Senin, 09 Desember 2024

Equityworld Futures | Wall Street Sepekan: Nasdaq dan S&P 500 Cetak Rekor, Dow Jones Tergelincir

Equityworld Futures | Wall Street Sepekan: Nasdaq dan S&P 500 Cetak Rekor, Dow Jones Tergelincir

Equityworld Futures | Indeks utama saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup bervariasi dalam sepekan 2 November hingga 6 November. Selama sepekan, Nasdaq naik 3,3 persen, S&P 500 naik sekitar 1 persen, dan Dow Jones turun 0,6 persen.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Lagi Pagi Ini, Mending Jual atau Beli?

Mengutip Reuters, Nasdaq dan S&P 500 naik ke rekor penutupan tertinggi pada hari Jumat menyusul perkiraan optimistis dari Lululemon Athletica dan perusahaan lain, serta karena data pekerjaan AS memicu ekspektasi Federal Reserve akan memangkas suku bunga bulan ini.

“Industri Dow Jones (.DJI), turun 123,19 poin atau 0,28 persen menjadi 44.642,52, S&P 500 (.SPX) naik 15,16 poin atau 0,25 persen menjadi 6.090,27. Kemudian, Nasdaq Composite (.IXIC) naik 159,05 poin atau 0,81 persen menjadi 19.859,77,” tulis Reuters.

S&P 500 mencatatkan rekor penutupan tertingginya yang ke-57 pada tahun 2024. Sementara Nasdaq Composite membukukan rekor penutupan tertingginya yang ke-36 pada tahun ini.

Dow ditutup lebih rendah, karena penurunan 5,1 persen pada UnitedHealth Group (UNH.N), saham membebani indeks.

Indeks konsumen diskresioner S&P 500 (.SPLRCD) naik 2,4 persen dan mencapai rekor penutupan tertinggi sepanjang masa. Saham ini memimpin kenaikan di berbagai sektor, didorong oleh Lululemon.

Saham Lululemon Athletica (LULU.O) melonjak 15,9 persen setelah pembuat pakaian olahraga itu meningkatkan prakiraan setahun penuh. Saham pengecer kosmetik Ulta Beauty (ULTA.O) naik 9 persen setelah perusahaan menaikkan perkiraan laba tahunannya.

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan pertumbuhan pekerjaan melonjak pada bulan November. Tetapi peningkatan angka pengangguran menjadi 4,2 persen menunjukkan pasar tenaga kerja mereda.

"Hal ini mendukung argumen bagi Fed untuk terus memangkas suku bunga dalam pertemuan Desember dan hingga kuartal pertama," kata Direktur Investasi Senior di US Bank Wealth Management, Bill Northey.

Mengikuti data tersebut, suku bunga berjangka AS memperkirakan sekitar 90 persen kemungkinan Fed akan menurunkan suku bunga sebanyak 25 basis poin pada pertemuan kebijakan tanggal 17-18 Desember. The Fed telah menurunkan suku bunga sebesar 75 basis poin sejak September, saat meluncurkan siklus pelonggarannya.

Gubernur Fed Michelle Bowman mengatakan risiko inflasi tetap ada, yang menandakan kehati-hatian dalam keputusan suku bunga.

Saham perusahaan asuransi kesehatan termasuk UnitedHealth melanjutkan penurunan dari sesi sebelumnya, dua hari setelah Brian Thompson, CEO unit asuransi kesehatan UnitedHealth, ditembak mati di luar sebuah hotel Manhattan.

Demo Ewf 

Demo Equityworld

Jumat, 06 Desember 2024

Equityworld Futures | Harga Emas Naik pada Jumat (6/12) Pagi, Pasar Menanti Rilis Data Ketenagakerjaan AS

Equityworld Futures | Harga Emas Naik pada Jumat (6/12) Pagi, Pasar Menanti Rilis Data Ketenagakerjaan AS

Equityworld Futures | Harga emas naik pada perdagangan Jumat (6/12) pagi. Pukul 07.35 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2025 di Commodity Exchange ada di US$ 2.654,90 per ons troi, naik 0,24% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 2.648,40 per ons troi.

Equityworld Futures | Harga Emas Melemah Tersengat Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

Harga emas kembali naik setelah turun kemarin menjelang rilis data pekerjaan utama AS yang dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Mengutip Bloomberg, data nonfarm payrolls yang akan dirilis pada Jumat (6/12) waktu setempat adalah data utama yang dirilis sebelum para pembuat kebijakan The Fed bertemu dalam rapat kebijakan 17-18 Desember.

Pasar memperkirakan penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan terakhir tahun ini.

Namun, data ketenagakerjaan yang kuat dapat menghambat bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter secara agresif pada tahun depan.

Harga emas batangan turun dari rekor tertingginya yang dicapai pad akhir Oktober karena penguatan dolar dan kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS.

Namun, harga emas tetap naik lebih dari 25% sepanjang tahun ini, didukung oleh pemangkasan suku bunga AS dan pembelian oleh bank sentral.

Macquarie Group Ltd memperkirakan harga emas berpeluang naik lebih tinggi pada tahun depan, karena langkah The Fed untuk memangkas suku bunga dan pembelian lebh lanjut oleh bank setral.

Pada kuartal I-2025, harga emas diperkirakan mencapai level US$ 2.650 per ons troi.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Kamis, 05 Desember 2024

Equityworld Futures | Harga Emas Terkoreksi pada Kamis (5/12) Pagi, Pasar Mencerna Pernyataan Powell

Equityworld Futures | Harga Emas Terkoreksi pada Kamis (5/12) Pagi, Pasar Mencerna Pernyataan Powell

Equityworld Futures | Harga emas terkoreksi pada perdagangan Kamis (5/12) pagi. Pukul 07.38 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2025 di Commodity Exchange ada di US$ 2.672,60 per ons troi, turun 0,13% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 2.676,20 per ons troi.

Equityworld Futures | The Fed Mulai Melunak, Harga Emas Dunia Menguat Tipis


Harga emas terkoreksi, namun tetap stabil di kisaran level US$ 2.670 per ons troi setelah naik kemarin, karena pasar mencerna pernyataan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell tentang arah keputusan suku bunga bank sentral ke depan.

Mengutip Bloomberg, harga emas diperdagangkan mendekati kisaran level US$ 2.650 per ons troi setelah Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan dia berharap para pejabat bisa berhati-hati dalam penurunan suku bunga.

Data nonfarm payrolls AS yang akan dirilis pada Jumat pekan ini akan menjadi titik utama berikutnya sebelum para pejabat pembuat kebijakan The Fed bertemu pada 17-18 Desember untuk menentukan arah suku bunga.

Pasar memperkirakan, The Fed akan menurunkan suku bunga 25 basis poin dalam pertemuan kali ini.

Logam mulia diperdagangkan di kisaran sempit sejak awal pekan lalu karena investor mencari katalis baru.

Harga emas turun 5% dari rekor tertingginya di akhir Oktober, karena penguatan dolar setelah Donald Trump terpilih sebagai presiden AS dalam pilpres November lalu.

Meski begitu, sepanjang tahun ini harga emas telah naik sekitar 28% didukung oleh pemangkasan suku bunga AS dan pembelian oleh bank sentral.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Rabu, 04 Desember 2024

Equityworld Futures | Data Pekerjaan AS Bikin Cemas, Harga Emas Jadi Lemas

Equityworld Futures | Data Pekerjaan AS Bikin Cemas, Harga Emas Jadi Lemas

Equityworld Futures | Harga emas melemah setelah rilis data pekerjaan Amerika Serikat. Data pekerjaan tersebut memberikan sinyal pendekatan hati-hati terhadap pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve. Sementara dolar yang lebih lemah dan penurunan imbal hasil Treasury membatasi kerugian karena pasar menunggu isyarat ekonomi lebih lanjut.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Tipis, Data Ekonomi AS Jadi Sorotan

Berdasarkan data Refinitiv pada perdagangan awal Rabu (4/12/2024) pukul 6.23 WIb harga emas di pasar spot tercatat US$2.641,72 per troy ons, melemah 0,07% dari posisi sebelumnya.

Harga emas dunia melemah dipengaruhi oleh data JOLTs mengonfirmasi ekspektasi kami akan pemulihan di pasar tenaga kerja, yang meredakan kekhawatiran akan perlambatan signifikan di pasar tenaga kerja menjelang laporan penggajian nonpertanian hari Jumat," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.

Laporan pekerjaan yang kuat dapat menyebabkan The Fed mengambil sikap hati-hati dalam memangkas suku bunga. Fokus investor beralih ke laporan ketenagakerjaan ADP dan pidato Ketua The Fed Jerome Powell pada hari Rabu, menjelang laporan penggajian hari Jumat.

Para pedagang saat ini memperkirakan peluang sebesar 74% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember.

Imbal hasil Treasury 10 tahun turun ke level terendah lebih dari sebulan, dan dolar juga turun 0,3%, membatasi kerugian dalam emas batangan.

Analis di JPMorgan dan HSBC menyoroti peran emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik, mencatat bahwa meningkatnya ketegangan dan konflik global telah meningkatkan daya tariknya.

Mereka menekankan bahwa kebijakan Presiden terpilih Trump dapat semakin meningkatkan risiko geopolitik, yang berpotensi menguntungkan emas sebagai aset safe haven menjelang tahun 2025.

"Kami yakin aksi jual emas pasca pemilu merupakan kesalahan yang disebabkan oleh posisi, bukan perubahan besar," catat JP Morgan, yang memperkirakan harga dapat naik mendekati $3.000/oz pada tahun 2025 karena permintaan fisik dan posisi berjangka yang tidak terlalu bergejolak akan menjadi landasan bagi kenaikan harga lebih lanjut pada tahun 2025.

Emas, yang tidak membayar bunga apa pun, secara historis berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah dan selama periode ketidakpastian geopolitik.

Demo Ewf  

Demo Equityworld