Equityworld Futures | Berhasil Masuk Zona Hijau, Harga Perak Sentuh Level Ini
Equityworld Futures | Harga perak dunia mengalami penguatan pada Selasa malam waktu AS, 28 Oktober 2025.
Equityworld Futures | Harga Emas Ambruk ke Titik Terendah! Harapan Bangkit Tinggal Mimpi?
Dipantau dari laman Kitco, Rabu (29/10/2025) harga perak menguat 0,16% ke level US$ 47,06 per troy ons saat berita ini ditulis.
Sebelumnya, pada Senin malam (27/10) harga perak menurun hingga US$ 1.74 atau 3.59% ke level US$ 46.85 per troy ons.
Analis komoditas di Heraeus menyoroti harga perak yang sempat terpukul keras minggu lalu. Perusahaan teknologi asal Jerman itu mengingatkan, kekurangan pasokan fisik dapat menyebabkan koreksi berlanjut untuk beberapa waktu.
"Harga perak turun 6% selama seminggu, dengan sebagian besar penurunan terkonsentrasi dalam satu sesi perdagangan pada hari Selasa, ketika harga turun hampir 9%, atau US$ 4,50/troy ons," ungkap para analis Heraeus, dikutip dari Kitco News.
"Tanpa katalis tunggal di balik peristiwa ini, tampaknya investor memutuskan untuk tidak terlalu terbawa oleh optimisme mereka. Lampu peringatan telah menyala selama beberapa minggu, dengan harga diperdagangkan jauh di atas rata-rata pergerakan 200 hari. Kisaran rata-rata 14 hari mencapai US$ 1,90 selama aksi jual tajam hari Selasa, kemungkinan memicu gelombang perintah stop-loss, yang memicu aksi ambil untung lebih lanjut," jelasnya.
Heraeus juga mencatat, perak telah keluar dari Bursa Berjangka Shanghai dengan mencetak rekor, dengan arus keluar mencapai 1.495 ton minggu lalu, dan arus keluar harian terbesar yang pernah tercatat pada hari Rabu, yaitu sebesar 338 ton.
Rabu, 29 Oktober 2025
Equityworld Futures | Berhasil Masuk Zona Hijau, Harga Perak Sentuh Level Ini
Selasa, 28 Oktober 2025
Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok di Bawah USD 4.000, Ketegangan Dagang AS-China Mereda
Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok di Bawah USD 4.000, Ketegangan Dagang AS-China Mereda
Equityworld Futures | Harga emas dunia melemah di bawah USD 4.000 per ounce pada perdagangan Senin (28/10/2025), seiring meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang mengurangi minat investor terhadap aset aman seperti emas. Pelaku pasar kini menanti keputusan suku bunga terbaru dari Federal Reserve (The Fed) pekan ini.
Equityworld Futures | May Day! May Day! Harga Emas Terjun 3%, Tenggelam ke Level US$3.900
Harga emas di pasar spot turun 2,7 persen menjadi USD 4.002,29 per ounce pada pukul 13.45 waktu New York, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 10 Oktober di USD 3.970,81 per ounce.
“Kesepakatan dagang potensial antara AS dan China mengurangi kebutuhan investor terhadap aset aman seperti emas,” ujar Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures David Meger, dikutip dari CNBC, Selasa (28/10/2025).
Sebelumnya, harga emas sempat mencetak rekor tertinggi di USD 4.381,21 per ounce pada 20 Oktober, namun turun 3,2 persen dalam sepekan terakhir akibat tanda-tanda mencairnya tensi dagang kedua negara ekonomi terbesar dunia tersebut.
Senin, 27 Oktober 2025
Equityworld Futures | Harga Emas Ambruk Pagi Ini, Pilih Jual atau Beli?
Equityworld Futures | Harga Emas Ambruk Pagi Ini, Pilih Jual atau Beli?
Equityworld Futures | Harga emas dunia anjlok pada perdagangan pagi ini. Bagaimana ‘ramalan’ harga sang logam mulia untuk perdagangan hari ini?
Equityworld Futures | Nasib Emas Dipertaruhkan Pekan Ini: Terbang Atau Jatuh ke US$ 3.800!
Pada Senin (27/10/2025) pukul 07:07 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 4.065,2/troy ons. Ambruk 1,14% dibandingkan posisi akhir pekan lalu.
Dalam sepekan terakhir, harga emas dunia sudah jatuh hampir 7%.
Sepertinya aksi ambil untung (profit taking) menjadi penyebab utama kejatuhan harga emas. Maklum, harga aset ini menjalani reli panjang sejak Agustus. Bahkan harga emas sempat berkali-kali memperbarui rekor tertinggi sepanjang masa.
Sepanjang 2025 (year-to-date), harga emas masih mencatat kenaikan 54,82%.
Oleh karena itu, keuntungan yang bisa didapat dengan menjual emas tidaklah kecil. Investor tentu akan tergoda mencairkan cuan jika potensi yang didapat bisa sebegitu besar.
Ketika aksi ambil untung terjadi, maka emas akan mengalami tekanan jual. Alhasil, harga pun merosot tajam.
Selain itu, situasi global yang lebih tenang juga menjadi sentimen negatif bagi emas. Amerika Serikat (AS) dan China kembali rukun setelah sempat bersitegang seputar isu perdagangan.
Delegasi kedua negara bertemu dan berdialog di Malaysia akhir pekan lalu. Hasilnya cukup impresif dan kesepakatan bakal diteken oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
“Saya rasa ancaman tarif 100% sudah pergi, begitu juga dengan ancaman kontrol ekspor China,” ungkap Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam wawancara dengan CBS News, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Trump sendiri sudah memperkirakan akan ada kesepakatan dengan China. Di sela-sela lawatan di Malaysia untuk menghadiri KTT ASEAN, Trump mengungkapkan akan ada pertemuan level kepala negara.
“Mereka mau membuat kesepakatan, kami juga mau membuat kesepakatan,” ujarnya, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.
Tensi perang dagang AS-China pun reda, setidaknya dalam waktu dekat. Ini menyebabkan permintaan terhadap aset yang dipandang aman (safe haven asset) seperti emas menjadi berkurang.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana perkiraan gerak harga emas untuk hari ini, Senin (27/10/2025)? Berapa saja target yang perlu dicermati pelaku pasar?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan di zona bullish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 54.
RSI di atas 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas belum jauh di atas 50 sehingga boleh dibilang netral.
Menariknya, indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 1. Sudah sangat jenuh jual (oversold).
Jadi, sebenarnya harga emas masih berpeluang naik hari ini. Target resisten terdekat adalah US$ 4.094/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di US$ 4.176/troy ons bisa menjadi target berikutnya.
Adapun target support terdekat adalah US$ 4.060-4.040/troy ons. Penembusan di level ini bisa melongsorkan harga emas ke arah US$ 4.001-3.994/troy ons.
Jumat, 24 Oktober 2025
Equityworld Futures | Harga Emas Bangkit Gila-Gilaan! Sudah Balik ke Level US$4.100
Equityworld Futures | Harga Emas Bangkit Gila-Gilaan! Sudah Balik ke Level US$4.100
Equityworld Futures | Harga emas kembali menguat dan kini tengah berada di fase konsolidasi usai penurunan tajam dalam waktu singkat. Harga emas menguat di tengah risiko geopolitik yang kembali muncul hingga penantian data inflasi AS menjadi fokus pasar.
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melambung Tersengat Ketegangan Geopolitik
Pada perdagangan hari ini Jumat (24/10/2025) hingga pukul 06.34 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,47% di posisi US$4.105,69 per troy ons.
Sementara pada perdagangan sebelumnya Kamis (23/10/2025), harga emas dunia naik 0,76% di level US$4.125,01 per troy ons. Kenaikan tersebut berhasil mematahkan penurunan emas selama dua hari beruntun dengan ambruk hampir 6%.
Harga emas naik pada perdagangan Kamis setelah dua sesi berturut-turut melemah. Harga emas kembali bertenaga usai risiko geopolitik kembali muncul, yang berhasil mendorong permintaan aset safe haven dan kini investor tengah bersiap menghadapi data inflasi utama AS yang akan dirilis pada hari Jumat.
Harga emas sempat mencapai rekor tertinggi di US$4.381,21 per troy ons pada hari Senin, tetapi mencatat penurunan tertajam dalam lima tahun di sesi berikutnya.
"Semua faktor fundamental yang mendorong emas menguat tahun ini masih sangat relevan. Ada beberapa aksi beli oportunistik saat harga sedang turun dan mungkin juga ada peningkatan ketegangan perdagangan dan geopolitik yang mendorong kenaikan harga hari ini," ujar Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.
Harga emas telah naik sekitar 57% tahun ini, didorong oleh ketegangan geopolitik, ketidakpastian ekonomi, ekspektasi penurunan suku bunga, dan pembelian berkelanjutan oleh bank sentral.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Rabu memberlakukan sanksi terkait Ukraina terhadap Rusia untuk pertama kalinya dalam masa jabatan keduanya, yang menargetkan perusahaan minyak Lukoil dan Rosneft.
Pemerintah juga sedang mempertimbangkan rencana untuk membatasi berbagai ekspor berbasis perangkat lunak ke China, sebagai tanggapan atas pembatasan terbaru Beijing terhadap ekspor logam tanah jarang.
Fokus sekarang beralih ke laporan indeks harga konsumen AS hari Jumat, yang berpotensi menjadi sinyal inflasi paling jelas dari Federal Reserve menjelang pertemuan kebijakan minggu depan. Data tersebut diperkirakan menunjukkan bahwa inflasi inti bertahan di angka 3,1% pada bulan September.
Pasar telah memperhitungkan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin, dengan penurunan suku bunga berikutnya pada bulan Desember.
Emas, aset yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung diuntungkan dalam kondisi suku bunga rendah.
Sementara itu, JP Morgan memperkirakan harga emas dapat mencapai rata-rata US$5.055 per troy ons pada kuartal keempat tahun 2026, dengan asumsi bahwa permintaan investor dan pembelian bank sentral akan mencapai rata-rata sekitar 566 ton per kuartal tahun depan.