Kamis, 09 Maret 2023

Equity World | Bursa Saham Asia-Pasifik Naik, IHSG Dibuka Menguat

Equity World | Bursa Saham Asia-Pasifik Naik, IHSG Dibuka Menguat

Equity World | JAKARTA, Ditutup menguat sebesar 9 poin atau 0,14% ke level 6.776, IHSG dibuka menguat 28,8 poin (0,43%) ke level 6.805,17 pada sesi I, Kamis (9/3/2023). IHSG hari ini bergerak menghijau pada rentang 6.797- 6.805. IHSG bergerak searah bursa saham Asia- Pasifik yang diperdagangkan naik pada pagi ini.

Tercatat sebanyak 798,26 miliar saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 255,78 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 44.876 kali transaksi. Sebanyak 76 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 208 saham terkoreksi, dan 316 saham stagnan.   

Sell-off pada Wall Street tidak berlanjut di Rabu (8/3/2023). Nasdaq menguat 0,40%, diikuti S&P 500 (0,14%) di Rabu (8/3/2023). Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar, khususnya di AS telah melakukan priced-in terhadap potensi kenaikan The Fed Rate yang lebih agresif dalam FOMC Maret 2023 (22/3/2023).

Sebagai informasi, jajak pendapat oleh CME Group’s FedWatch Tool memperoleh hasil 75% responden meyakini kenaikan sukubunga acuan sebesar 50 bps dalam FOMC tersebut.

Rebound juga dicatatkan oleh mayoritas indeks di Eropa pada perdagangan Rabu (8/3/2023). Dari regional, data ekonomi terbaru cenderung kurang memuaskan. Penjualan ritel di Jerman mencatatkan kontraksi sebesar 6.9% yoy di Januari 2023, lebih dalam dari perkiraan kontraksi 6.1% yoy. Euro Area GDP Growth Rate 3rd Estimate di 1.8% yoy pada Q4-2022, juga lebih rendah dari perkiraan di 1.9% yoy.

Dari pasar komoditas, pelemahan harga minyak berlanjut di Rabu (8/3/2023). Harga brent oil turun 0,98% ke US$ 82,47 per barel, sementara harga crude oil turun 1,43% ke US$ 76,47 per barel di Rabu (8/3/2023).

Sementara dari pasar keuangan, nilai tukar cenderung flat di Rabu (8/3/2023), setelah terjadi peningkatan fluktuasi signifikan di Selasa (7/3/2023) merespon testimoni Kepala The Fed, Jerome Powell.

Saham Asia-Pasifik naik pada Kamis (9/3/2023) karena Bank of Japan memulai pertemuan kebijakan moneter dua hari, dengan investor mengincar setiap perubahan kebijakan yang dapat menyertai pertemuan terakhir gubernur BOJ Haruhiko Kuroda.

Nikkei 225 Jepang naik 1% dan Topix naik 0,84% pada jam pertama perdagangan. Kospi naik tipis 0,2%. S&P/ASX 200 Australia diperdagangkan di garis datar. Futures Hang Seng berada di 20.070, yang berada di atas penutupan terakhir indeks Hang Seng di 20.051,25.

Prediksi Analis

Yugen Bertumbuh Sekuritas memprediksi IHSG hari ini menguat. IHSG hari ini diperkirakan akan diperdagangkan pada rentang 6.698 – 6. 821. Rilis data perekonomian mengenai tingkat kepercayaan konsumen yang terlansir dalam kondisi membaik dapat menjadi salah satu faktor yang dapat menopang pola gerak IHSG.

Hal ini, lanjut Yugen, tentunya mengingat mobilitas masyarakat yang berangsur mulai normal dapat kembali memberikan gairah terhadap kinerja emiten yang dapat kembali mendapatkan kinerja yang baik. “IHSG hari ini berpeluang menguat,” tulis Yugen dalam ristenya, Kamis (9/3/2023).

Yugen merekomendasikan menu saham pilihan yang berpeluang untung pada hari ini. Menu saham pilihan tersebut adalah UNVR, ICBP, GGRM, HMSP, KLBF, BBCA, SMRA, PWON, dan JSMR.

Rabu, 08 Maret 2023

Equity World | Searah Bursa Saham Asia, IHSG Dibuka Melemah

Equity World | Searah Bursa Saham Asia, IHSG Dibuka Melemah

Equity World | JAKARTA, Ditutup melemah sebesar 40 poin (0,59%) ke level 6.766, IHSG dibuka melemah 7,7 poin (0,11%) ke level 6.759,05 pada sesi I, Rabu (8/3/2023). IHSG hari ini bergerak melemah pada rentang 6.739- 6.766. IHSG bergerak searah bursa saham Asia- Pasifik yang diperdagangkan melemah pada pagi ini.

Tercatat sebanyak 798,26 miliar saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 255,78 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 44.876 kali transaksi. Sebanyak 76 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 208 saham terkoreksi, dan 316 saham stagnan.   

Indeks-indeks Wall Street melemah lebih dari 1% pada perdagangan Selasa (7/3) dipicu oleh kekhawatiran kenaikan The Fed Rate yang lebih besar dari 25 bps, khususnya di FOMC Maret 2023. Kekhawatiran ini dipicu oleh testimoni Kepala The Fed, Jerome Powell yang menyatakan bahwa sukubunga mungkin perlu go higher for longer. Pandangan ini didasari oleh kondisi ekonomi AS yang lebih solid dari ekspektasi dan inflasi di AS yang lebih persistent.

Meski demikian, pelemahan pada Wall Street relatif tidak sedalam sebelum-sebelumnya ketika terdapat sinyal pengetatan yang lebih agresif seperti ini. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh sebagian pelaku pasar yang telah mengantisipasi hal ini dengan mencermati perkembangan data-data terbaru di AS dalam beberapa bulan terakhir.

Pelemahan juga dialami oleh mayoritas indeks di Eropa, meski tidak sedalam pelemahan Wall Street. Pelemahan tersebut juga dipicu oleh terstimoni Jerome Powell di atas. Testimoni tersebut juga memicu pelemahan Pounds dan Euro. Pounds sempat melemah 1.37% terhadap dolar AS ke US$1.186, sementara Euro melemah 0.96% terhadap dolar AS ke US$1.0575.

Hal di atas juga turut menekan harga minyak dunia. Harga brent oil melemah 3.81% ke US$ 82,90 per barel, sementara harga crude oil melemah 4.04% ke US$ 77,21 per barel di Selasa (7/3/2023).

Saham Asia-Pasifik jatuh pada Rabu pagi (8/3/2023). Setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperingatkan bahwa suku bunga mungkin perlu lebih tinggi dari perkiraan bank sentral, memicu kekhawatiran kenaikan yang berpotensi lebih besar pada pertemuan kebijakan berikutnya.

Di Australia, S&P/ASX 200 turun 0,82% karena investor mencerna pidato gubernur Reserve Bank of Australia Philip Lowe untuk menghentikan kenaikan suku bunga lebih lanjut setelah kenaikan 25 basis poin bank sehari sebelumnya.

Kospi Korea Selatan turun 1,18% sementara Kosdaq kehilangan 0,78% pada jam pertama perdagangan. Nikkei 225 Jepang turun 0,13% dan Topix diperdagangkan sedikit di bawah garis datar. Futures Hang Seng berada di 20.314, angka yang lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir indeks Hang Seng di 20.534,48.

Prediksi Analis

Yugen Bertumbuh Sekuritas memprediksi IHSG menguat terbatas pada Rabu (8/3/2023). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada 6.757 – 6.872. Perhatikan jajaran saham pilihan bakal melesat. Salah satunya INDF.

Yugen menjelaskan, pasca rilis data perekonomian mengenai cadangan devisa (Cadev) kembali IHSG akan ditopang oleh salah satu faktor yang dapat menopang pola gerak IHSG yang berasal dari rilis data perekonomian berupa tingkat kepercayaan konsumen yang diperkirakan akan membaik ditengah kembali normalnya mobilitas masyarakat.

“Namun, masih adanya peluang risiko koreksi wajar tetap harus diwaspadai oleh para investor. Mengingat support level terdekat terlihat sedang diuji kekuatannya, IHSG hari ini berpotensi menguat terbatas,” tulis Yugen dalam risetnya, Rabu (8/3/2023).

Yugen merekomendasikan jajaran saham piliha bakal melesat. Jajaran saham tersebut adalah INDF, ICBP, UNVR, MYOR, TLKM, EXCL, TBIG, BBNI, SMRA.

Selasa, 07 Maret 2023

Equity World | Wall Street Memulai Pekan Ini Berseri, Imbal Hasil US Treasury Turun

Equity World | Wall Street Memulai Pekan Ini Berseri, Imbal Hasil US Treasury Turun

Equity World | JAKARTA. Wall Street naik pada perdagangan Senin (6/3). Terangkat oleh imbal hasil US Treasury mundur lebih jauh menjelang pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan data pekerjaan minggu ini yang dapat memberikan isyarat baru pada lintasan suku bunga.

Melansir Reuters, pukul 09:48 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 58,51 poin atau 0,18% ke 33.449,48, S&P 500 naik 9,61 poin atau 0,24% ke 4.055,25 dan Nasdaq Composite naik 32,73 poin, atau 0,28 %, pada 11.721,74.

Saham megacap yang sensitif terhadap suku bunga seperti Apple Inc, Microsoft Corp dan Meta Platforms menjadi pendorong utama S&P 500 dan Nasdaq. Dipicu imbal hasil surat utang negara AS 10 tahun merosot ke level terendah sejak 1 Maret di 3,91%.

Imbal hasil US Treasury dua tahun turun tipis menjadi 4,85% setelah menyentuh level tertinggi sejak 2007 pekan lalu.

Meningkatnya imbal hasil obligasi cenderung membebani valuasi ekuitas, terutama saham berbasis pertumbuhan dan teknologi. Pasalnya, suku bunga yang lebih tinggi mengurangi nilai arus kas masa depan.

Sebelumnya, Wall Street berakhir menguat pada hari Jumat lalu dan membukukan kenaikan mingguan karena imbal hasil mundur dari puncaknya setelah komentar pejabat The Fed menenangkan kegelisahan seputar kenaikan suku bunga agresif.

Powell akan bersaksi di depan Kongres pada hari Selasa dan Rabu dan investor akan mengamati petunjuk tentang prospek kebijakan moneternya. Setelah data ekonomi yang kuat baru-baru ini dan angka inflasi yang tinggi memicu taruhan bahwa bank sentral dapat menaikkan suku bunga ke tingkat yang lebih tinggi dari perkiraan.

"Investor bersiap untuk komentar Powell besok dan saya pikir dia tidak akan banyak bicara dari apa yang dia katakan selama ini. The Fed pada dasarnya telah menyiapkan panggung untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut, mungkin setelah Mei dan pasar baik-baik saja. sadar akan hal itu," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York.

Pedagang mengharapkan setidaknya tiga kenaikan 25 basis poin lagi tahun ini dan melihat suku bunga memuncak pada 5,44% pada September dari 4,67% sekarang.

Senin, 06 Maret 2023

Equity World | Menunggu Kabar Penting dari AS, Harga Emas Akan Labil

Equity World | Menunggu Kabar Penting dari AS, Harga Emas Akan Labil

Equity World | Jakarta, Harga emas melonjak pada pekan lalu. Namun, kinerja sang logam mulia akan menghadapi tantangan berat pada pekan ini karena banyaknya data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang akan keluar dalam lima hari ke depan.

Pada penutupan perdagangan pekan lalu, Jumat (3/3/2023), emas ditutup di posisi US$ 1.854,97 per troy ons. Harganya terbang 1,03%.

Secara keseluruhan, emas juga melonjak 2,4% pada pekan lalu. Penguatan tersebut memutus rekor buruk emas yang melandai selama empat pekan sebelumnya.

Kendati cemerlang pada pekan lalu, emas diperkirakan akan menghadapi perjalanan berat pekan ini. Sang logam mulia diperkirakan akan bergerak volatile.

Pada perdagangan hari ini, Senin (6/3/2023) pukul 06: 11 WIB, harga emas di posisi US$ 1.853,65 per troy ons. Harganya melemah tipis 0,07%.

Pekan ini, AS akan mengumumkan sejumlah data penting. Di antaranya adalah data ketenagakerjaan Februari yang dirilis Jumat (10/3/2023) serta laporan pembukaan lapangan kerja (JOLTS) per Januari dan Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP pada tengah pekan.

Agenda penting lain adalah pidato Chairman bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell di hadapan Komite Urusan Perbankan, Perumahan dan Perkotaan Senat dan Komite Layanan Keuangan DPR AS pada Selasa dan Rabu (7-8/3/2023).

Data tenaga kerja akan sangat menentukan arah kebijakan The Fed ke depan. Sementara itu, pidato Powell juga akan menjadi sinyal bagi kebijakan The Fed ke depan.

Analis TD Securities, Bart Melek, memperkirakan emas kemungkinan akan bergerak di kisaran US$ 1.830-1.850 per troy ons pekan ini.

Sebaliknya, analis OANDA Craig Erlam memperkirakan emas akan bergerak di kisaran US$ 1.780-1.800 per troy ons.

"Masih ada kemungkinan The Fed menjadi sangat hawkish dan ini tentu tidak baik bagi emas," tutur Erlam, dikutip dari Reuters.