Kamis, 29 April 2021

Equityworld Futures | The Fed Pertahankan Suku Bunga, Bursa Saham Asia Semringah

 Equityworld Futures | The Fed Pertahankan Suku Bunga, Bursa Saham Asia Semringah

Equityworld Futures | Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan saham Kamis pagi, (29/4/2021). Pelaku pasar merespons keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) yang mempertahankan kebijakan moneter longgar.

Di bursa saham Asia, indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,55 persen pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks saham Australia naik 0,26 persen. Indeks saham Australia ASX 200 menguat 0,26 persen. Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,27 persen. Demikian dilansir dari CNBC, Kamis (29/4/2021).

Investor mencermati saham penyuplai Apple di Asia Pasifik setelah Apple melaporkan kinerja penjualan naik 54 persen dari tahun lalu. Di Korea Selatan, saham LG Display naik 0,4 persen pada awal perdagangan. Sedangkan di Jepang , bursa saham libur.


Harga Emas Hari Ini, Kamis 29 April 2021, Pantau Pidato Biden | Equityworld Futures



Adapun bank sentral AS atau the Federal Reserve mempertahankan suku bunga mendekati nol. Selain itu, the Federal Reserve (the Fed) akan membeli obligasi senilai USD 120 miliar per bulan.

Ketua the Federal Reserve Jerome Powell menuturkan, pemulihan tidak merata dan jauh dari selesai. Ia menambahkan, masih belum saatnya membahas pengurangan akomodasi kebijakan termasuk pembelian aset.

Di wall street, indeks saham S&P 500 melemah 0,1 persen ke posisi 4.183,18. Sementara itu, indeks saham Dow Jones susut 164,55 poin ke posisi 33.820,38. Indeks saham Nasdaq tergelincir 0,28 persen ke posisi 14.051,03.

Indeks dolar  AS berada di posisi 90,527 dan lebih rendah dari posisi awal pekan di kisaran 90,9. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 108,51 per dolar Amerika Serikat.


Rabu, 28 April 2021

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tipis Menanti Hasil Rapat The Fed

 Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tipis Menanti Hasil Rapat The Fed

Equityworld Futures | Emas bertahan di kisaran sempit dengan menetap sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), berbalik dari kenaikan tipis sehari sebelumnya, karena investor menunggu sinyal kebijakan dari pertemuan dua hari Federal Reserve AS yang akan berakhir Rabu waktu setempat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, turun tipis USD1,3 atau 0,07% menjadi ditutup pada USD1.778,80 per ounce. Sehari sebelumnya, Senin (26/4/2021), emas berjangka naik tipis USD2,3 atau 0,13% menjadi USD1.780,10.

Emas berjangka terpangkas USD4,2 atau 0,24% menjadi USD1.777,80 pada Jumat (23/4/2021), setelah jatuh USD11,1 atau 0,62% menjadi USD1.782 pada Kamis (23/4/2021), dan melonjak USD14,7 atau 0,83% menjadi USD1.793,10 pada Rabu (21/4/2021).


Pasar Tunggu Putusan The Fed, Harga Emas Koreksi | Equityworld Futures




Investor menghabiskan hari perdagangan dengan hati-hati menyesuaikan posisi mereka di logam mulia saat pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dimulai.

Harapannya adalah bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga saat ini hingga 2024, memungkinkan inflasi berpotensi naik di atas angka kunci 2,0 persen, demi meningkatkan lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi untuk mengurangi dampak negatif COVID-19.

"Investor emas akan mengawasi setiap indikasi dari Fed, apakah mereka memperkirakan inflasi berkelanjutan jangka panjang," kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments.

Selasa, 27 April 2021

Equityworld Futures | Harga Emas Akhirnya Naik Setelah Turun 2 Hari Berturut-turut

 Equityworld Futures | Harga Emas Akhirnya Naik Setelah Turun 2 Hari Berturut-turut

Equityworld Futures | Harga emas menetap sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin (26/4/2021) waktu setempat (Selasa pagi WIB), berhasil menguat dari penurunan dua hari berturut-turut. Kenaikan harga logam mulia ini saat investor menunggu isyarat dari pertemuan dua hari kebijakan moneter Federal Reserve yang akan berakhir Rabu (28/4/2021). Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, naik 2,3 dollar AS atau 0,13 persen ditutup pada 1.780,10 dollar AS per ounce.

Akhir pekan lalu, Jumat (23/4/2021), emas terpangkas 0,24 persen menjadi 1.777,80 dollar AS. Sementara pada Kamis (23/4/2021), emas jatuh 0,62 persen menjadi 1.782 dollar AS. "Pasar (emas) hanya ingin melewati FOMC untuk melihat apa yang mereka katakan tentang inflasi," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures. Pedagang juga akan fokus pada prospek jangka panjang tentang suku bunga Fed dan "rencana tindakan mereka pada suku bunga jangka pendek," tambah Haberkorn.


Harga Emas Hari Ini, Selasa 27 April 2021, Hati-Hati Pantau The Fed | Equityworld Futures


Pertemuan Fed akan dimulai pada Selasa waktu setempat, dengan perhatian investor terfokus terutama pada apa yang akan dikatakan Ketua Fed Jerome Powell dalam konferensi pers pascapertemuan pada Rabu (28/4/2021). Dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS stabil. Emas telah jatuh lebih dari 6,0 persen sepanjang tahun ini, sebagian besar tertekan oleh kenaikan imbal hasil obligasi. "Namun, untuk bisa menembus di atas level 1.800 dollar AS, mungkin memerlukan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun untuk diperdagangkan di bawah 1,55 persen," kata analis di OCBC dalam sebuah catatan, dikutip dari Reuters.

Investor juga menunggu pidato Presiden AS Joe Biden di depan Kongres pada Rabu (28/4/2021) dan data tentang PDB AS kuartal pertama pada Kamis (29/4/2021) untuk panduan pergerakan harga emas selanjutnya. Emas mendapat beberapa dukungan tambahan ketika Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pesanan barang-barang tahan lama AS hanya naik 0,5 persen pada Maret, lebih buruk dari ekspektasi pasar sebesar 2,5 persen. Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 13,4 sen atau 0,51 persen, ditutup pada 26,209 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 12,1 dollar AS atau 0,98 persen menjadi ditutup pada 1.245,2 dollar AS per ounce.


Jumat, 23 April 2021

Equityworld Futures | Harga emas Antam turun Rp 5.000 menjadi Rp 935.000 per gram pada hari ini (23/4)

 Equityworld Futures | Harga emas Antam turun Rp 5.000 menjadi Rp 935.000 per gram pada hari ini (23/4)

Equityworld Futures | Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Jumat (23/4).

Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 935.000. Harga emas Antam ini turun Rp 5.000 dari harga Rabu (21/4) yang berada di level Rp 940.000 per gram.

Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 833.000 per gram. Harga tersebut juga turun Rp 5.000 dibandingkan harga buyback pada Rabu (21/4) yang ada di Rp 838.000 per gram.



Selagi Harga Stay di Bawah US$ 1.850, Emas Masih Mungkin Drop | Equityworld Futures



Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Kamis (22/4) dan belum termasuk pajak:

Harga emas 0,5 gram: Rp 517.500

Harga emas 1 gram: Rp 935.000

Harga emas 5 gram: Rp 4.450.000

Harga emas 10 gram: Rp 8.845.000

Harga emas 25 gram: Rp 21.987.000

Harga emas 50 gram: Rp 43.895.000

Harga emas 100 gram: Rp 87.712.000

Harga emas 500 gram: Rp 437.820.000

Harga emas 1.000 gram: Rp 875.600.000


Equityworld Futures | Rabu Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Berguguran Khawatir Lonjakan Covid

Equityworld Futures | Rabu Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Berguguran Khawatir Lonjakan Covid

Equityworld Futures | Saham di Asia-Pasifik berguguran pada pembukaan perdagangan Rabu pagi (21/4/2021). Pasar khawatir lonjakan kasus virus corona (Covid) di negara-negara seperti India membebani prospek ekonomi dan sentimen investor. Di Jepang, Nikkei 225 turun 1,69% pada awal perdagangan sementara indeks Topix tergelincir 1,71%. Kospi Korea Selatan merosot 0,7%. Saham di Australia juga turun karena S & P / ASX 200 turun 0,59%. Data penjualan ritel awal Australia untuk Maret diharapkan pada 9:30 pagi HK / SIN. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,33% lebih rendah.


Pembukaan kembali seperti maskapai penerbangan turun, dengan saham Qantas Airways di Australia turun 1,8% sementara Japan Airlines dan ANA Holdings di Jepang masing-masing turun 0,89% dan 1,08%. Kerugian terjadi setelah rekan-rekan mereka jatuh semalam di Amerika Serikat. Saham United Airlines anjlok lebih dari 8% setelah perusahaan melaporkan kerugian kuartalan kelima berturut-turut. CEO Scott Kirby mengatakan masih belum jelas kapan perjalanan internasional dan bisnis akan pulih. Pasar di India tutup pada hari Rabu untuk hari libur. Situasi virus corona di negara itu tetap parah, dengan 259.170 infeksi harian baru terdaftar pada hari Selasa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan hari Jumat bahwa tingkat infeksi Covid global mendekati level tertinggi yang pernah ada. Semalam di Wall Street, Dow Jones Industrial Average turun 256,33 poin menjadi 33.821,30 sedangkan S&P 500 turun 0,68% menjadi 4.134,94. Komposit Nasdaq merosot 0,92% menjadi 13.786,27.

Harga Emas Naik, Dolar AS Dekati Level Terendah Mingguan | Equityworld Futures



Dolar dan Minyak Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap rekan-rekannya, berada di 91,21 menyusul penurunan dari atas 91,6 awal pekan ini. Yen Jepang diperdagangkan pada 108,08 per dolar, masih lebih kuat dari level di atas 109,2 melawan greenback yang terlihat minggu lalu. Dolar Australia berpindah tangan pada $ 0,7723, lebih rendah dari level di atas $ 0,777 yang terlihat kemarin. Harga minyak tergelincir pada pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent turun 0,44% menjadi $ 66,28 per barel. Minyak mentah berjangka AS tergelincir 0,49% menjadi $ 62,36 per barel.

Senin, 19 April 2021

Equityworld Futures | Menguat Hampir 2 Persen Selama Sepekan, Begini Prospek Harga Emas

 Equityworld Futures | Menguat Hampir 2 Persen Selama Sepekan, Begini Prospek Harga Emas

Equityworld Futures | Harga emas dunia kembali menguat seiring dengan pelemahan imbal hasil US Treasury, nilai tukar dolar AS, dan rencana China untuk kembali membuka impor logam mulia ini. Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan akhir pekan lalu Jumat (16/4/2021), harga emas di pasar Spot ditutup menguat 0,71 persen pada level US$1.776,51 per troy ounce. Hasil tersebut membawa harga emas menguat 1,87 persen sepanjang pekan ini, atau catatan terbaik sejak Desember tahun lalu. Sementara itu, harga emas Comex juga terpantau menguat 0,76 persen pada posisi US$1.780,20 per troy ounce.

Setelah diperdagangkan dalam rentang yang sempit, harga emas mulai menguat seiring dengan nilai tukar dolar AS dan obligasi AS yang mencatatkan pelemahan pada pekan ini. Penurunan imbal hasil obligasi mendorong kenaikan daya tarik aset emas, yang tidak menawarkan bunga apapun.

Pelemahan nilai tukar dolar AS tidak hanya berdampak positif bagi harga emas, tetapi juga mayoritas komoditas bahan mentah. Hal tersebut terlihat dari pergerakan Indeks Komoditas Bloomberg yang mencetak pekan terbaiknya sepanjang tahun ini. Harga emas juga mulai menunjukkan tanda-tanda keluar dari tren pelemahan selama 3 bulan beruntun. Harga logam mulia ini naik di atas rerata pergerakan harian (moving average) 50 harinya pada Kamis lalu.


Harga emas mendekati level tertinggi 7 pekan, Senin (19/4) pagi | Equityworld Futures




Head of Commodities Research di Saxo Bank Ole Hansen mengatakan,kinerja emas yang positif pada pekan ini didukung oleh pelemahan imbal hasil US Treasury yang tidak terduga. Tren ini juga ditopang oleh pelemahan dolar AS.

“Harga emas yang menguat merupakan indikator awal kenaikan minat investor untuk masuk ke aset emas,” jelasnya dikutip dari Bloomberg, Minggu (18/4/2021). Analis Commerzbank AG Daniel Briesemann mengatakan sentimen lain yang mempengaruhi kenaikan harga emas adalah komentar Gubernur The Fed Jerome Powell terkait kelanjutan kebijakan moneter yang dovish. Hal ini dinilai mampu mengimbangi dampak rilis data ekonomi AS dan China yang berada di atas ekspektasi. Adapun sejumlah data yang mengindikasikan pemulihan ekonomi AS adalah kenaikan penjualan eceran sebesar 9,8 persen pada Maret lalu. Selain itu, angka pengangguran pada pekan lalu juga tercatat menurun sebanyak 200 ribu. Briesemann mengatakan pelaku pasar mempercayai pernyataan The Fed yang tidak akan bereaksi berlebihan terhadap rilis data ekonomi yang positif tersebut. The Fed dinilai akan mentoleransi perekonomian yang menjadi terlalu panas. “Meski demikian, harga emas belum dapat menguat secara signifikan dan berkelanjutan. Hal ini disebabkan oleh minimnya dukungan dari investor finansial yang tercermin dari pembalikan tren pada kepemilikan exchange traded funds [ETF] emas,” jelasnya. Berdasarkan data Bloomberg, total kepemilikan ETF emas telah terkoreksi 7 persen pada tahun ini ke 99,3 juta ounces. Jumlah tersebut merupakan level kepemilikan terendah sejak 20 Mei 2020. Total net sell ETF emas sepanjang tahun ini telah mencapai 7,49 juta ounces. Sementara itu, Chief Market Analyst AvaTrade Naeem Aslam menyebutkan data penjualan eceran AS yang positif kini memperkuat keyakinan pasar terhadap prospek harga emas. “Momentum penguatan harga emas kini semakin kuat setelah melemahnya indeks dolar AS dan pernyataan The Fed bahwa tingkat suku bunga tidak akan naik dalam beberapa waktu ke depan,” jelas Aslam. Di sisi lain, Managing Partner di Altavest, Michael Armbruster mengatakan memanasnya tensi geopolitik antara AS dengan China dan Rusia turut meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven. Tensi politik antara AS dan China terkait masalah Taiwan semakin tinggi, dan pemerintahan Presiden AS Joe Biden yang telah mengusir sejumlah diplomat Rusia. Biden juga mengeluarkan sejumlah sanksi kepada individu dan perusahaan menyusul upaya Rusia untuk menyabotase hasil pemilihan umum AS tahun lalu. “AS mengambil kebijakan yang tegas dengan China serta Rusia. Hal ini kemungkinan merupakan indikasi pertama bahwa pasar akan memperhitungkan risiko baru. Sejauh ini, pasar saham cenderung melupakan sentimen ini,” jelas Armbruster. Senada, Senior Research Analyst di FXTM Lukman Otunuga menyebutkan, memanasnya tensi politik Rusia dan AS semakin membuka peluang penguatan harga emas yang berkelanjutan Ia menambahkan, selain pelamahan dolar AS dan obligasi AS, kenaikan harga emas juga disebabkan oleh memburuknya penyebaran virus Corona di wilayah Eropa. Hal tersebut semakin meningkatkan risiko melambatnya pemulihan ekonomi. “Apabila imbal hasil US Treasury dan nilai dolar AS terus melemah dalam beberapa pekan mendatang, maka harga emas dapat terdorong menuju level US$1.800 per troy ounce,” jelasnya. Sentimen lain yang berimbas pada reli harga emas adalah kebijakan pemerintah China yang memperbolehkan bank domestik dan internasional untuk mengimpor emas dalam jumlah yang lebih banyak. Bank sentral China, People’s Bank of China (PBOC), dikabarkan telah memperbolehkan impor 150 ton logam mulia ini dengan nilai sekitar US$8,5 miliar. Pengiriman emas tersebut dikabarkan akan terjadi pada bulan ini. Peningkatan permintaan emas dari Negeri Panda sudah terjadi pada awal tahun ini, terutama menjelang Imlek. Jumlahnya lebih dari 2 kali lipat periode yang sama pada 2020. Bulan lalu, Metals Focus memproyeksi permintaan emas dari negara tersebut akan bertumbuh hampir 30 persen pada 2021. Founder Traderindo.com Wahyu Laksono menyebutkan pemikiran pasar saat ini mengalami pergerseran dari ancaman imbal hasil obligasi AS ke harapan pemulihan ekonomi global serta proses vaksinasi virus Corona. “Pasar juga merespons dengan tenang terkait sikap The Fed soal inflasi temporer,” jelasnya saat dihubungi pada Minggu (18/4/2021). Wahyu melanjutkan seiring dengan meredanya kecemasan terkait penguatan imbal hasil obligasi AS, maka harga emas mengalami kenaikan. Pola ini merupakan kebalikan dari tren pergerakan yang terjadi sejak awal tahun 2021 hingga Maret lalu. Ia memaparkan pergerakan harga emas saat ini telah melewati fase konsolidasi bearish-nya di US$1.770 per troy ounce. Meski demikian, Wahyu mengatakan potensi pelemahan harga emas masih terbuka. Menurutnya, untuk menambah momentum dan memperkuat sentimen bullish, harga emas perlu menembus kisaran US$1.815 per troy ounce. Sebelum dapat menguji level tersebut, maka emas masihberpotensi terkonsolidasi ke area US$1.670 per troy ounce hingga US$1.770 per troy ounce. “Sepanjang semester I/2021, harga emas akan bergerak di kisaran US$1.600 hingga US$1.900 per troy ounce,” pungkasnya.


Jumat, 16 April 2021

Data Ekonomi Moncer, Wall Street Cetak Rekor Lagi di Opening

 Equityworld Futures | Data Ekonomi Moncer, Wall Street Cetak Rekor Lagi di Opening

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (15/4/2021), menyambut rilis data ekonomi yang menggembirakan dan kinerja keuangan emiten unggulan yang terbukti lebih baik dari ekspektasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 200 poin pada pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan 1 jam kemudian bertambah menjadi 263,7 poin (+0,78%) ke 33.994,61. S&P 500 naik 36,5 poin (+0,88%) ke 4.161,14 dan Nasdaq bertambah 156,1 poin (+1,13%) ke 14.013,98.

Harga saham Citigroup naik lebih dari 2% di pembukaan setelah perseroan mencetak kinerja kuartal I-2020 yang lebih baik dari estimasi analis. Pendorongnya adalah pendapatan divisi bank investasi yang masih kuat dan menurunnya pencadangan.

Namun, saham Bank of America malah ambles 1% setelah perseroan melaporkan laba bersih kuartal kemarin melesat berkat bisnis trading dan bank investasi, serta pengurangan pencadangan. Saham Pepsi bertambah 0,3% setelah melaporkan kenaikan penjualan hingga 7%.

Penjualan ritel Maret melesat 9,8% atau mendekat proyeksi beberapa ekonom (yang mengestimasikan kenaikan sebesar 10%) berkat bantuan langsung tunai (BLT) sebesar US$ 1.400. Capaian itu jauh lebih baik dari median konsensus Dow Jones yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 6,1%.


Harga emas spot ditutup melonjak 1,6% ke US$ 1.763 per ons troi pada Kamis (15/4) | Equityworld Futures




Di sisi lain, klaim tunjangan pengangguran baru sepanjang pekan lalu yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS tercatat hanya sebesar 576.000 atau jauh lebih baik dari proyeksi ekonom dalam polling Dow Jones yang memperkirakan angka 710.000 unit klaim.

Pasar pun menguat dipacu ekspektasi pembukaan kembali ekonomi dan kucuran stimulus bernilai triliunan dolar. Indeks S&P 500 telah meroket nyaris 10% pada 2021 dengan saham energi dan keuangan menjadi pendorong utama reli.

"Saya sangat bullish, dan anda betul bahwa kita juga harus mewaspadai defisit [APBN]... jika kita tak mencetak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam 10 tahun ke depan," tutur Larry Fink, CEO BlackRock dalam wawancara dengan CNBC International.

Pada Rabu kemarin, saham teknologi berbalik menguat berkat lonjakan saham Tesla sebesar 1%. Platform transaksi mata uang kripto Coinbase juga melompat 9% di sesi awal perdagangan setelah mengumumkan bahwa investor kakap Ark Invest memborong saham perseroan.

Terkait dengan penanganan pandemi, panel yang dibentuk Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention) pada Rabu memutuskan menunda putusan terkait nasib vaksin besutan Johnson and Johnson yang diduga memicu penggumpalan darah penerimanya. Namun pasar menilai keputusan itu tak membahayakan program vaksinasi di AS.

Kamis, 15 April 2021

Equityworld Futures | Harga Emas Jatuh Tertekan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

 Equityworld Futures | Harga Emas Jatuh Tertekan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

Equityworld Futures | Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, David Meger mengatakan, kenaikan imbal hasil obligasi tampaknya menambah tekanan yang sangat ringan ke pasar (emas).

Tetapi, lanjut Meger, turunnya harga emas terlihat lebih bersifat teknis dengan level USD 1.750 menjadi level resistensi teknis dan psikologis dalam jangka pendek.

Harga emas lantak (Bullion) melonjak sebanyak 0,9 persen pada hari Selasa setelah harga konsumen AS naik paling tinggi dalam lebih dari 8,5 tahun di bulan Maret, memulai apa yang diharapkan menjadi periode singkat dari inflasi yang lebih tinggi.

Sementara emas batangan dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, imbal hasil yang lebih tinggi menantang status tersebut karena diterjemahkan ke dalam biaya peluang yang lebih tinggi untuk pemegang emas batangan.



Harga Emas Tergelincir, Tertekan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS | Equityworld Futures


"Kuartal kedua kemungkinan akan menghadirkan hambatan makro terbesar untuk emas mengingat ekspektasi kami untuk dolar menguat lebih lanjut untuk sementara," kata analis Standard Chartered Suki Cooper.

"Tapi setelah itu, kami memperkirakan USD akan kembali ke tren pelemahannya, imbal hasil riil tetap negatif dan ekspektasi inflasi yang meningkat akan menghidupkan kembali minat investor terhadap emas," tambah Cooper.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral akan mengurangi pembelian obligasi bulanan sebelum berkomitmen untuk menaikkan suku bunga, mengklarifikasi urutan perubahan kebijakan moneter yang masih berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun di masa depan.

The Fed melaporkan dalam Beige Book terbarunya, pemulihan ekonomi AS dipercepat ke kecepatan sedang dari akhir Februari hingga awal April.

Selain harga emas, harga perak naik 0,2 persen menjadi USD 25,38 per ounce dan platinum naik 1,2 persen menjadi USD 1.170,13. Sedangkan harga paladium merosot 0,6 persen menjadi USD 2.674,34.

Rabu, 14 April 2021

Equityworld Futures | Emas "rebound" 14,9 dolar terangkat kenaikan kuat data inflasi AS

 Equityworld Futures | Emas "rebound" 14,9 dolar terangkat kenaikan kuat data inflasi AS

Equityworld Futures | Harga emas lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), rebound dari kerugian sesi sebelumnya, setelah data yang menunjukkan kenaikan tajam dalam inflasi AS mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi dan menekan dolar AS lebih rendah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, melonjak 14,9 dolar AS atau 0,86 persen menjadi ditutup pada 1.747,6 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Senin (12/4/2021), emas berjangka anjlok 12,10 dolar AS atau 0,69 persen menjadi 1.732,70 dolar AS.

Emas berjangka juga jatuh 13,4 dolar AS atau 0,76 persen menjadi 1.744,80 dolar AS pada Jumat (9/4/2021), setelah terangkat 16,6 dolar AS atau 0,95 persen menjadi 1.758,20 dolar AS pada Kamis (8/4/2021), dan turun 1,40 dolar AS atau 0,08 persen menjadi 1.741,60 dolar AS pada Rabu (7/4/2021).


"Kami perlu melihat beberapa inflasi untuk membuat emas bergerak dan kami melihatnya hari ini dengan angka IHK itu," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, menambahkan bahwa dolar yang lebih lemah dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah juga mendukung harga lebih lanjut.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (13/4/2021) bahwa indeks harga konsumen AS naik 0,6 persen pada Maret dari bulan sebelumnya dan 2,6 persen dari setahun lalu, menunjukkan inflasi yang lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Harga-harga konsumen AS naik paling tinggi dalam lebih dari 8,5 tahun pada Maret, memicu apa yang diperkirakan sebagian besar ekonom akan menjadi periode singkat inflasi yang lebih tinggi.


Harga Emas Mulai "Rebound", Terangkat Kenaikan Kuat Data Inflasi AS | Equityworld Futures




Dolar AS tergelincir ke posisi terendah tiga minggu setelah data tersebut, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sementara patokan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun juga menurun.

Mendukung aset safe-haven emas lebih lanjut adalah kekhawatiran yang diangkat oleh keputusan para pejabat kesehatan AS untuk merekomendasikan jeda dalam penggunaan vaksin COVID-19 Johnson & Johnson, kata para analis.

"Saat ini, kita perlu melihat penembusan yang menentukan di atas 1.765 dolar AS untuk memicu gelombang pembelian naik hingga 1.800 dolar AS," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

"Level 1.750 dolar AS telah menjadi resistensi yang kuat, jadi kami naik mendekati level itu," katanya, menambahkan bahwa risiko geopolitik terkait dengan berita tentang Iran yang meningkatkan pengayaan nuklirnya juga telah memicu banyak pembelian emas dan perak.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 55,9 sen atau 2,25 persen menjadi ditutup pada 25,426 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 17,7 dolar AS atau 1,51 persen menjadi menetap di 1.157,1 dolar AS per ounce.

Selasa, 13 April 2021

Equityworld Futures | Harga emas hari ini di Pegadaian, Selasa 13 April 2021

 Equityworld Futures | Harga emas hari ini di Pegadaian, Selasa 13 April 2021

Equityworld Futures | Harga emas hari ini, Selasa (13/4/2021) untuk logam mulia Antam ukuran 1 gram di Pegadaian turun Rp 1.000 dibandingkan hari sebelumnya.

Mengutip laman Pegadaian, harga emas hari ini, Selasa (13/4/2021) untuk logam mulia Antam ukuran 1 gram di Pegadaian mencapai Rp 967.000.

Logam mulia Antam dijual dalam bentuk batangan dengan beberapa ukuran berat misalnya 1 gram, 2 gram, 5 gram, hingga 1.000 gram.



Harga Emas Global Turun, Tertekan Obligasi AS | Equityworld Futures


Selain emas batangan Antam, Pegadaian juga menjual emas UBS. Produk emas keduanya bisa didapatkan di toko emas, butik perusahaan maupun Pegadaian.

Berikut harga emas Antam hari ini, Selasa (13/4/2021) di Pegadaian:

    Harga emas 0,5 gram: Rp 537.000
    Harga emas 1 gram: Rp 967.000
    Harga emas 2 gram: Rp 1.871.000
    Harga emas 3 gram: Rp 2.780.000
    Harga emas 5 gram: Rp 4.598.000
    Harga emas 10 gram: Rp 9.137.000
    Harga emas 25 gram: Rp 22.710.000
    Harga emas 50 gram: Rp 45.337.000
    Harga emas 100 gram: Rp 90.592.000
    Harga emas 250 gram: Rp 226.203.000
    Harga emas 500 gram: Rp 452.184.000
    Harga emas 1.000 gram: Rp 904.326.000

Senin, 12 April 2021

Equityworld Futures | Harga Emas 24 Karat di Pegadaian, Senin 12 April 2021

 Equityworld Futures | Harga Emas 24 Karat di Pegadaian, Senin 12 April 2021

Equityworld Futures | Harga emas batangan 24 karat yang dijual di Pegadaian pada hari ini, Senin (12/4/2021), terpantau stagnan dibandingkan dengan harga kemarin. Berdasarkan informasi yang ada pada laman resmi Pegadaian, harga emas 24 karat UBS ukuran terkecil yakni 0,5 gram dipatok seharga Rp491.000, tidak berubah daripada posisi sebelumnya. Sementara, emas Antam ukuran terkecil dibanderol Rp537.000, juga tidak mengalami perubahan. Harga emas UBS ukuran 1 gram dijual seharga Rp920.000. Sedangkan emas ukuran yang sama untuk cetakan Antam juga tetap dibanderol Rp968.000. Emas 24 karat UBS dengan ukuran 5 gram dibanderol Rp4.509.000, sedangkan emas Antam Rp4.603.000.



Harga Emas Hari Ini, Senin 12 April 2021, Tertekan Dolar AS | Equityworld Futures



Kemudian untuk cetakan 10 gram harga emas UBS dipatok Rp8.971.000, sedangkan emas 24 karat Antam dihargai Rp9.148.000. Emas batangan 25 gram cetakan UBS dihargai Rp22.382.000, sedangkan ukuran 50 gram di Pegadaian dijual seharga Rp44.672.000.

Sementara, harga emas batangan 25 gram cetakan Antam Rp22.736.000 dan ukuran 50 gram dijual di Pegadaian sebesar Rp45.390.000. Untuk ukuran 100 gram, Pegadaian membanderol harga emas UBS sebesar Rp89.309.000, sedangkan emas Antam Rp90.697.000. Adapun, ukuran emas paling besar, yaitu 1.000 gram, dibanderol Rp890.803.000 untuk UBS, dan Rp905.371.000 untuk emas Antam.


Jumat, 09 April 2021

Equityworld Futures | Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Jumat (9/4), Emas Antam Turun!

 Equityworld Futures | Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Jumat (9/4), Emas Antam Turun!

Equityworld Futures | Harga emas batangan 24 karat yang dijual di Pegadaian pada hari ini, Jumat (8/4/2021), terpantau bervariasi dibandingkan dengan harga kemarin. Harga emas cetakan UBS naik, sedangkan Antam turun. Berdasarkan informasi yang ada pada laman resmi Pegadaian, harga emas 24 karat UBS ukuran terkecil yakni 0,5 gram dipatok seharga Rp491.000 atau naik Rp2.000 dari harga sebelumnya. Sementara, emas Antam ukuran terkecil dibanderol Rp535.000, atau turun Rp1.000. Harga emas UBS ukuran 1 gram dijual seharga Rp920.000 atau meningkat Rp4.000, sedangkan emas ukuran yang sama untuk cetakan Antam dibanderol Rp963.000 atau turun Rp2.000 dari harga kemarin.

Emas 24 karat UBS dengan ukuran 5 gram dibanderol Rp4.509.000, sedangkan emas Antam Rp4.577.000. Kemudian untuk cetakan 10 gram harga emas UBS dipatok Rp8.971.000, sedangkan emas 24 karat Antam dihargai Rp9.095.000.



Harga Emas Dekati Posisi Tertinggi 1 bulan Terangkat Dolar dan Imbal Hasil | Equityworld Futures



Emas batangan 25 gram cetakan UBS dihargai Rp22.382.000, sedangkan ukuran 50 gram di Pegadaian dijual seharga Rp44.672.000. Sementara, emas batangan 25 gram cetakan Antam Rp22.606.000 dan ukuran 50 gram dijual di Pegadaian sebesar Rp45.128.000.

Untuk ukuran 100 gram, Pegadaian membanderol harga emas UBS sebesar Rp89.309.000, sedangkan emas Antam Rp90.175.000.

Adapun, ukuran emas paling besar, yaitu 1.000 gram, dibanderol Rp890.803.000 untuk UBS, dan Rp900.152.000 untuk emas Antam.


Kamis, 08 April 2021

Equityworld Futures | Duh, Kenaikan Harga CPO Diprediksi Hanya Sementara

 Equityworld Futures | Duh, Kenaikan Harga CPO Diprediksi Hanya Sementara

Equityworld Futures | Harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) kembali bergerak menguat pada awal pekan ini. Meski demikian, fluktuasi harga diprediksi akan berlanjut pada tahun ini seiring dengan perbaikan jumlah produksi. Berdasarkan data dari Bursa Malaysia pada Rabu (7/4/2021), harga CPO untuk kontrak Juni 2021 sempat mencapai harga tertinggi pada 3.870 ringgit per ton sebelum tiba di harga setelmen 3.802 ringgit per ton. Sementara itu, harga CPO berjangka kontrak pengiriman bulan Juli 2021 terpantau naik 39 poin ke 3.630 ringgit per ton setelah sempat mencapai titik tertingginya pada 3.694 ringgit per ton.

Salah satu katalis positif bagi harga minyak kelapa sawit adalah kenaikan ekspor dari Malaysia. Data dari Intertek Testing Services menyebutkan, negara produsen CPO terbesar kedua di dunia tersebut mencatatkan kenaikan ekspor sekitar 11 persen selama lima hari pertama bulan April 2021 sebesar 184.070 ton.

Tren tersebut melanjutkan kenaikan ekspor CPO Malaysia yang terjadi pada Maret lalu. Berdasarkan survei Bloomberg yang melibatkan analis, pialang, dan perusahaan perkebunan, pertumbuhan ekspor Malaysia mencapai 29 persen dibandingkan bulan sebelumnya. “Pasar CPO akan dipengaruhi oleh sentimen bullish pada pekan ini seiring dengan kenaikan ekspor Malaysia yang berpotensi mengurangi persediaan CPO di negara tersebut,” jelas analis RHB Sekuritas Christopher Andre Benas dikutip dari Bloomberg.

Adapun, jumlah cadangan CPO di Malaysia naik 2,3 persen dari Februari 2021 menjadi 1,33 juta ton pada Maret lalu. Jumlah persediaan tersebut merupakan yang terbesar sejak November 2020, namun masih dibawah total cadangan Maret 2020 sebesar 23 persen.

Owner Palm Oil Analytics Singapura Sathia Varqa menyebutkan,kenaikan ekspor CPO pada bulan April akan cukup signifikan. Hal tersebut disebabkan oleh mulai menipisnya stok CPO di negara-negara importir utama seperti India dan China. “Harga CPO dengan kontrak yang paling banyak diperdagangkan kemungkinan tetap bertahan diatas level 3.500 ringgit per ton pada bulan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Research Head Sunvin Group di Mumbai Anilkumar Bagani mengatakan selain pertumbuhan ekspor, harga CPO juga ditopang oleh kenaikan harga komoditas substitusinya, minyak biji kedelai. Meski demikian, kenaikan harga ini dapat menurunkan minat pasar untuk membelinya. “Saat ini terlihat hanya India yang melakukan impor. Tujuan lain, seperti China, terlihat stagnan karena margin impor yang buruk,” jelas Bagani. Bagani menambahkan, pelaku pasar juga tengah menunggu estimasi produksi CPO dari Malaysian Palm Oil Association pada pekan ini. Mereka juga menanti laporan ekspor dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB).

Managing Partner GGN Research, G.G. Patel mengatakan, total impor CPO India kemungkinan akan tumbuh menjadi 550.000 ton pada April 2021 berbanding estimasi untuk periode Maret 2021 senilai 529.000 ton. Sementara itu, CEO Malaysian Palm Oil Council (MPOC) Wan Zawawi bin Wan Ismail mengatakan harga CPO kemungkinan akan berada di kisaran 3.846 ringgit per ton pada semester I/2021. Hal tersebut seiring dengan kekhawatiran pasar terhadap keterbatasan pasokan akibat terganggunya produksi pada awal tahun ini. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang stabil dan kenaikan populasi di China akan menjadi salah satu faktor utama yang menjaga harga CPO tetap berada di level tinggi. Di sisi lain, konsumsi minyak nabati di wilayah Timur Tengah juga diprediksi akan meningkat seiring dengan pembukaan kembali ibadah Haji dan Umrah di Arab Saudi. Sebagai informasi, harga minyak kelapa sawit sepanjang tahun 2021 memiliki rerata 3.649 ringgit per ton.

Berdasarkan hal tersebut, Wan Zawawi memprediksi jumlah impor CPO China akan mencapai 6,8 juta ton, dengan 2,8 juta ton diantaranya berasal dari Malaysia. Sementara itu, impor dari Timur Tengah akan mencapai 2,7 juta ton, dengan 1,8 juta ton diantaranya berasal dari Malaysia. “Bulan Ramadan yang akan segera tiba juga akan meningkatkan permintaan untuk minyak nabati dan lemak,” katanya. Wan Zawawi melanjutkan, pemulihan angka produksi CPO akan terjadi pada dua negara eksportir utama, Indonesia dan Malaysia. Pihaknya memperkirakan jumlah produksi Malaysia akan naik menjadi 19,6 juta ton pada 2021 berbanding 19,14 juta ton pada 2020. Sementara itu, total produksi CPO Indonesia diperkirakan berada di kisaran 45 juta ton pada 2021. Jumlah tersebut naik 2 juta ton dibandingkan dengan total produksi Indonesia pada tahun 2020. Di sisi lain, Direktur Godrej International Ltd, Dorab Mistry mengatakan, harga CPO berjangka akan terbagi pada dua fase.

Pada fase pertama, harga minyak kelapa sawit diprediksi akan berada di kisaran 3.300 ringgit per ton hingga Juni mendatang. “Kemudian, pada fase kedua, harga akan jatuh ke level 2.700 ringgit per ton mulai Juli mendatang,” katanya dalam sebuah seminar industri daring belum lama ini. Lonjakan harga tersebut sesuai dengan proyeksi Mistry sebelumnya yang memperkirakan harga CPO akan melesat secara eksplosif sebelum akhir Maret. Hal tersebut terjadi seiring dengan outlook bullish baik dari permintaan dan pasokan komoditas ini beserta sentimen pasar yang positif. Ia melanjutkan, kendati outlook minyak nabati akan tetap ketat dalam jangka pendek, produksi sawit akan pulih pada paruh kedua tahun ini. “Harga sawit memang mahal dan kompetitif hanya karena produk substitusi seperti minyak biji kedelai atau minyak biji matahari juga berada pada level harga yang tinggi,” jelasnya. Hal serupa diungkapkan oleh Chairman LMC International, James Fry. Menurutnya, harga minyak kelapa sawit berpotensi terkoreksi hingga ke posisi 3.300 ringgit per ton pada kuartal IV/2021 seiring dengan prospek pemulihan produksi yang akan meningkatkan jumlah persediaan. Fry memaparkan, rendahnya produksi buah sawit menimbulkan masalah besar terhadap pasokan CPO global. Keterbatasan pasokan ini kian diperburuk oleh kegagalan pemerintah untuk mengurangi mandat bahan bakar biodiesel secara sementara untuk mengurangi tekanan terhadap permintaan. “Kondisi berbeda terjadi pada 2016-2017 lalu. Selain itu, pergerakan bullish CPO juga telah memasuki fase akhir saat ini,” papar Fry.


Rabu, 07 April 2021

PT Equity World | Kabar untuk Emak-Emak, Harga Emas Naik Lagi!

 PT Equity World | Kabar untuk Emak-Emak, Harga Emas Naik Lagi!

PT Equity World | Harga emas kembali menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), mencapai tingkat tertinggi selama lebih dari seminggu dan berupaya kembali menuju level 1.750 dolar AS. Harga emas didorong oleh pelemahan greenback serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dari tertinggi baru-baru ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, melonjak 14,2 dolar AS atau 0,82 persen menjadi ditutup pada 1.743,00 dolar AS per ounce, setelah menyentuh posisi tertinggi sesi di 1.746,55 dolar AS. Sehari sebelumnya, Senin (5/4/2021), emas berjangka naik tipis 0,4 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.728,80 dolar AS.

Emas berjangka melonjak 12,8 dolar AS atau 0,75 persen menjadi 1.728,40 dolar AS pada Kamis (1/4/2021), setelah melambung 29,6 dolar AS atau 1,76 persen menjadi 1.715,60 dolar AS pada Rabu (31/3/2021), dan anjlok 28,6 dolar AS atau 1,67 persen menjadi 1.686 dolar AS pada Selasa lalu (30/3/2021).



Harga Emas Dunia Meroket Tajam | PT Equity World


Bursa emas AS tutup pada Jumat (2/4/2021) untuk libur Hari Paskah.

Emas telah terangkat sementara oleh penurunan stabil dalam indeks dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih rendah, kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

"Reli belum tentu berkelanjutan, 1.750 dolar AS saya yakin adalah titik resistensi," kata Streible.

Terakhir kali emas berjangka di Comex mendekati level 1.750 dolar AS adalah pada 22 Maret, ketika mencapai 1.747 dolar AS. Itu membuat puncak hari itu menjadi yang tertinggi dalam dua minggu.


Selasa, 06 April 2021

PT Equity World | Harga emas hari ini di Pegadaian, Selasa 6 April 2021

 PT Equity World | Harga emas hari ini di Pegadaian, Selasa 6 April 2021

PT Equity World | Harga emas hari ini, Selasa (6/4/2021) untuk logam mulia Antam ukuran 1 gram di Pegadaian naik Rp 8.000 dibandingkan hari sebelumnya.

Mengutip laman Pegadaian, harga emas hari ini, Selasa (6/4/2021) untuk logam mulia Antam ukuran 1 gram di Pegadaian mencapai Rp 962.000.

Logam mulia Antam dijual dalam bentuk batangan dengan beberapa ukuran berat misalnya 1 gram, 2 gram, 5 gram, hingga 1.000 gram.


Kemilau Emas Dunia Gerus Dolar AS | PT Equity World



Selain emas batangan Antam, Pegadaian juga menjual emas UBS. Produk emas keduanya bisa didapatkan di toko emas, butik perusahaan maupun Pegadaian.

Berikut harga emas Antam hari ini, Selasa (6/4/2021) di Pegadaian:

    Harga emas 0,5 gram: Rp 533.000
    Harga emas 1 gram: Rp 962.000
    Harga emas 2 gram: Rp 1.861.000
    Harga emas 3 gram: Rp 2.764.000
    Harga emas 5 gram: Rp 4.572.000
    Harga emas 10 gram: Rp 9.085.000
    Harga emas 25 gram: Rp 22.580.000
    Harga emas 50 gram: Rp 45.077.000
    Harga emas 100 gram: Rp 90.070.000
    Harga emas 250 gram: Rp 224.898.000
    Harga emas 500 gram: Rp 449.576.000
    Harga emas 1.000 gram: Rp 899.109.000

Kamis, 01 April 2021

PT Equity World | Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

 PT Equity World | Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

PT Equity World | Harga emas batangan Antam pecahan 1 gram di PT Pegadaian (Persero) pada hari ini, Kamis (1/4/2021), dibanderol seharga Rp 943.000. Mengutip data perdagangan harga emas 24 karat di Pegadaian, harga emas batangan Antam pecahan 1 gram ini mengalami penurunan sebesar Rp 9.000 dibandingkan kemarin. Sementara itu emas batangan Antam pecahan 0,5 gram dibanderol seharga Rp 524.000, berikutnya emas pecahan 2 gram seharga Rp 1.823.000. Semua pecahan emas batangan Antam di Pegadaian mengalami penurunan tajam. Sementara itu, harga emas batangan yang dirilis PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) pecahan 1 gram dijual seharga Rp 905.000. Lalu, pecahan 0,5 gram dijual seharga Rp 483.000 dan pecahan 2 gram seharga Rp 1.795.000.


Dolar AS Melemah, Harga Emas Langsung Berkilau | PT Equity World




Sama halnya dengan harga emas batangan Antam, emas yang dirilis UBS yang dilego di Pegadaian mengalami penurunan harga dibandingkan sehari sebelumnya.

Harga emas 0,5 gram: Rp 524.000
Harga emas 1 gram: Rp 943.000
Harga emas 2 gram: Rp 1.823.000
Harga emas 3 gram: Rp 2.708.000
Harga emas 5 gram: Rp 4.478.000
Harga emas 10 gram: Rp 8.897.000
Harga emas 25 gram: Rp 22.111.000
Harga emas 50 gram: Rp 44.137.000
Harga emas 100 gram: Rp 88.193.000
Harga emas 250 gram: Rp 220.202.000
Harga emas 500 gram: Rp 440.184.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 880.326.000