Equity World | Harga emas murah, investor mulai kembali memburu si kuning
Equity World | Pada transaksi perdagangan Senin (11/11), harga emas dunia mencatatkan kenaikan setelah pada sesi sebelumnya menyentuh level terendah dalam tiga bulan terakhir.
Data Reuters menunjukkan, harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$ 1.461,41 per ons troi pada pukul 03.43 GMT. Adapun harga kontrak emas berjangka tak berubah posisi di level US$ 1.462,60 per ons troi.
Harga emas mengalami kenaikan seiring adanya kecemasan yang masih melingkupi perang dagang antara AS dan China, sekaligus prospek perlambatan ekonomi global.
"Harga emas cukup rendah saat ini dan investor mengambil kesempatan tersebut untuk mengambil posisi di safe haven emas seiring adanya kemungkinan emas bakal naik mengingat kecemasan terkait perang dagang dan ekonomi global," papar Brian Lan dari diler GoldSilver Central di Singapura kepada Reuters.
Lan menambahkan, banyaknya pembelian oleh bank sentral, khususnya China, juga mendongkrak harga emas.
"Perundingan dagang dengan China berjalan cukup baik," jelas Presiden AS Donald Trump pada Sabtu lalu.
Washington dan Beijing sudah setuju untuk menarik kembali tarif sebagai bagian dari perjanjian dagang fase satu. Namun, Trump membantah adanya kesepakatan itu.
Equity World
Harga Emas Jatuh & Terendah dalam 3 Bulan, Berminat Beli? | Equity World
Sementara itu, analis OANDA Jefery Halley mengataan, level support emas berikutnya adalah US$ 1.450 per troy ounce, dengan grafik terbuka lebar hingga US$ 1.400 per troy ounce.
Adapun faktor lain yang mempengaruhi harga emas adalah naiknya pembelian fisik emas di India, yang merupakan negara konsumen emas kedua terbesar dunia. Koreksi harga emas beberapa waktu terakhir mendorong permintaan emas di Negeri Taj Mahal ini.
Senin, 11 November 2019
Kamis, 07 November 2019
PT Equityworld | Kopi Darat AS-China Gagal, Harga Emas Antam Ogah Menguat!
PT Equityworld | Kopi Darat AS-China Gagal, Harga Emas Antam Ogah Menguat!
PT Equityworld | Harga emas investasi ritel kepingan acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM/Antam) stagnan alias malas bergerak (mager) di posisi Rp 709.000/gram pada perdagangan Kamis ini (7/11/2019) dari angka yang sama dengan Rabu kemarin.
Stabilnya harga emas ritel itu terjadi ketika sinar damai dagang meredup seiring dengan tegangnya hubungan politik dan ekonomi Amerika Serikat (AS)-China. Beijing diketahui menolak tawaran lokasi pertemuan di Negeri Paman Sam untuk menandatangani perjanjian damai fase pertama.
Prospek damai dagang yang mulai menjauh itu dan berpotensi tidak tuntas tahun ini meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar keuangan dunia, sehingga memborong komoditas tersebut dan menciptakan tekanan beli yang mengangkat harga emas dunia.
Potensi pembalikan arah tertahan hari ini, setelah kemarin harga emas Antam seri keping acuan amblas Rp 8.000/gram.
PT Equityworld
Selagi AS-China Mesra, Adakah Asa Bagi Harga Emas Global? | PT Equityworld
Data di situs logammulia milik Antam hari ini menunjukkan besaran harga emas kepingan 100 gram berada pada Rp 70,1 juta/batang, yang masih sama dengan posisi kemarin.
Hari ini, harga beli kembali (buy back) emas Antam di gerai resmi juga tak bergerak dari posisi Rp 669.500/gram dari harga kemarin.
Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat tersebut ingin menjual kembali investasinya.
Stabilnya harga emas Antam tersebut tertinggal dari pembalikan arah harga emas di pasar spot global kemarin yang mulai menguat menjadi US$ 1.490,36 per troy ounce (oz) dari posisi sehari sebelumnya US$ 1.484/oz. Hari ini, harga emas masih turun menjadi US$ 1.491,1/oz.
PT Equityworld | Harga emas investasi ritel kepingan acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM/Antam) stagnan alias malas bergerak (mager) di posisi Rp 709.000/gram pada perdagangan Kamis ini (7/11/2019) dari angka yang sama dengan Rabu kemarin.
Stabilnya harga emas ritel itu terjadi ketika sinar damai dagang meredup seiring dengan tegangnya hubungan politik dan ekonomi Amerika Serikat (AS)-China. Beijing diketahui menolak tawaran lokasi pertemuan di Negeri Paman Sam untuk menandatangani perjanjian damai fase pertama.
Prospek damai dagang yang mulai menjauh itu dan berpotensi tidak tuntas tahun ini meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar keuangan dunia, sehingga memborong komoditas tersebut dan menciptakan tekanan beli yang mengangkat harga emas dunia.
Potensi pembalikan arah tertahan hari ini, setelah kemarin harga emas Antam seri keping acuan amblas Rp 8.000/gram.
PT Equityworld
Selagi AS-China Mesra, Adakah Asa Bagi Harga Emas Global? | PT Equityworld
Data di situs logammulia milik Antam hari ini menunjukkan besaran harga emas kepingan 100 gram berada pada Rp 70,1 juta/batang, yang masih sama dengan posisi kemarin.
Hari ini, harga beli kembali (buy back) emas Antam di gerai resmi juga tak bergerak dari posisi Rp 669.500/gram dari harga kemarin.
Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat tersebut ingin menjual kembali investasinya.
Stabilnya harga emas Antam tersebut tertinggal dari pembalikan arah harga emas di pasar spot global kemarin yang mulai menguat menjadi US$ 1.490,36 per troy ounce (oz) dari posisi sehari sebelumnya US$ 1.484/oz. Hari ini, harga emas masih turun menjadi US$ 1.491,1/oz.
Rabu, 06 November 2019
PT Equityworld | Saham Uber Anjlok di Tengah Wall Street Ditutup Bervariasi
PT Equityworld | Saham Uber Anjlok di Tengah Wall Street Ditutup Bervariasi
PT Equityworld | Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu (6/11/2019) pagi WIB), dengan Dow mencapai rekor tertinggi baru, karena investor mencerna serangkaian data positif dan pasar didukung oleh berlanjutnya harapan membaiknya hubungan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 30,52 poin atau 0,11 persen, menjadi berakhir di 27.492,63 poin. Indeks S&P 500 turun 3,65 poin atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 3.074,62 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 1,48 poin atau 0,02 persen, menjadi berakhir di 8.434,68 poin.
Enam dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor energi naik 0,45 persen, memimpin keuntungan sektoral.
Saham Uber Technologies anjlok 9,85 persen, setelah firma layanan perjalanan itu melaporkan kerugian luntuk kuartal ketiga dan total perjalanan lebih buruk dari yang diperkirakan, meskipun pendapatan kuartalannya mengalahkan ekspektasi pasar.
Di sisi ekonomi, aktivitas ekonomi di sektor non-manufaktur tumbuh pada Oktober untuk bulan ke-117 berturut-turut, Institute for Supply Management (ISM) mengatakan dalam Laporan Tentang Bisnis Non-Manufaktur ISM pada Selasa (5/11/2019).
PT Equityworld
Waduh, Harga Emas Hari Ini Terperosok Makin Dalam, Ke Bawah US$ 1.490 | PT Equityworld
Indeks jasa-jasa ISM naik menjadi 54,7 persen pada bulan lalu, dari 52,6 persen pada September. Setiap bacaan di atas 50 mengindikasikan pertumbuhan.
Defisit perdagangan Amerika Serikat turun menjadi 52,5 miliar dolar AS pada September, berkurang 2,6 miliar dolar AS dari Agustus, Biro Sensus AS dan Biro Analisis Ekonomi AS melaporkan pada Selasa (5/11/2019).
Baik ekspor maupun impor pada September datang lebih sedikit daripada Agustus. Pembacaan September mencerminkan penurunan defisit barang dan penurunan surplus jasa-jasa, menurut pihak berwenang.
PT Equityworld | Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu (6/11/2019) pagi WIB), dengan Dow mencapai rekor tertinggi baru, karena investor mencerna serangkaian data positif dan pasar didukung oleh berlanjutnya harapan membaiknya hubungan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 30,52 poin atau 0,11 persen, menjadi berakhir di 27.492,63 poin. Indeks S&P 500 turun 3,65 poin atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 3.074,62 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 1,48 poin atau 0,02 persen, menjadi berakhir di 8.434,68 poin.
Enam dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor energi naik 0,45 persen, memimpin keuntungan sektoral.
Saham Uber Technologies anjlok 9,85 persen, setelah firma layanan perjalanan itu melaporkan kerugian luntuk kuartal ketiga dan total perjalanan lebih buruk dari yang diperkirakan, meskipun pendapatan kuartalannya mengalahkan ekspektasi pasar.
Di sisi ekonomi, aktivitas ekonomi di sektor non-manufaktur tumbuh pada Oktober untuk bulan ke-117 berturut-turut, Institute for Supply Management (ISM) mengatakan dalam Laporan Tentang Bisnis Non-Manufaktur ISM pada Selasa (5/11/2019).
PT Equityworld
Waduh, Harga Emas Hari Ini Terperosok Makin Dalam, Ke Bawah US$ 1.490 | PT Equityworld
Indeks jasa-jasa ISM naik menjadi 54,7 persen pada bulan lalu, dari 52,6 persen pada September. Setiap bacaan di atas 50 mengindikasikan pertumbuhan.
Defisit perdagangan Amerika Serikat turun menjadi 52,5 miliar dolar AS pada September, berkurang 2,6 miliar dolar AS dari Agustus, Biro Sensus AS dan Biro Analisis Ekonomi AS melaporkan pada Selasa (5/11/2019).
Baik ekspor maupun impor pada September datang lebih sedikit daripada Agustus. Pembacaan September mencerminkan penurunan defisit barang dan penurunan surplus jasa-jasa, menurut pihak berwenang.
Selasa, 05 November 2019
PT Equityworld | Damai Dagang Makin Terang: Wall Street Happy, Dow Jones Rekor
PT Equityworld | Damai Dagang Makin Terang: Wall Street Happy, Dow Jones Rekor
PT Equityworld | Bursa Amerika Serikat, Wall Street, ditutup menguat pada penutupan perdagangan, Senin (4/11/2019).
Dow Jones ditutup naik 0,4% ke level 27.462,11 atau naik 105 poin dari rekor sebelumnya di Juli lalu.
Sementara S&P 500 juga naik 0,4% ke 3.078,27 sedangkan Nasdaq Composite juga naik 0,6% ke 8.433,20.
Baik S&P 500 ataupun Nasdaq telah mencatatkan rekor baru di perdagangan Jumat (1/11/2019).
Menurut sejumlah analis, hal ini terjadi seiring semakin optimisnya perjanjian damai perang dagang AS-China fase pertama.
Ditambah lagi keyakinan bahwa AS tidak akan menaikkan tarif untuk mobil impor asal Jepang dan Eropa.
"Bahwa itu (perang dagang) akan menjadi lebih buruk dan lebih buruk adalah apa yang investor khawatirkan," kata Kepala Investasi Cornestone Wealth Management, sebagaimana dikutip AFP.
"Dan kekhawatiran itu sekarang tidak ada."
PT Equityworld
Harga Emas Antam Rontok ke Rp758 Ribu per Gram | PT Equityworld
Laporan ketenagakerjaan AS yang kuat dan laporan keuangan emiten yang melampaui ekspektasi analis juga melegakan investor.
"Momentum positif dalam saham telah menciptakan hilangnya ketakutan di kalangan investor," kata analis lainnya Patrick O'Hare dari Briefing.com.
Sementara itu, sejumlah saham perusahaan minyak dan gas bumi (migas) mengalami kenaikan. Saham Exxon Mobil, Chevron dan Halliburton naik 3%.
Sementara McDonald turun 2,8% setelah skandal asmara yang berujung pada pemecatan Steve Easterbrook sebagai CEO.
PT Equityworld | Bursa Amerika Serikat, Wall Street, ditutup menguat pada penutupan perdagangan, Senin (4/11/2019).
Dow Jones ditutup naik 0,4% ke level 27.462,11 atau naik 105 poin dari rekor sebelumnya di Juli lalu.
Sementara S&P 500 juga naik 0,4% ke 3.078,27 sedangkan Nasdaq Composite juga naik 0,6% ke 8.433,20.
Baik S&P 500 ataupun Nasdaq telah mencatatkan rekor baru di perdagangan Jumat (1/11/2019).
Menurut sejumlah analis, hal ini terjadi seiring semakin optimisnya perjanjian damai perang dagang AS-China fase pertama.
Ditambah lagi keyakinan bahwa AS tidak akan menaikkan tarif untuk mobil impor asal Jepang dan Eropa.
"Bahwa itu (perang dagang) akan menjadi lebih buruk dan lebih buruk adalah apa yang investor khawatirkan," kata Kepala Investasi Cornestone Wealth Management, sebagaimana dikutip AFP.
"Dan kekhawatiran itu sekarang tidak ada."
PT Equityworld
Harga Emas Antam Rontok ke Rp758 Ribu per Gram | PT Equityworld
Laporan ketenagakerjaan AS yang kuat dan laporan keuangan emiten yang melampaui ekspektasi analis juga melegakan investor.
"Momentum positif dalam saham telah menciptakan hilangnya ketakutan di kalangan investor," kata analis lainnya Patrick O'Hare dari Briefing.com.
Sementara itu, sejumlah saham perusahaan minyak dan gas bumi (migas) mengalami kenaikan. Saham Exxon Mobil, Chevron dan Halliburton naik 3%.
Sementara McDonald turun 2,8% setelah skandal asmara yang berujung pada pemecatan Steve Easterbrook sebagai CEO.
Langganan:
Postingan (Atom)