Equityworld Futures | Harga Emas Melesat ke Rekor Tertinggi, Proyeksi Kian Naik
Equityworld Futures | Harga emas melesat ke rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada Selasa (18/3/2025). Hal itu didorong oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan rencana kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Cetak Rekor, Level US$3.100 Bukan Lagi Mimpi
Dikutip dari CNBC internasional, kenaikan tersebut membuat para analis dan bank-bank meningkatkan proyeksi harga emas di tahun ini.
Harga emas spot melonjak 1,12% menjadi US$ 3.034,6, setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi di level US$ 3.037,7 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS naik 1,3% menjadi US$ 3.043,40.
Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank Ole Hansen menyebutkan, kombinasi faktor yang mendukung kenaikan harga emas sedang terjadi. "Fokus terbaru adalah ketegangan di Timur Tengah yang semakin memperparah kekhawatiran ekonomi terhadap arah kebijakan AS," ujarnya.
Sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakstabilan geopolitik dan ekonomi, harga emas telah melonjak lebih dari 14% sepanjang tahun ini dan mencetak rekor tertinggi sebanyak 14 kali sejak Januari.
Ketegangan geopolitik semakin meningkat setelah serangan udara Israel ke Gaza yang menewaskan 326 orang, menurut otoritas kesehatan Palestina. Serangan ini mengakhiri gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua bulan dengan Hamas.
Kebijakan Ekonomi AS
Sementara itu, kebijakan ekonomi AS juga turut menjadi perhatian pasar. Trump berencana menerapkan serangkaian tarif baru, termasuk bea masuk tetap sebesar 25% untuk baja dan aluminium yang mulai berlaku sejak Februari lalu. Selain itu, ia berencana menerapkan tarif balasan dan sektoral yang dijadwalkan berlaku pada 2 April.
Pelaku pasar juga mencermati pertemuan bank sentral pekan ini, termasuk kebijakan The Fed. Hingga saat ini, The Fed masih mempertahankan suku bunga stabil setelah melakukan tiga kali pemangkasan pada 2024. Namun, pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga akan kembali dilakukan pada Juni.
"Jika The Fed memberikan sinyal dovish di tengah kebijakan tarif yang kacau, harga emas bisa naik lebih tinggi lagi," kata analis komoditas di WisdomTree Nitesh Shah.
Dalam proyeksi terbaru, ANZ menaikkan perkiraan harga emas dalam tiga bulan ke depan menjadi US$ 3.100 per ons dan dalam enam bulan ke depan menjadi US$ 3.200 per ons. UBS juga menargetkan harga emas mencapai US$ 3.200 pada tahun ini.
Rabu, 19 Maret 2025
Equityworld Futures | Harga Emas Melesat ke Rekor Tertinggi, Proyeksi Kian Naik
Selasa, 18 Maret 2025
Equityworld Futures | UBS Kerek Proyeksi Harga Emas Seiring Meningkatnya Perang Dagang
Equityworld Futures | UBS Kerek Proyeksi Harga Emas Seiring Meningkatnya Perang Dagang
Equityworld Futures | UBS Group AG menjadi bank terbaru yang mengerek proyeksi harga emas karena risiko perang dagang global yang berkepanjangan makin meningkat — skenario yang menurut para analis akan terus mendorong para investor membeli lebih banyak aset safe haven.
Equityworld Futures | Harga Emas Bertahan di Kisaran USD 3.000, Investor Menanti Pengumuman Bunga Fed
Menurut para analis termasuk Wayne Gordon dan Giovanni Staunovo, dalam catatannya, Senin (17/3/2025), emas batangan akan diperdagangkan sekitar US$3.200 per ons dalam empat kuartal berikutnya — revisi naik dari perkiraan bank sebelumnya sebesar US$3.000 — di mana konflik perdagangan yang meningkat membuktikan logam mulia berperan sebagai penyimpan nilai pada kondisi yang tidak pasti.
Bank ini menunjuk pada rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif resiprokal yang luas dan tarif tambahan khusus sektoral pada 2 April sebagai peristiwa risiko yang mengancam bisa memacu permintaan aset safe haven berkelanjutan di seluruh pasar.
Emas — yang menembus ambang batas psikologis utama US$3.000 per ons untuk pertama kalinya pada Jumat (14/3/2025) — juga akan diuntungkan dari prospek ekonomi AS yang memburuk, di mana para traders saat ini memperhitungkan pemotongan suku bunga tambahan oleh Federal Reserve (The Fed) karena kekhawatiran adanya resesi meningkat.
"Dengan kata lain, kita melihat pergeseran dari 'Trump put' ke 'Fed put'," kata para analis. "Kami percaya bahwa mengalokasikan sekitar 5% dari portofolio seimbang dalam bentuk dolar AS ke emas adalah optimal dari sudut pandang diversifikasi jangka panjang."
UBS bergabung dengan sejumlah bank lain yang dalam beberapa minggu terakhir menaikkan target harga mereka untuk logam mulia tersebut. Pekan lalu, Macquarie Group memperkirakan harga akan melonjak hingga US$3.500 per ons pada kuartal II-2025, sementara BNP Paribas SA mengerek proyeksinya untuk menunjukkan harga rata-rata jauh di atas US$3.000.
Arus masuk yang lebih kuat ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung oleh emas batangan juga mulai terwujud, kata para analis UBS, seraya menambahkan bahwa permintaan berkelanjutan untuk instrumen investasi ini tetap menjadi persyaratan utama agar harga naik lebih tinggi lagi.
Para analis menyebut minat yang kuat dari bank-bank sentral juga akan terus bertindak sebagai dukungan struktural yang "krusial," menunjukkan sinyal bahwa pembelian "bisa kembali mendekati level beberapa tahun terakhir — sekitar 1.000 metrik ton per tahun."
Emas spot diperdagangkan meningkat 0,5% menjadi US$2.999,55 per ons pada pukul 11.03 pagi di London, setelah naik 2,6% pekan lalu. Indeks Spot Dolar Bloomberg turun 0,2%. Harga perak sedikit berubah, sedangkan harga platinum dan paladium menguat.
Jumat, 14 Maret 2025
Equityworld Futures | Wall Street Merosot Tajam Imbas Kekhawatiran Kebijakan Tarif Trump
Equityworld Futures | Wall Street Merosot Tajam Imbas Kekhawatiran Kebijakan Tarif Trump
Equityworld Futures | Wall Street melemah pada Kamis, 13 Maret 2025. Pelemahan ini dipicu kekhawatiran terhadap kebijakan tarif yang diusung Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Cetak Rekor! Level US$ 3.000 Tinggal Hitungan Hari
Dilansir Investing.com, Jumat, 14 Maret 2025, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, turun 530,21 poin, atau sekitar 1,28 persen, menjadi 40.820,92. Indeks S&P 500 melemah 70,78 poin, atau sekitar 1,26 persen, menjadi 5.528,52. Indeks komposit Nasdaq merosot 311,56 poin, atau sekitar 1,76 persen, menjadi 17.337,42.
Uni Eropa pada Kamis merespons pengenaan tarif impor terhadap baja dan aluminium oleh AS dengan mengenakan pajak 50 persen terhadap ekspor whiskey AS. Trump kemudian membalas dengan mengancam akan mengenakan tarif 200 persen terhadap wine dan alkohol lainnya yang diimpor dari Eropa.
Seluruh 11 sektor utama indeks S&P 500 berakhir di teritori negatif, dengan indeks kebutuhan nonprimer konsumen dan layanan komunikasi mengalami penurunan tertajam.
Bursa saham di Eropa bervariasi
Bursa saham Eropa melemah pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,2 persen, dipicu rencana pengenaan tarif terhadap alkohol dari Eropa oleh AS.
Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 1,59 poin menjadi 8.542,56. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, turun 109,27 poin, atau sekitar 0,48 persen, menjadi 22.567,14.
Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, naik 17,3 poin, atau sekitar 0,14 persen, menjadi 12.821,3. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melemah 50,75 poin, atau sekitar 0,64 persen, menjadi 7.938,21.
Nilai tukar poundsterling melemah 0,15 persen terhadap dolar AS menjadi 1,2941 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,2 persen menjadi 1,1931 euro per pound.
Kamis, 13 Maret 2025
Equityworld Futures | Harga Emas Naik di Tengah Ketidakpastian Tarif dan Redanya Inflasi AS
Equityworld Futures | Harga Emas Naik di Tengah Ketidakpastian Tarif dan Redanya Inflasi AS
Equityworld Futures | Harga emas menguat pada Rabu (12/3/2025), didorong oleh ketidakpastian tarif dan laporan inflasi yang lebih rendah, yang mempertahankan ekspektasi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS).
Equityworld Futures | Terima kasih Amerika! Harga Emas Kembali Mengangkasa, Siap Cetak Rekor
Menurut data pasar, harga emas spot (XAU/USD) naik 0,61 persen menjadi USD2.933,61 per troy ons.
"Kekhawatiran utama tetap pada penerapan tarif yang pada akhirnya bisa memicu inflasi," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.
Data menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) AS naik 0,2 persen bulan lalu setelah melonjak 0,5 persen pada Januari.
Namun, perbaikan ini diperkirakan hanya sementara mengingat kebijakan tarif yang agresif akan meningkatkan biaya sebagian besar barang dalam beberapa bulan mendatang.
Inflasi yang lebih rendah, kata Melek, dapat memberi Federal Reserve (The Fed) ruang lebih besar untuk memangkas suku bunga.
Pada 2024, The Fed memangkas suku bunga sebesar 100 basis poin. Pasar keuangan memperkirakan The Fed kembali memangkas suku bunga pada Juni karena memburuknya prospek ekonomi, setelah menahan diri pada Januari.
Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung menguat di tengah lingkungan suku bunga rendah dan dianggap sebagai investasi aman (safe haven) saat terjadi gejolak ekonomi maupun geopolitik.
Data indeks harga produsen (PPI) AS serta klaim pengangguran mingguan yang akan dirilis pada Kamis menjadi fokus perhatian investor berikutnya.
Di sisi kebijakan perdagangan, tarif impor baja dan aluminium yang lebih tinggi mulai berlaku pada Rabu, sebagai bagian dari langkah Presiden AS Donald Trump untuk mengubah tatanan perdagangan global demi kepentingan negara ekonomi terbesar tersebut. Langkah ini langsung mendapat respons keras dari Eropa.
"Emas terus menarik minat sebagai aset aman di tengah ketidakpastian kebijakan tarif Trump, kekhawatiran resesi, dan pelemahan dolar baru-baru ini," kata Saxo Bank, dikutip MT Newswires.