Selasa, 31 Januari 2023

Equity World | Saham Asia-Pasifik Bergerak Beragam, Investor Tunggu Data Ekonomi

Equity World | Saham Asia-Pasifik Bergerak Beragam, Investor Tunggu Data Ekonomi

Equity World | Saham Asia-Pasifik diperdagangkan beragam pada hari Selasa (31/01) karena investor menantikan berbagai data ekonomi dan potensi kenaikan suku bunga dari Federal Reserve.

S&P/ASX 200 Australia naik 0,33% karena investor menunggu data penjualan ritel untuk bulan Desember.

Nikkei 225 Jepang diperdagangkan sedikit di atas garis datar dan Topix naik 0,28% karena Jepang melaporkan tingkat pengangguran 2,5% untuk Desember, sesuai dengan ekspektasi.

Benchmark Korea Selatan Kospi merosot 0,4%, sementara Kosdaq turun 0,72% setelah Korea Selatan mencatat penurunan 7,3% untuk hasil industri tahun-ke-tahun Desember, lebih curam dari ekspektasi Reuters penurunan 5,1%.

China akan merilis data Indeks Manajer Pembelian Manufaktur kompositnya. Investor juga menantikan data perdagangan dari Thailand.

Semalam di AS, indeks utama turun, bersiap untuk minggu tersibuk musim pendapatan dan pertemuan the Federal Open Market Committee pada hari Selasa dan Rabu, di mana Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase.

Saham ditutup lebih rendah pada hari Senin, Dow jatuh lebih dari 250 poin, menghentikan kenaikan beruntun enam hari.

Dow turun 260,99 poin atau 0,77% menjadi 33.717,09. S&P 500 turun 1,3% menjadi 4.017,77. Komposit Nasdaq turun 1,96% menjadi 11.393,81.

Senin, 30 Januari 2023

Equity World | China Melesat, Bursa Saham Asia Lainnya Malah Rontok!

Equity World | China Melesat, Bursa Saham Asia Lainnya Malah Rontok!

Equity World | Mayoritas bursa Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Senin (30/1/2023), di mana pasar saham China pada hari ini kembali dibuka setelah libur panjang dalam rangka Imlek 2023.

Pada pukul 08:30 WIB, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,11% dan Shanghai Composite China melonjak 1,35%.

Sedangkan untuk indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,48%, Straits Times Singapura turun 0,19%, ASX 200 Australia terpangkas 0,16%, dan KOSPI Korea Selatan terkoreksi 0,88%.

Investor akan memantau pergerakan pasar saham China, setelah sebelumnya ditutup karena adanya libur panjang dalam rangka Imlek 2023.

Di lain sisi, pergerakan bursa Asia-Pasifik pada hari ini cenderung berlawanan dari bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street pada perdagangan akhir pekan lalu, yang ditutup cukup cerah.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik tipis 0,08%, S&P 500 menguat 0,25%, dan Nasdaq melesat 0,95%.

Pergerakan saham Wall Street pada pekan lalu dipengaruhi oleh kinerja keuangan perusahaan-perusahaan raksasa AS.

Sejauh ini, lebih dari 25% perusahaan di indeks S&P sudah melaporkan keuangan terbaru mereka. Dari jumlah tersebut, 69% mampu mencatatkan kinerja yang lebih baik dari ekspektasi.

Analis kini memperkirakan agregat earnings dari laporan keuangan kuartal IV-2022 akan turun 2,7%, lebih rendah dibandingkan koreksi 1,6% yang diproyeksikan pada 1 Januari lalu.

Di lain sisi, pada Jumat malam waktu Indonesia, data revisi indeks konsumsi masyarakat atau personal consumption expenditure (PCE) telah dirilis, di mana angkanya meningkat 5% (year-on-year/yoy) pada Desember 2022, terendah sejak September 2021.

Melandainya indeks PCE memberi harapan pasar jika The Fed akan melonggarkan kebijakan moneter mereka. Pasar memprediksi The Fed akan menaikkan suku bunga 25 basis poin, lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya 50 basis poin.

Pada pekan lalu, data pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) AS pada kuartal IV-2022 juga telah dirilis, di mana hasilnya cukup positif dan membuat pasar kembali optimis.

PDB AS pada kuartal IV-2022 dilaporkan tumbuh positif yakni 2,9% dan lebih tinggi dari ekspektasi 2,6%. Hal ini pun membuat pasar kembali optimis setelah mereka dikhawatirkan dengan adanya potensi resesi di AS.

Selain itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan data klaim tunjangan pengangguran pada pekan yang berakhir 21 Januari. Klaim yang diajukan sebanyak 186.000, menjadi yang terendah sejak April 2022.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang masih kuat, begitu juga dengan pasar tenaga kerja ada kemungkinan The Fed masih tetap agresif menaikkan suku bunga 50 basis poin pada pekan ini.

Sebagai catatan, The Fed sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar 425 bps sejak Maret 2022 menjadi 4,25-4,50%.

The Fed menaikkan suku bunga secara agresif sebesar 75 bp pada periode Juni, Juli, September, dan Oktober 2022. Kenaikan suku bunga diturunkan sebesar 50 bp pada Desember 2022.

Namun menurut kepala ekonom Spartan Capital Securities, Peter Cardillo, mengingatkan kendati ekonomi AS masih tumbuh cukup kuat, sinyal resesi masih terlihat. Kondisi ini tercermin dari banyaknya PHK serta aktivitas manufaktur yang masih lemah.

"Data bulanan jelas menunjukkan jika ekonomi AS kehilangan momentum pertumbuhan pada kuartal IV dan sepertinya akan berlanjut ke depan. Mungkin ini menjadi pertumbuhan positif terakhir sebelum ekonomi melemah. Kami masih memperkirakan jika ekonomi AS akan resesi di semester I," tutur Cardillo, dikutip dari Reuters.

Pada pekan ini, investor menanti rilis sejumlah data dan agenda penting seperti kebijakan suku bunga terbaru The Fed dan bank sentral Eropa (Europe Central Bank/ECB) dan data aktivitas manufaktur di China dan AS.

Jumat, 27 Januari 2023

Equity World | Wall Street Menguat Karena Harapan Soft Landing

Equity World | Wall Street Menguat Karena Harapan Soft Landing

Equity World | JAKARTA. Wall Street menguat di awal perdagangan Kamis (26/1) setelah data menunjukkan pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang tangguh dan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari perkiraan kuartal terakhir. Data ekonomi yang positif meredakan kekhawatiran resesi yang dalam.

Kamis (26/1) pukul 21.38 WIB, Dow Jones Industrial Average menguat 0,37% ke 33.870. Indeks S&P 500 menanjak 0,79% ke 4.048. Sedangkan Nasdaq Composite melesat 1,46% ke 11.476.

Laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara bagian turun menjadi 186.000 secara musiman untuk pekan yang berakhir 21 Januari. Angka ini lebih rendah daripada 192.000 dari pekan sebelumnya.

Secara terpisah, Departemen Perdagangan AS mengatakan produk domestik bruto (PDB) AS meningkat 2,9% secara tahunan pada kuartal keempat. Pertumbuhan PDB AS di atas ekspektasi kenaikan 2,6%.

"Selama hampir satu tahun, Federal Reserve telah berusaha mencapai soft landing dengan menaikkan suku bunga jangka pendek cukup untuk menurunkan inflasi tanpa menyebabkan resesi," kata Richard Flynn, direktur pelaksana di Charles Schwab kepada Reuters.

"Jelas ekonomi tetap relatif kuat dalam menghadapi upaya Fed, menunjukkan mereka berhasil," imbuh Flynn.

Laporan PDB dapat menandai kuartal terakhir pertumbuhan yang solid sebelum dampak pengetatan agresif Federal Reserve mulai terlihat. Sebagian besar ekonom memperkirakan resesi ringan pada paruh kedua tahun 2023.

Pasar uang memperkirakan kenaikan suku bunga 25 basis poin oleh Federal Reserve pekan depan. Puncak suku bunga diperkirakan 4,9% pada bulan Juni, masih di bawah tingkat 5% yang didukung oleh banyak pembuat kebijakan.

Setelah prospek Microsoft Corp yang mengecewakan membuat pasar ketakutan di sesi sebelumnya, hasil kuartalan Tesla Inc yang lebih baik dari perkiraan meyakinkan investor bahwa produsen mobil listrik ini dapat mengatasi ekonomi yang melambat pada tahun 2023. Harga saham Tesla melonjak 8,7% dalam perdagangan premarket, mengangkat produsen EV lainnya seperti Rivian Automotive, Lucid Group, dan NIO antara 4% dan 5,4%.

Saham-saham pertumbuhan memimpin kenaikan di bulan Januari. Indeks pertumbuhan S&P 500 memulihkan lebih dari setengah kerugian yang dicatat bulan lalu.

Harga saham perusahaan kimia Dow Inc turun 3,3% setelah laba kuartalan meleset dari estimasi Wall Street. Perusahaan kimia ini tertekan oleh biaya energi yang lebih tinggi, permintaan yang lebih lemah, dan gangguan rantai pasokan.

Harga saham perusahaan perangkat lunak IBM Corp turun 2,3% setelah kehilangan target arus kas tahunan. Tekanan keuangan IBM juga menandai perlambatan pertumbuhan dalam bisnis perangkat lunak dan konsultasi.

Harga saham Mastercard Inc naik 0,9% setelah melaporkan laba kuartal keempat yang lebih baik dari perkiraan. Kenaikan laba Mastercard didukung oleh volume pengeluaran yang tangguh. Harga saham pesaingnya, Visa Inc naik 0,4%.

Harga saham Chevron Corp naik 3,6% setelah perusahaan minyak ini mengatakan akan melipatgandakan anggaran untuk pembelian kembali saham menjadi US$ 75 miliar.

Harga saham American Airlines naik 1,3% karena ekspektasi laba yang lebih tinggi untuk setahun penuh, didukung oleh permintaan yang kuat untuk perjalanan udara. Sementara harga saham Southwest Airlines Co turun 2,9% karena peringatan kerugian pada kuartal pertama.

Kamis, 26 Januari 2023

Equity World | Saham Asia-Pasifik Bersiap untuk Naik, Kamis (26/01)

Equity World | Saham Asia-Pasifik Bersiap untuk Naik, Kamis (26/01)

Equity World | Saham Asia-Pasifik bersiap untuk naik pada hari Kamis (26/01) karena wilayah tersebut menunggu rilis data ekonomi.

Kontrak berjangka Nikkei di Chicago berada di 27.415 sedangkan pasangannya di Osaka berada di 27.390, lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir Nikkei 225 di 27.395,01 karena investor menunggu ringkasan opini Bank of Japan dari pertemuan minggu lalu.

Yen Jepang terakhir berdiri di 129,32 melawan dolar AS.

Hong Kong dan Filipina juga dijadwalkan untuk merilis data perdagangan. Produk domestik bruto Korea Selatan menyusut 0,4% pada kuartal keempat, menandai kontraksi pertama dalam lebih dari dua tahun.

Pasar di China dan Australia tutup untuk liburan.

Semalam di AS, sebagian besar saham turun, karena saham teknologi merana mengikuti panduan Microsoft yang kurang bersemangat.

Dow Jones Industrial Average naik 9,88 poin, atau 0,03%, menjadi berakhir pada 33.743,84.

Nasdaq Composite merosot 0,18% menjadi ditutup pada 11.313,36, dan S&P 500 merosot 0,02% menjadi menetap di 4.016,22.

Rabu, 25 Januari 2023

Equity World | Bursa Asia Diperdagangkan Beragam Rabu (25/1) Pagi, Mengekor Wall Street

Equity World | Bursa Asia Diperdagangkan Beragam Rabu (25/1) Pagi, Mengekor Wall Street

Equity World | JAKARTA. Bursa saham Asia-Pasifik diperdagangkan beragam pada hari Rabu (25/1). Mengekor jejak Wall Street yang mencari arahkarena pasar China dan Hong Kong tetap tutup untuk liburan Tahun Baru Imlek.

Di Korea Selatan, Kospi naik 1,3% dan Kosdaq naik 1,16% pada jam pertama perdagangan. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,22% dan Topix turun 0,06%.

S&P/ASX 200 Australia turun 0,43% karena investor menunggu rilis angka inflasi negara tersebut.

Pasar di China dan Hong Kong ditutup untuk liburan.

Rilis inflasi kuartal keempat Selandia Baru naik 1,4% secara kuartalan. Indonesia dijadwalkan untuk merilis data inflasi intinya untuk bulan Desember.

Semalam di AS, Wall Street berjuang mencari arah dengan Dow Jones Industrial Average ditutup pada kenaikan hari ketiga, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite turun.

Selasa, 24 Januari 2023

Equity World | Libur Imlek, Bursa Saham Jepang Dibuka Cerah

Equity World | Libur Imlek, Bursa Saham Jepang Dibuka Cerah

Equity World | Jakarta, Hampir seluruh bursa saham Asia-Pasifik tutup hari ini merayakan Hari Raya Tahun Baru atau Imlek. Bursa saham Jepang dan Australia adalah sedikit yang buka pada hari ini.

Pada perdagangan Senin (23/1/2023), indeks Nikkei 225 Jepang pada sesi awal perdagangan menguat 309,8 points atau 1,16% ke posisi 26.876,16.

Sementara itu, ASX 200 Australia menguat 0,3% ke 7.452,5.

Penguatan bursa Jepang dan Australia masih ditopang oleh optimisme dengan perekonomian China setelah Tiongkok melonggarkan kebijakan Covid-19.

Pelonggaran di China diharapkan membuat pergerakan ekonomi Tiongkok dan Asia lebih cepat mengingat Tiongkok adalah motor penggerak utama perekonomian Asia.

Dengan pertumbuhan China dan Asia yang lebih cepat maka hal tersebut diharapkan bisa mengkompensasi perlambatan pertumbuhan atau resesi di Eropa.

"Tidak ada negara Asia yang terancam mengalami resesi pada tahun ini. Pada 12 bulan mendatang, kami perkirakan bursa saham Asia akan mengakhiri 2023 dengan tone yang positif," tutur analis Bernstein Sarah McCarthy, dikutip dari The Japan Times.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (20/1/2023), bursa Asia juga ditutup cerah.

Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup menguat 0,56% ke posisi 26.553,5, Hang Seng Hong Kong melejit 1,82% ke 22.044,65, Shanghai Composite China menanjak 0,76% ke 3.264,81, dan ASX 200 Australia bertambah 0,23% menjadi 7.452,2.

Berikutnya untuk indeks Straits Times Singapura terapresiasi 0,54% ke 3.293,71, KOSPI Korea Selatan melaju 0,63% ke 2.395,26, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 0,81% menjadi 6.874,93.

Jumat, 20 Januari 2023

Equity World | Wall Street Tergelincir: Dow, S&P 500 dan Nasdaq Kembali Ditutup Melemah

Equity World | Wall Street Tergelincir: Dow, S&P 500 dan Nasdaq Kembali Ditutup Melemah

Equity World | Wall Street kembali ditutup lebih rendah setelah data menunjukkan pasar tenaga kerja yang ketat memperbaharui kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan melanjutkan jalur agresif kenaikan suku bunga yang dapat membawa ekonomi ke dalam resesi.

Equity World | Kamis (19/1), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 252,4 poin atau 0,76% menjadi 33.044,56, indeks S&P 500 melemah 30,01 poin atau 0,76% ke 3.898,85 dan indeks Nasdaq Composite koreksi 104,74 poin atau 0,96% ke 10.852,27.

Indeks S&P 500 dan Dow jatuh untuk sesi ketiga berturut-turut. Ini jadi penurunan beruntun terpanjang kedua indeks utama tersebut dalam sebulan.

Tekanan bagi bursa saham Amerika Serikat (AS) datang setelah laporan dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan, klaim pengangguran mingguan lebih rendah dari yang diharapkan. Ini menunjukkan pasar tenaga kerja tetap solid meskipun upaya Fed untuk menahan permintaan pekerja.

Ekspektasi bank sentral akan menurunkan ukuran kenaikan suku bunga pada pengumuman kebijakan bulan depan tidak berubah oleh laporan tersebut.

Investor telah mencari tanda-tanda kelemahan di pasar tenaga kerja sebagai bahan utama yang dibutuhkan The Fed untuk mulai memperlambat langkah-langkah pengetatan kebijakannya.

Data lain menunjukkan, aktivitas manufaktur di wilayah pertengahan Atlantik melemah lagi di bulan Januari. Sementara data dari departemen perdagangan mengonfirmasi resesi di pasar perumahan masih berlanjut.

"Apa yang kami lihat adalah pasar mengukir titik terendah dalam ketidakpastian sehingga berita tersebut kurang berpengaruh dan apa yang kami lihat hari ini hanyalah kelanjutan dari itu," kata Brad McMillan, Chief Investment Officer Commonwealth Financial Network, broker-dealer independen di Waltham, Massachusetts.

"Faktanya kita tidak melihat lebih banyak reaksi mengatakan banyak berita buruk di luar sana."

Di sisi lain, komentar terbaru dari pejabat The Fed terus menyoroti keterputusan antara pandangan bank sentral tentang tingkat terminal dan ekspektasi pasar.

Presiden Fed Boston Susan Collins menggemakan komentar dari pembuat kebijakan lain untuk mendukung kasus kenaikan suku bunga di atas 5%.

Tapi saham bergerak dari posisi terendah setelah wakil ketua The Fed Lael Brainard mengatakan The Fed masih "menyelidiki" tingkat suku bunga yang akan diperlukan untuk mengendalikan inflasi.

Pasar, bagaimanapun, melihat tingkat terminal di 4,89% pada bulan Juni dan sebagian besar memperkirakan kenaikan suku bunga 25 basis poin dari bank sentral AS pada bulan Februari, dengan penurunan suku bunga di paruh tahun lalu.

Di sisi pendapatan, Procter & Gamble Co turun 2,11% setelah peringatan biaya komoditas menekan laba, meskipun perkiraan penjualan setahun penuh meningkat.

Menurut data Refinitiv, analis sekarang memperkirakan pendapatan tahuanan dari perusahaan S&P 500 turun 2,8% untuk kuartal keempat, dibandingkan dengan penurunan 1,6% di awal tahun.

Saham Netflix Inc ditutup anjlok 3,23% jelang hasil yang dijadwalkan untuk dirilis setelah bel penutupan pada hari Kamis. Tapi saham rebound 3,33% setelah membukukan keuntungan pelanggan untuk kuartal tersebut dan kepergian co-founder Reed Hastings sebagai kepala eksekutif untuk peran ketua eksekutif.

Kamis, 19 Januari 2023

Equity World | Turun 3 Hari, Harga Emas Terancam ke Bawah US$ 1.900 Lagi!

Equity World | Turun 3 Hari, Harga Emas Terancam ke Bawah US$ 1.900 Lagi!

Equity World | Harga emas terus melandai. Pada penutupan perdagangan Rabu (18/1/2023), emas ditutup melemah 0,24% di posisi US$ 1.903,78 per troy ons.

Pelemahan harga kemarin memperpanjang tren negatif emas. Sang logam mulia sudah melandai tiga hari dengan total pelemahan mencapai 0,86%.

Pelemahan tiga hari beruntun ini membuat emas terancam terdepak dari level psikologis US$ 1.900 per troy ons setelah berada di level tersebut sejak Jumat pekan lalu.

Namun, pada perdagangan pagi hari ini emas menguat. Pada perdagangan Kamis (19/1/2023) pukul 05: 40 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,006% ke posisi US$ 1.903,89 per troy ons.

Analis dari RJO Futures, Daniel Pavilonis, mengatakan harga emas melandai karena harganya yang sudah terlalu tinggi.

"Kita melihat koreksi besar di sini. Arahnya emas berbalik arah dari rally dan akan ada aksi jual dalam jumlah besar," tutur Pavilonis, dikutip dari Reuters.

Emas juga melemah setelah Presiden The Fed St. Louis James Bullard yang mengatakan The Fed sebaiknya menaikkan suku bunga menjadi 5% secepat mungkin.
Suku bunga acuan The Fed saat ini berada di level 4,25-4,50%.

"Ancaman resesi dan keputusan The Fed akan menjadi katalis utama bagi emas dalam waktu dekat," tutur analis Geojit Financial Services. Hareesh V, dikutip dari Reuters.

Namun, emas menguat pada pagi hari ini. Salah satu penopangnya adalah melandainya indeks harga produsen (IHP).

IHP terkontraksi 0,5% (month to month/mtm) pada Desember 2022. Kontraksi ini lebih dalam dari ekspektasi para ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan kontraksi 0,1%.

Data ini menguatkan ekspektasi pelaku pasar jika bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) bakal memperlambat atau menghentikan kenaikan suku bunga.

"Sementara Fed tetap hawkish sepanjang tahun 2022 dalam menaikkan suku bunga secara agresif untuk mengendalikan inflasi, angka IHP Desember menjadi pertanda baik bagi pelonggaran kebijakan moneter ketat Fed baru-baru ini," kata Greg Bassuk, CEO di AXS Investments yang dikutip CNBC International.

Rabu, 18 Januari 2023

Equity World | Bursa Asia Ditutup Loyo, Kecuali Nikkei-IHSG

Equity World | Bursa Asia Ditutup Loyo, Kecuali Nikkei-IHSG

Equity World | Mayoritas bursa Asia-Pasifik ditutup melemah pada perdagangan Selasa (17/1/2023), setelah dirilisnya data pertumbuhan ekonomi China pada kuartal IV-2022.

Hanya indeks Nikkei 225 Jepang dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup di zona hijau pada hari ini. Nikkei melonjak 1,23% ke posisi 26.138,699, sedangkan IHSG berakhir melesat 1,19% menjadi 6.767,34.

Sementara sisanya ditutup di zona merah. Indeks Hang Seng Hong Kong ditutup melemah 0,78% ke 21.577,64, Shanghai Composite China turun 0,1% ke 3.224,24, Straits Times Singapura turun tipis 0,09% ke 3.280,51, ASX 200 Australia juga turun tipis 0,03% ke 7.386,3, dan KOSPI Korea Selatan merosot 0,85% menjadi 2.379,39.

Dari China, pertumbuhan ekonomi China sepanjang 2022 tercatat 3%, meleset dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 5,5%.

Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu yang terlemah dalam 40 tahun terakhir, di samping 2020 yang hanya naik 2,2% akibat pandemi Covid-19. Adapun, pada 2021, ekonomi China melesat sebesar 8.1%.

Berdasarkan data yang dirilis Biro Statistik Nasional China hari ini, pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) pada kuartal IV-2022 tercatat sebesar 2,9% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan tersebut turun dari realisasi pada kuartal sebelumnya sebesar 3,9% (yoy), namun jauh di atas ekspektasi dan konsensus para analis sebesar 1,8% (yoy).

Pertumbuhan ekonomi yang melampaui ekspektasi itu terjadi di tengah meningkatnya kasus Covid-19 di Negeri Tirai Bambu sejak akhir tahun lalu. Adapun, pemerintah telah melonggarkan kebijakan pengetatannya Sejak Desember 2022.

Secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), PDB China tercatat stagnan 0%. Hasil tersebut turun dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 3,9% qtq, namun tak seburuk proyeksi sebesar -0,8%.

Sementara itu di Jepang, bank sentral (Bank of Japan/BoJ) telah memulai pertemuan kebijakan moneter terbarunya mulai hari ini hingga besok, di mana esoknya hasil dari pertemuan tersebut akan diumumkan dan menjadi perhatian pasar terkait kebijakan suku bunga BoJ.

Saat BoJ memulai pertemuan kebijakan moneter dua hari, pergerakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Jepang (Japan Government Bond/JGB) tenor 10 tahun akan menjadi fokus investor karena terus menguji batas atas kisaran toleransi bank sentral.

Sejumlah ekonom memperkirakan BoJ akan membatalkan kebijakan kontrol kurva imbal hasil (yield curve control/YCC), di tengah melonjaknya yield obligasi pemerintah Jepang dan penguatan yen.

Langkah tersebut akan dilakukan kurang dari sebulan setelah BoJ membuat pasar lengah dengan memperluas kisaran toleransinya untuk yield JGB tenor 10 tahun.

Sejak itu, yield JGB 10 tahun telah melampaui batas atas kisaran baru yakni 50 basis poin di kedua sisi target 0% dalam beberapa kali.

Meski suku bunga akan tetap dipertahankan, tetapi beberapa pengamat menilai bahwa BoJ dapat membatalkan kebijakan YCC jika dilihat dari pergerakan yield JGB tenor 10 tahun dan yen.

Di sisi lain, pelaku pasar tengah khawatir akan laporan terbaru yang dirilis Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) yang kembali memberi peringatan terkait risiko fragmentasi dalam ekonomi global.

Dalam catatan terbarunya yang dirilis Senin kemarin, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan disintegrasi perdagangan dan perubahan teknologi telah merugikan beberapa komunitas.

Dukungan publik terhadap keterbukaan ekonomi telah menurun di beberapa negara dan sejak krisis keuangan global, arus barang dan modal lintas batas telah mendatar.

Hal tersebut diperparah oleh ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia, China dan Amerika Serikat (AS) yang meningkatkan risiko pembatasan perdagangan baru.

"Sementara itu, perang Rusia ke Ukraina tidak hanya menyebabkan penderitaan manusia, tetapi juga gangguan besar aliran keuangan, makanan, dan energi di seluruh dunia," tulisnya.

Adapun perkiraan dampak fragmentasi tersebut sangat bervariasi. Namun, lanjut Georgieva, biaya jangka panjang dari fragmentasi perdagangan saja dapat berkisar dari 0,2% dari PDB global dalam skenario fragmentasi terbatas hingga hampir 7% dalam skenario yang parah atau kira-kira setara dengan gabungan PDB tahunan Jerman dan Jepang.

"Jika pemisahan teknologi ditambahkan dalam perhitungan, beberapa negara dapat mengalami kerugian hingga 12% dari PDB," katanya.

Namun, menurut analisis IMF yang baru, dampak penuh kemungkinan akan lebih besar lagi, tergantung pada berapa banyak saluran fragmentasi yang diperhitungkan.

Dia mengatakan selain pembatasan perdagangan dan hambatan penyebaran teknologi, fragmentasi dapat dirasakan melalui pembatasan lintas sektor yang memicu berkurangnya aliran modal dan penurunan tajam dalam kerja sama internasional.

Adapun, negara berkembang dikhawatirkan tidak akan lagi mendapat manfaat dari limpahan teknologi yang telah mendorong pertumbuhan produktivitas dan standar hidup. Alih-alih mengejar tingkat pendapatan ekonomi maju, negara berkembang akan makin tertinggal.

Selasa, 17 Januari 2023

Equity World | Pasar Asia Pasifik Dibuka Mixed Jelang Data Ekonomi Tiongkok

Equity World | Pasar Asia Pasifik Dibuka Mixed Jelang Data Ekonomi Tiongkok

Equity World | Jakarta, Pasar Asia Pasifik dibuka bervariasi (mixed) pada perdagangan Selasa (17/1), saat investor menunggu data ekonomi Tiongkok. Ekonom memperkirkan kontraksi triwulanan sebesar 0,8% dalam produk domestik bruto (PDB) negara dan pertumbuhan tahunan 1,8%, menurut jajak pendapat oleh Reuters.

Penjualan ritel Tiongkok diperkirakan berkontraksi sebesar 8,6% dan hasil industri diperkirakan akan meningkat 0,2% secara tahunan, menurut ekonom yang disurvei oleh Reuters.

Nikkei 225 naik 1,05%, memimpin kenaikan di wilayah tersebut, dan Topix naik 0,73%. Saat bank sentral Jepang (BoJ) memulai pertemuan kebijakan moneter dua hari, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun akan menjadi fokus karena terus menguji batas atas kisaran toleransi bank sentral.

Yen Jepang menguat hampir 0,3% terhadap dolar AS menjadi 128,25, terkuat sejak Mei 2022.

Di Australia, S&P/ ASX 200 naik tipis 0,06% karena kepercayaan konsumen Westpac nasional naik 5% pada Desember dari 3% pada November 2022, ditunjukkan oleh data Refinitiv. Kospi Korea Selatan 0,26% dan Kosdaq turun 0,2%.

Dua Pekan Pertama Perdagangan 2023

Dengan selesainya perdagangan dua pekan pertama 2023, tiga indeks utama naik sejauh ini untuk tahun ini.

Komposit Nasdaq memimpin, menambahkan 5,9% karena investor membeli saham teknologi yang terpukul di tengah meningkatnya harapan lanskap yang membaik untuk pertumbuhan kepemilikan. S&P 500 dan Dow diikuti, masing-masing naik 4,2% dan 3,5%.

Saham Berjangka Dibuka Lebih Rendah

Saham berjangka lebih rendah, meskipun pasar keluar dari minggu kemenangan.

Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow turun 0,1%. S&P 500 dan Nasdaq-100 berjangka masing-masing turun 0,2% dan 0,4%.

Senin, 16 Januari 2023

Equity World | Meski Tertekan, IHSG Sepertinya Kuat Bertahan di Atas 6.600

Equity World | Meski Tertekan, IHSG Sepertinya Kuat Bertahan di Atas 6.600

Equity World | Jakarta, Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan sepanjang pekan lalu. IHSG membukukan kinerja mingguan minus 0,64%.

Dari 5 hari perdagangan, IHSG terpantau menguat 3 kali dan melemah 2 kali. Sudah dua pekan beruntun kinerja IHSG mengecewakan.

Bahkan di sepanjang tahun ini, return IHSG merupakan yang terburuk di kawasan Asia Pasifik dan menjadi runner up terburuk secara global.

Asing terus menerus kabur dari bursa saham RI. Pada minggu lalu, asing tercatat net sell Rp 1,84 triliundi pasar reguler dan Rp 578 miliar di pasar negosiasi dan tunai sehingga secara total asing net sell Rp 2,41 triliun.

Inflasi di AS yang terus melandai belum mampu menjadi katalis positif untuk pergerakan IHSG. Bahkan ketika nilai tukar rupiah menguat dan yield SBN turun IHSG masih tertekan.

Sentimen yang berpotensi menggerakkan saham hari ini datang dari rilis kinerja perdagangan internasional bulan Desember 2022.

Konsensus memperkirakan neraca dagang masih berpotensi surplus US$ 4,01 miliar karena ekspor masih bisa tumbuh 6,65% year on year tetapi impor terkontraksi 7,58% year on year.

Analisis Teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode waktu harian (daily) dan menggunakan indikator Boillinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG akhir pekan lalu, indeks ditutup di atas level psikologis 6.600 dan di atas batas bawah BB terdekat di 6.570.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

Posisi RSI cenderung berada di bawah area 40 sepanjang pekan ini dan didekat area jenuh jualnya di 30.

Dilihat dari indikator lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis MA 12 masih berada di bawah MA 26 dan bar histogram bergerak di area negatif.

Melihat berbagai indikator teknikal yang ada menunjukkan IHSG berpotensi terkonsolidasi di area 6.600-6.700 terlebih dahulu.

Jumat, 13 Januari 2023

Equity World | Melambung! Harga Emas Sentuh Level Tertinggi 9 Bulan

Equity World | Melambung! Harga Emas Sentuh Level Tertinggi 9 Bulan

Equity World | Jakarta, Harga emas terbang setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) bergerak sesuai ekspektasi pasar.  Pada perdagangan Jumat (13/1/2023) pukul 06:12 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.896,45 per troy ons. Harganya melemah tipis 0,02%.

Meski melemah pada Jumat pagi hari ini, emas masih berada di level tertingginya sejak April 2022 karena emas terbang pada hari sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (12/1/2023), emas ditutup melambung 1,1% di posisi US$ 1.896,86 per troy ons. Harga tersebut adalah yang tertinggi sejak 26 April 2022 atau hampir sembilan bulan terakhir.

Harga emas masih menguat 1,6% secara point to point dalam sepekan. Harga emas juga melonjak 4,8% sementara dalam setahun menanjak 4,1%.

Harga emas terbang setelah AS mengumumkan data inflasi mereka untuk Desember 2022. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan inflasi AS melandai ke 6,5% (year on year/yoy) pada Desember 2022 dari 7,1% (yoy) pada November 2022. Inflasi tersebut adalah yang terendah sejak Oktober 2021.

Secara bulanan (month to month/mtm), AS bahkan mencatatkan deflasi 0,1% pada Desember. Deflasi ini adalah yang pertama kalinya terjadi sejak Mei 2020.

Pergerakan inflasi pada Desember 2022 sesuai ekspektasi pasar yang memperkirakan inflasi akan berada di kisaran 6,4-6,5%.

Melandainya inflasi ini tentu saja menjadi kabar positif bagi pelaku pasar emas. Dengan inflasi yang terus melandai, bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) bisa semakin melonggarkan kebijakan moneter mereka.

Melandainya inflasi ini menyeret ke bawah indeks dolar AS. Indeks jatuh ke posisi 102, 25 kemarin atau terendah sejak empat bulan lalu. Yield surat utang pemerintah tenor 10 tahun juga melandai ke 3,56%, lebih rendah dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di 3,62%.

Dua faktor ini sangat menopang harga emas. Melemahnya dolar AS membuat harga emas semakin murah sehingga terjangkau untuk investasi.  Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga melandainya yield akan menguntungkan emas.

"Melemahnya dolar AS dan yield surat utang pemerintah AS melambungkan harga emas karena dua faktor tersebut sangat menentukan harga emas," tutur analis Standard Chartered, Suki Cooper, dikutip dari Reuters.

Ekonom ING James Knightley mengatakan inflasi sudah jauh melandai sehingga ada ruang bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga hanya sebesar 25 bps pada Februari 2023.
Jika kenaikan suku bunga semakin moderat maka harga emas bisa semakin terbang.

Sebagai catatan, harga emas sudah menguat US$ 267 per troy ons atau 16,4% sejak awal November 2022 atau sejak terakhir kali The Fed melakukan kenaikan suku bunga secara agresif sebesar 75 bps.

Kamis, 12 Januari 2023

Equity World | IHSG Ambruk, Rupiah Makin Terpuruk dan Terburuk di Asia!

Equity World | IHSG Ambruk, Rupiah Makin Terpuruk dan Terburuk di Asia!

Equity World | Jakarta, Pelemahan nilai tukar rupiah semakin besar melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada pertengahan perdagangan Selasa (10/1/2023). Padahal berdasarkan data Refinitiv, rupiah sebelumnya sempat menguat 0,29%.

Pada pukul 11:26 WIB, rupiah berbalik melemah 0,19% ke Rp 15.595/US$. Dengan pelemahan tersebut, rupiah menjadi yang terburuk di Asia siang ini. Berapa mata uang bahkan mampu menguat melawan dolar AS.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ambruk hingga 1,35% menunjukkan sentimen pelaku pasar kurang bagus, dan turut menyeret rupiah saat dolar AS juga sedang jeblok.

Senin kemarin indeks dolar AS jeblok 0,85% ke 103,001, terendah sejak 10 Juni 2022.

Pelaku pasar kini sudah menimbang-nimbang apakah bank sentral AS (The Fed) akan mengendurkan laju kenaikan suku bunganya, atau bisa memangkas suku bunganya lebih cepat.

Namun, untuk hari ini pasar masih menanti pidato ketua The Fed, Jerome Powell, untuk mencari petunjuk apakah laju kenaikan suku bunga akan dikendurkan setelah beberapa data ekonomi menunjukkan pelambatan. Hal ini membuat rupiah masih sulit menguat meski indeks dolar AS jeblok.

Seperti diketahui sepanjang 2022, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 425 basis poin menjadi 4,25% - 4,5%, menjadi yang tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Kenaikan tersebut juga menjadi yang paling agresif sejak tahun 1980an.

Pada 2023, The Fed Sebelumnya mengindikasikan akan menaikkan suku bunga dua kali lagi, 50 basis poin pada Februari dan 25 basis poin sebelulan berselang hingga menjadi 5% - 5,25%. Itu kan menjadi level puncak suku bunga di Amerika Serikat, tersirat dariFed dot plotyang dirilis Desember lalu.

Namun, berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group, pasar kini melihat The Fed akan menakikkan suku bunga masing-masing 25 basis poin pada Februari dan Maret, sehingga puncaknya menjadi 4,75% - 5%.

Probabilitas kenaikan 25 basis poin pada Februari sebesar 80,2% dan pada Maret 69,7%.

The Fed sebelumnya juga menyatakan suku bunga tidak akan diturunkan hingga 2024. Tetapi, dengan data ekonomi AS yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pelambatan, pelaku pasar melihat peluang The Fed bisa menurunkan suku bunga lebih cepat.

Perangkat FedWatch menunjukkan suku bunga bisa dipangkas di akhir 2023.

"Banyak orang melihat Fed funds futures dan sepertinya akan ada satu kenaikan di Februari dan kemungkinan pemangkasan pada akhir tahun. Itu menurut saya akan menguatkan jalan bagi pelaku pasar untuk menjual dolar AS." kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda.

Rabu, 11 Januari 2023

Equity World | Saham Asia-Pasifik Diperdagangkan Lebih Tinggi Pagi Ini, Rabu (11/01)

Equity World | Saham Asia-Pasifik Diperdagangkan Lebih Tinggi Pagi Ini, Rabu (11/01)

Equity World | Saham Asia-Pasifik diperdagangkan lebih tinggi karena investor melihat ke depan pada indeks harga konsumen AS, yang akan menetapkan lintasan Federal Reserve dalam upayanya untuk mengatasi inflasi setelah menaikkan suku bunga tujuh kali pada tahun 2022.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan CPI inti naik 0,3% setiap bulan, yang akan menandai pembacaan terendah sejak September 2021, menurut data Refinitiv.

S&P/ASX 200 Australia naik 0,7% menjelang rilis angka inflasi November.

Nikkei 225 diperdagangkan naik 0,84% pada jam pertama perdagangannya, dan Topix naik tipis 0,7 persen.

Kospi menambahkan 0,71% bahkan ketika tingkat pengangguran Korea Selatan untuk bulan Desember naik menjadi 3,3% dibandingkan dengan 2,9% di bulan November, menandai yang tertinggi dalam 11 bulan. Kosdaq naik 1,04 persen.

Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,35 persen.

Semalam di Wall Street, indeks saham utama ditutup lebih tinggi karena investor terus membangun reli awal tahun baru.

Ketua Fed Jerome Powell dalam pidatonya menekankan pentingnya independensi bank sentral dari pengaruh politik, tanpa memberikan petunjuk langsung ke mana arah kebijakan moneter.

Fed harus tetap independen secara politik sambil mengatasi inflasi, kata Powell

Ketua Fed Jerome Powell pada hari Selasa menekankan perlunya bank sentral untuk bebas dari pengaruh politik sambil menangani inflasi yang terus-menerus tinggi.

Dalam pidato yang disampaikan kepada Riksbank Swedia, Powell mencatat bahwa menstabilkan harga membutuhkan pengambilan keputusan sulit yang mungkin tidak populer secara politik.

Harga tembaga naik sedikit dibawah 1,3% pada $4,0775, tertinggi $4,0835, yang merupakan yang termahal sejak mencapai $4,1160 pada 17 Juni. Dan telah naik sekitar 7% sejak tahun 2023 dimulai.

Saham Coinbase naik 6% setelah operator pertukaran crypto mengumumkan rencana untuk memangkas 20% tenaga kerjanya dalam upaya memangkas biaya.

PHK akan berdampak pada 950 pekerjaan dan menandai pemotongan putaran kedua dari perusahaan dalam beberapa bulan terakhir.

Coinbase memberhentikan 18% tenaga kerjanya pada bulan Juni sebagai persiapan untuk potensi resesi dan musim dingin crypto, dengan mengatakan bahwa itu telah tumbuh “terlalu cepat” selama pasar bullish.

Pasar Crypto berada di bawah tekanan setelah jatuhnya FTX, salah satu operator terbesar di industri ini.

Coinbase mengatakan putaran baru PHK akan menurunkan biaya operasionalnya sebesar 25% untuk kuartal yang berakhir pada Maret, menurut pengajuan peraturan baru.

Selasa, 10 Januari 2023

Equity World | Gagal Menguat di Sesi I, IHSG Akan Terus Melemah di Sesi II?

Equity World | Gagal Menguat di Sesi I, IHSG Akan Terus Melemah di Sesi II?

Equity World | Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan koreksi tipis 0,08% di 6.679,17 pada sesi I perdagangan Senin (9/1/2023).

Di awal-awal perdagangan IHSG sempat menguat ke 6.726,97. Namun, setelah itu IHSG berbalik arah hingga akhirnya mengalami koreksi.

Sebanyak 282 saham mengalami pelemahan dan menjadi pemberat gerak IHSG. Pasar juga masih cukup sepi tercermin dari nilai transaksi yang hanya Rp 4,9 triliun hingga sesi I berakhir.

Kinerja IHSG berkebalikan dengan mayoritas indeks saham Asia yang mengalami penguatan siang ini. Indeks Hang Seng memimpin dengan apresiasi 1,6%.

Sejatinya IHSG mendapat banyak katalis terutama dari eksternal. Akhir pekan lalu indeks Wall Street kompak ditutup menguat dengan apresiasi lebih dari 2%.

Namun sayang, IHSG justru masih berada dalam bayang-bayang tekanan dan aksi jual asing yang masih terus berlanjut.

Setelah melemah tipis di sesi I, bagaimana prospek IHSG di sesi II nanti? Simak ulasan teknikal di bawah ini.

Analisis Teknikal


Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode waktu jam (hourly) dan menggunakan indikator Boillinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB sesi I, indeks masih bergerak naik dengan rentang BB di 6.571-6.734.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20. Posisi RSI mengalami penurunan ke 34,55 mendekati area jenuh jualnya.

Dilihat dari indikator lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis MA 12 sudah berimpit dengan garis MA26 dan bar histogram berada di area positif.

Melihat berbagai indikator teknikal yang ada, IHSG memang masih berpeluang terkonsolidasi di 6.650-6.734 di sesi II.

Senin, 09 Januari 2023

Equity World | Pasar Asia-Pasifik Awal Pekan (09/10) Diperdagangkan Lebih Tinggi, Jepang Libur

Equity World | Pasar Asia-Pasifik Awal Pekan (09/10) Diperdagangkan Lebih Tinggi, Jepang Libur

Equity World | Pasar Asia-Pasifik awal pekan (09/01) diperdagangkan lebih tinggi karena Hong Kong dan China daratan melanjutkan perjalanan bebas karantina selama akhir pekan, menandakan berakhirnya kebijakan nol-Covid yang membuat perbatasan ditutup secara efektif selama hampir tiga tahun.

S&P/ASX 200 Australia naik 0,68% menjelang cetak persetujuan bangunan negara.

Kospi Korea Selatan naik 1,14% dan Kosdaq naik 1,2% pada jam pertama perdagangan.

Pasar Jepang ditutup untuk merayakan Coming of Age Day, hari libur umum.

Saham perjalanan dan konsumen di Hong Kong dan China akan menjadi fokus untuk hari pertama perdagangan setelah pembukaan kembali. Saham-saham teknologi akan kembali menjadi fokus setelah pendiri Ant Group Jack Ma dilaporkan melepaskan kendali perusahaan. Ant Group adalah afiliasi dari Alibaba, yang memegang 33% saham di perusahaan fintech tersebut.

Di AS, indeks utama berakhir minggu lalu dengan reli pertama mereka di tahun perdagangan baru. Nonfarm payrolls untuk bulan Desember datang sedikit lebih tinggi dari yang diharapkan, sementara upah naik lebih lambat dari yang diharapkan. Indeks manajer pembelian non-manufaktur ISM menunjukkan kontraksi di sektor jasa — menambah harapan bahwa kenaikan suku bunga Federal Reserve membuat kemajuan dalam menjinakkan inflasi.

Jumat, 06 Januari 2023

Equity World | Ngeri! IHSG Rawan Longsor, Cek Saham Ini Deh Jika Mau Aman

Equity World | Ngeri! IHSG Rawan Longsor, Cek Saham Ini Deh Jika Mau Aman

Equity World | Jakarta, Pasar saham Indonesia pada perdagangan kemarin terkapar di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk lebih dari 2% pada perdagangan Kamis (5/1/2023), meski bursa Asia-Pasifik dan Amerika Serikat (AS) cenderung menghijau.

IHSG ditutup ambruk 2,34% ke posisi 6.653,84. IHSG pun keluar dari zona psikologis 6.800 dan 6.700 hanya dalam sehari saja.

Nilai transaksi indeks kemarin mencapai Rp 14,16 triliun dengan volume transaksi yang diperdagangkan mencapai 23,14 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 1,3 juta kali.

Namun anehnya, ambruknya IHSG terjadi saat bursa Asia-Pasifik terpantau cerah bergairah, di mana pasar saham tetangga Indonesia yakni Singapura saja terpantau melesat lebih dari 1%.

Simak prediksi IHSG beserta rekomendasi saham pilihan dari para broker untuk perdagangan Jumat (6/1/2022).

MNC Sekuritas

IHSG ditutup terkoreksi cukup agresif sebesar 2,3% ke 6,653 pada perdagangan kemarin (5/1). Koreksi dari IHSG disertai dengan meningkatnya volume penjualan.

Dengan tertembusnya level support di 6.641, maka secara teknikal posisi IHSG saat ini sudah menyelesaikan wave (y) dari wave [x] dan sedang pada bagian dari wave (w) dari wave [y].

Diperkirakan, IHSG akan berpeluang menguat dalam jangka pendek untuk menguji 6.689-6.730 terlebih dahulu. Waspadai akan adanya koreksi lanjutan yang mengarah ke 6.430-6.530. Support IHSG 6.559, dan 6.509 sedangkan resistance 6.715, dan 6.786.

Rekomendasi Saham :

- BBCA
- CARE
- ICBP
- DOID

Phintraco Sekuritas

memprediksi IHSG rebound hari ini yang diperkirakan akan bergerak dalam resistance 6.780, pivot 6.700, support 6.600. Perhatikan potensi rebound ke kisaran 6.880-6.900.

Pelemahan IHSG juga diperkirakan lebih terbatas mengingat aksi sell-off pada sejumlah saham emiten energi menjadi salah satu penekan utama IHSG kemarin.

Rekomendasi Saham :

- MIKA
- SSMS
- BBTN
- MAPI
- BBCA
- BBRI
- BBRI

PT Binaartha Sekuritas

IHSG cenderung menguji kembali zona support 6.510-6.560, dengan peluang melanjutkan pola konsolidasi apabila tetap di atas 6.510. Saat ini level support IHSG berada di posisi 6.560, 6.510 dan 6.358, sementara resistance-nya di 6.700, 6.800 dan 6.908.

Secara teknikal, berdasarkan indikator, MACD menunjukkan sinyal death cross.

Rekomendasi Saham :

- MDKA
- PTBA
- PGAS
- TBIG
- UNVR

Yugen Bertumbuh Sekuritas

Pergerakan IHSG terlihat sedang menguji support level terdekat, sedangkan gelombang tekanan terlihat belum akan berakhir. Namun mengingat masih stabilnya kondisi perekonomian Indonesia maka peluang teknikal rebound masih terbuka lebar.

Selain itu sentimen dari masih terjadinya capital outflow yang tercatat secara year to date juga akan turut mewarnai pergerakan IHSG.

Hari ini IHSG berpotensi melemah yang diperkirakan akan bergerak dikisaran 6.598 hingga 6.854.

Rekomendasi Saham :

- ICBP
- UNVR
- SMGR
- INDF
- BBCA
- TLKM
- JSMR
- BBNI

Kamis, 05 Januari 2023

Equity World | IHSG Sesi I Melemah, Lanjut di Sesi II?

Equity World | IHSG Sesi I Melemah, Lanjut di Sesi II?

Equity World | JAKARTA, IHSG terjebak di zona merah pada penutupan sesi I, Rabu (4/1/2023). IHSG ditutup melemah 16,23 poin (0,24%) ke level 6.872,52. Lanjut melemahkah pada sesi II?

Phintraco Sekuritas menjelaskan, secara teknikal, Stochastic RSI dan MACD cenderung bergerak sideways. “Sehingga, IHSG diperkirakan akan konsolidasi di rentang 6.860-6.900 di Sesi II,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, pada Rabu (4/1/2023)

Pada penutupan sesi I, bursa saham Asia bergerak mixed. Shanghai (Tiongkok) meningkat 0,32% dan Hang Seng (Hong Kong) melonjak 2,3%. Sedangkan Straits Time (Singapura) turun tipis 0,01% dan Nikkei (Jepang) anjlok 1,24%.

Rabu, 04 Januari 2023

Equity World | Wall Street Melejit, Sinyal Pasar Saham Kebal Resesi?

Equity World | Wall Street Melejit, Sinyal Pasar Saham Kebal Resesi?

Equity World | JakartaIndeks utama bursa saham Amerika Serikat terpantau menguat pada pembukaan perdagangan 2023.

Dow Jones Industrial Average naik 0,15% ke 33.197,27,S&P 500 naik 0,47% ke 3.857,5 dan Nasdaq Composite naik 0,89% ke 10.559,6.

Investor yakin pada sinyal bahwa ekonomi global akan terus pulih pada 2023 dan membuat saham menguat. Para pelaku pasar melihat masalah yang membebani pasar pada tahun 2022 mereda.

Meskipun ada kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga Federal Reserve untuk menjinakkan inflasi yang tinggi dapat mendorong ekonomi AS ke dalam resesi, hal itu juga kemungkinan akan menyebabkan jeda kenaikan suku bunga atau poros untuk memangkas suku bunga di bagian akhir tahun ini, yang dapat meningkatkan pasar .

"Kami terus melihat 'gelas setengah penuh' sebagai akhir dari periode 'uang gratis' dan stimulasi ekonomi yang berlebihan menunjukkan waktu yang lebih baik dapat terbentang di depan untuk pasar ekuitas dan obligasi saat Tahun Baru berlangsung," tulis John Stoltzfus, kepala strategi investasi di Oppenheimer, dalam catatan Selasa.

Sejarah juga menunjukkan pasar saham AS cenderung rebound setelah bertahun-tahun turun.Faktanya, S&P 500 rata-rata telah pulih sebesar 15% di tahun berikutnya setelah tahun di mana ia kehilangan lebih dari 1%.

Rata-rata utama menutup tahun 2022 dengan kerugian tahunan terburuk mereka sejak 2008, mematahkan kemenangan beruntun tiga tahun.Dow mengakhiri tahun turun sekitar 8,8%, dan 10,3% dari level tertinggi 52 minggu.S&P 500 kehilangan 19,4% untuk tahun ini dan duduk lebih dari 20% di bawah rekor tertinggi. Nasdaq yang padat teknologi anjlok 33,1% tahun lalu.

Selasa, 03 Januari 2023

Equity World | Mengawali Tahun 2023, Bursa Asia Dibuka Turun

Equity World | Mengawali Tahun 2023, Bursa Asia Dibuka Turun

Equity World | JAKARTA. Bursa Asia ditetapkan untuk pembukaan yang lebih rendah pada Selasa (3/1). Sebagian besar pasar saham regional memulai sesi perdagangan pertama untuk tahun 2023.

Di Australia, S&P/ASX 200 turun 0,82% pada jam pertama perdagangannya. Pasar di Jepang dan Selandia Baru ditutup untuk hari libur nasional pada hari Selasa. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,86% dan Kosdaq turun 0,32%.

Nikkei melaporkan pada akhir pekan bahwa Bank of Japan (BoJ) sedang mempertimbangkan untuk menaikkan prakiraan inflasi pada bulan Januari untuk mendekati target bank sentral sebesar 2% pada tahun fiskal 2023 dan 2024.

Yen Jepang diperdagangkan pada 130,92, melayang di sekitar level terkuat yang terlihat sejak Agustus sebelum mata uang tersebut melemah secara signifikan terhadap dolar AS.

Aktivitas manufaktur China di bulan Desember mengalami kontraksi tajam karena negara tersebut mengalami lonjakan infeksi Covid.

Singapura dijadwalkan untuk merilis angka lanjutan produk domestik bruto kuartal keempat di sore hari. Pembacaan aktivitas pabrik untuk Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Taiwan juga dijadwalkan akan diterbitkan.

Di Amerika Serikat (AS), Wall Street menutup tahun 2022 dengan kerugian terburuk sejak 2008, masing-masing menghentikan kemenangan beruntun tiga tahun. S&P 500 kehilangan 19,4% untuk tahun ini, Nasdaq kehilangan 33,1% dan Dow ditutup 8,8%.

Senin, 02 Januari 2023

Equity World | Perdagangan Perdana 2023, IHSG Dibuka Melemah 0,12%

Equity World | Perdagangan Perdana 2023, IHSG Dibuka Melemah 0,12%

Equity World | Ditutup melemah sebesar 9 poin (0,14%) ke level 6.850 pada hari terakhir perdagangan 2022, IHSG dibuka melemah 8,51 poin (0,12%) ke level 6.842,1 pada sesi I perdagangan perdana 2023, Senin (2/1/2023). IHSG hari ini bergerak bervariasi pada rentang 6.836 - 6.850.  

Tercatat sebanyak 182,73 juta juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 81,7 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 17.655 kali transaksi. Sebanyak 162 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 101 saham terkoreksi, dan 238 saham stagnan.

Wall Street mengakhiri sesi perdagangan terakhir 2022 lebih rendah pada Jumat (30/12/2022). Menyusul bergugurannya seluruh indeks utamanya. Hal itu membuat Wall Street menutup tahun ini dengan mencatat penurunan tahunan terbesar sejak 2008. Didorong oleh kenaikan suku bunga yang agresif untuk mengekang inflasi, kekhawatiran resesi, perang Rusia-Ukraina dan meningkatnya kekhawatiran atas kasus Covid di Tiongkok.

S&P 500 kehilangan 9,43 poin (0,24%) menjadi berakhir pada 3.839,85 poin. Sedangkan Nasdaq Composite kehilangan 11,05 poin (0,11%) menjadi 10.467,74. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun 70,47 poin (0,21%) menjadi 33.152,55.

Dari bursa Asia, pada Senin pagi (2/1/2023) saat laporan ini ditulis index Nikkei 225 di Japan sedang merayakan libur nasional, pada pagi ini Korea Selatan merilis PMI yang dikeluarkan oleh S&P Global yang kembali melemah ke 48,2.

Prediksi Analis

Yugen Bertumbuh Sekuritas menyebut data inflasi yang akan diumumkan pada hari ini diperkirakan masih akan terkendali. Untuk itu, IHSG berpeluang melaju pada perdagangan perdana 2023, Senin (2/1/2023). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.789 – 6.956. Intip menu belanja saham di awal tahun, salah satunya BBRI.

Yugen Bertumbuh Sekuritas menjelaskan, kondisi IHSG setelah melewati tahun penuh tantangan, terlihat masih akan dapat menorehkan prestasi di tahun 2023. Semangat tahun baru tentunya akan memberikan gairah terhadap pola investasi di pasar modal Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi yang menarik.

Yugen Bertumbuh Sekuritas menambahkan, rilis data perekonomian tingkat inflasi yang disinyalir masih dalam kondisi terkendali akan memberikan warna terhadap pola pergerakan IHSG hari ini. “Hal tersebut akan menjadi salah satu sentimen yang dapat mendorong kembali naiknya IHSG. IHSG hari ini berpeluang melaju naik,” tulis Yugen Bertumbuh Sekuritas dalam risetnya, Senin (2/1/2023).

Yugen Bertumbuh Sekuritas merekomendasikan intip menu belanja saham di awal tahun ini. Menu belanja saham tersebut terdiri dari BBRI, AALI, JSMR, BBNI, TLKM, ASII, AKRA, dan SMRA.