Selasa, 13 Januari 2026

Equityworld Futures | Warga Miskin Kelantan Kini Boleh Mendulang Emas Secara Legal

Equityworld Futures | Warga Miskin Kelantan Kini Boleh Mendulang Emas Secara Legal

Equityworld Futures | Pemerintah negara bagian Kelantan, Malaysia, resmi mengeluarkan kebijakan untuk melegalkan aktivitas mendulang emas skala kecil bagi warga kurang mampu. Langkah ini diambil sebagai upaya memberikan napas baru bagi ekonomi rakyat di tengah harga emas dunia yang terus meroket mendekati rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Usai Tembus US$4.600 per Ons Selasa (13/1), Investor Ambil Untung

Mulai 1 Januari 2026, pemerintah setempat telah membuka permohonan lisensi resmi bagi warga yang ingin mendulang emas secara manual di area-area yang telah ditentukan. Seperti dikutip SCMP pada Selasa (13/1/2026), kebijakan ini menyasar para pekerja harian dan mereka yang memiliki penghasilan tidak tetap di Kelantan, salah satu wilayah dengan basis industri terbatas di Malaysia.

Direktur Tanah dan Galian Kelantan Nik Raisnan Daud menyatakan skema ini dirancang untuk menyeimbangkan antara bantuan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

"Pemerintah negara bagian percaya bahwa masyarakat berpenghasilan rendah masih bisa mengambil bagian dalam aktivitas ini, terutama mereka yang bergantung pada upah harian," ujarnya, baru-baru ini.

Saat ini, emas kadar 916 (setara 22 karat) yang umum dijadikan perhiasan diperdagangkan di kisaran 565,77 ringgit (sekitar Rp 2 juta) per gram. Meskipun harga fluktuatif, nilai jual yang tinggi ini menjadi daya tarik luar biasa bagi warga setempat untuk mengadu nasib di pinggiran sungai.

Aturan Ketat: Hanya Boleh Secara Manual


Untuk mencegah kerusakan lingkungan dan meminimalisir risiko keselamatan, pemerintah Kelantan menetapkan aturan ketat yakni tidak boleh ada mesin berat. Pendulangan hanya boleh dilakukan secara manual menggunakan tangan, sekop, dan nampan logam.

Pemerintah akan menyaring setiap aplikasi lisensi dengan memprioritaskan rumah tangga miskin. Dua distrik, yakni Tanah Merah dan Jeli, telah diidentifikasi sebagai wilayah dengan potensi emas terbesar yang akan segera ditetapkan sebagai zona pendulangan resmi.

Keputusan pemerintah ini juga dipicu oleh maraknya video viral di media sosial yang menunjukkan warga Kelantan berhasil menemukan serpihan emas di dasar sungai. Dalam video-video tersebut, warga terlihat menyendok pasir sungai ke dalam nampan, mencampurnya dengan air, dan menggoyang-goyangkannya hingga sedimen ringan terbuang dan menyisakan butiran emas yang berkilau di dasar nampan.

Potensi ini bukan sekadar isapan jempol. Pada 2019, mahasiswa dari Universiti Malaysia Kelantan (UMK) dilaporkan berhasil mendulang hampir 44 gram emas dan batu permata senilai 22.000 ringgit hanya dalam satu program eksplorasi lapangan di Distrik Jeli.

Negara bagian Kelantan memiliki posisi geografis yang sangat strategis dalam industri pertambangan karena terletak di jalur Sabuk Emas Tengah (Central Gold Belt) Semenanjung Malaysia. Jalur mineral ini membentang dari negara bagian Pahang, melintasi Kelantan, hingga ke Terengganu, yang menyimpan cadangan emas primer dan aluvial yang signifikan.

Secara historis, aktivitas mendulang emas di sungai-sungai pedalaman Kelantan telah dilakukan secara turun-temurun selama beberapa generasi. Penelitian dari Departemen Survei Geologi Malaysia pada era 1980-an dan 1990-an telah mengidentifikasi puluhan zona prospektif emas di wilayah tengah negara bagian ini.

Meski potensi mineralnya besar, Kelantan sering kali menghadapi tantangan dalam pembangunan industri dibandingkan negara bagian lain di pantai barat Malaysia. Oleh karena itu, pelegalan pendulangan tradisional ini dipandang sebagai cara praktis untuk memanfaatkan kekayaan alam lokal secara langsung demi kesejahteraan rakyat kecil tanpa harus bergantung sepenuhnya pada investasi korporasi besar.

Demo Ewf  

Demo Equityworld