Equity World | Dibuka Memerah, Bursa Saham Asia Tiba-tiba Rebound
Equity World | Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia dibuka melemah pada perdagangan pertama di pekan ini: indeks Nikkei turun 0,1%, indeks Shanghai turun 0,05%, indeks Straits Times turun 0,38%, dan indeks Kospi turun 0,18%.
Namun pada perdagangan pukul 9.17 WIB, Senin ini (17/6/) mayoritas saham Asia berbalik arah menguat: Nikkei naik 0,18%, Hang Seng menguat 1,20%, Shanghai naik 0,46%, dan Straits Times menguat 0,00% atau 0,12 poin.
Namun pergerakan bursa Asia dibayangi beberapa sentimen yang bisa menekan pasar. Lagi-lagi, panasnya bara perang dagang membuat bursa Asia bisa saja bergerak di zona merah. Pertama, ada perang dagang AS-China. Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan dengan Presiden China Xi Jinping di gelaran KTT G-20 pada akhir bulan ini di Jepang masih juga belum jelas.
Semakin mendekati akhir bulan Juni, belum ada kepastian bahwa keduanya akan bertemu, walau memang Washington masih ingin kedua pemimpin negara bertemu guna membuka jalan menuju damai dagang.
"Namun belum ada proses formalisasi," ujar Lawrence Kudlow, Penasihat Ekonomi Gedung Putih, mengutip Reuters.
Sebelumnya, pejabat senior di lingkungan pemerintahan China mengungkapkan bahwa Beijing bahkan belum melakukan apapun terkait rencana pertemuan Trump-Xi.
"Bagi China, yang penting adalah protokol dan bagaimana beliau dihormati. China tidak ingin Xi pergi ke sebuah pertemuan yang akan mempermalukan dirinya," tegas sang pejabat, dikutip dari Reuters.
Equity World
Harga Emas Bakal Berkilau Pekan Ini | Equity World
Sekedar mengingatkan, Trump sebelumnya sudah mengancam bahwa dirinya akan membebankan bea masuk tambahan bagi produk impor asal China jika Xi sampai tak menemuinya di sela-sela KTT G-20 nanti.
Kedua, ada perang dagang AS-India. Mulai tanggal 5 Juni, AS memutuskan untuk menghapus fasilitas Generalized System of Preference (GSP) yang diberikan kepada India. Sejatinya, fasilitas ini membuat berbagai produk made in India bebas bea masuk di AS, di mana nilainya ditaksir mencapai US$ 5,6 miliar.
Namun, Trump memutuskan untuk meniadakan fasilitas itu karena dinilai mengancam industri dan kepentingan dalam negeri. India pun tidak terima dan membalas dengan menerapkan bea masuk untuk 28 produk AS seperti kacang almon, walnut, dan apel yang berlaku mulai minggu (16/6/2019) waktu setempat.
Dengan meletusnya perang dagang AS-India, dikhawatirkan laju perekonomian dunia akan semakin tertekan.
Senin, 17 Juni 2019
Jumat, 14 Juni 2019
Equity World | Harga Minyak Melejit, Wall Street Tutup di Zona Positif
Equity World | Harga Minyak Melejit, Wall Street Tutup di Zona Positif
Equity World | Indeks-indeks acuan Wall Street ditutup di zona positif, Kamis (13/6/2019), didorong oleh menguatnya saham-saham sektor energi setelah harga minyak naik tajam.
Dow Jones Industrial Average menguat 0,39%, S&P 500 bertambah 0,41%, dan Nasdaq Composite melompat 0,57%. Indeks sektor energi di S&P 500 naik 1,26%, tertinggi di antara yang lainnya.
Para investor memburu saham-saham energi setelah harga minyak dunia melompat tajam. Hingga pukul 05:10 WIB, harga minyak jenis brent dan light sweet melonjak masing-masing 2,1% dan 1,88%.
Equity World
Harga emas menyentuh level tertinggi sejak Februari 2019 | Equity World
Kenaikan harga minyak ini disebabkan oleh serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman, Kamis waktu setempat. Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh Iran sebagai dalang serangan itu.
Melonjaknya harga minyak ini terjadi setelah komoditas emas hitam itu menyentuh harga terendah dalam lima bulan terakhir di tengah meningkatnya pasokan AS dan kekhawatiran melemahnya permintaan, dilansir dari CNBC International.
Equity World | Indeks-indeks acuan Wall Street ditutup di zona positif, Kamis (13/6/2019), didorong oleh menguatnya saham-saham sektor energi setelah harga minyak naik tajam.
Dow Jones Industrial Average menguat 0,39%, S&P 500 bertambah 0,41%, dan Nasdaq Composite melompat 0,57%. Indeks sektor energi di S&P 500 naik 1,26%, tertinggi di antara yang lainnya.
Para investor memburu saham-saham energi setelah harga minyak dunia melompat tajam. Hingga pukul 05:10 WIB, harga minyak jenis brent dan light sweet melonjak masing-masing 2,1% dan 1,88%.
Equity World
Harga emas menyentuh level tertinggi sejak Februari 2019 | Equity World
Kenaikan harga minyak ini disebabkan oleh serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman, Kamis waktu setempat. Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh Iran sebagai dalang serangan itu.
Melonjaknya harga minyak ini terjadi setelah komoditas emas hitam itu menyentuh harga terendah dalam lima bulan terakhir di tengah meningkatnya pasokan AS dan kekhawatiran melemahnya permintaan, dilansir dari CNBC International.
Rabu, 12 Juni 2019
Equity World | Harga Emas Antam Sempat Sentuh Rekor Tertinggi, Simak Prospeknya Tahun Ini
Equity World | Harga Emas Antam Sempat Sentuh Rekor Tertinggi, Simak Prospeknya Tahun Ini
Equity World | Selepas libur panjang, harga emas batangan keluaran PT Aneka Tambang Tbk (Antam) semakin kinclong. Buktinya, emas batangan yang dijual di Logammulia, anak usaha Antam, berhasil mencetak rekor tertingginya di awal pekan ini.
Harga Emas Tertekan Aksi Ambil Untung | Equity World
Equity World
Senin (10/6) lalu, harga emas batangan Antam menyentuh Rp 681.000 per gram. Ini jadi rekor tertinggi emas jualan Antam sepanjang masa. Namun, hal tersebut tak bertahan lama. Kemarin, harganya turun Rp 8.000 menjadi Rp 673.000 per gram.
Equity World | Selepas libur panjang, harga emas batangan keluaran PT Aneka Tambang Tbk (Antam) semakin kinclong. Buktinya, emas batangan yang dijual di Logammulia, anak usaha Antam, berhasil mencetak rekor tertingginya di awal pekan ini.
Harga Emas Tertekan Aksi Ambil Untung | Equity World
Equity World
Senin (10/6) lalu, harga emas batangan Antam menyentuh Rp 681.000 per gram. Ini jadi rekor tertinggi emas jualan Antam sepanjang masa. Namun, hal tersebut tak bertahan lama. Kemarin, harganya turun Rp 8.000 menjadi Rp 673.000 per gram.
Jumat, 31 Mei 2019
Equity World | Harpitnas, Harga Emas Antam Stabil & Tak Bergairah
Equity World | Harpitnas, Harga Emas Antam Stabil & Tak Bergairah
Equity World | Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) stagnan pada Rp 613.000 per gram pada hari kejepit nasional (harpitnas) ini (Jumat, 31/5/2019), dari posisi Rabu lalu. Stagnasi harga sudah terjadi dalam 2 hari perdagangan terakhir.
Stabilnya harga emas tersebut seiring dengan lesunya kondisi pasar keuangan domestik menjelang libur panjang Lebaran 2019, yang tidak senada dengan kondisi harga emas di pasar spot global yang masih naik karena ketegangan perang dagang China-Amerika Serikat.
Equity World
Harga Emas Global Tertekan Kenaikan Dolar & Yield Treasury AS | Equity World
Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram masih stabil pada Rp 61,3 juta dari harga Rabu kemarin.
Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam.
Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.
Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga stagnan hari ini pada Rp 587.000 per gram dari harga sebelumnya.
Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.
Terkait dengan harga emas di pasar spot global yang lumrah menjadi acuan emas Antam, kemarin harga logam mulia ini sudah mencapai US$ 1.288,5 per troy ounce, naik dari US$ 1.279,2 per troy ounce pada hari sebelumnya.
Hari ini, harga emas di pasar spot masih naik sebesar 0,21% di level US$ 1.291,24 per troy ounce dan membentuk tren penguatan setelah berturut-turut naik dalam 3 hari terakhir.
Selain emas Antam biasa, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama.
Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar.
Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%. Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%.
Stabilnya harga emas ukuran kecil itu mengindikasikan risiko yang stagnan kemarin.
Beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga.
Penguatan harga emas Antam biasanya mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri.
Equity World | Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) stagnan pada Rp 613.000 per gram pada hari kejepit nasional (harpitnas) ini (Jumat, 31/5/2019), dari posisi Rabu lalu. Stagnasi harga sudah terjadi dalam 2 hari perdagangan terakhir.
Stabilnya harga emas tersebut seiring dengan lesunya kondisi pasar keuangan domestik menjelang libur panjang Lebaran 2019, yang tidak senada dengan kondisi harga emas di pasar spot global yang masih naik karena ketegangan perang dagang China-Amerika Serikat.
Equity World
Harga Emas Global Tertekan Kenaikan Dolar & Yield Treasury AS | Equity World
Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram masih stabil pada Rp 61,3 juta dari harga Rabu kemarin.
Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam.
Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.
Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga stagnan hari ini pada Rp 587.000 per gram dari harga sebelumnya.
Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.
Terkait dengan harga emas di pasar spot global yang lumrah menjadi acuan emas Antam, kemarin harga logam mulia ini sudah mencapai US$ 1.288,5 per troy ounce, naik dari US$ 1.279,2 per troy ounce pada hari sebelumnya.
Hari ini, harga emas di pasar spot masih naik sebesar 0,21% di level US$ 1.291,24 per troy ounce dan membentuk tren penguatan setelah berturut-turut naik dalam 3 hari terakhir.
Selain emas Antam biasa, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama.
Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar.
Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%. Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%.
Stabilnya harga emas ukuran kecil itu mengindikasikan risiko yang stagnan kemarin.
Beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga.
Penguatan harga emas Antam biasanya mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri.
Langganan:
Postingan (Atom)