Jumat, 07 Februari 2020

Equity World | Data Tenaga Kerja AS akan Jadi Penentu Harga Emas

Equity World | Data Tenaga Kerja AS akan Jadi Penentu Harga Emas

Equity World | Harga emas belum banyak bergerak hingga memasuki perdagangan sesi Eropa Jumat (7/2/2020) setelah mencetak penguatan dua hari beruntun.

Pada pukul 15:07 WIB, emas diperdagangkan di kisaran US$ 1.565,93/troy ons di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Rilis data tenaga kerja AS malam ini akan menentukan kemana arah emas hingga penutupan perdagangan nanti. Sepanjang pekan ini, data ekonomi AS dirilis cukup bagus yang memberikan tekanan bagi emas.

Institute for Supply Management (ISM) melaporkan purchasing managers' index (ISM) bulan Januari naik menjadi 50,9 dari bulan sebelumnya 47,2. PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas, di atas 50 berarti ekspansi, sementara di bawah berarti kontraksi.

Rilis data tersebut terbilang mengejutkan mengingat polling Reuters memprediksi kenaikan hanya ke 48,5 atau masih berkontraksi.Sementara dari sektor non manufaktur, ISM melaporkan peningkatan ekspansi menjadi 55,5, dari sebelumnya 55.

Kemudian Automatic Data Processing Inc. (ADP) melaporkan sepanjang bulan Januari sektor swasta AS menyerap 291.000 tenaga kerja, jauh lebih tinggi dibandingkan bulan Desember sebanyak 199.000 orang.


Equity World



Harga Emas Flat Aja nih, Padahal Virus Corona Masih Ganas | Equity World


Untuk diketahui data dari ADP biasanya dijadikan acuan untuk memprediksi rilis data non-farm payroll (NFP) yang dirilis pemerintah pada hari ini. Data tersebut menunjukkan jumlah tenaga kerja di luar sektor pertanian yang diserap oleh ekonomi AS sepanjang bulan Januari.

Selain NFP, data lain yang dirilis adalah tingkat pengangguran, dan rata-rata upah per jam. Ketiga data tersebut menjadi satu paket data tenaga kerja AS. Sebabnya, data tenaga kerja AS merupakan salah satu acuan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) dalam menentukan kebijakan moneter.

Rilis data yang bagus akan memperkuat sikap The Fed untuk mempertahankan suku bunga di tahun ini, tetapi jika buruk ada peluang suku bunga akan kembali dipangkas.

Emas dunia merupakan aset tanpa imbal hasil juga dibanderol dengan dolar AS. Penurunan suku bunga di AS memberikan keuntungan bagi investornya karena menurunkan opportunity cost atau biaya yang ditanggung karena memilih investasi emas, dibandingkan investasi lainnya, misalnya obligasi AS.

Selain itu, penurunan suku bunga oleh The Fed juga membuat dolar AS tertekan. Di kala dolar AS melemah, maka harga emas akan menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga permintaannya berpotensi meningkat.

Sebaliknya jika suku bunga tidak dipangkas, dolar AS berpotensi menguat dan permintaan emas berisiko menurun. Intinya harga emas cenderung tertekan jika dolar AS menguat.

Kamis, 06 Februari 2020

Equity World | Virus Corona Dikabarkan Ada Obatnya, Emas Malah Melemah

Equity World | Virus Corona Dikabarkan Ada Obatnya, Emas Malah Melemah

Equity World | Harga emas yang sempat menguat di awal perdagangan Rabu (5/2/2020), tetapi setelah adanya kabar obat untuk virus corona, logam mulia ini berbalik melemah.

Harga emas sebelumnya sempat menguat 0,63% ke US$ 1.562/troy ons di pasar spot, melansir data Refinitiv. Namun, tiba-tiba berbalik melemah 0,35% ke level US$ 1.546,9/troy ons setelah Reuters melaporkan TV di China mengabarkan tim peneliti di Universitas Zhenjiang telah menemukan obat yang efektif untuk menyembuhkan virus corona.

Selain China, CNBC International yang mengutip Sky News melaporkan ilmuan di Imperial College London telah membuat terobosan signifikan dalam pembuatan vaksin virus corona.

Kabar tersebut sontak membuat pelaku pasar gembira, dan masuk kembali ke aset-aset berisiko. Bursa saham Eropa menghijau, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,81%, CAC 40 Prancis dan DAX 30 masing-masing Jerman melesat lebih dari 1%.

Bursa berjangka AS juga menghijau, indeks Dow Jones Futures naik 0,8%, yang mengindikasikan Wall Street juga akan melesat naik begitu perdagangan dibuka nanti.

Meski demikian penurunan harga emas sedikit tertahan dan berada US$ 1.552,02/troy ons pada pukul 20:50 WIB setelah Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menurunkan euforia pelaku pasar. WHO mengatakan "belum diketahui" ada pengobatan yang dapat menyembuhkan virus corona.

Bukan hanya hari ini emas mengalami tekanan, dalam dua hari terkahir aset yang menyandang status safe haven ini melemah 2,38%. Sebabnya, kebijakan bank sentral China (People's Bank of China/PBoC) serta data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang bagus membuat emas tertekan.

CNBC International melaporkan, Senin lalu PBoC menurunkan suku bunga reverse repo tenor 7 hari menjadi 2,4%, sementara tenor 14 hari diturunkan menjadi 2,55% guna meredam gejolak finansial yang terjadi akibat virus corona. Selain itu dalam 2 hari terakhir PBoC menyuntikkan likuiditas senilai 1,7 triliun yuan (US$ 242,74 miliar) melalui operasi pasar terbuka.

Kebijakan PBoC tersebut membuat selera terhadap risiko (risk appetite) pelaku pasar membaik, akibatnya daya tarik aset aman (safe haven) menjadi menurun, emas pun jeblok.

Sementara itu, data dari AS menunjukkan aktivitas manufaktur berekspansi untuk pertama kalinya setelah mengalami kontraksi lima bulan beruntun


Equity World



Harga Emas Naik Tipis Seiring Aksi Investor Berburu Saham | Equity World


Institute for Supply Management (ISM) melaporkan purchasing managers' index (ISM) bulan Januari naik menjadi 50,9 dari bulan sebelumnya 47,2. PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas, di atas 50 berarti ekspansi, sementara di bawah berarti kontraksi.

Rilis data tersebut terbilang mengejutkan mengingat polling Reuters memprediksi kenaikan hanya ke 48,5 atau masih berkontraksi. Ekspansi sektor manufaktur tentunya menjadi kabar bagus bagi ekonomi AS memasuki tahun 2020, yang tentunya mengecilkan peluang suku bunga di AS kembali dipangkas, dan dolar AS menjadi perkasa.

Peluang dipangkasnya suku bunga yang mengecil, serta dolar yang perkasa menjadi kombinasi yang memberatkan bagi emas dunia.

Emas dunia merupakan aset tanpa imbal hasil juga dibanderol dengan dolar AS. Penurunan suku bunga di AS memberikan keuntungan bagi investornya karena menurunkan opportunity cost atau biaya yang ditanggung karena memilih investasi emas, dibandingkan investasi lainnya, misalnya obligasi AS.

Selain itu, penurunan suku bunga oleh The Fed juga membuat dolar AS tertekan. Di kala dolar AS melemah, maka harga emas akan menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga permintaannya berpotensi meningkat. Sebaliknya jika suku bunga tidak dipangkas, dolar AS berpotensi menguat dan permintaan emas berisiko menurun. Intinya harga emas cenderung tertekan jika dolar AS menguat.

Rabu, 05 Februari 2020

PT Equityworld | Dulu Dianggap Makanan Ular, Porang Kini Jadi "Emas" Petani

PT Equityworld | Dulu Dianggap Makanan Ular, Porang Kini Jadi "Emas" Petani

PT Equityworld | Jika dulu banyak dibuang, tanaman porang kini banyak dibudidayakan petani di sejumlah daerah. Di pasar ekspor, umbi porang yang diolah jadi tepung ini laku keras. Padahal, tanaman ini tumbuh liar di pekarangan rumah dan dianggap masyarakat sebagai makanan ular. Umbi dari porang, banyak dicari di pasaran luar negeri seperti Jepang, China, Taiwan, dan Korea. Tepung umbinya dipakai sebagai bahan baku kosmetik, obat, hingga bahan baku ramen. Diberitakan Harian Kompas, 17 Juni 2011, porang awalnya tidak lebih dari tumbuhan liar yang lazim ditemukan di sela-sela pepohonan hutan di Madiun, Jawa Timur. Terinspirasi sifat tumbuh dan nilai ekonominya, warga setempat membudidayakan tanaman ini di balik rimbunnya tegakan pohon di hutan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, warga tak perlu lagi menebang pohon di area hutan. Di Madiun, porang banyak ditanam petani di lahan-lahan Perhutani yang dikerjasamakan. Rupanya, peningkatan kesejahteraan petani di kawasan hutan, sampai membuat angka pencurian kayu hutan milik Perhutani menurun drastis. Ide untuk menanam porang tak lepas dari pertimbangan ekologis. Tumbuhan ini cocok untuk tumbuh kembang di bawah tanaman tegakan hutan.

Di samping itu, porang juga memiliki nilai ekonomi dan sosial dalam rangka pengembangan dan pelestarian hutan. Umbi porang laku dijual. Saat ini harganya menembus Rp 2.500 per kg basah atau baru petik. Umbi porang kering atau chips porang dihargai lebih mahal lagi, Rp 20.000 per kg. Masih ada yang lebih mahal yakni tepung porang. Namun, kemampuan masyarakat belum sampai ke sana sehingga teknologi pembuatan tepung masih dikuasai pabrik besar. Bagi warga Desa Sumberbendo, salah satu desa di Kabupaten Madiun, porang adalah primadona yang diibaratkan sebagai emas hitam karena hasil panen porang bisa langsung dikirim ke Jepang. Produktivitasnya juga terbilang tinggi. Setiap hektar lahan mampu menghasilkan 5 ton umbi basah sehingga petani bisa membukukan pendapatan minimal Rp 12,5 juta per hektar. Panen porang berlangsung sekali dalam setahun. Akan tetapi, porang tidak memerlukan biaya pemeliharaan. Bahkan, penanaman cukup dilakukan sekali dan hasilnya bisa dinikmati setiap tahun.

PT Equityworld


Harga emas dunia tergelincir lebih dari 1%, ini dua faktor penyebab utamanya | PT Equityworld


Beberapa petani bahkan kaya raya berkat tanaman ini. Paidi contohnya, petani porang asal Madiun yang sebelumnya berprofesi sebagai pemulung ini jadi miliader berkat porang. Suksesnya tak dibawa sendiri, dia juga mengajak petani-petani di kampung halamannya menanam porang. Awal mula perkenalannya dengan porang saat dirinya bertemu temannya di Desa Klangon, Kecamatan Seradan, Kabupaten Madiun.

Di daerah itu, banyak petani membudidayakan porang. Dari informasi di internet, porang banyak dicari perusahaan-perusahaan besar dunia. "Setelah saya cek, ternyata porang menjadi bahan makanan dan kosmetik yang dibutuhkan perusahaan besar di dunia," ungkap Paidi dikutip dari Kompas.com (12/6/2019). Melihat peluang yang besar, dirinya pun berinisiatif menanam porang di kampung halamannya. Porang rupanya tumbuh subur di lahan perbukitan di desanya meski ditanam di bawah pohon jati. Dalam satu hektar, Paidi bisa memanen umbi porang hingga 70 ton. Selain itu, di Jawa Timur, mulai banyak bermunculan pabrik pengolahan porang untuk diekspor.

Ditanya omzet yang ia dapatkan dari pengembangan porang di Desa Kepel, Paidi mengatakan sudah mencapai miliaran rupiah. "Sudah di atas satu miliar," kata Paidi.

Selasa, 04 Februari 2020

Equityworld Futures | Setelah PBoC, Kini Giliran Dolar AS yang Tekan Harga Emas

Equityworld Futures | Setelah PBoC, Kini Giliran Dolar AS yang Tekan Harga Emas

Equityworld Futures | Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa (4/2/2020) melanjutkan pelamahan awal pekan kemarin.
Pada pukul 15:39 WIB, emas melemah 0,43% ke level US$ 1.569,38/troy ons di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Harga emas dunia melemah meski penyebaran virus corona belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Sejauh ini lebih dari 400 orang meninggal akibat virus tersebut, dan menjangkiti lebih dari 20.000 orang, dan sudah menyebar ke 27 negara.

Namun, penyebaran virus tersebut belum mampu mendongkrak kinerja emas yang menyandang status aset aman (safe haven). Sebabnya, bank sentral China (People's Bank of China/PBoC) yang menggelontorkan stimulus guna mencegah terjadinya gejolak di pasar finansial akibat virus corona.

Senin kemarin PBoC menyuntikkan likuiditas melalui program reverse repo. CNBC International melaporkan, PBoC menurunkan suku bunga reverse repo tenor 7 hari menjadi 2,4%, sementara tenor 14 hari diturunkan menjadi 2,55% dan menyuntikkan likuiditas mencapai 1,2 triliun yuan (US$ 174 miliar) di pasar.

Efek dari kebijakan tersebut mulai terlihat, bursa saham Asia menghijau pada hari ini.

"Fakta PBoC mengantisipasi dampak virus corona telah membuat emas melemah. Ketakutan di pasar Asia berkurang dan mereka tidak membeli emas ... tapi ada efek penekan besar dalam jangka panjang yang harus dipertimbangkan, mengingat 50% dari China masih tanpa aktivitas di pekan ini, dan akan ada penurunan dari sisi produksi dan konsumsi" kata Stephen Innes, kepala ahli strategi pasar di AxiCorp, sebagaimana dilansir CNBC International Senin (3/2/2020).

Tekanan bagi emas semakin besar akibat indeks dolar AS yang menguat. Indeks yang mengukur kekuatan dolar AS tersebut menguat 0,14% hingga sore ini, dan Senin kemarin melesat 0,42%.

Equityworld Futures




Emas dunia merupakan aset yang dibanderol dengan dolar AS, ketika Mata Uang Paman Sam tersebut menguat harga emas akan menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga permintaan berisiko tertekan.

Dolar AS mendapat momentum penguatan setelah Institute for Supply Management (ISM) Senin kemarin melaporkan aktivitas manufaktur di Negeri Paman Sam berekspansi untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir Januari lalu.

ISM melaporkan purchasing managers' index (ISM) bulan Januari naik menjadi 50,9 dari bulan sebelumnya 47,2. PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas, di atas 50 berarti ekspansi, sementara di bawah berarti kontraksi.

Rilis data tersebut menjadi kabar bagus bagi ekonomi AS memasuki tahun 2020, yang tentunya mengecilkan peluang suku bunga di AS kembali dipangkas, dolar AS menguat dan emas kembali tertekan.