Selasa, 30 November 2021

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok, Investor Tengah Menilai Dampak Varian Omicron

Equityworld Futures | Harga emas melemah pada perdagangan hari Senin, melanjutkan kejatuhan yang telah ditorehkan pada pekan sebelumnya. Pelemahan harga emas ini terjadi karena dolar AS menguat dan sentimen risiko dampak penyebaran virus Covid-19 varian Omicron.

Mengutip CNBC, Selasa (30/11/2021), harga emas di pasar Spot turun 0,4 persen menjadi USD 1.784,41 per ounce pada pukul 11.17 ET, setelah pada minggu lalu juga tertekan 2,9 persen yang merupakan penurunan mingguan terbesar sejak Juni.

Bursa Asia: Saham Jepang naik lebih 1%, pasar menanti rilis PMI China bulan November | Equityworld Futures

Sedangkan harga emas berjangka AS tetap tidak berubah di USD 1.786,30 per ounce.

Kepanikan yang terjadi ke pasar dunia mulai kembali tenang setelah aksi jual minggu lalu yang didorong oleh penemuan varian baru yang mendorong beberapa negara untuk memperketat kontrol perbatasan.

Saat ini pelaku pasar tengah mencoba mencerna berita tentang varian COVID-19 yang baru.

“kenyataannya saat ini pelaku pasar sudah kembali mengoleksi aset-aset berisiko. Pasar saham mulai kembali dan harga emas bergerak flat," kata analis senior RJO Futures, Bob Haberkorn.

Prospek suku bunga yang lebih tinggi juga ikut membebani  harga emas dunia. Saat ini pelaku pasar tengah melihat garis waktu yang akan dijalankan oleh Federal Reserve AS untuk memperketat kebijakan moneter.

Prediksi Analis

Mengutip Kitco, kepala analis SIA Wealth Management Colin Cieszynski mengatakan, harga emas akan bergerak lebih tinggi minggu ini karena pasar terus bereaksi terhadap varian baru virus COVID-19 dari Afrika Selatan yaitu omicron.

"Munculnya varian COVID baru telah mengguncang investor, memicu pelarian modal ke tempat berlindung tradisional seperti emas. Minyak mentah dan tembaga semakin terpukul, sehingga inflasi komoditas dapat mereda," katanya.

Kepala analis komoditas Saxo Bank Ole Hansen mengatakan, dirinya tetap netral terhadap emas dan harga tidak bisa kembali di atas USD 1.835 per ounce. Dia menambahkan bahwa pelemahan harga perak dan platinum bukan pertanda baik untuk harga emas di minggu ini.

Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex Marc Chandler mengatakan, ketakutan COVID-19 telah membantu pasar emas memangkas kerugiannya.

"Pemantulan emas berhenti di angka USD 1.816 per punce sebagai target retracement utama," kata dia.

Senin, 29 November 2021

Equityworld Futures | Jelang Tapering, Korporasi AS Kejar Penerbitan Obligasi

Equityworld Futures | Perusahaan blue chips Amerika Serikat diperkirakan bakal menyerbu pasar surat utang pada pekan depan sebelum pelaksanaan tapering pada Desember 2021 di tengah perhatian investor akan merebaknya varian baru Covid-19.

Dilansir Bloomberg pada Minggu (28/11/2021), sindikasi Wall Street memproyeksikan adanya penerbitan obligasi baru dengan peringkat investasi senilai US$35 miliar pada pekan depan. Selain itu, terdapat pula senilai US$55 miliar pada Desember.

Wall Street Sepekan: Varian Baru Covid-19 Jadi Ancaman Pasar Global | Equityworld Futures

Surat utang yang diterbitkan korporasi ini akan memasuki pasar ketika adanya perubahan pada kondisi jalur pelayaran, persewaan mobil, dan bioskop menanggung bebas karena mutasi virus yang sedang memicu kekhawatiran pemerintah di sejumlah negara.

Kondisi tersebut dapat berdampak pada penjualan jika dilanjutkan hingga pekan depan. Namun, sejauh ini pasar pada tahun ini telah pulih dengan cepat.

Para penerbit mungkin masih perlu untuk memanfaatkan pasar sebelum pasar perdana mencapai perlambatan normal pada akhir Desember," kata Schachter dalam sebuah wawancara.

Kepala Investasi untuk pendapatan tetap AS BMO Global Asset Management Scott Kimball mengatakan adanya perlambatan pada penerbitan bisa menjadi hal yang positif bagi investor yang mencari kesempatan di pasar perdana yang mulai terlihat lemah dan butuh bernapas.

Sementara itu, General Electric Co., memperkirakan akan melakukan buyback obligasi senilai US$25 miliar, menjadi aksi pembelian kembali yang terbesar. GE berencana untuk membeli kembali surat utang senilai US$23 miliar.

Dengan demikian, perusahaan Amerika ini diperkirakan akan memangkas utangnya hingga lebih dari US$80 miliar sampai akhir tahun.

Sementara itu, pasar obligasi sampah tidak menunjukkan adanya transaksi setelah aktivitas penjualan menurun sebelum hari libur. Namun, kondisi penerbitan di sini melunak dengan imbal hasil naik menjadi 4,66 persen pada pekan ini meskipun tetap ada aksi jual dari perusahaan.

Jumat, 26 November 2021

PT Equity World | Kenaikan Harga Emas Dibatasi Sikap Hawkish Fed

PT Equity World |  Harga emas naik tipis pada Kamis (25/11/2021) karena pelemahan dolar. Namun sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve atau the Fed yang mempercepat pengurangan stimulus membebani logam mulia.

Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$ 1.792,05 per ons setelah melemah ke level terendah sejak 4 November pada Rabu (24/11/2021). Adapun emas berjangka AS naik 0,4% menjadi US$ 1.791,70.

Wah.. Ada yang Curi Kesempatan dari Anjloknya Harga Emas Nih! | PT Equity World

Sebagai gambaran, sikap hawkish menganggap bahwa pengetatan kebijakan moneter lewat kenaikan suku bunga perlu dilakukan dalam menentukan nasib perekonomian suatu negara. Sementara mereka yang berpandangan dovish berpendapat bahwa suku bunga acuan harus rendah atas dasar memperkokoh pertumbuhan ekonomi.

Sementara indeks dolar turun 0,1% dari level tertinggi dalam 16 bulan yang dicapai Rabu, sehingga mengurangi biaya logam untuk pembeli yang memegang mata uang lain.

Sejumlah pejabat Fed mengindikasikan mempercepat penghapusan program pembelian obligasi jika inflasi tinggi bertahan. The Fed juga akan bergerak lebih cepat untuk menaikkan suku bunga. Demikian risalah pertemuan kebijakan terakhir bank sentral AS.

Kenaikan suku bunga akan mengurangi daya tarik emas karena meningkatkan biaya memegang logam mulia yang tidak memberika bunga.

Di sisi lain, jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru tunjangan pengangguran turun ke level terendah sejak 1969 pekan lalu. Hal ini menunjukkan aktivitas ekonomi sedang meningkat.

Sebuah laporan terpisah Departemen Perdagangan AS pada Rabu menunjukkan produk domestik bruto naik sebesar 2,1% pada kuartal ketiga.

Tekanan harga memanas pada Oktober, dengan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS meningkat 0,4%,

Adapun harga perak di pasar spot naik 0,5% menjadi US$ 23,64 per ons. Platinum bertambah 1,2% menjadi US$ 986,27 dan paladium naik 0,7% jadi US$ 1.864,29.

Kamis, 25 November 2021

PT Equity World | Bursa Asia Bervariasi Jelang Rilis Suku Bunga Bank Korea

PT Equity World |  Bursa Asia Pasifik beragam (mixed) pada perdagangan Kamis pagi (25/11/2021) karena investor di Asia menantikan keputusan suku bunga Bank of Korea hari ini.

Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,6% dan indeks Topix bertambah 0,4%.

Kamis Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Bervariasi | PT Equity World

Kospi Korea Selatan turun 0,11%. Bank of Korea akan mengumumkan keputusan suku bunganya pada pukul 9 pagi waktu Hong Kong.

Sedangkan saham Australia turun, dengan S&P/ASX 200 melemah 0,11%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang tergerus 0,08%.

Semalam di Amerika Serikat, S&P 500 naik 0,23% menjadi 4.701,46 sementara Nasdaq Composite bertambah 0,44% menjadi 15.845,23. Dow Jones Industrial Average turun 9,42 poin menjadi 35.804,38.

Mata uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap mata uang lainnya berada di 96,875 setelah naik dari level di bawah 96,5 awal pekan ini.

Yen Jepang diperdagangkan pada 115,42 per dolar, lebih lemah dari level di bawah 114,5. Dolar Australia berada di US$ 0,7201, dari US$ 0,724 pada awal minggu perdagangan.

Rabu, 24 November 2021

PT Equity World | Emas Anjlok di Bawah US$ 1800/Ounce

PT Equity World | Emas jatuh ke level terendah hampir tiga minggu pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), menembus di bawah level psikologis US$ 1.800 per ounce, karena kenaikan yield obligasi AS.

Pencalonan kembali Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memicu spekulasi kenaikan suku bunga yang lebih cepat, memperkuat dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah.

Wall Street bervariasi, Nasdaq kembali melemah untuk hari kedua berturut-turut | PT Equity World

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok US$ 22,5 atau 1,25% menjadi US$ 1.783,80 per ounce, merupakan penurunan sesi keempat berturut-turut. Sementara emas di pasar spot turun 0,9% menjadi US$ 1.788,51 per ounce pada pukul 19.13 GMT.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang saingannya relatif stabil setelah mencapai level tertinggi dalam 16 bulan membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS menguat.

"Emas telah mengalami aksi jual panik selama 48 jam terakhir dan saya akan menyalahkan sebagian besar dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Investor bertaruh Powell akan meningkatkan kecepatan di mana bank sentral menormalkan kebijakan moneter untuk mengatasi lonjakan harga-harga konsumen dengan lebih baik. Powell dan Menteri Keuangan Janet Yellen akan muncul di hadapan Komite Perbankan Senat minggu depan.

Harga emas telah jatuh hampir US$ 100 sejak mencapai puncak lima bulan di US$ 1.876,90 per ounce minggu lalu.Namun, Ross Norman, seorang analis independen, mengatakan "terlalu dini untuk menghapus (write off) emas".

"Inflasi masih terus berjalan, dan ada pembatasan Covid-19 di Eropa sekali lagi. Tetapi beban ada pada bullish, jika gagal, logam dapat melayang lebih rendah lagi," tambah Norman.

Emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah menantang status itu karena mereka diterjemahkan ke dalam peluang kerugian yang lebih tinggi memegang emas.

Emas juga tertekan setelah Indeks Manajer pembelian (PMI) manufaktur IHS Markit yang dirilis pada Selasa (23/11/2021) meningkat menjadi 59,1 pada November dari 58,4 pada Oktober, pada dasarnya sejalan dengan perkiraan ekonom 59,0.

Pasar AS akan ditutup pada Kamis (25/11/2021) untuk merayakan Thanksgiving.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 86,2 sen atau 3,55% menjadi US$ 23,435 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$ 50,9 atau 5,01% menjadi US$ 964,2 per ounce.

Selasa, 23 November 2021

PT Equity World | Wall Street Bervariasi, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Tergelincir

PT Equity World | Wall Street bervariasi dengan indeks S&P 500 berakhir lebih rendah dan Nasdaq jatuh ke wilayah negatif pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB). Kondisi itu setelah keduanya sempat mencapai rekor tertinggi menyusul pengumuman masa jabatan kedua untuk Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Mengutip Antara, Selasa, 23 November 2021, indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,05 persen atau 17,27 poin menjadi 35.619,25. Indeks S&P 500 kehilangan 0,32 persen atau 15,02 poin, menjadi 4.682,94. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 1,26 persen atau 202,68 poin, menjadi 15.854,76.

Harga Emas Anjlok 2,45 Persen, Ini Sebabnya | PT Equity World

Kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS membuat saham sektor teknologi secara luas lebih rendah, dengan saham-saham yang terus bertahan termasuk Microsoft dan Apple, yang oleh banyak investor dianggap relatif aman, menyerahkan keuntungan di akhir sesi.

Saham Apple berakhir naik 0,3 persen, level penutupan tertinggi yang pernah ada, setelah melonjak lebih dari 3,0 persen pada pagi hari. JPMorgan mengisyaratkan kemungkinan peningkatan pasokan iPhone 13 dalam beberapa bulan mendatang. Microsoft berakhir turun hampir satu persen setelah di awal perdagangan menguat hampir 2,0 persen.

"Pasar gelisah. Kami tahu kami memiliki Powell, tetapi itu tidak membantu masalah inflasi. Tidak langsung terlihat jelas, saham pertumbuhan teknologi terpukul sepanjang hari, dan kemudian semua teknologi terpukul pada akhirnya," kata seorang pedagang di Bright Trading LLC, Dennis Dick.

Pencalonan Powell disambut oleh banyak investor yang berharap tidak ada perubahan besar di Fed ketika memandu ekonomi melalui pemulihan dari pandemi. Bank sentral akan mengumumkan kembalinya kebijakan pra-pandemi pada akhir 2022.

"Gubernur Fed Lael Brainard, yang merupakan kandidat teratas lainnya untuk jabatan itu, akan menjadi wakil ketua," kata Gedung Putih.

"Pasar menyukai prediktabilitas. Sementara Brainard mungkin merupakan pilihan yang baik, pasar tidak akan tahu apa yang diharapkan darinya meskipun konsensus umum adalah bahwa itu berarti suku bunga yang lebih rendah untuk waktu yang lebih lama," kata Direktur Pelaksana Perdagangan dan Derivatif Charles Schwab Randy Frederick, di Austin, Texas.

Indeks bank

Indeks bank S&P 500 menguat 2,0 persen, mengikuti lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah karena investor memperkirakan pengetatan kebijakan pada paruh pertama 2022. Wells Fargo & Co naik lebih dari 3,0 persen dan termasuk di antara bank-bank Wall Street utama terkuat.

Kontrak berjangka terkait dengan tingkat kebijakan Fed menunjukkan bahwa pasar uang sekarang memperkirakan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Juni 2022 dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya Juli.

Dalam perdagangan yang diperpanjang, Zoom Video Communications melonjak 6,0 persen setelah perusahaan konferensi video itu membukukan pendapatan kuartalan yang melampaui ekspektasi. Investor sedang menunggu banyak data ekonomi minggu ini, termasuk data aktivitas bisnis IHS, pengeluaran konsumsi pribadi, dan risalah pertemuan terbaru The Fed.

Pada sesi Senin, Amazon merosot 2,8 persen dan Alphabet jatuh 1,8 persen, keduanya sangat membebani Nasdaq. Tesla Inc terangkat 1,7 persen setelah CEO Elon Musk men-tweet bahwa Model S Plaid mungkin akan datang ke Tiongkok sekitar Maret. Saham tersebut hampir pulih dari aksi jual tajam awal bulan ini.

Activision Blizzard melemah 0,3 persen setelah laporan media bahwa kepala eksekutif penerbit video game itu, Bobby Kotick, akan mempertimbangkan untuk keluar jika dia tidak dapat dengan cepat mengatasi kekhawatiran tentang budaya perusahaan.

Senin, 22 November 2021

PT Equity World | Bursa Amerika Sepekan, Investor Banyak Berburu Saham Kecil

PT Equity World | Wall Street atau bursa saham Amerika Serikat dalam sepekan bergerak variatif didorong beberapa sentimen dan membuat para investor kebanyakan melirik saham-saham berkapitalisasi kecil.

Beberapa investor percaya bahwa menyelaraskan saham-saham berkapitalisasi kecil, karena kategori tersebut mendapat manfaat dari valuasi murah, pertumbuhan ekonomi yang kuat, dan dampak yang relatif jinak dari perubahan kebijakan pajak yang menjulang.

Senin Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Bervariasi | PT Equity World

Menurut penyedia data EPFR, sekitar USD2,4 miliar telah mengalir ke dana ekuitas berkapitalisasi kecil di AS sejauh bulan ini, sudah menjadi aliran masuk bulanan terbesar sejak Maret.

Indeks berkapitalisasi kecil memangkas kenaikan minggu ini di tengah kekhawatiran munculnya kembali COVID-19.

Kapitalisasi kecil, yang memiliki kapitalisasi pasar rata-rata USD1,2 miliar di Russell 2000, rally pada bulan-bulan awal 2021 karena investor bertaruh bahwa perusahaan kecil akan mendapat manfaat lebih banyak dari pembukaan kembali ekonomi AS yang luas.

Russell 2000 naik 19 persen tahun ini terhadap kenaikan 25 persen untuk S&P 500. Dengan reli S&P 500 yang meregangkan valuasi pada saham-saham berkapitalisasi besar dan pertumbuhan AS di atas tren yang diharapkan tahun depan, beberapa investor sekarang percaya bahwa kapitalisasi kecil adalah tawaran yang murah.

Menurut BofA Global Research, rasio forward price-to-earning dari Russell 2000 dibandingkan dengan Russell 1000 berkapitalisasi besar baru-baru ini mencapai 24 persen di bawah rata-rata jangka panjangnya, sementara kapitalisasi kecil juga diperdagangkan dengan diskon historis pada ukuran lain seperti price-to-book dan price-to-sales.

Kepala Investasi di Jacob Asset Management, Ryan Jacob mengatakan, saham berkapitalisasi kecil secara relatif hanya terlihat jauh lebih menarik.

"Dana saham pertumbuhan perusahaannya mungkin memiliki bobot tertinggi yang pernah ada dalam saham berkapitalisasi kecil dibandingkan dengan yang besar," kata Jacob.

Lebih lanjut Jacob merekomendasikan untuk mengurangi kepemilikan saham megacap seperti Alphabet dan Meta induk Facebook, sambil memilih perusahaan kecil seperti OptimizeRx dan Digital Turbine.

Jumat, 19 November 2021

Equity World | Harga Emas Diramal Melambung! Kamu Telat Masuk Ya...?

Equity World | Harga emas dunia turun tipis pada perdagangan pagi ini. Ke depan, bagaimana 'ramalan' harga sang logam mulia?

Pada Jumat (19/11/2021) pukul 06:43 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.858,06/troy ons. Turun tipis 0,02% dari posisi hari sebelumnya.

Wall Street mixed, S&P dan Nasdaq cetak rekor didukung pendapatan ritel yang kuat.| Equity World

Koreksi ini tidak menghapus fakta bahwa harga emas sedang dalam tren meningkat. Dalam sebulan terakhir, harga komoditas ini melesat lebih dari 5% secara point-to-point.

Ke depan, rasanya tren kenaikan harga emas masih akan berlanjut. Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga emas berpotensi naik hingga US$ 1.878/troy ons dan setelah itu masih bisa menanjak lagi.

"Hal ini terkonfirmasi dengan kenaikan yang tinggi pada Rabu lalu. Dalam waktu dekat, target harga emas berada di kisaran US$ 1.887-1.908/troy ons," sebut Wang dalam risetnya.

Sementara titik support harga emas, lanjut Wang, sepertinya ada di US$ 1.859/troy ons. Penembusan di bawah titik ini akan membawa harga terkoreksi, tetapi tidak terlalu jauh, ke US$ 1.849/troy ons.

Kemudian titik resistance diperkirakan berada di US$ 1.885/troy ons. Jika tertembus, maka harga emas akan melesat ke US$ 1.916/troy ons.

Kamis, 18 November 2021

Equity World | Bursa Asia Pasifik Bergerak Hati-Hati Paska Tergelincirnya Wall Street

Equity World | Saham Asia-Pasifik ditetapkan untuk diperdagangkan dengan hati-hati pada hari Kamis, menyusul kerugian semalam di Wall Street.

Futures menunjuk ke pembukaan yang lebih rendah di Jepang, di mana benchmark Nikkei 225 kehilangan 0,4% di sesi sebelumnya.

Emas Dunia Pamer Kemilau di Tengah Kekhawatiran Lonjakan Inflasi | Equity World

Di Australia, ASX 200 turun 0,3% pada awal perdagangan karena sektor energi kehilangan 1,66% dan subindeks keuangan tertimbang tergelincir 0,53 persen.

Bank-bank yang dikenal dengan “Big Four” di Australia berjuang untuk mendapatkan keuntungan: Saham ANZ turun 0,86%, Commonwealth Bank turun 0,87%, Westpac kehilangan 0,58% dan National Australia Bank turun 0,38 persen.

“Ekuitas melemah semalam karena kekhawatiran inflasi, karena inflasi Inggris lebih kuat dari yang diharapkan dan kendala pasokan membebani perumahan baru di AS,” kata analis di ANZ Research dalam catatan pagi.

Indeks Harga Konsumen Inggris naik 4,2% dalam 12 bulan hingga Oktober, naik dari 3,1% pada September dan mengalahkan ekspektasi ekonom sebesar 3,9 persen.

Data hari Rabu diperkirakan akan menambah tekanan pada Bank of England untuk bertindak berdasarkan suku bunga pada pertemuan bulan Desember. Bank sentral mempertahankan suku bunga stabil pada November, menentang ekspektasi banyak investor bahwa itu akan menjadi bank sentral besar pertama yang menaikkan suku bunga setelah pandemi virus corona.

Harga minyak mentah turun

Harga minyak turun di sesi sebelumnya di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang kelebihan pasokan dan pemulihan permintaan.

Minyak mentah berjangka Brent turun 2,6% menjadi $80,28 per barel sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menetap 3% lebih rendah pada $78,36.

“Rilis laporan mingguan (Administrasi Informasi Energi AS) yang menunjukkan penurunan besar dalam persediaan tidak banyak menghentikan penjualan,” tulis analis ANZ Research Kamis.

“Ini mungkin karena nada bearish yang ditetapkan IEA dan OPEC awal pekan ini dalam laporan pasar minyak bulanan mereka. Keduanya memperkirakan pasar akan mengalami surplus dalam waktu yang tidak terlalu lama,” tambah mereka.

Pemerintahan Presiden Joe Biden juga telah meminta beberapa negara konsumen minyak terbesar di dunia untuk mempertimbangkan melepaskan beberapa cadangan minyak mentah mereka untuk mengoordinasikan upaya untuk mendorong harga lebih rendah dan membantu pemulihan ekonomi, menurut laporan media.

Di tempat lain, di pasar mata uang, dolar AS terakhir diperdagangkan pada 95,828 terhadap sekeranjang rekan-rekannya — indeks dolar naik dari level di bawah 95,200 pada minggu sebelumnya.

Yen Jepang berpindah tangan pada 114,18 per dolar sementara dolar Australia diperdagangkan mendekati datar di $0,7267.

Rabu, 17 November 2021

Equity World | Wall Street Kirim Kabar Gembira, IHSG Siap ke 6.700 Lagi

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menguat 0,53% ke 6.651,208 Selasa kemarin, sekaligus menghentikan penurunan dalam 2 hari beruntun. Meski demikian investor asing kembali menjual bersih (net sell) Rp 62 milar, tidak sebesar awal pekan lalu yang lebih dari Rp 600 miliar.

Pada perdagangan hari ini, Rabu (17/11), IHSG berpeluang kembali ke zona hijau, mengikuti pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street. Bahkan tidak menutup kemungkinan IHSG kembali mendekati rekor tertinggi sepanjang masa.

Wall Street kompak menghijau, S&P 500 terangkat data penjualan ritel | Equity World

Ketiga indeks utama Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat sukses menguat. Sebagai kiblat bursa saham dunia, penguatan Wall Street tentunya mengirim sentimen positif ke pasar Asia.

Data penjualan ritel AS yang dirilis kemarin juga mendongkrak kinerja Wall Street. Departemen Perdagangan AS melaporkan penjualan ritel di bulan Oktober tumbuh hingga 1,7%, jauh lebih tinggi dari bulan sebelumnya 0,8% dan lebih tinggi dari ekspektasi Dow Jones sebesar 1,5%.

Sementara itu, penjualan ritel inti yang tidak memasukkan sektor otomotif dalam perhitungan juga tumbuh 1,7%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 0,7%, dan ekspektasi 1%.

Data penjualan ritel tersebut menunjukkan perekonomian Amerika Serikat masih berada pada jalur pemulihan, di tengah inflasi yang tinggi. Sehingga risiko stagflasi menjadi minim. 

Secara teknikal, IHSG akhirnya sukses menguat setelah terkoreksi terkoreksi 2 hari beruntun. Meski demikian, IHSG belum bisa lepas dari tekanan pola Doji pada Kamis (11/11).

Pola Doji memberikan sinyal netral. Artinya, pelaku pasar masih ragu-ragu menentukan arah, apakah lanjut naik atau balik turun.

Tetapi, mengingat Doji muncul saat posisi IHSG sedang tinggi, memang risiko koreksi menjadi lebih besar.

Sementara itu jika melihat grafik 1 jam, indikator stocahastic sudah bergerak naik tetapi belum mencapai wilayah jenuh beli (overbought).

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Dengan Stochastic yang belum mencapai wilayah overbought maka peluang IHSG melanjutkan kenaikan masih terbuka.

Resisten terdekat berada di kisaran 6.675, jika dilewati IHSG berpeluang ke 6.700 mendekati lagi rekor tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, support terdekat berada di kisaran 6.600 hingga 6.590, jika ditembus IHSG berisiko turun ke 6.560 hingga 6.540.

Selasa, 16 November 2021

Equity World | Melesat, Harga Emas Dunia Naik ke Level Tertingginya Dalam 5 Bulan Terakhir

Equity World | Harga emas dunia mencapai level tertinggi lima bulan pada perdagangan Senin, karena kekhawatiran laju inflasi yang meningkat.

Mengutip CNBC, Selasa (16/11/2021) harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD1.866,03 per ounce menyusul sedikit kemunduran pada awal sesi karena aksi ambil untung.

Mayoritas Bursa Asia Dibuka Melemah, RBA Tahan Suku Bunga | Equity World

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup turun 0,1 persen menjadi USD1.866,60 per ounce.

Ada beberapa aksi ambil untung secara rutin oleh pedagang emas berjangka pendek tetapi tren kenaikan emas masih ada, kata Jim Wyckoff, analis Kitco Metals.

Emas melesat sekitar USD100 selama delapan sesi terakhir, kenaikan beruntun terpanjang sejak Mei, ketika daya tariknya sebagai lindung nilai inflasi didorong lonjakan indeks harga konsumen Amerika dan karena bank sentral utama mempertahankan sikap dovish pada suku bunga.

Kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan bunga karena meningkatkan opportunity cost logam tersebut. Namun, imbal hasil US Treasury 10-tahun naik mendekati level tertinggi tiga minggu, meningkatkan opportunity cost untuk memegang emas.

Indeks Dolar (Indeks DXY) menguat 0,3 persen ke level tertinggi 16-bulan terhadap sekeranjang pesaingnya.

Analis Saxo Bank, Ole Hansen memperingatkan, "Jika emas gagal menembus di atas USD1.870 hari ini, ada risiko yang dapat mendorongnya kembali ke area USD1.830-1.835, karena hal itu dapat mengecewakan beberapa investor," katanya.

Presiden Minneapolis Federal Reserve Bank, Minggu, mengatakan dia memperkirakan inflasi lebih tinggi dalam beberapa bulan ke depan, tetapi menegaskan bank sentral AS tidak boleh bereaksi berlebihan terhadap peningkatan inflasi karena kemungkinan bersifat sementara.

"Normalisasi kebijakan Federal Reserve, suku bunga yang lebih tinggi, penguatan dolar AS, dan tekanan inflasi kemungkinan memudar pada 2022 mendorong pelemahan harga perak," kata analis UBS.

Logam lainnya Perak turun 0,8 persen menjadi USD25,09 per ounce. Platinum naik 0,6 persen menjadi USD1.088,51 per ounce dan paladium melambung 2,5 persen menjadi USD2.161,07 per ounce.

Senin, 15 November 2021

Equity World | Wall Street Terus Menguat di Tengah Lonjakan Inflasi AS?

Equity World | Wall Street menguat di tengah lonjakan inflasi di Amerika Serikat. Secara tahunan, inflasi di AS mencapai 6,2 persen, tertinggi dalam 30 tahun terakhir.

Padahal, momok inflasi tinggi, suku bunga dan imbal hasil obligasi, biasanya menimbulkan masalah bagi saham. Namun tidak kali ini, bursa saham AS malah terus naik.

Usai Tembus Level Psikologis, Harga Emas Diramal Melambung Pekan Ini | Equity World

Seperti penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, Wall Street kompak menguat. Dikutip dari Reuters, Senin (14/11) Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 160,78 poin, atau 0,45 persen menjadi 36.082,01; S&P 500 (.SPX) naik 30,62 poin, atau 0,66 persen pada 4.679,89; dan Nasdaq Composite (.IXIC) menambahkan 140,70 poin, atau 0,9 persen pada 15.844,98.

Di antara 11 sektor utama S&P 500, sektor layanan komunikasi (.SPLRCL) memimpin kenaikan, sementara sektor energi (.SPNY) mengalami penurunan persentase terbesar.

Meskipun menguat signifikan, ketiga indeks saham utama Wall Street melemah dibandingkan penutupan pada Jumat pekan sebelumnya. Capaian ini mengakhiri kenaikan mingguan kelima kali berturut-turut.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan saat ini terdapat banyak lowongan pekerjaan. Jumlahnya bahkan tidak bergerak dari rekor tertinggi meskipun ada banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan.

Di sisi lain, kondisi konsumsi rumah tangga yang melemah juga mulai membuat para peritel khawatir. Sebab liburan akhir tahun yang menjadi musim belanja paling penting semakin dekat sementara tingkat konsumsi belum membaik.

Sejumlah emiten peritel seperti Walmart Inc (WMT.N), Target Corp (TGT.N), Home Depot Inc (HD.N), dan Macy's Inc (M.N) akan melaporkan kinerja keuangan mereka mulai pekan ini. Pelaporan tersebut akan musim pendapatan kuartal ketiga yang sebagian besar menunjukkan hasil yang positif.

Per Jumat lalu, sebanyak 459 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan kinerja keuangan mereka. Dari jumlah tersebut, 80 persen menghasilkan pendapatan di atas prediksi konsensus.

Saham Johnson & Johnson (JNJ.N) naik 1,3 persen di tengah berita bahwa raksasa perawatan kesehatan tersebut akan terbagi menjadi dua perusahaan. Perseroan dikabarkan akan memisahkan segmen perawatan kesehatan konsumennya dari bisnis farmasi/perangkat medis.

Sementara itu saham Tesla Inc (TSLA.O) turun 3,6 persen di tengah berita Elon Musk telah menjual saham tambahan USD 700 juta. Sementara itu produsen mobil listrik saingan Tesla, Rivian Automotive Inc (RIVN.O), naik 3,3 persen. Sedangkan saham Alibaba Group Holding yang terdaftar di AS tergelincir 1,1 persen.


Jumat, 12 November 2021

PT Equityworld | Jumat Pagi, Mayoritas Saham Asia Pasifik Dibuka Menguat

PT Equityworld | Mayoritas saham di Asia-Pasifik pada perdagangan Jumat pagi (12/11/2021) dibuka menguat, menyusul kenaikan semalam untuk saham teknologi di Amerika Serikat yang mendorong Nasdaq Composite rebound.

Nikkei 225 Jepang naik 0,89% pada awal perdagangan karena saham konglomerat SoftBank Group melonjak lebih dari 1%. Indeks Topix naik 1,15%.

Wall Street ditutup beragam, indeks S&P 500 dan Nasdaq sedikit menguat | PT Equityworld

Di Korea Selatan, Kospi naik 0,61%.

Saham Australia naik di perdagangan pagi karena S&P/ASX 200 naik 0,9%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,2% lebih tinggi.

Investor di Asia akan mengamati pergerakan saham e-commerce seperti Alibaba dan JD.com setelah acara belanja online Singles Day.

Semalam di Amerika Serikat, Nasdaq Composite yang sarat teknologi naik 0,52% menjadi 15.704,28 sementara S&P 500 naik tipis ke 4.649,27. Dow Jones Industrial Average tertinggal, turun 158,71 poin menjadi 35.921,23.

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 95,178 setelah melonjak awal pekan ini dari di bawah 94,4.

Yen Jepang diperdagangkan pada 114,05 per dolar, berjuang untuk pulih setelah melemah dari bawah 113,5 terhadap greenback awal pekan ini. Dolar Australia berpindah tangan pada $0,729, masih turun dari level di atas $0,738 yang terlihat awal pekan ini.

Kamis, 11 November 2021

PT Equityworld | Inflasi AS Melonjak, Emas Dunia Lanjut Pamer Kemilau

PT Equityworld |  Emas melonjak mencapai level tertinggi lima bulan pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB). Emas memimpin reli logam mulia setelah data menunjukkan harga-harga konsumen AS melonjak bulan lalu, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai tempat lindung nilai inflasi.

Mengutip Antara, Kamis, 11 November 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, bertambah USD17,5 atau 0,96 persen menjadi USD1.848,30 per ons, level tertinggi sejak 16 Juni dan memperpanjang kenaikan untuk sesi kelima berturut-turut.

Emas melonjak 17,5 dolar, data inflasi AS yang kuat angkat daya tarik | PT Equityworld

Sehari sebelumnya, Selasa, 9 November, emas berjangka terdongkrak USD2,8 atau 0,15 persen menjadi USD1,830,80, setelah menguat sebanyak USD11,2 atau 0,62 persen menjadi USD1.828,00 pada Senin, 8 November, dan melonjak dua hari sebelumnya masing-masing USD23,3 dan USD29,6.

"Sekali lagi kami memiliki data inflasi yang panas. Emas menjadi lindung nilai klasik terhadap inflasi, kami percaya inflasi adalah lingkungan positif yang mendasari yang akan mendorong reli pasar emas di minggu-minggu dan bulan-bulan mendatang," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga konsumen AS naik 0,9 persen pada Oktober, kenaikan terbesar dalam empat bulan. Inflasi AS mencapai level tertinggi 30 tahun pada Oktober dengan pada tingkat tahunan naik 6,2 persen, tingkat tertinggi sejak November 1990.

Konsumen AS

Harga-harga konsumen AS meningkat pada Oktober karena orang Amerika membayar lebih banyak untuk bensin dan makanan, yang mengarah ke kenaikan tahunan terbesar dalam 31 tahun.

"Lingkungan ini adalah pedang bermata dua karena data inflasi terus keluar lebih panas dari yang diperkirakan, kekhawatirannya adalah apakah Federal Reserve mengurangi likuiditas lebih cepat dari yang diperkirakan," kata Meger.

Reli emas tampak melewati penguatan dolar AS, yang biasanya menumpulkan permintaan emas dari pemegang mata uang lainnya, untuk sebagian besar sesi, tetapi akhirnya menyerah untuk melepaskan sebagian dari kenaikan saat greenback mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun.

Emas juga mendapat dukungan dari penurunan imbal hasil riil pada obligasi pemerintah AS dan sentimen penghindaran risiko keseluruhan yang menekan indeks-indeks utama Wall Street.

"Penembusan emas di atas level resistensi utama USD1.835 per ons adalah penting dan penutupan di atas USD1.851 dapat memicu momentum kenaikan menuju USD1.900. Emas memiliki dasar yang kuat untuk membangun momentum harga mengingat permintaan musiman yang kuat dari India," kata analis Standard Chartered, Suki Cooper.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik sebanyak 45,4 sen atau 1,87 persen menjadi USD24,772 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari naik sebanyak USD15,6 atau 1,47 persen menjadi USD1.077 per ons.

Rabu, 10 November 2021

PT Equityworld | Wall Street Tergelincir Imbas Aksi Ambil Untung Investor

PT Equityworld | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street kompak melemah pada perdagangan Selasa, 9 November 2021 usai cetak rekor sejak pekan lalu. Indeks S&P 500 merosot untuk pertama kali dalam sembilan sesi seiring investor merealisasikan keuntungan setelah reli pada Oktober dan menanti rilis data inflasi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 susut hampir 0,4 persen menjadi 4.685,25. Indeks Dow Jones tergelincir 112,24 poin atau 0,3 persen menjadi 36.319,98. Indeks Nasdaq tergelincir 0,6 persen menjadi 15.886,54.

Semua Mata Tertuju ke AS-China, Bagaimana Pasar RI Hari Ini? | PT Equityworld

Tiga indeks utama acuan di wall street turun dari posisi rekor tertinggi. Indeks S&P 500 mencatat 64 kali rekor pada 2021, dan delapan kali positif, ini merupakan penguatan terpanjang sejak April 2019.

Indeks harga produsen Oktober 2021 naik 0,6 persen month over month (mom), demikian pernyataan Departemen Tenaga Kerja. Hal itu sesuai dengan perkiraan konsensus Dow Jones.

Namun, harga grosir melonjak 8,6 persen pada Oktober dari tahun lalu, ini rekor tahunan terpanas dalam hampir 11 tahun.

Di sisi lain, investor sedang menunggu rilis data inflasi penting lainnya pada Rabu pekan ini. Indeks harga konsumen pada Oktober diperkirakan melonjak 0,6 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

"Intinya, sementara data hari ini seperti yang diharapkan, angka-angka tersebut tentu membuka mata dalam hal laju kenaikan,” ujar Chief Investment Officer Bleakley Advisory Group, Peter Boockvar, dilansir dari CNBC, Rabu (10/11/2021).

Gerak Saham di Wall Street

Pada Selasa, PayPal menjadi penghambat utama di indeks S&P 500 dan Nasdaq. Saham PayPal melemah 10,5 persen. Perusahaan pembayaran digital gagal memenuhi harapan pendapatan kuartalan dan mengeluarkan panduan kuartal IV 2021 dan setahun penuh yang lebih lemah dari perkiraan.

Saham Tesla turun hampir 12 persen juga membebani indeks S&P 500 dan Nasdaq. Saham Tesla terus tertekan setelah CEO Tesla Elon Musk bertanya dalam jajak pendapat di Twitter, apakah dia harus menjual 10 persen sahamnya dengan hampir 58 persen responden menjawab ya. Meski saham Tesla tertekan, saham produsen mobil listrik ini sudah naik 45 persen sepanjang 2021.

Di sisi lain, saham GE bertambah sekitar 2,7 persen setelah raksasa industri itu mengumumkan akan pecah menjadi tiga perusahaan publik yang fokus pada penerbangan, perawatan kesehatan dan energi. Saham GE memimpin kenaikan pada indeks S&P 500.

Selasa, 09 November 2021

PT Equityworld | Selasa Pagi, Mayoritas Saham Asia Pasifik Dibuka Menguat

PT Equityworld | Mayoritas saham di kawasan Asia-Pasifik pada perdagangan Selasa pagi (9/11/2021) dibuka menguat, menyusul kenaikan semalam di Wall Street yang membawa indeks utama ke rekor penutupan tertinggi.

Nikkei 225 Jepang naik 0,64% sementara indeks Topix naik 0,54%.

Wall Street Kembali Cetak Rekor Berkat Reli Saham Infrastruktur | PT Equityworld

Saham konglomerat Softbank Group tidak diperdagangkan Selasa pagi karena membanjirnya pesanan beli, menurut Reuters.

Softbank Group hari Senin mengumumkan rencana untuk membeli kembali hingga satu triliun yen ($8,83 miliar) sahamnya sendiri. Softbank pada hari Senin melaporkan kerugian bersih 398 miliar yen ($ 3,5 miliar) dalam periode tiga bulan yang berakhir 30 September.

Kospi Korea Selatan naik 0,82%.

Di Australia, S&P/ASX 200 naik 0,19%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,15% lebih tinggi.

Ketiga indeks utama di Wall Street menguat ke rekor penutupan tertinggi menyusul persetujuan paket belanja infrastruktur. Dow Jones Industrial Average naik 104,27 poin menjadi 36.432,22 sementara S&P 500 naik hampir 0,1% menjadi 4.701,70. Nasdaq Composite naik fraksional ke 15.982,36. Kenaikan hari Senin membuat ketiga indeks utama ditutup pada rekor tertinggi.

Dewan Perwakilan Rakyat AS Jumat malam meloloskan RUU infrastruktur lebih dari $ 1 triliun. Pertama kali disahkan oleh Senat pada bulan Agustus, paket tersebut akan menyediakan pendanaan baru untuk transportasi, utilitas dan broadband, di antara proyek infrastruktur lainnya.

Mata Uang

Di pasar uang, indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 94,049 setelah penurunan baru-baru ini dari di atas 94,2.

Yen Jepang diperdagangkan pada 113,23 per dolar, lebih kuat dari level di atas 113,5 yang terlihat terhadap greenback kemarin. Dolar Australia berada di $0,7415, masih di bawah level di atas $0,75 yang terlihat minggu lalu.

Senin, 08 November 2021

Equity World | Harga emas melemah, masih bergerak di atas US$ 1.800 per ons troi

 Equity World | Harga emas melemah, masih bergerak di atas US$ 1.800 per ons troi

Equity World | Harga emas spot melemah di awal pekan ini setelah melonjak pada akhir pekan lalu. Senin (8/11) pukul 7.15 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.814,98 per ons troi.

Harga emas spot melemah 0,18% ketimbang akhir pekan lalu. Pada Jumat (5/11), harga emas spot melonjak 1,47% dalam sehari.

Sementara harga emas kontrak Desember 2021 di Commodity Exchange pagi ini justru menguat tipis 0,02% ke US$ 1.817,20 per ons troi.

Harga logam mulia akhir pekan lalu bereaksi atas pernyataan dovish bank-bank sentral utama dunia mengenai suku bunga.


Equity World | Nada Dovish The Fed, Bikin Harga Emas Dunia Naik



Meski pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) membaik pada laporan akhir pekan, bank sentral AS Federal Reserve kemungkinan masih akan tetap berpegang pada keputusan bulan ini.

Pada Rabu pekan lalu, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa inflasi yang melonjak hanya sementara dan tidak memerlukan kenaikan bunga untuk mengekangnya. Sementara Bank of England menahan suku bunga pada keputusan bulan ini.

"Kenaikan harga emas terjadi karena The Fed tidak buru-buru menaikkan suku bunga," kata Lukman Otunuga, analis FXTM kepada Reuters.

Harga emas juga ditopang oleh permintaan emas fisik di India. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk mengoleksi emas pada musim perayaan.




Jumat, 05 November 2021

Equityworld Futures | Harga emas melonjak 1% karena The Fed memberi sinyal sabar untuk kenaikan suku bunga

Equityworld Futures | Harga emas melonjak 1% pada hari Kamis (4/11) setelah Federal Reserve mengindikasikan akan bersabar untuk menaikkan suku bunga dan Bank of England menentang ekspektasi kebijakan yang lebih hawkish.

Melansir Reuters, harga emas spot naik 1,7% menjadi US$1.793 per ons troi, setelah menyentuh level terendah tiga minggu pada hari Rabu.

Jumat Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Bervariasi | Equityworld Futures

Sedangkan, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember melonjak 1,3% menjadi US$1.787,00 per ons troi.

"Emas sedang mencoba untuk memulihkan beberapa kerugian kemarin dan pasar mengambil beberapa kenyamanan dari fakta bahwa tidak ada sinyal yang kuat sehubungan dengan kenaikan suku bunga di masa depan dari Fed," kata analis Saxo Bank Ole Hansen.

Otoritas AS mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya akan mulai memangkas program pembelian obligasi besar-besaran mulai bulan ini dan terjebak dengan anggapan bahwa inflasi yang tinggi akan bersifat sementara.

Setelah itu, Bank of England mempertahankan suku bunga pada hari Kamis, mematahkan ekspektasi untuk kenaikan yang akan menjadikannya bank sentral besar pertama di dunia yang menaikkan suku bunga setelah pandemi.

"Ada beberapa kegugupan menjelang pengumuman Bank of England ... tetapi karena tidak ada perubahan (suku bunga) yang mungkin telah menambahkan tawaran tambahan ke pasar," kata Hansen.

Kebijakan moneter AS yang sangat longgar telah membantu mendorong emas naik tajam sejak krisis keuangan akhir 2000-an, dengan suku bunga rendah memotong biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil dan kekhawatiran inflasi memicu permintaan untuk lindung nilai.

Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan biaya peluang emas, yang tidak membayar bunga.

Analis independen Ross Norman mengatakan, permintaan fisik yang kuat untuk emas mendukung pasar, karena festival Diwali India umumnya meningkatkan penjualan logam mulia.

Di tempat lain, harga perak spot naik 1,2% menjadi US$23,79 per ons troi. Platinum naik 0,8% menjadi US$1.037,35 per ons troi dan paladium melonjak 2,2% menjadi US$2.043,54 per ons troi.

Kamis, 04 November 2021

Equityworld Futures | Wall Street Meroket Merespons Kebijakan The Fed

Equityworld Futures | Wall Street ditutup menguat dengan beberapa indeks melonjak ke rekor tertinggi baru pada penutupan perdagangan, Rabu (3/11/2021) waktu setempat. Hal itu didorong Federal Reserve AS yang mengumumkan rencananya untuk mengurangi pembelian obligasi bulanan pada akhir bulan ini, tetapi berhenti memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga lebih cepat akan segera terjadi.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,29%, atau 104 poin ke rekor 36.157,58, sedangkan S&P 500 naik 0,29% ke rekor 4.660,57. Sementara itu Nasdaq naik 1,04% ke rekor 15.811,58 dan Russell 2000 naik 1,8% ke rekor 2.404,28.

Dalam 3 Pekan Ini Kilau Emas Meredup Mendekati Level Terendah Setelah Pengumuman The Fed | Equityworld Futures

Komite Pasar Terbuka Federal pada Rabu merinci rencana untuk mulai mengurangi pembelian aset akhir bulan ini, dengan maksud untuk mengakhiri program pembelian obligasi pada Juni tahun depan.

Pembelian obligasi bulanan sebesar USD120 miliar - USD80 miliar dalam bentuk Treasuries dan USD40 miliar dalam sekuritas berbasis hipotek - akan dipangkas sebesar USD15 miliar per bulan.

Dalam konferensi pers guna mengikuti kebijakan moneter, Ketua The Fed Jerome Powell meremehkan potensi kenaikan suku bunga lebih cepat daripada nanti.

"[Kami] tidak berpikir ini saat yang tepat untuk menaikkan suku bunga karena kami ingin melihat pasar tenaga kerja pulih lebih jauh. [Kami] memiliki alasan yang sangat baik untuk berpikir bahwa itu akan terjadi ketika varian Delta menurun,” kata Powell.

Powell menambahkan bahwa dia melihat inflasi bergerak turun pada kuartal ketiga atau keempat. Sektor yang menopang pertumbuhan pasar termasuk teknologi, ternyata sensitif terhadap kenaikan suku bunga yang meningkat tajam.

Saham teknologi besar termasuk Apple (NASDAQ:AAPL), Meta Platforms (NASDAQ:FB) (NASDAQ:FB), Amazon (NASDAQ:AMZN), dan Google-parent Alphabet (NASDAQ:GOOGL) ditutup lebih tinggi.

Rabu, 03 November 2021

Equityworld Futures | Rabu Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Beragam

Equityworld Futures | Saham di kawasan Asia-Pasifik pada perdagangan Rabu pagi (3/11/2021) dibuka beragam (mix). Investor menantikan akhir pertemuan dua hari Federal Reserve AS untuk sinyal tentang pengurangan pembelian obligasi AS (tappering off).

S&P/ASX 200 di Australia melonjak sekitar 1% karena saham BHP dan Westpac masing-masing naik sekitar 1%.

Wall Street Perkasa, Indeks S&P 500 Cetak Rekor Berkat Laporan Keuangan yang Kuat | Equityworld Futures

Di Korea Selatan, Kospi turun 0,3%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,05% lebih tinggi.

Pasar di Jepang tutup pada hari Rabu untuk liburan.

Federal Reserve mengakhiri pertemuan dua hari pada hari Rabu di Amerika Serikat, dengan investor mengawasi detail seputar pengurangan jumlah obligasi yang dibeli bank sentral setiap bulan.

Sebuah survei pribadi tentang aktivitas layanan China pada bulan Oktober juga diperkirakan akan keluar pada hari Rabu, dengan Indeks Manajer Pembelian layanan Caixin/Markit akan dirilis pada 9:45 pagi HK/SIN.

Semalam di Wall Street, S&P 500 naik 0,37% menjadi 4.630,65 sementara Dow Jones Industrial Average naik 138,79 poin menjadi 36.052,63. Nasdaq Composite naik 0,34% menjadi 15.649,60. Ketiga rata-rata utama di Amerika Serikat ditutup pada rekor.

Harga Minyak Tergelincir

Harga minyak lebih rendah di pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent turun 0,86% menjadi $83,99 per barel. Minyak mentah berjangka AS turun 1,29% menjadi $82,83 per barel.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 94,109 setelah naik baru-baru ini dari level di bawah 93,9.

Yen Jepang diperdagangkan pada 113,93 per dolar, lebih lemah dari level di bawah 113,6 terhadap greenback kemarin. Dolar Australia berpindah tangan pada $0,7433 setelah penurunan kemarin dari atas $0,752.

Selasa, 02 November 2021

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Pagi Ini, Nanti? Turun Lagi

Equityworld Futures | Harga emas dunia bergerak turun pada perdagangan pagi hari ini. Ke depan, bagaimana nasib harga sang logam mulia?

Pada Selasa (2/11/2021) pukul 06:23 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.791,44/troy ons. Turun tipis 0,09% dibandingkan hari sebelumnya.

Selasa Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Bervariasi | Equityworld Futures

Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan 'penderitaan' harga emas belum berakhir. Ya, harga masih bisa turun lagi.

"Harga emas kemungkinan akan menguji titik support US$ 1.776/troy ons. Penembusan di titik ini akan membawa harga jatuh ke US$ 1.764/troy ons," tulis Wang dalam risetnya.

Setelah harga emas menyentuh US$ 1.813,64 pada 22 Oktober, lanjut Wang, selanjutnya akan terjadi koreksi yang lumayan dalam. Koreksi ini akan terbagi menjadi lima gelombang.

Gelombang yang sekarang bakal mengarahkan harga emas ke titik support US$ 1.776/troy ons. Hanya kenaikan harga ke US$ 1.795/troy ons yang bisa membuat tren ini berbalik.

"Namun sepertinya target resistance di US$ 1.800/troy ons palsu belaka. Harga emas malah lebih mungkin jatuh menuju US$ 1.739/troy ons. Ini akan terkonfirmasi begitu harga menyentuh US$ 1.773/troy ons," demikian Wang.

Senin, 01 November 2021

Equityworld Futures | Jelang Pengumuman Inflasi, IHSG Diproyeksi Naik

Equityworld Futures | Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat di tengah sentimen positif global.

"IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya hari ini," kata Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang Senin (1/11/2021).

Harga Emas Sepanjang Oktober Masih Lesu, Ini Penyebabnya | Equityworld Futures

Dia mengatakan potensi penguatan merujuk naiknya indeks Dow Jones di bursa AS sebesar 0,25%, serta naiknya harga beberapa komoditas di antaranya minyak, minyak sawit mentah (CPO), nikel dan timah.

Di sisi lain, pelaku pasar menunggu rilis data inflasi Oktober Indonesia yang diperkirakan sebesar 0,1%.

Sementara meski selama seminggu lalu IHSG turun sebesar 0,79% disertai jual investor asing sebesar Rp 663.29 miliar, tetapi selama bulan Oktober ternyata IHSG menguat sebesar 4,74% disertai net buy asing sebesar Rp 7,51 triliun. Sementara bulan November secara historis berpeluang turun seiring selesainya rilis laporan keuangan.

Di lain pihak, tekanan jual diperkirakan akan kembali menghantam saham berbasis batu bara menyusul kembali terjungkalnya harga komoditas itu pada Jumat sebesar 10.55 persen untuk pengiriman bulan Desember 2021 serta proyeksi tekanan jual atas saham berbasis emas setelah turun sebesar 1,02% menjadi faktor negatif bagi perdagangan Senin ini.

Riset MNC menyatakan, secara teknikal IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 6.547 - 6.642.

Pasar modal AS kembali mencetak rekor tertinggi pada perdagangan Jumat (29/10/2021) di Wall Street. Bulan Oktober sejauh ini menjadi bulan terbaik Wall Street. S&P 500 naik 0,19% ke 4.605,38. Dow Jones Industrial Average naik 0,25% ke 35.819,56. Nasdaq naik 0,33% ke 15.498,39. Ketiga indeks acuan tersebut ditutup di rekor tertinggi. Oktober adalah bulan terbaik Nasdaq dan S&P 500 sejak November 2020.

Adapun indeks harga saham gabungan (IHSG) Jumat (29/10/2021) mencapai 6.596.77. Sebanyak 327 saham harganya naik, 188 saham turun dan 152 saham stagnan. Nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 12,93 triliun. Investor asing mencatat transaksi jual bersih di semua pasar sebesar Rp 345,33 miliar.