Equityworld Futures | Harga Emas Global Masih Bersinar Ditopang Data Ekonomi AS
Equityworld Futures | Harga emas naik ditopang oleh angka inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan. Hal ini memperkuat ekspektasi investor bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga pada bulan September.
Equityworld Futures | Emas Punya “Senjata” Baru, Harganya Siap Terbang Tinggi Lagi
Harga emas spot naik 0,1% menjadi US$ 3.324,72 per ons setelah naik sebanyak 1% pada awal sesi perdagangan. Harga emas berjangka AS sebagian besar tidak berubah pada US$ 3.343,7.
Data menunjukkan inflasi atau indeks harga konsumen AS (CPI) naik 0,1% bulan lalu setelah naik 0,2% pada bulan April. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan CPI naik 0,2% dan meningkat 2,5% dari tahun ke tahun.
"CPI inti yang rendah dan mengejutkan telah mendorong seluruh kompleks logam mulia naik karena imbal hasil dan dolar jatuh. Harapannya adalah hal itu akan membawa pemangkasan suku bunga Fed lebih cepat," kata Tai Wong, trader logam mulia independen dilansir dari Reuters.
Saat ini, para pedagang memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS sebesar 68% pada bulan September, menurut alat CME FedWatch.
Di bidang perdagangan, Presiden AS Donald Trump, membuka babak baru. Dia mengatakan kesepakatan dengan Tiongkok telah dilakukan, dengan Beijing memasok magnet dan mineral tanah jarang, sementara Washington akan mengizinkan mahasiswa Tiongkok di perguruan tinggi dan universitasnya.
Sementara itu, platinum naik 2,9% menjadi US$ 1.256,70, mencapai level tertinggi sejak 2021 pada awal hari. Perak spot turun 1,2% menjadi US$ 36,11 per ons, sementara paladium naik 1,3% menjadi US$ 1.074,25.
Kamis, 12 Juni 2025
Equityworld Futures | Harga Emas Global Masih Bersinar Ditopang Data Ekonomi AS
Rabu, 11 Juni 2025
Equityworld Futures | Harga Emas Melemah Selasa (10/6), Pasar Pantau Ketat Negosiasi Dagang AS-China
Equityworld Futures | Harga Emas Melemah Selasa (10/6), Pasar Pantau Ketat Negosiasi Dagang AS-China
Equityworld Futures | Harga emas bergerak turun tipis pada perdagangan Selasa (10/6), seiring pelaku pasar memantau perkembangan negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang berpotensi meredakan ketegangan global.
Equityworld Futures | Perundingan China vs AS Bikin Was-was, Pemilik Emas Dibuat Cemas
Sinyal positif dari pembicaraan ini dapat mengurangi minat terhadap aset lindung nilai seperti emas, sementara penguatan dolar AS turut menekan harga logam mulia.
Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,1% menjadi US$3.324,55 per ons troi, sedangkan emas berjangka AS ditutup melemah 0,3% ke US$3.343,40 per ons.
Indeks dolar AS menguat 0,2%, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
"Beberapa sesi terakhir, harga emas mulai mundur dari level tertinggi, terutama karena meningkatnya optimisme terhadap hasil negosiasi antara China dan AS, serta pembicaraan dengan Inggris dan Rusia," kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.
Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyatakan bahwa pembicaraan dengan China di London berjalan baik dan dijadwalkan berlangsung sepanjang hari.
Kedua negara tengah berupaya mencapai kesepakatan terkait kendali ekspor yang sempat memicu kekhawatiran akan ketegangan baru antar kekuatan ekonomi dunia.
Kesepakatan dagang yang meredakan ketidakpastian bisa mengurangi daya tarik emas sebagai aset aman.
"Investor saat ini menunggu koreksi harga lebih dalam, mungkin ke kisaran US$3.100 per ons, tapi untuk sekarang pasar masih wait and see menanti hasil pembicaraan China-AS," ujar Bob Haberkorn, Senior Market Strategist di RJO Futures.
Pasar juga menantikan data inflasi konsumen AS (CPI) yang akan dirilis Rabu (11/6), yang dapat memberi sinyal arah kebijakan suku bunga The Fed.
Logam lain turut melemah, harga perak spot turun 0,5% menjadi US$36,53 per ons troi.
Platinum melemah 0,5% ke US$1.213,08 per ons troi, setelah sempat menyentuh level tertingginya sejak Mei 2021.
Palladium turun 1,2% menjadi US$1.061,85 per ons.
Menurut Alexander Zumpfe, trader logam mulia di Heraeus Metals Germany, reli pada platina didorong oleh kombinasi kekhawatiran pasokan, spekulasi pasar, dan tren positif di kompleks logam mulia secara keseluruhan.
“Palladium tertinggal karena basis permintaannya yang lebih sempit serta daya tarik investasi yang lebih lemah,” ujarnya.
Selasa, 10 Juni 2025
Equityworld Futures | Jelang Pembicaraan Perdagangan AS & China, Harga Emas Menguat Tipis
Equityworld Futures | Jelang Pembicaraan Perdagangan AS & China, Harga Emas Menguat Tipis
Equityworld Futures | Harga emas naik tipis pada hari Senin (9/6) didukung oleh pelemahan dolar AS karena para pelaku pasar terus mengawasi pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok yang sedang berlangsung.
Equityworld Futures | Harga Emas Naik, Pasar Pantau Ketat Negosiasi Dagang AS dan China
Mengutip Trading Economic, harga emas spot tercatat naik 0,67% ke level US$ 3333,7 per ons troi pada pukul 23.25 wib. Sementara indeks dolar AS turun 0,23% ke level 98,96. Penurunan index dolar membuat emas batangan yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Pejabat senior AS dan China bertemu di London untuk membahas tarif tit-for-tat yang dikenakan pada produk satu sama lain tahun ini. Bulan lalu, kedua belah pihak telah menyetujui jeda sementara, memberikan kelegaan bagi investor.
"Dalam jangka pendek, jika ada hasil positif dari pertemuan pertemuan, itu bisa menjadi sedikit negatif untuk emas, tetapi tidak terlalu banyak," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD.
"Saya pikir ekonomi yang lebih lemah, kemungkinan penurunan suku bunga dan momentum yang lebih rendah di sisi selera risiko membuat orang pindah ke emas. Dan, tentu saja ekspektasi yang lebih tinggi inflasi yang lebih tinggi."
Di tempat lain, Rusia mengatakan bahwa pasukannya telah menguasai lebih banyak wilayah di wilayah timur-tengah Ukraina Dnipropetrovsk, di mana Kremlin mengatakan pertempuran itu sebagian ditujukan untuk menciptakan zona penyangga.
Emas sebagai aset safe-haven menjadi lebih menarik selama periode ketidakpastian geopolitik dan ekonomi. Emas juga cenderung berkembang dalam lingkungan dengan suku bunga rendah karena merupakan aset yang tidak menghasilkan.
Investor juga menunggu data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang akan dirilis pada hari Jumat nanti. Ini digunakan untuk mengukur kesehatan ekonomi negara dan data selama akhir pekan menunjukkan bahwa bank sentral China menambahkan emas ke cadangannya pada bulan Mei untuk bulan ketujuh berturut-turut.
Kamis, 05 Juni 2025
Equityworld Futures | Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Menguat
Equityworld Futures | Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Menguat
Equityworld Futures | Wall Street berakhir mixed pada Rabu (4/6/2025), dengan indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, melemah.
Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Bikin Silau, Level US$3.400 Sudah di Depan Mata
Seperti dilaporkan Reuters, indek Dow Jones turun 91,9 poin, atau sekitar 0,22 persen, menjadi 42.427,74. Indeks S&P 500 berakhir datar dengan pergerakan naik 0,44 poin menjadi 5.970,81. Indeks komposit Nasdaq menguat 61,53 poin, atau sekitar 0,32 persen, menjadi 19.460,49.
Wall Street berada dalam tekanan setelah laporan terbaru menunjukkan sektor jasa berkontraksi pada Mei untuk pertama kalinya dalam setahun terakhir. Kondisi tersebut mengindikasikan rentannya terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya inflasi.
Laporan ADP National Employment menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan swasta AS memperkerjakan karyawan dengan jumlah paling sedikit dalam dua tahun terakhir pada Mei.
Para investor selanjutnya menunggu dirilisnya data nonfarm-payrolls untuk mengetahui dampak ketidakpastian perdagangan terhadap pasar tenaga kerja AS.
Saham Hewlett Packard Enterprise naik 0,8 persen setelah permintaan terhadap server kecerdasan buatan dan komputas awan hybrid mendongkrak pendapatan dan perolehan laba kuartal kedua.
Saham Wells Fargo turun 0,4 persen setelah sempat menyentuh harga tertinggi dalam tiga bulan terakhir setelah Federal Reserve menghapus pembatasan aset US$1,95 triliun.
Saham perusahaan manufaktur mobil elektrik Tesla anjlok 3,5 persen dipicu penurunan penjualan untuk bulan kelima beruntun di pasar Eropa.
Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Agustus 2025 naik 0,7 persen menjadi US$3.399,2 per ons. Indeks dolar AS turun 0,5 persen.
Bursa saham Eropa menguat pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,5 persen, seiring melonjaknya saham sektor teknologi dan F&B.
Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 14,27 poin, atau sekitar 0,16 persen, menjadi 8.801,29. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman meningkat meningkat 184,86 poin, atau sekitar 0,77 persen, menjadi 24.276,48.
Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, turun 27,1 poin, atau sekitar 0,19 persen, menjadi 14.101,3. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 40,83 poin, atau sekitar 0,53 persen, menjadi 7.804,67.
Nilai tukar poundsterling menguat 0,12 persen terhadap dolar AS menjadi 1,353 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1889 euro per pound.