Rabu, 07 Agustus 2019

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Terus Rekor, Efek Ijtimak Ulama IV di Bogor?

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Terus Rekor, Efek Ijtimak Ulama IV di Bogor?

Equityworld Futures | Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terus mencetak rekor baru. Pada Selasa kemarin (6/8/2019), kenaikan bahkan mencapai Rp 15.000 (2,22%) menjadi Rp 690.000/gram jika dibandingkan sehari sebelumnya yang dipatok Rp 675.000/gram.

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam Selasa (6/8/2019), harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram menguat menjadi Rp 69 juta dari harga Senin (5/8/2019) Rp 67,5 juta per batang.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga naik menjadi Rp 666.000/gram dari Rp 653.000/gram sehari sebelumnya. Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Kinclongnya harga emas dalam beberapa hari terakhir hampir berbarengan dengan momentum pelaksanaan Ijtimak Ulama IV di Hotel Lor In, Sentul, Bogor. Mengutip detik.com, Ijtimak atau forum berkumpulnya para ulama tersebut menghasilkan 8 poin yang dibacakan oleh Yusuf Martak sebagai penanggung jawab.


Salah satu poin secara khusus berkaitan dengan investasi emas.

"Menyerukan kepada umat Islam untuk mengkonversi simpanan dalam bentuk logam mulia," ungkap Yusuf Martak yang juga Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) ini, Senin (5/8/2019), saat membacakan putusan nomor 6.

Berikut isi lengkap 8 rekomendasi Ijtimak Ulama IV:

1. Menolak kekuasaan yang berdiri atas dasar kecurangan dan kezaliman serta mengambil jarak dengan kekuasaan tersebut

2. Menolak segala putusan hukum yang tidak memenuhi prinsip keadilan.

3. Mengajak seluruh ulama dan umat untuk terus berjuang dan memperjuangkan

-3.1. Penegakan hukum terhadap penodaan agama apapun, oleh siapapun sesuai amanat undang-undang anti penodaan agama, dan tertuang dalam MPRS Nomor 1 tahun 1995 juncto UU Nomor 5 tahun 1999, juncto pasal 156 a

-3.2. Mencegah bangkitnya ideologi marxisme, leninisme, komunisme, maoisme, dalam bentuk apapun dan cara apapun. Sesuai amanat TAP MPRS Nomor 28 Tahun 1966, UU Nomor 27 Tahun 1999 juncto KUHP Pasal 1,107 a, 107 b, 107 c, 107 d, dan 107 e.

-3.3. Menolak segala bentuk perwujudan tatanan ekonomi kapitalisme, dan liberalisme, di segala bidang termasuk penjualan aset negara kepada asing maupun aseng. Dan memberikan kesempatan pada semua pribumi, tanpa memandang suku maupun agama untuk menjadi tuan di negeri sendiri.

-3.4. Pembentukan tim investigasi dan advokasi untuk mengusut tuntas tragedi 2019, yang terkait kematian lebih dari 500 petugas pemilu, tanpa otopsi dan lebih dari 11 ribu petugas pemilu, yang jatuh sakit serta ratusan rakyat yang terluka, ditangkap, dan disiksa bahkan 10 orang dibunuh secara keji dan 4 di antaranya adalah anak-anak.

-3.5. Menghentikan agenda pembubaran ormas islam serta stop kriminalisasi ulama, maupun persekusi, dan serta membebaskan semua ulama dan aktivis 212 beserta simpatisan yang ditahan, dipenjara pasca aksi 212 tahun 2016 hingga kini, dari segala tuntutan, serta memulangkan imam besar umat Islam Indonesia Habib Muhammad Rizieq bin Husain Shihab ke Indonesia tanpa syarat apapun.

-3.6 Mewujudkan NKRI syariah yang berdasarkan pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan, dan batang tubuh UU 1945 dengan prinsip ayat suci, di atas ayat konstitusi, agar diimplementasikan dalam kehidupan beragama berbangsa dan bernegara.

4. Perlunya ijtimak ulama dilembagakan sebagai wadah musyawarah antara habaib dan ulama, serta tokoh istiqomah untuk terus menjaga kemaslahatan agama bangsa dan negara.

Equityworld Futures


Harga Emas Naik Dekati Harga Tertinggi | Equityworld Futures



5. Perlunya dibangun kerja sama dari pusat hingga daerah, antar ormas Islam dan parpol yang selama ini istiqomah berjuang bersama habaib dan ulama, serta umat islam dalam membela agama bangsa dan negara.

6. Menyerukan kepada umat Islam untuk mengkonversi simpanan dalam bentuk logam mulia

7. Membangun sistem kaderisasi yang sistematis, dan terencana, sebagai upaya melahirkan generasi islam yang tangguh dan berkualitas.

8. Memberikan perhatian secara khusus terhadap isu dan masalah substansial, tentang perempuan anak dan keluarga melalui berbagai kebijakan dan regulasi yang tidak bertentangan dengan agama, dan budaya. Hasbunallah nimal wakil, nimal maula wanimal nasir.

Selasa, 06 Agustus 2019

Equity World | Apakah Emas 'Ditakdirkan' Terus Menguat?

Equity World | Apakah Emas 'Ditakdirkan' Terus Menguat?

Equity World | Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan hari ini hingga mencapai level tertinggi enam tahun atau tepatnya sejak awal Mei 2013. Sampai kapan sang logam mulia terus menanjak?

Pada Senin (5/8/2019) pukul 13:25 WIB, emas diperdagangkan menguat 1,2% ke US$ 1.458,49/troy ounce atau Rp 669.217/gram, (kurs US$ 1 = Rp 14.270) berdasarkan data investing.com.

Logam mulia ini mulai melesat menguat sejak perdagangan Kamis pekan lalu. Penyebabnya adalah langkah Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserves/The Fed yang menurunkan suku bunga acuan ke 2-2,25%.


Penurunan suku bunga, walau tidak agresif, bisa membuat dolar AS kurang menarik. Emas merupakan aset tanpa imbal hasil, sehingga semakin rendah suku bunga di AS dan secara global akan memberikan keuntungan yang lebih besar dalam memegang aset ini.

Dengan panduan kebijakan pemangkasan yang tidak agresif dari The Fed, begitu juga bank sentral utama dunia yang tidak terlalu dovish, laju kenaikan harga emas sepertinya akan terhenti, dan kembali ke bawah level US$ 1.400.

Namun, tiba-tiba Presiden AS Donald Trump menegaskan akan memberlakukan tarif bea impor 10% terhadap produk China senilai US$ 300 miliar, berlaku mulai 1 September. Padahal delegasi AS baru saja kembali dari negosiasi dagang di Shanghai, perundingan yang disebut cukup konstruktif oleh kedua belah pihak.

Pernyataan Trump membuat China naik darah. Beijing menegaskan siap jika harus meladeni AS dalam perang dagang.

"Posisi China sangat jelas. Kalau AS ingin berdialog, mari kita berdialog. Namun kalau AS ingin perang, mari kita berperang," tegas Zhang Jun, Duta Besar China untuk PBB, dikutip dari Reuters.

Eskalasi perang dagang kedua negara tentunya membuat pertumbuhan ekonomi global bisa melambat lebih dalam, yang membuat investor mengalihkan investasinya ke aset-aset amat (safe haven) seperti emas.

Equity World


 Lagi, Harga Emas Dunia Sentuh Rekor dalam 6 Tahun! | Equity World


Efek lain dari eskalasi perang dagang AS-China yang menyeret pertumbuhan ekonomi global akan merembet pada kebijakan moneter The Fed dan bank sentral utama lainnya.

Mengutip Fedwatch, probabilitas penurunan suku bunga acuan Negeri Paman Sam me 1,75-2% bulan depan mencapai 74,2%. Piranti yang sama menunjukkan probabilitas suku bunga acuan berada di 1,5%-1,75% pada akhir 2019 adalah 43,1%, tertinggi dibandingkan yang lainnya.

Nah, dari kebijakan The Fed tersebut akan menjalar ke European Central Bank (ECB) dan Bank of Japan (BoJ). Mata uang euro dan yen kembali menguat melawan dolar AS, yang tentunya memberikan tekanan bagi ECB dan BOJ untuk melonggarkan kebijakan moneter guna meredam apresiasi yang berlebihan.

Kurs yen bahkan saat ini mencapai level terkuat tujuh bulan, yang membuat Kementerian Keuangan Jepang, BOJ, serta Otoritas Jasa Keuangan (FSA) Jepang mengadakan pertemuan dadakan untuk membahas pergerakan yen yang dikatakan membuat gugup pasar finansial.

Melihat semua background yang mendukung, emas sepertinya memang 'ditakdirkan' untuk terus menguat. Namun, apakah mampu mengulang kembali siklus kenaikan seperti satu dekade lalu?

Sebelum berangan-angan emas bisa mencapai rekor tertinggi US$ 1.920/troy ounce, ada baiknya melihat potensi pergerakan emas dalam jangka pendek. Simak analisisnya di halaman berikut.

Senin, 05 Agustus 2019

Equity World | Awali Pekan, Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 Per Gram

Equity World | Awali Pekan, Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 Per Gram

Equity World | Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Senin (5/8/2019) naik tipis Rp 2.000 menjadi Rp 724.000 per gram. Seperti dikutip dari situs perdagangan Logam Mulia Antam, untuk harga buyback emas Antam pada perdagangan hari ini pun naik Rp 2.000 menjadi Rp 653.000 per gram. Artinya, jika Anda menjual emas, Antam akan membeli di harga Rp 653.000 per gram. Sebagai catatan, harga emas Antam tersebut berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.

Equity World


Lagi, Harga Emas Dunia Sentuh Rekor dalam 6 Tahun!  | Equity World


Adapun sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017 pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45 persen, sertakan nomor NPWP setiap kali transaksi. Setiap pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22. Berikut rincian harga emas Antam:
Emas batangan 0,5 gram Rp 386.500
Emas batangan 1 gram Rp 724.000
Emas batangan 3 gram Rp Rp 2.074.000
Emas batangan 5 gram Rp 3.440.000
Emas batangan 10 gram Rp 6.815.000
Emas batangan 25 gram Rp 16.930.000
Emas batangan 50 gram Rp 33.785.000
Emas batangan 100 gram Rp 67.500.000


Jumat, 02 Agustus 2019

Equity World | Beli Emas di Pegadaian Lebih Murah dari Antam, Kok Bisa?

Equity World | Beli Emas di Pegadaian Lebih Murah dari Antam, Kok Bisa?

Equity World | PT Pegadaian (Persero) melalui layanan tabungan emas menjual emas dengan harga yang lebih murah dibandingkan Antam. Harga beli emas di layanan tabungan emas Pegadaian sebesar Rp 655.000/gram dan harga jualnya Rp 676.000.

Sedangkan, harga emas Antam hari ini Rp 702.500/gram, dan harga buyback hari ini Rp 631.000/gram.

Lalu, apa yang membuat harga emas di Pegadaian lebih murah?

"Harga emas kami kan lebih murah dari harga yang ada di luar, sebut saja harga Antam atau harga yang lain. Kenapa murah? Karena harga Pegadaian belinya satu kilogram emas. Tapi kalau kalian beli yang 0,5-1 gram itu ada ongkos cetak, nah itu yang membuat lebih mahal. Makanya kalau kalian mau beli untuk investasi, bukan pajangan, beli di Pegadaian lebih murah," jelas Direktur TI dan Digital Pegadaian Teguh Wahyono dalam acara Ngopi Pagi Bersama BUMN di The Gade Coffee and Gold, Gedung Sinergi 8 Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Teguh menjelaskan, nasabah bisa mendapatkan keuntungan layaknya investasi emas lainnya. Mereka bisa mendapatkan keuntungan ketika menjual lebih tinggi dari harga beli atau sesuai harga emas pada saat itu.

"Untungnya itu didapat kalau beli berapa, kalau pas jual berapa, namanya capital gain," ujar Teguh.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengatakan, biaya administrasi yang dikenakan Pegadaian untuk tabungan emas pun masih terjangkau, dan biaya administrasi di luar biaya titip emas pun hanya dilakukan sekali.

"Kita cuma kasih biaya administrasi sekali, biaya titip ada tapi hanya Rp 30.000. Kalau mau jual emas tidak dikenakan biaya," jelas Kuswiyoto.

Biaya administrasi awal untuk tabung emas di Pegadaian hanya Rp 10.000. Sedangkan, biaya fasilitas titipan selama 12 bulan sebesar Rp 30.000.

Lalu, meskipun saat ini harga emas masih tinggi, menurut Teguh justru pembelinya pada bulan Juni 2019 masih ada peningkatan. Namun, memang beberapa waktu terakhir ini terutama setelah lebaran user Pegadaian lebih banyak yang melakukan buy back.

"Penjualannya masih stabil ya. Memang banyak juga yang buyback. Tapi pembeli pada bulan Juni 2019 ada kenaikan," terangnya.

Gold Card

Pegadaian mau mengembangkan layanannya dengan meluncurkan Gold Card bagi nasabah yang menabung emas atau menitipkan emas di Pegadaian. Gold Card ini nantinya berfungsi layaknya kartu debit sekaligus kredit.

"Barang siapa memiliki tabungan emas di Pegadaian kami akan memberikan Gold Card. Jadi kita bisa belanja dimana saja menggunakan Gold Card dengan basis tabungan emas di Pegadaian. Nanti ada ATM-nya, pelayanannya pun akan sama dengan perbankan," kata Kuswiyoto.

Pada kesempatan yang sama, Direktur TI dan Digital Pegadaian Teguh Wahyono mengatakan, pihaknya akan segera meluncurkan Gold Card tahun ini.

"Kami lagi kembangkan, insyaallah tahun ini pasti keluar, selesai," ujar Teguh.

Teguh mengatakan, ada beberapa hal yang masih berproses sehingga Gold Card belum bisa diluncurkan. Pertama, yaitu menentukan fisik kartu. Kedua, menentukan fungsi Gold Card sebagai kartu debit atau kredit. Ketiga, pihaknya sedang mempertimbangkan apakah mau mengajukan izin sendiri kepada OJK atau bekerja sama dengan lembaga keuangan yang sudah punya izin OJK.

"Kita sedang menentukan, kartunya mau kartu fisik atau kartu paper yang seperti biasa itu, kita masih pertimbangkan. Kedua kita sedang pertimbangkan apakah mau debit card atau credit card, sedang kita gali. Dan mungkin kita akan kerja sama dengan yang sudah punya license. Gold Card itu perlu izin OJK. Sedang kita bahas apakah kita mau menerbitkan izin sendiri atau kerja sama dengan yang sudah punya license. Itu dalam proses," terang Teguh.

Perbedaannya Gold Card dengan kartu debit yaitu tak ada pengurangan saldo tabungan secara langsung. Nantinya, di akhir bulan pada saat tagihan keluar maka nasabah Pegadaian dapat membayar dengan menjual tabungan emas ke Pegadaian kembali, atau menggadaikan emas tersebut.

"Kartu debit kan kas, kalau ini emas. Bedanya, kalau kartu debit kan selalu mengurangi saldo. Kalau ini tidak begitu, bisa jadi nanti ketika akan bayar tidak harus dari situ, bisa jadi langsung mengurangi emasnya, bisa juga menggadaikan emasnya. Bisa juga ambil loan, ambil pinjaman. Jadi modelnya lebih keren dari debit maupun credit card. bedanya di situ," paparnya.

Equity World


Investasi Emas Lebih Untung Dibanding Investasi Lain, Ini Alasannya | Equity World



Sedangkan, perbedaan Gold Card ini dengan kartu kredit yaitu ada simpanan emas. Pasalnya, kalau kartu kredit dapat melakukan pinjaman tanpa harus ada simpanan layaknya tabungan emas di Pegadaian.

"Kalau credit card kan kalian nggak punya apa-apa. Kalau Gold Card itu kalian punya simpanan emas. Jadi under lying-nya itu jelas. Maka dari itu Gold Card ini hanya diterbitkan bagi orang yang punya tabungan emas di Pegadaian atau yang titip emas di Pegadaian," imbuh dia.

Saat ini, Pegadaian sendiri telah membentuk kerja sama dengan beberapa fintech yang sudah memiliki izin OJK. Kerja sama ini dilakukan untuk mengembangkan aplikasi fintech dalam OJK sendiri.

"Memang kita akan ke sana (membuat fintech). Kita akan kerja sama dengan Investree dan juga beberapa fintech yang sudah license OJK. Dan kita sudah punya direct loan dengan dia (Investree). Kita akan buat start up dalam Pegadaian, kita akan masuk ke sana. Kita sudah jalan dengan fintech yang sudah punya license di OJK. Insyaallah awal bulan depan sudah ada yang selesai," tandasnya.