Kamis, 08 Januari 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Rebound pada Kamis (8/1), Investor Menanti Rilis Data Pekerjaan AS

Equityworld Futures | Harga Emas Rebound pada Kamis (8/1), Investor Menanti Rilis Data Pekerjaan AS

Equityworld Futures | Harga emas rebound pada perdagangan Kamis (8/1/2026) pagi.  Mengutip Bloomberg, pukul 07.33 WIB harga emas untuk pengiriman Februari 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 4.468,90 per ons troi, naik 0,14% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 4.462,50 per ons troi.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Ambruk Berjamaah, Bandar Mulai Obral Besar-Besaran

Harga emas rebound dan bergerak stabil setelah turun hampir 1% kemarin, menjelang rilis data pekerjaan AS. 

Para pedagang mengalihkan perhatian mereka ke rilis data ekonomi AS pada Jumat, termasuk data laporan pekerjaan Desember. 

Angka laporan pekerjaan yang lebih lemah akan mendukung spekulasi penurunan suku bunga, yang berpotensi mendorong kenaikan harga logam mulia. 

Demo Ewf 

Demo Equityworld

Rabu, 07 Januari 2026

Equityworld Futures | Siap-Siap Pesta Lagi! Harga Emas Mengintai Rekor Baru

Equityworld Futures | Siap-Siap Pesta Lagi! Harga Emas Mengintai Rekor Baru

Equityworld Futures | Harga emas dan perak kembali melesat bahkan mendekati rekor tertinggi karena risiko geopolitik meningkatkan permintaan aset safe haven.

Equityworld Futures | Siap-Siap Pesta Lagi! Harga Emas Mengintai Rekor Baru

Harga emas global memperpanjang kenaikannya pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), didukung oleh permintaan aset aman setelah Penangkapan presiden Venezuela oleh Amerika Serikat (AS) memicu ketegangan global. Sementara itu, investor menunggu data penggajian AS untuk mendapatkan wawasan tentang kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Mengutip data Yahoo Finance, Rabu, 7 Januari 2026, harga emas spot naik 0,8 persen menjadi USD4.485,39 per ons, setelah kenaikan hampir tiga persen pada sesi sebelumnya, membawa harga lebih dekat ke rekor tertinggi USD4.549,71 yang dicapai pada 24 Desember. Sementara kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup satu persen lebih tinggi pada USD4.496,10.

Serangan AS di Venezuela pada akhir pekan telah memicu permintaan safe-haven yang berkelanjutan untuk emas dan perak. Namun, mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengaku tidak bersalah atas tuduhan narkotika, setelah AS menangkapnya dan membawanya ke New York pada akhir pekan.

Emas, yang dianggap sebagai aset aman tradisional, naik 64,4 persen pada tahun lalu, mencatat kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979. Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung diuntungkan dari lingkungan suku bunga rendah.

Pada perdagangan Selasa (6/1/2026), harga emas dunia naik 1,09% di level US$4.496,79 per troy ons. Harga emas kini tengah tengah mengejar mendekati penutupan level tertinggi yang pernah tercipta pada 26 Desember 2025 di level US$4.549,71 per troy ons.

Pada perdagangan hari ini Rabu (7/1/2026) hingga pukul 06.31 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,02% di posisi US$4.497,65 per troy ons.

Harga emas melanjutkan kenaikannya pada perdagangan Selasa, didorong oleh permintaan aset aman setelah penangkapan presiden Venezuela oleh Amerika Serikat (AS) memicu ketegangan global, sementara investor menunggu data penggajian AS untuk mendapatkan wawasan tentang kebijakan suku bunga The Federal Reserve.

"Para pedagang logam mulia melihat lebih banyak risiko di masa depan daripada yang dilihat oleh para pedagang saham dan obligasi saat ini," ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, menambahkan bahwa penggerebekan AS di Venezuela pada akhir pekan telah memicu permintaan aset safe-haven yang berkelanjutan untuk emas dan perak.

Mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengaku tidak bersalah pada hari Senin atas tuduhan narkotika, setelah AS menangkapnya dan membawanya ke New York pada akhir pekan.

Emas, yang dianggap sebagai aset safe-haven tradisional, naik 64,4% tahun lalu, mencatat kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979.

Para pelaku pasar juga menantikan laporan ketenagakerjaan JOLTs pada hari ini dan laporan bulanan AS pada Jumat.

Sementara itu, Presiden The Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menyatakan bahwa perubahan suku bunga lebih lanjut harus "disesuaikan dengan cermat" untuk menyeimbangkan risiko pengangguran dan inflasi.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung diuntungkan dari lingkungan suku bunga rendah.

Morgan Stanley memproyeksikan harga emas dapat melonjak hingga US$4.800 per troy ons pada kuartal keempat tahun ini, dengan alasan penurunan suku bunga, perubahan kepemimpinan The Federal Reserve, dan pembelian yang kuat oleh bank sentral dan dana investasi.

Dalam catatan tertanggal 5 Januari, Morgan Stanley juga mengatakan bahwa peristiwa di Venezuela selama akhir pekan kemungkinan akan menarik pembeli ke emas sebagai aset aman, tetapi tidak menyebutkan hal ini sebagai alasan untuk perkiraan harga US$4.800 per troy ons tersebut.

Harga emas batangan mencapai rekor tertinggi US$4.549,71 per troy ons pada 26 Desember 2025, dan mengakhiri tahun 2025 dengan kenaikan 64%, kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Selasa, 06 Januari 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Gila-gilaan, Tembus Level Tertinggi Sepekan

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Gila-gilaan, Tembus Level Tertinggi Sepekan

Equityworld Futures | Harga emas naik gila-gilaan hingga menembus level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Senin (5/1/2026). Penguatan itu seiring meningkatnya permintaan aset safe haven setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer ke Venezuela.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Tajam usai Intervensi AS di Venezuela

Harga emas spot tercatat naik 2,57% ke level US$ 4.441,76 per ons troi, setelah sempat menyentuh posisi tertinggi sejak 29 Desember di awal perdagangan. Harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di US$ 4.550 per ons troi pada 26 Desember lalu.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup menguat 2,83% ke level US$ 4.452,2 per ons troi.

Analis menyebut eskalasi geopolitik terbaru kembali menguatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Alexander Zumpfe, trader logam mulia di Heraeus Metals Germany, mengatakan situasi Venezuela menjadi katalis tambahan di tengah ketidakpastian global yang sudah ada.

“Situasi di Venezuela jelas mengaktifkan kembali permintaan safe haven. Ini terjadi di tengah kekhawatiran yang sudah berlangsung terkait geopolitik, pasokan energi, dan arah kebijakan moneter,” ujar Zumpfe dikutip dari CNBC internasional.

Pada Sabtu (3/1/2026), AS melancarkan serangan langsung ke Venezuela dan menggulingkan Presiden Nicolas Maduro, yang menjadi intervensi paling terbuka Washington di Amerika Latin sejak invasi Panama pada 1989.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan jika Caracas menolak membuka industri minyaknya dan gagal menghentikan perdagangan narkoba. Trump juga menyinggung potensi tindakan terhadap Kolombia dan Meksiko terkait aliran narkotika ilegal.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Senin, 05 Januari 2026

Equityworld Futures | Sentimen Bullish Kuat, Harga Emas Berpotensi Tembus US$ 4.600 Pekan Ini

Equityworld Futures | Sentimen Bullish Kuat, Harga Emas Berpotensi Tembus US$ 4.600 Pekan Ini

Equityworld Futures | Pergerakan harga emas dunia masih menunjukkan bias positif dan membuka peluang mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) baru pada pekan ini. Dukungan sentimen komunitas trader serta tingginya ketidakpastian global terus memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Equityworld Futures | Ramalan Terbaru Harga Emas Usai AS Invasi Venezuela, Naik ke Berapa?

Pada perdagangan Jumat (2/1/2026), harga emas spot ditutup menguat 0,36% ke level US$ 4.330,5 per ons troi. Sementara itu, rekor tertinggi sepanjang masa harga emas tercatat di US$ 4.550,11, yang dicapai pada 29 Desember 2025.

Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menilai tren bullish emas masih berpotensi berlanjut selama tekanan beli tetap terjaga. Dalam skenario utama, harga emas diproyeksikan bergerak naik menuju area US$ 4.600 dalam sepekan ke depan.

“Level tersebut merupakan target psikologis penting yang berpotensi diuji jika harga mampu bertahan di atas area support kunci dan minat beli tetap solid,” ujar Andy dalam risetnya, baru-baru ini.

Waspadai Skenario Koreksi

Meski prospek penguatan masih terbuka, Andy mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mencermati skenario alternatif. Jika harga emas berbalik arah dan menembus level kunci US$ 4.139, tekanan jual diperkirakan meningkat dan membuka peluang koreksi menuju US$ 4.025 dalam jangka waktu satu minggu.

Dari sisi sentimen pasar, data komunitas trader menunjukkan sekitar 61% pelaku pasar berada di posisi long (bullish), sementara 39% lainnya mengambil posisi short.

“Kondisi ini mencerminkan dominasi optimisme di kalangan trader ritel, meskipun porsi posisi short yang masih cukup besar berpotensi memicu volatilitas tinggi jika terjadi breakout harga,” jelasnya.

Menurut Andy, komposisi sentimen tersebut mengindikasikan pasar masih memiliki ruang pergerakan signifikan, baik menuju penguatan lanjutan maupun koreksi tajam jika terjadi perubahan sentimen secara cepat.


Faktor Fundamental Masih Mendukung

Secara fundamental, tren bullish emas tetap ditopang oleh ketidakpastian makroekonomi global serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Harga emas sebelumnya berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah seiring meningkatnya permintaan aset aman di tengah kekhawatiran ekonomi global.

Ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Federal Reserve (The Fed) juga menjadi katalis positif. Spekulasi bahwa The Fed masih berpeluang memangkas suku bunga pada 2026 menopang minat beli emas, meskipun data ekonomi AS yang relatif solid berpotensi menunda kebijakan pelonggaran tersebut.

Dalam kondisi suku bunga rendah, emas menjadi semakin menarik karena menurunnya biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Di sisi lain, meskipun sempat tertekan oleh aksi profit taking di akhir tahun, harga emas mampu bangkit dari level terendah dua pekan terakhir. Hal ini mencerminkan minat beli yang tetap kuat, terutama dari investor yang memanfaatkan koreksi sebagai momentum akumulasi.

“Selama support utama mampu dipertahankan, peluang harga emas untuk mencetak rekor tertinggi baru tetap terbuka, meski volatilitas jangka pendek diperkirakan masih tinggi,” tutup Andy.

Demo Ewf  

Demo Equityworld