendah secara tajam," kata Capurso.

Menjelang keputusan itu, yen Jepang diperdagangkan pada 132,32 per dolar, lebih kuat dibandingkan dengan level di atas 134 yang terlihat terhadap greenback awal pekan ini.

Keputusan BoJ datang di belakang pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral global awal pekan ini, dengan Federal Reserve AS, Bank of England, dan Swiss National Bank semua mengumumkan kenaikan suku bunga.

Di tempat lain, indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 103,858 setelah penurunan baru-baru ini dari level di atas 105.

Dolar Australia berpindah tangan pada $0,7041 setelah memantul baru-baru ini dari level di bawah US$0,702.

Harga minyak lebih rendah di pagi hari jam perdagangan Asia, dengan harga minyak mentah Brent turun 0,84% menjadi US$ 118,80 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tergelincir 0,82% menjadi US$116,63 per barel.

Kamis, 16 Juni 2022

Equity World | Angin Segar dari Wall Street, IHSG Bisa Rebound?

Equity World | Angin Segar dari Wall Street, IHSG Bisa Rebound?

Equity World | Pasar keuangan Indonesia ditutup cenderung beragam pada perdagangan Rabu (15/6), di mana investor masih wait and see jelang rilis keputusan suku bunga acuan oleh bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

Pada Rabu (15/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ambles 0,61% ke posisi 7.007,05, IHSG sempat mencicipi zona hijau di awal perdagangan. Namun, hanya sebentar sebelum akhirnya bergerak melemah kembali.

Nilai perdagangan tercatat naik Rp 16,5 triliun dengan melibatkan lebih dari 30 miliar saham ketimbang pada perdagangan Selasa (14/6) yang hanya senilai Rp 15,637 triliun dengan melibatkan 25,143 miliar saham.

Sementara itu, Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (net sell) jumbo senilai Rp 685 miliar di pasar reguler. Meski begitu, nilai net sell tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan perdagangan pada hari sebelumnya di Rp 743 miliar.

Saham yang paling banyak dilepas adalah PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dengan nilai penjualan bersih masing-masing sebesar Rp 231 miliar dan Rp 179 miliar.

IHSG, bukan satu-satunya indeks yang terkoreksi kemarin. Mayoritas bursa Asia-Pasifik juga ditutup melemah, di mana indeks KOSPI Korea Selatan ditutup ambles 1,83% ke 2.447,38, ASX 200 ambrol 1,27% ke 6.601, dan Nikkei tergelincir 1,14% ke posisi 26.326,16. Disusul oleh indeks Straits Times Singapura ditutup turun 0,1% ke 3.105,85.

Selain itu, rupiah lagi-lagi terkoreksi di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Padahal, rupiah sempat menguat di awal sesi perdagangan kemarin, sebelum akhirnya berbalik arah hingga berakhir melemah 0,31% ke Rp 14.740/US$ dan menjadi yang terlemah sejak 5 Oktober 2020.

Pelemahan rupiah telah berlangsung selama tiga hari beruntun dan telah mencatatkan koreksi sebanyak 1,3%.

Di pasar obligasi, harga obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) ditutup beragam kemarin, di mana SBN tenor 1,10,15 dan 25 tahun cenderung dilepas oleh investor dan ditandai dengan naiknya imbal hasil (yield) dan harganya yang melemah.

Sebaliknya, di SBN tenor 3, 5, 20, dan 30 tahun ramai diburu oleh investor, ditandai dengan turunnya yield dan harganya yang menguat.

Dari dalam negeri, beberapa kabar baik terjadi pada perdagangan kemarin.

Salah satunya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa neraca perdagangan Indonesia masih surplus US$ 2,9 miliar. Dengan begitu, neraca perdagangan RI telah berlangsung selama 25 bulan beruntun.

Namun, jika dibandingkan dengan neraca dagang per April, surplus tersebut masih lebih rendah dari US$ 7,56 miliar dan juga jauh dari konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 13 lembaga yang mengharapkan surplus per Mei mencapai US$ 3,57 miliar.

Tidak hanya itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi telah melakukan perombakan (reshuffle) kabinet dengan melantik dua orang Menteri dan tiga wakil Menteri.

Target Jokowi dengan sosok baru di kabinet adalah menghindarkan Indonesia dari krisis pangan dan energi yang mengancam. Kehadiran politisi diharapkan juga memberikan dampak positif terhadap stabilitas politik.

Hal tersebut, nyatanya belum mampu mendongkrak performa IHSG dan rupiah. Pasar merespon netral terhadap kebijakan pemerintah. Sentimen pasar lebih didominasi oleh kabar dari eksternal menjelang keputusan suku bunga acuan oleh bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed)

Rabu, 15 Juni 2022

Equity World | Bursa Saham Asia Tergelincir Pagi Ini, Jelang RIlis Data Ekonomi Terbaru China

Equity World | Bursa Saham Asia Tergelincir Pagi Ini, Jelang RIlis Data Ekonomi Terbaru China

Equity World | Bursa saham Asia-Pasifik tergelincir pada perdagangan Rabu (15/6) pagi. Mengikuti jejak penurunan Wall Street semalam karena S&P 500 jatuh lebih dalam ke wilayah bear market.

Indeks  Nikkei 225 di Jepang tergelincir pada awal perdagangan dan indeks Topix turun mendekati 0,1%. Kospi Korea Selatan turun 0,17%.

Di Australia, S&P/ASX 200 turun 0,29%. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,05% lebih rendah.

Sejumlah data ekonomi China, termasuk produksi industri dan penjualan ritel untuk Mei, akan dirilis pada hari Rabu ini.

Semalam di Wall Street, S&P 500 jatuh lebih dalam ke wilayah pasar bearish, turun 0,38% menjadi 3.735,48. Dow Jones Industrial Average turun 151,91 poin atau 0,5% menjadi 30.364,83. Nasdaq Composite yang berteknologi tinggi mengungguli, naik 0,18% menjadi sekitar 10.828,35.

Pergerakan di Amerika Serikat (AS) terjadi karena imbal hasil US Treasury naik lagi karena investor mengantisipasi kebijakan pengetatan yang lebih agresif dari Federal Reserve. Bank Sentral AS itu yang akan mengumumkan keputusan suku bunga terbarunya Rabu malam.

Yield US Treasury 10-tahun terakhir berada di level 3,4424% - turun dari 3,48%, tertinggi 11-tahun yang dicapai pada hari Selasa. Tingkat 2 tahun berada di 3,391%. Hasil bergerak berbanding terbalik dengan harga.

Kurva imbal hasil US Treasury 2-tahun dan 10-tahun terbalik sebentar awal pekan ini karena posisi investor untuk pengetatan kebijakan moneter yang berpotensi agresif untuk menjinakkan inflasi.

Inversi kurva imbal hasil dipantau secara ketat oleh para pedagang dan sering dipandang sebagai indikator potensi resesi di masa depan.

Sementara itu, Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 105,314 setelah pemantulan baru-baru ini dari level di bawah 105.

Yen Jepang diperdagangkan pada 135,22 per dolar, lebih lemah dibandingkan dengan level di bawah 135 yang terlihat terhadap greenback kemarin. Dolar Australia berpindah tangan pada US$0,6889, berjuang untuk pulih setelah jatuh minggu lalu dari level di atas US$0,72.

Harga minyak lebih rendah pada pagi hari jam perdagangan Asia, dengan harga minyak mentah Brent turun 0,34% menjadi US$120,76 per barel. Sedangkan, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,22% menjadi US$118,67 per barel.

Selasa, 14 Juni 2022

Equity World | Wall Street Rontok, Indeks S&P 500 Sentuh Level Terendah Sejak 2021

Equity World | Wall Street Rontok, Indeks S&P 500 Sentuh Level Terendah Sejak 2021

Equity World
| Aksi jual saham pada 2022 meningkat pada perdagangan Senin, 13 Juni 2022. Hal itu juga membuat indeks S&P 500 jatuh ke level terendah baru pada 2022, dan ditutup di wilayah bearish. Koreksi di wall street terjadi karena kekhawatiran resesi tumbuh menjelang pertemuan kunci the Federal Reserve pada pekan ini.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 turun 3,8 persen menjadi 3.749,63, dan menandai level terendah sejak Maret 2021.

Penurunan indeks acuan itu mendorong kerugian dari rekor Januari menjadi lebih dari 21 persen. Indeks saham acuan ditutup di wilayah pasar bearish atau turun lebih dari 20 persen dari level tertingginya. Terakhir kali saham berada di pasar bearish pada Maret 2020 saat awal pandemi COVID-19.

Indeks acuan Dow Jones pun turun 876,05 poin atau 2,79 persen ke posisi 30.516,74 atau sekitar 17 persen dari rekor tertinggi. Indeks Nasdaq susut 4,68 persen ke posisi 10.809,23 sehingga membawa koreksi lebih dari 33 persen.

Rata-rata indeks acuan mencapai sesi terendah dalam 30 menit terakhir setelah laporan Wall Street Journal menyarankan the Federal Reserve atau the Fed akan mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga 0,75 persen pada Rabu,15 Juni 2022, lebih dari kenaikan 50 basis poin yang saat ini diharapkan.

Di sisi lain, harga treasury atau surat utang pemerintah AS turun mendorong imbal hasil bertenor 10 tahun mencatat pergerakan kenaikan terbesar sejak Maret 2020. Selain itu, bitcoin ambles 15 persen.

Dalam satu titik, setiap saham di indeks S&P 500 bergerak melemah. Hanya lima saham yang ditutup di zona hijau.

Pergerakan itu terjadi karena investor terus mencerna laporan inflasi yang lebih panas dari perkiraan pada Jumat pekan ini. The Fed juga bersiap menaikkan suku bunga pada akhir pekan ini.

“Siapa pun yang ingin menjadi bullish tidak dapat menemukan apa pun untuk dijadikan pegangan,” ujar Founding Partner Cresset Capital Jack Ablik dikutip dari laman CNBC, Selasa (14/6/2022).

Ia menambahkan, dengan suku bunga naik, arah ekonomi tidak pasti. “Tidak ada apa pun di luar sana saat ini dengan valuasi yang dipertanyakan,” kata dia.

Kekhawatiran Resesi Tumbuh

Saham Boeing, Salesforce dan American Express masing-masing turun 8,7 persen, 6,9 persen dan 5,2 persen menyeret Dow Jones tertekan.  Hal ini karena kekhawatiran resesi meningkat. Saham teknologi juga terpukul. Saham Netflix, Tesla dan Nvidia melemah lebih dari 7 persen. Hal ini karena indeks Nasdaq sentuh level terendah baru dalam 52 minggu dan level terendah sejak November 2020.

Saham perjalanan juga tergelincir pada awal pekan ini karena Carnival Corporation dan Norwegian Cruise Line masing-masing anjlok sekitar 10 persen dan 12 persen. Saham Delta Air Lines turun lebih dari 8 persen. Sementara itu, saham United jatuh sekitar 10 persen.

Semua sektor utama di indeks S&P 500 merosot ke zona merah yang dipimpin oleh energi. Sektor saham energi susut lebih dari 5 persen. Saham konsumsi, layanan komunikasi, teknologi informasi dan utilitas semuanya turun lebih dari 4 persen.

Pergerakan dramatis yang lebih rendah dapat menunjukkan investor mengambil untung dan memposisikan ulang portofolionya. “Dan mungkin menandakan bahwa pasar berada dalam “tahap kapitulasi,” ujar Chief Investment Officer Sanctuary Wealth Jeff Kilburg.

Adapun hal itu karena aksi jual di pasar saham, dan suku bunga jangka pendek melonjak pada awal pekan ini. Imbal hasil surat utang atau obligasi bertenor 10 tahun naik lebih dari 20 basis poin lebih tinggi ke atas 3,3 persen karena investor terus bertaruh the Fed mungkin harus lebih agresif untuk menekan inflasi.

Harga berbanding terbalik dengan imbal hasil dan satu basis poin sama dengan 0,01 persen. Imbal hasil treasury dua tahun naik 30 basis poin menjadi sekitar 3,3 persen.

Pergerakan bursa saham pada awal pekan ini juga terjadi setelah indeks acuan pekan lalu mencatat penurunan mingguan terbesar sejak akhir Januari 2022. Hal ini karena investor semakin khawatir kenaikan inflasi akan mengarahkan ekonomi ke dalam resesi.

Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan, indeks hagra konsumen AS naik bulan lalu sebesar 8,6 persen dari tahun lalu. Kenaikan tercepat sejak Desember 1981. Kenaikan itu melampaui harapan ekonom.

Harga bensin juga mencapai di atas USD 5 per galon selama akhir pekan ini. Hal ini semakin meningkatkan kekhawatiran atas kenaikan inflasi dan penurunan kepercayaan konsumen.

Sementara itu, bitcoin jatuh di bawah USD 24.000 pada awal pekan ini dan mencapai level terendah sejak 2020 karena investor hindari aset berisiko termasuk kripto. Hal ini dilakukan karena kenaikan suku bunga. Kabar itu mendorong saham perusahaan terkait kripto termasuk Coinbase dan Microstrategy masing-masing turun 11 persen dan 25 persen.

“Bitcoin telah menjadi pengukur yang bagus dari ambang risiko investor untuk saham,” ujar Chief Market Technician MKM Partners, JC O’Hara.

Ia menuturkan, banyak aksi beli tahun lalu yang masih terjebak sehingga dengan mudah dapat melihat 19.500. “Itu akan menjadi pembacaan bearish untuk saham,” kata dia.

Investor telah melihat ke depan hingga Rabu, ketika the Fed akan mengumumkan setidaknya kenaikan suku bunga 50 basis poin.

Bank sentral telah menaikkan suku bunga dua kali pada 2022, termasuk kenaikan 50 basis poin pada Mei dalam upaya cegah lonjakan inflasi baru-baru ini. Sejumlah ekonom percata the Fed bahkan dapat menaikkan suku bunga 0,75 persen pada pekan ini setelah laporan inflasi Jumat pekan lalu.

Jika sejarah adalah panduan apa pun, aksi jual ini akan berlanjut. Data dari Bespoke Investment Group menunjukkan sejak Perang Dunia II ada 14 pasar bearish pada penutupan dan rata-rata. Indeks S&P 500 telah turun rata-rata 30 persen dengan penutupan yang berlangsung 359 hari.

Di tengah aksi jual pada Senin pekan ini, investor harus mempertahankan “postur defensif” di bidang seperti kebutuhan pokok konsumen, dan perawatan kesehatan. “Saham-saham ini mungkin tidak membukukan keuntungan besar tetapi dapat mengungguli relatif terhadap sektor lain,” ujar dia.

Ia melihat emas sebagai tempat berlindung yang aman bahkan saat harga jatuh pada hari itu, bersama dengan perusahaan yang membayar dividen secara keseluruhan.

Senin, 13 Juni 2022

Equity World | Menantikan Data Tiongkok, Saham Asia Tergelincir

Equity World | Menantikan Data Tiongkok, Saham Asia Tergelincir

Equity World | Saham di Asia tergelincir pada Senin pagi (13/6/2022). Hal itu karena investor menantikan rilis data ekonomi utama Tiongkok minggu ini. Ditambah lagi, keputusan suku bunga yang diawasi ketat oleh AS. Federal Reserve.

Nikkei 225 di Jepang turun 2,4% karena saham konglomerat SoftBank Group turun 4,58%. Indeks Topix turun 1,8%.

Kospi Korea Selatan tergelincir 2%. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,53% lebih rendah.

Pasar di Australia tutup pada hari Senin untuk liburan.

Akhir pekan ini, sejumlah data ekonomi Tiongkok termasuk produksi industri dan penjualan ritel untuk Mei akan dirilis pada hari Rabu.

Sedangkan dari Amerika Serikat. Fed juga diperkirakan akan mengumumkan keputusan suku bunganya akhir pekan ini. Itu terjadi setelah hari Jumat yang lebih panas dari perkiraan rilis data inflasi.

Jumat, 10 Juni 2022

Equity World | Wall Street Tergelincir: S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Anjlok Lebih Dari 2%

Equity World | Wall Street Tergelincir: S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Anjlok Lebih Dari 2%

Equity World | Wall Street tak berdaya karena kecemasan investor meningkat jelang rilis data inflasi bulan Mei 2022. Aksi jual meningkat jelang penutupan perdagangan.

Kamis (9/6), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 638,11 poin atau 1,94% menjadi 32.272,79, indeks S&P 500 anjlok 97,95 poin atau 2,38% ke 4.017,82 dan indeks Nasdaq Composite ambles 332,05 poin atau 2,75% ke 11.754,23.

Ketiga indeks utama mencatat persentase penurunan harian terbesar sejak pertengahan Mei. Dengan hasil ini, indeks S&P 500 sudah koreksi 15,7% sepanjang tahun 2022 dan Nasdaq anjlok sekitar 25%.

Pada sesi ini, saham pertumbuhan mega-cap memimpin penurunan, dengan saham Apple Inc dan Amazon.com Inc masing-masing turun 3,6% dan 4,2%. Hal ini memberikan tekanan paling besar pada indeks S&P 500 dan indeks Nasdaq.

Sektor layanan komunikasi dan teknologi mengalami penurunan terbesar di antara indeks sektoral. Di mana, 11 sektor pada indeks S&P 500 ditutup melemah di sesi ini.

Menambah kegugupan, imbal hasil US Treasury tenor acuan 10-tahun naik hingga 3,073%, level tertinggi sejak 11 Mei.

Kenaikan tajam harga minyak baru-baru ini juga membebani sentimen pada bursa saham Amerika Serikat (AS) ini sebelum laporan indeks harga konsumen AS yang dirilis hari ini.

"Kami sedang bersiap-siap untuk apa berita tentang inflasi besok," kata Peter Tuz, Presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia.

"Saya melihatnya sebagai campuran. Jika totalnya tinggi dan angka inti menunjukkan semacam penurunan, saya benar-benar berpikir pasar dapat menguat karena itu akan menunjukkan bahwa segala sesuatunya sedikit berguling," lanjut Tuz.

Data diharapkan menunjukkan bahwa inflasi Mei capai 0,7% di bulan Mei, sedangkan indeks harga konsumen inti (CPI), yang tidak termasuk sektor makanan dan energi yang bergejolak, naik 0,5% di bulan tersebut.

Pembacaan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat meningkatkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih agresif dari yang diperkirakan sebelumnya.

Bank sentral telah menaikkan suku bunga jangka pendeknya sebesar tiga perempat poin persentase tahun ini dan bermaksud untuk mempertahankannya dengan kenaikan 50 basis poin pada pertemuannya minggu depan dan lagi pada bulan Juli.

Pada perdagangan ini, saham Alibaba Group turun 8,1% setelah afiliasinya Ant Group mengatakan tidak memiliki rencana untuk memulai penawaran umum perdana.

Kamis, 09 Juni 2022

Equity World | Saham Asia Pasifik Turun Jelang Rilis Data Perdagangan Tiongkok

Equity World | Saham Asia Pasifik Turun Jelang Rilis Data Perdagangan Tiongkok

Equity World
| Saham Asia Pasifik tergelincir pada perdagangan Kamis (9/6) pagi, dengan investor menunggu rilis data perdagangan Tiongkok untuk Mei 2022 yang diharapkan hari ini.

Di Jepang, Nikkei 225 sedikit berubah sedikit lebih rendah di awal perdagangan sementara indeks Topix turun 0,12%. Kospi Korea Selatan turun 0,46%.

Di Australia, S&P/ ASX 200 turun 0,3%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,21% lebih rendah.

Otoritas Tiongkok akan mengumumkan data perdagangannya untuk Mei 2022 pada Kamis.

Bank Sentral Eropa (ECB) juga diperkirakan akan memberi sinyal kenaikan suku bunga Juli 2022 pada pertemuan kebijakan Kamis. Di Asia Pasifik, bank sentral Australia (RBA) dan bank sentral India (RBI) mengumumkan kenaikan suku bunga awal pekan ini.

Semalam di perdagangan Wall Street Amerika Serikat (AS), S&P 500 turun 1,08% menjadi 4.115,77. Dow Jones Industrial Average tergelincir 269,24 poin, atau 0,81%, menjadi 32.910,90. Nasdaq Composite turun 0,73% ke level 12.086,27.

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 102,573 dalam minggu yang volatil sehingga membuatnya naik dari level di bawah 102 menjadi sekitar 102,8.

Yen Jepang diperdagangkan pada 134,42 per dolar, lebih lemah dibandingkan dengan level di bawah 132 yang terlihat pada awal minggu. Dolar Australia berada di US$ 0,7186, masih di bawah level di atas US$ 0,725 yang terlihat pekan lalu.

Harga minyak lebih tinggi di pagi hari jam perdagangan Asia, dengan benchmark internasional minyak mentah berjangka Brent naik 0,12% menjadi US$ 123,73 per barel. Minyak mentah berjangka AS naik sekitar 0,1% menjadi US$ 122,19 per barel.

Rabu, 08 Juni 2022

Equity World | Harga Emas Bertambah karena Tekanan Inflasi Meningkat

Equity World | Harga Emas Bertambah karena Tekanan Inflasi Meningkat

Equity World | Harga emas naik pada Selasa (7/6/2022) setelah meningkatnya kekhawatiran inflasi AS dan penurunan imbal hasil obligasi atau Treasury Amerika Serikat (AS).

Emas di pasar spot naik 0,69% menjadi US$ 1,853,72 per ons. Di awal sesi, emas batangan menyentuh US$ 1.836.10, terendah sejak 1 Juni. Sementara harga emas berjangka AS menguat 0,68% menjadi US$ 1.856,3.

"Emas didukung meningkatnya kekhawatiran inflasi, yang secara historis merupakan elemen bullish untuk pasar logam," kata analis Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Bursa saham dunia dan imbal hasil obligasi turun dari level tertinggi baru-baru ini karena kenaikan suku bunga 50 basis poin di Australia. Hal ini menimbulkan kekhawatiran pengetatan kebijakan menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa minggu ini.

Meskipun emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi tinggi, kenaikan suku bunga tetap menjadi sentimen negatif emas. Pasalnya, investor harus mengeluarkan biaya lebih tinggi untuk menahan emas yang tidak memberikan imbal hasil.

"Pedagang emas cenderung menilali pertemuan bank sentral dan pergerakan kebijakan moneter sebagai pedang bermata dua," kata Wyckoff.

Kenaikan harga emas juga dipicu turunya imbal hasil obligasi AS dari level tertinggi 3,5 minggu.

Investor sekarang mencermati data inflasi yang akan dirilis Jumat (10/6/2022) sebagai petunjuk kenaikan suku bunga Federal Reserve. Trader berharap pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal pada 14-15 Juni akan menaikkan suku bunga setengah poin.

Di tempat lain, harga platinum turun 0,42% menjadi US$ 1.013,19 per ons dan paladium melemah 0,94% menjadi US$ 1.983,80. Sementara harga perak naik 0,84% menjadi US$ 22,24.


Selasa, 07 Juni 2022

Equity World | Wall Street Perkasa: Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq Kompak Ditutup Menguat

Equity World | Wall Street Perkasa: Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq Kompak Ditutup Menguat

Equity World | Wall Street mengakhiri sesi berombak dengan penguatan setelah dibantu oleh kenaikan pada saham Amazon.com dan saham pertumbuhan mega-cap lainnya. Namun, kekhawatiran terhadap inflasi dan suku bunga tetap membatasi pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS).

Senin (6/6), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 16,08 poin atau 0,05% menjadi 32.915,78, indeks S&P 500 menguat 12,89 poin atau 0,31% ke 4.121,43 dan indeks Nasdaq Composite naik 48,64 poin atau 0,4% ke 12.061,37.

Sokongan bagi bursa saham AS datang setelah saham Amazon.com Inc naik 2%. Ini jadi kenaikan terbesar pada indeks S&P 500 dan Nasdaq setelah pengecer online tersebut melakukan stocks split. Di mana, 20 saham Amazon menjadi 1.

Selain Amazon.com, saham Apple Inc juga terkerek 0,5%. Raksasa teknologi pada konferensi pengembang perangkat lunak tahunannya mengumumkan antara lain bahwa mereka akan lebih mengintegrasikan perangkat lunaknya ke dalam sistem penggerak inti mobil.

Sementara itu, secara sektoral, saham sektor konsumen dan layanan komunikasi memiliki kenaikan terbesar hari ini.

Namun, penguatan bursa saham AS ini cenderung terbatas karena investor tetap fokus pada inflasi dan kenaikan suku bunga. Laporan indeks harga konsumen AS pada hari Jumat diperkirakan menunjukkan inflasi yang masih tinggi, dan membuat imbal hasil US Treasury naik di awal pekan ini.

Sebuah laporan pekerjaan yang solid pada hari Jumat menurunkan harapan jeda dalam rencana pengetatan kebijakan agresif Federal Reserve untuk melawan inflasi.

"Ada dorongan-tarik di pasar sekarang untuk sementara waktu," kata Paul Nolte, Portfolio Manager Kingsview Investment Management di Chicago.

Laporan pekerjaan adalah bukti bahwa "ekonomi masih dalam kondisi baik-baik saja," katanya. Tetapi "dengan inflasi yang berjalan agak tinggi dan harga komoditas masih naik dan mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa, mungkin puncak inflasi itu masih ada di masa depan yang halus itu."

Sentimen yang membantu meringankan tindakan keras regulasi di China dan tanda-tanda di beberapa bagian China kembalinya aktivitas normal setelah terjadi wabah Covid-19 terbesar di negara itu dalam dua tahun.

Di sisi lain, saham Twitter Inc tergelincir 1,5%. Katalis datang setelah miliarder Elon Musk mengatakan, dia mungkin akan meninggalkan tawaran pembeliannya jika perusahaan media sosial itu gagal memberikan data tentang akun spam dan palsu.

Sementara, saham perusahaan China yang terdaftar di AS menguat setelah laporan bahwa regulator China menyimpulkan penyelidikan terhadap raksasa ride-hailing Didi Global Inc dan dua perusahaan lainnya. Pada sesi ini, saham KraneShares CSI China Internet ETF melonjak 4,7% dan Didi Global melesat 24,3%.

Senin, 06 Juni 2022

Equity World | Bursa Saham Asia Merosot Jelang Rilis Data Aktivitas Sektor Jasa China

Equity World | Bursa Saham Asia Merosot Jelang Rilis Data Aktivitas Sektor Jasa China

Equity World | Bursa saham Asia Pasifik tergelincir pada perdagangan Senin pagi (6/6/2022), seiring menjelang rilis survei swasta tentang aktivitas sektor jasa China pada Mei 2022.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,48 persen imbas saham SoftBank Group turun 1,33 persen. Indeks Topix diperdagangkan 0,39 persen lebih rendah. Sedangkan, S&P/ASX 200 Australia turun 0,1 persen. Demikian mengutip laman CNBC, Senin pekan ini.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,14 persen lebih rendah. Pasar di Korea Selatan ditutup pada Senin, 6 Juni 2022 karena libur.

Ke depan, Indeks Manajer Pembelian Layanan Caixin dirilis pada pukul 09:45 HK/SIN pada Senin. Rilis ini muncul setelah angka resmi PMI non-manufaktur minggu lalu sebesar 47,8 untuk Mei, peningkatan dari angka April di 41,9 tetapi masih di bawah angka 50 yang memisahkan ekspansi dari kontraksi.

Pembacaan PMI berurutan dan mewakili ekspansi atau kontraksi dari month on month. Harga minyak lebih tinggi pada jam perdagangan pagi hari di Asia, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent naik 1,34 persen menjadi USD 121,33 per barel. Harga minyak mentah berjangka AS naik 1,27 persen menjadi USD 120,38 per barel.

Sementara itu, indeks USD berada di 102,085 menyusul kenaikan baru-baru ini dari level di bawah 102. Yen Jepang diperdagangkan pada 130,68 per dolar AS, lebih lemah dibandingkan dengan level di bawah 128 yang terlihat terhadap greenback minggu lalu.  Kemudian, dolar Australia berada di 0,72 setelah turun dari atas 0,725 akhir pekan lalu.

Sebelumnya, bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan Jumat pagi (3/6/2022). Pergerakan bursa saham Asia Pasifik ini mengikuti wall street. Investor juga menanti rilis data pekerjaan Amerika Serikat pada Mei 2022.

Di Jepang, indeks Nikkei naik 1,23 persen yang didorong saham Fast Retailing dengan melonjak 4 persen. Indeks Topix menanjak 0,73 persen. Indeks Korea Selatan Kospi menguat 0,79 persen. Indeks Australia ASX 200 menanjak 0,67 persen. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,52 persen.

Di wall street, indeks S&P 500 melompat 1,84 persen ke posisi 4.176,82. Indeks Dow Jones menguat 435,05 poin atau naik 1,33 persen ke posisi 33.248,28. Indeks Nasdaq menanjak 2,69 persen ke posisi 12.316,90. Demikian mengutip dari CNBC, Jumat pekan ini.

Amerika Serikat akan rilis data tenaga kerja pada Mei 2022. Ekonom yang disurvei Dow Jones perkirakan tambahan tenaga kerja sebanyak 328.000 pada Mei 2022.

OPEC dan sekutu produsen minyak pada Kamis, 2 Juni 2022 sepakat untuk menaikkan produksi pada Juli dan Agustus dengan jumlah lebih besar dari perkiraan karena invasi Rusia ke Ukraina mengguncang pasar energi global.

Harga minyak menguat pada jam perdagangan di Asia dengan harga minyak Brent berjangka naik 0,3 persen menjadi USD 117,96 per barel. Harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat juga bertambah 0,27 persen menjadi USD 117,19 per barel.

Indeks dolar AS berada di posisi 101,758 di tengah minggu yang bergejolak. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 1290,98 per dolar AS lebih lemah dibandingkan dengan level di bawah 128 yang terlihat terhadap greenback awal pekan ini. Dolar Australia berada di posisi USD 0,7263 setelah di posisi USD 0,721.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan Jumat, 3 Juni 2022. Wall street yang koreksi tersebut menutup kinerja sepekan lebih rendah.

Hal tersebut seiring investor mencerna data pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan dan implikasinya terhadap kebijakan moneter ke depan.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 348,58 poin atau 1,1 persen menjadi 32.899,70. Indeks S&P 500 tergelincir 1,6 persen menjadi 4.108,54. Indeks Nasdaq susut hampir 2,5 persen menjadi 12.012,73.

Tiga indeks acuan ini berakhir negatif pada pekan ini. Indeks S&P 500 merosot 1,2 persen, indeks Dow Jones dan Nasdaq masing-masing merosot hampir 1 persen. Investor menganalisis laporan pekerjaan terbaru yang menunjukkan perekrutan AS tetap tinggi pada Mei.

Nonfarm payrolls menambahkan 390.000 pekerjaan pada Mei, demikian laporan dari Biro Statistik Tenaga Kerja. Ekonom memperkirakan 328.000 pekerjaan ditambahkan, menurut Dow Jones.

Penghasilan per jam rata-rata naik 0,3 persen pada Mei, menurut BLS, sedikit lebih rendah dari perkiraan konsensus 0,4 persen dan sejalan dengan kondisi pada April 2022.

“Kabar baik adalah berita buruk. Ini mengingatkan kita the Fed masih menjadi faktor penentu, setidaknya dalam emosi investor,” ujar Chief of Investment Research Nationwide, Mark Hackett, mengutip dari CNBC, Sabtu (4/6/2022).

Traders yang menjual saham kemungkinan bereaksi terhadap pergerakan suku bunga lebih tinggi dengan kekhawatiran the Federal Reserve (the Fed) mengetatkan kebijakan moneter. Imbal hasil surat utang pemerintah AS atau treasury bertenor 10 tahun naik di atas level 2,9 persen setelah laporan itu.

Jumat, 03 Juni 2022

Equity World | Saham Asia Pasifik Naik Setelah Lonjakan Wall Street Semalam

Equity World | Saham Asia Pasifik Naik Setelah Lonjakan Wall Street Semalam

Equity World | Saham di Asia Pasifik naik pada perdagangan Jumat (3/6) pagi menyusul kenaikan semalam di Wall Street. Investor juga akan menantikan rilis data pekerjaan Amerika Serikat (AS) untuk Mei 2022.

Di Jepang, Nikkei 225 naik 1,23% karena saham Fast Retailing melonjak mendekati 4%. Indeks Topix naik 0,73%.

Kospi di Korea Selatan naik tipis 0,79%, sementara S&P/ ASX 200 Australia naik 0,67%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,52% lebih tinggi.

Semalam di Wall Street, tiga indeks utama di Amerika Serikat menghentikan penurunan dua hari berturut-turut. S&P 500 melonjak 1,84% menjadi 4.176,82. Dow Jones Industrial Average naik 435,05 poin, atau 1,33%, menjadi 33.248,28. Nasdaq Composite yang berteknologi tinggi melonjak 2,69% menjadi 12.316,90.

Data pekerjaan AS untuk Mei 2022 akan dirilis pada pukul 20:30 HK/ SIN pada Jumat. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones melihat 328.000 pekerjaan ditambahkan pada Mei 2022, turun 100.000 dari April 2022.

OPEC+ Naikkan Produksi

Organisasi Negara Produsen Minyak dan sekutu penghasil minyaknya (OPEC+) pada Kamis (3/6) sepakat untuk menaikkan produksi pada Juli dan Agustus 2022 dengan jumlah yang lebih besar dari perkiraan, karena serangan Rusia ke Ukraina mengguncang pasar energi global.

Harga minyak lebih tinggi di pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent naik 0,3% menjadi US$ 117,96 per barel. Minyak mentah berjangka AS juga naik 0,27% menjadi US$ 117,19 per barel.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 101,758 setelah minggu yang bergejolak sejauh ini yang telah melihatnya pada poin dari di bawah 101,6 ke di atas 102,4.

Yen Jepang diperdagangkan pada 129,98 per dolar, lebih lemah dibandingkan dengan level di bawah 128 yang terlihat terhadap greenback awal pekan ini, Dolar Australia berada di US$ 0,7263 setelah melonjak baru-baru ini dari bawah US$ 0,721.