Equityworld Futures | Tingginya Harga Emas-Biaya Kuliah Bikin Inflasi RI 2,42% di April 2026
Equityworld Futures | Inflasi melanda seluruh wilayah Indonesia pada April 2026, dengan besaran secara nasional sebesar 2,42% (year on year/yoy) pada April 2025. Tekanan inflasi itu tercatat lebih rendah dibanding bulan lalu 3,48% (yoy), namun masih lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu 1,95%.
Equityworld Futures | Harga Emas di Ujung Tanduk, Nasibnya Ditentukan Negosiasi AS dan Iran
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, faktor pendorong inflasi tahunan pada April 2026 ialah tingginya inflasi di sektor makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,06% yoy dengan andil 0,90%.
"Komoditas inflasi terbesar di kelompok ini yaitu ikan segar, daging ayam ras, beras, minyak goreng, sigaret kretek mesin, telur ayam ras," kata Ateng saat konferensi pers, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Selain itu, komoditas yang termasuk sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya juga menjadi motor utama pendorong inflasi tahunan pada April 2026, yaitu perawatan pribadi dan jasa lainnya seperti emas sebesar 11,43% yoy dengan andil 0,77% terhadap inflasi umum.
"Inflasi pada kelompok tersebut terutama terjadi pada kelompok emas perhiasan," ujar Ateng.
Menurut komponennya, seluruhnya mengalami inflasi secara tahunan. Komponen inti mengalami inflasi tahunan sebesar 2,44% dengan andil 1,56%. Komoditas dominan yang beri andil pada komponen inti terutama emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, dan juga biaya kuliah akademi atau perguruan tinggi.
Untuk komponen harga bergejolak inflasinya 3,37% dengan andil 0,56%. Komoditas yang dominan beri tekanan inflasi pada komponen ini di antaranya daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras.
Sementara itu, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi 1,53% dengan andil 0,30%. Komoditas yang dominan beri andil inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah terutama tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin dan sigaret kretek tangan.
Ateng mengatakan, inflasi terjadi di seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari 38 provinsi. Tertinggi terjadi di Papua Barat mencapai 5% sedangkan terendah di Lampung sebesar 0,53%.
Senin, 04 Mei 2026
Equityworld Futures | Tingginya Harga Emas-Biaya Kuliah Bikin Inflasi RI 2,42% di April 2026
Kamis, 30 April 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Bangkit dari Level Terendah Sebulan pada Kamis (30/4) Pagi
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Bangkit dari Level Terendah Sebulan pada Kamis (30/4) Pagi
Equityworld Futures | Harga emas dunia kembali menguat pada Kamis (30/4/2026), bangkit dari level terendah dalam satu bulan yang tercapai pada sesi sebelumnya.
Equityworld Futures | Harga Emas Babak Belur Usai The Fed Tahan Suku Bunga
Kenaikan ini didorong oleh pelemahan dolar AS, meskipun tekanan dari tingginya harga minyak masih membayangi prospek inflasi dan suku bunga.
Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,6% menjadi US$4.566,73 per ons pada pukul 01.05 GMT, setelah sebelumnya sempat turun ke level terendah sejak 31 Maret.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni naik 0,4% menjadi US$4.578,50 per ons.
Tekanan Inflasi dan Suku Bunga Masih Membayangi
Tingginya harga energi memperkuat kekhawatiran inflasi, yang berpotensi membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama (higher for longer).
Sebelumnya, bank sentral AS menahan suku bunga acuan dalam keputusan terbaru, namun dengan perpecahan internal terbesar sejak 1992 dan meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi.
Selain itu, proses transisi kepemimpinan bank sentral AS juga menjadi perhatian pasar, setelah kandidat Ketua The Fed berikutnya mulai melewati tahapan penting di Senat.
Permintaan Emas Global Meningkat
Dari sisi fundamental, permintaan emas global pada kuartal I-2026 meningkat 2% secara tahunan menjadi 1.230,9 metrik ton, menurut World Gold Council.
Kenaikan ini didorong oleh lonjakan pembelian emas batangan dan koin, serta peningkatan pembelian oleh bank sentral sebesar 3%.
Kenaikan tersebut berhasil mengimbangi penurunan permintaan perhiasan yang turun 23%.
Rabu, 29 April 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Mulai Pulih, Peluang Naik ke 4.767 Terbuka
Equityworld Futures | Harga Emas Mulai Pulih, Peluang Naik ke 4.767 Terbuka
Equityworld Futures | Harga emas dunia di perdagangan, Senin (27/4) kemarin diperkirakan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat tertekan pada awal sesi.
Equityworld Futures | Harga Emas Naik Tipis pada Rabu (29/4) Pagi
Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai pergerakan harga emas saat ini mulai mengarah pada potensi kenaikan, meskipun sebelumnya sempat mengalami penurunan yang cukup tajam.
Di awal perdagangan pagi, ujarnya, harga emas dibuka dengan kondisi gap down yang memicu penurunan secara cepat. Tekanan jual sempat mendominasi pasar, sehingga harga bergerak turun menuju area support terdekat. Penurunan ini mencerminkan respons pasar terhadap sentimen jangka pendek yang mendorong aksi jual.
"Setelah mencapai area support tersebut, tekanan jual mulai berkurang. Harga tidak melanjutkan penurunan lebih dalam, melainkan mulai bergerak stabil. Kondisi ini menjadi indikasi awal bahwa pasar mulai menemukan titik keseimbangan setelah pergerakan turun yang cukup agresif," ucapnya.
Secara teknikal, lanjutnya, harga kemudian membentuk swing low di area support tersebut. Ini salah satu sinyal penting yang menunjukkan bahwa level tersebut cukup kuat untuk menahan penurunan. Dengan terbentuknya titik ini, peluang bagi harga untuk bergerak naik kembali mulai terbuka.
Selain itu, kupasnya, indikator teknikal juga menunjukkan adanya bullish divergence. Kondisi ini terjadi ketika harga masih bergerak turun, tetapi indikator justru mulai mengarah naik. Sinyal ini biasanya menjadi tanda bahwa tekanan jual mulai melemah dan potensi pembalikan arah mulai muncul.
Melihat kombinasi sinyal tersebut, Dupoin Futures memperkirakan harga emas memiliki peluang untuk naik dalam jangka pendek. Target kenaikan terdekat berada di level 4.733, yang menjadi area resistance pertama yang akan diuji oleh pasar. Jika harga mampu melewati level tersebut, maka peluang kenaikan lanjutan menuju level 4.767 semakin terbuka.
Tetapi, kenaikan ini masih perlu dikonfirmasi oleh kekuatan pasar. Pergerakan setelah penurunan tajam biasanya tidak langsung berbalik secara kuat, sehingga masih ada kemungkinan harga bergerak naik secara bertahap.
Dari sisi fundamental, potensi penguatan emas juga didukung oleh kondisi dolar AS yang mulai melemah. Ketika dolar mengalami tekanan, harga emas biasanya mendapatkan dorongan karena menjadi lebih terjangkau bagi investor global.
Tidak hanya itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga menjadi faktor yang mendukung. Ketika yield turun, minat investor terhadap emas meningkat karena perbedaan imbal hasil dengan instrumen lain menjadi lebih kecil.
Permintaan terhadap aset safe haven juga turut memberikan dukungan. Dalam kondisi pasar yang belum stabil, investor cenderung mencari instrumen yang lebih aman, seperti emas. Hal ini bisa membantu harga emas untuk kembali menguat setelah sebelumnya mengalami penurunan.
Untuk itu, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan risiko yang ada. Kebijakan suku bunga dari Federal Reserve yang masih berada di level tinggi dapat menjadi faktor yang membatasi kenaikan emas. Jika dolar kembali menguat atau yield obligasi naik, tekanan terhadap emas bisa kembali muncul.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa harga emas saat ini mulai menunjukkan peluang rebound setelah penurunan di awal sesi. Selama harga mampu bertahan di atas area support, potensi kenaikan menuju level 4.733 hingga 4.767 masih terbuka.
Dalam kondisi pasar yang masih dinamis, pelaku pasar disarankan untuk tetap berhati-hati dan mencermati pergerakan harga serta perkembangan sentimen global sebelum mengambil keputusan.
Selasa, 28 April 2026
Equityworld Futures | Kilau Harga Emas Dunia Meredup
Equityworld Futures | Kilau Harga Emas Dunia Meredup
Equityworld Futures | Harga emas dunia turun pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Investor berhati-hati menyusul kemunduran diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dan menjelang keputusan penting suku bunga Federal Reserve akhir pekan ini.
Equityworld Futures | Kabar Buruk: Harga Emas Ambruk, Dunia Cemas Tunggu Aba-Aba dari AS
Mengutip Investing.com, Selasa, 28 April 2026, harga emas spot sebagai harga pasar emas dunia saat ini, turun 0,6 persen menjadi USD4.681,39 per ons. Sementara harga emas berjangka sebagai patokan harga emas dunia untuk kontrak beli atau jual emas di masa depan, turun satu persen menjadi USD4.694,61 per ons.
Pasar menanti keputusan terakhir Powell di The Fed
Sebagian besar fokus minggu ini tertuju pada keputusan suku bunga terbaru The Fed pada Rabu mendatang setelah pertemuan selama dua hari. Bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah , yang berarti investor akan memperhatikan dengan seksama bagaimana The Fed melihat prospek ekonomi berkembang setelah guncangan energi yang dipicu oleh perang Iran.
Pertemuan pekan ini juga diperkirakan akan menjadi yang terakhir di bawah kepemimpinan Ketua Fed Jerome Powell, yang masa jabatannya berakhir pada 15 Mei. Kevin Warsh, calon pilihan Trump untuk menggantikan Powell, bersaksi di hadapan Kongres pekan lalu bahwa ia tidak membuat komitmen untuk memangkas suku bunga.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja lebih baik dalam lingkungan suku bunga rendah.
Analis Deutsche Bank yang dipimpin oleh Matthew Luzzetti menyampaikan, dengan kebijakan yang berada pada posisi yang tepat untuk mengatasi risiko terhadap prospek, The Fed siap untuk memperpanjang jeda kebijakan pada pertemuan FOMC April.
"Skenario dasar kami adalah mereka akan menunggu hingga pertemuan Juni untuk perubahan yang berarti pada panduan kebijakan, tetapi risikonya adalah komunikasi cenderung lebih agresif," jelas dia.
Iran ajukan proposal perdamaian baru
Rencana untuk melanjutkan pembicaraan antara AS dan Iran gagal pada akhir pekan setelah para pejabat Iran meninggalkan Pakistan, sementara Washington membatalkan rencana untuk mengirim delegasi ke Islamabad.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Teheran dapat menghubunginya jika ingin berbicara, dan menegaskan kembali pendiriannya bahwa Iran tidak mungkin memiliki senjata nuklir. Membatasi ambisi nuklir Iran telah disebut sebagai motivasi utama serangan gabungan AS-Israel.
Namun, para pedagang mengabaikan kemunduran dalam pembicaraan akhir pekan tersebut, setelah laporan media menyebutkan bahwa Iran telah menawarkan proposal baru kepada AS di mana mereka menawarkan untuk menghentikan penutupan efektif Selat Hormuz yang penting tanpa membahas ambisi nuklirnya.
Dengan latar belakang ini, investor beralih ke dolar AS sebagai aset yang relatif aman, terutama pada Maret, sehingga mengurangi daya tarik emas berdenominasi dolar bagi pembeli luar negeri.
Senin, 27 April 2026
Equityworld Futures | Kebuntuan AS-Iran Picu Lonjakan Harga, Minyak WTI dan Brent Menggila
Equityworld Futures | Kebuntuan AS-Iran Picu Lonjakan Harga, Minyak WTI dan Brent Menggila
Equityworld Futures | Harga minyak naik pada perdagangan awal pekan ini. Senin (27/4/2026) pukul 10.45 WIB, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$ 95,25 per barel atau naik 8,96% dalam seminggu dan 65,88% secara tahun berjalan (ytd).
Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas Dunia Pekan Ini saat Geopolitik Global Masih Membayangi
Ada pun minyak Brent berada di level US$ 106,46 per barel atau melonjak 11,48% sepekan terakhir dan 74,93% ytd.
Kondisi ini memperpanjang kenaikan dari minggu lalu karena Selat Hormuz tetap tertutup di tengah perundingan perdamaian AS-Iran yang terhenti.
Mengutip Bloomberg, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan perjalanan delegasi AS ke Pakistan pada akhir pekan lalu, sementara Iran mengatakan tidak akan bernegosiasi selama mereka masih diancam.
Gencatan senjata telah digaungkan sejak awal April, tetapi blokade Selat Hormuz oleh AS dan Iran telah memutus transit harian melalui jalur penting tersebut.
Baca Juga: Indeks Dolar Melonjak Pasca Negosiasi Lanjutan AS dan Iran Gagal
Hal itu mengancam pasokan minyak mentah, bahan bakar, gas alam dan pupuk, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang inflasi.
"Selat Hormuz masih terkepung, dan lalu lintas terhenti," kata Mona Yacoubian, Direktur Program Timur Tengah di Pusat Studi Strategis dan Internasional seperti dilansir Bloomberg.
"Sepertinya kedua belah pihak tidak ingin kembali ke konflik terbuka. Kita berada di masa transisi ini, di mana semuanya buntu."
Badan Energi Internasional mengatakan konflik AS-Iran menyebabkan kerugian dan guncangan pasokan terbesar sepanjang sejarah. "Konsolidasi di atas US$ 100 per barel adalah area yang dituju," kata Robert Yawger, direktur futures energi Mizuho Securities.
Perang Iran kini telah memasuki minggu kesembilan, memicu apa yang digambarkan IEA sebagai guncangan pasokan energi terbesar yang pernah tercatat, sekaligus meningkatkan tekanan inflasi dan membebani prospek pertumbuhan global.
Blokade angkatan laut AS yang sedang berlangsung terus membatasi ekspor minyak mentah Iran dan menjadi penghalang utama bagi kemajuan diplomatik apa pun.
Jumat, 24 April 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Kata Morgan Stanley Bakal Begini
Equityworld Futures | Harga Emas Kata Morgan Stanley Bakal Begini
Equityworld Futures | Analis di bank ternama asal Amerika Serikat, Morgan Stanley memangkas perkiraan harga emas hampir 10% seiring pergeseran signifikan dalam lanskap makroekonomi.
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Merosot Akibat Tekanan Inflasi dan Konflik Global
Dikutip dari Mining.com, Jumat (24/4/2026) tim analis komoditas Morgan Stanley memproyeksi harga emas akan mencapai US$ 5.200 per troy ons pada paruh kedua 2026.
Angka tersebut merupakan penurunan hingga sebesar US$ 500 dari proyeksi harga emas sebelumnya di level US$ 5.700 per troy ons.
Revisi ini menyusul aksi jual emas selama enam minggu yang menyebabkan harga emas anjlok hampir seperempat dari rekor tertingginya, dan mencatat kinerja bulanan terburuk sejak tahun 2008.
Meskipun harga emas sudah berada di titik stabil dalam beberapa sesi terakhir, analis Morgan Stanley menilai pelemahan baru-baru ini telah mengubah nada pasar, karena bukan lagi hanya kejadian acak, tetapi lebih merupakan pergeseran fundamental.
Menurut analisis Morgan Stanley, koreksi harga emas berasal dari sentimen gabungan tentang guncangan pasokan dan kenaikan suku bunga riil akibat penundaan pemotongan suku bunga Federal Reserve.
Hal ini, menurut bank tersebut, mengubah lanskap makro dan membuat investor emas mempertimbangkan kembali posisi mereka.
Ke depan, Morgan Stanley memperkirakan emas akan lebih berperan sebagai barometer makroekonomi daripada hanya sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian,
"Prospeknya akan lebih didorong oleh data dan kurang didorong oleh sentimen," kata bank tersebut.
Pada akhir Januari 2026, harga emas sempat melonjak ke level tertinggi sepanjang masa hampir US$ 5.600 per troy ons. Harga emas kemudian anjlok lebih dari 10% dalam satu sesi di tengah penurunan tajam.
Logam mulia kemudian melanjutkan penguatan di masa awal pecahnya konflik AS-Israel dengan Iran, tetapi juga turun tajam karena tekanan inflasi.
Kamis, 23 April 2026
Equityworld Futures | Rupiah Melemah ke Rp17.295 Per Dolar AS Akibat Lonjakan Harga Minyak
Equityworld Futures | Rupiah Melemah ke Rp17.295 Per Dolar AS Akibat Lonjakan Harga Minyak
Equityworld Futures | Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,7 persen ke level Rp17.295 per dolar AS pada perdagangan Kamis (23/4/2026) akibat tekanan faktor domestik dan penguatan indeks dolar AS ke posisi 98,68. Dilansir dari Bloombergtechnoz, pergerakan mata uang Garuda ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah Brent yang mencapai US$102,9 per barel.
Equityworld Futures | Harga Emas Antam Sore Ini Stagnan: Peluang atau Risiko Investor?
Kenaikan harga minyak dunia sebesar 0,97 persen tersebut didorong oleh ketidakpastian konflik bersenjata yang belum mereda. Kondisi ini menyebabkan mayoritas mata uang di pasar Asia mengalami pelemahan serentak, dengan pengecualian pada dolar Hong Kong yang tercatat mampu bergerak defensif.
Data menunjukkan sepanjang April 2026, rupiah telah mengalami depresiasi sebesar 1,73 persen dan menempati posisi mata uang terlemah di kawasan regional. Padahal, sebagian besar mata uang negara tetangga mulai menunjukkan tren penguatan kembali atau rebound di tengah fluktuasi pasar global.
Lonjakan harga minyak di atas US$100 per barel melampaui asumsi APBN 2026 yang ditetapkan sebesar US$70 per barel. Situasi ini diperkirakan bakal menambah beban subsidi dan kompensasi energi antara Rp10 triliun hingga Rp13 triliun per tahun untuk setiap kenaikan US$1 pada harga minyak mentah.
Lembaga pemeringkat S\&P Global Ratings menilai ketahanan fiskal Indonesia menjadi yang paling rentan jika eskalasi perang terus berlanjut. Sementara itu, Moody's dan Fitch Ratings turut menyoroti ketidakpastian kebijakan serta lemahnya konsistensi bauran kebijakan ekonomi yang berdampak pada kredibilitas pasar domestik.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memberikan penjelasan mengenai tantangan ekonomi global saat ini dalam paparan setelah Rapat Dewan Gubernur kemarin. Menurutnya, tensi geopolitik di Timur Tengah masih menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi dan membatasi opsi kebijakan moneter.
"Terkait dengan penguatan untuk operasi moneter kami melalui intervensi penguatan khususnya untuk yang NDF di offshore market, akan ada pengecualian bagi bank khususnya untuk dealer utama, sehingga mereka bisa menjual NDF secara langsung," ujar Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI).
Pihak otoritas moneter kini semakin mengandalkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menyerap likuiditas dan menjaga stabilitas nilai tukar. Langkah ini dilakukan di tengah kondisi kurs spot sejumlah bank swasta nasional yang sudah menyentuh angka Rp17.400 hingga Rp17.580 per dolar AS.
Rabu, 22 April 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik ke US$ 4.739 pada Rabu (22/4) Pagi, Ini Pemicunya
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik ke US$ 4.739 pada Rabu (22/4) Pagi, Ini Pemicunya
Equityworld Futures | Harga emas dunia menguat pada Rabu (22/4/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam sepekan pada sesi sebelumnya.
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Kembali Loyo Tersengat Penguatan Dolar AS
Kenaikan ini didorong oleh pelemahan harga minyak pasca perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Kenaikan ini didorong oleh pelemahan harga minyak pasca perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,6% ke level US$ 4.739,94 per ons troi pada awal perdagangan. Sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni menguat 0,8% ke US$ 4.758,60 per ons troi.
Penguatan emas terjadi setelah harga minyak melemah, yang meredakan kekhawatiran lonjakan inflasi dan peluang suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Presiden Donald Trump sebelumnya mengumumkan perpanjangan tanpa batas gencatan senjata dengan Iran, meski belum ada kepastian apakah Iran maupun Israel akan menyetujui langkah tersebut.
Seiring perkembangan tersebut, pasar keuangan global bergerak variatif. Bursa saham menguat, dolar AS melemah, sementara harga minyak terkoreksi.
Dari sisi kebijakan moneter, kandidat pimpinan bank sentral AS Kevin Warsh menegaskan tidak ada komitmen untuk memangkas suku bunga, meskipun Trump berharap sebaliknya.
Di sisi lain, data menunjukkan ekspor emas dari Swiss melonjak 30% secara bulanan pada Maret.
Pengiriman ke Inggris mencapai level tertinggi sejak Desember, sementara ekspor ke China salah satu konsumen emas terbesar naik 18%.
Data ekonomi AS juga menunjukkan penjualan ritel naik lebih tinggi dari ekspektasi pada Maret, didorong kenaikan harga bahan bakar serta belanja masyarakat yang ditopang oleh pengembalian pajak.
Sementara itu, kepemilikan emas oleh ETF terbesar dunia, SPDR Gold Trust, tercatat turun tipis 0,1% menjadi 965,94 metrik ton pada Senin.
Di pasar logam lainnya, perak naik 1% ke US$ 77,47 per ons troi. Platinum menguat 0,8% ke US$ 2.052,99, dan paladium naik 1,3% ke US$ 1.552,75 per ons troi.
Selasa, 21 April 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah Akibat Ketegangan Diplomatik Amerika Serikat-Iran
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah Akibat Ketegangan Diplomatik Amerika Serikat-Iran
Equityworld Futures | Nilai tukar emas global mengalami penyusutan hingga menyentuh titik terendah dalam sepekan pada perdagangan Senin (20/4/2026). Penurunan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong penguatan nilai tukar dollar AS serta lonjakan harga minyak mentah.
Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Terombang-Ambing Perang, Kepercayaan Sudah Runtuh
Kondisi pasar modal bereaksi negatif setelah Iran melontarkan ancaman balasan atas penyitaan kapal kargo miliknya oleh otoritas Amerika Serikat. Ketidakpastian geopolitik tersebut memicu kekhawatiran terhadap kelancaran arus logistik di Selat Hormuz yang saat ini masih terhenti sebagian.
Berdasarkan data yang dilansir dari Money melalui Reuters, harga emas di pasar spot terkoreksi 0,4 persen menjadi 4.810,26 dollar AS per ons pada penutupan Senin waktu setempat. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni merosot 1 persen ke posisi 4.828,8 dollar AS per ons.
Analis pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, mengamati bahwa memanasnya situasi di Timur Tengah secara langsung mengubah prospek harga logam mulia tersebut di pasar internasional.
"Situasi di Timur Tengah jelas kembali memanas, sehingga proyeksi harga emas sedikit condong ke arah penurunan di tengah meningkatnya risiko lonjakan tajam harga minyak, yang dapat mendorong dollar AS dan imbal hasil obligasi lebih tinggi," ujar Fawad Razaqzada.
Kenaikan harga minyak sekitar 5 persen turut meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global. Kondisi ini memungkinkan bank sentral untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi, yang secara historis mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi tanpa imbal hasil.
Sentimen negatif pasar juga didorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menilai bahwa investor saat ini lebih fokus pada indikator harian yang menekan harga emas.
"Para pelaku pasar emas saat ini memilih faktor harian yang bersifat negatif, seperti dollar yang lebih kuat dan imbal hasil yang lebih tinggi," kata Jim Wyckoff.
Penurunan nilai jual tidak hanya melanda emas, tetapi juga merembet ke komoditas logam mulia lainnya. Perak di pasar spot tercatat turun 1,3 persen menjadi 79,76 dollar AS per ons.
Penurunan berlanjut pada platinum yang merosot 1,4 persen ke level 2.073,28 dollar AS per ons. Sedangkan paladium terpangkas 0,2 persen ke angka 1.556,00 dollar AS per ons setelah sebelumnya sempat berada di posisi terendah mingguan.
Senin, 20 April 2026
Equityworld Futures | Ketegangan di Timur Tengah Kembali Memanas, Harga Emas Tembus US$4.800 Per Ons
Equityworld Futures | Ketegangan di Timur Tengah Kembali Memanas, Harga Emas Tembus US$4.800 Per Ons
Equityworld Futures | Harga minyak mentah dunia sempat mengalami penurunan hingga ke level US$84 per barel untuk jenis WTI saat Iran membuka kembali Selat Hormuz. Namun sikap Iran tersebut hanya berlangsung sesaat sebagai respon sikap AS yang dinilai Iran tetap memblokade Selat Hormuz.
Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Babak Belur Dihantam Kabar Panas dari Hormuz
Tetapi, ketegangan kembali pecah seiring dengan langkah Iran yang kembali menutup Selat Hormuz, bahkan sempat memicu serangan terhadap kapal niaga milik India.
Harga minyak mentah dunia pun kembali naik, dimana untuk jenis WTI ditransaksikan dikisaran level US$88,5 per barel dan jenis Brent naik dikisaran level US$94,7 per barel.
Pada perdagangan hari ini, sejumlah kabar menyebut bahwa Iran membantah akan berpartisipasi dalam pembicaraan damai dengan pihak AS.
Sejauh ini pasar disebutkan Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, masih merespon negatif tensi geopolitik yang berkembang belakangan ini.
Di sisi lain, pasar saham di Asia pada perdagangan pagi ini mayoritas berada di zona hijau. Penguatan bursa saham di Asia juga turut berpeluang mendorong penguatan pada bursa saham di tanah air, dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini turut dibuka menguat di level 7.663, meskipun kerap ditransaksikan di zona merah sejauh ini.
“Namun kinerja mata uang Rupiah yang menguat dikisaran 17.165 per Dolar AS berpeluang menjadi katalis positif bagi IHSG,” ujar Gunawan di Medan, Senin (20/4/2026).
Selain itu harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$4.800 per ons troy, atau lebih tinggi dibandingkan dengan hari Jumat pekan lalu.
Harga emas sendiri bahkan sempat berada dikisaran US$4.830 di akhir pekan kemarin saat harga minyak mengalami penurunan tajam. Harga emas saat ini ditransaksikan sekitar Rp2,66 juta per gram.
Jumat, 17 April 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Hari Ini Tak Berubah, Perak Turun 1 Persen
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Hari Ini Tak Berubah, Perak Turun 1 Persen
Equityworld Futures | Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Kamis (17/4/2026), setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam satu bulan pada sesi sebelumnya.
Equityworld Futures | Kilau Harga Emas Meredup Dicuri Dolar, Investor Pelototi Diplomasi AS-Iran
Harga emas spot tercatat relatif tidak berubah di level US$4.785,57 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 0,3% ke posisi US$4.808,30 per ons.
Di sisi lain, harga perak spot turun 1% menjadi US$78,29 per ons. Laporan Silver Institute dan Metals Focus menyebutkan pasar perak tengah menuju tahun keenam defisit struktural, dengan penarikan stok mencapai 762 juta troy ons sejak 2021.
Adapun logam mulia lainnya, platinum turun 0,6% ke US$2.096,20 per ons dan palladium melemah 0,7% ke US$1.561,50 per ons.
Pergerakan harga emas dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan ekspektasi suku bunga. Logam mulia ini sempat tertekan pada Maret lalu setelah pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada akhir Februari.
Kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi dan ketatnya likuiditas pasar turut membebani harga emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil (zero-yielding asset), emas cenderung kurang diminati saat suku bunga berada di level tinggi.
Namun, harapan meredanya ketegangan antara AS dan Iran mulai mendorong pemulihan harga emas. Kedua negara dilaporkan akan kembali melanjutkan pembicaraan damai setelah negosiasi sebelumnya mengalami kebuntuan.
Direktur perdagangan logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan bahwa meredanya konflik berpotensi meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve ke depan.
“Jika ketegangan AS-Iran mereda atau perang berakhir, kemungkinan penurunan suku bunga akan meningkat, dan itu bisa mendukung harga logam mulia,” ujarnya, dilansir dari Reuters.
Dari sisi data ekonomi, klaim awal tunjangan pengangguran di AS tercatat menurun pada pekan lalu. Hal ini menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang masih relatif stabil, meskipun dunia usaha tetap berhati-hati dalam perekrutan akibat ketidakpastian geopolitik.
Kamis, 16 April 2026
Equityworld Futures | Harga emas dunia turun pada Rabu, 15 April 2026, tetapi emas batangan tetap berada di jalur kenaikan mingguan.
Equityworld Futures | Harga emas dunia turun pada Rabu, 15 April 2026, tetapi emas batangan tetap berada di jalur kenaikan mingguan.
Equityworld Futures | Hal ini karena investor mengamati harapan gencatan senjata permanen dalam perang antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Equityworld Futures | Jangan Kaget kalau Harga Emas Jadi Begini
Dikutip dari Investing.com, Kamis, 16 April 2026, harga emas spot XAU/USD turun satu persen menjadi USD4.794,67 per ons, melemah dari level tertinggi satu bulan. Harga emas berjangka turun 0,7 persen menjadi USD4.817,26 per ons.
Emas terus pulih dari penurunan Maret
Harga spot logam mulia ini tercatat sekitar satu persen lebih tinggi minggu ini, sebagai tanda potensial munculnya kembali selera risiko setelah indikasi AS dan Iran mungkin mendekati jalan keluar dari konflik yang dimulai pada akhir Februari. Selera risiko tersebut telah menyebabkan Wall Street kembali mencapai rekor tertinggi dan menghapus semua kerugian sejak awal permusuhan.
Sepanjang Maret, emas terpukul oleh lonjakan harga minyak akibat perang, yang memicu kekhawatiran akan lonjakan tekanan inflasi di berbagai negara di dunia. Hal ini kemudian mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral global, prospek yang tidak menguntungkan bagi logam non-imbal hasil seperti emas.
Pada saat yang sama, investor sebagian besar berbondong-bondong ke dolar AS sebagai benteng selama perang, meskipun emas batangan sering dipandang sebagai tempat berlindung yang aman bagi investor selama masa-masa pergolakan geopolitik.
Yang mendasari daya tarik dolar AS adalah pandangan AS, sebagai pengekspor energi bersih, secara umum terlindungi dari terhambatnya pasokan minyak melalui Selat Hormuz, jalur air vital di lepas pantai selatan Iran yang dilalui sekitar seperlima minyak mentah dunia.
"Sekarang semuanya bergantung pada bagaimana emas berperilaku di sekitar USD4.800. Jika dapat menembus dan bertahan di atas level ini, maka itu akan mendorong para investor bullish. Tetapi penembusan berkepanjangan di bawah level ini dapat menyebabkan aksi ambil untung, setelah kenaikan yang terjadi selama tiga minggu terakhir," kata analis pasar senior di Trade Nation David Morrison.
Rabu, 15 April 2026
Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Optimisme Penyelesaian Konflik Timur Tengah
Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Optimisme Penyelesaian Konflik Timur Tengah
Equityworld Futures | Wall Street menguat pada Selasa (14/4/2026) dipicu optimisme penyelesaian konflik Timur Tengah.
Equityworld Futures | Kabar Gembira! Harga Emas Antam Logam Mulia Hari ini Melonjak
Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, naik 317,74 poin, atau sekitar 0,66 persen, menjadi 48.535,99. Indeks S&P 500 meningkat 81,14 poin, atau sekitar 1,18 persen, menjadi 6.967,38. Indeks komposit Nasdaq melonjak 455,35 poin, atau sekitar 1,96 persen, menjadi 23.639,08.
Perundingan penyelesaian perang AS-Iran akan kembali berlangsung di Pakistan dalam dua hari ke depan. Sementara itu, delegasi Israel dan Lebanon melakukan pertemuan dengan Sekretaris Luar Negeri AS Marco Rubio dengan Israel menuntut Lebanon melakukan pelucutan senjata terhadap Hezbollah.
Sentimen positif juga datang dari data inflasi yang menunjukkan harga indeks produsen meningkat lebih rendah dari ekspektasi pada Maret karena biaya layanan tidak mengalami perubahan. Chief Market Strategist Ameriprise Anthony Saglimbene menyebut solidnya awal musim perolehan laba AS turut mendukung pasar saham.
Saham BlackRock melonjak 3,02 persen usai mencatatkan peningkatan perolehan laba kuartal pertama. Saham Citigroup meningkat 2,61 persen ke level tertinggi dalam dua dekade terakhir setelah mencatatkan perolehan laba kuartal pertama melampaui ekspektasi.
Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2026 naik 1,7 persen menjadi US$4.850,1 per ons. Indeks dolar AS turun 0,25 persen.
Bursa saham Eropa menguat pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 1 persen, seiring melonjaknya saham sektor perbankan, industri, dan teknologi.
Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 26,1 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 10.609,06. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melonjak 301,78 poin, atau sekitar 1,27 persen, menjadi 24.044,22.
Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, meningkat 262,3 poin, atau sekitar 1,46 persen, menjadi 18.286,1. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 91,88 poin, atau sekitar 1,12 persen, menjadi 8.327,86.
Nilai tukar poundsterling menguat 0,33ersen terhadap dolar AS menjadi 1,3548 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1494 euro per pound.
Equityworld Futures | Harga emas dunia melesat pada perdagangan kemarin. Rencana dialog antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang melegakan pelaku pasar.
Equityworld Futures | Harga emas dunia melesat pada perdagangan kemarin. Rencana dialog antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang melegakan pelaku pasar.
Equityworld Futures | Pada Selasa (14/4/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup US$ 4.837,8/troy ons. Melonjak hampir 2% dari hari sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak 17 Maret atau hampir sebulan terakhir.
Equityworld Futures | Harga Emas Malah Anjlok di Tengah Perang AS-Iran, Ini yang Terjadi
Perkembangan di Timur Tengah menjadi angin segar bagi harga emas. Sebagaimana diwartakan Bloomberg News, AS dan Iran berencana kembali ke meja perundingan setelah gagal mencapai kesepakatan dalam dialog di Islamabad (Pakistan) pada akhir pekan lalu.
“Pembicaraan akan berlanjut dalam dua hari ke depan,” ungkap Presiden AS Donald Trump.
Sementara Iran disebut mulai menunda pengiriman kapal di Selat Hormuz, Langkah ini bisa sedikit meredakan ketegangan di selat tersebut.
Merespons rencana perundingan AS-Iran, harga minyak ambruk. Pagi ini, harga minyak jenis brent jatuh hampir 5% ke US$ 94,72/barel pada pukul 06:28 WIB.
Jika AS-Iran berhasil sepakat untuk mengakhiri perang, maka harga energi dunia akan lebih terkendali. Dengan begitu, dunia tidak akan dihantui ancaman inflasi tinggi akibat mahalnya harga energi.
Bank sentral pun jadi punya ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga. Hal ini tentu menjadi sentimen positif bagi emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset).
Senin, 13 April 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tergelincir di tengah Rencana AS Memblokade Selat Hormuz
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tergelincir di tengah Rencana AS Memblokade Selat Hormuz
Equityworld Futures | Harga emas hari ini di pasar global tergelincir, karena rencana AS untuk memblokade Selat Hormuz meningkatkan risiko inflasi.
Equityworld Futures | Harga Emas Terus Menguat, Dolar AS Melemah Jadi Pemicu Utama
Mengutip Bloomberg, Senin (13/4), harga emas spot turun 0,65% menjadi US$ 4.718,67 per troi ons pada pukul 17.05 WIB.
Harga emas sempat turun 2,2% ke bawah US$ 4.650 per troi ons, sebelum memangkas kerugian pada Senin sore. Kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi meningkat setelah perundingan perdamaian AS-Iran berakhir tanpa resolusi, dan rencana Washington untuk memblokade Selat Hormuz memperdalam guncangan pasokan energi global.
Militer AS mengatakan akan mulai memblokade pada pukul 10 pagi waktu wilayah Timur, setelah negosiasi akhir pekan dengan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengubah gencatan senjata menjadi perdamaian abadi.
Presiden AS Donald Trump juga mengatakan AS akan mencegat kapal apa pun yang telah membayar biaya kepada Iran untuk jalur aman melalui Hormuz.
Lonjakan harga energi sejak konflik dimulai telah meningkatkan risiko inflasi, sehingga bank sentral lebih cenderung menunda pemangkasan suku bunga, atau bahkan menaikkannya. Ini berdampak negatif bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil.
Nilai tukar dollar AS naik pada Senin, yang juga menjadi hambatan bagi harga emas, yang diperdagangkan dalam mata uang AS.
Paras Gupta, Kepala Manajemen Portofolio Asia di Union Bancaire Privee, mengatakan, peristiwa selama akhir pekan jelas membahayakan gencatan senjata yang rapuh dan kemungkinan akan memperpanjang konflik. "Namun, pergerakan harga emas kurang signifikan dibandingkan awal perang," imbuhnya mengutip Bloomberg, hari ini.
Dalam analisis awal mengenai dampak perang terhadap perekonomian Uncle Sam, inflasi Maret naik terbesar dalam hampir empat tahun.
Menurut Manav Modi, Analis Di Motilal Oswal Financial Services Ltd., ekspektasi inflasi yang tinggi memperumit prospek kebijakan Federal Reserves, memperkuat lingkungan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. "Emas tetap terjebak di antara dukungan geopolitik dan hambatan makroekonomi," jelasnya, melansir Bloomberg, Senin (13/4).
Harga emas telah turun sekitar 10% sejak konflik Timur Tengah dimulai pada akhir Februari. Krisis likuiditas pada minggu-minggu awal, mendorong investor menjual emas untuk menutupi kerugian pada aset lain. Baru-baru ini, emas telah pulih sebagian dari penurunan, karena fokus yang semakin meningkat pada perlambatan pertumbuhan ekonomi, mengimbangi risiko kenaikan suku bunga.
Daniel Hayes, Ahli Strategi Komoditas Senior di ANZ Banking Group Ltd., mengatakan, pergeseran ini seharusnya terus memberikan dukungan bagi harga emas meskipun terjadi penurunan pada Senin. Dia menduga harga emas bisa terancam ke level terendah pekan lalu di US$ 4.650 per troi ons, tetapi pada akhirnya akan bertahan di level ini.
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tergelincir di tengah Rencana AS Memblokade Selat Hormuz
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tergelincir di tengah Rencana AS Memblokade Selat Hormuz
Equityworld Futures | Harga emas hari ini di pasar global tergelincir, karena rencana AS untuk memblokade Selat Hormuz meningkatkan risiko inflasi.
Equityworld Futures | Harga Emas Turun ke Level Terendah Sepekan, Dolar Menguat dan Minyak Tembus US$100
Mengutip Bloomberg, Senin (13/4), harga emas spot turun 0,65% menjadi US$ 4.718,67 per troi ons pada pukul 17.05 WIB.
Harga emas sempat turun 2,2% ke bawah US$ 4.650 per troi ons, sebelum memangkas kerugian pada Senin sore. Kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi meningkat setelah perundingan perdamaian AS-Iran berakhir tanpa resolusi, dan rencana Washington untuk memblokade Selat Hormuz memperdalam guncangan pasokan energi global.
Militer AS mengatakan akan mulai memblokade pada pukul 10 pagi waktu wilayah Timur, setelah negosiasi akhir pekan dengan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengubah gencatan senjata menjadi perdamaian abadi.
Presiden AS Donald Trump juga mengatakan AS akan mencegat kapal apa pun yang telah membayar biaya kepada Iran untuk jalur aman melalui Hormuz.
Lonjakan harga energi sejak konflik dimulai telah meningkatkan risiko inflasi, sehingga bank sentral lebih cenderung menunda pemangkasan suku bunga, atau bahkan menaikkannya. Ini berdampak negatif bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil.
Nilai tukar dollar AS naik pada Senin, yang juga menjadi hambatan bagi harga emas, yang diperdagangkan dalam mata uang AS.
Paras Gupta, Kepala Manajemen Portofolio Asia di Union Bancaire Privee, mengatakan, peristiwa selama akhir pekan jelas membahayakan gencatan senjata yang rapuh dan kemungkinan akan memperpanjang konflik. "Namun, pergerakan harga emas kurang signifikan dibandingkan awal perang," imbuhnya mengutip Bloomberg, hari ini.
Dalam analisis awal mengenai dampak perang terhadap perekonomian Uncle Sam, inflasi Maret naik terbesar dalam hampir empat tahun.
Menurut Manav Modi, Analis Di Motilal Oswal Financial Services Ltd., ekspektasi inflasi yang tinggi memperumit prospek kebijakan Federal Reserves, memperkuat lingkungan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. "Emas tetap terjebak di antara dukungan geopolitik dan hambatan makroekonomi," jelasnya, melansir Bloomberg, Senin (13/4).
Harga emas telah turun sekitar 10% sejak konflik Timur Tengah dimulai pada akhir Februari. Krisis likuiditas pada minggu-minggu awal, mendorong investor menjual emas untuk menutupi kerugian pada aset lain. Baru-baru ini, emas telah pulih sebagian dari penurunan, karena fokus yang semakin meningkat pada perlambatan pertumbuhan ekonomi, mengimbangi risiko kenaikan suku bunga.
Daniel Hayes, Ahli Strategi Komoditas Senior di ANZ Banking Group Ltd., mengatakan, pergeseran ini seharusnya terus memberikan dukungan bagi harga emas meskipun terjadi penurunan pada Senin. Dia menduga harga emas bisa terancam ke level terendah pekan lalu di US$ 4.650 per troi ons, tetapi pada akhirnya akan bertahan di level ini.
Kamis, 09 April 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Stabil di US$4.715 Kamis (9/4) Pagi, Menunggu Kejelasan Gencatan Senjata
Equityworld Futures | Harga Emas Stabil di US$4.715 Kamis (9/4) Pagi, Menunggu Kejelasan Gencatan Senjata
Equityworld Futures | Harga emas bergerak stabil pada Kamis (9/4/2026), seiring investor memilih menahan posisi sambil menunggu kejelasan terkait perkembangan pembicaraan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, serta rilis data inflasi utama AS.
Equityworld Futures | Harga Emas Tembus Level Tertinggi Tiga Pekan
Melansir Reuters, harga emas spot tercatat relatif tidak berubah di level US$4.715,42 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni turun 0,8% menjadi US$4.739,20 per ons troi.
Pelaku pasar masih mencermati dinamika geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah Israel melancarkan serangan besar ke Lebanon, yang memicu ancaman balasan dari Iran.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, bahkan menyebut bahwa melanjutkan perundingan damai dengan AS menjadi “tidak masuk akal” di tengah kondisi tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa situasi kawasan masih sangat volatil meski Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan gencatan senjata.
Tertekan Inflasi dan Suku Bunga
Sejak konflik AS-Israel dengan Iran pecah pada akhir Februari, harga emas tercatat telah turun lebih dari 10%.
Kenaikan harga energi mendorong kekhawatiran inflasi dan mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga.
Risalah rapat Federal Reserve pada 17-18 Maret menunjukkan semakin banyak pejabat yang mempertimbangkan kenaikan suku bunga guna menahan inflasi yang masih berada di atas target 2%.
Investor kini menanti data Personal Consumption Expenditures (PCE) Februari serta klaim pengangguran mingguan AS yang akan dirilis dalam waktu dekat, untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.
Prospek Emas
Meski dalam jangka pendek bergerak terbatas, prospek emas dinilai masih positif di tengah ketidakpastian geopolitik.
Standard Chartered memperkirakan, harga emas berpotensi kembali menguat dalam beberapa bulan ke depan, seiring meningkatnya risiko geopolitik global.
Logam Lain Bergerak Variatif
Di pasar logam lainnya, harga perak turun 0,4% menjadi US$73,83 per ons troi. Platinum melemah 0,2% ke US$2.025,75, sementara paladium naik 0,3% ke US$1.559,29.
Rabu, 08 April 2026
Equityworld Futures | Wall Street Dibuka Memerah Selasa (7/4), Jelang Tenggat Trump ke Iran
Equityworld Futures | Wall Street Dibuka Memerah Selasa (7/4), Jelang Tenggat Trump ke Iran
Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street dibuka melemah pada Selasa (7/4/2026) seiring investor mencermati perkembangan terbaru konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Equityworld Futures | Harga Emas Naik di Atas 2%, Dipicu Harapan Gencatan Senjata Iran dan AS
Menjelang tenggat yang ditetapkan Presiden AS, Donald Trump, untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Melansir Reuters, pada pembukaan perdagangan, Indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 74,9 poin (0,16%) ke 46.744,76, S&P 500 turun 9,9 poin (0,15%) ke 6.601,93, dan Nasdaq Composite melemah 69,2 poin (0,31%) ke 21.927,087.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya telah menyerang target militer di Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran, meski tidak berdampak pada infrastruktur energi.
Iran kemudian menyatakan tidak lagi akan menahan diri untuk menyerang infrastruktur negara-negara Teluk.
Komentar tersebut muncul menjelang tenggat Trump, yang hingga kini tidak menunjukkan tanda-tanda akan dipenuhi oleh Iran.
Sumber senior Iran menyebut pembicaraan damai hanya bisa dimulai jika serangan dihentikan.
“Apa yang terlihat dari reaksi pasar adalah pengakuan bahwa akhir konflik tidak sedekat yang diharapkan,” kata Chris Zaccarelli, Chief Investment Officer Northlight Asset Management.
Ia menambahkan, konflik kemungkinan masih akan berlanjut dengan serangan lanjutan dan retorika yang semakin memanas, sehingga membuat pelaku pasar berada dalam posisi tidak nyaman dan mengantisipasi skenario yang lebih buruk.
Di sisi lain, pemerintah AS pada Senin mengumumkan kenaikan pembayaran kepada perusahaan asuransi swasta yang menyediakan program Medicare Advantage sebesar 2,48% rata-rata untuk 2027.
Kabar ini mendorong saham perusahaan asuransi kesehatan melonjak di pre-market, dengan: UnitedHealth Group naik sekitar 7%, Humana melonjak 9,9%, dan CVS Health menguat 7,3%.
Sebelumnya, Wall Street ditutup menguat pada Senin, menandai penguatan empat hari beruntun bagi S&P 500 dan Nasdaq, seiring investor mulai memposisikan diri menjelang musim laporan keuangan kuartalan.
Namun, sejak konflik Timur Tengah memanas, indeks S&P 500 telah turun sekitar 4%, setelah sebelumnya sempat pulih dari tekanan, terutama di sektor kredit swasta dan perusahaan perangkat lunak akibat kekhawatiran disrupsi berbasis AI.
UBS juga memangkas proyeksi indeks S&P 500 akhir 2026 menjadi 7.500 dari sebelumnya 7.700.
Pekan ini, pasar akan mencermati sejumlah data inflasi untuk melihat dampak kenaikan harga minyak terhadap tekanan harga.
Konflik Iran juga memperumit prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve, di tengah kekhawatiran inflasi yang kembali meningkat dan pasar tenaga kerja yang masih kuat.
Investor juga akan memperhatikan pernyataan pejabat The Fed seperti Austan Goolsbee, Philip Jefferson, dan Mary Daly untuk petunjuk arah kebijakan selanjutnya.
Selasa, 07 April 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Masuk Fase Tekanan, Masih Bisa Menguat Lagi?
Equityworld Futures | Harga Emas Masuk Fase Tekanan, Masih Bisa Menguat Lagi?
Equityworld Futures | Pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih berada dalam tekanan, seiring kombinasi sentimen teknikal dan fundamental yang cenderung negatif. XAU/USD saat ini menunjukkan kecenderungan bearish yang cukup kuat, setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan di area resistance penting.
Equityworld Futures | Harga Emas Stabil, Tenggat Waktu Trump untuk Iran Membuat Pasar Waspada
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan, secara teknikal, pergerakan emas memperlihatkan sinyal pelemahan yang semakin jelas. Harga tidak mampu menembus area resistance sebelumnya dan justru membentuk pola candlestick bearish yang dominan.
"Pola ini mengindikasikan tekanan jual masih menguasai pasar. Selain itu, posisi harga yang telah menembus ke bawah indikator Moving Average 21 dan 34 semakin memperkuat konfirmasi tren penurunan dalam jangka menengah," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 7 April 2026.
Geraldo menjelaskan, struktur bearish yang terbentuk saat ini membuka peluang bagi harga emas untuk melanjutkan penurunan menuju area support terdekat. Dalam proyeksinya, apabila tekanan jual terus berlanjut, maka XAU/USD berpotensi turun ke level support pertama di kisaran 4.581.
"Bahkan, jika tekanan semakin kuat, harga dapat melanjutkan pelemahan hingga menyentuh support berikutnya di level 4.492," ujar dia.
Skenario alternatif perlu diperhatikan pelaku pasar
Jika harga emas gagal melanjutkan penurunan dan justru mendapatkan dorongan beli, maka terdapat peluang rebound menuju area resistance di kisaran 4.708 hingga 4.786. Meski begitu, selama harga masih berada di bawah area resistance kunci, bias pergerakan cenderung tetap bearish.
Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas saat ini turut dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Dalam kondisi pasar yang penuh risiko, investor seringkali beralih ke dolar AS karena dianggap lebih likuid dan aman dalam jangka pendek.
"Hal ini menyebabkan permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai menjadi relatif berkurang," ungkap dia.
Konflik geopolitik global menambah tekanan terhadap pasar
Lonjakan harga minyak meningkatkan risiko inflasi, yang pada akhirnya mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Kondisi ini menjadi sentimen negatif bagi emas.
Suku bunga yang tinggi membuat instrumen investasi berbasis imbal hasil, seperti obligasi, menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan yield. Akibatnya, aliran dana cenderung beralih ke aset-aset berbunga, sehingga menekan harga emas lebih lanjut. Kombinasi antara penguatan dolar, kebijakan moneter yang ketat, serta tekanan inflasi ini memperkuat prospek pelemahan XAU/USD dalam jangka pendek.
Di tengah kondisi tersebut, pelaku pasar juga tetap mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat yang dapat memberikan arah baru bagi pergerakan harga emas. Setiap rilis data yang berkaitan dengan inflasi maupun kebijakan moneter berpotensi memicu volatilitas yang cukup tinggi di pasar logam mulia.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures melalui analis Geraldo menilai bahwa tren bearish pada emas masih cukup dominan untuk saat ini. Selama tidak ada perubahan signifikan baik dari sisi teknikal maupun fundamental, peluang penurunan harga masih terbuka lebar.
"Oleh karena itu, investor disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi lanjutan pelemahan, sembari memperhatikan level-level kunci yang dapat menjadi penentu arah pergerakan harga emas berikutnya," kata dia.
Senin, 06 April 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Diproyeksi Volatil Sepekan, Pasar Tunggu Data Ekonomi AS
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Diproyeksi Volatil Sepekan, Pasar Tunggu Data Ekonomi AS
Equityworld Futures | Harga emas dunia menutup pekan lalu dengan kenaikan sekitar 4,07 persen dan bertahan di atas level USD4.676,08 per troy ons, mencerminkan kuatnya permintaan aset safe haven di tengah konflik geopolitik di Timur Tengah.
Equityworld Futures | Harga Emas Tertekan Usai Ancaman Trump ke Iran Menguat
Meski demikian, pergerakan emas diperkirakan masih volatil karena pasar berupaya mencari keseimbangan baru di tengah tarik-menarik sentimen global.
Analis Kitco menilai emas sempat tertekan pada Rabu dan Kamis pekan lalu setelah gagal menembus resistance USD4.800 per troy ons, seiring masih sensitif terhadap perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.
Survei mingguan Kitco menunjukkan pelaku pasar global mulai lebih berhati-hati.
Senior Market Analyst Barchart.com Darin Newsom menilai harga emas berpotensi bergerak sideways dalam rentang lebar di tengah ketidakpastian arah pasar.
Sementara itu, Senior Market Strategist Forex.com James Stanley melihat peluang emas menguat seiring meningkatnya risiko di pasar keuangan, terutama jika saham global kembali melemah.
Chief Market Strategist SIA Wealth Management Colin Cieszynski menilai prospek emas masih netral dalam jangka pendek, namun volatilitas tinggi kemungkinan tetap terjadi sepanjang pekan.
Dalam Kitco News Gold Survey, sebanyak 15 analis Wall Street berpartisipasi, dengan 27 persen memprediksi harga emas naik, 20 persen memperkirakan turun, dan mayoritas 53 persen memilih bersikap netral.
Di sisi lain, investor ritel cenderung lebih optimistis, dengan 59 persen memperkirakan harga emas menguat, 21 persen memprediksi turun, dan 20 persen melihat pergerakan konsolidasi.
Fokus pasar pekan ini akan tertuju pada rangkaian data ekonomi Amerika Serikat (AS), dimulai dari laporan ketenagakerjaan yang menjadi acuan awal arah kebijakan moneter.
Setelah itu, pelaku pasar akan mencermati data inflasi, pertumbuhan ekonomi, hingga risalah rapat Federal Reserve (The Fed) untuk mencari sinyal arah suku bunga.
Rabu, 01 April 2026
Equityworld Futures | Harga Minyak Brent Melonjak 63% di Maret 2026, Terbesar Sejak 1988
Equityworld Futures | Harga Minyak Brent Melonjak 63% di Maret 2026, Terbesar Sejak 1988
Equityworld Futures | Harga minyak Brent melonjak 63% pada bulan Maret dan mencatatkan kenaikan bulanan terbesar sejak tahun 1988 karena perang Iran telah memicu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah.
Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: Pembeli XAU/USD tetap dibatasi di bawah $4.600
Dikutip dari CNBC, Rabu (1/4/2026), harga minyak Brent yang menjadi acuan global untuk pengiriman Mei naik sekitar 5% pada hari Selasa dan ditutup pada harga USD 118,35 per barel. Namun, harga minyak untuk kontrak Juni turun 3,2%.
Sedangkan harga minyak mentah AS turun 1,46% menjadi USD 101,38 per barel. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 51% sepanjang Maret, menjadi bulan terbaiknya sejak Mei 2020.
Harga minyak mentah AS dan harga Brent Juni turun menyusul laporan bahwa Presiden Donald Trump dan Iran terbuka untuk mengakhiri perang.
“Ini adalah mimpi buruk,” kata Presiden Rapidan Energy Bob McNally.
“Pasar energi telah mengalami mimpi buruk yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya dan ingin percaya bahwa mimpi buruk itu telah berakhir," lanjut dia.
Trump mengatakan kepada para ajudannya bahwa ia bersedia mengakhiri operasi AS terhadap Iran bahkan jika Selat Hormuz tetap tertutup, demikian kata para pejabat pemerintahan kepada The Wall Street Journal.
Laporan yang belum dikonfirmasi juga mengindikasikan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian terbuka untuk mengakhiri perang.
Sementara itu, Iran menyerang kapal tanker minyak Kuwait yang berlabuh di luar Dubai. Tidak ada laporan korban luka dan tidak terjadi tumpahan minyak, menurut pernyataan dari Kuwait Petroleum Corporation .
CIO di FedWatch Advisors Ben Emons menyatakan, serangan tersebut mengindikasikan semakin ketatnya cengkeraman Republik Islam di Selat Hormuz, dengan menargetkan kapal tanker tepat di luar jalur air tersebut. Dia menyoroti risiko baru akan gangguan lebih lanjut terhadap aliran energi.
“Hasilnya adalah permainan yang lebih asimetris, dengan AS cenderung untuk menarik diri dan Iran masih termotivasi untuk memberikan kerugian,” kata Emons.
Selasa, 31 Maret 2026
Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Naik Tajam, Brent Cetak Lonjakan Bulanan Terbesar sepanjang Sejarah
Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Naik Tajam, Brent Cetak Lonjakan Bulanan Terbesar sepanjang Sejarah
Equityworld Futures | Harga minyak dunia terus menguat dan mencatat lonjakan signifikan sepanjang Maret 2026, dipicu konflik yang kian memanas antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik Dua Hari Beruntun, Tapi Cetak Penurunan Bulanan
Mengutip CNBC, Selasa (31/3/2026), harga minyak mentah Brent sebagai acuan global naik 0,19% atau 21 sen menjadi USD 112,78 per barel.
Secara bulanan, Brent melonjak sekitar 55%—menjadi kenaikan terbesar sejak kontrak ini pertama kali diperdagangkan pada 1988. Rekor sebelumnya terjadi pada September 1990 saat Perang Teluk, dengan kenaikan 46%.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 3,25% atau USD 3,24 ke level USD 102,88 per barel. Kenaikan ini juga menandai pertama kalinya WTI ditutup di atas USD 100 sejak Juli 2022.
Lonjakan harga terjadi di tengah eskalasi konflik yang telah memasuki pekan kelima. Presiden AS, Donald Trump, memperingatkan Iran bahwa negaranya akan menghancurkan sumur minyak, pembangkit listrik, dan Pulau Kharg jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.
Dalam wawancara dengan Financial Times, Trump bahkan menyebut opsi yang diinginkannya adalah “mengambil minyak,” mengacu pada langkah AS di Venezuela yang berhasil menguasai sektor minyak negara tersebut setelah penangkapan pemimpinnya, Nicolás Maduro.
Senin, 30 Maret 2026
Equityworld Futures | Emas Dunia Berpotensi Tertekan, Pengamat: Penurunan Harga Hanya Sementara
Equityworld Futures | Emas Dunia Berpotensi Tertekan, Pengamat: Penurunan Harga Hanya Sementara
Equityworld Futures | Pergerakan harga emas dunia dan logam mulia domestik diprediksi akan mengalami volatilitas tinggi pada pembukaan pekan ini.
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Berpotensi Melesat Pekan Ini, Analis Ungkap Sentimennya
Meski tren jangka menengah menunjukkan sinyal penguatan, harga emas saat ini dinilai masih tertahan setelah gagal mencapai target kenaikan pada pekan sebelumnya.
Analis Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa harga emas dunia pada penutupan perdagangan terakhir berada di level 4.495 dolar AS per troy ons. Sementara itu, harga logam mulia di pasar domestik ditutup pada kisaran Rp2.837.000 per gram.
“Target pekan lalu di angka Rp2.800.000 per gram memang belum terealisasi, yang menandakan pergerakan harga masih tertahan di area tertentu,” ujar Ibrahim dalam riset mingguannya di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Ibrahim memetakan adanya potensi koreksi teknis di awal pekan. Jika tekanan jual meningkat, harga emas dunia diprediksi bisa melandai ke level 4.363 dolar AS per troy ons, yang akan menyeret harga emas domestik ke kisaran Rp2.815.000 per gram.
Dalam skenario pelemahan yang lebih dalam selama sepekan ke depan, harga emas dunia bahkan berisiko menyentuh 4.138 dolar AS per troy ons.
Jika kondisi ini terjadi, harga logam mulia di Indonesia berpotensi menembus level psikologis Rp2.800.000 hingga mencapai rentang Rp2.750.000 per gram.
Di sisi lain, peluang rebound tetap terbuka lebar. Ibrahim menetapkan beberapa titik resistensi penting:
Resistensi I: Emas dunia di level 4.666 dolar AS, dengan harga domestik di kisaran Rp2.855.000 per gram.
Resistensi II: Emas dunia mencapai 4.912 dolar AS, dengan harga domestik diprediksi menyentuh Rp2.920.000 per gram.
Terkait peluang emas domestik menembus angka Rp3.000.000 per gram, Ibrahim menilai kemungkinannya masih kecil untuk pekan ini, namun berpotensi besar terjadi pada pekan berikutnya.
Dinamika geopolitik global ditegaskan masih menjadi penggerak utama pasar komoditas, termasuk emas, nilai tukar dolar AS, hingga minyak mentah. Ketidakpastian situasi di berbagai kawasan dunia membuat investor cenderung bersikap selektif.
Jumat, 27 Maret 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Antam Hari Ini Tak Kemana-Mana, Buyback Turun
Equityworld Futures | Harga Emas Antam Hari Ini Tak Kemana-Mana, Buyback Turun
Equityworld Futures | Harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam Logam Mulia tidak bergerak pada perdagangan hari ini, Kamis (26/3/2026).
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melonjak Didorong Penurunan Harga Minyak 26 Maret 2026
Melansir data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com pukul 08.30 WIB, di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung Jakarta, harga emas satuan 1 gram pada hari ini dibanderol Rp2.850.000 per batang, atau tetap dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Tetapnya harga hari ini memutus optimisme kenaikan harga pada perdagangan kemarin.
Selaras dengan itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam justru turun. Hari ini harga buyback berada di level Rp2.490.000 per gram atau turun Rp17.000 dari harga perdagangan sebelumnya.
Harga emas naik hampir 2% pada Rabu, didorong oleh penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi serta menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Namun, ketidakpastian terkait konflik Timur Tengah masih berlangsung.
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu (25/3/2026) ditutup di posisi US$ 4505,06 per troy ons atau menguat 0,7%.
Penguatan ini memperpanjang reli emas dengan menguat 2,2% dalam dua hari terakhir.
Penguatan juga membawa emas kembali ke level US$ 4500 per troy ons setelah terjerembab ke level US$ 4400 dalam tiga hari.
Harga emas sedikit melandai pada hari ini. Pada Kamis (26/3/2026) oukul 06.28 WIB, harga emas ada di posisi US$ 4499,23 per troy ons atau melemah 0,13%.
Rabu, 25 Maret 2026
Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Pasifik Dibuka Melonjak Hari Ini, Mengekor Wall Street
Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Pasifik Dibuka Melonjak Hari Ini, Mengekor Wall Street
Equityworld Futures | Indeks Nikkei 225 Jepang naik 2,5%, sementara indeks saham Topix bertambah 2,4%. Indeks saham Kospi Korea Selatan melonjak 2,5%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 1,6%.
Equityworld Futures | Harga Emas Terbang Lagi, Tapi ‘Aroma’ Bahaya Makin Tercium
Indeks Hang Seng Hong Kong berada di 24.972 dibandingkan dengan penutupan terakhir indeks di 25.063,71.
Berbicara di Ruang Oval pada hari Selasa, Trump mengatakan AS dan Iran sedang bernegosiasi saat ini dan mengisyaratkan Teheran ingin mencapai kesepakatan perdamaian, menambahkan bahwa ia telah menarik kembali ancaman untuk menargetkan infrastruktur energi Iran.
Harga minyak turun pada jam perdagangan awal Asia. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate turun 3,92% menjadi USD 88,73 per barel.
Kontrak berjangka saham AS naik pada Selasa malam di Amerika Serikat, dengan indeks saham S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing naik 0,7% dan 0,8%. Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average naik 318 poin, atau 0,7%.
Indeks saham naik setelah S&P 500 mengalami penurunan, mengembalikan sebagian dari kenaikan tajam yang terlihat pada sesi sebelumnya, karena harga minyak mentah kembali naik sementara perang Iran berlanjut hingga minggu keempat.
Indeks saham secara luas turun 0,37% dan berakhir di 6.556,37, sementara Dow Jones Industrial Average turun 84,41 poin, atau 0,18%, dan menetap di 46.124,06. Nasdaq Composite turun 0,84% dan ditutup di 21.761,89.
Selasa, 17 Maret 2026
Equityworld Futures | Minyak Brent Melemah Tapi Harga Tetap Bertahan di Atas US$100
Equityworld Futures | Minyak Brent Melemah Tapi Harga Tetap Bertahan di Atas US$100
Equityworld Futures | Harga minyak Brent ditutup di atas US$100 untuk sesi ketiga berturut-turut, rentetan terpanjang sejak Agustus 2022, seiring para investor mempertimbangkan sinyal pasokan melimpah dalam jangka pendek di tengah meningkatnya ancaman militer terhadap infrastruktur energi di seluruh Timur Tengah.
Equityworld Futures | Harga Emas Nyaris Sentuh USD 5.000, Konflik Timur Tengah Bikin Pasar Deg-degan
Harga acuan ini turun tipis 2,8% dalam sesi yang bergejolak pada hari Senin waktu setempat, sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup pada US$93,50 per barel. AS dan Iran sama-sama meningkatkan serangan terhadap aset energi di kawasan tersebut, termasuk serangan drone terhadap ladang gas alam Shah yang sangat besar di Uni Emirat Arab (UEA).
Sejumlah trader juga menilai upaya global untuk meredam dampak terburuk dari guncangan pasokan yang akan datang akibat perang AS-Israel terhadap Iran, mulai dari pelepasan segera dari cadangan darurat Amerika Serikat (AS) hingga aliran kapal yang melewati titik transit kunci, Selat Hormuz.
Meskipun hal itu telah meredakan kekhawatiran tentang dampak langsung dari pasokan minyak Timur Tengah yang tertahan, para pedagang masih memperkirakan gangguan tersebut masih akan fatal.
Komoditas minyak mengalami penurunan dalam perdagangan pasca-penutupan pasar menyusul laporan Axios bahwa saluran komunikasi langsung antara AS dan Iran telah diaktifkan kembali dalam beberapa hari terakhir.
Selama perdagangan reguler, Presiden AS Donald Trump mengatakan AS sedang “menekan” kemampuan Iran untuk mengancam pelayaran komersial melalui Selat Hormuz dan kembali menyerukan kepada negara-negara lain untuk membantu mengamankan jalur tersebut. Di Hormuz biasanya menangani seperlima dari aliran minyak global, namun telah efektif ditutup oleh Iran sejak perang dimulai pada akhir bulan lalu.
gfx
Pasar minyak terus merasakan dampak lanjutan dari minggu paling volatil dalam sejarah untuk patokan Brent global. Rentang perdagangan harian jauh lebih luas dari biasanya karena gejolak di Timur Tengah menciptakan apa yang digambarkan Badan Energi Internasional (IEA) sebagai gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global.
“Penutupan Selat Hormuz mengubah gangguan pelayaran menjadi kerugian pasokan global yang sesungguhnya karena penyimpanan di wilayah tersebut penuh dan penutupan hulu meningkat,” terang analis Morgan Stanley termasuk Martijn Rats dan Charlotte Firkins. Bank tersebut menaikkan perkiraannya untuk kuartal kedua menjadi US$110 per barel.
Beberapa kapal mulai menemukan cara untuk melewati jalur air tersebut. Selama akhir pekan, seorang pemilik kapal Yunani mengirimkan sebuah kapal dengan sinyalnya dimatikan, sementara sebuah kapal tanker minyak Pakistan tampaknya juga telah melakukan perjalanan berbahaya tersebut. India sedang melakukan pembicaraan dengan Iran untuk memastikan perjalanan yang aman bagi enam kapal tanker yang mengangkut gas petroleum cair.
Pada bagian lain, Departemen Energi AS bersiap untuk melepas tahap pertama dari rencana pelepasan cadangan minyak mentah darurat sebesar 172 juta barel. Transaksi dengan perusahaan penyulingan akan dilakukan dalam bentuk pertukaran yang harus dikembalikan oleh perusahaan-perusahaan tersebut beserta imbal hasilnya.
Perbedaan harga spot WTI — selisih antara dua kontrak terdekatnya — menyempit menjadi sekitar US$1,06 per barel, sebuah sinyal bahwa para pedagang mengantisipasi pasokan jangka pendek yang melimpah. Lebih dari seminggu yang lalu, selisih tersebut berada di US$6,46.
- Minyak Brent untuk harga settlement bulan Mei turun 2,8% menjadi US$100,21 per barel di New York
- Minyak WTI untuk pengiriman April turun 5,3% menjadi US$93,5 per barel.
Senin, 16 Maret 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Masih Fluktuatif, Investor Tunggu Sinyal Fed
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Masih Fluktuatif, Investor Tunggu Sinyal Fed
Equityworld Futures | Harga emas dunia bergerak fluktuatif sepanjang pekan lalu, berada di kisaran USD 5.000 hingga USD 5.240 per ons. Kenaikan harga terjadi hingga Selasa pagi, namun kemudian berbalik melemah secara bertahap hingga Jumat di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi konflik yang lebih panjang dan tidak menentu di Timur Tengah.
Equityworld Futures | Kenapa Harga Emas Tak Banyak Gerak saat Perang Iran vs AS-Israel?
Survei Emas Mingguan dari Kitco News menunjukkan pelaku pasar di Wall Street masih ragu terhadap arah emas dalam jangka pendek, sementara investor ritel di Main Street tetap mempertahankan pandangan bullish moderat meski kinerja pekan ini kurang memuaskan.
Ahli strategi pasar senior di Forex.com, James Stanley optimistis harga emas akan kembali naik pekan ini di tengah ketidakpastian global.
“Naik. Emas telah bertahan di angka USD 5.000 di pasar spot, yang menurut saya lebih penting daripada kebanyakan. Ini menunjukkan peningkatan penerimaan, dan selama itu tetap ada, saya pikir ada peluang bagi para investor bullish untuk melakukan dorongan lagi,” ujarnya, dikutip dari Kitco news, Senin (16/3/2026).
Jumat, 13 Maret 2026
Equityworld Futures | Harga Minyak Balik ke Bawah US$100 Usai AS Izinkan Beli Minyak Rusia
Equityworld Futures | Harga Minyak Balik ke Bawah US$100 Usai AS Izinkan Beli Minyak Rusia
Equityworld Futures | Harga minyak dunia turun pada perdagangan Jumat (13/3) pagi setelah pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan izin sementara bagi negara-negara untuk membeli minyak Rusia yang saat ini tertahan di laut selama 30 hari. Kebijakan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.
Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Melorot Tajam, Harga Perak Ikut Amblas
Mengutip Reuters, harga kontrak minyak mentah Brent turun 71 sen atau 0,71 persen menjadi US$99,75 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 88 sen atau 0,92 persen menjadi US$94,85 per barel.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan penerbitan lisensi tersebut merupakan langkah untuk menstabilkan pasar energi global yang bergejolak akibat perang di Iran.
Analis Haitong Futures, Yang An, menilai kebijakan itu memang membantu meredakan kekhawatiran pasar dalam jangka pendek, namun belum menyelesaikan masalah utama yang memicu ketidakpastian harga minyak.
"Penerbitan lisensi ini meredakan kekhawatiran pasar, tetapi tidak menyelesaikan masalah paling mendasar. Hal terpenting adalah pemulihan navigasi di Selat Hormuz," ujarnya.
Pengumuman terkait minyak Rusia itu muncul sehari setelah Departemen Energi AS menyatakan akan melepas 172 juta barel minyak dari cadangan strategis atau Strategic Petroleum Reserve untuk menahan lonjakan harga minyak akibat perang di Iran.
Langkah tersebut dikoordinasikan dengan International Energy Agency yang juga sepakat melepas total 400 juta barel minyak dari cadangan strategis global, termasuk kontribusi dari Amerika Serikat.
Meski demikian, analis IG Tony Sycamore mengatakan dampak positif dari pelepasan cadangan minyak itu tidak berlangsung lama setelah risiko geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat.
Sebelumnya pada Kamis (12/3), harga minyak melonjak lebih dari 9 persen dan mencapai level tertinggi sejak Agustus 2022. Ketegangan meningkat setelah pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei menyatakan negaranya akan terus bertempur dan tetap menutup Selat Hormuz sebagai alat tekanan terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Kamis, 12 Maret 2026
Equityworld Futures | Iran: Siap-Siap Harga Minyak US$200 per Barel
Equityworld Futures | Iran: Siap-Siap Harga Minyak US$200 per Barel
Equityworld Futures | Pemerintah Iran memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi lonjakan harga minyak hingga US$200 per barel, di tengah eskalasi perang yang makin luas dan gangguan serius terhadap jalur distribusi energi internasional.
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Turun ke USD 5.170 per Ons
Peringatan tersebut disampaikan setelah pasukan Iran dilaporkan menyerang kapal-kapal dagang di perairan Teluk pada Rabu (11/3/2026), sementara Badan energi internasional (International Energy Agency/IEA) telah sepakat melepas cadangan minyak strategis hingga 400 juta barel untuk meredam guncangan pasokan energi yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terburuk sejak krisis minyak 1970-an.
"Bersiaplah harga minyak menjadi US$200 per barel, karena harga minyak bergantung pada keamanan regional, yang telah Anda destabilisasi," kata juru bicara komando militer Iran Ebrahim Zolfaqari dalam pernyataan yang ditujukan kepada Washington, dilansir Reuters.
elain itu, setelah kantor sebuah bank di Teheran terkena serangan pada malam sebelumnya, Zolfaqari mengatakan Iran akan merespons dengan menyerang bank-bank yang melakukan bisnis dengan AS atau Israel.
Ia juga memperingatkan masyarakat di Timur Tengah agar menjaga jarak 1.000 meter dari bank-bank di kawasan tersebut.
Perang yang dipicu oleh serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel hampir dua pekan lalu telah menewaskan sekitar 2.000 orang. Konflik tersebut juga meluas ke wilayah Lebanon serta menyebabkan kekacauan di pasar energi global dan sektor transportasi.
Meskipun Pentagon menggambarkan operasi udara terhadap Iran sebagai yang paling intens sejak perang dimulai, Teheran menunjukkan bahwa mereka masih mampu melakukan serangan balasan.
Pada Rabu, Iran meluncurkan serangan ke Israel dan sejumlah target lain di Timur Tengah. Serangan ini menunjukkan bahwa kemampuan militernya masih aktif meskipun menghadapi tekanan militer besar.
Di perairan Teluk, tiga kapal dilaporkan terkena serangan. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan mereka menembaki kapal-kapal di kawasan tersebut yang tidak mematuhi perintah mereka.
Di tengah ketegangan tersebut, harga minyak global yang sempat melonjak hingga hampir US$120 per barel pada awal pekan kemudian turun kembali ke sekitar US$90. Namun pada Rabu, harga kembali naik hampir 5% akibat kekhawatiran gangguan pasokan.
Rabu, 11 Maret 2026
Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: Akankah Data Inflasi IHK AS Mendorong Pembeli XAU/USD?
Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: Akankah Data Inflasi IHK AS Mendorong Pembeli XAU/USD?
Equityworld Futures | Emas melanjutkan pemulihan di atas batas $5.200 dalam perdagangan sesi Asia pada hari Rabu, karena para pembeli tampak optimis menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk mendapatkan daya dorong lebih lanjut.
Equityworld Futures | Harga Emas Turun saat Perang di Timteng, Tak Lagi Jadi Safe Haven?
Meski perang di Timur Tengah semakin meningkat, Emas kesulitan untuk bersinar sebagai penyimpan nilai tradisional, serta sebagai lindung nilai inflasi.
Namun, pembaruan aksi jual dalam harga Minyak, setelah laporan Reuters bahwa "International Energy Agency (IEA) telah mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarahnya untuk menurunkan harga minyak mentah, mengangkat sentimen risiko dan mengurangi daya tarik safe-haven Dolar AS (USD). Hal ini, pada gilirannya, mendukung kelanjutan rebound dalam Emas dari dekat area $5.000.
Pasar sangat menantikan data inflasi IHK AS untuk bulan Februari untuk menentukan apakah pemotongan suku bunga Federal Reserve (The Fed) masih menjadi opsi di tahun ini. Laporan inflasi bisa menjadi katalis penting yang dicari para pembeli Emas untuk mengembalikan tren naik.
IHK inti AS diprakirakan stabil di 2,5% pada basis tahunan pada bulan Februari. IHK inti bulanan diprakirakan naik sebesar 0,2% di bulan Februari setelah pertumbuhan 0,3% di bulan Januari. Sementara itu, inflasi IHK tahunan diprakirakan tetap di 2,4% pada periode yang sama.
Reaksi terhadap data inflasi AS bisa bersifat sementara dan berlangsung singkat di tengah pembaruan perang di Timur Tengah dan volatilitas harga Minyak, yang dapat membayangi sentimen para investor.
Relative Strength Index (RSI) terbaru yang mendekati 57 tetap nyaman di atas garis tengah 50, mengindikasikan momentum positif tetapi tidak terlalu tertekan setelah pullback baru-baru ini dari puncak akhir Mei.
Jika data IHK tahunan dan bulanan inti menunjukkan kenaikan yang mengejutkan, hal ini dapat menghilangkan potensi pemotongan suku bunga The Fed untuk tahun ini, menghidupkan kembali tren naik Dolar AS. Dalam kasus ini, Emas bisa jatuh kembali menuju area support $5.000 sebelum melepaskan penurunan tambahan menuju SMA 50-hari di $4.915.
Sebaliknya, Emas bisa mempertahankan momentum pemulihan jika inflasi melambat dengan laju yang lebih cepat dari yang diprakirakan. Skenario ini akan mendorong Emas lebih jauh menuju resistance Fibonacci 78,6% di $5.342 jika batas psikologis $5.250 berhasil ditembus secara tegas.
Selasa, 10 Maret 2026
Equityworld Futures | Kata Trump Harga Minyak Naik karena Perang Cuma Urusan Kecil
Equityworld Futures | Kata Trump Harga Minyak Naik karena Perang Cuma Urusan Kecil
Equityworld Futures | Perang yang dimulai oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran membuat harga minyak dunia melambung. Namun, Presiden AS Donald Trump menganggap hal itu cuma masalah kecil.
Equityworld Futures | Harga Emas Turun Lagi, Enaknya Jual atau Beli?
Dirangkum detikcom, Senin (9/3/2026), AS dan Israel meluncurkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2). Serangan itu menyebabkan Ayatollah Ali Khamenei yang saat itu merupakan pemimpin tertinggi Iran gugur.
Iran langsung membalas serangan tersebut dengan meluncurkan drone serta rudal ke pangkalan militer AS dan fasilitas AS yang ada di sejumlah negara Asia Barat seperti Qatar, Irak, Bahrain hingga Arab Saudi. Iran juga meluncurkan serangan ke Israel.
Saling serang antara AS-Israel dengan Iran terus berlanjut. Kondisi itu menyebabkan kapal-kapal pengangkut minyak takut untuk melintasi Selat Hormuz yang merupakan jalur penting minyak dunia.
Harga minyak dunia pun langsung melonjak hingga di atas USD 100 per barel. Sejumlah negara penghasil minyak besar seperti, Kuwait dan Uni Emirat Arab, mengurangi produksi karena penyimpanan mereka cepat penuh akibat penutupan Selat Hormuz. Irak juga mulai menghentikan produksinya minggu lalu.
Trump lalu menanggapi lonjakan harga minyak imbas perang yang dikobarkannya itu. Trump menilai lonjakan harga minyak itu sebagai pergerakan jangka pendek dan merupakan 'harga yang sangat kecil untuk dibayar'.
Trump, seperti dilansir Bloomberg dan Al Arabiya, Senin (9/3/2026), mengatakan lonjakan harga minyak akan turun dengan cepat 'ketika penghancuran ancaman nuklir Iran berakhir'.
"Harga minyak jangka pendek, yang akan turun dengan cepat ketika penghancuran ancaman nuklir Iran berakhir, adalah harga yang sangat kecil untuk dibayar bagi AS, dan dunia, dan keamanan dan perdamaian," tulis Trump dalam pernyataan via Truth Social.
"HANYA ORANG BODOH YANG AKAN BERPIKIR SECARA BERBEDA," ucap Presiden AS tersebut.
Dalam unggahan media sosial pada Sabtu (7/3) pagi, Trump mengatakan AS akan mempertimbangkan untuk menyerang area-area dan kelompok orang di Iran yang sebelumnya tidak dianggap sebagai target. Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersumpah untuk tidak mundur.
Sementara itu, Iran baru saja mengumumkan Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi yang baru. Garda Revolusi Iran telah berjanji untuk patuh kepada pemimpin tertinggi yang baru.