Equityworld Futures | Harga Emas Turun Usai Trump Umumkan Kesepakatan Dagang AS–Jepang
Equityworld Futures | Harga emas dunia turun pada perdagangan Rabu (23/7/2025) pagi. Pelemahan itu seiring membaiknya selera risiko investor setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan dagang dengan Jepang.
Equityworld Futures | Harga Minyak Naik pada Rabu (23/7) Pagi, Investor Cermati Kemajuan Perundingan Dagang
Dikutip dari Reuters, pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS membatasi penurunan harga emas.
Harga emas hari ini melemah 0,29% ke posisi US$ 3.421,61 per troi ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 16 Juni. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS juga turun 0,2% ke US$ 3.437,70 per troi ons.
Trump menyatakan, AS dan Jepang sepakat memberlakukan tarif impor sebesar 15% terhadap produk Jepang. Kesepakatan ini diumumkan menjelang tenggat waktu tarif baru pada 1 Agustus.
Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan bahwa negosiator AS dan China akan bertemu di Stockholm pekan depan untuk membahas kemungkinan perpanjangan tenggat negosiasi perdagangan hingga 12 Agustus.
“Jika lebih banyak kesepakatan dagang tercapai sebelum 1 Agustus, maka hal ini bisa meningkatkan minat risiko secara keseluruhan dan menekan permintaan terhadap emas,” ujar Kepala Analis Pasar di CM Trade Tim Waterer.
Meski begitu, Waterer menilai pelemahan dolar masih menjadi faktor pendukung bagi harga emas. “Jika tekanan terhadap dolar AS berlanjut, target jangka pendek ke level US$ 3.500 per ons tetap realistis,” katanya.
Rabu, 23 Juli 2025
Equityworld Futures | Harga Emas Turun Usai Trump Umumkan Kesepakatan Dagang AS–Jepang
Selasa, 22 Juli 2025
Equityworld Futures | Harga Emas Naik Selasa (22/7) Pagi, Kekhawatiran Tarif Dagang Mendorong Permintaan
Equityworld Futures | Harga Emas Naik Selasa (22/7) Pagi, Kekhawatiran Tarif Dagang Mendorong Permintaan
Equityworld Futures | Harga emas rebound pada perdagangan Selasa (22/7) pagi. Pukul 07.33 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2025 di Commodity Exchange ada di US$ 3.408,30 per ons troi, naik 0,05% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 3.406,40 per ons troi.
Equityworld Futures | Harga Emas Tiba-tiba Melonjak 1% Lebih Tapi Jangan Senang Dulu.
Harga emas naik, dan mendekati level tertinggi dalam sebulan, karena sentimen penghindaran risiko kembali di antara investor yang mengamati kemajuan negosiasi perdagangan menjelang batas waktu pemberlakuan tarif Trump pada 1 Agustus.
Mengutip Bloomberg, harga emas diperdagangkan naik karena kekhawatiran tentang langkah perdagangan Trump selanjutnya memicu kembali permintaan aset safe haven.
Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa kemungkinan Presiden Trump akan mengeluarkan lebih banyak surat yang menetapkan tarif sepihak sebelum tanggal 1 Agustus.
Dolar yang melemah turut membuat harga emas terdongkrak, karena emas menjadi lebih murah bagi sebagian besar pembeli.
Para investor juga menimbang prospek arah suku bunga Federal Reserbe menjelang rapat kebijakan pekan depan.
Senin, 21 Juli 2025
Equityworld Futures | Harga Emas Pekan Ini Rawan Sinyal Palsu, Awas Jangan Terjebak!
Equityworld Futures | Harga Emas Pekan Ini Rawan Sinyal Palsu, Awas Jangan Terjebak!
Equityworld Futures | Harga emas dunia kembali menguat, akan tetapi pergerakan harga emas masih belum signifikan. Harga emas bertahan di area konsolidasi dan kini tengah berada dalam tren sideaway. Ketidakpastian global dan pelemahan dolar sedikit mendorong kenaikan harga emas saat ini.
Equityworld Futures | Harga Emas Menuju US$ 3.400, Ini Pemicunya
Pada perdagangan hari ini Senin (21/7/2025) hingga pukul 06.20 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,10% di posisi US$3.345,89 per troy ons.
Sementara pada perdagangan sebelumnya Jumat (18/7/2025), harga emas dunia naik 0,32% di level US$3.349,26 per troy ons. Harga emas kini tengah berada di area konsolidasi sehingga tak banyak bergerak jauh.
Harga emas naik pada perdagangan Jumat karena melemahnya dolar AS dan ketidakpastian geopolitik serta ekonomi yang berkelanjutan mendorong permintaan logam safe haven tersebut.
"Di sektor logam mulia, terdapat penguatan secara keseluruhan, berkat melemahnya dolar," ujar analis Marex, Edward Meir.
Pada perdagangan Jumat (18/7/2025), indeks dolar AS/DXY turun 0,27% di level 98,46. DXY yang melemah membuat emas lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain.
"Kekhawatiran seputar pertumbuhan utang AS dan pembaruan tarif lebih lanjut kemungkinan akan membuat emas tetap menjadi fokus, dan untuk saat ini, levelnya terlihat didukung dengan baik," ujar Suki Cooper, Analis Logam Mulia, Riset Global di Standard Chartered Bank.
Utang nasional AS saat ini terus meningkat dan telah mencapai US$36,2 triliun, mewakili 122% dari PDB tahunan negara tersebut. Utang ini meningkat sekitar US$1 triliun setiap tiga bulan. Pertumbuhan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan belanja pemerintah, pemotongan pajak, dan biaya pelunasan utang itu sendiri.
Terkait tarif, Amerika Serikat mengatakan kepada Jepang bahwa "kesepakatan yang baik" mungkin terjadi.
Awal pekan ini, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia tidak berencana memecat Ketua The Fed Jerome Powell, tetapi tetap membuka opsi tersebut dan kembali mengkritiknya karena tidak memangkas suku bunga.
Pelaku pasar mengantisipasi dua kali pemangkasan suku bunga AS pada akhir tahun ini, dengan total 50 basis poin.
Jumat, 18 Juli 2025
Equityworld Futures | Pemilik Emas, Harap Tahan Emosi: Harga Lagi Naik Turun Seenaknya
Equityworld Futures | Pemilik Emas, Harap Tahan Emosi: Harga Lagi Naik Turun Seenaknya
Equityworld Futures | Harga emas dunia lagi-lagi melandai usai menguat satu hari. Menguatnya indeks dolar Amerika Serikat (AS) hingga hasil data ekonomi AS yang solid mendorong kejatuhan harga emas.
Equityworld Futures | Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar dan Data Ekonomi AS
Pada perdagangan Kamis (17/7/2025), harga emas dunia melemah 0,23% di level US$3.338,58 per troy ons. Harga emas ini tengah berada di area konsolidasi sehingga tak banyak bergerak jauh.
Pada perdagangan hari ini Jumat (18/7/2025) hingga pukul 06.50 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,08% di posisi US$3.341,12 per troy ons.
Harga emas sedikit melemah pada perdagangan Kamis, terbebani oleh dolar yang lebih kuat dan data ekonomi AS yang kuat, sementara kehati-hatian tetap ada karena pasar menunggu kejelasan mengenai perkembangan tarif.
Pada perdagangan Kamis (17/7/2025), indeks dolar AS/DXY naik 0,35% di level 98,73. Kenaikan tertinggi sejak 24 Juni 2025. Kenaikan DXY membuat emas yang dihargakan dalam dolar AS lebih mahal bagi pemegang mata uang asing.
Menyusul data AS terbaru, "terdapat sedikit penguatan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi. Jadi, hal ini sedikit melemahkan pasar emas," ujar Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.
Klaim pengangguran AS turun minggu lalu, menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang stabil di bulan Juli, sementara data penjualan ritel melampaui ekspektasi, naik 0,6% bulan lalu, meskipun sebagian kenaikan tersebut kemungkinan mencerminkan kenaikan harga yang didorong oleh tarif.
Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Adriana Kugler mengatakan The Fed seharusnya tidak memangkas suku bunga untuk beberapa waktu karena dampak tarif pemerintahan Trump mulai terasa pada harga.
Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian dan inflasi, tetapi suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tariknya, karena tidak menghasilkan bunga.
Di bidang perdagangan, negosiator perdagangan utama Jepang mengadakan pembicaraan dengan Menteri Perdagangan AS mengenai tarif AS, sementara Tokyo berlomba untuk menghindari pungutan 25% yang akan diberlakukan kecuali kesepakatan dicapai sebelum batas waktu 1 Agustus.
"Jika Trump menindaklanjuti ancamannya dan ketegangan perdagangan meningkat, bukan hal yang mustahil untuk membayangkan emas akan menantang dan berpotensi memecahkan rekor tertingginya lagi," ujar Fawad Razaq, analis pasar di City Index dan FOREX.com.
Sementara itu, ekspor emas dari Swiss melonjak 44% secara bulanan pada bulan Juni karena emas batangan kembali ke brankas di Inggris dari AS melalui kilang Swiss, data bea cukai Swiss menunjukkan pada hari Kamis (17/7/2025).