Equityworld Futures | Harga Emas Tembus US$ 4.900, Target Berikutnya Kian Dekat
Equityworld Futures | Harga emas dunia kembali mencetak sejarah dengan menembus level US$ 4.900 per ons troi pada Kamis (22/1/2026), menandai rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Lonjakan harga ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik global, pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), serta ekspektasi kuat pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed.
Equityworld Futures | Lepas Kendali! Harga Emas Melonjak Ugal-Ugalan Tembus US$4.900
Harga emas spot melonjak 1,87% ke US$ 4.921,76 per ons troi, setelah sempat mencatat rekor tertinggi di level US$ 4.928,51 per ons troi. Sementara itu, harga emas berjangka AS kontrak Februari melesat 1,87% ke posisi US$ 4.926,94 per ons troi.
Dikutip dari Reuters, penguatan harga emas tak lepas dari melemahnya dolar AS. Indeks dolar tercatat turun 0,4%, sehingga meningkatkan daya tarik emas bagi investor global. Kondisi ini memperkuat peran emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant menilai, reli harga emas masih didukung faktor fundamental yang solid. “Ketegangan geopolitik, dolar yang melemah, serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed terus menjadi katalis utama permintaan emas,” ujar Grant.
Sentimen pasar juga dipengaruhi isu geopolitik terbaru setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan telah mengamankan akses penuh dan permanen AS ke Greenland melalui kesepakatan dengan NATO.
Meski detail kesepakatan tersebut belum jelas dan Denmark menegaskan kedaulatannya atas Greenland tidak bisa dinegosiasikan, pernyataan itu sudah cukup memicu kekhawatiran baru di pasar global.
Jumat, 23 Januari 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Tembus US$ 4.900, Target Berikutnya Kian Dekat
Kamis, 22 Januari 2026
Equityworld Futures | Wall Street Pulih saat Ketegangan Greenland Mereda
Equityworld Futures | Wall Street Pulih saat Ketegangan Greenland Mereda
Equityworld Futures | Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street akhirnya naik pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), memulihkan sebagian besar kerugian sesi sebelumnya setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kemajuan dalam negosiasi mengenai Greenland.
Equityworld Futures | Harga Emas Cetak Rekor Termahal Lagi, Harga Perak Malah Loyo
Mengutip Xinhua, Kamis, 22 Januari 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,21 persen menjadi 49.077,23. Indeks S&P 500 bertambah 1,16 persen menjadi 6.875,62, dan Indeks Nasdaq Composite meningkat 1,18 persen menjadi 23.224,82.
Sentimen pasar bergeser positif pada sore hari menyusul pengumuman di media sosial dari Trump, yang menyatakan kerangka kesepakatan masa depan telah ditetapkan selama diskusi dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. Berita tersebut memberikan jeda dari retorika tarif agresif yang telah memicu aksi jual global pada Selasa lalu.
Reli tersebut bersifat luas, dengan semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah positif. Sektor energi dan material memimpin kenaikan, masing-masing memperoleh 2,38 persen dan 1,87 persen, karena saham-saham yang terkait dengan komoditas bereaksi terhadap de-eskalasi geopolitik.
Raksasa teknologi, termasuk Nvidia dan AMD, juga mencatatkan kebangkitan yang signifikan karena investor kembali ke aset-aset dengan pertumbuhan tinggi. Terlepas dari pemulihan pasar saham, pasar obligasi tetap berada di bawah tekanan. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun sempat melampaui 4,3 persen selama sesi perdagangan.
Analis di ING mencatat meskipun Greenland dan kepemimpinan Fed telah menciptakan berita utama, kekhawatiran utama bagi pasar utang tetaplah kenaikan imbal hasil di Jepang dan dinamika inflasi yang lebih luas.
Independensi Fed 'diobrak-abrik'
Sementara itu, Mahkamah Agung AS mendengarkan argumen lisan mengenai upaya kontroversial pemerintah untuk mencopot Lisa Cook dari Dewan Gubernur Federal Reserve.
Para hakim tampak skeptis terhadap kewenangan pemerintah untuk memberhentikan seorang gubernur yang sedang menjabat, dengan para pengamat mencatat putusan yang menentang Gedung Putih dapat dilihat sebagai pembelaan terhadap independensi bank sentral.
Dalam berita perusahaan, musim laporan keuangan kuartal keempat berlanjut dengan hasil yang beragam. Netflix ditutup dengan penurunan 1,94 persen, menyusul laporan triwulanan yang gagal memenuhi ekspektasi investor.
Menurut data Bloomberg, bahkan perusahaan yang melaporkan pendapatan melebihi ekspektasi musim ini menghadapi beberapa reaksi harga saham paling negatif yang pernah tercatat, yang mencerminkan kekhawatiran akan valuasi yang tinggi.
Rabu, 21 Januari 2026
Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Jatuh Ikuti Wall Street, Ini Penyebabnya
Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Jatuh Ikuti Wall Street, Ini Penyebabnya
Equityworld Futures | Bursa saham Asia Pasifik turun pada perdagangan Rabu, (21/1/2026). Koreksi bursa saham Asia Pasifik mengikuti wall street setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan retorika terkait Greenland. Selain itu, Donald Trump juga mengancam tarif baru pada negara-negara yang menolak pengalihan wilayah Denmark tersebut ke Amerika Serikat.
Equityworld Futures | Ketegangan Trump-Greenland Kerek Harga Emas Cetak Rekor Lagi
Mengutip CNBC, indeks Hang Seng di Hong Kong berjangka di posisi 26.341, di bawah penutupan sebelumnya di 26.487,51. Indeks Nikkei 225 di Jepang anjlok 1,28%. Indeks Topix melemah 1,09%. Indeks Kospi di Korea Selatan tergelincir 1,09%. Indeks Kosdaq susut 2,2%.
Indeks S&P atau ASX 200 di Australia dibuka melemah 0,32%. Trump mengatakan pada Sabtu kalau ekspor dari delapan negara Eropa akan menghadapi tarif 10% mulai 1 Februari, meningkat menjadi 25% pada 1 Juni jika pembicaraan gagal menghasilkan kendali AS atas Greenland yang kaya mineral.
Ia juga mengancam akan mengenakan tarif 200% pada anggur dan sampanye Prancis, menyusul laporan Presiden Emmanuel Macron tidak bersedia bergabung dengan "Dewan Perdamaian" yang diusulkannya.
Trump selanjutnya mengkritik Inggris, menyebut rencana mereka untuk mentransfer kedaulatan Kepulauan Chagos, yang merupakan rumah bagi pangkalan militer gabungan Inggris-AS, ke Mauritius sebagai "tindakan yang sangat bodoh," dengan menyebut langkah tersebut sebagai pembenaran lebih lanjut untuk memperoleh Greenland atas dasar keamanan nasional.
Para pemimpin Eropa telah menyebut ancaman tarif terbaru Presiden Donald Trump "tidak dapat diterima" dan dilaporkan sedang mempertimbangkan tindakan balasan. Prancis dikatakan mendesak Uni Eropa untuk menggunakan alat respons ekonomi terkuatnya, yang disebut Instrumen Anti-Koersi.
Kontrak berjangka saham AS naik sedikit pada awal perdagangan Asia setelah indeks utama mengalami penurunan terburuk dalam tiga bulan.
Semalam di wall street, Dow Jones Industrial Average turun 870,74 poin, atau 1,76%, untuk mengakhiri sesi di 48.488,59. S&P 500turun 2,06% untuk menetap di 6.796,86. Nasdaq Composite merosot 2,39%, ditutup di 22.954,32. Ini adalah sesi terburuk sejak Oktober untuk ketiga indeks utama. Imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak dan dolar AS melemah karena ancaman Trump menyebabkan pelarian dari aset AS.
Senin, 19 Januari 2026
Equityworld Futures | Kontrak Berjangka Wall Street Merosot
Equityworld Futures | Kontrak Berjangka Wall Street Merosot
Equityworld Futures | Kontrak berjangka saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street merosot pada Senin (19/1) setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan pada delapan negara Eropa sampai AS diizinkan untuk membeli Greenland.
Equityworld Futures | Harga Emas Masih Jadi Primadona, Pakar Bidik Level US$ 4.750
Mengutip Investing.com, Senin, 19 Januari 2026, liburnya pasar saham dan obligasi AS menyebabkan perdagangan yang tipis dan kemungkinan berkontribusi pada penurunan 0,9 persen pada kontrak berjangka S&P 500 dan penurunan 1,1 persen pada kontrak berjangka Nasdaq. Futures Nikkei juga mengindikasikan awal yang lemah untuk saham-saham Asia.
Trump mengatakan dia akan memberlakukan bea masuk tambahan sebesar 10 persen mulai 1 Februari mendatang untuk barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, yang akan meningkat menjadi 25 persen pada 1 Juni jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.
Negara-negara besar Uni Eropa mengecam ancaman tarif atas Greenland sebagai pemerasan, dan Prancis mengusulkan untuk menanggapi dengan serangkaian tindakan balasan ekonomi yang belum pernah diuji sebelumnya.
Opsi yang dimiliki Uni Eropa mencakup paket tarif sendiri terhadap impor AS senilai 93 miliar euro yang ditangguhkan selama enam bulan pada awal Agustus, dan langkah-langkah berdasarkan Instrumen Anti-Koersi yang dapat memukul perdagangan jasa atau investasi AS.
Kamis, 15 Januari 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Cetak Rekor Termahal, Emiten Apa yang Layak Diburu?
Equityworld Futures | Harga Emas Cetak Rekor Termahal, Emiten Apa yang Layak Diburu?
Equityworld Futures | Kenaikan harga emas yang terus mencetak rekor menjadi katalis positif bagi kinerja emiten tambang emas di pasar saham. Lonjakan harga komoditas ini membuat harga jual emas berada di level tinggi, sehingga membuka peluang pelebaran margin keuntungan bagi perusahaan tambang.
Equityworld Futures | Harga Emas Mengamuk, Lagi-Lagi Cetak Rekor & Sejarah Baru
Pengamat Pasar Modal Reydi Octa menilai, kondisi tersebut menjadi momentum penting terutama bagi emiten dengan biaya produksi yang efisien.
Menurutnya, dengan struktur biaya yang terkendali, setiap kenaikan harga emas berpotensi langsung meningkatkan laba bersih perusahaan.
"Emiten dengan produksi emas yang besar dan production cost yang efisien akan merasakan dampak positifnya," kata Reydi kepada Liputan6.com, Rabu (14/1/2026).
Secara historis, kata Reydi, reli harga emas kerap diikuti penguatan saham-saham sektor terkait. Pasar biasanya merespons optimisme margin yang membaik, seiring ekspektasi bahwa kinerja keuangan emiten akan terdongkrak pada periode laporan keuangan berikutnya.
"Secara historikal tren penguatan emas kerap direspon dengan kenaikan harga saham, hingga nanti tren lanjutannya saat rilis kinerja laporan keuangan," ujarnya.
Rabu, 14 Januari 2026
Equityworld Futures | Pesta 3 Hari Berhenti, Harga Emas Turun Dihantam Aksi Jual Untung
Equityworld Futures | Pesta 3 Hari Berhenti, Harga Emas Turun Dihantam Aksi Jual Untung
Equityworld Futures | Harga emas sedikit pertahan dengan melandai pada perdagangan kemarin. Harganya melandai setelah merajalela dalam tiga hari.
Equityworld Futures | Para Ahli Strategi Citi Naikkan Proyeksi Harga Emas
Pada perdagangan Selasa (13/1/2026), harga emas dunia turun 0,13% di level US$4.587,39 per troy ons. Penurunan terjadi usai emas mencapai rekor tertinggi barunya. Pada perdagangan intraday, harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level US$4.587,39 per troy ons.
Pelemahan kemarin juga menutup pesta emas selama tiga hari beruntun dengan penguatan 3,2%.
Pada perdagangan hari ini Rabu (14/1/2026) hingga pukul 06.32 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,21% di posisi US$4.596,98 per troy ons.
Harga emas mencapai rekor tertinggi pada hari Selasa, karena data inflasi Amerika Serikat (AS) memperkuat spekulasi penurunan suku bunga The Federal Reserve tahun ini dan ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang terus-menerus mendorong permintaan aset safe-haven, sementara perak juga mencapai puncak baru.
Namun, aksi profit taking membuat harga emas melandai di akhir perdagangan dan berakhir di zona merah.
"Alasan untuk nada yang sedikit positif di seluruh pasar adalah data inflasi yang baik, menunjukkan kemungkinan yang lebih tinggi untuk penurunan suku bunga The Fed di masa mendatang," ujar David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.
Indeks Harga Konsumen inti AS naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan pada bulan Desember, lebih rendah dari ekspektasi analis sebesar 0,3% dan 2,7%, masing-masing.
Trump kembali menegaskan dorongannya untuk memangkas suku bunga secara "signifikan" setelah data inflasi tersebut.
The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan 27-28 Januari, meskipun investor saat ini mengantisipasi dua pemangkasan suku bunga tahun ini. Suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan bagi emas batangan yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Faktor-faktor fundamental seperti ketegangan geopolitik dan pertanyaan tentang independensi The Fed terus mendukung emas sebagai aset safe-haven.
Kekhawatiran tentang independensi The Fed meningkat setelah pemerintahan Trump membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, yang menuai kritik dari mantan kepala The Fed dan bankir sentral global.
Trump juga mengancam akan mengenakan tarif 25% pada negara-negara yang berdagang dengan Iran, yang berisiko membuka kembali luka lama dengan Beijing, mitra utama Teheran. Di tempat lain, Rusia menyerang kota-kota di seluruh Ukraina dengan rudal dan drone semalam.
Commerzbank menaikkan perkiraan harga emas akhir tahun 2026 menjadi US$4.900 per troy ons.
Sementara itu, CME Group mengatakan pada hari Senin bahwa mereka akan menyesuaikan penetapan margin untuk logam mulia untuk mengatasi volatilitas pasar.
Selain itu, permintaan bank sentral terhadap emas telah meningkat selama empat tahun dan kemungkinan akan berlanjut hingga tahun 2026, seiring dengan permintaan investasi yang kuat, kata para analis.
Bank sentral China memperpanjang pembelian emasnya hingga bulan ke-14 pada bulan Desember, sehingga kepemilikannya mencapai 74,15 juta ons troy emas murni.
Saat harga emas mencapai rekor tertinggi sebanyak 53 kali pada tahun 2025, arus masuk tahunan ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) emas fisik melonjak menjadi US$89 miliar, yang terbesar dalam sejarah, menurut Dewan Emas Dunia.
Kepemilikan ETF berbasis emas terbesar XAU, termasuk SPDR Gold Trust New York, mencapai 1.073,41 metrik ton pada tanggal 29 Desember, level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun.
Selasa, 13 Januari 2026
Equityworld Futures | Warga Miskin Kelantan Kini Boleh Mendulang Emas Secara Legal
Equityworld Futures | Warga Miskin Kelantan Kini Boleh Mendulang Emas Secara Legal
Equityworld Futures | Pemerintah negara bagian Kelantan, Malaysia, resmi mengeluarkan kebijakan untuk melegalkan aktivitas mendulang emas skala kecil bagi warga kurang mampu. Langkah ini diambil sebagai upaya memberikan napas baru bagi ekonomi rakyat di tengah harga emas dunia yang terus meroket mendekati rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Equityworld Futures | Harga Emas Turun Usai Tembus US$4.600 per Ons Selasa (13/1), Investor Ambil Untung
Mulai 1 Januari 2026, pemerintah setempat telah membuka permohonan lisensi resmi bagi warga yang ingin mendulang emas secara manual di area-area yang telah ditentukan. Seperti dikutip SCMP pada Selasa (13/1/2026), kebijakan ini menyasar para pekerja harian dan mereka yang memiliki penghasilan tidak tetap di Kelantan, salah satu wilayah dengan basis industri terbatas di Malaysia.
Direktur Tanah dan Galian Kelantan Nik Raisnan Daud menyatakan skema ini dirancang untuk menyeimbangkan antara bantuan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
"Pemerintah negara bagian percaya bahwa masyarakat berpenghasilan rendah masih bisa mengambil bagian dalam aktivitas ini, terutama mereka yang bergantung pada upah harian," ujarnya, baru-baru ini.
Saat ini, emas kadar 916 (setara 22 karat) yang umum dijadikan perhiasan diperdagangkan di kisaran 565,77 ringgit (sekitar Rp 2 juta) per gram. Meskipun harga fluktuatif, nilai jual yang tinggi ini menjadi daya tarik luar biasa bagi warga setempat untuk mengadu nasib di pinggiran sungai.
Aturan Ketat: Hanya Boleh Secara Manual
Untuk mencegah kerusakan lingkungan dan meminimalisir risiko keselamatan, pemerintah Kelantan menetapkan aturan ketat yakni tidak boleh ada mesin berat. Pendulangan hanya boleh dilakukan secara manual menggunakan tangan, sekop, dan nampan logam.
Pemerintah akan menyaring setiap aplikasi lisensi dengan memprioritaskan rumah tangga miskin. Dua distrik, yakni Tanah Merah dan Jeli, telah diidentifikasi sebagai wilayah dengan potensi emas terbesar yang akan segera ditetapkan sebagai zona pendulangan resmi.
Keputusan pemerintah ini juga dipicu oleh maraknya video viral di media sosial yang menunjukkan warga Kelantan berhasil menemukan serpihan emas di dasar sungai. Dalam video-video tersebut, warga terlihat menyendok pasir sungai ke dalam nampan, mencampurnya dengan air, dan menggoyang-goyangkannya hingga sedimen ringan terbuang dan menyisakan butiran emas yang berkilau di dasar nampan.
Potensi ini bukan sekadar isapan jempol. Pada 2019, mahasiswa dari Universiti Malaysia Kelantan (UMK) dilaporkan berhasil mendulang hampir 44 gram emas dan batu permata senilai 22.000 ringgit hanya dalam satu program eksplorasi lapangan di Distrik Jeli.
Negara bagian Kelantan memiliki posisi geografis yang sangat strategis dalam industri pertambangan karena terletak di jalur Sabuk Emas Tengah (Central Gold Belt) Semenanjung Malaysia. Jalur mineral ini membentang dari negara bagian Pahang, melintasi Kelantan, hingga ke Terengganu, yang menyimpan cadangan emas primer dan aluvial yang signifikan.
Secara historis, aktivitas mendulang emas di sungai-sungai pedalaman Kelantan telah dilakukan secara turun-temurun selama beberapa generasi. Penelitian dari Departemen Survei Geologi Malaysia pada era 1980-an dan 1990-an telah mengidentifikasi puluhan zona prospektif emas di wilayah tengah negara bagian ini.
Meski potensi mineralnya besar, Kelantan sering kali menghadapi tantangan dalam pembangunan industri dibandingkan negara bagian lain di pantai barat Malaysia. Oleh karena itu, pelegalan pendulangan tradisional ini dipandang sebagai cara praktis untuk memanfaatkan kekayaan alam lokal secara langsung demi kesejahteraan rakyat kecil tanpa harus bergantung sepenuhnya pada investasi korporasi besar.
Jumat, 09 Januari 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Turun Jumat (9/1) Pagi: Dolar AS Menguat dan Menanti Data Ketenagakerjaan
Equityworld Futures | Harga Emas Turun Jumat (9/1) Pagi: Dolar AS Menguat dan Menanti Data Ketenagakerjaan
Equityworld Futures | Harga emas turun pada perdagangan Jumat (9/1/2026) seiring tekanan dari penyesuaian indeks komoditas dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
Equityworld Futures | Harga Emas Naik Lagi, Tapi Ada Dua “Badai” di Depan yang Bikin Ngeri
Pasar juga bersikap hati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan AS, khususnya non-farm payrolls, yang dinilai akan memberi petunjuk arah kebijakan moneter ke depan.
Melansir Reuters, harga emas spot tercatat turun 0,4% ke level US$4.458,10 per ons troi pada pukul 01.26 GMT. Sebelumnya, emas sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$4.549,71 per ons troi pada 26 Desember lalu.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari justru naik tipis 0,2% ke US$4.467,60 per ons troi.
Tekanan terhadap harga emas datang dari penguatan dolar AS yang menguat di awal perdagangan Asia.
Pelaku pasar menanti laporan terbaru ketenagakerjaan AS serta mencermati potensi putusan Mahkamah Agung AS terkait penggunaan kewenangan tarif darurat oleh Presiden Donald Trump.
Selain itu, penyesuaian tahunan Bloomberg Commodity Index mulai dilakukan pekan ini.
Rebalancing indeks tersebut bertujuan menyesuaikan bobot komoditas agar selaras dengan kondisi pasar terkini, dan diperkirakan masih akan menekan harga logam mulia dalam jangka pendek.
Data terbaru menunjukkan klaim pengangguran baru di AS naik secara moderat pekan lalu, di tengah jumlah pemutusan hubungan kerja yang relatif rendah.
Namun, permintaan tenaga kerja masih terlihat lemah karena perusahaan berupaya memaksimalkan produktivitas tenaga kerja yang ada.
Investor saat ini memperkirakan setidaknya dua kali penurunan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini.
Karena itu, perhatian pasar tertuju pada data non-farm payrolls untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter AS.
Di sisi geopolitik, Senat AS telah meloloskan langkah awal untuk membatasi tindakan militer lebih lanjut terhadap Venezuela tanpa persetujuan Kongres.
Meski demikian, Presiden Trump menyatakan bahwa “pengawasan” AS terhadap Venezuela bisa berlangsung selama bertahun-tahun.
Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung berkinerja baik di lingkungan suku bunga rendah serta saat ketidakpastian geopolitik dan ekonomi meningkat. HSBC bahkan memproyeksikan harga emas berpotensi naik hingga US$5.000 per ons pada paruh pertama 2026, didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik dan beban utang global.
Sementara itu, harga logam mulia lainnya juga melemah. Perak spot turun 1,5% ke US$75,71 per ons setelah sempat mencetak rekor tertinggi US$83,62 pada 29 Desember.
Platinum anjlok 2,9% ke US$2.202,50 per ons setelah mencapai puncak rekor US$2.478,50 awal pekan ini. Adapun paladium turun 2,1% ke level US$1.749,25 per ons.
Kamis, 08 Januari 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Rebound pada Kamis (8/1), Investor Menanti Rilis Data Pekerjaan AS
Equityworld Futures | Harga Emas Rebound pada Kamis (8/1), Investor Menanti Rilis Data Pekerjaan AS
Equityworld Futures | Harga emas rebound pada perdagangan Kamis (8/1/2026) pagi. Mengutip Bloomberg, pukul 07.33 WIB harga emas untuk pengiriman Februari 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 4.468,90 per ons troi, naik 0,14% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 4.462,50 per ons troi.
Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Ambruk Berjamaah, Bandar Mulai Obral Besar-Besaran
Harga emas rebound dan bergerak stabil setelah turun hampir 1% kemarin, menjelang rilis data pekerjaan AS.
Para pedagang mengalihkan perhatian mereka ke rilis data ekonomi AS pada Jumat, termasuk data laporan pekerjaan Desember.
Angka laporan pekerjaan yang lebih lemah akan mendukung spekulasi penurunan suku bunga, yang berpotensi mendorong kenaikan harga logam mulia.
Rabu, 07 Januari 2026
Equityworld Futures | Siap-Siap Pesta Lagi! Harga Emas Mengintai Rekor Baru
Equityworld Futures | Siap-Siap Pesta Lagi! Harga Emas Mengintai Rekor Baru
Equityworld Futures | Harga emas dan perak kembali melesat bahkan mendekati rekor tertinggi karena risiko geopolitik meningkatkan permintaan aset safe haven.
Equityworld Futures | Siap-Siap Pesta Lagi! Harga Emas Mengintai Rekor Baru
Harga emas global memperpanjang kenaikannya pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), didukung oleh permintaan aset aman setelah Penangkapan presiden Venezuela oleh Amerika Serikat (AS) memicu ketegangan global. Sementara itu, investor menunggu data penggajian AS untuk mendapatkan wawasan tentang kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Mengutip data Yahoo Finance, Rabu, 7 Januari 2026, harga emas spot naik 0,8 persen menjadi USD4.485,39 per ons, setelah kenaikan hampir tiga persen pada sesi sebelumnya, membawa harga lebih dekat ke rekor tertinggi USD4.549,71 yang dicapai pada 24 Desember. Sementara kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup satu persen lebih tinggi pada USD4.496,10.
Serangan AS di Venezuela pada akhir pekan telah memicu permintaan safe-haven yang berkelanjutan untuk emas dan perak. Namun, mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengaku tidak bersalah atas tuduhan narkotika, setelah AS menangkapnya dan membawanya ke New York pada akhir pekan.
Emas, yang dianggap sebagai aset aman tradisional, naik 64,4 persen pada tahun lalu, mencatat kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979. Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung diuntungkan dari lingkungan suku bunga rendah.
Pada perdagangan Selasa (6/1/2026), harga emas dunia naik 1,09% di level US$4.496,79 per troy ons. Harga emas kini tengah tengah mengejar mendekati penutupan level tertinggi yang pernah tercipta pada 26 Desember 2025 di level US$4.549,71 per troy ons.
Pada perdagangan hari ini Rabu (7/1/2026) hingga pukul 06.31 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,02% di posisi US$4.497,65 per troy ons.
Harga emas melanjutkan kenaikannya pada perdagangan Selasa, didorong oleh permintaan aset aman setelah penangkapan presiden Venezuela oleh Amerika Serikat (AS) memicu ketegangan global, sementara investor menunggu data penggajian AS untuk mendapatkan wawasan tentang kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
"Para pedagang logam mulia melihat lebih banyak risiko di masa depan daripada yang dilihat oleh para pedagang saham dan obligasi saat ini," ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, menambahkan bahwa penggerebekan AS di Venezuela pada akhir pekan telah memicu permintaan aset safe-haven yang berkelanjutan untuk emas dan perak.
Mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengaku tidak bersalah pada hari Senin atas tuduhan narkotika, setelah AS menangkapnya dan membawanya ke New York pada akhir pekan.
Emas, yang dianggap sebagai aset safe-haven tradisional, naik 64,4% tahun lalu, mencatat kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979.
Para pelaku pasar juga menantikan laporan ketenagakerjaan JOLTs pada hari ini dan laporan bulanan AS pada Jumat.
Sementara itu, Presiden The Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menyatakan bahwa perubahan suku bunga lebih lanjut harus "disesuaikan dengan cermat" untuk menyeimbangkan risiko pengangguran dan inflasi.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung diuntungkan dari lingkungan suku bunga rendah.
Morgan Stanley memproyeksikan harga emas dapat melonjak hingga US$4.800 per troy ons pada kuartal keempat tahun ini, dengan alasan penurunan suku bunga, perubahan kepemimpinan The Federal Reserve, dan pembelian yang kuat oleh bank sentral dan dana investasi.
Dalam catatan tertanggal 5 Januari, Morgan Stanley juga mengatakan bahwa peristiwa di Venezuela selama akhir pekan kemungkinan akan menarik pembeli ke emas sebagai aset aman, tetapi tidak menyebutkan hal ini sebagai alasan untuk perkiraan harga US$4.800 per troy ons tersebut.
Harga emas batangan mencapai rekor tertinggi US$4.549,71 per troy ons pada 26 Desember 2025, dan mengakhiri tahun 2025 dengan kenaikan 64%, kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979.
Selasa, 06 Januari 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Naik Gila-gilaan, Tembus Level Tertinggi Sepekan
Equityworld Futures | Harga Emas Naik Gila-gilaan, Tembus Level Tertinggi Sepekan
Equityworld Futures | Harga emas naik gila-gilaan hingga menembus level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Senin (5/1/2026). Penguatan itu seiring meningkatnya permintaan aset safe haven setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer ke Venezuela.
Equityworld Futures | Harga Emas Naik Tajam usai Intervensi AS di Venezuela
Harga emas spot tercatat naik 2,57% ke level US$ 4.441,76 per ons troi, setelah sempat menyentuh posisi tertinggi sejak 29 Desember di awal perdagangan. Harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di US$ 4.550 per ons troi pada 26 Desember lalu.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup menguat 2,83% ke level US$ 4.452,2 per ons troi.
Analis menyebut eskalasi geopolitik terbaru kembali menguatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Alexander Zumpfe, trader logam mulia di Heraeus Metals Germany, mengatakan situasi Venezuela menjadi katalis tambahan di tengah ketidakpastian global yang sudah ada.
“Situasi di Venezuela jelas mengaktifkan kembali permintaan safe haven. Ini terjadi di tengah kekhawatiran yang sudah berlangsung terkait geopolitik, pasokan energi, dan arah kebijakan moneter,” ujar Zumpfe dikutip dari CNBC internasional.
Pada Sabtu (3/1/2026), AS melancarkan serangan langsung ke Venezuela dan menggulingkan Presiden Nicolas Maduro, yang menjadi intervensi paling terbuka Washington di Amerika Latin sejak invasi Panama pada 1989.
Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan jika Caracas menolak membuka industri minyaknya dan gagal menghentikan perdagangan narkoba. Trump juga menyinggung potensi tindakan terhadap Kolombia dan Meksiko terkait aliran narkotika ilegal.
Senin, 05 Januari 2026
Equityworld Futures | Sentimen Bullish Kuat, Harga Emas Berpotensi Tembus US$ 4.600 Pekan Ini
Equityworld Futures | Sentimen Bullish Kuat, Harga Emas Berpotensi Tembus US$ 4.600 Pekan Ini
Equityworld Futures | Pergerakan harga emas dunia masih menunjukkan bias positif dan membuka peluang mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) baru pada pekan ini. Dukungan sentimen komunitas trader serta tingginya ketidakpastian global terus memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe haven.
Equityworld Futures | Ramalan Terbaru Harga Emas Usai AS Invasi Venezuela, Naik ke Berapa?
Pada perdagangan Jumat (2/1/2026), harga emas spot ditutup menguat 0,36% ke level US$ 4.330,5 per ons troi. Sementara itu, rekor tertinggi sepanjang masa harga emas tercatat di US$ 4.550,11, yang dicapai pada 29 Desember 2025.
Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menilai tren bullish emas masih berpotensi berlanjut selama tekanan beli tetap terjaga. Dalam skenario utama, harga emas diproyeksikan bergerak naik menuju area US$ 4.600 dalam sepekan ke depan.
“Level tersebut merupakan target psikologis penting yang berpotensi diuji jika harga mampu bertahan di atas area support kunci dan minat beli tetap solid,” ujar Andy dalam risetnya, baru-baru ini.
Waspadai Skenario Koreksi
Meski prospek penguatan masih terbuka, Andy mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mencermati skenario alternatif. Jika harga emas berbalik arah dan menembus level kunci US$ 4.139, tekanan jual diperkirakan meningkat dan membuka peluang koreksi menuju US$ 4.025 dalam jangka waktu satu minggu.
Dari sisi sentimen pasar, data komunitas trader menunjukkan sekitar 61% pelaku pasar berada di posisi long (bullish), sementara 39% lainnya mengambil posisi short.
“Kondisi ini mencerminkan dominasi optimisme di kalangan trader ritel, meskipun porsi posisi short yang masih cukup besar berpotensi memicu volatilitas tinggi jika terjadi breakout harga,” jelasnya.
Menurut Andy, komposisi sentimen tersebut mengindikasikan pasar masih memiliki ruang pergerakan signifikan, baik menuju penguatan lanjutan maupun koreksi tajam jika terjadi perubahan sentimen secara cepat.
Faktor Fundamental Masih Mendukung
Secara fundamental, tren bullish emas tetap ditopang oleh ketidakpastian makroekonomi global serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Harga emas sebelumnya berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah seiring meningkatnya permintaan aset aman di tengah kekhawatiran ekonomi global.
Ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Federal Reserve (The Fed) juga menjadi katalis positif. Spekulasi bahwa The Fed masih berpeluang memangkas suku bunga pada 2026 menopang minat beli emas, meskipun data ekonomi AS yang relatif solid berpotensi menunda kebijakan pelonggaran tersebut.
Dalam kondisi suku bunga rendah, emas menjadi semakin menarik karena menurunnya biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, meskipun sempat tertekan oleh aksi profit taking di akhir tahun, harga emas mampu bangkit dari level terendah dua pekan terakhir. Hal ini mencerminkan minat beli yang tetap kuat, terutama dari investor yang memanfaatkan koreksi sebagai momentum akumulasi.
“Selama support utama mampu dipertahankan, peluang harga emas untuk mencetak rekor tertinggi baru tetap terbuka, meski volatilitas jangka pendek diperkirakan masih tinggi,” tutup Andy.
Jumat, 02 Januari 2026
Equityworld Futures | Emas Awali 2026 di Zona Hijau, Mending Jual atau Beli?
Equityworld Futures | Emas Awali 2026 di Zona Hijau, Mending Jual atau Beli?
Equityworld Futures | Harga emas dunia mengawali perdagangan 2026 di zona hijau. Melanjutkan tren positif sepanjang 2025.
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melonjak 64% sepanjang 2025, Bakal Terulang di 2026?
Pada Jumat (2/1/2026) pukul 07:22 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 4.336,1/troy ons. Naik 0,61% dibandingkan penutupan perdagangan sebelum libur Tahun Baru.
Harga emas masih berada di tren positif. Sepanjang tahun lalu, harga sang logam mulia meroket hampir 65%. Ini menjadi kenaikan tahunan tertinggi sejak 1979.
Sepertinya 2026 masih akan menjadi tahun yang gemilang bagi emas. Sejumlah institusi memperkirakan harga aset ini masih kuat menanjak.
Goldman Sachs Inc, misalnya, memperkirakan skenario dasar harga emas pada 2026 ada di US$ 4.900/troy ons. Bahkan ada potensi untuk lebih tinggi (upside).
Sementara Bob Michele dari JPMorgan Asset Management memperkirakan harga emas masih akan memberi kejutan pada 2026. Mengutip Bloomberg News, Michele memperkirakan harga emas tahun depan bisa menyentuh level US$ 5.000/troy ons.
Sedangkan ANZ Group Holdings Ltd dalam laporannya memperkirakan harga emas bisa memuncak di dekat US$ 4.800/troy ons sebelum akhir kuartal II-2026. Setelah itu, baru sepertinya harga emas bakal turun.
Kemudian, survei Bank of America Corp mengungkapkan bahwa emas akan menjadi pilihan investasi kedua terpopuler pada 2026 setelah yen Jepang. Emas bahkan mengalahkan aset-aset besar lainnya seperti dolar AS, euro, dan franc Swiss.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Jumat (2/1/2026)? Berapa saja target yang perlu dicermati pelaku pasar?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas bertengger di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 53.
RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas belum jauh dari 50 sehingga bisa dibilang cenderung netral.
Namun indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 8. Jauh di bawah 20 yang berarti sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, rasanya harga emas berpeluang naik. Cermati pivot point di US$ 4.341/troy ons.
Dari situ, harga emas berpotensi menguji resisten US$ 4.348/troy ons. Resisten lanjutan ada di US$ 4.413/troy ons.
Akan tetapi kalau harga emas malah turun, maka target support terdekat adalah US$ 4.331/troy ons. Penembusan di titik ini berisiko memangkas harga ke rentang US$ 4.324-4.314/troy ons.
Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 4.304/troy ons.