Kamis, 23 November 2023

Equityworld Futures | Pemilik Emas yang Sabar ya! Harganya Lagi Jeblok

Equityworld Futures | Pemilik Emas yang Sabar ya! Harganya Lagi Jeblok

Equityworld Futures | Harga emas lagi-lagi gagal mempertahankan level US$ 2.000. Harga emas sempat menyentuh level psikologis US$2.000 per troy ons pada perdagangan kemarin sebelum akhirnya ditutup melemah di level US$1.989 per troy ons. Pelemahan terjadi seiring penguatan dolar AS.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Terus, Dijual Laku Segini

Pada perdagangan Rabu (22/11/2023) harga emas di pasar spot ditutup melemah 0,43% di posisi US$ 1.989,72 per troy ons.

Sementara, hingga pukul 06.30 WIB Kamis (23/11/2023), harga emas di pasar spot bergerak lebih tinggi atau naik 0,06% di posisi US$ 1.990,98 per troy ons.

Harga emas turun di bawah level kunci US$2.000 per troy ons pada perdagangan Rabu karena dolar AS rebound dari posisi terendah dan imbal hasil Treasury AS mengurangi kerugiannya, sementara ekspektasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan menghentikan kenaikan suku bunga membatasi penurunan harga emas batangan.

Indeks dolar menguat ke 103,92 pada perdagangan kemarin, dari 103,56 pada hari sebelumnya.

"Indeks dolar telah menguat ke level tertinggi hariannya dan hal itu membatasi minat beli terhadap emas," ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, dikutip dari Reuters.

Indeks dolar AS naik 0,3% terhadap para pesaingnya, sementara imbal hasil Treasury AS mengurangi kerugiannya setelah data klaim pengangguran awal yang kuat meresahkan pasar yang memperkirakan The Fed akan mulai menurunkan suku bunga sekitar bulan Juni karena perekonomian AS melambat.

Suku bunga yang lebih rendah biasanya meningkatkan harga emas karena mengurangi opportunity cost dibandingkan memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

"Meningkatnya ekspektasi pasar terhadap dimulainya siklus pemotongan suku bunga The Fed pada awal tahun 2024 telah menjadi kekuatan utama yang mendorong harga emas lebih tinggi selama seminggu terakhir," ujar Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities, kepada Reuters.

Pejabat bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) sepakat pada pertemuan kebijakan terakhir mereka bahwa mereka akan melanjutkan dengan "hati-hati" dan hanya menaikkan suku bunga jika kemajuan dalam pengendalian inflasi tersendat.

Harga emas sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga AS akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury menguat. Kondisi ini tak menguntungkan emas karena dolar yang menguat membuat emas sulit dibeli sehingga permintaan turun. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kurang menarik.

Namun, suku bunga yang lebih rendah akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury melemah, sehingga dapat menurunkan opportunity cost memegang emas. Sehingga emas menjadi lebih menarik untuk dikoleksi.

Rabu, 22 November 2023

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Makin Kinclong, Tembus di Atas USD 2.000

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Makin Kinclong, Tembus di Atas USD 2.000

Equityworld Futures | Harga emas dunia tertahan di atas angka USD 2.000 pada hari Selasa, didukung oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve telah mencapai puncak suku bunga. Pergerakan harga emas ini imbas risalah pertemuan terbaru bank sentral AS menekankan pendekatan hati-hati terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Equityworld Futures | The Fed Hati-Hati Naikkan Suku Bunga, Harga Emas Melambung

“Pembeli (bulls) melahap emas menjelang liburan Thanksgiving,” kata Tai Wong, pedagang logam independen yang berbasis di New York.

Para pejabat Fed sepakat pada pertemuan terakhir mereka, risalah rapat menunjukkan bahwa suku bunga hanya perlu dinaikkan jika informasi yang masuk tidak menunjukkan kemajuan yang cukup dalam menurunkan inflasi.

“Risalah rapat menunjukkan bahwa pembeli obligasi dan emas tidak boleh terlalu berlebihan,” tambah Wong.
Pelemahan Dolar AS

Dolar mencapai titik terendah dalam lebih dari 2,5 bulan, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Patokan imbal hasil Treasury AS 10-tahun juga berada di dekat posisi terendah dua bulan yang dicapai minggu lalu.

“Sepertinya tidak akan ada lagi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, sehingga hal ini menjadi bullish bagi emas,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Tanda-tanda melambatnya inflasi di AS telah meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan membatasi kenaikan suku bunga. Suku bunga yang lebih rendah menurunkan opportunity cost memegang emas.

“Sekarang kekhawatiran mengenai konflik di Timur Tengah telah mereda, prospek suku bunga AS kembali menguntungkan emas,” kata Commerzbank dalam sebuah catatan.

Selasa, 21 November 2023

Equityworld Futures | Saham-saham Teknologi "Bullish", Wall Street Melaju

Equityworld Futures | Saham-saham Teknologi "Bullish", Wall Street Melaju

Equityworld Futures | Bursa saham AS atau Wall Street berakhir di zona hijau pada penutupan perdagangan Senin (17/11/2023) waktu setempat (Selasa pagi WIB). Kenaikan ini didorong oleh penguatan saham teknologi, yang dipimpin oleh saham Microsoft dan Nvidia.

Equityworld Futures | Harga Emas Loyo, Investornya Deg-Degan Tunggu Data The Fed

Dow Jones industrial Average (DJIA) naik 203,76 poin, atau 0,58 persen, ditutup pada level 35.151,04. S&P 500 bertambah 0,74 persen menjadi 4,547.38, sedangkan Nasdaq Komposit menguat 1,13 persen ke posisi14.284,53.

Saham Microsoft naik 2 persen, mencapai level tertinggi baru, setelah CEO Microsoft Satya Nadella mengatakan mantan kepala OpenAI Sam Altman akan bergabung dengan raksasa teknologi itu untuk memimpin tim peneliti AI terbaru.

Sementara itu, perusahaan pembuat chip Nvidia juga bertambah 2,3 persen, dan ditutup pada level tertinggi sepanjang masa menjelang laporan pendapatan yang akan dirilis pada Selasa sore.

Sektor jasa teknologi dan komunikasi merupakan sektor yang memperoleh keuntungan terbesar di S&P 500, masing-masing naik 1,5 persen dan 1 persen. Palo Alto Network melesat 5,2 persen, sementara saham Intel naik 2,1 persen. Saham Paramount melonjak 5,6 persen, disusul oleh Netflix yang naik 1,8 persen.

Pasar AS akan tutup pada hari Kamis untuk memperingati Thanksgiving. Jumat juga akan menjadi hari perdagangan yang singkat bagi Wall Street. Menjelang peringatan Thanksgiving, harga saham berfluktuasi, namun November masih merupakan bulan dengan kinerja terbaik untuk S&P 500, menurut Stock Traders’ Almanak.

Ahli strategi investasi senior di Ascent Private Capital Management Tom Hainlin mengatakan, kenaikan pasar akan tetap terjadi hingga akhir tahun, terutama setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan yang dirilis minggu lalu.

Hal itu dinilai menenangkan kegelisahan investor terhadap tingginya harga dan memberikan harapan bahwa Federal Reserve dapat berhenti menaikkan suku bunga. Imbal hasil juga terus menurun pada hari Senin menyusul kuatnya lelang obligasi Treasury AS tenor 20 tahun.

“Salah satu hal yang memicu kenaikan baru-baru ini sejak akhir Oktober dan hari ini adalah penurunan sekitar setengah persen dalam imbal hasil Treasury AS yang jelas mendukung nilai aset,” kata Tom Hainlin mengutip CNBC.

“Jadi kami masih melihat volatilitas di pasar obligasi, namun sejauh ini penurunan imbal hasil benar-benar mendukung harga aset-aset berisiko tersebut, yang akan menjadi fokus utama kami pada tahun 2024,” tambah Hainlin.
Wall Street juga akan mengawasi hasil rapat The Fed terbaru, yang dijadwalkan akan dirilis pada hari Selasa.

Senin, 20 November 2023

Equityworld Futures | Harga Emas Pekan Ini: Mungkinkah Naik ke US$ 2.000?

Equityworld Futures | Harga Emas Pekan Ini: Mungkinkah Naik ke US$ 2.000?

Equityworld Futures | Harga emas ditutup terkoreksi pada Jumat pekan kemarin, namun harga emas masih berada di jalur kenaikan mingguan pertamanya dalam tiga minggu terakhir. Kenaikan harga dipicu keyakinan investor bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS)  The Federal Reserve (the Fed) telah selesai menaikkan suku bunganya, sehingga menyebabkan dolar AS dan imbal hasil Treasury lebih rendah.

Equityworld Futures | Kilau Harga Emas Spot Sedikit Meredup ke US$1.975,80 pada Senin (20/11) Pagi

Pada perdagangan Jumat (17/11/2023) harga emas di pasar spot ditutup melemah 0,04% di posisi US$ 1.980,01 per troy ons. Dalam sepekan kemarin, harga emas telah mengalami kenaikan sebesar 2,23%.

Sementara, hingga pukul 06.00 WIB Senin (20/11/2023), harga emas di pasar spot dibuka lebih rendah atau turun 0,16% di posisi US$ 1.976,78 per troy ons.

Dolar berada di jalur penurunan mingguan, membuat emas lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun berada di dekat posisi terendah dalam dua bulan.

Jumlah orang AS yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran meningkat lebih dari perkiraan pada minggu lalu, yang dapat membantu perjuangan The Fed melawan inflasi.

Data tersebut semakin menegaskan jika ekonomi AS mendingin. Terlebih, inflasi AS juga melandai ke 3,2% (year on year/yoy) pada Oktober 2023, dari 3,7% (yoy) pada September 2023.

Pasar tenaga kerja yang melambat dan data inflasi konsumen yang lebih lemah dari perkiraan mendorong pelaku pasar untuk merevisi perkiraan mereka mengenai tindakan The Fed di masa depan.

Para pelaku pasar kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunganya tidak berubah pada pertemuan kebijakan 12-13 Desember mendatang, menurut alat CME FedWatch.

Kondisi ini akan berdampak positif terhadap emas. Harga emas sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga AS akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury menguat. Kondisi ini tak menguntungkan emas karena dolar yang menguat membuat emas sulit dibeli sehingga permintaan turun. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kurang menarik.

Namun, suku bunga yang lebih rendah akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury melemah, sehingga dapat menurunkan opportunity cost memegang emas. Sehingga emas menjadi lebih menarik untuk diburu.

Pekan ini, investor menanti data risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan keluar Rabu pekan ini. Risalah tersebut diharapkan bisa memberi sinyal lebih jelas mengenai kebijakan suku bunga ke depan.

"Ada potensi besar emas terus rally ke depan tetapi saat ini emas memang perlu melemah sedikit sebelum rally berikutnya. Emas sedang mencoba melewati level US$ 2.000 per troy ons," tutur Everett Millman, analis dari Gainesville Coins, kepada Reuters.