Selasa, 27 Oktober 2020

Equity World | Wall Street melemah pada penutupan perdaganga

 Equity World | Wall Street melemah pada penutupan perdaganga

Equity World | Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Pendorong pelemahan bursa saham di Amerika Serikat (AS) ini karena lonjakan penderita covid-19 dan negosiasi paket stimulus fiskal yang macet.

Mengutip CNBC, Selasa (27/10/2020), Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 650,19 poin melemah atau 2,3 persen ke level 27.685,38. S&P 500 turun 1,9 persen menjadi 3.400,97. Sedangkan Nasdaq Composite turun 1,6 persen menjadi 11.358,94.
Penurunan Wall Street pada Senin menghapus keuntungan bulanan untuk Dow Jones Industrial. Ini merupakan penurunan Dow Jones dalam satu hari terbesar sejak 3 September dan penutupan pertama di bawah 28.000 sejak 6 Oktober.
Penurunan terjadi karena data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins menunjukkan bahwa kasus infeksi harian virus Covid-9 di AS telah meningkat rata-rata 68.767 selama tujuh hari terakhir, sebuah rekor.


emas naik tipis saat kekhawatiran virus imbangi penguatan dolar AS | Equity World



Pada hari Minggu saja, lebih dari 60.000 kasus dilaporkan. Negara itu mengalami lebih dari 83.000 infeksi baru pada hari Jumat dan Sabtu.
“Bagi saya, ini adalah gelombang kedua pandemi COvid-19,” kata analis Aegon Asset Management, Frank Rybinski.
“Sampai kita berhasil memberantas virus, ini akan menjadi seperti awan abu-abu di pasar," tambah dia.

Optimisme para pelaku pasar di Wall Street juga meredup karena Gedung Putih dan DPR belum melakukan kesepakatan stimulus.
Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan kepada CNBC bahwa pembicaraan melambat, tetapi ada catatan bahwa negosisi tetap berlangsung.
Saham dengan kerugian terbesar dari meningkatnya kasus dan rencana stimulus yang terhenti adalah Royal Caribbean dengan turun 9,7 persen. Saham ini merupakan penghambat terbesar di S&P 500.
Saham Delta turun 6,1 persen. Saham Norwegian Cruise Line ditutup melemah 8,5 persen dan United Airlines turun 7 persen. American Airlines juga melemah 6,4 persen.
SAP, salah satu perusahaan perangkat lunak terbesar di Eropa, mengalami penurunan saham lebih dari 20 persen setelah memperingatkan bahwa mereka akan mengontrol pengeluaran. Hal tersebutmemangkas estimasi pendapatan untuk tahun 2020.
Oracle dan Microsoft mengikuti SAP dengan bergerak lebih rendah, masing-masing turun 4 persen dan 2,8 persen.


Senin, 26 Oktober 2020

Equity World | Dolar AS Lagi Perkasa, Emas ‘Say Goodbye’ ke Level US$1.900

 Equity World | Dolar AS Lagi Perkasa, Emas ‘Say Goodbye’ ke Level US$1.900

Equity World | Harga emas melemah dan meninggalkan level US$1.900 pada perdagangan hari ini, Senin (26/10/2020), sejalan dengan penguatan indeks dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas Comex untuk kontrak Desember 2020 terpantau melemah 5,8 poin atau 0,3 persen ke level US$1.899,40 per troy ons pada pukul 10.59 WIB. Sepanjang hari ini, emas Comex bergerak dalam kisaran US$1.892,50-US$1.906,30.

Sementara itu, harga emas di pasar spot terpantau melemah 3,85 poin atau 0,2 persen ke level US$1.898,2 per troy ons.

Pelemahan harga emas sejalan dengan gerak indeks dolar AS yang melaju di zona hijau sepanjang perdagangan hari ini.

Indeks yang melacak pergerakan relatif dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya tersebut terpantau menguat 0,16 poin atau 0,17 persen ke level 92,928 pada pukul 11.02 WIB.


Harga Emas Hari Ini, Senin 26 Oktober 2020 | Equity World



Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah outlook menguatnya dolar AS dibalik ketidakpastian stimulus AS. Selain itu, ada laporan yang mengatakan bahwa obat remdesivir dari Gilead Sciences telah diizinkan oleh FDA untuk penanganan virus corona.

Namun, penurunan harga emas berpeluang terbatas mengingat hasil poling sementara yang mengunggulkan Joe Biden menjelang pilpres AS dibalik janjinya yang akan mengeluarkan lebih banyak bantuan stimulus corona dibandingkan Trump.

"Selanjutnya fokus hari ini akan tertuju ke data penjualan rumah baru di AS yang dirilis pukul 21:00 WIB," paparnya dalam publikasi riset, Senin (26/10/2020).

Harga emas berpeluang untuk dijual selama harga masih tertahan bergerak di bawah level resisten di 1906 karena berpotensi turun untuk menguji level support di 1890.

Namun, jika harga terus bergerak naik hingga menembus ke atas level resisten di 1906, berpotensi untuk beli, karena harga emas dapat naik lebih lanjut membidik resisten di 1915


Jumat, 23 Oktober 2020

PT Equityworld | Harga emas hari ini di Pegadaian, Jumat 23 Oktober 2020

 PT Equityworld | Harga emas hari ini di Pegadaian, Jumat 23 Oktober 2020

PT Equityworld | Harga emas hari ini untuk logam mulia Antam yang dijual di Pegadaian turun Rp 2.000 dibandingkan hari sebelumnya untuk ukuran 2 gram pada Jumat (23/10).

Mengutip laman Pegadaian, harga emas hari ini Jumat (23/10) untuk logam mulia Antam di Pegadaian untuk ukuran 2 gram mencapai Rp 2.040.000.

Logam mulia Antam dijual dalam bentuk batangan dengan beberapa ukuran berat misalnya 1 gram, 2 gram, 5 gram, hingga 1.000 gram.


Emas anjlok 25 dolar tertekan data pekerjaan AS dan penguatan dolar | PT Equityworld



Selain logam mulia Antam, di Indonesia terdapat PT Untung Bersama Sejahtera yang juga mengeluarkan produk emas batangan dan perhiasan.

Produk emas keduanya pun juga bisa didapatkan di toko emas, butik masing-masing perusahaan maupun Pegadaian. Lantas, berapa rincian harga emas milik Antam dan UBS di Pegadaian?

Berikut harga emas hari ini Jumat, 23 Oktober 2020 untuk logam mulia Antam di Pegadaian:

    Harga emas 2 gram: Rp 2.040.000
    Harga emas 3 gram: Rp 3.033.000
    Harga emas 5 gram: Rp 5.026.000
    Harga emas 10 gram: Rp 9.984.000
    Harga emas 25 gram: Rp 24.829.000
    Harga emas 50 gram: Rp 49.657.000
    Harga emas 100 gram: Rp 99.505.000
    Harga emas 250 gram: Rp 246.400.000
    Harga emas 500 gram: Rp 493.674.000
    Harga emas 1.000 gram: Rp 985.165.000

Kamis, 22 Oktober 2020

PT Equityworld | Indeks Wall Street Fluktuatif, Saham Netflix Paling Merugi

 PT Equityworld | Indeks Wall Street Fluktuatif, Saham Netflix Paling Merugi

PT Equityworld | Terjadi pergerakan harga fluktuatif di bursa saham Wall Street pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari WIB (22/10/2020), dengan ketiga indeks utamanya ditutup dalam zona merah. Untuk saham kapital besar yang paling banyak menekan indeks seperti anjloknya saham Netflix dengan penurunan 7,76% dan  saham Apple yang turun 1,06% .

Indeks Dow Jones turun 97,97 poin atau 0,4 persen menjadi 28.210,82, indeks Nasdaq merosot 31,80 poin atau 0,3 persen menjadi 11.484,69 dan indeks S&P 500 turun tipis 7,56 poin atau 0,2 persen menjadi 3.435,56. Perdagangan yang fluktuatif di Wall Street terjadi karena investor terus  mengawasi perkembangan kesepakatan tentang RUU stimulus baru dan meningkatnya kasus baru terinfeksi secara global.

Pergerakan positif dipicu setelah  Ketua DPR Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin telah membuat kemajuan yang baik  dalam pembicaraan tetapi masih ada hal yang akan diselesaikan sebelum kesepakatan tercapai. Wakil kepala staf Pelosi Drew Hammill mengatakan mereka telah meminta ketua komite untuk bekerja menyelesaikan perbedaan tentang tingkat pendanaan dan bahasa.


Emas berjangka melonjak | PT Equityworld



Sentimen positif juga datang dari seruan Gubernur Federal Reserve Lael Brainard yang mendesak Kongres AS untuk meloloskan RUU bantuan baru dalam pidatonya di  Society of Professional Economists. Brainard sampaikan diperlukan dukungan fiskal lebih lanjut  di samping kebijakan moneter yang akomodatif untuk pemulihan ekonomi.

Secara sektoral, sebagian besar sektor utama mengakhiri sesi dengan penurunan yang moderat kecuali sektor perumahan dengan Indeks Sektor Perumahan Philadelphia jatuh 2,6 persen dan sektor energy dengan penurunan 2 persen oleh NYSE Arca Oil Index.

Saham Netflix anjlok cukup parah setelah perusahaan melaporkan penghasilan yang mengecewakan dan  juga jumlah penambahan pelanggan yang lebih sedikit dari perkiraan sebelumnya.