Senin, 05 Mei 2025

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Pekan Lalu, Sinyal Damai AS dan China Kian Menguat

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Pekan Lalu, Sinyal Damai AS dan China Kian Menguat

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada akhir pekan lalu.

Equityworld Futures | Harga Emas di Ujung Tanduk, Level Ini Krusial

Seluruh indeks utama Wall Street naik pada perdagangan Jumat (2/5/2025) sore waktu Amerika Serikat atau Sabtu (3/5/2025) pagi WIB.

Dilansir CNBC, Indeks S&P 500 menguat 1,47 persen dan ditutup di posisi 5.686,67. Kenaikan ini menjadi yang kesembilan secara beruntun, sekaligus rekor terpanjang sejak November 2004.

Indeks pasar luas ini juga berhasil pulih dari seluruh kerugian sejak 2 April 2025, saat Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif balasan.

Dow Jones Industrial Average naik 564,47 poin atau 1,39 persen ke level 41.317,43. Indeks Nasdaq Composite melonjak 1,51 persen ke posisi 17.977,73.

Harapan tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan mitra utamanya mendorong sentimen positif dalam beberapa hari terakhir.

Otoritas China menyatakan sedang mempertimbangkan negosiasi dagang dengan AS.

The Wall Street Journal melaporkan, Beijing terbuka untuk pembicaraan, meskipun belum ada kesepakatan resmi yang diumumkan.

Wall Street kini menanti pertemuan dua hari Federal Reserve yang dimulai Selasa besok. Data FedWatch menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga hanya 3,2 persen.

Meski kecil, pelaku pasar tetap akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell terkait prospek ekonomi di tengah perang dagang.

Sejumlah perusahaan dijadwalkan merilis laporan keuangan pada awal pekan ini. On Semiconductor, Tyson Foods, dan perusahaan asuransi Loews akan mengumumkan kinerjanya sebelum pembukaan pasar pada Senin.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Jumat, 02 Mei 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Mulai Naik Usai Turun 3 Hari Beruntun, Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga Emas Mulai Naik Usai Turun 3 Hari Beruntun, Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga emas dunia mencoba bangkit pada perdagangan pagi ini. Maklum, harga sang logam mulia sudah turun 3 hari beruntun.

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Hancur Lebur, Saatnya Mengucap Selamat Tinggal?

Pada Jumat (2/5/2025) pukul 06:13 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 3.237,6/troy ons, Naik 0,3% dibandingkan hari sebelumnya.

Kemarin, harga emas anjlok. Kala penutupan, harga jatuh 1,38% ke US$ 3.227,8/troy ons.

Koreksi tersebut membuat harga emas resmi turun 3 hari berturut-turut. Selama 3 hari tersebut, harga terpangkas 3,29%.

Kejatuhan harga emas disebabkan oleh perkembangan di Amerika Serikat (AS). Dinamika soal kebijakan tarif bea masuk impor yang dicanangkan Presiden Donald Trump masih menjadi fokus utama pelaku pasar.

Namun kini perkembangannya positif. Bloomberg News memberitakan, Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS Kevin Hasset mengungkapkan pemerintah sudah membuat kemajuan dalam hal negosiasi tarif dengan berbagai negara. Hasilnya akan segera diumumkan.

Jika AS, perekonomian terbesar dunia, sudah mencapai kesepakatan dengan sejumlah negara, maka arus perdagangan tidak akan terhambat. Saat arus perdagangan lancar, maka ada harapan prospek pertumbuhan ekonomi akan lebih cerah.

Emas adalah aset yang dipandang aman (safe haven asset). Saat kondisi membaik, lebih kalem, maka biasanya investor akan lebih memilih aset berisiko yang dapat menghasilkan cuan secara instan.

Misalnya di pasar saham. Indeks S&P 500 di bursa saham New York menguat ada periode 23 April-1 Mei atau 8 hari berturut-turut. Ini adalah rantai penguatan terpanjang sejak Agustus tahun lalu,

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati oleh pelaku pasar?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 52,79.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun, RSI emas tidak jauh dari 50 sehingga boleh dikatakan cenderung netral.

Sedangkan indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 0. Paling rendah, sudah sangat jenuh jual (oversold).

Oleh karena itu, harga emas berpeluang naik hari ini. Cermati pivot point di US$ 3.297/troy ons.

Andai pivot point ini terlewati, maka harga emas bisa menguji target resisten US$ 3.301/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus lagi, maka MA-10 di US$ 3.328/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Adapun target support terdekat adalah US$ 3.232/troy ons. Penembusan di titik ini berisiko menyeret harga emas turun ke arah US$ 3.197/troy ons.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Mulai Naik Usai Turun 3 Hari Beruntun, Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga Emas Mulai Naik Usai Turun 3 Hari Beruntun, Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga emas dunia mencoba bangkit pada perdagangan pagi ini. Maklum, harga sang logam mulia sudah turun 3 hari beruntun.

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Hancur Lebur, Saatnya Mengucap Selamat Tinggal?

Pada Jumat (2/5/2025) pukul 06:13 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 3.237,6/troy ons, Naik 0,3% dibandingkan hari sebelumnya.

Kemarin, harga emas anjlok. Kala penutupan, harga jatuh 1,38% ke US$ 3.227,8/troy ons.

Koreksi tersebut membuat harga emas resmi turun 3 hari berturut-turut. Selama 3 hari tersebut, harga terpangkas 3,29%.

Kejatuhan harga emas disebabkan oleh perkembangan di Amerika Serikat (AS). Dinamika soal kebijakan tarif bea masuk impor yang dicanangkan Presiden Donald Trump masih menjadi fokus utama pelaku pasar.

Namun kini perkembangannya positif. Bloomberg News memberitakan, Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS Kevin Hasset mengungkapkan pemerintah sudah membuat kemajuan dalam hal negosiasi tarif dengan berbagai negara. Hasilnya akan segera diumumkan.

Jika AS, perekonomian terbesar dunia, sudah mencapai kesepakatan dengan sejumlah negara, maka arus perdagangan tidak akan terhambat. Saat arus perdagangan lancar, maka ada harapan prospek pertumbuhan ekonomi akan lebih cerah.

Emas adalah aset yang dipandang aman (safe haven asset). Saat kondisi membaik, lebih kalem, maka biasanya investor akan lebih memilih aset berisiko yang dapat menghasilkan cuan secara instan.

Misalnya di pasar saham. Indeks S&P 500 di bursa saham New York menguat ada periode 23 April-1 Mei atau 8 hari berturut-turut. Ini adalah rantai penguatan terpanjang sejak Agustus tahun lalu,

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati oleh pelaku pasar?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 52,79.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun, RSI emas tidak jauh dari 50 sehingga boleh dikatakan cenderung netral.

Sedangkan indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 0. Paling rendah, sudah sangat jenuh jual (oversold).

Oleh karena itu, harga emas berpeluang naik hari ini. Cermati pivot point di US$ 3.297/troy ons.

Andai pivot point ini terlewati, maka harga emas bisa menguji target resisten US$ 3.301/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus lagi, maka MA-10 di US$ 3.328/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Adapun target support terdekat adalah US$ 3.232/troy ons. Penembusan di titik ini berisiko menyeret harga emas turun ke arah US$ 3.197/troy ons.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Selasa, 29 April 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Akhirnya Naik Tapi Jangan Senang Dulu, Penjual Sudah Lelah

Equityworld Futures | Harga Emas Akhirnya Naik Tapi Jangan Senang Dulu, Penjual Sudah Lelah

Equityworld Futures | Harga emas dunia akhirnya rebound dan kini tengah berusaha berjuang kembali untuk berada di zona hijau usai investor berburu harga murah saat harga emas mengalami penurunan.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik, Investor Fokus Menanti Perkembangan Tarif AS-China

Pada perdagangan kemarin Senin (28/4/2025), harga emas dunia di pasar spot naik 0,70% di level US$3.341,37 per troy ons. Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah emas ambruk 0,9% pada perdagangan Jumat pekan lalu.

Pada perdagangan hari ini Selasa (29/4/2025) hingga pukul 06.08 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,07% di posisi US$3.339,19 per troy ons.

Harga emas berbalik arah dan bergerak naik pada perdagangan Senin saat perburuan harga murah dimulai, sementara fokus pasar tertuju pada perkembangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dengan China hingga penantiann serangkaian data ekonomi.

"Kami mulai melihat tanda-tanda pertama yakni kelelahan penjualan," ujar ahli strategi komoditas TD Securities Daniel Ghali, kepada Reuters.

Dia menambahkan bahwa risiko penurunan harga emas sangat terbatas.

"Investor Barat, khususnya pedagang diskresioner atau dana makro, telah sepenuhnya berada di posisi yang kurang menguntungkan dalam tahap akhir reli emas ini dan sebagai akibatnya, ada aktivitas penjualan dalam jumlah terbatas dan harga emas bergerak naik untuk mencerminkan hal itu." imbuhnya.

Emas batangan, lindung nilai tradisional terhadap ketidakstabilan politik dan keuangan, naik ke level tertinggi sepanjang masa di US$3.500,05 per troy ons minggu lalu karena ketidakpastian yang meningkat.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kemajuan telah dibuat dengan China. Namun, Beijing telah membantah bahwa pembicaraan perdagangan sedang berlangsung dan Menteri Keuangan Scott Bessent gagal pada  Minggu untuk mendukung pernyataan Trump bahwa pembicaraan tarif dengan China sedang berlangsung.

"Sampai kita menyaksikan pola yang jelas dari titik tertinggi yang lebih rendah, titik terendah yang lebih rendah, dan perjanjian perdagangan yang kuat daripada lebih banyak kegaduhan politik dari pemerintahan Trump, prospek titik tertinggi baru untuk emas tidak dapat diabaikan," ujar Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com

Risikonya tinggi bahwa ekonomi global akan tergelincir ke dalam resesi tahun ini, menurut mayoritas ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Adapun, data yang akan dirilis pada pekan ini mencakup laporan lowongan kerja AS pada Selasa, Pengeluaran Konsumsi Pribadi pada Rabu, dan laporan penggajian nonpertanian pada Jumat. Para pelaku pasar akan memindai ini untuk mengukur dampak tarif terbaru pada ekonomi AS.

Demo Ewf 

Demo Equityworld