Selasa, 22 April 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Masih Bakal Naik Sampai Akhir April, Waspada Ketersediaan Stok

Equityworld Futures | Harga Emas Masih Bakal Naik Sampai Akhir April, Waspada Ketersediaan Stok

Equityworld Futures | Harga emas dunia, beriringan dengan emas logam mulia, kian ambisius mendaki rekor tertinggi baru. Namun di tengah antusiasme pembelian, kecukupan stok perlu diantisipasi guna menopang harga tidak terkoreksi tajam nantinya.

Equityworld Futures | Harga Emas Kian Melambung, Kini Sentuh Rekor US$3.500

Melansir Trading Economics, Selasa (22/4) pukul 9.42 WIB, emas spot dunia sudah mencapai harga US$ 3.467 per ons troi, lagi-lagi mencetak level all time high (ATH). Secara harian, nilai itu memang hanya naik 0,94%. Namun sejak awal tahun, kenaikannya sudah mencapai 30,4%.

Sejalan, harga emas logam mulia Antam juga melejit. Pada Selasa (22/4), harganya sudah mencapai Rp 2.016.000 per gram. Dari hari sebelumnya, itu naik sampai Rp 36.000.

Pengamat Ibrahim Assuaibi menyebut, sentimen global masih memainkan peran utama dalam pergerakan harga emas.

“Yang terbaru adalah serangan Trump kepada Ketua The Fed, Jerome Powell,” papar Ibrahim, Selasa (22/4), berkaitan dengan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS).

Memang, Presiden AS Donald Trump dan Powell berbeda pendapat soal suku bunga. Sementara Trump ingin suku bunga diturunkan untuk menghindari perlambatan ekonomi, Powell justru memberikan sinyal peningkatan suku bunga karena tekanan perang dagang yang semakin masif. Ketegangan pemerintahan AS ini membuat arah ekonomi global semakin tak pasti.

Selain itu, Ibrahim juga menyoroti perang dagang AS-China, negosiasi nuklir AS-Iran, dan geopolitik Israel-Palestina serta Rusia-Ukraina.

“Secara data eksternal, itu yang membuat harga emas dunia terus mengalami kenaikan signifikan,” sebut Ibrahim.

Dalam bulan April ini, Ibrahim menyebut harga emas dunia bisa mencapai US$ 3.500 per ons troi.

Dus, dari dalam negeri, katanya emas logam mulia juga terus naik signifikan karena tidak ada keseimbangan antara supply dan demand.

“Permintaan cukup banyak, masyarakat sudah mulai berinvestasi dan berbondong-bondong membeli emas logam mulia. Tapi rupanya, distribusi logam mulia berkurang,” sebut Ibrahim.

Jika kondisi itu terus berlanjut, Ibrahim bilang harga emas logam mulia akan terus naik juga. Begitu pun dengan emas perhiasan. Ia memproyeksi dalam tahun ini, harga emas logam mulia bisa saja menyentuh Rp 2.300.000 per gramnya. Dengan harga sebesar itu, Ibrahim bilang perburuan emas di tengah masyarakat akan semakin masif.

“Harus berhati-hati. Ada yang memburu, ada yang menjual,” tegasnya.

Demo Ewf 

Demo Equityworld

Senin, 21 April 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Penuh Tanda Tanya Pekan Ini: Bakal Terbang Atau Tumbang?

Equityworld Futures | Harga Emas Penuh Tanda Tanya Pekan Ini: Bakal Terbang Atau Tumbang?

Equityworld Futures | Harga emas mulai terbang lagi setelah sempat lesu pada akhir pekan lalu.

Pada perdagangan hari ini Senin (21/4/2025) hingga pukul 06.12 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,66% di posisi US$3.349,48 per troy ons.

Equityworld Futures | Harga Emas Diramal Melonjak hingga Level Ini

Sementara pada perdagangan terakhir pekan lalu, Kamis (17/4/2025), harga emas dunia di pasar spot turun 0,47% di level US$3.327,54 per troy ons. Sebelum ditutup melemah, harga emas sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan intraday di level US$3.357,4 per troy ons.

Harga emas sempat merosot pada perdagangan Kamis setelah kenaikan tajam pada sesi sebelumnya karena investor membukukan keuntungan menjelang akhir pekan yang panjang, meskipun dolar yang melemah dan meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China membuat emas batangan tetap berada di atas level US$3.300 per troy ons.

"Saya pikir (emas) cukup overbought dan ada beberapa aksi ambil untung, namun penurunan besar dalam harga emas akan terjadi karena lanskap menjelang tahun 2025 masih sangat tidak pasti," ujar analis Marex Edward Meir, kepada Reuters.

Harga emas melonjak 3,6% pada perdagangan Rabu, didorong oleh perintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membuka penyelidikan terhadap potensi tarif pada semua impor mineral penting, selain tinjauan terhadap impor farmasi dan chip.

"Ada beberapa risiko bahwa kesepakatan perdagangan dapat diumumkan selama akhir pekan, sangat mungkin dengan Jepang. Namun, lintasan emas tetap lebih tinggi mengingat ketidakpastian dan kekhawatiran mendalam yang terus mengkhawatirkan pasar aset," ujar Tai Wong, seorang pedagang logam independen.

Trump menggembar-gemborkan "kemajuan besar" dalam pembicaraan tarif dengan Jepang pada  Rabu, dalam salah satu putaran pertama negosiasi tatap muka sejak rentetan bea masuknya pada impor global mengguncang pasar dan memicu ketakutan resesi.

"Kami tetap optimis terhadap emas. Meski demikian, koreksi jangka pendek kemungkinan akan terjadi karena pelaku pasar taktis mengambil untung atau mungkin mengalami margin call yang dipicu oleh putaran likuidasi ekuitas lainnya," ujar konsultan Metals Focus.

Harga Emas Pekan Ini

Harga emas pada pagi hari ini mulai menguat lagi setelah melemah. Harga menguat di tengah wait and see pelaku investor menunggu hasil rapat suku bunga bank sentral China.
Sebagai catatan, China adalah konsumen terbesar emas di dunia sehingga pergerakan di negara tersebut akan sangat menentukan.

Harga emas pekan ini juga masih akan diwarnai dengan gejolak perang dagang serta rapat penting bank sentral seluruh dunia di markas Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington DC.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Rabu, 16 April 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Rekor (Lagi) Pagi Ini, Mending Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga Emas Rekor (Lagi) Pagi Ini, Mending Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga emas dunia bergerak naik pada perdagangan pagi ini. Rekor baru pun tercipta.

Equityworld Futures | Arah Tarif Trump Tak Pasti, Harga Emas Makin Bersinar

Pada Rabu (16/4/2025) pukul 07:08 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 3.258,3/troy ons. Naik 0,22% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi sepanjang masa.

Kemarin, harga sang logam mulia pun melesat. Terjadi kenaikan 1,2% dan harga ditutup di US$ 3.251/troy ons.

Sepanjang tahun ini (year-to-date), harga emas sudah melonjak 23,57%. Dalam setahun terakhir, harga meroket 36,42%.

Perkembangan di Amerika Serikat (AS) masih menjadi pendorong harga emas. Bloomberg News mengabarkan, Departemen Perdagangan AS sedang mengkaji dampak dari impor semikonduktor dan produk farmasi. Biasanya langkah ini adalah awal untuk menerapkan tarif bea masuk baru yang lebih tinggi.

Langkah AS kemungkinan besar akan dibalas oleh negara-negara yang terkena dampak dari pengenaan tarif bea masuk tinggi. Akibatnya, perang dagang dalam skala global sulit terhindarkan.

Saat perang dagang terjadi, maka arus perdagangan dunia akan terhambat. Alhasil, pertumbuhan ekonomi akan melambat bahkan sudah ada pembicaraan soal resesi.

Emas adalah aset yang dianggap aman (safe haven asset). Saat situasi sedang penuh turbulensi, investor akan memburu emas untuk menyelamatkan diri.

Berbagai bank besar pun bersikap bullish terhadap emas. Terbaru, Goldman Sachs Group Inc memperkirakan harga emas bisa menyentuh US$ 4.000/troy ons pada pertengahan 2026.

Lalu bagaimana proyeksi harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati pelaku pasar?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertengger di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 70,43.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Akan tetapi, RSI di atas 70 juga menjadi sinyal sudah jenuh beli (overbought).

Sedangkan indikator Stochastic RSI ada di 77,33. Menghuni area beli (long) yang sangat kuat, bahkan hampir jenuh.

Namun dengan kenaikan yang sudah begitu pesat, harga emas berisiko terkoreksi. Cermati pivot point di US$ 3.238/troy ons.

Dari pivot point tersebut, harga emas bisa menguji support US$ 3.226/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 3.133/troy ons kemungkinan menjadi target selanjutnya.

Adapun target resisten terdekat ada di US$ 3.266/troy ons. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga emas ke arah US$ 3.273/troy ons.

Demo Ewf 

Demo Equityworld

Senin, 14 April 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Sedikit Meredup ke US$ 3.223,67 Senin (14/4) Pagi, Ini Penyebabnya

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Sedikit Meredup ke US$ 3.223,67 Senin (14/4) Pagi, Ini Penyebabnya

Equityworld Futures | Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (14/4), setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pengecualian tarif impor terhadap sejumlah barang elektronik seperti ponsel dan komputer yang sebagian besar diimpor dari China.

Equityworld Futures | Pakar Sebut Harga Emas Nasibnya Bakal Begini

Melansir Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,4% ke level US$ 3.223,67 per ons troi pada pukul 00.36 GMT.

Sehari sebelumnya, emas sempat menyentuh rekor tertinggi di US$ 3.245,28. Sementara itu, harga emas berjangka AS melemah 0,1% ke US$ 3.240,90.

Sebelumnya, harga emas melonjak menembus level US$ 3.200 per ons troi untuk pertama kalinya pada Jumat (11/4) akibat memanasnya tensi dagang antara AS dan China yang mengguncang pasar global.

Namun, pada Jumat malam, Gedung Putih mengumumkan pengecualian terhadap tarif “resiprokal” yang akan diberlakukan pada produk seperti smartphone, komputer, dan beberapa komponen elektronik lainnya.

Meski begitu, Trump menegaskan pada Minggu (13/4) bahwa pengecualian ini bersifat sementara.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut bahwa produk-produk tersebut tetap dikenai "Tarif Fentanyl" sebesar 20%, namun dipindahkan ke skema tarif lain.

Tekanan Inflasi & Suku Bunga

Di sisi lain, data ekonomi menunjukkan bahwa indeks harga produsen (PPI) AS secara mengejutkan turun 0,4% pada Maret, namun tarif impor yang baru diperkirakan akan mendorong inflasi dalam beberapa bulan ke depan.

Trader kini memperkirakan pemangkasan suku bunga acuan AS hingga 80 basis poin pada akhir 2025.

Lingkungan suku bunga rendah biasanya mendukung permintaan emas sebagai aset lindung nilai, terutama karena emas tidak memberikan imbal hasil (non-yielding).

Selain itu, emas juga menjadi aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik dan ketegangan dagang global.

Para analis juga mencatat bahwa premi harga emas di China—konsumen emas terbesar dunia—melebar terhadap harga acuan global pekan lalu.

Hal ini mencerminkan peningkatan permintaan dari investor dan konsumen yang mencari perlindungan dari eskalasi perang dagang dengan AS.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak turun 0,7% ke US$ 32,04 per ons troi. Sementara itu, platinum naik 0,7% ke US$ 949,25 dan palladium juga menguat 0,7% ke US$ 922,25.

Demo Ewf  

Demo Equityworld