Senin, 20 Juni 2016

Reli Diprediksi akan Awet, Open Interest Emas Sentuh Posisi 1 BulanTertinggi

PT Equityworld Futures - Harga emas membukukan kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, dan setidaknya indeks menunjukkan bahwa rally mungkin masih akan berlanjut dan bertahan lama.
Open interest, penghitungan kontrak yang beredar di Comex berjangka, naik ke level tertinggi dalam hampir sebulan. Perdebatan apakah Inggris harus keluar dari Uni Eropa telah mendominasi diskusi pedagang, mendorong permintaan untuk aset haven. Harga emas menyentuh posisi tertinggi dalam hampir dua tahun pada hari Kamis, sebelum berhenti menyusul terhentinya kampanye Brexit yang mengikis keuntungan.
Logam ini telah melonjak 22 persen tahun ini, didorong oleh spekulasi bahwa suku bunga di AS akan tetap rendah untuk lebih lama. Para bankir sentral global telah membumyikan alarm terhadap risiko ekonomi dari Brexit, dan Federal Reserve mengisyaratkan Rabu lalu bahwa hanya sedikit pejabat yang mengharapkan bank sentral untuk menaikkan suku lebih dari sekali tahun ini. Suku bunga yang rendah adalamerupakanh keuntungan bagi bullion, yang tidak menawarkan imbal hasil.
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun 0,3 persen untuk menetap di level $ 1,294.80 per ounce pada pukul 1:43 siang waktu New York di Comex. Harga memangkas keuntungan Kamis setelah terbunuhnya seorang anggota parlemen Inggris yang memicu spekulasi rakyat Inggris akan lebih mungkin untuk mendukung Inggris bertahan di Uni Eropa. Logam menguat 1. 5 persen minggu ini, meraih reli terpanjang dalam empat bulan. Equityworld Futures
Sumber: Bloomberg

AL RI Tembak Kapal China di Natuna, Satu Nelayan Terluka

PT. Equityworld Futures - Kapal milik Angkatan Laut Indonesia menembaki sebuah kapal nelayan China yang diduga melakukan penangkapan ikan ilegal di Kepulauan Natuna. Kementerian Luar Negeri China mengklaim konfrontasi ini menyebabkan satu nelayan China terluka.
Angkatan Laut Indonesia menyatakan sudah melepaskan tembakan peringatan ke sejumlah kapal berbendera China. Juru bicara AL menyatakan kepada Reuters bahwa tidak ada korban luka akibat insiden ini.
 
Indonesia tidak terlibat sengketa maritim dengan China yang mengklaim sebagian besar wilayah di Laut China Selatan. Namun, pemerintah Indonesia menyatakan keberatan atas masuknya Kepulauan Natuna dalam "sembilan garis putus-putus" yang diklaim China.
China menegaskan bahwa pihaknya tidak membantah kedaulatan Indonesia atas Kepulauan Natuna. Namun, pernyataan Kemlu China atas insiden itu menyatakan bahwa insiden itu terjadi di daerah yang memiliki klaim tumpang tindih.
Dalam pernyataan yang dirilis di situs Kemlu China, Minggu (19/6), juru bicara Hua Chunying memaparkan bahwa kapal perang Indonesia merusak salah satu kapal nelayan China dan menahan satu kapal lainnya dengan tujuh orang awak kapal itu.
Hua menyebutkan bahwa polisi air China menyelamatkan nelayan yang terluka, yang kemudian dibawa ke provinsi Pulau Hainan di wilayah selatan untuk menjalani pengobatan.
Melalui pernyataannya, Beijing meluncurkan protes resmi atas insiden tersebut dan mendesak Indonesia untuk tidak mengambil tindakan yang dapat memperumit situasi.
Konfrontasi semacam ini bukan hanya sekali terjadi antara Indonesia dan China. Maret lalu, kapal KM Kway Fey 10078 yang berbendera China tersebut diduga melakukan tindak pencurian ikan di wilayah perairan Natuna pada Sabtu (19/3). Awak kapal Patroli Hiu 11 TNI AL pun mencoba menangkap KM Kway Fey 10078 itu.
Namun, setelah Patroli Hiu 11 TNI AL berhasil mengamankan sedikitnya delapan ABK KM Kway Fey 10078 dan menggiring kapal tersebut ke wilayah Indonesia, muncul kapal penjaga perbatasan atau coast guard China yang melakukan intervensi dan menabrak kapal tangkapan. Kemlu RI segera menyampaikan nota protes akibat insiden ini.
Kedua negara kemudian memutuskan menempuh penyelesaian damai untuk mengakhiri sengkarut konflik, melalui pertemuan dengan delegasi China di Istana Kepresidenan pada pertengahan April. Kedua negara sepakat untuk saling menghormati satu sama lain dan tidak melibatkan pihak di luar kawasan dalam penyelesaian konflik itu. Equityworld Futures

Jumat, 17 Juni 2016

Saham Hong Kong Ditutup Rebound Tetapi Mencatatkan Penurunan Mingguan

PT. Equityworld Futures - Saham-saham Hong Kong rebound pada hari Jumat, sejalan dengan kenaikan di pasar Asia, karena kegelisahan investor berkurang setelah pembunuhan seorang anggota parlemen Inggris terlihat membalik sentimen terhadap Brexit.
Indeks Hang Seng naik 0,7 persen, ke 20,169.98, sedangkan Indeks China Enterprises naik 0,9 persen, ke 8,485.87 poin.
Tapi selama seminggu, Hang Seng turun sebesar 4,1 persen dan HSCE 3,9 persen.
Kampanye untuk referendum Kamis kemarin pada apakah Inggris harus tinggal di Uni Eropa, yang membayangi pertemuan bank sentral AS dan Jepang minggu ini, untuk sementara dihentikan setelah salah seorang anggota parlemen, Jo Cox, ditembak dan terbunuh.
Pembunuhan anggota parlemen pro-Uni Eropa terlihat mengoyahkan sentimen terhadap kubu "Tetap dalam blok" dalam pemungutan suara pekan depan.
Kekhawatiran lebih terhadap Brexit telah mendorong investor untuk mencari aset safe haven.
Semua sektor utama di Hong Kong menguat pada hari Jumat, dengan saham keuangan memimpin kenaikan.
Saham Stella International Holdings jatuh 16 persen ke posisi terendahnya lebih dari 2 tahun setelah pembuat sepatu tersebut memberikan peringatan pada hari Kamis mengenai penurunan yang signifikan pada laba di semester pertama.(mrv)
Sumber: Bloomberg

Bursa Saham Asia Rebound Ditengah Spekulasi Adanya Brexit

PT. Equityworld Futures - Saham Asia naik, pangkas penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari sebulan terakhir seiring mata uang yen menghentikan kenaikan selama lima hari, sementara spekulasi tumbuh bahwa U.K. tidak akan memilih untuk meninggalkan Uni Eropa.
Indeks MSCI Asia Pacific rebound 0,7 % ke level 126,44 pada pukul 16:23 sore waktu Hong Kong. Indeks acuan tersebut menuju kerugian mingguan sebesar 2,9 % di tengah kekhawatiran atas kebijakan bank sentral dan kekhawatiran atas kemungkinan "Brexit." Pembunuhan seorang anggota parlemen U.K pada hari Kamis memunculkan spekulasi bahwa Inggris bisa menjadi lebih cenderung untuk memilih untuk bertahan di Uni Eropa pada keputusan referendum minggu depan.
Indeks Topix mengurangi penurunan mingguan terbesar dalam empat bulan terakhir setelah Menteri Keuangan Taro Aso meningkatkan kekhawatiran atas lonjakan yen, menyerukan koordinasi dengan rekan-rekannya untuk mengatasi apa yang ia gambarkan terkait pasar valuta asing. (knc)
Sumber : Bloomberg