Senin, 25 Mei 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik, Harapan Perdamaian AS-Iran Redakan Kekhawatiran Inflasi

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik, Harapan Perdamaian AS-Iran Redakan Kekhawatiran Inflasi

Equityworld Futures | Harga emas dunia melonjak pada perdagangan awal Asia, Senin (25/5/2026), didorong meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. 

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik, Harapan Perdamaian AS-Iran Redakan Kekhawatiran Inflasi

Optimisme pasar terhadap meredanya konflik Timur Tengah turut menekan dollar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury), sehingga mendukung penguatan harga logam mulia. 
Mengutip Investing.com, harga emas spot naik 1,5 persen menjadi 4.577,12 dollar AS per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS menguat 1,2 persen menjadi 4.612,24 dollar AS per ons.

Kenaikan juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot melonjak 3,8 persen menjadi 78,3865 dollar AS per ons, sedangkan platinum spot naik 2 persen menjadi 1.965,45 dollar AS per ons. 

Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan menyatakan bahwa kerangka kesepakatan damai dengan Iran sebagian besar telah dinegosiasikan.

Laporan media menyebutkan, potensi kesepakatan tersebut mencakup perpanjangan gencatan senjata AS-Iran dan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang dapat membantu memulihkan pasokan minyak global. 
Namun, Trump kemudian memberi sinyal bahwa AS tidak terburu-buru mencapai kesepakatan dan blokade angkatan laut AS terhadap Iran masih akan diberlakukan.

Di sisi lain, sejumlah laporan menyebutkan AS dan Iran masih berselisih terkait isu utama, terutama mengenai aktivitas nuklir Teheran.

 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Jumat, 22 Mei 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Gak ke Mana-Mana, Bandar Bosan dengan Janji-Janji Trump

Equityworld Futures | Harga Emas Gak ke Mana-Mana, Bandar Bosan dengan Janji-Janji Trump

Equityworld Futures | Harga emas nyaris tidak akan bergerak di tengah pelemahan harga minyak akibat ketidakpastian penyelesaian perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran. Pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi turut menopang harga emas.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Stabil, Pasar Cermati Ketidakpastian Akhir Perang Timur Tengah

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Kamis (21/5/2026) ditutup di posisi US$4544 per troy ons atau menguat tipis 0,01%. Kenaikan ini memperpanjang tren positifnya setelah harganya juga naik 1,4% pada Rabu.

Harga emas melemah tipis pada hari ini. Pada Jumat (22/5/2026) pukul 06.45 WIB, harga emas ada di posisi US$ 4532,89 per troy ons atau melemah 0,24%.

Harga minyak bergerak volatil dan cenderung turun karena prospek penyelesaian konflik dengan Iran masih belum jelas. Presiden AS Donald Trump mengatakan awal pekan ini bahwa ia membatalkan serangan udara yang sebelumnya sudah direncanakan terhadap Iran demi memberi lebih banyak waktu bagi diplomasi, atas permintaan sekutu Arab Teluk AS. Namun, Iran dan AS disebut hanya membuat sedikit kemajuan menuju kesepakatan sejak keduanya menyetujui gencatan senjata rapuh bulan lalu

Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun hampir 2% dan ditutup di US$96,35 per barel. Harga minyak Brent juga melemah lebih dari 2% ke US$102,58 per barel.

Imbal hasil obligasi Treasury tenor 10 tahun dan obligasi 30 tahun juga akhirnya kembali turun, masing-masing melemah kurang dari 1 basis poin ke 4,564% dan turun lebih dari 2 basis poin ke 5,09%.

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan turunnya harga minyak dan melemahnya dolar dari level tertinggi enam minggu seharusnya mendukung emas dalam jangka pendek. Namun, pasar masih berhati-hati karena kesepakatan sebelumnya kerap gagal tercapai.

"Turunnya harga minyak dan pelemahan dolar AS dari level tertinggi enam minggu seharusnya menjadi sentimen positif bagi emas dalam jangka pendek, dan harga emas pun mulai menguat. Namun, saya memperkirakan perdagangan masih akan cenderung berhati-hati pada awalnya. Kita sudah beberapa kali melihat kesepakatan gagal tercapai," ujar Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals, dikutip dari Refinitiv.

Logam mulia tersebut telah turun lebih dari 14% sejak perang dimulai pada akhir Februari. Konflik itu mengganggu lalu lintas maritim di Selat Hormuz, mendorong kenaikan harga energi dan memicu kekhawatiran inflasi.

"Kenaikan harga minyak yang mendorong inflasi lebih tinggi membuat bank sentral berada di bawah tekanan untuk mempertahankan suku bunga tetap tinggi atau bahkan kembali menaikkannya. Karena itu, kondisi tersebut masih menjadi sentimen negatif bagi emas dalam jangka pendek," tutur analis UBS, Giovanni Staunovo.

Meski dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, emas biasanya tertekan saat suku bunga tinggi.

Pelaku pasar kini melihat peluang 58% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin tahun ini, naik dari 48% sehari sebelumnya menurut CME FedWatch Tool.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Rabu, 20 Mei 2026

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Turun Tipis

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Turun Tipis

Equityworld Futures | Harga minyak sedikit turun pada perdagangan awal Asia pada Rabu, 20 Mei 2026, karena pasar menunggu petunjuk lebih lanjut tentang pembicaraan AS-Iran setelah Washington mengisyaratkan kemajuan dalam negosiasi yang sedang berlangsung.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Lagi, Optimisme Deal AS-Iran Redam Kekhawatiran Suku Bunga Tinggi

Dikutip dari Investing.com, kontrak minyak mentah West Texas Intermediate untuk Juli turun 0,3 persen menjadi USD98,88 per barel. Harga tersebut telah turun sekitar satu persen pada hari Selasa, 19 Mei 2026.

Harga minyak turun pada hari Selasa setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah menunda serangan terhadap Iran, dan bahwa negosiasi dengan Teheran berjalan dengan baik.

Trump kemudian mengatakan bahwa perang di Iran akan berakhir "dengan sangat cepat."

Wakil Presiden JD Vance menggemakan komentar Trump, menyatakan bahwa ia percaya Iran ingin membuat kesepakatan.

Lalu lintas di Selat Hormuz masih terganggu
Namun demikian, kerugian minyak mentah dibatasi oleh tanda-tanda gangguan pasokan yang berkelanjutan di Selat Hormuz. Lalu lintas melalui jalur air tersebut tetap berada pada sebagian kecil dari tingkat sebelum perang, yang memengaruhi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Pada hari Senin, AS memperpanjang pengecualian sanksi terhadap minyak Rusia yang diangkut melalui laut, memungkinkan negara-negara yang rentan terhadap gangguan impor minyak untuk mengamankan pasokan.

Iran, dalam proposal perdamaian terbarunya, menyerukan pengakhiran permusuhan di semua lini, penarikan pasukan AS dari kawasan tersebut, dan ganti rugi atas kerusakan akibat perang, demikian dilaporkan media pemerintah pada hari Selasa.

AS sebagian besar menolak proposal Iran sebelumnya, dengan alasan bahwa mengakhiri ambisi nuklir negara itu tetap menjadi tuntutan utama dalam negosiasi apa pun.

Fokus sekarang adalah pada data persediaan AS yang akan datang untuk petunjuk lebih lanjut tentang stok minyak dalam menghadapi gangguan pasokan yang berkelanjutan akibat perang Iran. Data dari American Petroleum Institute menunjukkan penurunan 9,1 juta barel (mb) minggu lalu, jauh lebih besar dari perkiraan penurunan 3,4 mb. 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Selasa, 19 Mei 2026

Equityworld Futures | Pelemahan Dollar AS Katrol Harga Emas Dunia

Equityworld Futures | Pelemahan Dollar AS Katrol Harga Emas Dunia

Equityworld Futures | Nilai komoditas emas dunia mengalami penguatan tipis pada akhir sesi perdagangan Senin (18/5/2026) waktu setempat akibat didorong oleh penurunan indeks mata uang dollar Amerika Serikat. Dilansir dari Money, pertumbuhan harga logam mulia ini berjalan terbatas karena terhambat oleh naiknya harga minyak serta peningkatan imbal hasil obligasi.

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Terbatas di Tengah Perang Iran dan Lonjakan Imbal Hasil Obligasi

Data dari pasar spot menunjukkan nilai emas naik sebesar 0,2 persen ke angka 4.548,14 dollar AS per ons, setelah sempat merosot ke titik terendah sejak akhir Maret lalu. Di sisi lain, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Juni justru menunjukkan penurunan tipis sebesar 0,1 persen menuju level 4.558 dollar AS per ons.

Penyusutan indeks dollar Amerika Serikat sebesar 0,3 persen membuat instrumen ini menjadi lebih terjangkau bagi para investor yang bertransaksi dengan mata uang lainnya. Perubahan nilai tukar ini secara otomatis ikut mendongkrak minat beli pasar terhadap logam mulia tersebut.

"Indeks dollar AS turun ke level terendah pada sesi perdagangan kemarin, dan itu menjadi faktor positif bagi pasar emas," ujar analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff.

Meskipun demikian, ada potensi bahwa tren penguatan instrumen safe haven ini akan mengalami hambatan dalam periode jangka pendek. Wyckoff memproyeksikan bahwa lonjakan imbal hasil obligasi dapat memicu adanya tekanan penurunan lebih lanjut terhadap pergerakan harga.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah secara global dipicu oleh kecemasan pasar terhadap tingkat inflasi menyusul pecahnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran yang mendongkrak harga energi. Situasi ini memperkuat estimasi bahwa bank sentral dunia akan mempertahankan rezim suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, di mana imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak Februari 2025.

Suku bunga serta imbal hasil obligasi yang merangkak naik biasanya memberikan sentimen negatif bagi emas karena komoditas ini tidak menyediakan imbalan periodik. Pada saat yang sama, harga minyak dunia meroket sekitar 2 persen ke level tertinggi dua pekan karena potensi disrupsi pasokan energi global.

Semenjak pertempuran antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari 2026, akumulasi kenaikan harga minyak Brent sudah menyentuh 55 persen, sedangkan emas spot justru terkoreksi 13,8 persen. Penurunan permintaan dari para pelaku pasar juga membuat lembaga keuangan seperti J.P. Morgan merevisi turun proyeksi rata-rata harga emas tahun 2026 dari 5.708 dollar AS menjadi 5.243 dollar AS per ons.

Sementara itu, harga logam mulia alternatif mencatatkan pergerakan yang variatif pada penutupan perdagangan. Perak spot melonjak 1,4 persen ke posisi 77,04 dollar AS per ons, platinum terkoreksi 0,1 persen menjadi 1.972,10 dollar AS per ons, dan palladium menyusut 0,2 persen ke level 1.409,75 dollar AS per ons.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Rabu, 13 Mei 2026

Equityworld Futures | Pasokan Terganggu, Harga Minyak Tembus US$107

Equityworld Futures | Pasokan Terganggu, Harga Minyak Tembus US$107

Equityworld Futures | Harga minyak dunia masih bertahan di zona panas. Perdagangan Rabu pagi (13/5/2026) memang bergerak sedikit melemah, tetapi posisi harga tetap berada di level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir setelah pasar terus dihantui ketidakpastian perang Iran dan ancaman gangguan pasokan global.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun di Bawah US$ 4.700 Akibat Kenaikan Inflasi AS

Menurut Refinitiv pada Rabu (13/5/2026) pukul 09.30 WIB, harga minyak Brent berada di US$107,08 per barel. Posisi ini turun tipis 0,64% dibanding penutupan sebelumnya di US$107,77 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat US$101,56 per barel, melemah 0,61% dari posisi Selasa di US$102,18 per barel.

Meski terkoreksi pagi ini, reli minyak masih sangat terasa. Dalam tiga sesi perdagangan terakhir saja, Brent sudah melesat hampir 6%, dari US$101,29 per barel pada 8 Mei menjadi di atas US$107 per barel. WTI bahkan melonjak lebih dari US$6 dalam periode yang sama.

Pasar kini semakin pesimistis terhadap peluang damai di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pembicaraan gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi "life support". Pernyataan itu keluar setelah negosiasi kembali mentok akibat tuntutan Iran yang meminta penghentian perang di seluruh front konflik, pencabutan blokade laut AS, pemulihan ekspor minyak Iran, hingga kompensasi kerusakan perang.

Situasi makin rumit karena Iran mempertegas kontrol atas Selat Hormuz, jalur yang biasanya dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan LNG dunia. Reuters melaporkan Teheran mulai memperluas pengaruhnya di kawasan tersebut, termasuk membuka kesepakatan pengiriman energi dengan Pakistan dan Irak. Sejumlah negara lain disebut mulai menjajaki pola serupa.

Kondisi itu membuat pelaku pasar khawatir gangguan pasokan akan berlangsung jauh lebih lama dari perkiraan awal. Badan Informasi Energi AS (EIA) kini memperkirakan Selat Hormuz efektif tertutup hingga akhir Mei. Sebelumnya, asumsi penutupan hanya sampai April.

Revisi EIA cukup agresif. Lembaga itu memperkirakan kehilangan pasokan minyak Timur Tengah mencapai 10,8 juta barel per hari pada Mei. Angka tersebut naik dari proyeksi sebelumnya 9,1 juta barel per hari. Secara global, stok minyak dunia diperkirakan menyusut 2,6 juta barel per hari sepanjang tahun ini. Sebulan lalu, estimasinya hanya sekitar 300 ribu barel per hari.

pasar sedang menghadapi tekanan pasokan dalam skala besar. Bahkan Houlihan Lokey memperkirakan kekurangan suplai global bisa mencapai 14 juta barel per hari. Saudi Aramco juga memperingatkan stabilitas pasar minyak kemungkinan baru pulih penuh pada 2027 apabila gangguan ekspor melalui Hormuz terus berlanjut.

Di sisi lain, stok minyak AS ikut menipis. Survei Reuters memperkirakan persediaan minyak mentah Amerika turun sekitar 2,1 juta barel pekan lalu. Persediaan bahan bakar juga diperkirakan ikut menyusut. Kondisi ini mempertebal sentimen bullish di pasar energi.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Selasa, 12 Mei 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Berbalik Naik, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

Equityworld Futures | Harga Emas Berbalik Naik, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

Equityworld Futures
| Harga emas berbalik menguat pada perdagangan Senin (11/5/2026) setelah sempat tertekan di awal sesi. Pelaku pasar menimbang perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, sambil menanti rilis data inflasi AS yang krusial untuk menentukan arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik Tipis di Tengah Kemunduran Hubungan AS-Iran

Harga emas spot naik 0,1% menjadi US$ 4.717,38 per ons, setelah sebelumnya sempat merosot lebih dari 1%. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS relatif stagnan di level US$ 4.727,80 per ons. Pergerakan yang cenderung fluktuatif menunjukkan investor masih berhati-hati menghadapi kombinasi tekanan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan moneter global.

Analis pasar di American Gold Exchange Jim Wyckoff mengatakan penguatan tipis emas dipicu aksi beli setelah koreksi tajam sebelumnya. Terdapat aksi berburu harga murah serta penyesuaian posisi investor menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat pekan ini.

Fokus pasar kini tertuju pada data Indeks Harga Konsumen atau Consumer Price Index (CPI) AS yang dijadwalkan rilis Selasa (12/5/2026), disusul Indeks Harga Produsen atau Producer Price Index (PPI) pada Rabu (13/5/2026).

Dua data tersebut menjadi perhatian utama karena dapat memberikan gambaran baru mengenai tekanan inflasi di ekonomi terbesar dunia itu. Jika inflasi masih tinggi, peluang pemangkasan suku bunga The Fed diperkirakan semakin kecil. 

Tekanan geopolitik juga tetap menjadi faktor utama yang menopang harga emas. Penolakan cepat Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap respons Iran atas proposal perdamaian Washington memicu kekhawatiran bahwa konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu berpotensi berlarut-larut.

Kondisi itu meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pelayaran di Selat Hormuz, jalur perdagangan energi vital dunia, yang berpotensi mendorong harga minyak lebih tinggi. Trump kemudian menyebut kondisi gencatan senjata antara kedua negara berada dalam situasi “kritis”, mempertegas ketidakpastian di kawasan Timur Tengah.

Ahli strategi pasar senior di RJO Futures Daniel Pavilonis mengatakan perhatian pasar sebagian besar terpusat pada prospek Selat Hormuz. Menurut dia, investor sedang mencerna skenario yang lebih luas, terutama kemungkinan harga energi yang bertahan tinggi apabila akses pelayaran di jalur tersebut terganggu.

Di sisi lain, sejumlah perusahaan pialang global mulai memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini. Jika sebelumnya pasar memperkirakan dua kali pemotongan suku bunga, kini proyeksi mulai terbelah antara skenario pelonggaran terbatas dan tidak ada pemangkasan sama sekali hingga 2026. Perubahan ekspektasi tersebut terjadi di tengah risiko inflasi yang masih tinggi serta sikap hati-hati para pembuat kebijakan moneter.

Bagi pasar emas, prospek suku bunga tinggi biasanya menjadi sentimen negatif. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga meningkat karena investor dapat memperoleh return lebih besar dari instrumen berbunga seperti obligasi pemerintah.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Senin, 11 Mei 2026

Equityworld Futures | Bursa Asia ‘Mixed’, Kospi Cetak Rekor Baru di Tengah Gejolak Harga Minyak

Equityworld Futures | Bursa Asia ‘Mixed’, Kospi Cetak Rekor Baru di Tengah Gejolak Harga Minyak

Equityworld Futures | Pasar saham Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Senin (11/5/2026), di tengah lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Equityworld Futures | Harga Emas Terpuruk Pagi Ini, Siapkah Hadapi Level Kritis?

Dikutip dari CNBC, indeks Kospi Korea Selatan melonjak 4,70% dan mencetak rekor tertinggi baru pada awal perdagangan. Namun indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru turun 0,30%.

Penguatan Kospi ditopang reli saham teknologi, terutama SK Hynix yang melesat 10,74%, mengikuti kenaikan saham-saham semikonduktor di Wall Street pada akhir pekan lalu.

Sentimen pasar kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Iran sebelumnya mengajukan proposal baru kepada negosiator AS yang berfokus pada penghentian perang di seluruh front dan pencabutan sanksi terhadap Teheran. Kantor berita semi-resmi Tasnim menyebut proposal tersebut disampaikan oleh sumber yang mengetahui proses negosiasi.

Namun Trump menolak proposal itu dan menyebut respons Iran “SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!” melalui unggahan di Truth Social.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan perang dengan Iran “belum berakhir”, karena AS dan Israel masih ingin membatasi ambisi nuklir Teheran.

Komentar Netanyahu muncul menjelang kunjungan Trump ke China pekan ini untuk bertemu Presiden Xi Jinping. Konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah memicu lonjakan biaya energi global dan kenaikan tajam harga bahan bakar di AS.

Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Juni melonjak 3,94% menjadi US$99,18 per barel, sedangkan Brent naik 3,49% menjadi US$104,83 per barel.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 bergerak fluktuatif dan ditutup sedikit melemah, sementara Topix naik 0,19%. Saham Nintendo anjlok 5,54% setelah investor mencermati rencana kenaikan harga konsol Switch 2 di tengah proyeksi penurunan penjualan perangkat.

Australia juga tertekan, dengan indeks S&P/ASX 200 turun 0,83%.

Di China, indeks CSI 300 naik 0,58%, sedangkan Hang Seng Hong Kong turun 0,48%. Investor turut mencermati data inflasi China yang menunjukkan kenaikan harga konsumen dan produsen lebih tinggi dari perkiraan pada April, dipicu lonjakan harga komoditas akibat konflik Timur Tengah.

Sementara itu, futures Wall Street bergerak melemah. Futures Dow Jones turun 143 poin atau 0,3%, sedangkan futures S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing terkoreksi 0,3%.

Meski demikian, pasar saham AS sebelumnya mencatat reli kuat pekan lalu. S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing melonjak lebih dari 2% dan 4%, sekaligus membukukan enam pekan penguatan beruntun untuk pertama kalinya sejak 2024. Dow Jones juga naik 0,2% dalam sepekan dan mencatat lima pekan penguatan dalam enam pekan terakhir.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Jumat, 08 Mei 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Menguat, Analis Waspadai Tekanan Suku Bunga Global

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Menguat, Analis Waspadai Tekanan Suku Bunga Global

Equityworld Futures | Setelah sebulan terakhir mengalami tren penurunan, kini harga emas dunia tampak melanjutkan penguatannya pada perdagangan Rabu (6/5), seiring meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah yang turut menekan harga energi dan kekhawatiran inflasi.

Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas Hari Ini Usai Kemarin Naik, Jual atau Beli?

Mengutip Bloomberg,Rabu (6/5/2026) pukul 12.48 WIB, harga emas spot ada di level US$ 4.651,02 per ons troi, naik 2,06% dari sehari sebelumnya. Sejak awal tahun, harga emas spot sudah naik 7,68%.

Sejalan dengan itu, harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 30.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.760.000 per gram menjadi Rp 2.790.000 per gram.

Kenaikan ini terjadi setelah muncul sinyal de-eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyatakan bahwa gencatan senjata yang telah berlangsung hampir satu bulan masih tetap terjaga.

Senada, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengonfirmasi bahwa operasi ofensif telah berakhir. Pemerintah AS kini mengalihkan fokus pada pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan jeda sementara dalam upaya membantu kapal-kapal yang terdampak di kawasan tersebut.

Jika ditarik lebih jauh, dalam sebulan terakhir harga emas sempat lesu. Bahkan, sempat menyusut ke level US$ 4.516 per ons troi pada Senin (5/5) pagi.

Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, menjelaskan tren pelemahan harga emas sebulan terakhir didorong oleh korelasi negatif yang kuat terhadap lonjakan yield obligasi AS 10-tahun dan penguatan dolar AS.

Meskipun ketegangan di Selat Hormuz biasanya memicu permintaan safe-haven, kenaikan harga minyak yang sempat ke level US$ 114 per barel justru menciptakan ekspektasi inflasi baru yang memaksa bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi (higher-for-longer).

"Kondisi ini meningkatkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas, sehingga investor cenderung beralih ke instrumen likuid lain yang lebih menguntungkan dalam jangka pendek," jelas Sutopo kepada Kontan, Selasa (5/5/2026).

Secara teknis, Sutopo menyebut reli harga emas saat ini sedang mengalami fase koreksi sekunder yang cukup dalam setelah mencapai puncaknya di bulan Februari. Skenario terburuk tahun ini dapat membawa harga emas spot menguji level dukungan klasiknya di kisaran US$ 4.100 jika inflasi terus membandel dan The Fed merealisasikan kenaikan suku bunga tambahan.

Untuk harga emas Antam, pelemahan global ini terserap secara bertahap di pasar domestik, dengan potensi penurunan mencapai area Rp 2.500.000 hingga Rp 2.600.000 per gram apabila sentimen negatif global terus berlanjut tanpa adanya pelemahan Rupiah yang signifikan.

Sehingga, Sutopo menyarankan strategi terbaik bagi investor saat ini adalah melakukan evaluasi ulang terhadap horizon investasi.

"Jika fokus Anda adalah jangka panjang, posisi hold tetap relevan sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik yang belum sepenuhnya reda," bubuhnya.

Namun, bagi investor yang ingin masuk, disarankan untuk menggunakan metode akumulasi bertahap (buy on weakness) guna mendapatkan harga rata-rata yang lebih kompetitif di tengah volatilitas tinggi.

Katanya, memotong kerugian hanya disarankan bagi pelaku pasar jangka pendek, mengingat prospek emas di sisa tahun 2026 diprediksi Sutopo akan bergerak konsolidatif dalam rentang US$ 4.300 - US$ 4.800 menunggu kejelasan kebijakan moneter global.

Sementara itu, harga emas Antam diproyeksi bergerak di kisaran Rp 2.700.000 - Rp 2.800.000 tergantung perubahan kurs rupiah.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Rabu, 06 Mei 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Berbalik Naik Usai Sentuh Level Terendah

Equityworld Futures | Harga Emas Berbalik Naik Usai Sentuh Level Terendah

Equityworld Futures | Harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa (5/5/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari satu bulan pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring pelaku pasar mencermati rapuhnya gencatan senjata di Timur Tengah serta potensi dampaknya terhadap inflasi dan arah suku bunga global.

Equityworld Futures | Harga Emas Berbalik Naik Usai Sentuh Level Terendah

Harga emas spot ditutup naik 0,74% menjadi US$ 4.557,55 per ons troi, setelah pada Senin (4/5/2026) sempat menyentuh level terendah sejak 31 Maret. Sejalan dengan itu, kontrak berjangka emas AS juga ditutup menguat 0,76% ke level US$ 4.567,55 per ons troi.

Dikutip dari Reuters, analis pasar dari American Gold Exchange Jim Wyckoff mengatakan, kenaikan harga emas saat ini didorong oleh aksi beli saat harga murah (bargain hunting) setelah tekanan jual sebelumnya. Selain itu, pelemahan harga minyak turut memberikan dukungan bagi logam mulia tersebut.

“Pasar masih akan terus mencermati perkembangan geopolitik, namun fokus bisa mulai bergeser ke data ekonomi dalam waktu dekat,” ujar Wyckoff, sembari menambahkan, pelaku pasar membutuhkan katalis fundamental yang kuat agar tren bullish emas dapat kembali solid.

Ketegangan geopolitik masih menjadi perhatian utama. Uni Emirat Arab dilaporkan mengalami serangan rudal dan drone dari Iran, di tengah pernyataan Washington bahwa gencatan senjata masih berlangsung meski rapuh, setelah sebelumnya terjadi baku tembak saat pasukan Amerika Serikat (AS) berupaya membuka kembali jalur Selat Hormuz.

Selat sempit tersebut merupakan jalur vital distribusi global untuk minyak, pupuk, dan berbagai komoditas penting lainnya. Sejak serangan yang dimulai pada 28 Februari, jalur ini praktis terganggu dan memicu lonjakan harga komoditas dunia.

Profil Perusahaan  

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Selasa, 05 Mei 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Senin Merosot Tertekan Penguatan Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi Global

Equityworld Futures | Harga Emas Senin Merosot Tertekan Penguatan Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi Global

Equityworld Futures | Harga emas turun tajam hari Senin, terbebani dolar AS yang lebih kuat dan imbal hasil obligasi global yang lebih tinggi.

Equityworld Futures | Ketegangan Hormuz Tekan Harga Emas, Risiko Inflasi Meningkat

Harga emas spot bergerak turun 2% pada $4.522,49 per ons.

Harga emas berjangka AS kontrak Juni 2026 berakhir turun 2,74% pada $4.517,3 per ons.

Indeks dolar AS bergerak naik hari Senin terdukung peningkatan permintaan safe haven terpicu ketegangan di Selat Hormuz

Selain itu, permintaan aset safe-haven untuk logam mulia sedikit menurun setelah Presiden Trump mengatakan AS akan mulai memandu beberapa kapal netral yang terjebak di Teluk Persia keluar melalui Selat Hormuz.

Selain itu, komentar agresif hari ini dari anggota Dewan Gubernur ECB, Peter Kazimir, menurunkan harga logam mulia ketika ia mengatakan kenaikan suku bunga ECB pada bulan Juni “hampir tidak dapat dihindari.”

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun terbebani penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi global.

Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.474-$4.427. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.599-$4.677.

Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.470-$4.424. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.607-$4.698.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Senin, 04 Mei 2026

Equityworld Futures | Tingginya Harga Emas-Biaya Kuliah Bikin Inflasi RI 2,42% di April 2026

Equityworld Futures | Tingginya Harga Emas-Biaya Kuliah Bikin Inflasi RI 2,42% di April 2026

Equityworld Futures | Inflasi melanda seluruh wilayah Indonesia pada April 2026, dengan besaran secara nasional sebesar 2,42% (year on year/yoy) pada April 2025. Tekanan inflasi itu tercatat lebih rendah dibanding bulan lalu 3,48% (yoy), namun masih lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu 1,95%.

Equityworld Futures | Harga Emas di Ujung Tanduk, Nasibnya Ditentukan Negosiasi AS dan Iran

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, faktor pendorong inflasi tahunan pada April 2026 ialah tingginya inflasi di sektor makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,06% yoy dengan andil 0,90%.

"Komoditas inflasi terbesar di kelompok ini yaitu ikan segar, daging ayam ras, beras, minyak goreng, sigaret kretek mesin, telur ayam ras," kata Ateng saat konferensi pers, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Selain itu, komoditas yang termasuk sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya juga menjadi motor utama pendorong inflasi tahunan pada April 2026, yaitu perawatan pribadi dan jasa lainnya seperti emas sebesar 11,43% yoy dengan andil 0,77% terhadap inflasi umum.

"Inflasi pada kelompok tersebut terutama terjadi pada kelompok emas perhiasan," ujar Ateng.

Menurut komponennya, seluruhnya mengalami inflasi secara tahunan. Komponen inti mengalami inflasi tahunan sebesar 2,44% dengan andil 1,56%. Komoditas dominan yang beri andil pada komponen inti terutama emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, dan juga biaya kuliah akademi atau perguruan tinggi.

Untuk komponen harga bergejolak inflasinya 3,37% dengan andil 0,56%. Komoditas yang dominan beri tekanan inflasi pada komponen ini di antaranya daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras.

Sementara itu, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi 1,53% dengan andil 0,30%. Komoditas yang dominan beri andil inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah terutama tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin dan sigaret kretek tangan.

Ateng mengatakan, inflasi terjadi di seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari 38 provinsi. Tertinggi terjadi di Papua Barat mencapai 5% sedangkan terendah di Lampung sebesar 0,53%.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami