Selasa, 02 Mei 2017

Hidup Ini Terlalu Singkat, Bro! Untuk Itu, Lakukan 5 Hal Ini Agar Segalanya Makin Berarti

Equity World | Hidup Ini Terlalu Singkat, Bro! Untuk Itu, Lakukan 5 Hal Ini Agar Segalanya Makin Berarti



Equity World | Hidup memang sebuah misteri, kita tak bisa memilih dilahirkan di keluarga yang seperti apa, kadang tak bisa menghindar dari musibah, dan tak selalu bisa mencapai apa yang didambakan, dan kemudian engkau berfikir bahwa Pemberi kehidupan ini tak adil. Engkau mengeluh dan marah, karena membanding-bandingkan hidupmu dengan orang lain.

Hai stop, mengeluh atau marah tidak membuat sejengkal lebih baik hidupmu, malah akan semakit terlihat buruk. Bukankah hidup ini sangat singakat? dan sangat sayang jika dilalui dengan tidak bahagia, beberapa pikirkan ini semoga mencegahmu dari mengeluh yang membuatmu tidak bahagia selama ini.

1. Kamu hidup untuk mati. Bukan fanatik, hanya mengingatkan saja

Setiap umat beragama percaya bahwa ada kehidupan yang kekal setelah hidup di bumi ini berakhir, namun kadang banyak yang lupa akan keyakinan itu, cara hidup kita memperlihatkan seolah-olah kita akan hidup selamanya di dunia ini.

Sadarlah atau seringlah mengingat bahwa ada kehidupan yang kekal setelah kehidupan ini berakhir, bisa berhenti untuk mengeluh atau marah atas perasaan tidak adil yang  dirasakan, dan mulai mempersiapkan diri untuk kehidupan kekal itu. Karena pencapaian financial manusia di bumi tidak menentukan tempatnya di kekekalan.

2. Lihatlah ke bawah, karena di sana kamu akan menemukan arti kehidupan yang sebenarnya

Ya memandang kebawah adalah cara paling jitu membuat kita berhenti bersungut-sungut, lihatlah orang-orang yang tinggal sebatang kara, lihatlah orang-orang yang terbaring sakit ada yang sudah bertahun-tahun, lihatlah orang-orang korban peperangan, semoga itu membuat kita berhenti bersungut-sungut tapi juga mulai berfikir supaya kehadiran kita di bumi ini boleh berarti bagi orang lain.

Baca juga : Kalau Tak Mau Diremehkan Orang, 5 Sikap Ini Ada Baiknya Kamu Kurangi Mulai Sekarang | Equity World

https://goo.gl/SeQW5w
 

3. Berikan perhatian untuk orang-orang tercinta

Mengisi waktu dengan mengeluh dan membanding-bandingkan hidup yang sedang di jalani dengan kehidupan orang lain akan mengurangi waktu kita untuk berkarya, ingatlah masih ada orang yang sayang terhadap kita yang perlu kita perhatikan, jika secara financial belum bisa membahagiakan mereka setidaknya waktumu dan perhatianmu bisa kau berikan, so berhentilah mengeluh berkaryalah untuk orang tercinta.

4. Jangan sia-siakan lingkungans sekitarmu mesk sekadar berbagi senyum dan tawa
the stocks 2

Di jalan – di kantor – di rumah, jika kamu salah satu yang menghabiskan waktu seharian di tiga tempat ini.

5. Rayulah Tuhanmu sesering mungkin, karena hanya Dia yang mampu membolak-balikkan seluruh alur kehidupanmu

Dan yang paling pertama dan yang utama yang harus kau lakukan adalah mendekatkan diri kepada Tuhan, kejadianmu adalah istimewah, engkau sel telur yang berhasil menembus dinding rahim ibumu dari ribuan sel telur, engkau bukan tanpa sengaja Tuhan ciptakan dibumi ini, karena itu tepislah setiap pemikiran yang menyatakan Sang Khalik berbuat curang atas hidupmu, mendekatlah kepada-Nya maka kau akan tau betapa sangat megasihimu dan punya rencana yang indah atas hidupmu.

Tak kalah menarik kunjungi juga : Equity World

Jumat, 28 April 2017

Kenapa Ada Orang yang Gemar Pedas dan Ada yang Tidak?

PT Equityworld | Kenapa Ada Orang yang Gemar Pedas dan Ada yang Tidak?
 

PT Equityworld | Rasa pedas pada cabai ditimbulkan oleh senyawa kimia bernama capsaicin. Senyawa tersebut sebetulnya sistem pertahanan untuk mengusir predator namun sialnya justru malah semakin membuat cabai disukai manusia.

Nah terkait hal tersebut toleransi terhadap pedasnya cabai ini bisa berbeda-beda untuk tiap orang. Sebagian mungkin akan menambahkan cabai pada menu makanan apapun sementara sebagian lainnya mungkin cukup mencium aroma cabai saja sudah bisa berkeringat kepedasan.

Apa yang bisa membuat hal ini terjadi? Pembaca acara SciShow Hank Green mengatakan ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi.

"Pertama bisa saja seseorang lahir dengan sensitivitas yang lebih tumpul terhadap pedas. Alasannya karena pedas dideteksi oleh reseptor saraf bernama TRPV 1. Menurut peneliti genetik yang menghasilkan TRPV 1 ini bisa berbeda-beda untuk tiap orang," kata Hank seperti dikutip dari kanal resmi SciSchow di YouTube.

Baca juga : Nggak Banyak yang Tahu. Ternyata 7 Hal Ini Adalah Warisan Gen Orangtuamu | PT Equityworld
https://goo.gl/GMxHhE
 

Alasan berikutnya bisa juga seseorang lebih toleran terhadap pedas karena memang tubuhnya sudah terbiasa. Studi telah membuktikan bahwa efek desensitisasi dapat terjadi pada senyawa capsaicin.

Ketika cabai pertama kali dikonsumsi maka reseptor TRPV 1 akan bereaksi penuh, namun lama kelamaan bila cabai terus dikonsumsi reseptor bisa jadi lebih 'tumpul' membuat intensitas pedasnya berkurang.

"Jadi semakin sering orang mengonsumsi makanan pedas maka dirinya akan semakin terbiasa dengan sensasi terbakar yang dihasilkan," kata Hank.

Tak kalah menarik kunjungi juga : PT Equityworld

Kamis, 27 April 2017

Berlari Satu Jam dalam Seminggu Bisa Perpanjang Usia

Equityworld Futures | Berlari Satu Jam dalam Seminggu Bisa Perpanjang Usia


Equityworld Futures | Para ilmuwan mengungkapkan, berlari selama satu jam dalam seminggu adalah olahraga yang paling efektif untuk meningkatkan harapan hidup. Tak peduli seberapa jauh dan seberapa cepat Anda berlari.

Penelitian yang dilakukan di Iowa State University menganalisis kembali data dari The Cooper Institute di Texas dan juga memeriksa kembali hasil dari sejumlah penelitian terbaru lainnya yang melihat kaitan antara olahraga dan kematian. Para peneliti menemukan, bahwa ulasan terbaru memperkuat hasil penelitian sebelumnya.

Berapapun kecepatan dan jarak tempuhnya, risiko kematian dapat turun hingga 40 persen saat seseorang rutin berlari.

Bahkan hal ini tetap berlaku, ketika para peneliti mengendalikan kebiasaan merokok, minum alkohol, ataupun berbagai masalah kesehatan seperti obesitas.

Mereka mengikuti para peserta selama 15 tahun dan menemukan bahwa lebih dari 3.000 orang meninggal dunia, hanya sepertiga kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung.

Penulis penelitian Dr Duck-chul Lee, seorang profesor kinesiologi di Iowa State University mengungkapkan bahwa, ketika studi ini dipublikasikan, tim peneliti diburu dengan berbagai pertanyaan apakah kegiatan lain seperti berjalan kaki juga memiliki manfaat yang sama.

Pelari jarak jauh juga mempertanyakan apakah yang mereka lakukan berlebihan, karena di titik tertentu, berlari memang bisa menyebabkan kematian dini.

Setelah menganalisa data dalam studi baru ini, para peneliti menentukan bahwa dari jam ke jam, secara statistik berlari mengembalikan lebih banyak waktu kehidupan seseorang.

Dalam studi The Cooper Institute, para peserta melaporkan bahwa mereka rata-rata berjalan kaki dua jam per minggu.

Para peneliti juga mengungkapkan bahwa, peserta penelitian yang bukan pelari, tapi menjalankan olahraga lari selama penelitian, terbukti menurunkan angkan kematian 16 persen dan yang menderita serangan jantung 25 persen lebih sedikit.

Baca juga : Tak Muluk-muluk, Orangtua Hanya Punya 5 Impian Ini Terhadap Anaknya. Sudahkah Terwujud? | Equityworld Futures
https://goo.gl/xdUVS5
 

Jenis latihan lainnya juga terbukti bermanfaat. Berjalan dan bersepeda menurunkan risiko kematian dini sekitar 12 persen

Dr Lee mengatakan, para peneliti masih belum yakin mengapa berlari bisa membantu memperpanjang umur.

Namun menurutnya, hal itu kemungkinan karena olahraga tersebut memerangi banyak faktor risiko umum penyebab kematian dini, termasuk tekanan darah tinggi dan lemak tubuh berlebih, terutama di bagian tengah tubuh.

Meski demikian, berlari takkan membuat Anda abadi dan harapan hidup lebih panjang takkan lebih dari tiga tahun.

Perbaikan harapan hidup pada umumnya meningkat sekitar empat jam setiap minggu, kata Dr Lee.

Tak kalah menarik kunjungi juga : Equityworld Futures

Rabu, 26 April 2017

Ini risiko jika kamu sering menggunakan sarung bantal berbahan katun

Equity World | Ini risiko jika kamu sering menggunakan sarung bantal berbahan katun
 

Equity World | Saat kita beristirahat tentu saja menginginkan tempat istirahat yang nyaman dengan tempat tidur dan bantal yang empuk. Namun jangan salah, bukan hanya kenyamanan, kualitas bantal juga mempengaruhi kesehatan wajah loh.

Dikutip dari brilio.net, menurut perawat kecantikan asal Australia, Laura Lynch, bantal berbahan katun dapat menimbulkan kariput pada kulit wajah.

"Katun tidak membuat kulit bergerak, dia akan memerangkap kulit, menariknya pada posisi tertentu dan tidak bisa membuat kulit kembali ke bentuk alamiahnya," jelasnya.

Laura menyarankan agar memiliki sarung bantal berbahan sutra jika ingin merawat keelastisan kulit.

"Sutra merupakan serat alami, hipoalergenik, dan membuat kulit bisa bernapas dan membuat kulit bisa bergeser bebas," imbuhnya.

Baca juga : Kunci Sukses Dalam Menghadapi Interview Kerja, Tanpa Harus Takut atau Khawatir Sebelumnya | Equity World
https://goo.gl/MZ255w
 

Tapi, bukan hanya bahan bantal saja yang bisa membuat kulit keriput. Cara kamu berbaring dengan wajah terbalik atau menekan wajah ke bantal juga bisa menimbulkan efek penuaan.

Laura menambahkan, jika kamu terus menerus menekan wajah ke bantal, akan menyebabkan keriput permanen. Meskipun keriput akan hilang dalam beberapa jam setelah bangun, namun tetap saja bisa menimbulkan garis-garis halus dan keriput.

Tak kalah menarik kunjungi juga : Equity World