Jumat, 27 Januari 2023

Equity World | Wall Street Menguat Karena Harapan Soft Landing

Equity World | Wall Street Menguat Karena Harapan Soft Landing

Equity World | JAKARTA. Wall Street menguat di awal perdagangan Kamis (26/1) setelah data menunjukkan pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang tangguh dan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari perkiraan kuartal terakhir. Data ekonomi yang positif meredakan kekhawatiran resesi yang dalam.

Kamis (26/1) pukul 21.38 WIB, Dow Jones Industrial Average menguat 0,37% ke 33.870. Indeks S&P 500 menanjak 0,79% ke 4.048. Sedangkan Nasdaq Composite melesat 1,46% ke 11.476.

Laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara bagian turun menjadi 186.000 secara musiman untuk pekan yang berakhir 21 Januari. Angka ini lebih rendah daripada 192.000 dari pekan sebelumnya.

Secara terpisah, Departemen Perdagangan AS mengatakan produk domestik bruto (PDB) AS meningkat 2,9% secara tahunan pada kuartal keempat. Pertumbuhan PDB AS di atas ekspektasi kenaikan 2,6%.

"Selama hampir satu tahun, Federal Reserve telah berusaha mencapai soft landing dengan menaikkan suku bunga jangka pendek cukup untuk menurunkan inflasi tanpa menyebabkan resesi," kata Richard Flynn, direktur pelaksana di Charles Schwab kepada Reuters.

"Jelas ekonomi tetap relatif kuat dalam menghadapi upaya Fed, menunjukkan mereka berhasil," imbuh Flynn.

Laporan PDB dapat menandai kuartal terakhir pertumbuhan yang solid sebelum dampak pengetatan agresif Federal Reserve mulai terlihat. Sebagian besar ekonom memperkirakan resesi ringan pada paruh kedua tahun 2023.

Pasar uang memperkirakan kenaikan suku bunga 25 basis poin oleh Federal Reserve pekan depan. Puncak suku bunga diperkirakan 4,9% pada bulan Juni, masih di bawah tingkat 5% yang didukung oleh banyak pembuat kebijakan.

Setelah prospek Microsoft Corp yang mengecewakan membuat pasar ketakutan di sesi sebelumnya, hasil kuartalan Tesla Inc yang lebih baik dari perkiraan meyakinkan investor bahwa produsen mobil listrik ini dapat mengatasi ekonomi yang melambat pada tahun 2023. Harga saham Tesla melonjak 8,7% dalam perdagangan premarket, mengangkat produsen EV lainnya seperti Rivian Automotive, Lucid Group, dan NIO antara 4% dan 5,4%.

Saham-saham pertumbuhan memimpin kenaikan di bulan Januari. Indeks pertumbuhan S&P 500 memulihkan lebih dari setengah kerugian yang dicatat bulan lalu.

Harga saham perusahaan kimia Dow Inc turun 3,3% setelah laba kuartalan meleset dari estimasi Wall Street. Perusahaan kimia ini tertekan oleh biaya energi yang lebih tinggi, permintaan yang lebih lemah, dan gangguan rantai pasokan.

Harga saham perusahaan perangkat lunak IBM Corp turun 2,3% setelah kehilangan target arus kas tahunan. Tekanan keuangan IBM juga menandai perlambatan pertumbuhan dalam bisnis perangkat lunak dan konsultasi.

Harga saham Mastercard Inc naik 0,9% setelah melaporkan laba kuartal keempat yang lebih baik dari perkiraan. Kenaikan laba Mastercard didukung oleh volume pengeluaran yang tangguh. Harga saham pesaingnya, Visa Inc naik 0,4%.

Harga saham Chevron Corp naik 3,6% setelah perusahaan minyak ini mengatakan akan melipatgandakan anggaran untuk pembelian kembali saham menjadi US$ 75 miliar.

Harga saham American Airlines naik 1,3% karena ekspektasi laba yang lebih tinggi untuk setahun penuh, didukung oleh permintaan yang kuat untuk perjalanan udara. Sementara harga saham Southwest Airlines Co turun 2,9% karena peringatan kerugian pada kuartal pertama.

Kamis, 26 Januari 2023

Equity World | Saham Asia-Pasifik Bersiap untuk Naik, Kamis (26/01)

Equity World | Saham Asia-Pasifik Bersiap untuk Naik, Kamis (26/01)

Equity World | Saham Asia-Pasifik bersiap untuk naik pada hari Kamis (26/01) karena wilayah tersebut menunggu rilis data ekonomi.

Kontrak berjangka Nikkei di Chicago berada di 27.415 sedangkan pasangannya di Osaka berada di 27.390, lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir Nikkei 225 di 27.395,01 karena investor menunggu ringkasan opini Bank of Japan dari pertemuan minggu lalu.

Yen Jepang terakhir berdiri di 129,32 melawan dolar AS.

Hong Kong dan Filipina juga dijadwalkan untuk merilis data perdagangan. Produk domestik bruto Korea Selatan menyusut 0,4% pada kuartal keempat, menandai kontraksi pertama dalam lebih dari dua tahun.

Pasar di China dan Australia tutup untuk liburan.

Semalam di AS, sebagian besar saham turun, karena saham teknologi merana mengikuti panduan Microsoft yang kurang bersemangat.

Dow Jones Industrial Average naik 9,88 poin, atau 0,03%, menjadi berakhir pada 33.743,84.

Nasdaq Composite merosot 0,18% menjadi ditutup pada 11.313,36, dan S&P 500 merosot 0,02% menjadi menetap di 4.016,22.

Rabu, 25 Januari 2023

Equity World | Bursa Asia Diperdagangkan Beragam Rabu (25/1) Pagi, Mengekor Wall Street

Equity World | Bursa Asia Diperdagangkan Beragam Rabu (25/1) Pagi, Mengekor Wall Street

Equity World | JAKARTA. Bursa saham Asia-Pasifik diperdagangkan beragam pada hari Rabu (25/1). Mengekor jejak Wall Street yang mencari arahkarena pasar China dan Hong Kong tetap tutup untuk liburan Tahun Baru Imlek.

Di Korea Selatan, Kospi naik 1,3% dan Kosdaq naik 1,16% pada jam pertama perdagangan. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,22% dan Topix turun 0,06%.

S&P/ASX 200 Australia turun 0,43% karena investor menunggu rilis angka inflasi negara tersebut.

Pasar di China dan Hong Kong ditutup untuk liburan.

Rilis inflasi kuartal keempat Selandia Baru naik 1,4% secara kuartalan. Indonesia dijadwalkan untuk merilis data inflasi intinya untuk bulan Desember.

Semalam di AS, Wall Street berjuang mencari arah dengan Dow Jones Industrial Average ditutup pada kenaikan hari ketiga, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite turun.

Selasa, 24 Januari 2023

Equity World | Libur Imlek, Bursa Saham Jepang Dibuka Cerah

Equity World | Libur Imlek, Bursa Saham Jepang Dibuka Cerah

Equity World | Jakarta, Hampir seluruh bursa saham Asia-Pasifik tutup hari ini merayakan Hari Raya Tahun Baru atau Imlek. Bursa saham Jepang dan Australia adalah sedikit yang buka pada hari ini.

Pada perdagangan Senin (23/1/2023), indeks Nikkei 225 Jepang pada sesi awal perdagangan menguat 309,8 points atau 1,16% ke posisi 26.876,16.

Sementara itu, ASX 200 Australia menguat 0,3% ke 7.452,5.

Penguatan bursa Jepang dan Australia masih ditopang oleh optimisme dengan perekonomian China setelah Tiongkok melonggarkan kebijakan Covid-19.

Pelonggaran di China diharapkan membuat pergerakan ekonomi Tiongkok dan Asia lebih cepat mengingat Tiongkok adalah motor penggerak utama perekonomian Asia.

Dengan pertumbuhan China dan Asia yang lebih cepat maka hal tersebut diharapkan bisa mengkompensasi perlambatan pertumbuhan atau resesi di Eropa.

"Tidak ada negara Asia yang terancam mengalami resesi pada tahun ini. Pada 12 bulan mendatang, kami perkirakan bursa saham Asia akan mengakhiri 2023 dengan tone yang positif," tutur analis Bernstein Sarah McCarthy, dikutip dari The Japan Times.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (20/1/2023), bursa Asia juga ditutup cerah.

Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup menguat 0,56% ke posisi 26.553,5, Hang Seng Hong Kong melejit 1,82% ke 22.044,65, Shanghai Composite China menanjak 0,76% ke 3.264,81, dan ASX 200 Australia bertambah 0,23% menjadi 7.452,2.

Berikutnya untuk indeks Straits Times Singapura terapresiasi 0,54% ke 3.293,71, KOSPI Korea Selatan melaju 0,63% ke 2.395,26, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 0,81% menjadi 6.874,93.