Senin, 29 Desember 2025

Equityworld Futures | Rekor Terus: Harga Emas & Perak Sudah Terbang Lampaui Batas

Equityworld Futures | Rekor Terus: Harga Emas & Perak Sudah Terbang Lampaui Batas

Equityworld Futures | Harga emas dan perak kembali mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah. Kenaikan perak bahkan unggul jauh dibandingkan dengan kenaikan harga emas. Ekspektasi penurunan suku bunga The Federal Reserve Amerika Serikat (AS) dan ketegangan geopolitik yang memicu permintaan aset safe-haven.

Equityworld Futures | Pecah Rekor Terus! Harga Emas Diprediksi Masih Naik & Tembus Segini

Pada perdagangan hari ini Senin (29/12/2025) hingga pukul 06.37 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,07% di posisi US$4.535,29 per troy ons.

Sementara pada perdagangan sebelumnya Jumat (26/12/2025), harga emas dunia naik 1,18% di level US$4.532,28 per troy ons. Penutupan perdagangan tersebut memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa. Sementara pada perdangan intraday, harga emas sempat menyentuh level US$4.549,71 per troy ons.

Emas tetap berada di jalur untuk mencatat kenaikan tahunan terkuat sejak 1979, didukung oleh pelonggaran kebijakan The Fed, pembelian bank sentral, arus masuk ETF, dan tren de-dolarisasi yang berkelanjutan.

Investor tampaknya semakin menyadari bahwa banyak risiko struktural yang dihadapi ekonomi global masih belum terselesaikan. Akibatnya, emas telah menjadi lindung nilai pilihan terhadap ketidakpastian, volatilitas mata uang, dan kesalahan kebijakan. Kemampuan logam mulia ini untuk mempertahankan level yang tinggi, bahkan selama periode sentimen risiko yang membaik, menyoroti kedalaman keyakinan yang mendukung kenaikannya saat ini.

Kenaikan harga emas ke level tertinggi sepanjang masa yang baru telah berlangsung dengan cara yang sangat teratur.

Alih-alih melonjak karena spekulasi yang berlebihan, harga telah naik secara metodis, didukung oleh akumulasi yang berkelanjutan. Setelah mencapai rekor tertinggi pada akhir Oktober, emas sempat terkonsolidasi karena optimisme seputar hubungan perdagangan dan prospek pertumbuhan meredam permintaan defensif.

Jeda itu terbukti berumur pendek. Ketika risiko geopolitik muncul kembali dan ketidakpastian makro kembali menguat, pembeli kembali dengan tegas, mendorong emas ke level tertinggi baru lagi pada Desember.

Tidak adanya pembalikan tajam atau penjualan yang tidak teratur menunjukkan bahwa investor memposisikan diri dengan mempertimbangkan jangka waktu yang lebih panjang, mengantisipasi bahwa risiko global akan tetap tinggi hingga tahun mendatang.

Ekspektasi seputar kebijakan bank sentral tetap menjadi pendorong kuat permintaan emas. Pasar semakin yakin bahwa suku bunga AS telah mencapai puncaknya, dengan harga berjangka menunjukkan penurunan suku bunga tambahan hingga 2025 dan 2026.

Imbal hasil yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil, sehingga meningkatkan daya tarik relatif emas. Perhatian kini terfokus pada rilis notulen rapat The Federal Reserve yang akan datang, yang dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang kesediaan para pembuat kebijakan untuk mempertahankan sikap akomodatif.

Ketidakpastian politik seputar kepemimpinan The Federal Reserve di masa depan telah menambah lapisan pendukung lainnya. Spekulasi bahwa fase kebijakan selanjutnya dapat lebih condong ke arah kebijakan moneter yang longgar telah meningkatkan sensitivitas di seluruh pasar keuangan, memperkuat permintaan aset yang dianggap stabil dan tahan terhadap perubahan kebijakan.

Data pasar tenaga kerja AS baru-baru ini juga telah memperkuat alasan untuk berhati-hati. Angka ketenagakerjaan ADP yang lebih lemah, meningkatnya pengumuman PHK perusahaan, dan keterlambatan pelaporan penggajian semuanya menunjukkan bahwa momentum di pasar tenaga kerja secara bertahap mendingin.

Meskipun indikator-indikator ini belum menunjukkan resesi, mereka memperkuat pandangan bahwa pertumbuhan ekonomi sedang melambat. Dalam lingkungan seperti itu, investor enggan meninggalkan posisi defensif, lebih memilih untuk mempertahankan eksposur terhadap aset yang dapat melindungi dari risiko penurunan dan ketidakpastian kebijakan.

Permintaan emas yang stabil di tengah perkembangan ini mencerminkan kemampuannya untuk berkinerja baik tidak hanya selama krisis, tetapi juga selama periode transisi ketika pertumbuhan melambat dan kepercayaan menjadi tidak merata.

Demo Ewf 

Demo Equityworld

Rabu, 24 Desember 2025

Equityworld Futures | Logam Mulia Bersinar: Harga Emas, Perak, dan Platinum Pecahkan Rekor

Equityworld Futures | Logam Mulia Bersinar: Harga Emas, Perak, dan Platinum Pecahkan Rekor

Equityworld Futures | Harga logam mulia terus mencatat rekor baru pada Selasa (23/12/2025). Perak melanjutkan reli historisnya dengan menembus level penting US$ 70 per ons troi, sementara emas dan platinum juga menyentuh titik tertinggi sepanjang sejarah.

Equityworld Futures | Alasan Harga Emas Bertahan Dekat US$4.500

Melansir Reuters, harga perak spot naik 3,2% menjadi US$ 71,22 per ons troi pada pukul 20.12 WIB, setelah sebelumnya menyentuh rekor US$ 71,49 per ons tri. Sejak awal tahun, harga perak sudah melonjak sekitar 147%. 

“Peningkatan ini dipicu oleh realitas pasar yang defisit selama lima tahun, ditambah permintaan industri yang terus meningkat. Faktor safe-haven, ekspektasi dolar yang melemah, dan imbal hasil yang rendah juga mendorong kenaikan harga,” ujar Peter Grant, Wakil Presiden dan Senior Metals Strategist di Zaner Metals.

Grant memprediksi, target berikutnya untuk perak adalah US$ 75 per ons troi, meski ada kemungkinan harga terkoreksi akibat aksi ambil untung menjelang akhir tahun.

Sementara itu, emas spot naik 1,1% menjadi US$ 4.492,99 per ons troi setelah sempat menyentuh rekor US$ 4.497,55.

Tahun ini, harga emas telah melonjak sekitar 70%, didorong oleh ketegangan geopolitik, penurunan suku bunga AS, pembelian besar-besaran bank sentral, dan tingginya permintaan investasi.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup naik 0,8% di level US$ 4.505,7.

“Diversifikasi cadangan devisa oleh bank sentral akan terus menjadi pendorong utama harga emas hingga akhir dekade,” kata analis SP Angel. 

Mereka memproyeksi emas bisa menembus US$ 5.000 per ons troi tahun depan.

Platinum juga mencatat rekor baru dengan kenaikan 6,8% menjadi US$ 2.268,95 per ons troi, setelah sebelumnya menyentuh US$ 2.274,10 per ons. Palladium naik 6,5% ke level tertinggi tiga tahun, US$ 1.874,22 per ons.

Kedua logam ini banyak digunakan dalam konverter katalitik otomotif untuk mengurangi emisi berbahaya.

Kabar tambahan, Uni Eropa berencana menunda pelarangan mobil berbahan bakar fosil hingga 2035. Hal ini disebut analis Mitsubishi sebagai “dorongan besar bagi logam PGMs (platinum group metals), yang memperpanjang penggunaannya dalam konverter katalitik.” 

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Selasa, 23 Desember 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Dekati US$4.500/Troy Ons, Saham Emiten Emas Melesat

Equityworld Futures | Harga Emas Dekati US$4.500/Troy Ons, Saham Emiten Emas Melesat

Equityworld Futures | Harga emas dunia masih terus naik. Kini harga sang logam mulia telah mendekati level US$ 4.500/US$.

Equityworld Futures | Equityworld Futures Harga Emas 2026: Kilau Tenang yang Simpan Kejutan

Pada Selasa (23/12/2025) pukul 10:33 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 4.487,11/troy ons. Menguat 0,95% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi sepanjang masa.

Dalam sepekan perdagangan terakhir, harga emas naik 4,26% secara point-to-point. Dalam sebulan ke belakang, harga terangkat 8,5%.

Sepanjang 2025 (year-to-date), harga emas sudah naik 70,98%. Harga emas menuju kenaikan tahunan tertinggi sejak 1979.

Lantas bagaimana gerak saham-saham emiten terkait emas di Bursa Efek Indonesia (BEI)? Apakah ikut terangkat seiring lesatan harga emas dunia?

Di BEI, terdapat sejumlah emiten terkait emas. Mereka adalah PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Medco Energy Tbk (MEDC), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT J Resources Indonesia Tbk (PSAB), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Senin, 22 Desember 2025

Equityworld Futures | Harga Emas di Persimpangan: Tembus US$4.900 atau Masuk Zona Bahaya?

Equityworld Futures | Harga Emas di Persimpangan: Tembus US$4.900 atau Masuk Zona Bahaya?

Equityworld Futures | Harga emas berhasil mencatatkan penguatan, sementara harga perak berhasil kembali mencetak rekor tertinggi dalam sejarah. Harga emas mencatatkan kenaikan mingguan karena spekulasi terhadap hasil penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed).

Equityworld Futures | Harga Emas Berpeluang ke US$ 4.500, Ini Strategi yang Disarankan Analis

Pada perdagangan hari ini Senin (22/12/2025)

Sementara pada perdagangan sebelumnya Jumat (19/12/2025), harga emas dunia naik 0,14% di level US$4.337,99 per troy ons.

Harga perak melonjak ke rekor tertinggi pada perdagangan Jumat, didukung oleh permintaan investasi dan ketatnya pasokan, sementara harga emas mencatatkan kenaikan mingguan yang didorong oleh meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed AS.

"Emas dan perak sangat berkorelasi dan biasanya emas memimpin, tetapi dalam dua bulan terakhir, kita melihat perak memimpin. Jadi, setiap kali Anda melihat selisih yang begitu lebar, orang akan mulai memilih emas dan memperketatnya dalam jangka pendek," ujar Michael Matousek, kepala pedagang di U.S. Global Investors.

Perak telah melonjak 132% tahun ini, jauh melampaui kenaikan emas sebesar 65%, didorong oleh permintaan investasi yang kuat dan kendala pasokan.

"Arus ETF (dalam perak) terus mendominasi tema tersebut serta beberapa spekulasi dari investor ritel," ujar Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures.

Data makro semakin memicu optimisme untuk pemotongan suku bunga dengan harga konsumen AS naik 2,7% tahun-ke-tahun pada November, di bawah perkiraan ekonom sebesar 3,1%.

Secara terpisah, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan awal pekan ini bahwa tingkat pengangguran naik menjadi 4,6% pada bulan November, tertinggi sejak September 2021.

"Kita telah melihat data inflasi yang lebih rendah, laporan tenaga kerja yang melemah. Ini benar-benar menegaskan bahwa The Federal Reserve harus terus melanjutkan jalur pelonggaran kebijakan moneter, itu adalah salah satu pendorong utamanya. Kedua adalah banyak ketidakpastian seputar kebijakan bank sentral yang akan diterapkan," tambah Streible.

Para pedagang terus bertaruh pada setidaknya dua kali penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin tahun depan dari The Fed, menurut data LSEG.

Proyeksi Harga Emas

Goldman Sachs GS.N memperkirakan harga emas akan naik 14% menjadi US$4.900 per troy ons pada Desember 2026 dalam skenario dasarnya, demikian dinyatakan dalam sebuah catatan pada hari Kamis, sambil menyebutkan risiko kenaikan terhadap pandangan ini karena potensi perluasan diversifikasi ke investor swasta.

Dalam catatan di mana bank tersebut membahas pandangannya tentang komoditas untuk tahun 2026, Goldman Sachs mengatakan pihaknya memperkirakan permintaan bank sentral yang tinggi secara struktural dan dukungan siklikal dari pemotongan suku bunga The Federal Reserve AS akan menaikkan harga emas. Mereka terus merekomendasikan eksposur jangka panjang pada logam mulia tersebut.

Uji Gelembung dan Perilaku "Eksplosif", Risiko Valuasi Memasuki Narasi Emas

Meskipun pemotongan suku bunga telah mendukung emas, perilaku harga di akhir tahun telah memaksa lembaga-lembaga serius untuk bertanya apakah pergerakan tersebut telah terlalu jauh dan terlalu cepat.

Sebuah studi kuantitatif baru-baru ini menggunakan uji deteksi gelembung standar menemukan bahwa emas dan tolok ukur ekuitas utama AS berada di wilayah "eksplosif" secara bersamaan tumpang tindih yang hanya terjadi sekali dalam lima puluh tahun terakhir.

Uji ini tidak memberi tahu siapa pun kapan koreksi harus dimulai, tetapi menandai bahwa dinamika harga baru-baru ini di XAU telah menyimpang dari perilaku tren normal dan bergerak ke rezim yang saling memperkuat. Hal itu penting pada harga US$4.300-US$4.350 per troy ons.

Pertama, risiko volatilitas lebih tinggi, jika sentimen berubah, pengambilan keuntungan dapat meningkat dengan cepat dalam lingkungan "long yang ramai".

Kedua, kesenjangan likuiditas menjadi lebih mungkin terjadi dalam perdagangan liburan yang tipis, terutama di sekitar batas kalender.

Ketiga, asumsi tradisional bahwa emas secara otomatis menawarkan diversifikasi terhadap risiko ekuitas menjadi kurang dapat diandalkan ketika kedua aset tersebut dicap sebagai "eksplosif" pada saat yang bersamaan.

Narasi gelembung tidak secara otomatis berarti emas harus runtuh, tetapi memaksa para pedagang untuk memperlakukan level saat ini sebagai bagian dari fase yang berkepanjangan dan didorong oleh momentum, bukan sebagai keseimbangan yang nyaman.

Demo Ewf  

Demo Equityworld