Equityworld Futures | Siap-Siap Pesta Lagi! Harga Emas Mengintai Rekor Baru
Equityworld Futures | Harga emas dan perak kembali melesat bahkan mendekati rekor tertinggi karena risiko geopolitik meningkatkan permintaan aset safe haven.
Equityworld Futures | Siap-Siap Pesta Lagi! Harga Emas Mengintai Rekor Baru
Harga emas global memperpanjang kenaikannya pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), didukung oleh permintaan aset aman setelah Penangkapan presiden Venezuela oleh Amerika Serikat (AS) memicu ketegangan global. Sementara itu, investor menunggu data penggajian AS untuk mendapatkan wawasan tentang kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Mengutip data Yahoo Finance, Rabu, 7 Januari 2026, harga emas spot naik 0,8 persen menjadi USD4.485,39 per ons, setelah kenaikan hampir tiga persen pada sesi sebelumnya, membawa harga lebih dekat ke rekor tertinggi USD4.549,71 yang dicapai pada 24 Desember. Sementara kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup satu persen lebih tinggi pada USD4.496,10.
Serangan AS di Venezuela pada akhir pekan telah memicu permintaan safe-haven yang berkelanjutan untuk emas dan perak. Namun, mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengaku tidak bersalah atas tuduhan narkotika, setelah AS menangkapnya dan membawanya ke New York pada akhir pekan.
Emas, yang dianggap sebagai aset aman tradisional, naik 64,4 persen pada tahun lalu, mencatat kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979. Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung diuntungkan dari lingkungan suku bunga rendah.
Pada perdagangan Selasa (6/1/2026), harga emas dunia naik 1,09% di level US$4.496,79 per troy ons. Harga emas kini tengah tengah mengejar mendekati penutupan level tertinggi yang pernah tercipta pada 26 Desember 2025 di level US$4.549,71 per troy ons.
Pada perdagangan hari ini Rabu (7/1/2026) hingga pukul 06.31 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,02% di posisi US$4.497,65 per troy ons.
Harga emas melanjutkan kenaikannya pada perdagangan Selasa, didorong oleh permintaan aset aman setelah penangkapan presiden Venezuela oleh Amerika Serikat (AS) memicu ketegangan global, sementara investor menunggu data penggajian AS untuk mendapatkan wawasan tentang kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
"Para pedagang logam mulia melihat lebih banyak risiko di masa depan daripada yang dilihat oleh para pedagang saham dan obligasi saat ini," ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, menambahkan bahwa penggerebekan AS di Venezuela pada akhir pekan telah memicu permintaan aset safe-haven yang berkelanjutan untuk emas dan perak.
Mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengaku tidak bersalah pada hari Senin atas tuduhan narkotika, setelah AS menangkapnya dan membawanya ke New York pada akhir pekan.
Emas, yang dianggap sebagai aset safe-haven tradisional, naik 64,4% tahun lalu, mencatat kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979.
Para pelaku pasar juga menantikan laporan ketenagakerjaan JOLTs pada hari ini dan laporan bulanan AS pada Jumat.
Sementara itu, Presiden The Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menyatakan bahwa perubahan suku bunga lebih lanjut harus "disesuaikan dengan cermat" untuk menyeimbangkan risiko pengangguran dan inflasi.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung diuntungkan dari lingkungan suku bunga rendah.
Morgan Stanley memproyeksikan harga emas dapat melonjak hingga US$4.800 per troy ons pada kuartal keempat tahun ini, dengan alasan penurunan suku bunga, perubahan kepemimpinan The Federal Reserve, dan pembelian yang kuat oleh bank sentral dan dana investasi.
Dalam catatan tertanggal 5 Januari, Morgan Stanley juga mengatakan bahwa peristiwa di Venezuela selama akhir pekan kemungkinan akan menarik pembeli ke emas sebagai aset aman, tetapi tidak menyebutkan hal ini sebagai alasan untuk perkiraan harga US$4.800 per troy ons tersebut.
Harga emas batangan mencapai rekor tertinggi US$4.549,71 per troy ons pada 26 Desember 2025, dan mengakhiri tahun 2025 dengan kenaikan 64%, kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979.
Rabu, 07 Januari 2026
Equityworld Futures | Siap-Siap Pesta Lagi! Harga Emas Mengintai Rekor Baru
Selasa, 06 Januari 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Naik Gila-gilaan, Tembus Level Tertinggi Sepekan
Equityworld Futures | Harga Emas Naik Gila-gilaan, Tembus Level Tertinggi Sepekan
Equityworld Futures | Harga emas naik gila-gilaan hingga menembus level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Senin (5/1/2026). Penguatan itu seiring meningkatnya permintaan aset safe haven setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer ke Venezuela.
Equityworld Futures | Harga Emas Naik Tajam usai Intervensi AS di Venezuela
Harga emas spot tercatat naik 2,57% ke level US$ 4.441,76 per ons troi, setelah sempat menyentuh posisi tertinggi sejak 29 Desember di awal perdagangan. Harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di US$ 4.550 per ons troi pada 26 Desember lalu.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup menguat 2,83% ke level US$ 4.452,2 per ons troi.
Analis menyebut eskalasi geopolitik terbaru kembali menguatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Alexander Zumpfe, trader logam mulia di Heraeus Metals Germany, mengatakan situasi Venezuela menjadi katalis tambahan di tengah ketidakpastian global yang sudah ada.
“Situasi di Venezuela jelas mengaktifkan kembali permintaan safe haven. Ini terjadi di tengah kekhawatiran yang sudah berlangsung terkait geopolitik, pasokan energi, dan arah kebijakan moneter,” ujar Zumpfe dikutip dari CNBC internasional.
Pada Sabtu (3/1/2026), AS melancarkan serangan langsung ke Venezuela dan menggulingkan Presiden Nicolas Maduro, yang menjadi intervensi paling terbuka Washington di Amerika Latin sejak invasi Panama pada 1989.
Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan jika Caracas menolak membuka industri minyaknya dan gagal menghentikan perdagangan narkoba. Trump juga menyinggung potensi tindakan terhadap Kolombia dan Meksiko terkait aliran narkotika ilegal.
Senin, 05 Januari 2026
Equityworld Futures | Sentimen Bullish Kuat, Harga Emas Berpotensi Tembus US$ 4.600 Pekan Ini
Equityworld Futures | Sentimen Bullish Kuat, Harga Emas Berpotensi Tembus US$ 4.600 Pekan Ini
Equityworld Futures | Pergerakan harga emas dunia masih menunjukkan bias positif dan membuka peluang mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) baru pada pekan ini. Dukungan sentimen komunitas trader serta tingginya ketidakpastian global terus memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe haven.
Equityworld Futures | Ramalan Terbaru Harga Emas Usai AS Invasi Venezuela, Naik ke Berapa?
Pada perdagangan Jumat (2/1/2026), harga emas spot ditutup menguat 0,36% ke level US$ 4.330,5 per ons troi. Sementara itu, rekor tertinggi sepanjang masa harga emas tercatat di US$ 4.550,11, yang dicapai pada 29 Desember 2025.
Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menilai tren bullish emas masih berpotensi berlanjut selama tekanan beli tetap terjaga. Dalam skenario utama, harga emas diproyeksikan bergerak naik menuju area US$ 4.600 dalam sepekan ke depan.
“Level tersebut merupakan target psikologis penting yang berpotensi diuji jika harga mampu bertahan di atas area support kunci dan minat beli tetap solid,” ujar Andy dalam risetnya, baru-baru ini.
Waspadai Skenario Koreksi
Meski prospek penguatan masih terbuka, Andy mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mencermati skenario alternatif. Jika harga emas berbalik arah dan menembus level kunci US$ 4.139, tekanan jual diperkirakan meningkat dan membuka peluang koreksi menuju US$ 4.025 dalam jangka waktu satu minggu.
Dari sisi sentimen pasar, data komunitas trader menunjukkan sekitar 61% pelaku pasar berada di posisi long (bullish), sementara 39% lainnya mengambil posisi short.
“Kondisi ini mencerminkan dominasi optimisme di kalangan trader ritel, meskipun porsi posisi short yang masih cukup besar berpotensi memicu volatilitas tinggi jika terjadi breakout harga,” jelasnya.
Menurut Andy, komposisi sentimen tersebut mengindikasikan pasar masih memiliki ruang pergerakan signifikan, baik menuju penguatan lanjutan maupun koreksi tajam jika terjadi perubahan sentimen secara cepat.
Faktor Fundamental Masih Mendukung
Secara fundamental, tren bullish emas tetap ditopang oleh ketidakpastian makroekonomi global serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Harga emas sebelumnya berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah seiring meningkatnya permintaan aset aman di tengah kekhawatiran ekonomi global.
Ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Federal Reserve (The Fed) juga menjadi katalis positif. Spekulasi bahwa The Fed masih berpeluang memangkas suku bunga pada 2026 menopang minat beli emas, meskipun data ekonomi AS yang relatif solid berpotensi menunda kebijakan pelonggaran tersebut.
Dalam kondisi suku bunga rendah, emas menjadi semakin menarik karena menurunnya biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, meskipun sempat tertekan oleh aksi profit taking di akhir tahun, harga emas mampu bangkit dari level terendah dua pekan terakhir. Hal ini mencerminkan minat beli yang tetap kuat, terutama dari investor yang memanfaatkan koreksi sebagai momentum akumulasi.
“Selama support utama mampu dipertahankan, peluang harga emas untuk mencetak rekor tertinggi baru tetap terbuka, meski volatilitas jangka pendek diperkirakan masih tinggi,” tutup Andy.
Jumat, 02 Januari 2026
Equityworld Futures | Emas Awali 2026 di Zona Hijau, Mending Jual atau Beli?
Equityworld Futures | Emas Awali 2026 di Zona Hijau, Mending Jual atau Beli?
Equityworld Futures | Harga emas dunia mengawali perdagangan 2026 di zona hijau. Melanjutkan tren positif sepanjang 2025.
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melonjak 64% sepanjang 2025, Bakal Terulang di 2026?
Pada Jumat (2/1/2026) pukul 07:22 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 4.336,1/troy ons. Naik 0,61% dibandingkan penutupan perdagangan sebelum libur Tahun Baru.
Harga emas masih berada di tren positif. Sepanjang tahun lalu, harga sang logam mulia meroket hampir 65%. Ini menjadi kenaikan tahunan tertinggi sejak 1979.
Sepertinya 2026 masih akan menjadi tahun yang gemilang bagi emas. Sejumlah institusi memperkirakan harga aset ini masih kuat menanjak.
Goldman Sachs Inc, misalnya, memperkirakan skenario dasar harga emas pada 2026 ada di US$ 4.900/troy ons. Bahkan ada potensi untuk lebih tinggi (upside).
Sementara Bob Michele dari JPMorgan Asset Management memperkirakan harga emas masih akan memberi kejutan pada 2026. Mengutip Bloomberg News, Michele memperkirakan harga emas tahun depan bisa menyentuh level US$ 5.000/troy ons.
Sedangkan ANZ Group Holdings Ltd dalam laporannya memperkirakan harga emas bisa memuncak di dekat US$ 4.800/troy ons sebelum akhir kuartal II-2026. Setelah itu, baru sepertinya harga emas bakal turun.
Kemudian, survei Bank of America Corp mengungkapkan bahwa emas akan menjadi pilihan investasi kedua terpopuler pada 2026 setelah yen Jepang. Emas bahkan mengalahkan aset-aset besar lainnya seperti dolar AS, euro, dan franc Swiss.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Jumat (2/1/2026)? Berapa saja target yang perlu dicermati pelaku pasar?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas bertengger di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 53.
RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas belum jauh dari 50 sehingga bisa dibilang cenderung netral.
Namun indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 8. Jauh di bawah 20 yang berarti sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, rasanya harga emas berpeluang naik. Cermati pivot point di US$ 4.341/troy ons.
Dari situ, harga emas berpotensi menguji resisten US$ 4.348/troy ons. Resisten lanjutan ada di US$ 4.413/troy ons.
Akan tetapi kalau harga emas malah turun, maka target support terdekat adalah US$ 4.331/troy ons. Penembusan di titik ini berisiko memangkas harga ke rentang US$ 4.324-4.314/troy ons.
Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 4.304/troy ons.
Rabu, 31 Desember 2025
Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Meledak Lagi, Semua Karena Ulah China
Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Meledak Lagi, Semua Karena Ulah China
Equityworld Futures | Harga emas dan perak berhasil rebound usai ambruk pada perdagangan sebelumnya. Kedua logam tersebut bersiap menutup tahun terbaik dalam lebih dari empat dekade.
Equityworld Futures | Perang Logam Dimulai: Harga Emas dan Perak Bangkit, Reli Masih Panjang?
Pada perdagangan Selasa (30/12/2025), harga emas dunia naik 0,34% di level US$4.346,20 per troy ons. Penguatan tersebut menjadi kabar baik usai ambruk tajam hingga 4% lebih pada Senin. Kenaikan salah satunya dipicu ketengan China-Taiwan.
Pada perdagangan hari ini Rabu (31/12/2025) hingga pukul 06.48 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,23% di posisi US$4.336,34 per troy ons.
Logam mulia pulih pada perdagangan Selasa, setelah jatuh tajam pada sesi sebelumnya, karena pasar kembali fokus pada risiko geopolitik dan ekonomi, menghidupkan kembali reli emas untuk menutup tahun terbaiknya sejak 1979.
Perkembangan geopolitik tetap menjadi fokus utama. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Moskow akan merevisi posisi negosiasinya terhadap Ukraina setelah apa yang ia gambarkan sebagai dugaan serangan drone terhadap kediamannya, menambah ketidakpastian baru pada upaya perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat (AS) yang sudah goyah.
Komentar tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik dapat berlanjut, mempertahankan permintaan safe-haven untuk emas dan logam mulia lainnya.
Ketegangan di Timur Tengah juga mendukung sentimen logam mulia setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin bahwa AS akan menyerang Iran lagi jika negara itu mencoba membangun kembali program nuklirnya.
"Saya harap mereka tidak mencoba membangun kekuatan militer lagi, karena jika mereka melakukannya, kita tidak akan punya pilihan selain segera memberantas pembangunan kekuatan tersebut," ujar Trump.
Di Asia, sentimen risiko semakin diuji setelah China meluncurkan latihan militer dengan tembakan langsung selama sekitar 10 jam di sekitar Taiwan pada hari Selasa.
Emas telah menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik tahun ini, didukung oleh peran tradisionalnya sebagai lindung nilai terhadap gejolak geopolitik dan inflasi, serta oleh dolar yang lebih lemah.
"Kemarin kita melihat volatilitas yang sangat ekstrem di mana kita melihat pergerakan kuat dalam perdagangan Asia ke arah atas dan kemudian aksi ambil untung yang cukup besar, tetapi keadaan kembali stabil, perdagangan secara umum tetap menguntungkan," ujar Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.
Emas, yang dipandang sebagai aset safe-haven, telah melonjak 66% sepanjang tahun 2025, kenaikan paling tajam sejak 1979, didorong oleh kombinasi sempurna dari pelonggaran suku bunga, titik konflik geopolitik, pembelian yang kuat oleh bank sentral, dan aliran dana ke ETF yang didukung emas batangan.
Bank Sentral AS (The Federal Reserve) setuju untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember hanya setelah debat yang sangat bernuansa tentang risiko yang dihadapi ekonomi AS saat ini, menurut risalah sesi dua hari terakhir.
The Fed akan bertemu lagi pada 27-28 Januari, dengan investor saat ini memperkirakan suku bunga akan tetap tidak berubah.
Ekspektasi bahwa The Fed akan memberikan pemotongan suku bunga tambahan pada tahun 2026 juga telah mendukung logam mulia. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas, perak, dan platinum.
Terlepas dari faktor-faktor pendukung ini, penurunan tajam pada Senin mencerminkan konsolidasi yang sehat setelah reli yang panjang. Likuiditas yang tipis menjelang akhir tahun juga berkontribusi pada fluktuasi harga yang lebih tajam, memperkuat pergerakan yang didorong oleh aksi ambil untung di seluruh kompleks logam mulia.
Selasa, 30 Desember 2025
Equityworld Futures | Harga Emas Jeblok 4% Usai Tembus Rekor, Pilih Jual atau Beli?
Equityworld Futures | Harga Emas Jeblok 4% Usai Tembus Rekor, Pilih Jual atau Beli?
Equityworld Futures | Harga emas dunia ambruk pada perdagangan kemarin. Pagi ini, harga sang logam mulia mencoba bangkit.
Equityworld Futures | Bank Sentral Ramai-Ramai Borong Emas Sepanjang 2025
Pada Senin (29/12/2025), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.333/troy ons. Longsor 4,38% dibandingkan posisi akhir pekan lalu.
Sepertinya investor ‘gatal’ untuk mencairkan keuntungan. Maklum, harga emas sudah naik tinggi sekali.
Meski kemarin anjlok, tetapi harga emas masih membukukan kenaikan 65,59% sepanjang tahun ini (year-to-date). Harga emas menuju kenaikan tahunan terbaik sejak 1979.
Akhir pekan lalu, harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah yakni di atas US$ 4.500/troy ons. Tahun ini, harga emas berkali-kali memperbarui catatan rekor.
“Atmosfer spekulasi sangat kuat. Saat ini situasinya agak ekstrem,” ujar Wang Yanqing, Analis China Futures Ltd, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Pagi ini, harga emas mulai kembali ke jalur pendakian. Pada pukul 07:28 WIB, harga naik 0,39% ke US$ 4.349,5/troy ons.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana kira-kira prediksi gerak harga emas hari ini, Selasa (30/12/2025)? Berapa saja target yang perlu diwaspadai pelaku pasar?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 53.
RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas tidak jauh dari 50 sehingga bisa dibilang cenderung netral.
Sementara indikator Stochastic RSI ada di 1. Sudah jauh di bawah 20, sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas berpotensi naik. Cermati pivot point di US$ 4.391/troy ons.
Dari situ, harga emas berpotensi menguji resisten US$ 4.434/troy ons. Jika tertembus, maka resisten selanjutnya ada di US$ 4.450/troy ons.
Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di US$ 4.708/troy ons.
Namun kalau harga emas malah turun lagi, maka target support terdekat adalah US$ 4.335/troy ons. Penembusan di titik ini berisiko memangkas harga emas ke rentang US$ 4.306-4.211/troy ons.
Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 4.007/troy ons.
Senin, 29 Desember 2025
Equityworld Futures | Rekor Terus: Harga Emas & Perak Sudah Terbang Lampaui Batas
Equityworld Futures | Rekor Terus: Harga Emas & Perak Sudah Terbang Lampaui Batas
Equityworld Futures | Harga emas dan perak kembali mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah. Kenaikan perak bahkan unggul jauh dibandingkan dengan kenaikan harga emas. Ekspektasi penurunan suku bunga The Federal Reserve Amerika Serikat (AS) dan ketegangan geopolitik yang memicu permintaan aset safe-haven.
Equityworld Futures | Pecah Rekor Terus! Harga Emas Diprediksi Masih Naik & Tembus Segini
Pada perdagangan hari ini Senin (29/12/2025) hingga pukul 06.37 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,07% di posisi US$4.535,29 per troy ons.
Sementara pada perdagangan sebelumnya Jumat (26/12/2025), harga emas dunia naik 1,18% di level US$4.532,28 per troy ons. Penutupan perdagangan tersebut memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa. Sementara pada perdangan intraday, harga emas sempat menyentuh level US$4.549,71 per troy ons.
Emas tetap berada di jalur untuk mencatat kenaikan tahunan terkuat sejak 1979, didukung oleh pelonggaran kebijakan The Fed, pembelian bank sentral, arus masuk ETF, dan tren de-dolarisasi yang berkelanjutan.
Investor tampaknya semakin menyadari bahwa banyak risiko struktural yang dihadapi ekonomi global masih belum terselesaikan. Akibatnya, emas telah menjadi lindung nilai pilihan terhadap ketidakpastian, volatilitas mata uang, dan kesalahan kebijakan. Kemampuan logam mulia ini untuk mempertahankan level yang tinggi, bahkan selama periode sentimen risiko yang membaik, menyoroti kedalaman keyakinan yang mendukung kenaikannya saat ini.
Kenaikan harga emas ke level tertinggi sepanjang masa yang baru telah berlangsung dengan cara yang sangat teratur.
Alih-alih melonjak karena spekulasi yang berlebihan, harga telah naik secara metodis, didukung oleh akumulasi yang berkelanjutan. Setelah mencapai rekor tertinggi pada akhir Oktober, emas sempat terkonsolidasi karena optimisme seputar hubungan perdagangan dan prospek pertumbuhan meredam permintaan defensif.
Jeda itu terbukti berumur pendek. Ketika risiko geopolitik muncul kembali dan ketidakpastian makro kembali menguat, pembeli kembali dengan tegas, mendorong emas ke level tertinggi baru lagi pada Desember.
Tidak adanya pembalikan tajam atau penjualan yang tidak teratur menunjukkan bahwa investor memposisikan diri dengan mempertimbangkan jangka waktu yang lebih panjang, mengantisipasi bahwa risiko global akan tetap tinggi hingga tahun mendatang.
Ekspektasi seputar kebijakan bank sentral tetap menjadi pendorong kuat permintaan emas. Pasar semakin yakin bahwa suku bunga AS telah mencapai puncaknya, dengan harga berjangka menunjukkan penurunan suku bunga tambahan hingga 2025 dan 2026.
Imbal hasil yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil, sehingga meningkatkan daya tarik relatif emas. Perhatian kini terfokus pada rilis notulen rapat The Federal Reserve yang akan datang, yang dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang kesediaan para pembuat kebijakan untuk mempertahankan sikap akomodatif.
Ketidakpastian politik seputar kepemimpinan The Federal Reserve di masa depan telah menambah lapisan pendukung lainnya. Spekulasi bahwa fase kebijakan selanjutnya dapat lebih condong ke arah kebijakan moneter yang longgar telah meningkatkan sensitivitas di seluruh pasar keuangan, memperkuat permintaan aset yang dianggap stabil dan tahan terhadap perubahan kebijakan.
Data pasar tenaga kerja AS baru-baru ini juga telah memperkuat alasan untuk berhati-hati. Angka ketenagakerjaan ADP yang lebih lemah, meningkatnya pengumuman PHK perusahaan, dan keterlambatan pelaporan penggajian semuanya menunjukkan bahwa momentum di pasar tenaga kerja secara bertahap mendingin.
Meskipun indikator-indikator ini belum menunjukkan resesi, mereka memperkuat pandangan bahwa pertumbuhan ekonomi sedang melambat. Dalam lingkungan seperti itu, investor enggan meninggalkan posisi defensif, lebih memilih untuk mempertahankan eksposur terhadap aset yang dapat melindungi dari risiko penurunan dan ketidakpastian kebijakan.
Permintaan emas yang stabil di tengah perkembangan ini mencerminkan kemampuannya untuk berkinerja baik tidak hanya selama krisis, tetapi juga selama periode transisi ketika pertumbuhan melambat dan kepercayaan menjadi tidak merata.
Rabu, 24 Desember 2025
Equityworld Futures | Logam Mulia Bersinar: Harga Emas, Perak, dan Platinum Pecahkan Rekor
Equityworld Futures | Logam Mulia Bersinar: Harga Emas, Perak, dan Platinum Pecahkan Rekor
Equityworld Futures | Harga logam mulia terus mencatat rekor baru pada Selasa (23/12/2025). Perak melanjutkan reli historisnya dengan menembus level penting US$ 70 per ons troi, sementara emas dan platinum juga menyentuh titik tertinggi sepanjang sejarah.
Equityworld Futures | Alasan Harga Emas Bertahan Dekat US$4.500
Melansir Reuters, harga perak spot naik 3,2% menjadi US$ 71,22 per ons troi pada pukul 20.12 WIB, setelah sebelumnya menyentuh rekor US$ 71,49 per ons tri. Sejak awal tahun, harga perak sudah melonjak sekitar 147%.
“Peningkatan ini dipicu oleh realitas pasar yang defisit selama lima tahun, ditambah permintaan industri yang terus meningkat. Faktor safe-haven, ekspektasi dolar yang melemah, dan imbal hasil yang rendah juga mendorong kenaikan harga,” ujar Peter Grant, Wakil Presiden dan Senior Metals Strategist di Zaner Metals.
Grant memprediksi, target berikutnya untuk perak adalah US$ 75 per ons troi, meski ada kemungkinan harga terkoreksi akibat aksi ambil untung menjelang akhir tahun.
Sementara itu, emas spot naik 1,1% menjadi US$ 4.492,99 per ons troi setelah sempat menyentuh rekor US$ 4.497,55.
Tahun ini, harga emas telah melonjak sekitar 70%, didorong oleh ketegangan geopolitik, penurunan suku bunga AS, pembelian besar-besaran bank sentral, dan tingginya permintaan investasi.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup naik 0,8% di level US$ 4.505,7.
“Diversifikasi cadangan devisa oleh bank sentral akan terus menjadi pendorong utama harga emas hingga akhir dekade,” kata analis SP Angel.
Mereka memproyeksi emas bisa menembus US$ 5.000 per ons troi tahun depan.
Platinum juga mencatat rekor baru dengan kenaikan 6,8% menjadi US$ 2.268,95 per ons troi, setelah sebelumnya menyentuh US$ 2.274,10 per ons. Palladium naik 6,5% ke level tertinggi tiga tahun, US$ 1.874,22 per ons.
Kedua logam ini banyak digunakan dalam konverter katalitik otomotif untuk mengurangi emisi berbahaya.
Kabar tambahan, Uni Eropa berencana menunda pelarangan mobil berbahan bakar fosil hingga 2035. Hal ini disebut analis Mitsubishi sebagai “dorongan besar bagi logam PGMs (platinum group metals), yang memperpanjang penggunaannya dalam konverter katalitik.”
Selasa, 23 Desember 2025
Equityworld Futures | Harga Emas Dekati US$4.500/Troy Ons, Saham Emiten Emas Melesat
Equityworld Futures | Harga Emas Dekati US$4.500/Troy Ons, Saham Emiten Emas Melesat
Equityworld Futures | Harga emas dunia masih terus naik. Kini harga sang logam mulia telah mendekati level US$ 4.500/US$.
Equityworld Futures | Equityworld Futures Harga Emas 2026: Kilau Tenang yang Simpan Kejutan
Pada Selasa (23/12/2025) pukul 10:33 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 4.487,11/troy ons. Menguat 0,95% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi sepanjang masa.
Dalam sepekan perdagangan terakhir, harga emas naik 4,26% secara point-to-point. Dalam sebulan ke belakang, harga terangkat 8,5%.
Sepanjang 2025 (year-to-date), harga emas sudah naik 70,98%. Harga emas menuju kenaikan tahunan tertinggi sejak 1979.
Lantas bagaimana gerak saham-saham emiten terkait emas di Bursa Efek Indonesia (BEI)? Apakah ikut terangkat seiring lesatan harga emas dunia?
Di BEI, terdapat sejumlah emiten terkait emas. Mereka adalah PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Medco Energy Tbk (MEDC), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT J Resources Indonesia Tbk (PSAB), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)
Senin, 22 Desember 2025
Equityworld Futures | Harga Emas di Persimpangan: Tembus US$4.900 atau Masuk Zona Bahaya?
Equityworld Futures | Harga Emas di Persimpangan: Tembus US$4.900 atau Masuk Zona Bahaya?
Equityworld Futures | Harga emas berhasil mencatatkan penguatan, sementara harga perak berhasil kembali mencetak rekor tertinggi dalam sejarah. Harga emas mencatatkan kenaikan mingguan karena spekulasi terhadap hasil penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed).
Equityworld Futures | Harga Emas Berpeluang ke US$ 4.500, Ini Strategi yang Disarankan Analis
Pada perdagangan hari ini Senin (22/12/2025)
Sementara pada perdagangan sebelumnya Jumat (19/12/2025), harga emas dunia naik 0,14% di level US$4.337,99 per troy ons.
Harga perak melonjak ke rekor tertinggi pada perdagangan Jumat, didukung oleh permintaan investasi dan ketatnya pasokan, sementara harga emas mencatatkan kenaikan mingguan yang didorong oleh meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed AS.
"Emas dan perak sangat berkorelasi dan biasanya emas memimpin, tetapi dalam dua bulan terakhir, kita melihat perak memimpin. Jadi, setiap kali Anda melihat selisih yang begitu lebar, orang akan mulai memilih emas dan memperketatnya dalam jangka pendek," ujar Michael Matousek, kepala pedagang di U.S. Global Investors.
Perak telah melonjak 132% tahun ini, jauh melampaui kenaikan emas sebesar 65%, didorong oleh permintaan investasi yang kuat dan kendala pasokan.
"Arus ETF (dalam perak) terus mendominasi tema tersebut serta beberapa spekulasi dari investor ritel," ujar Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures.
Data makro semakin memicu optimisme untuk pemotongan suku bunga dengan harga konsumen AS naik 2,7% tahun-ke-tahun pada November, di bawah perkiraan ekonom sebesar 3,1%.
Secara terpisah, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan awal pekan ini bahwa tingkat pengangguran naik menjadi 4,6% pada bulan November, tertinggi sejak September 2021.
"Kita telah melihat data inflasi yang lebih rendah, laporan tenaga kerja yang melemah. Ini benar-benar menegaskan bahwa The Federal Reserve harus terus melanjutkan jalur pelonggaran kebijakan moneter, itu adalah salah satu pendorong utamanya. Kedua adalah banyak ketidakpastian seputar kebijakan bank sentral yang akan diterapkan," tambah Streible.
Para pedagang terus bertaruh pada setidaknya dua kali penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin tahun depan dari The Fed, menurut data LSEG.
Proyeksi Harga Emas
Goldman Sachs GS.N memperkirakan harga emas akan naik 14% menjadi US$4.900 per troy ons pada Desember 2026 dalam skenario dasarnya, demikian dinyatakan dalam sebuah catatan pada hari Kamis, sambil menyebutkan risiko kenaikan terhadap pandangan ini karena potensi perluasan diversifikasi ke investor swasta.
Dalam catatan di mana bank tersebut membahas pandangannya tentang komoditas untuk tahun 2026, Goldman Sachs mengatakan pihaknya memperkirakan permintaan bank sentral yang tinggi secara struktural dan dukungan siklikal dari pemotongan suku bunga The Federal Reserve AS akan menaikkan harga emas. Mereka terus merekomendasikan eksposur jangka panjang pada logam mulia tersebut.
Uji Gelembung dan Perilaku "Eksplosif", Risiko Valuasi Memasuki Narasi Emas
Meskipun pemotongan suku bunga telah mendukung emas, perilaku harga di akhir tahun telah memaksa lembaga-lembaga serius untuk bertanya apakah pergerakan tersebut telah terlalu jauh dan terlalu cepat.
Sebuah studi kuantitatif baru-baru ini menggunakan uji deteksi gelembung standar menemukan bahwa emas dan tolok ukur ekuitas utama AS berada di wilayah "eksplosif" secara bersamaan tumpang tindih yang hanya terjadi sekali dalam lima puluh tahun terakhir.
Uji ini tidak memberi tahu siapa pun kapan koreksi harus dimulai, tetapi menandai bahwa dinamika harga baru-baru ini di XAU telah menyimpang dari perilaku tren normal dan bergerak ke rezim yang saling memperkuat. Hal itu penting pada harga US$4.300-US$4.350 per troy ons.
Pertama, risiko volatilitas lebih tinggi, jika sentimen berubah, pengambilan keuntungan dapat meningkat dengan cepat dalam lingkungan "long yang ramai".
Kedua, kesenjangan likuiditas menjadi lebih mungkin terjadi dalam perdagangan liburan yang tipis, terutama di sekitar batas kalender.
Ketiga, asumsi tradisional bahwa emas secara otomatis menawarkan diversifikasi terhadap risiko ekuitas menjadi kurang dapat diandalkan ketika kedua aset tersebut dicap sebagai "eksplosif" pada saat yang bersamaan.
Narasi gelembung tidak secara otomatis berarti emas harus runtuh, tetapi memaksa para pedagang untuk memperlakukan level saat ini sebagai bagian dari fase yang berkepanjangan dan didorong oleh momentum, bukan sebagai keseimbangan yang nyaman.
Jumat, 19 Desember 2025
Equityworld Futures | Harga Emas Tergelincir Usai Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan
Equityworld Futures | Harga Emas Tergelincir Usai Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan
Equityworld Futures | Harga emas global tergelincr pada perdagangan Kamis (18/12/2025) waktu setempat, seiring pelaku pasar mencermati data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan.
Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tipis Setelah Dekati Rekor, Mau Jual atau Beli?
Dikutip dari CNBC internasional, kondisi tersebut mengurangi daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi, meski kenaikan tingkat pengangguran AS pada November menahan tekanan penurunan lebih lanjut.
Harga emas spot tercatat turun 0,12% ke level US$ 4.333,20 per ons troi dan sempat mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di US$ 4.381,21 per ons troi yang dicetak pada 20 Oktober lalu. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 0,23% di posisi US$ 4.363,65 per ons troi.
Analis pasar City Index dan FOREX.com Fawad Razaqzada menilai, pelemahan emas cukup masuk akal setelah rilis data inflasi AS.
“Sekarang inflasi terlihat turun lebih cepat dari perkiraan, sehingga mengurangi minat untuk membeli instrumen lindung nilai inflasi. Emas selama ini menjadi aset utama pelindung inflasi, jadi wajar jika harganya melemah setelah laporan CPI,” ujar Razaqzada.
Data menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) AS naik 2,7% secara tahunan pada November, lebih rendah dibandingkan proyeksi ekonom yang disurvei Reuters sebesar 3,1%. Merespons data tersebut, pasar meningkatkan peluang The Fed untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Januari mendatang.
Razaqzada menambahkan, kenaikan harga emas dalam beberapa tahun terakhir tidak lepas dari tingginya inflasi yang menggerus nilai mata uang fiat. “Sebagian besar penguatan emas selama ini dipicu inflasi tinggi yang melemahkan daya beli mata uang,” katanya.
Sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding), emas cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah dan dikenal luas sebagai pelindung nilai terhadap inflasi.
Kamis, 18 Desember 2025
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Hari Ini 18 Desember Naik Makin Tinggi
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Hari Ini 18 Desember Naik Makin Tinggi
Equityworld Futures | Harga emas menguat seiring harapan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve AS setelah muncul tanda-tanda pasar tenaga kerja melemah, serta meningkatnya ketegangan AS-Venezuela yang mendorong permintaan aset safe-haven.
Equityworld Futures | Harga Emas Mengamuk, Perak Cetak Rekor: Ramalan Terbaru Bikin Ngeri
Spot emas menguat 0,7% ke US$ 4.334,01 per ons, setelah sempat naik lebih dari 1% di awal hari. Kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 1% di US$ 4.373,9.
Data terbaru menunjukkan adanya penambahan 64.000 pekerjaan di AS bulan lalu, lebih tinggi dari ekspektasi, tetapi tingkat pengangguran naik ke 4,6%, tertinggi sejak September 2021.
Kelemahan pasar tenaga kerja dapat meningkatkan kemungkinan pemotongan suku bunga, sehingga menguntungkan aset non-yielding seperti emas.
"Pasar memperkirakan Federal Reserve akan memangkas suku bunga dua kali pada awal 2026, yang bisa terus mendukung emas selama periode itu," kata CEO dan manajer aset DHF Capital SA, Bas Kooijman, seperti dilansir dari Reuters.
Minggu lalu, Federal Reserve AS memangkas suku bunga seperempat poin untuk ketiga kalinya tahun ini. Investor kini memproyeksikan dua kali pemangkasan 25 basis poin pada 2026.
Pasar kini menunggu rilis consumer price index (CPI) November pada Kamis, dan personal consumption expenditures (PCE) price index pada Jumat.
Pada sisi lain, platinum naik 2,2% ke US$ 1.890,60, tertinggi dalam lebih dari 17 tahun, sementara palladium bertambah 2% ke US$ 1.635,61.
Rabu, 17 Desember 2025
Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi: S&P 500 Tertekan Saham Sektor Kesehatan dan Energi
Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi: S&P 500 Tertekan Saham Sektor Kesehatan dan Energi
Equityworld Futures | Wall Street ditutup bervariasi dengan indeks Nasdaq berhasil pulih dan ditutup menguat. Di sisi lain, indeks S&P 500 dan Dow kembali ditutup melemah, dipengaruhi oleh penurunan saham sektor kesehatan dan energi.
Equityworld Futures | Harga Emas Spot Naik Tipis ke US$ 4.318,4 Rabu (17/12) Pagi, Ini Pemicunya
Selasa (16/12/2025), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 302,30 poin atau 0,62% menjadi 48.114,26, indeks S&P 500 melemah 16,25 poin atau 0,24% ke 6.800,26 dan indeks Nasdaq Composite menguat 54,05 poin atau 0,23% ke 23.111,46.
Delapan dari 11 sektor industri utama pada indeks S&P 500 ditutup melemah, dengan saham energi memimpin penurunan usai anjlok hampir 3%. Hal tersebut terjadi setelah harga minyak mentah mencapai level terendah sejak 2021. Setali tiga uang, saham sektor kesehatan turun 1,28%.
Saham sektor kesehatan terbebani koreksi saham Pfizer yang merosot 3,4% setelah perusahaan farmasi tersebut memperkirakan tahun 2026 yang menantang karena penjualan produk COVID-19 yang lebih lemah dan margin yang tertekan.
Saham Humana juga turun 6% setelah perusahaan asuransi kesehatan tersebut mengumumkan perubahan kepemimpinan yang tidak disebutkan secara spesifik.
Di antara saham-saham lainnya, saham B. Riley melonjak 53,8% setelah bank investasi tersebut melaporkan keuntungan untuk kuartal kedua, dibandingkan dengan kerugian tahun lalu dalam pengajuan triwulanan yang terlambat.
Sementara itu, investor mengevaluasi data ekonomi yang tertunda untuk mengukur prospek kebijakan moneter Federal Reserve untuk tahun depan.
Laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan peningkatan lapangan kerja non-pertanian sebesar 64.000 pekerjaan pada bulan November setelah penurunan pada bulan Oktober karena pemotongan belanja pemerintah.
Namun, tingkat pengangguran naik menjadi 4,6% pada bulan November di tengah ketidakpastian ekonomi yang berasal dari kebijakan perdagangan agresif Presiden Donald Trump.
Laporan terpisah pada hari Selasa menunjukkan penjualan ritel stagnan pada bulan Oktober, sedikit di bawah perkiraan ekonom yang disurvei oleh Reuters yang memperkirakan kenaikan sebesar 0,1%. Analis menandai kemungkinan angka-angka tersebut terdistorsi oleh pengumpulan data yang lambat karena penutupan pemerintah baru-baru ini.
"Ini semua sudah cukup lama. Sebagian besar data dilihat dari sudut pandang apa yang akan mereka lakukan terhadap The Fed, dan data yang Anda dapatkan hari ini kemungkinan tidak akan mengubah keadaan," kata Mark Hackett, kepala strategi pasar di Nationwide.
Setelah data hari Selasa, investor memperkirakan pemotongan suku bunga setidaknya 58 basis poin tahun depan — lebih dari dua kali lipat dari 25 bps yang diisyaratkan oleh The Fed minggu lalu.
Selasa, 16 Desember 2025
Equityworld Futures | Harga Emas Tertahan, Pasar Pantau Perkembangan Damai Ukraina dan Data AS
Equityworld Futures | Harga Emas Tertahan, Pasar Pantau Perkembangan Damai Ukraina dan Data AS
Equityworld Futures | Harga emas dunia memangkas kenaikan pada perdagangan awal pekan ini, seiring adanya kemajuan dalam perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Ukraina. Di saat yang sama, pelaku pasar menahan diri sambil menunggu rilis data ketenagakerjaan utama dari Amerika Serikat.
Equityworld Futures | Harga Emas Spot Naik Tipis ke US$4.304,9 pada Selasa (16/12) Pagi
Mengutip CNBC, Selasa (16/12/2025), harga emas di pasar spot tercatat naik tipis 0,2% ke level USD 4.309,82 per ounce, setelah sempat melonjak lebih dari 1% pada awal sesi perdagangan. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 0,2% di posisi USD 4.335,2 per ounce.
Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, mengatakan bahwa kemajuan dalam pembicaraan damai Rusia-Ukraina telah meredam permintaan emas sebagai aset lindung nilai. Selain itu, tekanan juga datang dari aksi ambil untung dan likuidasi posisi oleh investor yang sebelumnya membeli kontrak berjangka.
Utusan khusus AS, Steve Witkoff, menyebutkan bahwa telah terjadi banyak kemajuan dalam perundingan Ukraina. Seorang pejabat AS juga mengungkapkan bahwa kedua pihak semakin mendekati kesepakatan untuk mempersempit perbedaan pandangan antara Rusia dan Ukraina.
Pelaku pasar kini menantikan laporan non-farm payrolls dan data penjualan ritel AS yang dijadwalkan rilis Selasa waktu setempat. Data ini akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Saat ini, pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 78% pada Januari 2026.
Sebagai aset safe haven, harga emas umumnya menguat saat ketidakpastian geopolitik dan ekonomi meningkat. Namun, sentimen positif dari jalur diplomasi membuat pergerakannya cenderung terbatas.
Senin, 15 Desember 2025
Equityworld Futures | Harga Emas Diprediksi Sentuh Level Segini pada Akhir 2025
Equityworld Futures | Harga Emas Diprediksi Sentuh Level Segini pada Akhir 2025
Equityworld Futures | Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi, optimistis harga emas dunia berpeluang mencetak rekor tertinggi baru pada Desember. Ia memperkirakan emas dunia bisa mencapai USD 4.440 per troy ons, melampaui level tertinggi sebelumnya. Ketidakpastian global masih tinggi, emas dinilai akan menjadi buruan investor.
Equityworld Futures | Harga Emas Diramal Bergejolak Pekan Ini, Pakar Bagikan Strategi Profit
Jika proyeksi tersebut terealisasi, harga logam mulia domestik berpotensi menembus Rp 2.700.000 per gram. Level ini dinilai sebagai target realistis hingga akhir tahun, seiring meningkatnya permintaan terhadap emas sebagai aset aman.
"Saya masih optimis bahwa USD 4.440 itu akan tercapai, untuk mendekati USD 4.500 kemungkinan sangat sulit dan logam mulia ya kemungkinan di Rp 2.700.000 per gram," kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).
Ibrahim menegaskan, selama ketidakpastian global masih tinggi dan sentimen pasar tetap defensif, emas akan terus menjadi instrumen favorit investor. Oleh karena itu, peluang harga emas bertahan di tren positif hingga tutup tahun masih terbuka lebar.
Lebih lanjut, kata Ibrahim, meski pergerakan harga sempat berfluktuasi tajam, arah jangka menengah hingga akhir tahun masih cenderung menguat. Menurutnya, emas dunia saat ini bergerak di area USD 4.300 per troy ons, sementara harga logam mulia di dalam negeri berada di kisaran Rp 2.462.000 per gram.
"Walaupun kemarin sempat mengalami kenaikan yang cukup signifikan, tetapi turunnya pun juga di pasar Amerika cukup signifikan juga. Akhirnya ditutup di USD 4.300. Kemudian logam mulianya ditutup di hari Sabtu di Rp 2.462.000," ujarnya.
Jumat, 12 Desember 2025
Equityworld Futures | Bursa Asia Siap Menguat Usai Wall Street Cetak Rekor Tertinggi
Equityworld Futures | Bursa Asia Siap Menguat Usai Wall Street Cetak Rekor Tertinggi
Equityworld Futures | Bursa saham Asia siap memulai perdagangan dengan kuat pada Jumat (12/12/2025), setelah saham AS mencapai rekor baru. Pasalnya, optimisme seputar siklus pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) membantu meredam kekhawatiran akan pengeluaran besar-besaran untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Equityworld Futures | Ngamuk! Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sebulan, Perak Tembus Langit
Indeks saham berjangka Jepang, Australia, dan Hong Kong menunjukkan kenaikan pada perdagangan awal Asia, setelah S&P 500 naik 0,2% pada Kamis. Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi turun 0,4%, setelah melonjak lebih tajam sebelumnya karena laporan laba Oracle Corp mengecewakan, yang mengungkap pengeluaran besar dan pendapatan tidak mencapai perkiraan.
Aksi perdagangan Kamis mengangkat Indeks MSCI All Country World—salah satu indikator pasar saham yang paling luas—ke rekor penutupan tertinggi baru dan menempatkan acuan saham global ini menuju tahun terbaiknya sejak 2019.
Obligasi pemerintah AS berfluktuasi tajam, menyebabkan imbal hasil sedikit lebih tinggi setelah diperdagangkan di level lebih rendah sepanjang Kamis. Data menunjukkan klaim pengangguran awal meningkat lebih dari perkiraan pada pekan 6 Desember. Sementara itu, indeks dolar AS diperdagangkan di sekitar level terendah dua bulan.
Emas naik lebih dari 1% pada Kamis, mendekati rekor baru, sementara perak mencetak rekor penutupan harian tertinggi ketiga dan telah meningkat lebih dari dua kali lipat tahun ini. Minyak turun dan Bitcoin berfluktuasi dalam kisaran sempit sekitar US$93.000.
Di Asia, data yang akan dirilis termasuk produksi industri Malaysia dan Jepang, serta inflasi India. Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul bergerak membubarkan parlemen, menyiapkan panggung bagi pemilu dini, setelah laporan tentang partai politik utama yang mendukung pemerintah minoritasnya berencana menarik dukungannya.
Meski saham AS mencapai rekor tertinggi, kehati-hatian terhadap saham teknologi tetap ada setelah laporan keuangan Oracle memicu kekhawatiran akan valuasi teknologi dan apakah pengeluaran besar untuk infrastruktur AI akan membuahkan hasil.
Meski sektor ini menggerakkan reli luar biasa S&P 500 tahun ini, kekhawatiran akan pengeluaran mendorong sejumlah investor beralih ke sektor lain karena prospek ekonomi AS tetap kuat. Nvidia Corp turun 1,6% pada Kamis, sementara indeks Magnificent Seven yang terdiri dari raksasa teknologi melemah 0,6%.
"Pasar kini jauh lebih waspada terhadap pengeluaran terkait AI, yang sangat kontras dengan pertengahan 2025 ketika setiap indikasi peningkatan belanja modal memicu antusiasme," jelas Susana Cruz, ahli strategi dari Panmure Liberum. "Oracle menjadi titik terlemah dalam hal ini, terutama karena sebagian besar investasinya didanai dengan utang."
Kamis, 11 Desember 2025
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik Usai The Fed Pangkas Suku Bunga
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik Usai The Fed Pangkas Suku Bunga
Equityworld Futures | Harga emas dunia menguat pada akhir perdagangan Rabu (10/12/2025) waktu setempat atau Kamis (11/12/2025), usai bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), memangkas suku bunga 25 bps ke level 3,50-3,75 persen.
Equityworld Futures | The Fed Pangkas Suku Bunga, Harga Emas Naik dan Perak Cetak Rekor!
Namun, pelaku pasar masih dibayangi ketidakpastian terkait arah kebijakan moneter tahun depan.
Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,7 persen ke level 4.236,57 dollar AS per ons.
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup melemah tipis 0,3 persen ke 4.224,70 dollar AS per ons.
The Fed memangkas suku bunga melalui pemungutan suara yang kembali terbagi, namun mengisyaratkan kemungkinan jeda penurunan suku bunga pada pertemuan berikutnya.
Pejabat The Fed menunggu sinyal yang lebih jelas mengenai arah inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja. “Pelaku pasar emas menyukai hasil keputusan (The Fed) ini. Harga bergerak di level tertinggi harian setelah sempat terjadi aksi ambil untung,” ujar Tai Wong, analis logam independen.
Suku bunga yang lebih rendah memang umumnya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Meski demikian, prospek kebijakan tahun depan masih belum solid.
Sebagian besar pejabat The Fed memperkirakan perlunya pemangkasan suku bunga lanjutan pada 2026, tetapi sebagian tidak mendukung pemangkasan tambahan, bahkan tiga pejabat memproyeksikan kenaikan suku bunga.
Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa kebijakan suku bunga saat ini berada pada posisi yang siap merespons perkembangan ekonomi ke depan.
Namun, ia menolak memberikan sinyal apakah pemangkasan lanjutan akan dilakukan dalam waktu dekat. “Powell berhasil mendorong pemangkasan suku bunga meski komite terbelah, dan pasar merespons positif. Namun, belum jelas apakah emas bisa kembali mencetak rekor tertinggi,” kata Wong.
Di sisi lain, harga perak melonjak ke rekor tertinggi baru di level 61,85 dollar AS per ons.
Rabu, 10 Desember 2025
Equityworld Futures | Harga Emas Global Melempem saat Investor Menanti Kebijakan Suku Bunga Fed
Equityworld Futures | Harga Emas Global Melempem saat Investor Menanti Kebijakan Suku Bunga Fed
Equityworld Futures | Harga emas dunia turun pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena para pedagang, yang sebagian besar telah memperhitungkan kemungkinan pemangkasan suku bunga Federal Reserve, mengalihkan perhatian mereka ke nada pertemuan kebijakan dua hari bank sentral AS yang dimulai hari ini.
Equityworld Futures | Harga Emas Terbang, Perak Menggila & Pecah Rekor Baru
Sebagian besar para pedagang tersebut mencari sinyal siklus pelonggaran mendatang mungkin lebih lembut daripada yang diantisipasi pasar.
Mengutip Yahoo Finance, Rabu, 10 Desember 2025, harga emas berjangka turun 0,1 persen menjadi USD4.214,70 per ons. Sementara harga emas spot turun 0,5 persen menjadi USD4.186,93.
Adapun posisi menjelang pertemuan telah mendominasi arus masuk, kata analis pasar senior OANDA Kelvin Wong. "Awal bulan ini, Jerome Powell mengisyaratkan arahan pemangkasan suku bunga yang hawkish dalam konferensi persnya. Oleh karena itu, investor di pasar obligasi AS sedang menyesuaikan posisi mereka," terang dia.
Fed bakal pangkas suku bunga agresif
Para analis memperkirakan Fed akan memberikan pemotongan suku bunga yang agresif, yang memadukan pengurangan biaya pinjaman dengan perkiraan yang menggarisbawahi standar tinggi untuk pelonggaran tambahan pada tahun depan.
Pasar menunjukkan probabilitas 89 persen untuk penurunan seperempat poin ke level 3,5 persen hingga 3,75 persen pada rapat minggu ini, menurut FedWatch Tool CME. Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung aset non-imbal hasil seperti emas.
Selasa, 09 Desember 2025
Equityworld Futures | Harga Emas Naik pada Selasa (9/12) Pagi, Pasar Menanti Arah Kebijakan Moneter The Fed
Equityworld Futures | Harga Emas Naik pada Selasa (9/12) Pagi, Pasar Menanti Arah Kebijakan Moneter The Fed
Equityworld Futures | Harga emas naik pada perdagangan Selasa (9/12/2025) pagi. Pukul 07.32 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2026 ada di level US$ 4.223,30 per ons troi, naik 0,13% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 4.217,70 per ons troi.
Equityworld Futures | Harga Emas “Membeku”: Semua Tegang Karena Menunggu Satu Berita Penting
Harga emas naik, saat para trader menanti pengumuman kebijakan moneter The Federal Reserve pekan ini yang diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuannya dan akan memberikan panduan kebijakan moneter untuk tahun depan.
Mengutip Bloomberg, para trader memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan Desember.
Kevin Hassett, salah satu kandidat kuat yang akan mengambil alih posisi Ketua The Fed mengatakan tidak bertanggung jawab untuk menyusun rencana suku bunga selama enam bulan ke depan.
Harga emas telah menguat sekitar 60% sepanjang tahun ini didorong oleh peningkatan pembelian oleh bank sentral.
Meski begitu, kecurigaan bahwa The Fed akan menghentikan kebijakan pemangkasan suku bunga baru-baru ini dapat membebani emas. Analis BMI, unit Fitch Solution Inc dalam sebuah catatan memperkirakan bahwa harga emas batangan kemungkinan bisa jatuh di bawah US$ 4.000 per ons troi karena siklus pelonggaran moneter yang dimulai tahun 2024 mulai kehilangan momentum.
Senin, 08 Desember 2025
Equityworld Futures | Harga Emas Naik Jelang Rapat The Fed, Perak Tembus Rekor Tertinggi
Equityworld Futures | Harga Emas Naik Jelang Rapat The Fed, Perak Tembus Rekor Tertinggi
Equityworld Futures | Harga emas naik pada perdagangan di Jumat (5/12). Kenaikan tersebut didorong meningkatnya keyakinan pasar bahwa suku bunga akan dipangkas oleh Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS).
Equityworld Futures | G7 dan Uni Eropa tengah membahas rencana mengganti batas harga ekspor minyak dari Rusia.
Dilansir dari Reuters, Senin (8/12). harga spot gold naik 1% menjadi US$4.212,16. Sementara emas berjangka ditutup tidak berubah di US$4.243.
Perak juga melonjak 2,6% ke US$58,59. Ia mencapai level tertinggi sepanjang masa. Platinum stabil di US$1.646,10. Sementara palladium naik 0,3% menjadi US$1.453,39.
“Pasar semakin yakin bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga, dan pelemahan dolar turut mendukung harga emas,” kata Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek.
Data ekonomi menunjukkan kenaikan dari pengeluaran konsumsi pribadi inti sebanyak 0,3% di September. Sementara kenaikan tahunan melambat menjadi 2,8%. Hal ini mengikuti laporan private payroll yang menunjukkan penurunan tajam terbesar dalam lebih dari dua setengah tahun.
Komentar dovish dari sejumlah pejabat bank sentral semakin meningkatkan harapan pelonggaran kebijakan suku bunga. Pasar kini menilai probabilitas pemangkasan suku bunga terjadi hingga 87,2%.
Melek juga buka suara terkait dengan kenaikan pesat harga perak tahun ini. Ia mengatakan perak mengikuti tren penguatan emas.