Equityworld Futures | Harga Emas Cetak Rekor Termahal, Emiten Apa yang Layak Diburu?
Equityworld Futures | Kenaikan harga emas yang terus mencetak rekor menjadi katalis positif bagi kinerja emiten tambang emas di pasar saham. Lonjakan harga komoditas ini membuat harga jual emas berada di level tinggi, sehingga membuka peluang pelebaran margin keuntungan bagi perusahaan tambang.
Equityworld Futures | Harga Emas Mengamuk, Lagi-Lagi Cetak Rekor & Sejarah Baru
Pengamat Pasar Modal Reydi Octa menilai, kondisi tersebut menjadi momentum penting terutama bagi emiten dengan biaya produksi yang efisien.
Menurutnya, dengan struktur biaya yang terkendali, setiap kenaikan harga emas berpotensi langsung meningkatkan laba bersih perusahaan.
"Emiten dengan produksi emas yang besar dan production cost yang efisien akan merasakan dampak positifnya," kata Reydi kepada Liputan6.com, Rabu (14/1/2026).
Secara historis, kata Reydi, reli harga emas kerap diikuti penguatan saham-saham sektor terkait. Pasar biasanya merespons optimisme margin yang membaik, seiring ekspektasi bahwa kinerja keuangan emiten akan terdongkrak pada periode laporan keuangan berikutnya.
"Secara historikal tren penguatan emas kerap direspon dengan kenaikan harga saham, hingga nanti tren lanjutannya saat rilis kinerja laporan keuangan," ujarnya.
Kamis, 15 Januari 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Cetak Rekor Termahal, Emiten Apa yang Layak Diburu?
Rabu, 14 Januari 2026
Equityworld Futures | Pesta 3 Hari Berhenti, Harga Emas Turun Dihantam Aksi Jual Untung
Equityworld Futures | Pesta 3 Hari Berhenti, Harga Emas Turun Dihantam Aksi Jual Untung
Equityworld Futures | Harga emas sedikit pertahan dengan melandai pada perdagangan kemarin. Harganya melandai setelah merajalela dalam tiga hari.
Equityworld Futures | Para Ahli Strategi Citi Naikkan Proyeksi Harga Emas
Pada perdagangan Selasa (13/1/2026), harga emas dunia turun 0,13% di level US$4.587,39 per troy ons. Penurunan terjadi usai emas mencapai rekor tertinggi barunya. Pada perdagangan intraday, harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level US$4.587,39 per troy ons.
Pelemahan kemarin juga menutup pesta emas selama tiga hari beruntun dengan penguatan 3,2%.
Pada perdagangan hari ini Rabu (14/1/2026) hingga pukul 06.32 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,21% di posisi US$4.596,98 per troy ons.
Harga emas mencapai rekor tertinggi pada hari Selasa, karena data inflasi Amerika Serikat (AS) memperkuat spekulasi penurunan suku bunga The Federal Reserve tahun ini dan ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang terus-menerus mendorong permintaan aset safe-haven, sementara perak juga mencapai puncak baru.
Namun, aksi profit taking membuat harga emas melandai di akhir perdagangan dan berakhir di zona merah.
"Alasan untuk nada yang sedikit positif di seluruh pasar adalah data inflasi yang baik, menunjukkan kemungkinan yang lebih tinggi untuk penurunan suku bunga The Fed di masa mendatang," ujar David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.
Indeks Harga Konsumen inti AS naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan pada bulan Desember, lebih rendah dari ekspektasi analis sebesar 0,3% dan 2,7%, masing-masing.
Trump kembali menegaskan dorongannya untuk memangkas suku bunga secara "signifikan" setelah data inflasi tersebut.
The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan 27-28 Januari, meskipun investor saat ini mengantisipasi dua pemangkasan suku bunga tahun ini. Suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan bagi emas batangan yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Faktor-faktor fundamental seperti ketegangan geopolitik dan pertanyaan tentang independensi The Fed terus mendukung emas sebagai aset safe-haven.
Kekhawatiran tentang independensi The Fed meningkat setelah pemerintahan Trump membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, yang menuai kritik dari mantan kepala The Fed dan bankir sentral global.
Trump juga mengancam akan mengenakan tarif 25% pada negara-negara yang berdagang dengan Iran, yang berisiko membuka kembali luka lama dengan Beijing, mitra utama Teheran. Di tempat lain, Rusia menyerang kota-kota di seluruh Ukraina dengan rudal dan drone semalam.
Commerzbank menaikkan perkiraan harga emas akhir tahun 2026 menjadi US$4.900 per troy ons.
Sementara itu, CME Group mengatakan pada hari Senin bahwa mereka akan menyesuaikan penetapan margin untuk logam mulia untuk mengatasi volatilitas pasar.
Selain itu, permintaan bank sentral terhadap emas telah meningkat selama empat tahun dan kemungkinan akan berlanjut hingga tahun 2026, seiring dengan permintaan investasi yang kuat, kata para analis.
Bank sentral China memperpanjang pembelian emasnya hingga bulan ke-14 pada bulan Desember, sehingga kepemilikannya mencapai 74,15 juta ons troy emas murni.
Saat harga emas mencapai rekor tertinggi sebanyak 53 kali pada tahun 2025, arus masuk tahunan ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) emas fisik melonjak menjadi US$89 miliar, yang terbesar dalam sejarah, menurut Dewan Emas Dunia.
Kepemilikan ETF berbasis emas terbesar XAU, termasuk SPDR Gold Trust New York, mencapai 1.073,41 metrik ton pada tanggal 29 Desember, level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun.
Selasa, 13 Januari 2026
Equityworld Futures | Warga Miskin Kelantan Kini Boleh Mendulang Emas Secara Legal
Equityworld Futures | Warga Miskin Kelantan Kini Boleh Mendulang Emas Secara Legal
Equityworld Futures | Pemerintah negara bagian Kelantan, Malaysia, resmi mengeluarkan kebijakan untuk melegalkan aktivitas mendulang emas skala kecil bagi warga kurang mampu. Langkah ini diambil sebagai upaya memberikan napas baru bagi ekonomi rakyat di tengah harga emas dunia yang terus meroket mendekati rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Equityworld Futures | Harga Emas Turun Usai Tembus US$4.600 per Ons Selasa (13/1), Investor Ambil Untung
Mulai 1 Januari 2026, pemerintah setempat telah membuka permohonan lisensi resmi bagi warga yang ingin mendulang emas secara manual di area-area yang telah ditentukan. Seperti dikutip SCMP pada Selasa (13/1/2026), kebijakan ini menyasar para pekerja harian dan mereka yang memiliki penghasilan tidak tetap di Kelantan, salah satu wilayah dengan basis industri terbatas di Malaysia.
Direktur Tanah dan Galian Kelantan Nik Raisnan Daud menyatakan skema ini dirancang untuk menyeimbangkan antara bantuan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
"Pemerintah negara bagian percaya bahwa masyarakat berpenghasilan rendah masih bisa mengambil bagian dalam aktivitas ini, terutama mereka yang bergantung pada upah harian," ujarnya, baru-baru ini.
Saat ini, emas kadar 916 (setara 22 karat) yang umum dijadikan perhiasan diperdagangkan di kisaran 565,77 ringgit (sekitar Rp 2 juta) per gram. Meskipun harga fluktuatif, nilai jual yang tinggi ini menjadi daya tarik luar biasa bagi warga setempat untuk mengadu nasib di pinggiran sungai.
Aturan Ketat: Hanya Boleh Secara Manual
Untuk mencegah kerusakan lingkungan dan meminimalisir risiko keselamatan, pemerintah Kelantan menetapkan aturan ketat yakni tidak boleh ada mesin berat. Pendulangan hanya boleh dilakukan secara manual menggunakan tangan, sekop, dan nampan logam.
Pemerintah akan menyaring setiap aplikasi lisensi dengan memprioritaskan rumah tangga miskin. Dua distrik, yakni Tanah Merah dan Jeli, telah diidentifikasi sebagai wilayah dengan potensi emas terbesar yang akan segera ditetapkan sebagai zona pendulangan resmi.
Keputusan pemerintah ini juga dipicu oleh maraknya video viral di media sosial yang menunjukkan warga Kelantan berhasil menemukan serpihan emas di dasar sungai. Dalam video-video tersebut, warga terlihat menyendok pasir sungai ke dalam nampan, mencampurnya dengan air, dan menggoyang-goyangkannya hingga sedimen ringan terbuang dan menyisakan butiran emas yang berkilau di dasar nampan.
Potensi ini bukan sekadar isapan jempol. Pada 2019, mahasiswa dari Universiti Malaysia Kelantan (UMK) dilaporkan berhasil mendulang hampir 44 gram emas dan batu permata senilai 22.000 ringgit hanya dalam satu program eksplorasi lapangan di Distrik Jeli.
Negara bagian Kelantan memiliki posisi geografis yang sangat strategis dalam industri pertambangan karena terletak di jalur Sabuk Emas Tengah (Central Gold Belt) Semenanjung Malaysia. Jalur mineral ini membentang dari negara bagian Pahang, melintasi Kelantan, hingga ke Terengganu, yang menyimpan cadangan emas primer dan aluvial yang signifikan.
Secara historis, aktivitas mendulang emas di sungai-sungai pedalaman Kelantan telah dilakukan secara turun-temurun selama beberapa generasi. Penelitian dari Departemen Survei Geologi Malaysia pada era 1980-an dan 1990-an telah mengidentifikasi puluhan zona prospektif emas di wilayah tengah negara bagian ini.
Meski potensi mineralnya besar, Kelantan sering kali menghadapi tantangan dalam pembangunan industri dibandingkan negara bagian lain di pantai barat Malaysia. Oleh karena itu, pelegalan pendulangan tradisional ini dipandang sebagai cara praktis untuk memanfaatkan kekayaan alam lokal secara langsung demi kesejahteraan rakyat kecil tanpa harus bergantung sepenuhnya pada investasi korporasi besar.
Jumat, 09 Januari 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Turun Jumat (9/1) Pagi: Dolar AS Menguat dan Menanti Data Ketenagakerjaan
Equityworld Futures | Harga Emas Turun Jumat (9/1) Pagi: Dolar AS Menguat dan Menanti Data Ketenagakerjaan
Equityworld Futures | Harga emas turun pada perdagangan Jumat (9/1/2026) seiring tekanan dari penyesuaian indeks komoditas dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
Equityworld Futures | Harga Emas Naik Lagi, Tapi Ada Dua “Badai” di Depan yang Bikin Ngeri
Pasar juga bersikap hati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan AS, khususnya non-farm payrolls, yang dinilai akan memberi petunjuk arah kebijakan moneter ke depan.
Melansir Reuters, harga emas spot tercatat turun 0,4% ke level US$4.458,10 per ons troi pada pukul 01.26 GMT. Sebelumnya, emas sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$4.549,71 per ons troi pada 26 Desember lalu.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari justru naik tipis 0,2% ke US$4.467,60 per ons troi.
Tekanan terhadap harga emas datang dari penguatan dolar AS yang menguat di awal perdagangan Asia.
Pelaku pasar menanti laporan terbaru ketenagakerjaan AS serta mencermati potensi putusan Mahkamah Agung AS terkait penggunaan kewenangan tarif darurat oleh Presiden Donald Trump.
Selain itu, penyesuaian tahunan Bloomberg Commodity Index mulai dilakukan pekan ini.
Rebalancing indeks tersebut bertujuan menyesuaikan bobot komoditas agar selaras dengan kondisi pasar terkini, dan diperkirakan masih akan menekan harga logam mulia dalam jangka pendek.
Data terbaru menunjukkan klaim pengangguran baru di AS naik secara moderat pekan lalu, di tengah jumlah pemutusan hubungan kerja yang relatif rendah.
Namun, permintaan tenaga kerja masih terlihat lemah karena perusahaan berupaya memaksimalkan produktivitas tenaga kerja yang ada.
Investor saat ini memperkirakan setidaknya dua kali penurunan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini.
Karena itu, perhatian pasar tertuju pada data non-farm payrolls untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter AS.
Di sisi geopolitik, Senat AS telah meloloskan langkah awal untuk membatasi tindakan militer lebih lanjut terhadap Venezuela tanpa persetujuan Kongres.
Meski demikian, Presiden Trump menyatakan bahwa “pengawasan” AS terhadap Venezuela bisa berlangsung selama bertahun-tahun.
Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung berkinerja baik di lingkungan suku bunga rendah serta saat ketidakpastian geopolitik dan ekonomi meningkat. HSBC bahkan memproyeksikan harga emas berpotensi naik hingga US$5.000 per ons pada paruh pertama 2026, didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik dan beban utang global.
Sementara itu, harga logam mulia lainnya juga melemah. Perak spot turun 1,5% ke US$75,71 per ons setelah sempat mencetak rekor tertinggi US$83,62 pada 29 Desember.
Platinum anjlok 2,9% ke US$2.202,50 per ons setelah mencapai puncak rekor US$2.478,50 awal pekan ini. Adapun paladium turun 2,1% ke level US$1.749,25 per ons.