Selasa, 17 Oktober 2023

Equityworld Futures | Pemilik Emas Mohon Tenang, Harga Ambles Tapi Diamal Naik Lagi

Equityworld Futures | Pemilik Emas Mohon Tenang, Harga Ambles Tapi Diamal Naik Lagi

Equityworld Futures | Harga emas terbang melemah setelah terbang pada pekan lalu. Harga emas di pasar spot pada perdagangan awal pekan ini, Senin (16/10/2023), ditutup di posisi US$ 1.919,44 per troy ons. Harganya melemah 0,64%.

Equityworld Futures | Pemilik Emas Mohon Tenang, Harga Ambles Tapi Diamal Naik Lagi

Pelemahan ini menjadi pembalikan setelah emas terbang 3,4% pada perdagangan Jumat pekan lalu. Harga emas menguat tipis pada hari ini. Pada perdagangan Selasa (17/10/2023) pukul 05:53 WIB, harga emas ada di posisi US$ 1.920,49 per troy ons. Harganya menguat 0,05%.

Analis dari Kitco Metals, Jim Wyckoff, menjelaskan pelemahan emas kemarin lebih disebabkan banyaknya trader yang mengambil untung atau taking profit.
Namun, dia melihat pelemahan hanya bersifat sementara.
"Ada konsolidasi setelah lonjakan harga kemarin. Ini hanya aksi profit taking dalam jangka pendek," tutur Wyckoff, dikutip dari Reuters.

Dia menambahkan emas masih memiliki penopang utama yakni konflik di Timur Tengah. Jika konflik memanas maka emas akan terus dicari sehingga harganya bisa semakin menanjak.
"Saya perkirakan emas akan terus dalam tren kenaikan dalam beberapa minggu ke depan. Level US$ 2.000 jelas mungkin jika situasi di Timur Tengah memanas," imbuhnya.

Emas dengan cepat melesat dari sebelum perang, Jumat (6/10/2023) menuju Jumat (13/10/2023). Pada periode tersebut emas melesat US$ 111,69 per gram atau melambung 5,4%.

Dalam perkembangan terbaru, peperangan antara kelompok pejuang Palestina, Hamas, dengan Israel masih terus terjadi. Eskalasi semakin tajam setelah Israel melontarkan serangan balasan yang bertubi-tubi ke wilayah Gaza.

Israel masih terus melancarkan serangan rudal ke wilayah Gaza, Palestina. Hal ini merupakan buntut dari serbuan kelompok penguasa wilayah itu, Hamas, yang menyerang wilayah Negeri Yahudi itu 7 Oktober lalu.

Dalam pantauan Al Jazeera, Senin (16/10/2023), sebuah "bola api besar" telah dilaporkan terjadi di Gaza, setelah beberapa serangan udara oleh militer Israel. Bola api dan asap membumbung di atas gedung-gedung selama serangan Israel di Rafah di Jalur Gaza selatan, pada 15 Oktober 2023.

Serangan-serangan itu menyebabkan beberapa orang tewas dalam beberapa jam terakhir. Sasaran di Khan Younis juga terkena serangan, meskipun jumlah pasti korban belum dapat ditentukan.

Selain perang, investor juga menantikan pernyataan Chairman bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Powell dijadwalkan akan berpidato dalam acara Economic Outlook yang digelar oleh the Economic Club of New York (ECNY) Luncheon, New York, pada Kamis pekan ini (19/10/2023).
Pidato Powell akan menjadi pegangan pelaku pasar untuk memproyeksi arah kebijakan The Fed pada November.

Perangkat FedWatch Tool menunjukkan 6,8% pelaku pasar memperkirakan adanya kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 bps pada November mendatang. Angka ini naik dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 10,6%.

"Emas naik karena masih ada ketidakpastian di Timur Tengah dan dampaknya yang mungkin sangat serius. Namun, emas baru bisa melonjak lagi jika eskalasi memang benar-benar memanas," tutur analis dari Saxo Bank, Ole Hansen, dikutip dari Reuters.