Rabu, 15 April 2026

Equityworld Futures | Harga emas dunia melesat pada perdagangan kemarin. Rencana dialog antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang melegakan pelaku pasar.

Equityworld Futures | Harga emas dunia melesat pada perdagangan kemarin. Rencana dialog antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang melegakan pelaku pasar.

Equityworld Futures | Pada Selasa (14/4/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup US$ 4.837,8/troy ons. Melonjak hampir 2% dari hari sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak 17 Maret atau hampir sebulan terakhir.

Equityworld Futures | Harga Emas Malah Anjlok di Tengah Perang AS-Iran, Ini yang Terjadi

Perkembangan di Timur Tengah menjadi angin segar bagi harga emas. Sebagaimana diwartakan Bloomberg News, AS dan Iran berencana kembali ke meja perundingan setelah gagal mencapai kesepakatan dalam dialog di Islamabad (Pakistan) pada akhir pekan lalu.

“Pembicaraan akan berlanjut dalam dua hari ke depan,” ungkap Presiden AS Donald Trump.

Sementara Iran disebut mulai menunda pengiriman kapal di Selat Hormuz, Langkah ini bisa sedikit meredakan ketegangan di selat tersebut.

Merespons rencana perundingan AS-Iran, harga minyak ambruk. Pagi ini, harga minyak jenis brent jatuh hampir 5% ke US$ 94,72/barel pada pukul 06:28 WIB.

Jika AS-Iran berhasil sepakat untuk mengakhiri perang, maka harga energi dunia akan lebih terkendali. Dengan begitu, dunia tidak akan dihantui ancaman inflasi tinggi akibat mahalnya harga energi.

Bank sentral pun jadi punya ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga. Hal ini tentu menjadi sentimen positif bagi emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset).

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Senin, 13 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tergelincir di tengah Rencana AS Memblokade Selat Hormuz

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tergelincir di tengah Rencana AS Memblokade Selat Hormuz

Equityworld Futures | Harga emas hari ini di pasar global tergelincir, karena rencana AS untuk memblokade Selat Hormuz meningkatkan risiko inflasi.

Equityworld Futures | Harga Emas Terus Menguat, Dolar AS Melemah Jadi Pemicu Utama

Mengutip Bloomberg, Senin (13/4), harga emas spot turun 0,65% menjadi US$ 4.718,67 per troi ons pada pukul 17.05 WIB.

Harga emas sempat turun 2,2% ke bawah US$ 4.650 per troi ons, sebelum memangkas kerugian pada Senin sore. Kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi meningkat setelah perundingan perdamaian AS-Iran berakhir tanpa resolusi, dan rencana Washington untuk memblokade Selat Hormuz memperdalam guncangan pasokan energi global.

Militer AS mengatakan akan mulai memblokade pada pukul 10 pagi waktu wilayah Timur, setelah negosiasi akhir pekan dengan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengubah gencatan senjata menjadi perdamaian abadi.

Presiden AS Donald Trump juga mengatakan AS akan mencegat kapal apa pun yang telah membayar biaya kepada Iran untuk jalur aman melalui Hormuz.  

Lonjakan harga energi sejak konflik dimulai telah meningkatkan risiko inflasi, sehingga bank sentral lebih cenderung menunda pemangkasan suku bunga, atau bahkan menaikkannya. Ini berdampak negatif bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil. 

Nilai tukar dollar AS naik pada Senin, yang juga menjadi hambatan bagi harga emas, yang diperdagangkan dalam mata uang AS.

Paras Gupta, Kepala Manajemen Portofolio Asia di Union Bancaire Privee, mengatakan, peristiwa selama akhir pekan jelas membahayakan gencatan senjata yang rapuh dan kemungkinan akan memperpanjang konflik. "Namun, pergerakan harga emas kurang signifikan dibandingkan awal perang," imbuhnya mengutip Bloomberg, hari ini.

Dalam analisis awal mengenai dampak perang terhadap perekonomian Uncle Sam, inflasi Maret naik terbesar dalam hampir empat tahun. 

Menurut Manav Modi, Analis Di Motilal Oswal Financial Services Ltd., ekspektasi inflasi yang tinggi memperumit prospek kebijakan Federal Reserves, memperkuat lingkungan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. "Emas tetap terjebak di antara dukungan geopolitik dan hambatan makroekonomi," jelasnya, melansir Bloomberg, Senin (13/4). 

Harga emas telah turun sekitar 10% sejak konflik Timur Tengah dimulai pada akhir Februari. Krisis likuiditas pada minggu-minggu awal, mendorong investor menjual emas untuk menutupi kerugian pada aset lain. Baru-baru ini, emas telah pulih sebagian dari penurunan, karena fokus yang semakin meningkat pada perlambatan pertumbuhan ekonomi, mengimbangi risiko kenaikan suku bunga.

Daniel Hayes, Ahli Strategi Komoditas Senior di ANZ Banking Group Ltd., mengatakan, pergeseran ini seharusnya terus memberikan dukungan bagi harga emas meskipun terjadi penurunan pada Senin. Dia menduga harga emas bisa terancam ke level terendah pekan lalu di US$ 4.650 per troi ons, tetapi pada akhirnya akan bertahan di level ini. 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tergelincir di tengah Rencana AS Memblokade Selat Hormuz

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tergelincir di tengah Rencana AS Memblokade Selat Hormuz

Equityworld Futures | Harga emas hari ini di pasar global tergelincir, karena rencana AS untuk memblokade Selat Hormuz meningkatkan risiko inflasi.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun ke Level Terendah Sepekan, Dolar Menguat dan Minyak Tembus US$100

Mengutip Bloomberg, Senin (13/4), harga emas spot turun 0,65% menjadi US$ 4.718,67 per troi ons pada pukul 17.05 WIB.

Harga emas sempat turun 2,2% ke bawah US$ 4.650 per troi ons, sebelum memangkas kerugian pada Senin sore. Kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi meningkat setelah perundingan perdamaian AS-Iran berakhir tanpa resolusi, dan rencana Washington untuk memblokade Selat Hormuz memperdalam guncangan pasokan energi global.

Militer AS mengatakan akan mulai memblokade pada pukul 10 pagi waktu wilayah Timur, setelah negosiasi akhir pekan dengan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengubah gencatan senjata menjadi perdamaian abadi.

Presiden AS Donald Trump juga mengatakan AS akan mencegat kapal apa pun yang telah membayar biaya kepada Iran untuk jalur aman melalui Hormuz.  

Lonjakan harga energi sejak konflik dimulai telah meningkatkan risiko inflasi, sehingga bank sentral lebih cenderung menunda pemangkasan suku bunga, atau bahkan menaikkannya. Ini berdampak negatif bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil. 

Nilai tukar dollar AS naik pada Senin, yang juga menjadi hambatan bagi harga emas, yang diperdagangkan dalam mata uang AS.

Paras Gupta, Kepala Manajemen Portofolio Asia di Union Bancaire Privee, mengatakan, peristiwa selama akhir pekan jelas membahayakan gencatan senjata yang rapuh dan kemungkinan akan memperpanjang konflik. "Namun, pergerakan harga emas kurang signifikan dibandingkan awal perang," imbuhnya mengutip Bloomberg, hari ini.

Dalam analisis awal mengenai dampak perang terhadap perekonomian Uncle Sam, inflasi Maret naik terbesar dalam hampir empat tahun. 

Menurut Manav Modi, Analis Di Motilal Oswal Financial Services Ltd., ekspektasi inflasi yang tinggi memperumit prospek kebijakan Federal Reserves, memperkuat lingkungan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. "Emas tetap terjebak di antara dukungan geopolitik dan hambatan makroekonomi," jelasnya, melansir Bloomberg, Senin (13/4). 

Harga emas telah turun sekitar 10% sejak konflik Timur Tengah dimulai pada akhir Februari. Krisis likuiditas pada minggu-minggu awal, mendorong investor menjual emas untuk menutupi kerugian pada aset lain. Baru-baru ini, emas telah pulih sebagian dari penurunan, karena fokus yang semakin meningkat pada perlambatan pertumbuhan ekonomi, mengimbangi risiko kenaikan suku bunga.

Daniel Hayes, Ahli Strategi Komoditas Senior di ANZ Banking Group Ltd., mengatakan, pergeseran ini seharusnya terus memberikan dukungan bagi harga emas meskipun terjadi penurunan pada Senin. Dia menduga harga emas bisa terancam ke level terendah pekan lalu di US$ 4.650 per troi ons, tetapi pada akhirnya akan bertahan di level ini. 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Kamis, 09 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil di US$4.715 Kamis (9/4) Pagi, Menunggu Kejelasan Gencatan Senjata

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil di US$4.715 Kamis (9/4) Pagi, Menunggu Kejelasan Gencatan Senjata

Equityworld Futures | Harga emas bergerak stabil pada Kamis (9/4/2026), seiring investor memilih menahan posisi sambil menunggu kejelasan terkait perkembangan pembicaraan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, serta rilis data inflasi utama AS.

Equityworld Futures | Harga Emas Tembus Level Tertinggi Tiga Pekan

Melansir Reuters, harga emas spot tercatat relatif tidak berubah di level US$4.715,42 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni turun 0,8% menjadi US$4.739,20 per ons troi. 

Pelaku pasar masih mencermati dinamika geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah Israel melancarkan serangan besar ke Lebanon, yang memicu ancaman balasan dari Iran.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, bahkan menyebut bahwa melanjutkan perundingan damai dengan AS menjadi “tidak masuk akal” di tengah kondisi tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa situasi kawasan masih sangat volatil meski Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan gencatan senjata.

Tertekan Inflasi dan Suku Bunga

Sejak konflik AS-Israel dengan Iran pecah pada akhir Februari, harga emas tercatat telah turun lebih dari 10%.

Kenaikan harga energi mendorong kekhawatiran inflasi dan mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga.

Risalah rapat Federal Reserve pada 17-18 Maret menunjukkan semakin banyak pejabat yang mempertimbangkan kenaikan suku bunga guna menahan inflasi yang masih berada di atas target 2%.

Investor kini menanti data Personal Consumption Expenditures (PCE) Februari serta klaim pengangguran mingguan AS yang akan dirilis dalam waktu dekat, untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya. 

Prospek Emas


Meski dalam jangka pendek bergerak terbatas, prospek emas dinilai masih positif di tengah ketidakpastian geopolitik.

Standard Chartered memperkirakan, harga emas berpotensi kembali menguat dalam beberapa bulan ke depan, seiring meningkatnya risiko geopolitik global.

Logam Lain Bergerak Variatif

Di pasar logam lainnya, harga perak turun 0,4% menjadi US$73,83 per ons troi. Platinum melemah 0,2% ke US$2.025,75, sementara paladium naik 0,3% ke US$1.559,29. 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami