Kamis, 25 Juni 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Jatuh ke Bawah US$4.000/Troy Ons, Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga Emas Jatuh ke Bawah US$4.000/Troy Ons, Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga emas anjlok pada perdagangan kemarin. Ekspektasi terhadap kebijakan moneter ketat membuat harga emas kehilangan pijakan.

Equityworld Futures | Harga Emas Berusaha Rebound pada Kamis (25/6) Pagi, Sinyal Bearish Masih Membayangi

Pada Rabu (24/6/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup US$ 3.999,6/troy ons. Jatuh 2,77% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi yang terendah sejak November tahun lalu.

Harga emas pun genap turun dua hari beruntun. Selama dua hari tersebut, harga terpangkas lebih dari 4%.

Faktor utama yang membebani harga emas saat ini adalah prospek pengetatan kebijakan moneter. Dalam konferensi pers usai rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve pekan lalu, Gubernur Kevin Warsh berulang kali menegaskan komitmennya terhadap stabilitas harga.

Artinya, Warsh jelas mengutamakan stabilitas ketimbang upaya mendorong pertumbuhan ekonomi. Pasar pun menduga bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan tahun ini, kemungkinan dimulai pada September.

“Jika data inflasi berikutnya tidak menunjukkan perbaikan, maka The Fed sepertinya harus menaikkan suku bunga acuan pada September, atau bahkan Juli,” tulis catatan Evercore ISI, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Mengutip CME FedWatch, probabilitas kenaikan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4% pada rapat Juli sudah mencapai 34,2%. Sedangkan dalam rapat September, kemungkinannya menjadi 49,7%.

Bahkan investor menilai ada peluang suku bunga acuan Negeri Paman Sam dikerek hingga 50 bps ke 4-4,25% dalam rapat Komite Pembuat Kebijakan (Federal Open Market Committee/FOMC) September. Kemungkinannya adalah 16,7%.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Kamis (25/6/2026)? Apakah mungkin bisa terjadi koreksi tiga hari berturut-turut?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas terbenam di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 31. RSI di bawah 30 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 35. Menghuni area jual (long) yang lumayan kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas kemungkinan bisa naik. Koreksi yang sudah cukup dalam bisa melahirkan peluang technical rebound.

Cermati pivot point di US$ 4.029/troy ons. Dari sini, harga emas berpotensi menguji resisten US$ 4.093/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 5.

Resisten lanjutan ada di rentang US$ 4.125-4.185/troy ons. Target paling optimistis ada di US$ 4.255/troy ons.

Namun kalau harga emas turun lagi, maka US$ 3.997/troy ons rasanya bisa menjadi support terdekat. Jika tertembus, maka bisa mengarah ke US$ 3.970-3.933/troy ons.

Target paling pesimistis adalah US$ 3.779/troy ons.

Profil Perusahaan 

Ilustrasi Transaksi  

Legalitas Bisnis  

Hubungi Kami

Rabu, 24 Juni 2026

Equityworld Futures | Saham AS Turun, Aksi Jual Sektor Cip Picu Tekanan di Wall Street

Equityworld Futures | Saham AS Turun, Aksi Jual Sektor Cip Picu Tekanan di Wall Street

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa waktu setempat. Pelemahan dipicu aksi jual besar-besaran pada saham teknologi dan produsen cip, seiring perhatian investor beralih ke laporan keuangan emiten produsen cip memori utama, Micron.

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok Nyaris 2%, Tertekan Dolar AS dan Spekulasi The Fed
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 24 Juni 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 45,87 poin atau 0,09 persen ke level 51.666,84. Sementara itu, indeks S&P 500 merosot 107,33 poin atau 1,44 persen menjadi 7.365,46, dan Nasdaq Composite anjlok 579,56 poin atau 2,21 persen ke posisi 25.587,04.
 
Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, enam sektor berakhir di zona hijau. Sektor barang konsumsi pokok memimpin penguatan dengan kenaikan 1,78 persen, disusul sektor kesehatan yang naik 1,37 persen.
 
Di sisi lain, sektor teknologi menjadi penekan utama dengan penurunan 3,66 persen, diikuti sektor industri yang melemah 2,03 persen.
 
Secara khusus, sektor semikonduktor mencatat kinerja terburuk. Indeks Semikonduktor Philadelphia merosot hampir 8 persen pada perdagangan tersebut.

Saham cip Korea Selatan ikut terseret
 
Tekanan di sektor cip juga dipicu koreksi tajam di pasar saham Korea Selatan, yang sebelumnya menjadi salah satu pasar dengan performa terbaik tahun ini.
 
Indeks KOSPI tercatat turun 10 persen, dipicu pelemahan tajam saham produsen chip memori besar seperti Samsung Electronics dan SK Hynix yang masing-masing turun lebih dari 12 persen.
 
Koreksi tajam ini memunculkan kekhawatiran di kalangan investor bahwa perdagangan bertema kecerdasan buatan (AI), yang selama ini menopang reli saham cip, mulai mengalami kejenuhan. Sentimen tersebut kemudian memicu gelombang aksi jual di saham teknologi global.

Investor tunggu data PCE dan PDB
 
Meski Wall Street melemah, penurunan di Dow Jones relatif terbatas karena sebagian investor mulai mengalihkan dana ke sektor non-teknologi seperti keuangan, utilitas, dan kesehatan.
 
Fokus pasar pekan ini tertuju pada rilis data indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) untuk Mei yang dijadwalkan terbit pada Kamis, 25 Juni 2026. Data PCE menjadi acuan inflasi utama bagi Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
 
Pelaku pasar menilai data tersebut akan menjadi faktor penting dalam menentukan langkah bank sentral ke depan, di tengah kekhawatiran inflasi yang masih tinggi dapat membuat suku bunga tetap bertahan lebih lama atau bahkan kembali dinaikkan.
 
Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati perkembangan pembicaraan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Meski aktivitas pengiriman di Strait of Hormuz meningkat, harga minyak justru melanjutkan penurunan dan mendekati level sebelum konflik memanas.
 
Pergerakan harga energi itu turut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor dalam membaca arah inflasi global dan kebijakan moneter ke depan. 

Profil Perusahaan  

Ilustrasi Transaksi  

Legalitas Bisnis  

Hubungi Kami

Senin, 22 Juni 2026

Equityworld Futures | Gara-gara Data ini, Futures Wall Street Langsung Melorot

Equityworld Futures | Gara-gara Data ini, Futures Wall Street Langsung Melorot

Equityworld Futures | Kontrak berjangka saham (futures) Amerika Serikat (AS) melemah pada Minggu, 21 Juni 2026 saat Wall Street memantau perkembangan terbaru dalam negosiasi perang Iran serta menantikan rilis data inflasi yang dipantau ketat oleh Federal Reserve (Fed).

Equityworld Futures | Cemas! Lembaga Dunia Mulai Pangkas Proyeksi Harga Emas & Perak

Dilansir CNBC, futures S&P 500 turun 0,4 persen, sementara kontrak berjangka Nasdaq-100 melemah 0,6 persen. Kontrak berjangka yang terikat dengan Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 183 poin, atau 0,4 persen. 

Sesaat setelah pukul 18.00 waktu setempat, kontrak berjangka S&P 500 berada di posisi minus 0,4 persen, sedangkan kontrak berjangka Nasdaq-100 berkurang 0,6 persen, dan kontrak berjangka DJIA turun 188 poin atau 0,4 persen.

Pergerakan tersebut terjadi setelah Presiden Donald Trump pada hari Minggu mengancam akan melakukan serangan baru terhadap Iran jika para pemimpin negara tersebut tidak segera menghentikan proksi mereka di Lebanon. 

Pernyataan tersebut disampaikan saat Wakil Presiden JD Vance bertemu dengan para pejabat Iran untuk negosiasi putaran pertama di Swiss, setelah pembicaraan sebelumnya sempat dibatalkan.

Tiga indeks utama AS mencatatkan pemulihan pada hari Kamis setelah aksi jual pada hari Rabu, di mana penurunan sebelumnya dipicu oleh ketidakpastian investor mengenai arah kebijakan moneter. Pemulihan pada hari Kamis yang dipimpin oleh kenaikan saham-saham sektor chip membantu indeks menutup pekan perdagangan di zona lebih tinggi.

S&P 500 menguat hampir 1 persen pada periode tersebut, mencatatkan pekan penguatan ke-11 dari 12 pekan terakhir. DJIA juga naik mendekati 1 persen dalam sepekan, sementara Nasdaq Composite melonjak lebih dari 2 persen. Pasar saham AS ditutup pada hari Jumat karena hari libur Juneteenth.

Pengujian penting bagi pasar minggu ini adalah rilis data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau personal consumption expenditures (PCE) bulan Mei pada hari Kamis, yang merupakan pengukur inflasi pilihan Fed. 

Menurut para ekonom yang disurvei oleh FactSet, PCE inti diproyeksikan meningkat dari bulan April, bahkan setelah mengecualikan harga pangan dan energi yang fluktuatif.

Menyusul pertemuan Fed pekan lalu, ekspektasi kenaikan suku bunga dimajukan menjadi paling cepat bulan Oktober. Investor saat ini fokus pada setiap data inflasi yang dapat menjadi sinyal bahwa bank sentral AS kemungkinan akan segera mulai menaikkan suku bunga.

Meskipun Tom Lee dari Fundstrat Global Advisors menilai sejumlah katalis dapat memengaruhi pasar ke depan—seperti penerapan satuan tugas di Fed dan dampak rantai pasok akibat penutupan Selat Hormuz—kondisi pasar dinilai tetap positif.

"Kami tetap percaya bahwa pada akhir tahun ini akan ada perubahan kondisi pasar yang tiba-tiba, yang terasa sangat mirip dengan pasar bearish, tetapi kami tidak ingin berspekulasi bahwa ini telah mencapai puncaknya," kata kepala riset perusahaan tersebut dalam acara "Closing Bell" CNBC pada hari Kamis. 

“Menurut saya kondisi saat ini masih kondusif untuk saham,” tegas dia

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi  

Legalitas Bisnis  

Hubungi Kami

Jumat, 19 Juni 2026

Equityworld Futures | Wall Street Melonjak, S&P Naik Tipis dan Nasdaq Melesat 2%

Equityworld Futures | Wall Street Melonjak, S&P Naik Tipis dan Nasdaq Melesat 2%

Equityworld Futures | Wall Street sebagian besar melonjak pada Kamis, 18 Juni 2026, karena sentimen risiko meningkat setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara untuk mengakhiri operasi militer di semua lini dan segera membuka kembali Selat Hormuz yang penting. Kesepakatan ini akan memulai periode negosiasi selama dua bulan untuk mencapai kesepakatan akhir.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah Tertekan Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed

Saham merosot pada sesi sebelumnya setelah Federal Reserve memproyeksikan setidaknya satu kenaikan suku bunga seperempat poin tahun ini dan ketua baru Kevin Warsh mengumumkan tinjauan menyeluruh terhadap praktik bank sentral.

Dikutip dari Investing.com, Jumat, 19 Juni 2026, indeks acuan S&P 500 melonjak 1,1 persen menjadi 7.497,86 poin. Sementara Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melonjak 1,9 persen menjadi 26.517,93 poin. Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham unggulan naik 0,1 persen menjadi 51.565,26 poin.

Pasar saham akan tutup pada hari Jumat untuk libur Juneteenth. Untuk minggu ini, S&P naik 0,9 persen, Nasdaq naik 2,4 persen, dan Dow naik 0,7 persen.

"Para investor tampaknya telah menerima kenyataan bahwa pemimpin baru Federal Reserve memimpin pertemuan FOMC yang sangat agresif, yang hasilnya menunjukkan bahwa kemungkinan langkah kebijakan selanjutnya adalah menaikkan suku bunga atau mempertahankannya tetap stabil untuk masa mendatang," kata kepala strategi investasi di Janney Montgomery Scott Mark Luschini kepada Investing.com.

"Sementara itu, penandatanganan (kesepakatan damai) yang memungkinkan kapal-kapal untuk melanjutkan arus melalui selat tersebut semakin menurunkan harga minyak dan meningkatkan kepercayaan bahwa solusi yang langgeng untuk perang dengan Iran sudah di depan mata," katanya.

"Kembalinya reli harga saham, yang telah menjadi jalur termudah selama dua bulan terakhir, dibangun di atas pertumbuhan laba yang sangat kuat yang kini telah diperkuat oleh dorongan penurunan harga energi yang berpotensi mengurangi bias kenaikan biaya dan inflasi," tambah Luschini. 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi  

Legalitas Bisnis  

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat Pasca Perjanjian Damai AS-Iran

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat Pasca Perjanjian Damai AS-Iran

Equityworld Futures | Indeks saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada Kamis (18/6). Penguatan terjadi setelah kekhawatiran terhadap inflasi mereda pasca perjanjian damai AS-Iran.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah Tertekan Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed

Dikutip dari Reuters pada Jumat (19/6), Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 72,15 poin atau 0,14 persen menjadi 51.564,70. Indeks S&P 500 (.SPX) naik 80,48 poin atau 1,08 persen menjadi 7.500,58, sedangkan Nasdaq Composite (.IXIC) melonjak 496,28 poin atau 1,91 persen menjadi 26.517,93.

Dengan pasar akan tutup pada Jumat (19/6) untuk memperingati hari libur Juneteenth yang menandai pembebasan warga kulit hitam dari perbudakan di AS, S&P 500 mencatat kenaikan mingguan 0,93 persen, Nasdaq dengan kenaikan 2,43 persen dan 0,71 persen pada Dow Jones Industrial.

Adapun indeks saham semikonduktorsemikonduktor Philadelphia (.SOX) mencatat kinerja jauh lebih baik dibandingkan sektor lain dengan kenaikan 6,4 persen. Saham Intel (INTC.O) melonjak ke rekor tertinggi dan ditutup naik 10,6 persen. 

Sebelumnya Pesiden AS Donald Trump mengatakan bahwa produsen iPhone, Apple (AAPL.O), telah sepakat bekerja sama dengan Intel untuk merancang dan memproduksi cipnya di Amerika Serikat.

Sementara itu saham-saham sektor konsumen mendapat dorongan dari segmen perjalanan karena prospek harga bahan bakar yang lebih rendah mendukung kenaikan saham perusahaan kapal pesiar dan maskapai penerbangan. Adapun indeks Dow Jones Transport Average (.DJT) ditutup naik 0,5 persen.

Sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 (.RUT) naik 2 persen dan mencatat rekor penutupan tertinggi baru.

Di sisi lain, saham sektor perangkat lunak dan layanan dalam S&P 500 (.SPLRCIS) justru turun 0,7 persen setelah menyentuh level terendah dalam lebih dari dua bulan. Tekanan muncul setelah saham Accenture (ACN.N) anjlok 18 persen menyusul pemangkasan batas atas proyeksi pertumbuhan pendapatan tahunan perusahaan. 

Saham perusahaan sejenis seperti Cognizant Technology Solutions (CTSH.O), Gartner (IT.N), dan IBM (IBM.N) juga turun 4,5 persen hingga 10,5 persen.

Sedangkan, saham perusahaan antariksa dan kecerdasan buatan milik Elon Musk, SpaceX (SPCX.O) turun 3,6 persen untuk hari kedua berturut-turut setelah sempat melonjak tajam pada beberapa hari pertama perdagangan usai debutnya di pasar saham pada Jumat lalu.

Sebanyak 33,59 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 21,83 miliar saham dalam 20 sesi terakhir.

Jumlah saham yang naik melampaui saham yang turun dengan rasio 1,72 banding 1 di NYSE, di mana terdapat 286 saham yang mencatat level tertinggi baru dan 183 saham yang menyentuh level terendah baru. Di Nasdaq, sebanyak 3.136 saham naik dan 1.773 saham turun, dengan rasio saham yang menguat terhadap yang melemah sebesar 1,77 banding 1.

S&P 500 mencatat 29 saham yang mencapai level tertinggi dalam 52 minggu dan 27 saham yang menyentuh level terendah dalam periode yang sama, sementara Nasdaq Composite membukukan 123 saham dengan rekor tertinggi baru dan 152 saham dengan level terendah baru.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Rabu, 17 Juni 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Mengangkasa, Kini Tinggal Hadapi 'Musuh' Terakhir

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Mengangkasa, Kini Tinggal Hadapi 'Musuh' Terakhir

Equityworld Futures | Harga emas dan perak melonjak setelah ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) tahun ini mereda.

Equityworld Futures | Harga emas bertahan usai kesepakatan Iran-AS redakan kekhawatiran inflasi

Sentimen tersebut muncul setelah tercapainya kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang menekan harga minyak serta mengurangi kekhawatiran inflasi.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Selasa (16/6/2026) ditutup di US$ 4330,13 per troy ons. Harganya naik 0,56%.

Kenaikan ini memperpanjang tren positifnya dengan menguat 6,3% dalam empat hari beruntun.

Pada perdagangan hari ini, Rabu (17/6/2026) pukul 06.34, harga emas menguat tipis 0,13% ke US$ 4335,81.
Kesepakatan damai sementara yang diumumkan Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran selama 60 hari serta membuka kembali Selat Hormuz, yang sebelumnya diblokir Iran sejak serangan AS dan Israel pada Februari.

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan prospek berakhirnya perang antara AS dan Iran telah menjadi faktor utama yang menopang harga emas dalam dua sesi terakhir.

Menurutnya, dampak dari kesepakatan tersebut adalah turunnya suku bunga jangka pendek, merosotnya harga energi, dan berkurangnya kemungkinan The Fed perlu menaikkan suku bunga lagi tahun ini.

Harga minyak Brent juga turun di bawah US$80 per barel untuk pertama kalinya sejak awal Maret setelah anjlok hampir 5% pada Senin menyusul pengumuman kesepakatan tersebut.

Data CME FedWatch menunjukkan pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember sebesar 60%, turun dari sekitar 70% pada pekan lalu.

Selama perang AS-Israel melawan Iran, emas sempat tertekan karena lonjakan harga minyak meningkatkan ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama.

Meski dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung kurang menarik ketika suku bunga berada di level tinggi.

"Yang menopang pasar dalam dua sesi terakhir adalah prospek tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang," kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, dikutip dari Refinitiv.

"Dampak yang kita lihat dari perkembangan tersebut adalah turunnya suku bunga jangka pendek, merosotnya harga energi, serta berkurangnya kemungkinan The Fed perlu menaikkan suku bunga lagi pada tahun ini." imbuhnya.

Pelaku pasar kini menantikan serangkaian rapat bank sentral pekan ini, termasuk keputusan suku bunga The Fed pada Rabu, yang menjadi rapat pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh. The Fed akan menjadi "musuh" terakhir emas untuk terbang tinggi.

Jika The Fed lebih dovish maka emas bisa terbang lagi tetapi jika hawkish maka emas bisa kembali tertekan. Jika The Fed hawkish maka dolar bisa kembali menguat dan itu bisa menekan permintaan emas.

Profil Perusahaan 

Ilustrasi Transaksi 

Legalitas Bisnis  

Hubungi Kami

Equityworld Futures | IPO SpaceX di Nasdaq Lancar, Wall Street Siap Sambut IPO OpenAI dan Anthropic

Equityworld Futures | IPO SpaceX di Nasdaq Lancar, Wall Street Siap Sambut IPO OpenAI dan Anthropic

Equityworld Futures | Keberhasilan debut perdagangan saham SpaceX di bursa Nasdaq pada Jumat lalu memberikan kelegaan besar bagi pelaku pasar keuangan global. 

Equityworld Futures | AS dan Iran Damai, Harga Emas Melejit, Harga Minyak Menukik

Proses penawaran umum perdana (IPO) perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut berlangsung mulus dan dianggap menjadi standar baru bagi kesiapan Wall Street dalam menghadapi potensi IPO raksasa berikutnya, termasuk OpenAI dan Anthropic.

IPO SpaceX tercatat sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah bursa Amerika Serikat, dengan skala hampir tiga kali lebih besar dibandingkan pencatatan saham terbesar sebelumnya. 

Besarnya volume transaksi sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar, terutama mengingat pengalaman buruk IPO Facebook pada 2012 yang sempat mengalami gangguan teknis serius. 

Namun, berbeda dengan kekhawatiran tersebut, sistem perdagangan yang melibatkan bank penjamin emisi, bursa, pembuat pasar (market maker), lembaga kliring, hingga infrastruktur pasar lainnya berhasil beroperasi tanpa hambatan berarti.

Profil Perusahaan  

Ilustrasi Transaksi  

Legalitas Bisnis  

Hubungi Kami

Senin, 15 Juni 2026

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, SpaceX Terbang 19% pada Hari Debut

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, SpaceX Terbang 19% pada Hari Debut

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (12/6/2026), didorong lonjakan saham SpaceX yang melesat 19% pada hari debutnya di Nasdaq. Kehadiran emiten milik Elon Musk tersebut membangkitkan optimisme investor terhadap sektor teknologi dan pasar penawaran umum perdana saham (IPO).

Equityworld World | Emas Melonjak, Deal Iran Tekan Dolar AS

Dikutip dari CNBC internasional, indeks Dow Jones Industrial Average naik 353,51 poin (0,7%) menjadi 51.202,26. Sementara itu, S&P 500 menguat 0,5% ke level 7.431,46 dan Nasdaq Composite bertambah 0,31% ke posisi 25.888,84.

SpaceX memulai perdagangan dengan harga US$ 150 per saham, lebih tinggi dibandingkan harga IPO sebesar US$ 135 per saham. Saham berkode SPCX itu bahkan sempat melonjak lebih dari 20% setelah pembukaan perdagangan sebelum akhirnya ditutup naik sekitar 19% di level US$ 161 per saham.

Kinerja impresif tersebut menjadi sorotan utama pasar. Investor menilai keberhasilan IPO SpaceX dapat membuka jalan bagi gelombang pencatatan saham baru yang sempat tertahan dalam beberapa tahun terakhir.

CEO dan Presiden SuRo Capital, Mark Klein, mengatakan SpaceX berpotensi menjadi acuan bagi perusahaan-perusahaan lain yang berencana melantai di bursa. "Gelombang IPO yang kini mulai berubah menjadi lonjakan besar sebenarnya sudah lama dinantikan. SpaceX akan menjadi barometer bagi pasar," ujar Klein.

Menurut dia, masih banyak perusahaan yang ingin melakukan IPO. Namun, sebagian emiten besar kemungkinan akan menunggu perkembangan pasar setelah debut SpaceX sebelum mengambil keputusan serupa.

Di sektor teknologi, sentimen positif juga ditopang optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). SpaceX dinilai menjadi salah satu proksi investasi AI melalui unit bisnis xAI yang dimilikinya.

Saham Nvidia ditutup menguat tipis, sedangkan Advanced Micro Devices (AMD) melonjak 4,7% dan Alphabet naik 0,5%. Sebaliknya, Broadcom, Palantir Technologies, Amazon, dan Meta Platforms berakhir di zona merah.

CEO KKM Financial Jeff Kilburg menilai, tema AI masih menjadi pendorong utama pasar saham teknologi. "Tren AI menurut saya semakin kuat. Memang tidak ada aset yang bergerak lurus tanpa koreksi, tetapi kepemimpinan saham-saham teknologi besar kemungkinan masih akan berlanjut," katanya. 

Profil Perusahaan 

Ilustrasi Transaksi  

Legalitas Bisnis  

Hubungi Kami

Kamis, 11 Juni 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Rebound dari Titik Terendah Enam Bulan, Investor Cermati Data Inflasi

Equityworld Futures | Harga Emas Rebound dari Titik Terendah Enam Bulan, Investor Cermati Data Inflasi

Equityworld Futures | Harga emas rebound dari titik terendah enam bulan pada hari Kamis (11/6/2026), karena investor membeli logam tersebut dengan harga murah. Investor menanti laporan inflasi AS yang dapat memberikan lebih banyak informasi tentang prospek kebijakan Federal Reserve.

Equityworld Futures | Harga Emas Dekati US$ 4.000, Bakal Jebol?

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,5% menjadi US$ 4.095,64 per ons pada pukul 05.58 GMT, setelah mencapai titik terendah sejak 21 November di US$ 4.022,09 pada awal hari. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 0,4% menjadi US$ 4.116,20.

"Dengan harga yang melesat menuju US$ 4.000, ini adalah level support yang jelas yang dapat mendorong para pelaku pasar bearish untuk mengambil keuntungan cepat atau menggoda para pelaku pasar bullish yang tertekan untuk keluar dari posisi netral," kata Matt Simpson, analis senior di StoneX.

"Indeks dolar AS gagal menguat banyak setelah laporan CPI hari Rabu. Jadi, kecuali ada kejutan buruk dalam PPI (Indeks Harga Produsen), emas mungkin akan mengalami kenaikan teknis dalam waktu dekat." 

Inflasi konsumen AS meningkat dengan laju tercepat dalam tiga tahun pada bulan Mei, didorong oleh lonjakan harga produk energi di tengah konflik Timur Tengah. Data PPI AS bulan Mei akan dirilis pukul 12.30 GMT. 

Para pedagang memperkirakan kemungkinan lebih dari 70% kenaikan suku bunga AS pada bulan Desember, menurut alat CME FedWatch.

Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan udara pada hari Kamis untuk hari kedua berturut-turut, dengan Presiden AS Donald Trump bersumpah akan melakukan serangan lebih lanjut jika Teheran tidak segera menyetujui kesepakatan damai. 

Harga minyak naik pada hari Kamis, setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz menyusul serangan AS. 
Harga minyak mentah yang tinggi dapat mempercepat inflasi, dan meskipun emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini.

Profil Perusahaan  

Ilustrasi Transaksi  

Legalitas Bisnis  

Hubungi Kami

Rabu, 10 Juni 2026

Equityworld Futures | Breaking! Harga Emas Ambruk Brutal, Kembali ke Harga Desember 2025

Equityworld Futures | Breaking! Harga Emas Ambruk Brutal, Kembali ke Harga Desember 2025

Equityworld Futures | Harga emas dan perak jeblok ke level terendah dalam lebih dari dua bulan.

Equityworld Futures | $4.100: Support Terdekat untuk Emas

Harga jatuh mengikuti aksi jual di pasar keuangan global dan meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) masih berpeluang menaikkan suku bunga tahun ini. Investor juga menanti data inflasi penting AS yang akan dirilis pekan ini.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Selasa (9/6/2026) ditutup di posisi US$ 4262,52 per troy ons. Harganya jatuh 1,53%. Pelemahan ini memperpanjang derita emas degan melemah tiga hari beruntun dan anjlok 4,7%.

Harga penutupan kemarin adalah yang terendah sejak 12 Desember 2025 atau melebihi sepanjang tahun ini.

Pada hari ini harga emas belum membaik. Pada Rabu (10/6/2026) pukul 06.26 WIB, harga emas ada di posisi US$ 4255,28 per troy os atau melemah0,17%.

Harga emas spot bahkan sempat merosot lebih dari 2% di awal perdagangan. Level tersebut merupakan yang terendah sejak 23 Maret.

"Trader saat ini sedikit gugup. Hampir semua pasar masuk ke mode risk-off, dan itulah yang menekan harga emas," kata Bob Haberkorn, Senior Market Strategist di RJO Futures, dikutip dari Refinitiv.

Tekanan juga datang setelah indeks S&P 500 dan Nasdaq turun ke level terendah dalam lebih dari satu bulan.

Menurut Haberkorn, harga emas dan perak masih akan berada di bawah tekanan hingga pasar memperoleh petunjuk yang lebih jelas dari The Fed terkait arah kebijakan moneternya.

Fokus investor kini tertuju pada data inflasi AS, yakni Consumer Price Index (CPI) bulan Mei yang akan dirilis Rabu dan Producer Price Index (PPI) pada Kamis. Data tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai arah suku bunga AS.

Commerzbank dalam catatannya mengatakan jika inflasi AS kembali lebih tinggi dari perkiraan, harga emas berpotensi turun lebih lanjut. Namun, peluang pemulihan pada akhir tahun masih terbuka jika The Fed akhirnya tidak menaikkan suku bunga.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 68% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember mendatang.

Di sisi lain, harga minyak juga turun setelah Iran dan Israel menyatakan menghentikan serangan satu sama lain menyusul seruan Presiden AS Donald Trump.

Harga minyak yang tinggi biasanya dapat mendorong inflasi dan membuat suku bunga bertahan lebih lama di level tinggi. Meski emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga umumnya menjadi sentimen negatif bagi logam mulia karena tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, kenaikan tajam tarif impor emas di India memicu kembali maraknya penyelundupan emas. Volume penyelundupan bahkan diperkirakan bisa melampaui 100 ton tahun ini karena keuntungan di pasar gelap semakin besar.

Profil Perusahaan  

Ilustrasi Transaksi  

Legalitas Bisnis  

Hubungi Kami

Selasa, 09 Juni 2026

Equityworld Futures | Mengekor Wall Street, Bursa Saham Asia Bersiap Bangkit

Equityworld Futures | Mengekor Wall Street, Bursa Saham Asia Bersiap Bangkit

Equityworld Futures | Bursa saham Asia bersiap untuk bangkit dari penurunan terdalamnya sejak bulan Maret lalu, mengekor penguatan yang terjadi di Wall Street. Sementara itu, harga minyak mentah dunia terpantau stabil setelah Iran dan Israel berkomitmen untuk meredakan serangan yang sempat mengancam jalannya perundingan damai di Timur Tengah.

Equityworld Futures | Harga Emas Berbalik Naik, Harapan Damai Israel-Iran Redam Tekanan Pasar

Kontrak berjangka (futures) ekuitas menunjukkan potensi lonjakan lebih dari 2% di Tokyo, setelah indeks Nikkei 225 anjlok hampir 4% pada perdagangan hari Senin (8/6). Di sisi lain, pergerakan kontrak berjangka mengindikasikan penguatan tipis di Sydney dan pembukaan yang cenderung moderat di bursa Hong Kong. Kontrak berjangka S&P 500 sedikit melemah setelah kebangkitan saham-saham produsen cip seperti Nvidia Corp dan Micron Technology Inc berhasil mendorong penguatan indeks acuan AS tersebut pada Senin malam.

Harga minyak dunia tidak banyak berubah setelah menghapus sebagian besar lonjakan tajam pada sesi sebelumnya. Keputusan gencatan senjata antara Israel dan Iran berhasil meredam tekanan naik pada harga minyak mentah.

Sempat tertahan sejenak setelah mencetak serangkaian rekor tertinggi sepanjang masa, para pelaku pasar yang memanfaatkan momentum pergerakan harga kembali membanjiri bursa AS pada hari Senin. Aksi ini kembali menyalakan optimisme bahwa tren pasar bergairah masih jauh dari kata berakhir. Sentimen positif tersebut turut didukung oleh perkembangan situasi yang kondusif di Timur Tengah.

Menurut Mike Wilson dari Morgan Stanley, aksi jual saham-saham yang didorong oleh penyesuaian posisi portofolio pada akhir pekan lalu merupakan sebuah "pemulihan yang sehat". Ia tetap mempertahankan pandangan positifnya terhadap pasar yang ditopang oleh kinerja laba perusahaan serta data ekonomi yang solid.

"Pasar jarang bergerak dalam garis lurus secepat yang terlihat sejak level terendah pada Maret lalu," ujar Wilson. "Koreksi adalah hal yang tidak terhindarkan dan pada akhirnya menyehatkan jika tren bull market ini ingin terus berlanjut hingga akhir tahun."

Optimisme serupa juga digaungkan oleh sejumlah analis lain, termasuk tim strategi Citigroup Inc yang dipimpin oleh Scott Chronert. Mereka menaikkan target akhir tahun untuk indeks S&P 500 setelah melihat adanya "lonjakan besar" pada ekspektasi laba perusahaan.

"Kami tidak memperkirakan investor akan kehilangan kepercayaan pada prospek sektor AI," kata Mark Haefele dari UBS Global Wealth Management. "Meskipun saham-saham teknologi sempat tertekan dalam beberapa hari terakhir akibat kekhawatiran terkait pemenuhan ekspektasi pasar, fundamental bisnis sektor ini tetap kuat."

Kendati demikian, tidak semua pihak bersikap optimistis. Menurut Bank of America Securities, investor justru harus mulai berhati-hati terhadap saham-saham AS karena semakin banyak "sinyal pasar lesu" yang menunjukkan bahwa pergerakan indeks sudah mendekati puncaknya.

"Terlalu banyak lampu merah," tulis tim strategi yang dipimpin oleh Savita Subramanian dalam sebuah nota analisis tertanggal 5 Juni. "Ambil keuntungan Anda," tegas mereka.

Profil Perusahaan 

Ilustrasi Transaksi  

Legalitas Bisnis  

Hubungi Kami

Senin, 08 Juni 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Senin Sesi Asia Bergerak Turun Terpicu Kenaikan Harga Minyak

Equityworld Futures | Harga Emas Senin Sesi Asia Bergerak Turun Terpicu Kenaikan Harga Minyak

Equityworld Futures | Harga emas bergerak turun hari Senin di sesi perdagangan Asia, setelah anjlok hampir 5% pekan lalu ke level terendah dalam lebih dari dua bulan, karena ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah mendorong harga minyak lebih tinggi dan memicu kekhawatiran tentang inflasi dan suku bunga.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Merosot ke Level Terendah 2 Bulan Dipicu Bayang-Bayang Suku Bunga AS

Harga emas spot bergerak turun 0,07% pada $4.325,73 per ons.

Harga emas berjangka AS kontrak Agustus 2026 bergerak turun 0,59% pada $4.339,4 per ons.

Iran meluncurkan beberapa rudal ke arah Israel sebagai peringatan terhadap tindakan militer lebih lanjut di Lebanon. Israel mengatakan semua rudal berhasil dicegat dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Konflik yang berkepanjangan dan penutupan Selat Hormuz yang terus berlanjut telah mengganggu pasokan energi dari Teluk Persia, mendukung harga minyak yang lebih tinggi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi.

Pada saat yang sama, data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan menekan harga emas pekan lalu dengan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga akhir tahun ini.

Pasar sekarang memperkirakan sekitar 70% kemungkinan kenaikan suku bunga Fed pada bulan Desember, naik dari sekitar 50% sebelum laporan ketenagakerjaan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak merosot terbebani ketegangan militer di Timur Tengah yang dapat menguatkan dolar AS, juga dapat meningkatkan harga minyak yang memicu kenaikan inflasi yang dapat mendorong The Fed mempertahankan atau menaikkan suku bunganya.

Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.267-$4.205. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.436-$4.543.

Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.298-$4.232. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.470-$4.576.

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami

Jumat, 05 Juni 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok, Potensi Penurunan Suku Bunga AS dan Geopolitik Membayangi

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok, Potensi Penurunan Suku Bunga AS dan Geopolitik Membayangi

Equityworld Futures | Harga emas dunia turun pada Jumat (5/6/2026), dengan prospek mengalami kerugian mingguan, di tengah meredupnya harapan kesepakatan damai antara AS dan Iran akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah serta kekhawatiran inflasi dan kenaikan suku bunga.

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Terbang, Ini Syarat Agar Harganya Pecah Rekor

Harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi US$ 4.452,20 per ons troi pada pukul 09.25 WIB, dan sepanjang minggu ini tercatat telah anjlok sekitar 1,8%. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 0,6% menjadi US$ 4.478,50 per ons troi.

Ketegangan meningkat setelah milisi Hizbullah yang didukung Iran menolak gencatan senjata baru di Lebanon, sementara Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya. Situasi ini melemahkan upaya Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan konflik dan membangun perdamaian dengan Teheran.

"Beberapa pesimisme terkait penyelesaian konflik Iran memberikan tekanan negatif pada emas," ujar Nicholas Frappell, Kepala Pasar Institusional Global di ABC Refinery. "Trennya sekarang adalah ekspektasi suku bunga yang lebih ketat, yang juga menekan harga emas." 

Di sisi kebijakan moneter, Presiden Federal Reserve Kansas City, Jeffrey Schmid, mengatakan pilihan bank sentral AS kini adalah bersabar dan mempertahankan suku bunga, atau menaikkannya untuk menahan inflasi yang telah melampaui target selama bertahun-tahun. 

Sementara itu, Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, menambahkan bahwa jalur suku bunga akan bergantung pada perkembangan ekonomi, dengan kebijakan moneter AS berada “di posisi yang baik” dan siap merespons baik naik atau turunnya ekonomi. 

Meskipun emas dikenal sebagai aset lindung inflasi, kenaikan suku bunga biasanya menekan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini. Pasar kini memprediksi kemungkinan Fed menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun, dengan peluang 51% hingga Desember, menurut alat FedWatch dari CME Group. 

Investor kini menanti data nonfarm payroll AS untuk Mei, yang dijadwalkan rilis hari ini, sebagai indikator arah kebijakan moneter AS ke depan. 

Selain emas, logam mulia lainnya juga tertekan: perak spot turun 1,4% menjadi $72,89 per ons, platinum turun 1,1% menjadi $1.878,68, dan paladium turun 1,7% menjadi $1.298,45 per ons, semuanya menuju kerugian mingguan.

Profil Perusahaan  

Ilustrasi Transaksi 

Legalitas Bisnis 

Hubungi Kami

Kamis, 04 Juni 2026

Equityworld Futures | Harga Minyak Tergelincir di Pagi Ini (4/6), Lebanon & Israel Sepakat Gencatan Senjata

Equityworld Futures | Harga Minyak Tergelincir di Pagi Ini (4/6), Lebanon & Israel Sepakat Gencatan Senjata

Equityworld Futures | Harga minyak turun karena kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon meningkatkan harapan untuk kesepakatan yang lebih luas untuk mengakhiri perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Sementara, DPR AS menyetujui resolusi yang berupaya membatasi kekuasaan perang Presiden Donald Trump.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tajam di Tengah Ancaman Inflasi Membesar

Kamis (4/6/2026) pukul 07.45 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 turun 67 sen atau 0,69% menjadi US$ 97,14 per barel.

Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juli 2026 turun 62 sen atau 0,65% ke US$ 95,4 per barel. 

Kedua patokan tersebut naik sekitar 2% pada Rabu (3/6/2026), memperpanjang kenaikan sesi sebelumnya, setelah permusuhan di Timur Tengah kembali meningkat, termasuk serangan Iran terhadap Kuwait dan serangan militer AS di dekat Selat Hormuz.

Di AS, DPR yang dipimpin Partai Republik menyetujui resolusi pada hari Rabu untuk mencegah Trump melanjutkan perang melawan Iran. Agar berlaku, resolusi tersebut memerlukan persetujuan Senat dan mayoritas dua pertiga di kedua kamar untuk mengesampingkan veto Trump yang hampir pasti. 

Trump mengisyaratkan pada hari Rabu bahwa mungkin ada kemajuan dalam negosiasi dengan Iran secepatnya akhir pekan ini. 

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada hari Rabu mengatakan kontak Teheran dengan Washington belum terputus, tetapi belum ada kemajuan dalam negosiasi, menambahkan bahwa kedua belah pihak sedang mempelajari teks-teks yang telah dipertukarkan. 

Sementara itu, stok minyak mentah AS turun 8 juta barel menjadi 433,7 juta barel pada pekan yang berakhir 29 Mei, kata Badan Informasi Energi pada hari Rabu. Angka tersebut dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penurunan 4 juta barel.

Haitong Futures menyatakan dalam sebuah catatan bahwa harga minyak kemungkinan akan bergerak menuju batas atas kisarannya karena ketidakseimbangan pasokan-permintaan yang terus-menerus seiring dengan penurunan persediaan minyak mentah global yang cepat.

Profil Perusahaan  

Ilustrasi Transaksi  

Legalitas Bisnis  

Hubungi Kami

Selasa, 02 Juni 2026

Equityworld Futures | Harga Patokan Ekspor Emas RI Turun!

Equityworld Futures | Harga Patokan Ekspor Emas RI Turun!

Equityworld Futures | Tren kenaikan harga emas global tampak mulai mereda pada akhir triwulan II 2026 ini. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) komoditas emas untuk periode pertama Juni 2026.

Equityworld Futures | Bruk! Harga Emas Tiba-Tiba Ambruk Lagi, Ini Penyebabnya

Di periode tersebut, HPE emas turun 1,43% dari sebelumnya di level US$ 150.555,29 per kilogram pada periode kedua Mei 2026 kini menjadi US$ 148.396,49 per kilogram. Sementara itu, HR emas juga turun dari sebelumnya US$ 4.682,80 per troy ounce (t oz) menjadi USD 4.615,65 per t oz.

Kebijakan itu ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 1416 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar yang berlaku untuk periode 1-14 Juni 2026.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana, menjelaskan selama periode pengumpulan data, harga emas terkoreksi sebesar 1,43%. Penurunan ini dipengaruhi oleh meningkatnya minat investor terhadap instrumen keuangan berbasis imbal hasil dibandingkan emas yang tidak memberikan pendapatan (non-yielding asset).

"Selain dipengaruhi pergeseran preferensi investor ke instrumen berbasis imbal hasil, pasar emas memasuki fase konsolidasi yang mendorong terjadinya aksi ambil untung (profit-taking). Di sisi lain, arah kebijakan moneter global dan prospek ekonomi dunia turut memengaruhi pergerakan harga emas internasional," ujar Tommy dalam keterangan tertulis, Senin (1/6/2026).
Lebih lanjut ia menjelaskan penetapan HPE dan HR emas didasarkan pada data dan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengacu pada perkembangan harga di pasar internasional. Sementara itu, harga emas mengacu pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA).

"Penetapan HPE dan HR emas dilakukan melalui mekanisme koordinasi lintas kementerian dan lembaga dengan mempertimbangkan data, informasi, dan perkembangan pasar terkini yang dianalisis bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian," tambah Tommy.

Profil Perusahaan 

Ilustrasi Transaksi  

Legalitas Bisnis  

Hubungi Kami

Senin, 01 Juni 2026

Equityworld Futures | Harga Minyak Mendadak Naik Tinggi!

Equityworld Futures | Harga Minyak Mendadak Naik Tinggi!

Equityworld Futures
| Harga minyak mentah dunia mendadak naik hingga 2% pada awal perdagangan Senin (1/6/2026). Kenaikan ini didorong oleh konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang saling melancarkan serangan, dan Israel yang baru memerintahkan pasukannya untuk bergerak lebih jauh ke Lebanon dalam pertempuran dengan kelompok militan Hizbullah.

Equityworld Futures | Harga Minyak Tiba-Tiba Memanas Lagi, Israel Jadi Biang Kerok

Melansir Reuters, Senin (1/6/2026), harga minyak mentah berjangka AS naik US$ 2,29 atau 2,62% menjadi US$ 89,65 per barel pada perdagangan hari ini pukul 04.36 GMT (11.36 WIB). Sementara harga minyak Brent berjangka naik US$ 2,05 atau 2,25% menjadi US$ 93,17 per barel.

Meningkatnya pertempuran yang terjadi tepat setelah AS menjadi tuan rumah pembicaraan perdamaian Israel-Lebanon di Washington pada Jumat (29/5) kemarin telah meredupkan harapan bahwa AS dan Iran dapat segera mengumumkan perpanjangan perjanjian gencatan senjata mereka.

Padahal sebelum aksi saling serang ini, harga minyak mentah dunia sudah turun cukup drastis didorong oleh respons pasar yang ingin perang di Timur Tengah ini cepat berakhir. Di mana kala itu harga minyak yang kerap menjadi patokan global seperti Brent dan WTI masing-masing turun 1,8% dan 1,7% pada Jumat kemarin.

Dalam aksi saling serang kali ini, pihak AS mengatakan pada Minggu (31/) bahwa mereka melakukan 'serangan bela diri' dari situs radar dan kendali drone Iran di Pulau Goruk dan Qeshm. Menurut mereka ini merupakan tanggapan terhadap tindakan agresif dari Teheran.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) elit Iran mengatakan pada Senin ini bahwa pasukan udara mereka menargetkan pangkalan udara yang digunakan dalam apa yang mereka sebut sebagai serangan AS terhadap menara telekomunikasi di Pulau Sirik.

Di luar itu, analis dari IG, Tony Sycamore menilai saat pasar tidak hanya berfokus pada penyelesaian perjanjian damai atas konflik di Timur Tengah. Namun mereka kini juga tengah memperhatikan kondisi Selat Hormuz usai konflik berakhir.

Sebab saat ini terdapat banyak ranjau di jalur laut yang menjadi pusat distribusi 20% energi tersebut. Dalam hal ini, banyaknya ranjau di Selat Hormuz secara signifikan dapat memperlambat proses pembukaan kembali jalur, membuat pemulihan pasar minyak akan datang lebih lambat bahkan setelah dibuka kembali.

"Meskipun kesepakatan tercapai, hal itu tidak akan menghasilkan pasokan dalam jumlah besar," kata Sycamore dalam sebuah catatan.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi 

Legalitas Bisnis  

Hubungi Kami

Jumat, 29 Mei 2026

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Pasar Sambut Positif Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Pasar Sambut Positif Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran

Equityworld Futures
| Indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada Kamis (28/5) setelah laporan media menyebut AS dan Iran telah mencapai rancangan kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. 

Equityworld Futures | Harga Emas Berbalik Arah usai AS dan Iran Perpanjang Gencatan Senjata

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 24,69 poin atau 0,05 persen menjadi 50.668,97. Sementara itu, S&P 500 menguat 43,27 poin atau 0,58 persen ke level 7.563,63 dan Nasdaq Composite melonjak 242,74 poin atau 0,91 persen menjadi 26.917,47.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi baru pada Kamis (28/5). Dow Jones yang sempat bergerak terbatas sepanjang sesi perdagangan akhirnya berhasil mencatat kenaikan tipis pada perdagangan sore dan ditutup di rekor tertinggi baru.

Sumber Reuters mengatakan kesepakatan gencatan senjata itu masih membutuhkan persetujuan Presiden AS Donald Trump. Sementara itu, kantor berita Iran Tasnim menyebut teks nota kesepahaman potensial dengan AS belum difinalisasi maupun dikonfirmasi.

“Trader sangat sensitif terhadap perubahan kabar terkait kesepakatan ini dan cenderung mengambil posisi beli agar tidak tertinggal jika hasil akhirnya lebih baik dari perkiraan. Tantangan terbesarnya adalah tekanan inflasi kemungkinan tidak akan mereda secepat yang diinginkan pasar,” kata Managing Partner Harris Financial Group, Jamie Cox.

Data ekonomi menunjukkan inflasi AS pada April meningkat dengan laju tercepat dalam tiga tahun terakhir, didorong kenaikan harga energi di tengah perang Iran.

Sementara itu, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS kuartal I direvisi turun menjadi 1,6 persen secara tahunan, dengan momentum ekonomi diperkirakan melambat pada kuartal ini.

Indeks sektor kesehatan S&P 500 mencatat kenaikan kuat. Saham Eli Lilly naik 4 persen setelah CVS Health mengatakan akan kembali memasukkan suntikan penurun berat badan Zepbound ke dalam cakupan layanannya serta menambahkan pil obesitas terbaru perusahaan tersebut, Foundayo.

Saham-saham teknologi juga menguat. Microsoft naik 3,5 persen setelah situs berita The Information melaporkan perusahaan akan meluncurkan model coding baru pekan depan.

Kepercayaan pasar yang kembali meningkat terhadap AI dan momentum pertumbuhan laba perusahaan menjadi penopang reli pasar terbaru meskipun ketegangan di Timur Tengah meningkatkan ekspektasi inflasi.

“Pasar terus cenderung mengabaikan risiko-risiko tersebut karena ekonomi global dan laba perusahaan masih relatif tangguh,” kata Deputy CIO Solutions and Multi-Assets Morgan Stanley Investment Management, Jitania Kandhari.

Menurutnya, meskipun S&P 500 saat ini diperdagangkan pada kisaran 21 hingga 22 kali proyeksi laba ke depan dibanding rata-rata 10 tahun sebesar 19,7 kali, investor tidak terlalu khawatir karena ekspektasi pertumbuhan laba meningkat lebih cepat dibanding kenaikan harga saham.

Saham perusahaan drone turut menguat setelah Wall Street Journal melaporkan pemerintahan Trump tengah berdiskusi untuk mendanai perusahaan drone. Saham Unusual Machines melonjak hampir 11 persen.

Jumlah saham yang naik mengungguli saham yang turun dengan rasio 1,74 banding 1 di Bursa Efek New York (NYSE). Tercatat ada 526 saham mencetak level tertinggi baru dan 99 saham menyentuh level terendah baru di NYSE.

Di Nasdaq, sebanyak 3.114 saham menguat dan 1.728 saham melemah, dengan rasio saham naik dibanding turun sebesar 1,8 banding 1.

S&P 500 mencatat 18 saham mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 10 saham menyentuh level terendah baru. Sementara Nasdaq Composite mencatat 127 saham mencapai level tertinggi baru dan 65 saham menyentuh level terendah baru.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 19,2 miliar saham, dibanding rata-rata 19,03 miliar saham selama 20 hari perdagangan terakhir.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Selasa, 26 Mei 2026

Equityworld Futures | Skenario Dramatis Harga Emas

Equityworld Futures | Skenario Dramatis Harga Emas

Equityworld Futures | Pengamat pasar sekaligus penulis buku "Rich Dad Poor Dad", yakni Robert Kiyosaki kembali menjadi sorotan setelah mengeluarkan prediksi harga emas yang eksplosif.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Terbang Tinggi, Bakal Bertahan Lama?

Dikutip dari laman Mint, Selasa (26/5/2026) dalam sebuah unggahan media sosial baru-baru ini, Robert Kiyosaki mengutip ahli strategi pasar veteran Jim Rickards yang optimis harga emas bisa naik hingga ke level US$ 100.000 per troy ounce.

Robert Kiyosaki juga memproyeksikan harga perak dapat naik hingga menyentuh level $ 200 per ons di masa mendatang. Namun, ia tidak menyebut secara spesifik kapan kedua logam itu akan mencapai level tersebut.

"Jim Richards memperkirakan harga emas akan mencapai US$ 100.000. Saat ini harga emas berada di US$ 4.500. Saya pikir harga perak akan mencapai US$ 200 per ons. Saat ini harga perak berada di US$ 75,” ktulis Robert Kiyosaki dalam unggahannya.

Komentar Kiyosaki muncul saat pasar global tengah menghadapi dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur, kekhawatiran inflasi yang tinggi, meningkatnya utang pemerintah, dan ketidakpastian seputar kebijakan bank sentral.

Diketahui, Jim Rickards telah lama mengeluarkan pandangannya bahwa penciptaan utang yang berlebihan, penurunan nilai mata uang, dan fragmentasi geopolitik tetap menjadi risiko utama bagi sistem moneter global.

Di sisi lain, proyeksi seperti harga emas di level US$ 100.000 per troy ounce atau perak di level US$ 200 dinilai masih spekulatif dan kemungkinan akan bergantung pada kondisi ekonomi atau moneter global.

Sementara itu, Kiyosaki berulang kali menganjurkan untuk memegang aset riil seperti emas, perak, dan Bitcoin dibandingkan mata uang kertas atau aset keuangan konvensional. Komentar terbarunya sekali lagi memperkuat pandangan lama tersebut.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Senin, 25 Mei 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik, Harapan Perdamaian AS-Iran Redakan Kekhawatiran Inflasi

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik, Harapan Perdamaian AS-Iran Redakan Kekhawatiran Inflasi

Equityworld Futures | Harga emas dunia melonjak pada perdagangan awal Asia, Senin (25/5/2026), didorong meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. 

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik, Harapan Perdamaian AS-Iran Redakan Kekhawatiran Inflasi

Optimisme pasar terhadap meredanya konflik Timur Tengah turut menekan dollar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury), sehingga mendukung penguatan harga logam mulia. 
Mengutip Investing.com, harga emas spot naik 1,5 persen menjadi 4.577,12 dollar AS per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS menguat 1,2 persen menjadi 4.612,24 dollar AS per ons.

Kenaikan juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot melonjak 3,8 persen menjadi 78,3865 dollar AS per ons, sedangkan platinum spot naik 2 persen menjadi 1.965,45 dollar AS per ons. 

Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan menyatakan bahwa kerangka kesepakatan damai dengan Iran sebagian besar telah dinegosiasikan.

Laporan media menyebutkan, potensi kesepakatan tersebut mencakup perpanjangan gencatan senjata AS-Iran dan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang dapat membantu memulihkan pasokan minyak global. 
Namun, Trump kemudian memberi sinyal bahwa AS tidak terburu-buru mencapai kesepakatan dan blokade angkatan laut AS terhadap Iran masih akan diberlakukan.

Di sisi lain, sejumlah laporan menyebutkan AS dan Iran masih berselisih terkait isu utama, terutama mengenai aktivitas nuklir Teheran.

 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Jumat, 22 Mei 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Gak ke Mana-Mana, Bandar Bosan dengan Janji-Janji Trump

Equityworld Futures | Harga Emas Gak ke Mana-Mana, Bandar Bosan dengan Janji-Janji Trump

Equityworld Futures | Harga emas nyaris tidak akan bergerak di tengah pelemahan harga minyak akibat ketidakpastian penyelesaian perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran. Pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi turut menopang harga emas.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Stabil, Pasar Cermati Ketidakpastian Akhir Perang Timur Tengah

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Kamis (21/5/2026) ditutup di posisi US$4544 per troy ons atau menguat tipis 0,01%. Kenaikan ini memperpanjang tren positifnya setelah harganya juga naik 1,4% pada Rabu.

Harga emas melemah tipis pada hari ini. Pada Jumat (22/5/2026) pukul 06.45 WIB, harga emas ada di posisi US$ 4532,89 per troy ons atau melemah 0,24%.

Harga minyak bergerak volatil dan cenderung turun karena prospek penyelesaian konflik dengan Iran masih belum jelas. Presiden AS Donald Trump mengatakan awal pekan ini bahwa ia membatalkan serangan udara yang sebelumnya sudah direncanakan terhadap Iran demi memberi lebih banyak waktu bagi diplomasi, atas permintaan sekutu Arab Teluk AS. Namun, Iran dan AS disebut hanya membuat sedikit kemajuan menuju kesepakatan sejak keduanya menyetujui gencatan senjata rapuh bulan lalu

Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun hampir 2% dan ditutup di US$96,35 per barel. Harga minyak Brent juga melemah lebih dari 2% ke US$102,58 per barel.

Imbal hasil obligasi Treasury tenor 10 tahun dan obligasi 30 tahun juga akhirnya kembali turun, masing-masing melemah kurang dari 1 basis poin ke 4,564% dan turun lebih dari 2 basis poin ke 5,09%.

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan turunnya harga minyak dan melemahnya dolar dari level tertinggi enam minggu seharusnya mendukung emas dalam jangka pendek. Namun, pasar masih berhati-hati karena kesepakatan sebelumnya kerap gagal tercapai.

"Turunnya harga minyak dan pelemahan dolar AS dari level tertinggi enam minggu seharusnya menjadi sentimen positif bagi emas dalam jangka pendek, dan harga emas pun mulai menguat. Namun, saya memperkirakan perdagangan masih akan cenderung berhati-hati pada awalnya. Kita sudah beberapa kali melihat kesepakatan gagal tercapai," ujar Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals, dikutip dari Refinitiv.

Logam mulia tersebut telah turun lebih dari 14% sejak perang dimulai pada akhir Februari. Konflik itu mengganggu lalu lintas maritim di Selat Hormuz, mendorong kenaikan harga energi dan memicu kekhawatiran inflasi.

"Kenaikan harga minyak yang mendorong inflasi lebih tinggi membuat bank sentral berada di bawah tekanan untuk mempertahankan suku bunga tetap tinggi atau bahkan kembali menaikkannya. Karena itu, kondisi tersebut masih menjadi sentimen negatif bagi emas dalam jangka pendek," tutur analis UBS, Giovanni Staunovo.

Meski dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, emas biasanya tertekan saat suku bunga tinggi.

Pelaku pasar kini melihat peluang 58% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin tahun ini, naik dari 48% sehari sebelumnya menurut CME FedWatch Tool.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami