Selasa, 19 November 2019

PT Equity World | Harga Emas Berbalik Arah dan Cari Jalan Menuju US$ 1.480, Ini Penyebabnya

PT Equity World | Harga Emas Berbalik Arah dan Cari Jalan Menuju US$ 1.480, Ini Penyebabnya

PT Equity World | Harga emas naik tipis kemarin, menghapus kerugian dari awal sesi karena keraguan baru atas kesepakatan perdagangan Amerika Serikat (AS)-China, yang mendorong Wall Street ke zona merah.

Harga emas spot naik 0,3% ke posisi US$ 1.471,92 per ons troi, berbalik arah setelah sempat jatuh ke level US$ 1.455,87 menyusul optimisme pembicaraan perdagangan konstruktif antara AS dan China pada akhir pekan.

Namun, sebuah laporan baru menyebutkan, Beijing ternyata tidak seoptimis itu, karena keengganan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan tarif. Ini melemparkan air dingin kepada pasar saham. 

"Saya terkejut betapa kuatnya reaksi pasar (terhadap berita tentang pembicaraan perdagangan). Ini bukan pertama kalinya kami memiliki berita ini, tetapi pasar terus merespons," kata Bart Melek, Head of Commodity Strategies TD Securities

Menurutnya, laporan mengenai pesimisme Beijing tersebut telah memicu rebound harga emas. "Sepertinya emas mencari jalan menuju US$ 1.480, yang merupakan rata-rata pergerakan selama 100 hari terakhir," imbuh Melek kepada Reuters.

Perang tarif AS-China selama 16 bulan terakhir telah memicu kekhawatiran resesi, tetapi optimisme baru-baru ini atas kesepakatan perdagangan fase satu telah mendorong reli di pasar ekuitas. 

PT Equity World

Kesepakatan AS-China Tak Kunjung Terjadi, Harga Emas Kembali Melonjak | PT Equity World

Emas dianggap sebagai investasi yang menarik selama masa ketidakpastian politik atau ekonomi. Tapi, logam mulia sangat sensitif terhadap suku bunga, lantaran bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang bullion yang tidak menghasilkan.

Pelaku pasar sekarang menunggu berita pertemuan kebijakan terakhir bank sentral AS, Federal Reserve, yang dijadwalkan pada Rabu (20/11) besok, untuk petunjuk tentang lintasan suku bunga di masa depan.

Investor juga terus mengawasi perkembangan di Hong Kong, ketika polisi kemarin mengepung ratusan pengunjuk rasa di dalam sebuah universitas besar dan demonstran mengamuk di distrik wisata.

Senin, 18 November 2019

PT Equity World | AS-China Mesra Lagi, Bikin Harga Emas Antam 'Mager'

PT Equity World | AS-China Mesra Lagi, Bikin Harga Emas Antam 'Mager'

PT Equity World | Harga emas investasi ritel kepingan acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM/Antam) stagnan alias malas bergerak (mager) di posisi Rp 699.000/gram. Angka itu masih bertahan dari posisi akhir pekan lalu.

Stabilnya harga emas ritel itu terjadi ketika sinar damai dagang semakin terang seiring dengan semakin mesranya hubungan politik dan ekonomi Amerika Serikat (AS)-China. AS diketahui masih melanjutkan perundingan dan akan segera mencapai kesepakatan.

Prospek damai dagang yang mulai mendekat itu dan potensi tuntasnya perundingan tahun ini meningkatkan optimisme pelaku pasar keuangan dunia. Sehingga normalnya investor dan spekulator melepas komoditas logam mulia tersebut dan menciptakan tekanan jual yang menekan harga emas dunia.


Data di situs logam mulia milik Antam hari ini, Senin (18/11/19) menunjukkan besaran harga emas kepingan 100 gram berada pada Rp 69,9 juta/batang, yang masih sama dengan posisi akhir pekan lalu.

Hari ini, harga beli kembali (buy back) emas Antam di gerai resmi juga tak bergerak dari posisi Rp 664.000/gram dari harga Sabtu lalu. Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat tersebut ingin menjual kembali investasinya.

Stabilnya harga emas Antam tersebut belum menyesuaikan harga emas di pasar spot global akhir pekan lalu yang terkoreksi cukup besar menjadi US$ 1.467,11 per troy ounce (oz) dari posisi sehari sebelumnya US$ 1.470,95/oz. Hari ini, harga emas masih turun menjadi US$ 1.466,16/oz.

Selain emas Antam biasa, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama.


PT Equity World

Perang Dagang Hampir Usai, Kejayaan Emas Segera Berakhir? | PT Equity World


Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota di Tanah Air, dari Medan hingga Makassar.

Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%. Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%.

Naik-turunnya harga emas ukuran kecil itu biasanya mengindikasikan risiko pada hari kerja sebelumnya. Beberapa faktor yang memengaruhi harga emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga.

Penguatan harga emas Antam biasanya mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri.

Jumat, 15 November 2019

Equity World | Ragu Kesepakatan Dagang, Harga Emas Hari Ini Sentuh Level Tertinggi

Equity World | Ragu Kesepakatan Dagang, Harga Emas Hari Ini Sentuh Level Tertinggi

Equity World | Harga emas hari ini (14/11) terus menanjak, memperpanjang tren kenaikan sejak Selasa (12/1), menyusul data China yang lemah dan keraguan tentang apakah Beijing dan Washington akan mencapai kesepakatan perdagangan dalam waktu dekat.

Mengacu Bloomberg pukul 23.20 WIB, harga emas hari ini di pasar spot naik 0,54% menjadi US$ 1.471,44 per ons troi, level tertinggi dalam hampir satu minggu terakhir. Sementara harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) naik 0,47% ke US$ 1.470, 20 per ons troi.

"Kami melihat beberapa penghindaran risiko di pasar," kata Craig Erlam, Analis Pasar Senior OANDA. "Komentar dari kedua belah pihak (AS dan China) telah menghilangkan beberapa optimisme di sekitar kesepakatan fase satu ini," ujarnya kepada Reuters.


Equity World

The Fed Komentar Soal Ekonomi AS, Harga Emas Ambles | Equity World


Kementerian Perdagangan Tiongkok, Kamis (14/11), menyatakan, China dan Amerika Serikat (AS) mengadakan diskusi "mendalam" tentang perjanjian perdagangan tahap pertama, dan membatalkan tarif adalah syarat penting untuk mencapai kesepakatan.

Sebelumnya, Selasa (12/11), Presiden AS Donald Trump mengatakan, kesepakatan perdagangan dengan China sudah "dekat" tetapi tidak memberikan perincian. Hanya, Trump memperingatkan, ia akan mengerek tarif "secara substansial" kalau China tidak meneken perjanjian.

Rabu, 13 November 2019

Equity World | Harap-Harap Cemas Tunggu Pidato Trump, Harga Emas Hari Ini Jatuh Ke Level Terendah

Equity World | Harap-Harap Cemas Tunggu Pidato Trump, Harga Emas Hari Ini Jatuh Ke Level Terendah

Equity World | Sempat menjauh, harga emas hari ini (12/11) kembali berada di bawah rekor terendah pada 5 Agustus lalu di US$ 1.455,80 per on stroi.

Penurunan harga emas hari ini menjelang pidato Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Economic Club of New York, dengan investor berharap pernyataan positif seputar pembicaraan perdagangan China.

Mengacu Bloomberg pukul 15.50 WIB, harga emas hari ini di pasar spot turun 0,22% menjadi US$ 1.452,71 per ons troi. Sementara emas berjangka AS turun 0,27% ke level US$ 1.453,10 per ons troi.

"Investor mengharapkan berita konstruktif dari Trump setelah dia mengatakan, pembicaraan perdagangan dengan China berjalan sangat baik, dan ketika waktu untuk pidato semakin dekat, itu berdampak negatif pada emas," kata Helen Lau, Analis Argonaut Securities, kepada Reuters.

Para investor menanti dengan harap-harap cemas pidato Trump di acara makan siang Economic Club of New York. Mereka berharap, ada berita positif tentang kesepakatan dagang jangka panjang dengan China.

Yang membebani lebih lanjut harga emas, pasar saham Asia naik lebih tinggi, juga karena investor menunggu pidato Trump. Sementara indeks dolar yang sedikit menguat terhadap mata uang pesaing juga memainkan perannya.


Equity World

Emas Diterpa Aksi Jual Lagi, Turun Sampai Berapa Kira-Kira? | Equity World


Sengketa perdagangan AS-China yang berlangsung selama berbulan-bulan telah mengguncang pasar keuangan dan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Ini mendorong harga emas, yang dianggap sebagai aset yang aman di saat ketidakpastian politik dan ekonomi, lebih dari 13% di tahun ini.

AS dan China telah sepakat untuk menurunkan tarif barang satu sama lain sebagai bagian dari fase pertama perjanjian perdagangan. Tetapi, Trump membantah perjanjian tersebut.

"Perkembangan baru dalam perang dagang AS-Tiongkok atau data apa pun yang mengarah ke elemen tingkat inflasi akan berdampak pada harga emas," kata Nicholas Frappell, Global General Manager ABC Bullion, kepada Reuters.

Pekan lalu Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans menyatakan, ekonomi AS berada di tempat yang baik tetapi laju inflasi akan menjadi penting dalam memutuskan jalur suku bunga di masa depan.

Menurut Wang Tao, Analis Pasar Teknikal Reuters untuk komoditas dan energi, harga emas spot bisa menembus level support di $ 1.455 per ons dan jatuh ke kisaran US$ 1.417 hingga US$ 1.440 per ons troi.