Equity World | Bursa Asia Berseri Mengikuti Jejak Wall Street pada Perdagangan Kamis (18/5) Pagi
Equity World | Bursa saham Asia-Pasifik bersiap untuk naik pada perdagangan Kamis (18/5). Di tengah sentimen ekspektasi Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan para pemimpin kongres semakin mendekati kesepakatan untuk menaikkan plafon utang AS dan menghindari gagal bayar.
Ketua DPR Kevin McCarthy mengatakan bahwa "proses yang lebih baik" sekarang tersedia untuk pembicaraan lebih lanjut, dengan mengatakan bahwa "kemungkinan untuk mendapatkan kesepakatan pada akhir minggu."
Gedung Putih mengatakan, Biden mempersingkat perjalanannya ke Asia untuk fokus pada negosiasi.
Di Jepang, Nikkei 225 naik 1,7% dan Topix naik 1,21% karena investor lebih lanjut mencerna data perdagangan Jepang bulan April – impor yang turun jauh dari yang diharapkan, sementara ekspor juga meleset dari perkiraan Reuters.
Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,66% dan Kosdaq naik 0,77% pada perdagangan pagi Asia.
Sedangkan, bursa saham Australia juga naik, dengan S&P/ASX 200
Indeks Hang Seng Hong Kong terlihat bersiap untuk rebound setelah penjualan akhir pada sesi Rabu, dengan kontrak berjangka di 19.680 dibandingkan dengan penutupan HSI di 19.560,57.
Sebagai informasi, Wall Street ditutup lebih tinggi pada hari Rabu, dengan ketiga indeks utama naik lebih dari 1%, dengan Nasdaq Composite naik paling tinggi di 1,28%. Dow Jones Industrial Average naik 1,24% dan S&P 500 naik 1,19%.
Jumat, 19 Mei 2023
Equity World | Bursa Asia Berseri Mengikuti Jejak Wall Street pada Perdagangan Kamis (18/5) Pagi
Rabu, 17 Mei 2023
Equity World | 'Hawa' di AS Lagi Gak Enak, Wall Street Lesu Tak Berdaya
Equity World | 'Hawa' di AS Lagi Gak Enak, Wall Street Lesu Tak Berdaya
Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Selasa (16/5/2023) waktu setempat. Melemahnya pembukaan perdagangan efek dari rilisnya data penjualan ritel.
Indeks Dow Jones melemah 0,22% di posisi 33.275,37, S&P 500 melemah 0,25% di posisi 4.125,80, Nasdaq ikut melemah 0,31% di posisi 12.327,05.
Bursa saham AS dibuka lebih rendah pada hari Selasa setelah perkiraan buruk dari Home Depot selaku salah satu emiten ritel AS dan data penjualan ritel bulan April 2023 yang menunjukkan konsumen merasakan tekanan dari inflasi tinggi dan kebijakan moneter yang ketat, menjelang pembicaraan pagu utang yang cukup penting.
Departemen Perdagangan melaporkan penjualan ritel naik 0,4% pada bulan April 2023, setengah dari laju kenaikan jika dibandingkan perkiraan kenaikan 0,8%. Tetapi tren yang mendasarinya masih solid, meskipun ada risiko resesi yang meningkat tahun ini.
"Data penjualan ritel positif dalam beberapa bulan, tetapi masih lemah," ucap Jamie Cox, Managing Partner Harris Financial Group.
Namun salah satu pendorong Dow Jones yakni Home Depot Inc (HD) turun 2,5% dalam perdagangan premarket setelah rantai renovasi rumah turun dari perkiraan penjualan tahunannya, dimana orang Amerika mengurangi pengeluaran untuk peralatan dan bahan bangunan karena inflasi yang tetap tinggi.
Data baru-baru ini menunjukkan ekonomi AS cukup melambat, mulai terasa tekanan dari kebijakan moneter yang ketat dari Federal Reserve, dan juga meningkatkan ekspektasi kapan bank sentral akan menghentikan siklus kenaikannya.
Indeks utama dimulai pekan ini dengan kenaikan moderat, karena perdagangan terbatas di tengah perselisihan di Washington antara Gedung Putih dan Partai Republik. Mereka akan bertemu dalam beberapa hari ke depan untuk membuat kesepakatan menaikkan plafon utang pemerintah AS sebesar $31,4 triliun dan mencegah gagal bayar (default) bencana ekonomi.
"Ada sedikit kemungkinan kita akan melihat penyelesaian masalah plafon utang AS," ucap Ipek Ozkardeskaya, analis senior di Swissquote Bank.
Negosiasi kemungkinan akan tetap ketat karena Partai Republik meminta pemangkasan pengeluaran yang layak untuk menerima keringanan pagu utang, sementara Biden tidak mau berkompromi untuk pengeluaran menjelang tahun pemilihan.
Selasa, 16 Mei 2023
Equity World | Bursa Saham Asia Melejit Jelang Rilis Data Ekonomi China
Equity World | Bursa Saham Asia Melejit Jelang Rilis Data Ekonomi China
Equity World | Bursa saham Asia Pasifik bersiap menguat pada perdagangan Selasa (16/5/2023) jelang rilis ekonomi utama dari China.
Dikutip dari CNBC, investor menanti data ekonomi China antara lain produksi industri, penjualan ritel, dan tingkat pengangguran China. Dibandingkan dengan basis rendah yang terlihat pada April tahun lalu, pengamat pasar sangat berharap menguat.
Indeks Hang Seng berjangka menguat ke posisi 20.185 dari penutupan terakhir di 19.971,13. Sebelumnya indeks Hang Seng naik 2 persen pada perdagangan Senin sore.
Di bursa saham China, indeks Shanghai dan Shenzhen masing-masing mencatatkan performa terbaik sejak 8 Mei dan 20 Maret 2023.
Indeks Nikkei di Jepang menguat 0,71 persen, sedangkan indeks Topix menanjak 0,42 persen dan capai level tertinggi sejak Agustus 1990.
Indeks Kospi dan Kosdaq Korea Selatan mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa pekan ini dengan masing-masing menguat 0,66 persen dan 0,75 persen. Sedangkan indeks ASX 200 di Australia melemah 0,15 persen.
Di Amerika Serikat (AS), tiga indeks acuan kompak menguat di wall street. Investor menanti negosiasi plafon utang AS pada Jumat pekan ini.
Indeks S&P 500 bertambah 0,3 persen, sedangkan indeks Dow Jones naik 0,14 persen ke posisi 33.348,60. Indeks Nasdaq menanjak 0,66 persen.
Senin, 15 Mei 2023
Equity World | Wall Street Ditutup Melemah, Investor Tunggu Hasil Kongres soal Nasib Utang AS
Equity World | Wall Street Ditutup Melemah, Investor Tunggu Hasil Kongres soal Nasib Utang AS
Equity World | Indeks bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street, berakhir lebih rendah pada perdagangan, Jumat (12/5) didorong oleh penurunan saham mega-cap usai reli baru-baru ini. Penurunan ini dipengaruhi oleh data sentimen konsumen AS turun ke level terendah dalam enam bulan.
Mengutip Reuters, Senin (15/5), Dow Jones Industrial Average turun 8,89 poin atau 0,03 persen menjadi 33.300,62. S&P 500 kehilangan 6,54 poin atau 0,16 persen menjadi 4.124,08 dan Nasdaq turun 43,76 poin atau 0,35 persen menjadi 12.284,74.
Selama sepekan, Dow turun 1,1 persen, S&P 500 turun 0,3 persen dan Nasdaq naik 0,4 persen. Dow sedikit turun dalam lima hari berturut-turut, penurunan indeks blue-chip terpanjang selama dua bulan.
Wall Street pada akhir pekan lalu, mencermati pembacaan awal dari University of Michigan yang menunjukkan sentimen konsumen AS di Mei 2023 jatuh ke level terendah enam bulan, sejak November 2022.
Tak hanya itu, investor juga masih menunggu pertemuan Presiden Joe Biden dengan pemimpin kongres untuk membahas kenaikan plafon utang pemerintah AS, agar tidak mengalami default (gagal bayar) di Juni 2023 mendatang. Reuters melaporkan pertemuan keduanya tentang topik tersebut dijadwalkan ulang minggu ini.
Di awal pekan, investor menunggu data Mei untuk Empire State Index, yang akan menunjukkan bagaimana perasaan produsen New York State tentang ekonomi. Survei ekonom oleh Dow Jones mengharapkan pembacaan 1,0, yang akan lebih rendah dari level 10,8 pada data sebelumnya.
Investor juga mengantisipasi output industri China dan data penjualan ritel. Investor khawatir bahwa kenaikan suku bunga Fed yang agresif dapat mendorong ekonomi ke dalam resesi. Gubernur Fed, Michelle Bowman, mengatakan Fed mungkin perlu menaikkan suku lebih lanjut apabila inflasi tetap tinggi.