Senin, 25 Mei 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik, Harapan Perdamaian AS-Iran Redakan Kekhawatiran Inflasi

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik, Harapan Perdamaian AS-Iran Redakan Kekhawatiran Inflasi

Equityworld Futures | Harga emas dunia melonjak pada perdagangan awal Asia, Senin (25/5/2026), didorong meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. 

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik, Harapan Perdamaian AS-Iran Redakan Kekhawatiran Inflasi

Optimisme pasar terhadap meredanya konflik Timur Tengah turut menekan dollar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury), sehingga mendukung penguatan harga logam mulia. 
Mengutip Investing.com, harga emas spot naik 1,5 persen menjadi 4.577,12 dollar AS per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS menguat 1,2 persen menjadi 4.612,24 dollar AS per ons.

Kenaikan juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot melonjak 3,8 persen menjadi 78,3865 dollar AS per ons, sedangkan platinum spot naik 2 persen menjadi 1.965,45 dollar AS per ons. 

Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan menyatakan bahwa kerangka kesepakatan damai dengan Iran sebagian besar telah dinegosiasikan.

Laporan media menyebutkan, potensi kesepakatan tersebut mencakup perpanjangan gencatan senjata AS-Iran dan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang dapat membantu memulihkan pasokan minyak global. 
Namun, Trump kemudian memberi sinyal bahwa AS tidak terburu-buru mencapai kesepakatan dan blokade angkatan laut AS terhadap Iran masih akan diberlakukan.

Di sisi lain, sejumlah laporan menyebutkan AS dan Iran masih berselisih terkait isu utama, terutama mengenai aktivitas nuklir Teheran.

 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Jumat, 22 Mei 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Gak ke Mana-Mana, Bandar Bosan dengan Janji-Janji Trump

Equityworld Futures | Harga Emas Gak ke Mana-Mana, Bandar Bosan dengan Janji-Janji Trump

Equityworld Futures | Harga emas nyaris tidak akan bergerak di tengah pelemahan harga minyak akibat ketidakpastian penyelesaian perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran. Pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi turut menopang harga emas.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Stabil, Pasar Cermati Ketidakpastian Akhir Perang Timur Tengah

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Kamis (21/5/2026) ditutup di posisi US$4544 per troy ons atau menguat tipis 0,01%. Kenaikan ini memperpanjang tren positifnya setelah harganya juga naik 1,4% pada Rabu.

Harga emas melemah tipis pada hari ini. Pada Jumat (22/5/2026) pukul 06.45 WIB, harga emas ada di posisi US$ 4532,89 per troy ons atau melemah 0,24%.

Harga minyak bergerak volatil dan cenderung turun karena prospek penyelesaian konflik dengan Iran masih belum jelas. Presiden AS Donald Trump mengatakan awal pekan ini bahwa ia membatalkan serangan udara yang sebelumnya sudah direncanakan terhadap Iran demi memberi lebih banyak waktu bagi diplomasi, atas permintaan sekutu Arab Teluk AS. Namun, Iran dan AS disebut hanya membuat sedikit kemajuan menuju kesepakatan sejak keduanya menyetujui gencatan senjata rapuh bulan lalu

Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun hampir 2% dan ditutup di US$96,35 per barel. Harga minyak Brent juga melemah lebih dari 2% ke US$102,58 per barel.

Imbal hasil obligasi Treasury tenor 10 tahun dan obligasi 30 tahun juga akhirnya kembali turun, masing-masing melemah kurang dari 1 basis poin ke 4,564% dan turun lebih dari 2 basis poin ke 5,09%.

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan turunnya harga minyak dan melemahnya dolar dari level tertinggi enam minggu seharusnya mendukung emas dalam jangka pendek. Namun, pasar masih berhati-hati karena kesepakatan sebelumnya kerap gagal tercapai.

"Turunnya harga minyak dan pelemahan dolar AS dari level tertinggi enam minggu seharusnya menjadi sentimen positif bagi emas dalam jangka pendek, dan harga emas pun mulai menguat. Namun, saya memperkirakan perdagangan masih akan cenderung berhati-hati pada awalnya. Kita sudah beberapa kali melihat kesepakatan gagal tercapai," ujar Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals, dikutip dari Refinitiv.

Logam mulia tersebut telah turun lebih dari 14% sejak perang dimulai pada akhir Februari. Konflik itu mengganggu lalu lintas maritim di Selat Hormuz, mendorong kenaikan harga energi dan memicu kekhawatiran inflasi.

"Kenaikan harga minyak yang mendorong inflasi lebih tinggi membuat bank sentral berada di bawah tekanan untuk mempertahankan suku bunga tetap tinggi atau bahkan kembali menaikkannya. Karena itu, kondisi tersebut masih menjadi sentimen negatif bagi emas dalam jangka pendek," tutur analis UBS, Giovanni Staunovo.

Meski dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, emas biasanya tertekan saat suku bunga tinggi.

Pelaku pasar kini melihat peluang 58% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin tahun ini, naik dari 48% sehari sebelumnya menurut CME FedWatch Tool.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Rabu, 20 Mei 2026

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Turun Tipis

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Turun Tipis

Equityworld Futures | Harga minyak sedikit turun pada perdagangan awal Asia pada Rabu, 20 Mei 2026, karena pasar menunggu petunjuk lebih lanjut tentang pembicaraan AS-Iran setelah Washington mengisyaratkan kemajuan dalam negosiasi yang sedang berlangsung.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Lagi, Optimisme Deal AS-Iran Redam Kekhawatiran Suku Bunga Tinggi

Dikutip dari Investing.com, kontrak minyak mentah West Texas Intermediate untuk Juli turun 0,3 persen menjadi USD98,88 per barel. Harga tersebut telah turun sekitar satu persen pada hari Selasa, 19 Mei 2026.

Harga minyak turun pada hari Selasa setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah menunda serangan terhadap Iran, dan bahwa negosiasi dengan Teheran berjalan dengan baik.

Trump kemudian mengatakan bahwa perang di Iran akan berakhir "dengan sangat cepat."

Wakil Presiden JD Vance menggemakan komentar Trump, menyatakan bahwa ia percaya Iran ingin membuat kesepakatan.

Lalu lintas di Selat Hormuz masih terganggu
Namun demikian, kerugian minyak mentah dibatasi oleh tanda-tanda gangguan pasokan yang berkelanjutan di Selat Hormuz. Lalu lintas melalui jalur air tersebut tetap berada pada sebagian kecil dari tingkat sebelum perang, yang memengaruhi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Pada hari Senin, AS memperpanjang pengecualian sanksi terhadap minyak Rusia yang diangkut melalui laut, memungkinkan negara-negara yang rentan terhadap gangguan impor minyak untuk mengamankan pasokan.

Iran, dalam proposal perdamaian terbarunya, menyerukan pengakhiran permusuhan di semua lini, penarikan pasukan AS dari kawasan tersebut, dan ganti rugi atas kerusakan akibat perang, demikian dilaporkan media pemerintah pada hari Selasa.

AS sebagian besar menolak proposal Iran sebelumnya, dengan alasan bahwa mengakhiri ambisi nuklir negara itu tetap menjadi tuntutan utama dalam negosiasi apa pun.

Fokus sekarang adalah pada data persediaan AS yang akan datang untuk petunjuk lebih lanjut tentang stok minyak dalam menghadapi gangguan pasokan yang berkelanjutan akibat perang Iran. Data dari American Petroleum Institute menunjukkan penurunan 9,1 juta barel (mb) minggu lalu, jauh lebih besar dari perkiraan penurunan 3,4 mb. 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Selasa, 19 Mei 2026

Equityworld Futures | Pelemahan Dollar AS Katrol Harga Emas Dunia

Equityworld Futures | Pelemahan Dollar AS Katrol Harga Emas Dunia

Equityworld Futures | Nilai komoditas emas dunia mengalami penguatan tipis pada akhir sesi perdagangan Senin (18/5/2026) waktu setempat akibat didorong oleh penurunan indeks mata uang dollar Amerika Serikat. Dilansir dari Money, pertumbuhan harga logam mulia ini berjalan terbatas karena terhambat oleh naiknya harga minyak serta peningkatan imbal hasil obligasi.

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Terbatas di Tengah Perang Iran dan Lonjakan Imbal Hasil Obligasi

Data dari pasar spot menunjukkan nilai emas naik sebesar 0,2 persen ke angka 4.548,14 dollar AS per ons, setelah sempat merosot ke titik terendah sejak akhir Maret lalu. Di sisi lain, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Juni justru menunjukkan penurunan tipis sebesar 0,1 persen menuju level 4.558 dollar AS per ons.

Penyusutan indeks dollar Amerika Serikat sebesar 0,3 persen membuat instrumen ini menjadi lebih terjangkau bagi para investor yang bertransaksi dengan mata uang lainnya. Perubahan nilai tukar ini secara otomatis ikut mendongkrak minat beli pasar terhadap logam mulia tersebut.

"Indeks dollar AS turun ke level terendah pada sesi perdagangan kemarin, dan itu menjadi faktor positif bagi pasar emas," ujar analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff.

Meskipun demikian, ada potensi bahwa tren penguatan instrumen safe haven ini akan mengalami hambatan dalam periode jangka pendek. Wyckoff memproyeksikan bahwa lonjakan imbal hasil obligasi dapat memicu adanya tekanan penurunan lebih lanjut terhadap pergerakan harga.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah secara global dipicu oleh kecemasan pasar terhadap tingkat inflasi menyusul pecahnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran yang mendongkrak harga energi. Situasi ini memperkuat estimasi bahwa bank sentral dunia akan mempertahankan rezim suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, di mana imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak Februari 2025.

Suku bunga serta imbal hasil obligasi yang merangkak naik biasanya memberikan sentimen negatif bagi emas karena komoditas ini tidak menyediakan imbalan periodik. Pada saat yang sama, harga minyak dunia meroket sekitar 2 persen ke level tertinggi dua pekan karena potensi disrupsi pasokan energi global.

Semenjak pertempuran antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari 2026, akumulasi kenaikan harga minyak Brent sudah menyentuh 55 persen, sedangkan emas spot justru terkoreksi 13,8 persen. Penurunan permintaan dari para pelaku pasar juga membuat lembaga keuangan seperti J.P. Morgan merevisi turun proyeksi rata-rata harga emas tahun 2026 dari 5.708 dollar AS menjadi 5.243 dollar AS per ons.

Sementara itu, harga logam mulia alternatif mencatatkan pergerakan yang variatif pada penutupan perdagangan. Perak spot melonjak 1,4 persen ke posisi 77,04 dollar AS per ons, platinum terkoreksi 0,1 persen menjadi 1.972,10 dollar AS per ons, dan palladium menyusut 0,2 persen ke level 1.409,75 dollar AS per ons.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Rabu, 13 Mei 2026

Equityworld Futures | Pasokan Terganggu, Harga Minyak Tembus US$107

Equityworld Futures | Pasokan Terganggu, Harga Minyak Tembus US$107

Equityworld Futures | Harga minyak dunia masih bertahan di zona panas. Perdagangan Rabu pagi (13/5/2026) memang bergerak sedikit melemah, tetapi posisi harga tetap berada di level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir setelah pasar terus dihantui ketidakpastian perang Iran dan ancaman gangguan pasokan global.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun di Bawah US$ 4.700 Akibat Kenaikan Inflasi AS

Menurut Refinitiv pada Rabu (13/5/2026) pukul 09.30 WIB, harga minyak Brent berada di US$107,08 per barel. Posisi ini turun tipis 0,64% dibanding penutupan sebelumnya di US$107,77 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat US$101,56 per barel, melemah 0,61% dari posisi Selasa di US$102,18 per barel.

Meski terkoreksi pagi ini, reli minyak masih sangat terasa. Dalam tiga sesi perdagangan terakhir saja, Brent sudah melesat hampir 6%, dari US$101,29 per barel pada 8 Mei menjadi di atas US$107 per barel. WTI bahkan melonjak lebih dari US$6 dalam periode yang sama.

Pasar kini semakin pesimistis terhadap peluang damai di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pembicaraan gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi "life support". Pernyataan itu keluar setelah negosiasi kembali mentok akibat tuntutan Iran yang meminta penghentian perang di seluruh front konflik, pencabutan blokade laut AS, pemulihan ekspor minyak Iran, hingga kompensasi kerusakan perang.

Situasi makin rumit karena Iran mempertegas kontrol atas Selat Hormuz, jalur yang biasanya dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan LNG dunia. Reuters melaporkan Teheran mulai memperluas pengaruhnya di kawasan tersebut, termasuk membuka kesepakatan pengiriman energi dengan Pakistan dan Irak. Sejumlah negara lain disebut mulai menjajaki pola serupa.

Kondisi itu membuat pelaku pasar khawatir gangguan pasokan akan berlangsung jauh lebih lama dari perkiraan awal. Badan Informasi Energi AS (EIA) kini memperkirakan Selat Hormuz efektif tertutup hingga akhir Mei. Sebelumnya, asumsi penutupan hanya sampai April.

Revisi EIA cukup agresif. Lembaga itu memperkirakan kehilangan pasokan minyak Timur Tengah mencapai 10,8 juta barel per hari pada Mei. Angka tersebut naik dari proyeksi sebelumnya 9,1 juta barel per hari. Secara global, stok minyak dunia diperkirakan menyusut 2,6 juta barel per hari sepanjang tahun ini. Sebulan lalu, estimasinya hanya sekitar 300 ribu barel per hari.

pasar sedang menghadapi tekanan pasokan dalam skala besar. Bahkan Houlihan Lokey memperkirakan kekurangan suplai global bisa mencapai 14 juta barel per hari. Saudi Aramco juga memperingatkan stabilitas pasar minyak kemungkinan baru pulih penuh pada 2027 apabila gangguan ekspor melalui Hormuz terus berlanjut.

Di sisi lain, stok minyak AS ikut menipis. Survei Reuters memperkirakan persediaan minyak mentah Amerika turun sekitar 2,1 juta barel pekan lalu. Persediaan bahan bakar juga diperkirakan ikut menyusut. Kondisi ini mempertebal sentimen bullish di pasar energi.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Selasa, 12 Mei 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Berbalik Naik, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

Equityworld Futures | Harga Emas Berbalik Naik, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

Equityworld Futures
| Harga emas berbalik menguat pada perdagangan Senin (11/5/2026) setelah sempat tertekan di awal sesi. Pelaku pasar menimbang perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, sambil menanti rilis data inflasi AS yang krusial untuk menentukan arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik Tipis di Tengah Kemunduran Hubungan AS-Iran

Harga emas spot naik 0,1% menjadi US$ 4.717,38 per ons, setelah sebelumnya sempat merosot lebih dari 1%. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS relatif stagnan di level US$ 4.727,80 per ons. Pergerakan yang cenderung fluktuatif menunjukkan investor masih berhati-hati menghadapi kombinasi tekanan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan moneter global.

Analis pasar di American Gold Exchange Jim Wyckoff mengatakan penguatan tipis emas dipicu aksi beli setelah koreksi tajam sebelumnya. Terdapat aksi berburu harga murah serta penyesuaian posisi investor menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat pekan ini.

Fokus pasar kini tertuju pada data Indeks Harga Konsumen atau Consumer Price Index (CPI) AS yang dijadwalkan rilis Selasa (12/5/2026), disusul Indeks Harga Produsen atau Producer Price Index (PPI) pada Rabu (13/5/2026).

Dua data tersebut menjadi perhatian utama karena dapat memberikan gambaran baru mengenai tekanan inflasi di ekonomi terbesar dunia itu. Jika inflasi masih tinggi, peluang pemangkasan suku bunga The Fed diperkirakan semakin kecil. 

Tekanan geopolitik juga tetap menjadi faktor utama yang menopang harga emas. Penolakan cepat Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap respons Iran atas proposal perdamaian Washington memicu kekhawatiran bahwa konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu berpotensi berlarut-larut.

Kondisi itu meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pelayaran di Selat Hormuz, jalur perdagangan energi vital dunia, yang berpotensi mendorong harga minyak lebih tinggi. Trump kemudian menyebut kondisi gencatan senjata antara kedua negara berada dalam situasi “kritis”, mempertegas ketidakpastian di kawasan Timur Tengah.

Ahli strategi pasar senior di RJO Futures Daniel Pavilonis mengatakan perhatian pasar sebagian besar terpusat pada prospek Selat Hormuz. Menurut dia, investor sedang mencerna skenario yang lebih luas, terutama kemungkinan harga energi yang bertahan tinggi apabila akses pelayaran di jalur tersebut terganggu.

Di sisi lain, sejumlah perusahaan pialang global mulai memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini. Jika sebelumnya pasar memperkirakan dua kali pemotongan suku bunga, kini proyeksi mulai terbelah antara skenario pelonggaran terbatas dan tidak ada pemangkasan sama sekali hingga 2026. Perubahan ekspektasi tersebut terjadi di tengah risiko inflasi yang masih tinggi serta sikap hati-hati para pembuat kebijakan moneter.

Bagi pasar emas, prospek suku bunga tinggi biasanya menjadi sentimen negatif. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga meningkat karena investor dapat memperoleh return lebih besar dari instrumen berbunga seperti obligasi pemerintah.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Senin, 11 Mei 2026

Equityworld Futures | Bursa Asia ‘Mixed’, Kospi Cetak Rekor Baru di Tengah Gejolak Harga Minyak

Equityworld Futures | Bursa Asia ‘Mixed’, Kospi Cetak Rekor Baru di Tengah Gejolak Harga Minyak

Equityworld Futures | Pasar saham Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Senin (11/5/2026), di tengah lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Equityworld Futures | Harga Emas Terpuruk Pagi Ini, Siapkah Hadapi Level Kritis?

Dikutip dari CNBC, indeks Kospi Korea Selatan melonjak 4,70% dan mencetak rekor tertinggi baru pada awal perdagangan. Namun indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru turun 0,30%.

Penguatan Kospi ditopang reli saham teknologi, terutama SK Hynix yang melesat 10,74%, mengikuti kenaikan saham-saham semikonduktor di Wall Street pada akhir pekan lalu.

Sentimen pasar kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Iran sebelumnya mengajukan proposal baru kepada negosiator AS yang berfokus pada penghentian perang di seluruh front dan pencabutan sanksi terhadap Teheran. Kantor berita semi-resmi Tasnim menyebut proposal tersebut disampaikan oleh sumber yang mengetahui proses negosiasi.

Namun Trump menolak proposal itu dan menyebut respons Iran “SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!” melalui unggahan di Truth Social.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan perang dengan Iran “belum berakhir”, karena AS dan Israel masih ingin membatasi ambisi nuklir Teheran.

Komentar Netanyahu muncul menjelang kunjungan Trump ke China pekan ini untuk bertemu Presiden Xi Jinping. Konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah memicu lonjakan biaya energi global dan kenaikan tajam harga bahan bakar di AS.

Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Juni melonjak 3,94% menjadi US$99,18 per barel, sedangkan Brent naik 3,49% menjadi US$104,83 per barel.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 bergerak fluktuatif dan ditutup sedikit melemah, sementara Topix naik 0,19%. Saham Nintendo anjlok 5,54% setelah investor mencermati rencana kenaikan harga konsol Switch 2 di tengah proyeksi penurunan penjualan perangkat.

Australia juga tertekan, dengan indeks S&P/ASX 200 turun 0,83%.

Di China, indeks CSI 300 naik 0,58%, sedangkan Hang Seng Hong Kong turun 0,48%. Investor turut mencermati data inflasi China yang menunjukkan kenaikan harga konsumen dan produsen lebih tinggi dari perkiraan pada April, dipicu lonjakan harga komoditas akibat konflik Timur Tengah.

Sementara itu, futures Wall Street bergerak melemah. Futures Dow Jones turun 143 poin atau 0,3%, sedangkan futures S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing terkoreksi 0,3%.

Meski demikian, pasar saham AS sebelumnya mencatat reli kuat pekan lalu. S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing melonjak lebih dari 2% dan 4%, sekaligus membukukan enam pekan penguatan beruntun untuk pertama kalinya sejak 2024. Dow Jones juga naik 0,2% dalam sepekan dan mencatat lima pekan penguatan dalam enam pekan terakhir.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Jumat, 08 Mei 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Menguat, Analis Waspadai Tekanan Suku Bunga Global

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Menguat, Analis Waspadai Tekanan Suku Bunga Global

Equityworld Futures | Setelah sebulan terakhir mengalami tren penurunan, kini harga emas dunia tampak melanjutkan penguatannya pada perdagangan Rabu (6/5), seiring meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah yang turut menekan harga energi dan kekhawatiran inflasi.

Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas Hari Ini Usai Kemarin Naik, Jual atau Beli?

Mengutip Bloomberg,Rabu (6/5/2026) pukul 12.48 WIB, harga emas spot ada di level US$ 4.651,02 per ons troi, naik 2,06% dari sehari sebelumnya. Sejak awal tahun, harga emas spot sudah naik 7,68%.

Sejalan dengan itu, harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 30.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.760.000 per gram menjadi Rp 2.790.000 per gram.

Kenaikan ini terjadi setelah muncul sinyal de-eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyatakan bahwa gencatan senjata yang telah berlangsung hampir satu bulan masih tetap terjaga.

Senada, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengonfirmasi bahwa operasi ofensif telah berakhir. Pemerintah AS kini mengalihkan fokus pada pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan jeda sementara dalam upaya membantu kapal-kapal yang terdampak di kawasan tersebut.

Jika ditarik lebih jauh, dalam sebulan terakhir harga emas sempat lesu. Bahkan, sempat menyusut ke level US$ 4.516 per ons troi pada Senin (5/5) pagi.

Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, menjelaskan tren pelemahan harga emas sebulan terakhir didorong oleh korelasi negatif yang kuat terhadap lonjakan yield obligasi AS 10-tahun dan penguatan dolar AS.

Meskipun ketegangan di Selat Hormuz biasanya memicu permintaan safe-haven, kenaikan harga minyak yang sempat ke level US$ 114 per barel justru menciptakan ekspektasi inflasi baru yang memaksa bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi (higher-for-longer).

"Kondisi ini meningkatkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas, sehingga investor cenderung beralih ke instrumen likuid lain yang lebih menguntungkan dalam jangka pendek," jelas Sutopo kepada Kontan, Selasa (5/5/2026).

Secara teknis, Sutopo menyebut reli harga emas saat ini sedang mengalami fase koreksi sekunder yang cukup dalam setelah mencapai puncaknya di bulan Februari. Skenario terburuk tahun ini dapat membawa harga emas spot menguji level dukungan klasiknya di kisaran US$ 4.100 jika inflasi terus membandel dan The Fed merealisasikan kenaikan suku bunga tambahan.

Untuk harga emas Antam, pelemahan global ini terserap secara bertahap di pasar domestik, dengan potensi penurunan mencapai area Rp 2.500.000 hingga Rp 2.600.000 per gram apabila sentimen negatif global terus berlanjut tanpa adanya pelemahan Rupiah yang signifikan.

Sehingga, Sutopo menyarankan strategi terbaik bagi investor saat ini adalah melakukan evaluasi ulang terhadap horizon investasi.

"Jika fokus Anda adalah jangka panjang, posisi hold tetap relevan sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik yang belum sepenuhnya reda," bubuhnya.

Namun, bagi investor yang ingin masuk, disarankan untuk menggunakan metode akumulasi bertahap (buy on weakness) guna mendapatkan harga rata-rata yang lebih kompetitif di tengah volatilitas tinggi.

Katanya, memotong kerugian hanya disarankan bagi pelaku pasar jangka pendek, mengingat prospek emas di sisa tahun 2026 diprediksi Sutopo akan bergerak konsolidatif dalam rentang US$ 4.300 - US$ 4.800 menunggu kejelasan kebijakan moneter global.

Sementara itu, harga emas Antam diproyeksi bergerak di kisaran Rp 2.700.000 - Rp 2.800.000 tergantung perubahan kurs rupiah.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Rabu, 06 Mei 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Berbalik Naik Usai Sentuh Level Terendah

Equityworld Futures | Harga Emas Berbalik Naik Usai Sentuh Level Terendah

Equityworld Futures | Harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa (5/5/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari satu bulan pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring pelaku pasar mencermati rapuhnya gencatan senjata di Timur Tengah serta potensi dampaknya terhadap inflasi dan arah suku bunga global.

Equityworld Futures | Harga Emas Berbalik Naik Usai Sentuh Level Terendah

Harga emas spot ditutup naik 0,74% menjadi US$ 4.557,55 per ons troi, setelah pada Senin (4/5/2026) sempat menyentuh level terendah sejak 31 Maret. Sejalan dengan itu, kontrak berjangka emas AS juga ditutup menguat 0,76% ke level US$ 4.567,55 per ons troi.

Dikutip dari Reuters, analis pasar dari American Gold Exchange Jim Wyckoff mengatakan, kenaikan harga emas saat ini didorong oleh aksi beli saat harga murah (bargain hunting) setelah tekanan jual sebelumnya. Selain itu, pelemahan harga minyak turut memberikan dukungan bagi logam mulia tersebut.

“Pasar masih akan terus mencermati perkembangan geopolitik, namun fokus bisa mulai bergeser ke data ekonomi dalam waktu dekat,” ujar Wyckoff, sembari menambahkan, pelaku pasar membutuhkan katalis fundamental yang kuat agar tren bullish emas dapat kembali solid.

Ketegangan geopolitik masih menjadi perhatian utama. Uni Emirat Arab dilaporkan mengalami serangan rudal dan drone dari Iran, di tengah pernyataan Washington bahwa gencatan senjata masih berlangsung meski rapuh, setelah sebelumnya terjadi baku tembak saat pasukan Amerika Serikat (AS) berupaya membuka kembali jalur Selat Hormuz.

Selat sempit tersebut merupakan jalur vital distribusi global untuk minyak, pupuk, dan berbagai komoditas penting lainnya. Sejak serangan yang dimulai pada 28 Februari, jalur ini praktis terganggu dan memicu lonjakan harga komoditas dunia.

Profil Perusahaan  

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Selasa, 05 Mei 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Senin Merosot Tertekan Penguatan Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi Global

Equityworld Futures | Harga Emas Senin Merosot Tertekan Penguatan Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi Global

Equityworld Futures | Harga emas turun tajam hari Senin, terbebani dolar AS yang lebih kuat dan imbal hasil obligasi global yang lebih tinggi.

Equityworld Futures | Ketegangan Hormuz Tekan Harga Emas, Risiko Inflasi Meningkat

Harga emas spot bergerak turun 2% pada $4.522,49 per ons.

Harga emas berjangka AS kontrak Juni 2026 berakhir turun 2,74% pada $4.517,3 per ons.

Indeks dolar AS bergerak naik hari Senin terdukung peningkatan permintaan safe haven terpicu ketegangan di Selat Hormuz

Selain itu, permintaan aset safe-haven untuk logam mulia sedikit menurun setelah Presiden Trump mengatakan AS akan mulai memandu beberapa kapal netral yang terjebak di Teluk Persia keluar melalui Selat Hormuz.

Selain itu, komentar agresif hari ini dari anggota Dewan Gubernur ECB, Peter Kazimir, menurunkan harga logam mulia ketika ia mengatakan kenaikan suku bunga ECB pada bulan Juni “hampir tidak dapat dihindari.”

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun terbebani penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi global.

Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.474-$4.427. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.599-$4.677.

Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.470-$4.424. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.607-$4.698.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Senin, 04 Mei 2026

Equityworld Futures | Tingginya Harga Emas-Biaya Kuliah Bikin Inflasi RI 2,42% di April 2026

Equityworld Futures | Tingginya Harga Emas-Biaya Kuliah Bikin Inflasi RI 2,42% di April 2026

Equityworld Futures | Inflasi melanda seluruh wilayah Indonesia pada April 2026, dengan besaran secara nasional sebesar 2,42% (year on year/yoy) pada April 2025. Tekanan inflasi itu tercatat lebih rendah dibanding bulan lalu 3,48% (yoy), namun masih lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu 1,95%.

Equityworld Futures | Harga Emas di Ujung Tanduk, Nasibnya Ditentukan Negosiasi AS dan Iran

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, faktor pendorong inflasi tahunan pada April 2026 ialah tingginya inflasi di sektor makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,06% yoy dengan andil 0,90%.

"Komoditas inflasi terbesar di kelompok ini yaitu ikan segar, daging ayam ras, beras, minyak goreng, sigaret kretek mesin, telur ayam ras," kata Ateng saat konferensi pers, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Selain itu, komoditas yang termasuk sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya juga menjadi motor utama pendorong inflasi tahunan pada April 2026, yaitu perawatan pribadi dan jasa lainnya seperti emas sebesar 11,43% yoy dengan andil 0,77% terhadap inflasi umum.

"Inflasi pada kelompok tersebut terutama terjadi pada kelompok emas perhiasan," ujar Ateng.

Menurut komponennya, seluruhnya mengalami inflasi secara tahunan. Komponen inti mengalami inflasi tahunan sebesar 2,44% dengan andil 1,56%. Komoditas dominan yang beri andil pada komponen inti terutama emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, dan juga biaya kuliah akademi atau perguruan tinggi.

Untuk komponen harga bergejolak inflasinya 3,37% dengan andil 0,56%. Komoditas yang dominan beri tekanan inflasi pada komponen ini di antaranya daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras.

Sementara itu, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi 1,53% dengan andil 0,30%. Komoditas yang dominan beri andil inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah terutama tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin dan sigaret kretek tangan.

Ateng mengatakan, inflasi terjadi di seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari 38 provinsi. Tertinggi terjadi di Papua Barat mencapai 5% sedangkan terendah di Lampung sebesar 0,53%.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Kamis, 30 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Bangkit dari Level Terendah Sebulan pada Kamis (30/4) Pagi

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Bangkit dari Level Terendah Sebulan pada Kamis (30/4) Pagi

Equityworld Futures | Harga emas dunia kembali menguat pada Kamis (30/4/2026), bangkit dari level terendah dalam satu bulan yang tercapai pada sesi sebelumnya.

Equityworld Futures | Harga Emas Babak Belur Usai The Fed Tahan Suku Bunga

Kenaikan ini didorong oleh pelemahan dolar AS, meskipun tekanan dari tingginya harga minyak masih membayangi prospek inflasi dan suku bunga. 

Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,6% menjadi US$4.566,73 per ons pada pukul 01.05 GMT, setelah sebelumnya sempat turun ke level terendah sejak 31 Maret.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni naik 0,4% menjadi US$4.578,50 per ons. 

Tekanan Inflasi dan Suku Bunga Masih Membayangi

Tingginya harga energi memperkuat kekhawatiran inflasi, yang berpotensi membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama (higher for longer).

Sebelumnya, bank sentral AS menahan suku bunga acuan dalam keputusan terbaru, namun dengan perpecahan internal terbesar sejak 1992 dan meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi.

Selain itu, proses transisi kepemimpinan bank sentral AS juga menjadi perhatian pasar, setelah kandidat Ketua The Fed berikutnya mulai melewati tahapan penting di Senat. 

Permintaan Emas Global Meningkat

Dari sisi fundamental, permintaan emas global pada kuartal I-2026 meningkat 2% secara tahunan menjadi 1.230,9 metrik ton, menurut World Gold Council.

Kenaikan ini didorong oleh lonjakan pembelian emas batangan dan koin, serta peningkatan pembelian oleh bank sentral sebesar 3%.

Kenaikan tersebut berhasil mengimbangi penurunan permintaan perhiasan yang turun 23%. 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Rabu, 29 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Mulai Pulih, Peluang Naik ke 4.767 Terbuka

Equityworld Futures | Harga Emas Mulai Pulih, Peluang Naik ke 4.767 Terbuka 

Equityworld Futures | Harga emas dunia di perdagangan, Senin (27/4) kemarin diperkirakan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat tertekan pada awal sesi. 

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Tipis pada Rabu (29/4) Pagi

Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai pergerakan harga emas saat ini mulai mengarah pada potensi kenaikan, meskipun sebelumnya sempat mengalami penurunan yang cukup tajam.

Di awal perdagangan pagi, ujarnya, harga emas dibuka dengan kondisi gap down yang memicu penurunan secara cepat. Tekanan jual sempat mendominasi pasar, sehingga harga bergerak turun menuju area support terdekat. Penurunan ini mencerminkan respons pasar terhadap sentimen jangka pendek yang mendorong aksi jual.

"Setelah mencapai area support tersebut, tekanan jual mulai berkurang. Harga tidak melanjutkan penurunan lebih dalam, melainkan mulai bergerak stabil. Kondisi ini menjadi indikasi awal bahwa pasar mulai menemukan titik keseimbangan setelah pergerakan turun yang cukup agresif," ucapnya.

Secara teknikal, lanjutnya, harga kemudian membentuk swing low di area support tersebut. Ini salah satu sinyal penting yang menunjukkan bahwa level tersebut cukup kuat untuk menahan penurunan. Dengan terbentuknya titik ini, peluang bagi harga untuk bergerak naik kembali mulai terbuka.

Selain itu, kupasnya, indikator teknikal juga menunjukkan adanya bullish divergence. Kondisi ini terjadi ketika harga masih bergerak turun, tetapi indikator justru mulai mengarah naik. Sinyal ini biasanya menjadi tanda bahwa tekanan jual mulai melemah dan potensi pembalikan arah mulai muncul.

Melihat kombinasi sinyal tersebut, Dupoin Futures memperkirakan harga emas memiliki peluang untuk naik dalam jangka pendek. Target kenaikan terdekat berada di level 4.733, yang menjadi area resistance pertama yang akan diuji oleh pasar. Jika harga mampu melewati level tersebut, maka peluang kenaikan lanjutan menuju level 4.767 semakin terbuka.

Tetapi, kenaikan ini masih perlu dikonfirmasi oleh kekuatan pasar. Pergerakan setelah penurunan tajam biasanya tidak langsung berbalik secara kuat, sehingga masih ada kemungkinan harga bergerak naik secara bertahap.

Dari sisi fundamental, potensi penguatan emas juga didukung oleh kondisi dolar AS yang mulai melemah. Ketika dolar mengalami tekanan, harga emas biasanya mendapatkan dorongan karena menjadi lebih terjangkau bagi investor global.

Tidak hanya itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga menjadi faktor yang mendukung. Ketika yield turun, minat investor terhadap emas meningkat karena perbedaan imbal hasil dengan instrumen lain menjadi lebih kecil.

Permintaan terhadap aset safe haven juga turut memberikan dukungan. Dalam kondisi pasar yang belum stabil, investor cenderung mencari instrumen yang lebih aman, seperti emas. Hal ini bisa membantu harga emas untuk kembali menguat setelah sebelumnya mengalami penurunan.

Untuk itu, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan risiko yang ada. Kebijakan suku bunga dari Federal Reserve yang masih berada di level tinggi dapat menjadi faktor yang membatasi kenaikan emas. Jika dolar kembali menguat atau yield obligasi naik, tekanan terhadap emas bisa kembali muncul.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa harga emas saat ini mulai menunjukkan peluang rebound setelah penurunan di awal sesi. Selama harga mampu bertahan di atas area support, potensi kenaikan menuju level 4.733 hingga 4.767 masih terbuka.

Dalam kondisi pasar yang masih dinamis, pelaku pasar disarankan untuk tetap berhati-hati dan mencermati pergerakan harga serta perkembangan sentimen global sebelum mengambil keputusan.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Selasa, 28 April 2026

Equityworld Futures | Kilau Harga Emas Dunia Meredup

Equityworld Futures | Kilau Harga Emas Dunia Meredup

Equityworld Futures | Harga emas dunia turun pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Investor berhati-hati menyusul kemunduran diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dan menjelang keputusan penting suku bunga Federal Reserve akhir pekan ini.

Equityworld Futures | Kabar Buruk: Harga Emas Ambruk, Dunia Cemas Tunggu Aba-Aba dari AS

Mengutip Investing.com, Selasa, 28 April 2026, harga emas spot sebagai harga pasar emas dunia saat ini, turun 0,6 persen menjadi USD4.681,39 per ons. Sementara harga emas berjangka sebagai patokan harga emas dunia untuk kontrak beli atau jual emas di masa depan, turun satu persen menjadi USD4.694,61 per ons.

Pasar menanti keputusan terakhir Powell di The Fed
 
Sebagian besar fokus minggu ini tertuju pada keputusan suku bunga terbaru The Fed pada Rabu mendatang setelah pertemuan selama dua hari. Bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah , yang berarti investor akan memperhatikan dengan seksama bagaimana The Fed melihat prospek ekonomi berkembang setelah guncangan energi yang dipicu oleh perang Iran.
 
Pertemuan pekan ini juga diperkirakan akan menjadi yang terakhir di bawah kepemimpinan Ketua Fed Jerome Powell, yang masa jabatannya berakhir pada 15 Mei. Kevin Warsh, calon pilihan Trump untuk menggantikan Powell, bersaksi di hadapan Kongres pekan lalu bahwa ia tidak membuat komitmen untuk memangkas suku bunga.
 
Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja lebih baik dalam lingkungan suku bunga rendah.
 
Analis Deutsche Bank yang dipimpin oleh Matthew Luzzetti menyampaikan, dengan kebijakan yang berada pada posisi yang tepat untuk mengatasi risiko terhadap prospek, The Fed siap untuk memperpanjang jeda kebijakan pada pertemuan FOMC April.
 
"Skenario dasar kami adalah mereka akan menunggu hingga pertemuan Juni untuk perubahan yang berarti pada panduan kebijakan, tetapi risikonya adalah komunikasi cenderung lebih agresif," jelas dia.

Iran ajukan proposal perdamaian baru
 
Rencana untuk melanjutkan pembicaraan antara AS dan Iran gagal pada akhir pekan setelah para pejabat Iran meninggalkan Pakistan, sementara Washington membatalkan rencana untuk mengirim delegasi ke Islamabad.
 
Presiden AS Donald Trump mengatakan Teheran dapat menghubunginya jika ingin berbicara, dan menegaskan kembali pendiriannya bahwa Iran tidak mungkin memiliki senjata nuklir. Membatasi ambisi nuklir Iran telah disebut sebagai motivasi utama serangan gabungan AS-Israel.
 
Namun, para pedagang mengabaikan kemunduran dalam pembicaraan akhir pekan tersebut, setelah laporan media menyebutkan bahwa Iran telah menawarkan proposal baru kepada AS di mana mereka menawarkan untuk menghentikan penutupan efektif Selat Hormuz yang penting tanpa membahas ambisi nuklirnya.
 
Dengan latar belakang ini, investor beralih ke dolar AS sebagai aset yang relatif aman, terutama pada Maret, sehingga mengurangi daya tarik emas berdenominasi dolar bagi pembeli luar negeri. 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Senin, 27 April 2026

Equityworld Futures | Kebuntuan AS-Iran Picu Lonjakan Harga, Minyak WTI dan Brent Menggila

Equityworld Futures | Kebuntuan AS-Iran Picu Lonjakan Harga, Minyak WTI dan Brent Menggila

Equityworld Futures | Harga minyak naik pada perdagangan awal pekan ini. Senin (27/4/2026) pukul 10.45 WIB, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$ 95,25 per barel atau naik 8,96% dalam seminggu dan 65,88% secara tahun berjalan (ytd).

Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas Dunia Pekan Ini saat Geopolitik Global Masih Membayangi

Ada pun minyak Brent berada di level US$ 106,46 per barel atau melonjak 11,48% sepekan terakhir dan 74,93% ytd.

Kondisi ini memperpanjang kenaikan dari minggu lalu karena Selat Hormuz tetap tertutup di tengah perundingan perdamaian AS-Iran yang terhenti. 

Mengutip Bloomberg, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan perjalanan delegasi AS ke Pakistan pada akhir pekan lalu, sementara Iran mengatakan tidak akan bernegosiasi selama mereka masih diancam.

Gencatan senjata telah digaungkan sejak awal April, tetapi blokade Selat Hormuz oleh AS dan Iran telah memutus transit harian melalui jalur penting tersebut. 

Baca Juga: Indeks Dolar Melonjak Pasca Negosiasi Lanjutan AS dan Iran Gagal

Hal itu mengancam pasokan minyak mentah, bahan bakar, gas alam dan pupuk, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang inflasi.

"Selat Hormuz masih terkepung, dan lalu lintas terhenti," kata Mona Yacoubian, Direktur Program Timur Tengah di Pusat Studi Strategis dan Internasional seperti dilansir Bloomberg.

"Sepertinya kedua belah pihak tidak ingin kembali ke konflik terbuka. Kita berada di masa transisi ini, di mana semuanya buntu."

Badan Energi Internasional mengatakan konflik AS-Iran menyebabkan kerugian dan guncangan pasokan terbesar sepanjang sejarah. "Konsolidasi di atas US$ 100 per barel adalah area yang dituju," kata Robert Yawger, direktur futures energi Mizuho Securities.

Perang Iran kini telah memasuki minggu kesembilan, memicu apa yang digambarkan IEA sebagai guncangan pasokan energi terbesar yang pernah tercatat, sekaligus meningkatkan tekanan inflasi dan membebani prospek pertumbuhan global. 

Blokade angkatan laut AS yang sedang berlangsung terus membatasi ekspor minyak mentah Iran dan menjadi penghalang utama bagi kemajuan diplomatik apa pun.  

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Jumat, 24 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Kata Morgan Stanley Bakal Begini

Equityworld Futures | Harga Emas Kata Morgan Stanley Bakal Begini

Equityworld Futures | Analis di bank ternama asal Amerika Serikat, Morgan Stanley memangkas perkiraan harga emas hampir 10% seiring pergeseran signifikan dalam lanskap makroekonomi.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Merosot Akibat Tekanan Inflasi dan Konflik Global

Dikutip dari Mining.com, Jumat (24/4/2026) tim analis komoditas Morgan Stanley memproyeksi harga emas akan mencapai US$ 5.200 per troy ons pada paruh kedua 2026. 

Angka tersebut merupakan penurunan hingga sebesar US$ 500 dari proyeksi harga emas sebelumnya di level US$ 5.700 per troy ons.

Revisi ini menyusul aksi jual emas selama enam minggu yang menyebabkan harga emas anjlok hampir seperempat dari rekor tertingginya, dan mencatat kinerja bulanan terburuk sejak tahun 2008.

Meskipun harga emas sudah berada di titik stabil dalam beberapa sesi terakhir, analis Morgan Stanley menilai pelemahan baru-baru ini telah mengubah nada pasar, karena bukan lagi hanya kejadian acak, tetapi lebih merupakan pergeseran fundamental.

Menurut analisis Morgan Stanley, koreksi harga emas berasal dari sentimen gabungan tentang guncangan pasokan dan kenaikan suku bunga riil akibat penundaan pemotongan suku bunga Federal Reserve.

Hal ini, menurut bank tersebut, mengubah lanskap makro dan membuat investor emas mempertimbangkan kembali posisi mereka.

Ke depan, Morgan Stanley memperkirakan emas akan lebih berperan sebagai barometer makroekonomi daripada hanya sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian,

"Prospeknya akan lebih didorong oleh data dan kurang didorong oleh sentimen," kata bank tersebut.

Pada akhir Januari 2026, harga emas sempat melonjak ke level tertinggi sepanjang masa hampir US$ 5.600 per troy ons. Harga emas kemudian anjlok lebih dari 10% dalam satu sesi di tengah penurunan tajam.

Logam mulia kemudian melanjutkan penguatan di masa awal pecahnya konflik AS-Israel dengan Iran, tetapi juga turun tajam karena tekanan inflasi.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Kamis, 23 April 2026

Equityworld Futures | Rupiah Melemah ke Rp17.295 Per Dolar AS Akibat Lonjakan Harga Minyak

Equityworld Futures | Rupiah Melemah ke Rp17.295 Per Dolar AS Akibat Lonjakan Harga Minyak

Equityworld Futures | Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,7 persen ke level Rp17.295 per dolar AS pada perdagangan Kamis (23/4/2026) akibat tekanan faktor domestik dan penguatan indeks dolar AS ke posisi 98,68. Dilansir dari Bloombergtechnoz, pergerakan mata uang Garuda ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah Brent yang mencapai US$102,9 per barel.

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Sore Ini Stagnan: Peluang atau Risiko Investor?

Kenaikan harga minyak dunia sebesar 0,97 persen tersebut didorong oleh ketidakpastian konflik bersenjata yang belum mereda. Kondisi ini menyebabkan mayoritas mata uang di pasar Asia mengalami pelemahan serentak, dengan pengecualian pada dolar Hong Kong yang tercatat mampu bergerak defensif.

Data menunjukkan sepanjang April 2026, rupiah telah mengalami depresiasi sebesar 1,73 persen dan menempati posisi mata uang terlemah di kawasan regional. Padahal, sebagian besar mata uang negara tetangga mulai menunjukkan tren penguatan kembali atau rebound di tengah fluktuasi pasar global.

Lonjakan harga minyak di atas US$100 per barel melampaui asumsi APBN 2026 yang ditetapkan sebesar US$70 per barel. Situasi ini diperkirakan bakal menambah beban subsidi dan kompensasi energi antara Rp10 triliun hingga Rp13 triliun per tahun untuk setiap kenaikan US$1 pada harga minyak mentah.

Lembaga pemeringkat S\&P Global Ratings menilai ketahanan fiskal Indonesia menjadi yang paling rentan jika eskalasi perang terus berlanjut. Sementara itu, Moody's dan Fitch Ratings turut menyoroti ketidakpastian kebijakan serta lemahnya konsistensi bauran kebijakan ekonomi yang berdampak pada kredibilitas pasar domestik.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memberikan penjelasan mengenai tantangan ekonomi global saat ini dalam paparan setelah Rapat Dewan Gubernur kemarin. Menurutnya, tensi geopolitik di Timur Tengah masih menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi dan membatasi opsi kebijakan moneter.

"Terkait dengan penguatan untuk operasi moneter kami melalui intervensi penguatan khususnya untuk yang NDF di offshore market, akan ada pengecualian bagi bank khususnya untuk dealer utama, sehingga mereka bisa menjual NDF secara langsung," ujar Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI).

Pihak otoritas moneter kini semakin mengandalkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menyerap likuiditas dan menjaga stabilitas nilai tukar. Langkah ini dilakukan di tengah kondisi kurs spot sejumlah bank swasta nasional yang sudah menyentuh angka Rp17.400 hingga Rp17.580 per dolar AS.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Rabu, 22 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik ke US$ 4.739 pada Rabu (22/4) Pagi, Ini Pemicunya

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik ke US$ 4.739 pada Rabu (22/4) Pagi, Ini Pemicunya

Equityworld Futures | Harga emas dunia menguat pada Rabu (22/4/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam sepekan pada sesi sebelumnya.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Kembali Loyo Tersengat Penguatan Dolar AS

Kenaikan ini didorong oleh pelemahan harga minyak pasca perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. 

Kenaikan ini didorong oleh pelemahan harga minyak pasca perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,6% ke level US$ 4.739,94 per ons troi pada awal perdagangan. Sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni menguat 0,8% ke US$ 4.758,60 per ons troi.

Penguatan emas terjadi setelah harga minyak melemah, yang meredakan kekhawatiran lonjakan inflasi dan peluang suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengumumkan perpanjangan tanpa batas gencatan senjata dengan Iran, meski belum ada kepastian apakah Iran maupun Israel akan menyetujui langkah tersebut.

Seiring perkembangan tersebut, pasar keuangan global bergerak variatif. Bursa saham menguat, dolar AS melemah, sementara harga minyak terkoreksi.

Dari sisi kebijakan moneter, kandidat pimpinan bank sentral AS Kevin Warsh menegaskan tidak ada komitmen untuk memangkas suku bunga, meskipun Trump berharap sebaliknya. 

Di sisi lain, data menunjukkan ekspor emas dari Swiss melonjak 30% secara bulanan pada Maret.

Pengiriman ke Inggris mencapai level tertinggi sejak Desember, sementara ekspor ke China salah satu konsumen emas terbesar naik 18%.

Data ekonomi AS juga menunjukkan penjualan ritel naik lebih tinggi dari ekspektasi pada Maret, didorong kenaikan harga bahan bakar serta belanja masyarakat yang ditopang oleh pengembalian pajak.

Sementara itu, kepemilikan emas oleh ETF terbesar dunia, SPDR Gold Trust, tercatat turun tipis 0,1% menjadi 965,94 metrik ton pada Senin.

Di pasar logam lainnya, perak naik 1% ke US$ 77,47 per ons troi. Platinum menguat 0,8% ke US$ 2.052,99, dan paladium naik 1,3% ke US$ 1.552,75 per ons troi. 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Selasa, 21 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah Akibat Ketegangan Diplomatik Amerika Serikat-Iran

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah Akibat Ketegangan Diplomatik Amerika Serikat-Iran

Equityworld Futures | Nilai tukar emas global mengalami penyusutan hingga menyentuh titik terendah dalam sepekan pada perdagangan Senin (20/4/2026). Penurunan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong penguatan nilai tukar dollar AS serta lonjakan harga minyak mentah.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Terombang-Ambing Perang, Kepercayaan Sudah Runtuh

Kondisi pasar modal bereaksi negatif setelah Iran melontarkan ancaman balasan atas penyitaan kapal kargo miliknya oleh otoritas Amerika Serikat. Ketidakpastian geopolitik tersebut memicu kekhawatiran terhadap kelancaran arus logistik di Selat Hormuz yang saat ini masih terhenti sebagian.

Berdasarkan data yang dilansir dari Money melalui Reuters, harga emas di pasar spot terkoreksi 0,4 persen menjadi 4.810,26 dollar AS per ons pada penutupan Senin waktu setempat. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni merosot 1 persen ke posisi 4.828,8 dollar AS per ons.

Analis pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, mengamati bahwa memanasnya situasi di Timur Tengah secara langsung mengubah prospek harga logam mulia tersebut di pasar internasional.

"Situasi di Timur Tengah jelas kembali memanas, sehingga proyeksi harga emas sedikit condong ke arah penurunan di tengah meningkatnya risiko lonjakan tajam harga minyak, yang dapat mendorong dollar AS dan imbal hasil obligasi lebih tinggi," ujar Fawad Razaqzada.

Kenaikan harga minyak sekitar 5 persen turut meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global. Kondisi ini memungkinkan bank sentral untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi, yang secara historis mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi tanpa imbal hasil.

Sentimen negatif pasar juga didorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menilai bahwa investor saat ini lebih fokus pada indikator harian yang menekan harga emas.

"Para pelaku pasar emas saat ini memilih faktor harian yang bersifat negatif, seperti dollar yang lebih kuat dan imbal hasil yang lebih tinggi," kata Jim Wyckoff.

Penurunan nilai jual tidak hanya melanda emas, tetapi juga merembet ke komoditas logam mulia lainnya. Perak di pasar spot tercatat turun 1,3 persen menjadi 79,76 dollar AS per ons.

Penurunan berlanjut pada platinum yang merosot 1,4 persen ke level 2.073,28 dollar AS per ons. Sedangkan paladium terpangkas 0,2 persen ke angka 1.556,00 dollar AS per ons setelah sebelumnya sempat berada di posisi terendah mingguan.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Senin, 20 April 2026

Equityworld Futures | Ketegangan di Timur Tengah Kembali Memanas, Harga Emas Tembus US$4.800 Per Ons

Equityworld Futures | Ketegangan di Timur Tengah Kembali Memanas, Harga Emas Tembus US$4.800 Per Ons

Equityworld Futures | Harga minyak mentah dunia sempat mengalami penurunan hingga ke level US$84 per barel untuk jenis WTI saat Iran membuka kembali Selat Hormuz. Namun sikap Iran tersebut hanya berlangsung sesaat sebagai respon sikap AS yang dinilai Iran tetap memblokade Selat Hormuz.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Babak Belur Dihantam Kabar Panas dari Hormuz

Tetapi, ketegangan kembali pecah seiring dengan  langkah Iran yang kembali menutup Selat Hormuz, bahkan sempat memicu serangan terhadap kapal niaga milik India.

Harga minyak mentah dunia pun kembali naik, dimana untuk jenis WTI ditransaksikan dikisaran level US$88,5 per barel dan jenis Brent naik dikisaran level US$94,7 per barel.

Pada perdagangan hari ini, sejumlah kabar menyebut bahwa Iran membantah akan berpartisipasi dalam pembicaraan damai dengan pihak AS. 

Sejauh ini pasar disebutkan Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, masih merespon negatif tensi geopolitik yang berkembang belakangan ini. 

Di sisi lain, pasar saham di Asia pada perdagangan pagi ini mayoritas berada di zona hijau. Penguatan bursa saham di Asia juga turut berpeluang mendorong penguatan pada bursa saham di tanah air, dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini turut dibuka menguat di level 7.663, meskipun kerap ditransaksikan di zona merah sejauh ini. 

“Namun kinerja mata uang Rupiah yang menguat dikisaran 17.165 per Dolar AS berpeluang menjadi katalis positif bagi IHSG,” ujar Gunawan di Medan, Senin (20/4/2026).

Selain itu harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$4.800 per ons troy, atau lebih tinggi dibandingkan dengan hari Jumat pekan lalu. 

Harga emas sendiri bahkan sempat berada dikisaran US$4.830 di akhir pekan kemarin saat harga minyak mengalami penurunan tajam. Harga emas saat ini ditransaksikan sekitar Rp2,66 juta per gram.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Jumat, 17 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Hari Ini Tak Berubah, Perak Turun 1 Persen

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Hari Ini Tak Berubah, Perak Turun 1 Persen

Equityworld Futures | Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Kamis (17/4/2026), setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam satu bulan pada sesi sebelumnya.

Equityworld Futures | Kilau Harga Emas Meredup Dicuri Dolar, Investor Pelototi Diplomasi AS-Iran

Harga emas spot tercatat relatif tidak berubah di level US$4.785,57 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 0,3% ke posisi US$4.808,30 per ons.

Di sisi lain, harga perak spot turun 1% menjadi US$78,29 per ons. Laporan Silver Institute dan Metals Focus menyebutkan pasar perak tengah menuju tahun keenam defisit struktural, dengan penarikan stok mencapai 762 juta troy ons sejak 2021.

Adapun logam mulia lainnya, platinum turun 0,6% ke US$2.096,20 per ons dan palladium melemah 0,7% ke US$1.561,50 per ons.

Pergerakan harga emas dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan ekspektasi suku bunga. Logam mulia ini sempat tertekan pada Maret lalu setelah pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada akhir Februari.

Kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi dan ketatnya likuiditas pasar turut membebani harga emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil (zero-yielding asset), emas cenderung kurang diminati saat suku bunga berada di level tinggi.

Namun, harapan meredanya ketegangan antara AS dan Iran mulai mendorong pemulihan harga emas. Kedua negara dilaporkan akan kembali melanjutkan pembicaraan damai setelah negosiasi sebelumnya mengalami kebuntuan.

Direktur perdagangan logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan bahwa meredanya konflik berpotensi meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve ke depan.

“Jika ketegangan AS-Iran mereda atau perang berakhir, kemungkinan penurunan suku bunga akan meningkat, dan itu bisa mendukung harga logam mulia,” ujarnya, dilansir dari Reuters.

Dari sisi data ekonomi, klaim awal tunjangan pengangguran di AS tercatat menurun pada pekan lalu. Hal ini menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang masih relatif stabil, meskipun dunia usaha tetap berhati-hati dalam perekrutan akibat ketidakpastian geopolitik.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Kamis, 16 April 2026

Equityworld Futures | Harga emas dunia turun pada Rabu, 15 April 2026, tetapi emas batangan tetap berada di jalur kenaikan mingguan.

Equityworld Futures | Harga emas dunia turun pada Rabu, 15 April 2026, tetapi emas batangan tetap berada di jalur kenaikan mingguan. 

Equityworld Futures | Hal ini karena investor mengamati harapan gencatan senjata permanen dalam perang antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Equityworld Futures | Jangan Kaget kalau Harga Emas Jadi Begini

Dikutip dari Investing.com, Kamis, 16 April 2026, harga emas spot XAU/USD turun satu persen menjadi USD4.794,67 per ons, melemah dari level tertinggi satu bulan. Harga emas berjangka turun 0,7 persen menjadi USD4.817,26 per ons.
Emas terus pulih dari penurunan Maret
Harga spot logam mulia ini tercatat sekitar satu persen lebih tinggi minggu ini, sebagai tanda potensial munculnya kembali selera risiko setelah indikasi AS dan Iran mungkin mendekati jalan keluar dari konflik yang dimulai pada akhir Februari. Selera risiko tersebut telah menyebabkan Wall Street kembali mencapai rekor tertinggi dan menghapus semua kerugian sejak awal permusuhan.

Sepanjang Maret, emas terpukul oleh lonjakan harga minyak akibat perang, yang memicu kekhawatiran akan lonjakan tekanan inflasi di berbagai negara di dunia. Hal ini kemudian mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral global, prospek yang tidak menguntungkan bagi logam non-imbal hasil seperti emas.

Pada saat yang sama, investor sebagian besar berbondong-bondong ke dolar AS sebagai benteng selama perang, meskipun emas batangan sering dipandang sebagai tempat berlindung yang aman bagi investor selama masa-masa pergolakan geopolitik.

Yang mendasari daya tarik dolar AS adalah pandangan AS, sebagai pengekspor energi bersih, secara umum terlindungi dari terhambatnya pasokan minyak melalui Selat Hormuz, jalur air vital di lepas pantai selatan Iran yang dilalui sekitar seperlima minyak mentah dunia.

"Sekarang semuanya bergantung pada bagaimana emas berperilaku di sekitar USD4.800. Jika dapat menembus dan bertahan di atas level ini, maka itu akan mendorong para investor bullish. Tetapi penembusan berkepanjangan di bawah level ini dapat menyebabkan aksi ambil untung, setelah kenaikan yang terjadi selama tiga minggu terakhir," kata analis pasar senior di Trade Nation David Morrison.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Rabu, 15 April 2026

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Optimisme Penyelesaian Konflik Timur Tengah

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Optimisme Penyelesaian Konflik Timur Tengah 

Equityworld Futures | Wall Street menguat pada Selasa (14/4/2026) dipicu optimisme penyelesaian konflik Timur Tengah.
 

Equityworld Futures | Kabar Gembira! Harga Emas Antam Logam Mulia Hari ini Melonjak

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, naik 317,74 poin, atau sekitar 0,66 persen, menjadi 48.535,99. Indeks S&P 500 meningkat 81,14 poin, atau sekitar 1,18 persen, menjadi 6.967,38. Indeks komposit Nasdaq melonjak 455,35 poin, atau sekitar 1,96 persen, menjadi 23.639,08.

Perundingan penyelesaian perang AS-Iran akan kembali berlangsung di Pakistan dalam dua hari ke depan. Sementara itu, delegasi Israel dan Lebanon melakukan pertemuan dengan Sekretaris Luar Negeri AS Marco Rubio dengan Israel menuntut Lebanon melakukan pelucutan senjata terhadap Hezbollah.

Sentimen positif juga datang dari data inflasi yang menunjukkan harga indeks produsen meningkat lebih rendah dari ekspektasi pada Maret karena biaya layanan tidak mengalami perubahan. Chief Market Strategist Ameriprise Anthony Saglimbene menyebut solidnya awal musim perolehan laba AS turut mendukung pasar saham.

Saham BlackRock  melonjak 3,02 persen usai mencatatkan peningkatan perolehan laba kuartal pertama. Saham Citigroup meningkat 2,61 persen ke level tertinggi dalam dua dekade terakhir setelah mencatatkan perolehan laba kuartal pertama melampaui ekspektasi.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2026 naik 1,7 persen menjadi US$4.850,1 per ons. Indeks dolar AS turun 0,25 persen.

Bursa saham Eropa menguat pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 1 persen, seiring melonjaknya saham sektor perbankan, industri, dan teknologi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 26,1 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 10.609,06. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melonjak 301,78 poin, atau sekitar 1,27 persen, menjadi 24.044,22.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, meningkat 262,3 poin, atau sekitar 1,46 persen, menjadi 18.286,1. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 91,88 poin, atau sekitar 1,12 persen, menjadi 8.327,86.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,33ersen terhadap dolar AS menjadi 1,3548 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1494 euro per pound.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga emas dunia melesat pada perdagangan kemarin. Rencana dialog antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang melegakan pelaku pasar.

Equityworld Futures | Harga emas dunia melesat pada perdagangan kemarin. Rencana dialog antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang melegakan pelaku pasar.

Equityworld Futures | Pada Selasa (14/4/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup US$ 4.837,8/troy ons. Melonjak hampir 2% dari hari sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak 17 Maret atau hampir sebulan terakhir.

Equityworld Futures | Harga Emas Malah Anjlok di Tengah Perang AS-Iran, Ini yang Terjadi

Perkembangan di Timur Tengah menjadi angin segar bagi harga emas. Sebagaimana diwartakan Bloomberg News, AS dan Iran berencana kembali ke meja perundingan setelah gagal mencapai kesepakatan dalam dialog di Islamabad (Pakistan) pada akhir pekan lalu.

“Pembicaraan akan berlanjut dalam dua hari ke depan,” ungkap Presiden AS Donald Trump.

Sementara Iran disebut mulai menunda pengiriman kapal di Selat Hormuz, Langkah ini bisa sedikit meredakan ketegangan di selat tersebut.

Merespons rencana perundingan AS-Iran, harga minyak ambruk. Pagi ini, harga minyak jenis brent jatuh hampir 5% ke US$ 94,72/barel pada pukul 06:28 WIB.

Jika AS-Iran berhasil sepakat untuk mengakhiri perang, maka harga energi dunia akan lebih terkendali. Dengan begitu, dunia tidak akan dihantui ancaman inflasi tinggi akibat mahalnya harga energi.

Bank sentral pun jadi punya ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga. Hal ini tentu menjadi sentimen positif bagi emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset).

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Senin, 13 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tergelincir di tengah Rencana AS Memblokade Selat Hormuz

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tergelincir di tengah Rencana AS Memblokade Selat Hormuz

Equityworld Futures | Harga emas hari ini di pasar global tergelincir, karena rencana AS untuk memblokade Selat Hormuz meningkatkan risiko inflasi.

Equityworld Futures | Harga Emas Terus Menguat, Dolar AS Melemah Jadi Pemicu Utama

Mengutip Bloomberg, Senin (13/4), harga emas spot turun 0,65% menjadi US$ 4.718,67 per troi ons pada pukul 17.05 WIB.

Harga emas sempat turun 2,2% ke bawah US$ 4.650 per troi ons, sebelum memangkas kerugian pada Senin sore. Kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi meningkat setelah perundingan perdamaian AS-Iran berakhir tanpa resolusi, dan rencana Washington untuk memblokade Selat Hormuz memperdalam guncangan pasokan energi global.

Militer AS mengatakan akan mulai memblokade pada pukul 10 pagi waktu wilayah Timur, setelah negosiasi akhir pekan dengan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengubah gencatan senjata menjadi perdamaian abadi.

Presiden AS Donald Trump juga mengatakan AS akan mencegat kapal apa pun yang telah membayar biaya kepada Iran untuk jalur aman melalui Hormuz.  

Lonjakan harga energi sejak konflik dimulai telah meningkatkan risiko inflasi, sehingga bank sentral lebih cenderung menunda pemangkasan suku bunga, atau bahkan menaikkannya. Ini berdampak negatif bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil. 

Nilai tukar dollar AS naik pada Senin, yang juga menjadi hambatan bagi harga emas, yang diperdagangkan dalam mata uang AS.

Paras Gupta, Kepala Manajemen Portofolio Asia di Union Bancaire Privee, mengatakan, peristiwa selama akhir pekan jelas membahayakan gencatan senjata yang rapuh dan kemungkinan akan memperpanjang konflik. "Namun, pergerakan harga emas kurang signifikan dibandingkan awal perang," imbuhnya mengutip Bloomberg, hari ini.

Dalam analisis awal mengenai dampak perang terhadap perekonomian Uncle Sam, inflasi Maret naik terbesar dalam hampir empat tahun. 

Menurut Manav Modi, Analis Di Motilal Oswal Financial Services Ltd., ekspektasi inflasi yang tinggi memperumit prospek kebijakan Federal Reserves, memperkuat lingkungan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. "Emas tetap terjebak di antara dukungan geopolitik dan hambatan makroekonomi," jelasnya, melansir Bloomberg, Senin (13/4). 

Harga emas telah turun sekitar 10% sejak konflik Timur Tengah dimulai pada akhir Februari. Krisis likuiditas pada minggu-minggu awal, mendorong investor menjual emas untuk menutupi kerugian pada aset lain. Baru-baru ini, emas telah pulih sebagian dari penurunan, karena fokus yang semakin meningkat pada perlambatan pertumbuhan ekonomi, mengimbangi risiko kenaikan suku bunga.

Daniel Hayes, Ahli Strategi Komoditas Senior di ANZ Banking Group Ltd., mengatakan, pergeseran ini seharusnya terus memberikan dukungan bagi harga emas meskipun terjadi penurunan pada Senin. Dia menduga harga emas bisa terancam ke level terendah pekan lalu di US$ 4.650 per troi ons, tetapi pada akhirnya akan bertahan di level ini. 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tergelincir di tengah Rencana AS Memblokade Selat Hormuz

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tergelincir di tengah Rencana AS Memblokade Selat Hormuz

Equityworld Futures | Harga emas hari ini di pasar global tergelincir, karena rencana AS untuk memblokade Selat Hormuz meningkatkan risiko inflasi.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun ke Level Terendah Sepekan, Dolar Menguat dan Minyak Tembus US$100

Mengutip Bloomberg, Senin (13/4), harga emas spot turun 0,65% menjadi US$ 4.718,67 per troi ons pada pukul 17.05 WIB.

Harga emas sempat turun 2,2% ke bawah US$ 4.650 per troi ons, sebelum memangkas kerugian pada Senin sore. Kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi meningkat setelah perundingan perdamaian AS-Iran berakhir tanpa resolusi, dan rencana Washington untuk memblokade Selat Hormuz memperdalam guncangan pasokan energi global.

Militer AS mengatakan akan mulai memblokade pada pukul 10 pagi waktu wilayah Timur, setelah negosiasi akhir pekan dengan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengubah gencatan senjata menjadi perdamaian abadi.

Presiden AS Donald Trump juga mengatakan AS akan mencegat kapal apa pun yang telah membayar biaya kepada Iran untuk jalur aman melalui Hormuz.  

Lonjakan harga energi sejak konflik dimulai telah meningkatkan risiko inflasi, sehingga bank sentral lebih cenderung menunda pemangkasan suku bunga, atau bahkan menaikkannya. Ini berdampak negatif bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil. 

Nilai tukar dollar AS naik pada Senin, yang juga menjadi hambatan bagi harga emas, yang diperdagangkan dalam mata uang AS.

Paras Gupta, Kepala Manajemen Portofolio Asia di Union Bancaire Privee, mengatakan, peristiwa selama akhir pekan jelas membahayakan gencatan senjata yang rapuh dan kemungkinan akan memperpanjang konflik. "Namun, pergerakan harga emas kurang signifikan dibandingkan awal perang," imbuhnya mengutip Bloomberg, hari ini.

Dalam analisis awal mengenai dampak perang terhadap perekonomian Uncle Sam, inflasi Maret naik terbesar dalam hampir empat tahun. 

Menurut Manav Modi, Analis Di Motilal Oswal Financial Services Ltd., ekspektasi inflasi yang tinggi memperumit prospek kebijakan Federal Reserves, memperkuat lingkungan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. "Emas tetap terjebak di antara dukungan geopolitik dan hambatan makroekonomi," jelasnya, melansir Bloomberg, Senin (13/4). 

Harga emas telah turun sekitar 10% sejak konflik Timur Tengah dimulai pada akhir Februari. Krisis likuiditas pada minggu-minggu awal, mendorong investor menjual emas untuk menutupi kerugian pada aset lain. Baru-baru ini, emas telah pulih sebagian dari penurunan, karena fokus yang semakin meningkat pada perlambatan pertumbuhan ekonomi, mengimbangi risiko kenaikan suku bunga.

Daniel Hayes, Ahli Strategi Komoditas Senior di ANZ Banking Group Ltd., mengatakan, pergeseran ini seharusnya terus memberikan dukungan bagi harga emas meskipun terjadi penurunan pada Senin. Dia menduga harga emas bisa terancam ke level terendah pekan lalu di US$ 4.650 per troi ons, tetapi pada akhirnya akan bertahan di level ini. 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Kamis, 09 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil di US$4.715 Kamis (9/4) Pagi, Menunggu Kejelasan Gencatan Senjata

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil di US$4.715 Kamis (9/4) Pagi, Menunggu Kejelasan Gencatan Senjata

Equityworld Futures | Harga emas bergerak stabil pada Kamis (9/4/2026), seiring investor memilih menahan posisi sambil menunggu kejelasan terkait perkembangan pembicaraan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, serta rilis data inflasi utama AS.

Equityworld Futures | Harga Emas Tembus Level Tertinggi Tiga Pekan

Melansir Reuters, harga emas spot tercatat relatif tidak berubah di level US$4.715,42 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni turun 0,8% menjadi US$4.739,20 per ons troi. 

Pelaku pasar masih mencermati dinamika geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah Israel melancarkan serangan besar ke Lebanon, yang memicu ancaman balasan dari Iran.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, bahkan menyebut bahwa melanjutkan perundingan damai dengan AS menjadi “tidak masuk akal” di tengah kondisi tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa situasi kawasan masih sangat volatil meski Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan gencatan senjata.

Tertekan Inflasi dan Suku Bunga

Sejak konflik AS-Israel dengan Iran pecah pada akhir Februari, harga emas tercatat telah turun lebih dari 10%.

Kenaikan harga energi mendorong kekhawatiran inflasi dan mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga.

Risalah rapat Federal Reserve pada 17-18 Maret menunjukkan semakin banyak pejabat yang mempertimbangkan kenaikan suku bunga guna menahan inflasi yang masih berada di atas target 2%.

Investor kini menanti data Personal Consumption Expenditures (PCE) Februari serta klaim pengangguran mingguan AS yang akan dirilis dalam waktu dekat, untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya. 

Prospek Emas


Meski dalam jangka pendek bergerak terbatas, prospek emas dinilai masih positif di tengah ketidakpastian geopolitik.

Standard Chartered memperkirakan, harga emas berpotensi kembali menguat dalam beberapa bulan ke depan, seiring meningkatnya risiko geopolitik global.

Logam Lain Bergerak Variatif

Di pasar logam lainnya, harga perak turun 0,4% menjadi US$73,83 per ons troi. Platinum melemah 0,2% ke US$2.025,75, sementara paladium naik 0,3% ke US$1.559,29. 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Rabu, 08 April 2026

Equityworld Futures | Wall Street Dibuka Memerah Selasa (7/4), Jelang Tenggat Trump ke Iran

Equityworld Futures | Wall Street Dibuka Memerah Selasa (7/4), Jelang Tenggat Trump ke Iran

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street dibuka melemah pada Selasa (7/4/2026) seiring investor mencermati perkembangan terbaru konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik di Atas 2%, Dipicu Harapan Gencatan Senjata Iran dan AS

Menjelang tenggat yang ditetapkan Presiden AS, Donald Trump, untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Melansir Reuters, pada pembukaan perdagangan, Indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 74,9 poin (0,16%) ke 46.744,76, S&P 500 turun 9,9 poin (0,15%) ke 6.601,93, dan Nasdaq Composite melemah 69,2 poin (0,31%) ke 21.927,087. 

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya telah menyerang target militer di Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran, meski tidak berdampak pada infrastruktur energi.

Iran kemudian menyatakan tidak lagi akan menahan diri untuk menyerang infrastruktur negara-negara Teluk.

Komentar tersebut muncul menjelang tenggat Trump, yang hingga kini tidak menunjukkan tanda-tanda akan dipenuhi oleh Iran.

Sumber senior Iran menyebut pembicaraan damai hanya bisa dimulai jika serangan dihentikan.

“Apa yang terlihat dari reaksi pasar adalah pengakuan bahwa akhir konflik tidak sedekat yang diharapkan,” kata Chris Zaccarelli, Chief Investment Officer Northlight Asset Management. 

Ia menambahkan, konflik kemungkinan masih akan berlanjut dengan serangan lanjutan dan retorika yang semakin memanas, sehingga membuat pelaku pasar berada dalam posisi tidak nyaman dan mengantisipasi skenario yang lebih buruk.

Di sisi lain, pemerintah AS pada Senin mengumumkan kenaikan pembayaran kepada perusahaan asuransi swasta yang menyediakan program Medicare Advantage sebesar 2,48% rata-rata untuk 2027.

Kabar ini mendorong saham perusahaan asuransi kesehatan melonjak di pre-market, dengan: UnitedHealth Group naik sekitar 7%, Humana melonjak 9,9%, dan CVS Health menguat 7,3%.

Sebelumnya, Wall Street ditutup menguat pada Senin, menandai penguatan empat hari beruntun bagi S&P 500 dan Nasdaq, seiring investor mulai memposisikan diri menjelang musim laporan keuangan kuartalan.

Namun, sejak konflik Timur Tengah memanas, indeks S&P 500 telah turun sekitar 4%, setelah sebelumnya sempat pulih dari tekanan, terutama di sektor kredit swasta dan perusahaan perangkat lunak akibat kekhawatiran disrupsi berbasis AI.

UBS juga memangkas proyeksi indeks S&P 500 akhir 2026 menjadi 7.500 dari sebelumnya 7.700.

Pekan ini, pasar akan mencermati sejumlah data inflasi untuk melihat dampak kenaikan harga minyak terhadap tekanan harga.

Konflik Iran juga memperumit prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve, di tengah kekhawatiran inflasi yang kembali meningkat dan pasar tenaga kerja yang masih kuat.

Investor juga akan memperhatikan pernyataan pejabat The Fed seperti Austan Goolsbee, Philip Jefferson, dan Mary Daly untuk petunjuk arah kebijakan selanjutnya.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Selasa, 07 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Masuk Fase Tekanan, Masih Bisa Menguat Lagi?

Equityworld Futures | Harga Emas Masuk Fase Tekanan, Masih Bisa Menguat Lagi?

Equityworld Futures | Pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih berada dalam tekanan, seiring kombinasi sentimen teknikal dan fundamental yang cenderung negatif. XAU/USD saat ini menunjukkan kecenderungan bearish yang cukup kuat, setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan di area resistance penting.

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil, Tenggat Waktu Trump untuk Iran Membuat Pasar Waspada

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan, secara teknikal, pergerakan emas memperlihatkan sinyal pelemahan yang semakin jelas. Harga tidak mampu menembus area resistance sebelumnya dan justru membentuk pola candlestick bearish yang dominan.

"Pola ini mengindikasikan tekanan jual masih menguasai pasar. Selain itu, posisi harga yang telah menembus ke bawah indikator Moving Average 21 dan 34 semakin memperkuat konfirmasi tren penurunan dalam jangka menengah," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 7 April 2026.

Geraldo menjelaskan, struktur bearish yang terbentuk saat ini membuka peluang bagi harga emas untuk melanjutkan penurunan menuju area support terdekat. Dalam proyeksinya, apabila tekanan jual terus berlanjut, maka XAU/USD berpotensi turun ke level support pertama di kisaran 4.581.

"Bahkan, jika tekanan semakin kuat, harga dapat melanjutkan pelemahan hingga menyentuh support berikutnya di level 4.492," ujar dia. 

Skenario alternatif perlu diperhatikan pelaku pasar
Jika harga emas gagal melanjutkan penurunan dan justru mendapatkan dorongan beli, maka terdapat peluang rebound menuju area resistance di kisaran 4.708 hingga 4.786. Meski begitu, selama harga masih berada di bawah area resistance kunci, bias pergerakan cenderung tetap bearish.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas saat ini turut dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Dalam kondisi pasar yang penuh risiko, investor seringkali beralih ke dolar AS karena dianggap lebih likuid dan aman dalam jangka pendek.

"Hal ini menyebabkan permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai menjadi relatif berkurang," ungkap dia.
Konflik geopolitik global menambah tekanan terhadap pasar
Lonjakan harga minyak meningkatkan risiko inflasi, yang pada akhirnya mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Kondisi ini menjadi sentimen negatif bagi emas.

Suku bunga yang tinggi membuat instrumen investasi berbasis imbal hasil, seperti obligasi, menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan yield. Akibatnya, aliran dana cenderung beralih ke aset-aset berbunga, sehingga menekan harga emas lebih lanjut. Kombinasi antara penguatan dolar, kebijakan moneter yang ketat, serta tekanan inflasi ini memperkuat prospek pelemahan XAU/USD dalam jangka pendek.

Di tengah kondisi tersebut, pelaku pasar juga tetap mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat yang dapat memberikan arah baru bagi pergerakan harga emas. Setiap rilis data yang berkaitan dengan inflasi maupun kebijakan moneter berpotensi memicu volatilitas yang cukup tinggi di pasar logam mulia.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures melalui analis Geraldo menilai bahwa tren bearish pada emas masih cukup dominan untuk saat ini. Selama tidak ada perubahan signifikan baik dari sisi teknikal maupun fundamental, peluang penurunan harga masih terbuka lebar.

"Oleh karena itu, investor disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi lanjutan pelemahan, sembari memperhatikan level-level kunci yang dapat menjadi penentu arah pergerakan harga emas berikutnya," kata dia.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami