Rabu, 27 Agustus 2025

Equityworld Futures | Kilau Harga Emas Dunia Mentereng Lagi

Equityworld Futures | Kilau Harga Emas Dunia Mentereng Lagi

Equityworld Futures | Harga emas dunia naik pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), didorong oleh permintaan aset safe haven, karena kepercayaan investor terhadap bank sentral Amerika Serikat (AS) goyah menyusul pemecatan gubernur Federal Reserve oleh Presiden Donald Trump.

Equityworld Futures | Investor Lagi Panik, Harga Emas Terbang ke Level Tertinggi 2 Minggu


Mengutip Yahoo Finance, harga emas berjangka diperdagangkan pada USD3.419,10 per ons. Sementara harga emas spot naik 0,2 persen menjadi USD3.373,13 per ons.
 
Britzman dari Hargreaves Lansdown menyoroti harga emas telah naik lantaran adanya ketidakpastian politik mengguncang pasar setelah Presiden AS Donald Trump tiba-tiba memecat Gubernur Fed Lisa Cook, yang memicu kekhawatiran atas independensi bank sentral.
 
Trump menyebut alasan ia memecat Gubernur Fed Lisa Cook karena adanya dugaan penyalahgunaan dokumen dalam memperoleh pinjaman hipotek atau kredit pemilikan rumah (KPR), sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dapat menguji batas kekuasaan presiden atas badan kebijakan moneter independen tersebut jika digugat di pengadilan.

Fed diramal bakal pangkas suku bunga
 
Pekan lalu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan bank sentral AS bulan depan, dengan mengatakan risiko terhadap pasar tenaga kerja meningkat.
 
Adapun ekspektasi penurunan suku bunga pada September, yang saat ini diperkirakan mencapai 82 persen, juga menjadi pendorong harga emas, dengan investor mencermati data inflasi PCE pada Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan.
 
Namun, keuntungan sejak itu berkurang karena meningkatnya imbal hasil Treasury yang cenderung mengurangi daya tarik logam mulia, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
 
Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung menarik di lingkungan suku bunga rendah dan daya tariknya sebagai aset safe haven meningkat selama ketidakpastian ekonomi.
 
Di sisi lain, harga perak spot naik tipis 0,1 persen menjadi USD38,52 per ons. Platinum turun 0,1 persen menjadi USD1.340,88. Paladium naik 1,5 persen menjadi USD1.102,65 setelah mencapai level terendah sejak 9 Juli di awal sesi. 

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Selasa, 26 Agustus 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Menguat, Pasar Antisipasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Menguat, Pasar Antisipasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Harga emas bertahan di level tinggi seiring meningkatnya keyakinan pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), akan memangkas suku bunga acuannya pada September 2025 mendatang.

Equityworld Futures | Harga Emas Bikin Bingung: Seharusnya Terbang Kok Malah Ambruk?

Mengutip Bloomberg, Selasa (28), pada perdagangan Senin (25/8) siang waktu Singapura, harga emas spot melemah tipis 0,1 persen menjadi USD 3.367,79 per troy ounce.

Namun, secara keseluruhan emas masih menahan kenaikan 1,1 persen yang dibukukan pada Jumat lalu, usai pidato Ketua The Fed Jerome Powell di simposium Jackson Hole.

Powell dalam pidatonya menyatakan bahwa risiko yang meningkat di pasar tenaga kerja dapat menjadi alasan untuk melakukan penyesuaian kebijakan moneter, meski kekhawatiran terkait inflasi akibat tarif impor masih membayangi.
Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini menghadirkan “challenging situation” bagi para pejabat The Fed.

Pernyataan Powell itu memicu ekspektasi kuat pemangkasan suku bunga akan dilakukan bulan depan. Data pasar swap menunjukkan peluang lebih dari 85 persen bagi The Fed untuk memangkas suku bunga pada September. Meski demikian, arah kebijakan setelah bulan tersebut masih dipenuhi ketidakpastian.

“Keseimbangan risiko-imbalan jangka pendek telah bergeser ke arah yang menguntungkan emas. Pernyataan Powell memperkuat keyakinan bahwa pelonggaran kebijakan akan dilakukan, meskipun pandangan tersebut bisa dibilang mendahului data yang masuk," ujar Ahmad Assiri, research strategist Pepperstone, dalam catatan riset yang dikirim melalui email.

Emas tercatat sudah menguat lebih dari 25 persen sepanjang tahun ini, sebagian besar ditopang lonjakan harga pada empat bulan pertama. Lonjakan tersebut didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, kekhawatiran perdagangan global, serta pembelian emas oleh bank-bank sentral dunia.

Sejumlah pelaku pasar, termasuk unit manajemen kekayaan UBS Group AG, memproyeksikan harga emas masih berpotensi melanjutkan penguatan.

Namun, data terbaru Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menunjukkan posisi bullish dana lindung nilai (hedge fund) terhadap emas justru turun ke level terendah dalam enam pekan terakhir.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak dan platinum tercatat stagnan, sementara paladium sedikit melemah. Adapun indeks dolar Bloomberg stabil setelah turun 0,8 persen pada Jumat pekan lalu.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Senin, 25 Agustus 2025

Equityworld Futures | Siap-Siap Cuan, Harga Emas Bakal Tembus Segini

Equityworld Futures | Siap-Siap Cuan, Harga Emas Bakal Tembus Segini

Equityworld Futures | Harga emas dunia diprediksi menguat ke level US$ 3.400 pada pekan ini. Kenaikan itu bakal ditopang oleh pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang memberikan sinyal adanya pemangkasan suku bunga.

Equityworld Futures | Emas Punya “Senjata” Baru Tapi Bakal Kesulitan Tembus US$ 3.400?

Ditambah lagi, kondisi geopolitik di Timur Tengah dan Eropa, terutama ketegangan Rusia dan Ukraina, yang memanas yang membuat investor kembali memburu logam mulia ini.

Harga emas ditutup melonjak 1% di level US$ 3.372,11 per troy ons pada Jumat (22/8/2025).

Pengamat Komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi, pernyataan Powell di Jackson Hole pada akhir pekan lalu mengindikasikan adanya potensi pemangkasan suku bunga The Fed. Walaupun di tengah kondisi yang terjadi saat ini, terutama adanya perang dagang yang dikhawatirkan akan berdampak pada inflasi.

Menurut Ibrahim, potensi pemangkasan suku bunga The Fed semakin menguat di tengah adanya tekanan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. “Hal itu membawa angin segar bagi investor untuk kembali melakukan pembelian terhadap emas terhadap aset safe haven,” ungkap Ibrahim, Minggu (24/8/2025).

Ibrahim menambahkan, harga emas juga ditopang oleh kondisi geopolitik, baik di Timur Tengah maupun Eropa. Di Timur Tengah, Parlemen Israel menyetujui untuk menguasai seluruh wilayah Jalur Gaza, dan ini menyulut pertentangan dari seluruh dunia, karena telah dianggap telah melampaui batas.

"Terutama karena aksi genosida Israel, terhadap warga Jalur Gaza tersebut. Tidak hanya itu, rencana penguasaan Jalur Gaza oleh Israel tersebut juga akan memantik ketegangan dengan negara-negara yang ada disekitarnya, yaitu Libanon Yordania, dan yang lainnya,” jelas Ibrahim.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Jumat, 22 Agustus 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Tergelincir Jelang Pidato Ketua The Fed Jerome Powell

Equityworld Futures | Harga Emas Tergelincir Jelang Pidato Ketua The Fed Jerome Powell

Equityworld Futures | Harga emas sedikit melemah pada perdagangan Kamis, 21 Agustus 2025. Koreksi harga emas terjadi didorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Turun, Pasar Tunggu Sinyal The Fed di Jackson Hole

Di sisi lain, investor menanti pidato ketua the Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell di Simposium Jackson Hole untuk mendapatkan sinyal arah kebijakan AS.

Mengutip CNBC, Jumat (22/8/2025), harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi USD 3.337,95 per ounce. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup melemah 0,2% ke posisi USD 3.386,50.

Indeks dolar AS naik 0,4% membuat emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi mahal bagi pembeli luar negeri.

Jerome Powell akan berbicara di konferensi Jackson Hole mengenai prospek ekonomi dan sikap kebijakan the Fed  pada Jumat pekan ini.

"Jika (Powell) mengisyaratkan penurunan suku bunga pada September, saya rasa tidak banyak yang akan terjadi karena pasar sudah memperkirakan hal itu,” ujar Analis Marex, Edward Meir.

"Jika dia mengatakan kami mungkin akan menurunkan suku bunga lagi pada Oktober, November dan Desember, saya pikir dolar AS bisa melemah dan emas bisa menguat,” Meir menambahkan.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.

Demo Ewf  

Demo Equityworld