Senin, 27 Juni 2016

Equity World Futures - Emosional, Messi Putuskan Pensiun Timnas

Equity World Futures - Emosional, Messi Putuskan Pensiun Timnas

Equity World Futures - Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam suasana bersedih setelah kalah di final Copa America Centenario, Lionel Messi mengatakan dirinya pensiun dini dari tim nasional Argentina dan menyebut kesebelasan itu "bukan yang tercipta untuknya."
Argentina kalah melalui drama adu penalti yang berakhir dengan skor 4-2 di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (26/6). Sebelumnya di waktu normal dan perpanjangan waktu pertandingan berlangsung imbang tanpa ada satu gol pun yang tercipta.
 
Messi yang menjadi algojo pertama di drama adu penalti gagal menyarangkan gol. Bola sepakannya melambung tinggi di atas mistar gawang.
Kekalahan ini adalah yang ketiga beruntun di final untuk Argentina. Pada Piala Dunia 2014 mereka ditekuk 0-1 oleh Jerman, sementara di final Copa America 2015 mereka kalah lewat adu penalti dari Chile.
Di Copa America Centenario, Albiceleste --julukan Argentina-- juga kalah dari Chile.
Kekalahan itu membuat Messi melontarkan pernyataan pensiun dari timnas.
"Ini bukan takdir kami. Ini final ketiga kami secara beruntun. Kami sudah berusaha. Ini sangat sukar, ini masa-masa yang sulit untuk dianalisis. Di ruang ganti, saya berpikir bahwa ini sudah selesai untuk saya. Tim ini bukan untuk saya," kata Messi, seperti dikutip dari akun Twitter resmi Argentina.
"Itulah yang saya rasakan saat ini. Ini adalah kesedihan yang mendalam. Saya gagal menyarangkan penalti yang sangat penting. Keputusan ini untuk kebaikan semuanya."
Sementara itu, kiper timnas Argentina, Sergio Romero, mengatakan bahwa keputusan ini belum final dan hanya dikeluarkan Messi karena dirinya terbawa suasana.
Messi sendiri saat ini tercatat sebagai penyerang tersubur dalam di timnas Argentina dengan torehan 55 gol. Satu-satunya gelar yang direbut pemain 29 tahun itu bersama Argentina adalah emas Olimpiade 2008. Equity World Futures

Equity World Futures - IHSG dan Mayoritas Bursa Asia Masih Terpukul oleh Brexit

Equity World Futures - IHSG dan Mayoritas Bursa Asia Masih Terpukul oleh Brexit

Equity World Futures - Jakarta, CNN Indonesia -- Mayoritas bursa saham Asia melemah pada perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (27/6)  terkena sentimen lanjutan dari keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit), tak terkecuali dengan pasar modal Indonesia.
Reuters mencatat, Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 16,25 poin atau 0,34 persen menjadi 4.818. Pelemahan IHSG menyusul koreksi indeks Hang Seng di Hong Kong, yang turun 148,25 poin atau 0,73 persen ke level 20.110.
Sejumlah indeks saham yang juga melemah, antara lain indeks KOSPI di Korea Selatan minus 0,34 persen, dan indeks Straits Times di Singapura melemah 0,33 persen.
"Brexit menambah ketidakpastian ketidakpastian saat ini, terutma mengenai proyek Uni Eropa, dan bahkan sudah memukul turun bursa saham Asia dan pasar ekuitas negara berkembang," ujar Ajay Singh Kapur, equity strategist di Bank of America Merrill Lynch di Hong Kong.
Namun, masih ada beberapa bursa saham regional yang masih mencatatkan kinerja positif di paruh pertama perdagangan hari ini. Adalah pasar modal Jepang, di mana indeks saham utamanya Nikkei menguat 241,94 poin atau 1,62 persen menjadi 15.193,96.
Penguatan juga terjadi di pasar modal Australia sebesar 0,7 persen, dan bursa saham Shanghai menguat 0,86 persen.
"Situasi yang sangat tidak pasti membuat investor masih tidak memiliki gagasan yang jelas untuk menentukan berapa banyak aset berisiko yang harus mereka jual," kata Hiroko Iwasaki,  Senior Foreign Bond Strategist Mizuho Securities. Equity World Futures

Equity World Futures - Libur Lebaran Picu Lonjakan Pengiriman Barang ke Luar Negeri

Equity World Futures - Libur Lebaran Picu Lonjakan Pengiriman Barang ke Luar Negeri

Equity World Futures - Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) memperkirakan tingginya permintaan pengiriman paket selama musim Ramadan dan Lebaran 2016 akan terjadi pekan ini. Tidak hanya pengiriman dalam negeri, namun juga pengiriman ke luar negeri.

Wakil Ketua Asperindo Bidang Internasional Elvis Wendry memperkirakan bakal terjadi lonjakan pengiriman sekitar 20-30 persen pekan ini.
Pasalnya, seluruh perusahaan pengiriman bakal menghentikan sementara layanannya mulai Senin (4/7) pekan depan, karena cuti bersama.

Usai merayakan Idul Fitri pada 6-7 Juli 2016, diperkirakan perusahaan pengiriman baru akan beroperasi lagi pada 11 Juli mendatang.

“Jadi peningkatan volume pengiriman ini tidak berhubungan dengan peningkatan permintaan saat Lebaran. Akan tetapi, berkaitan langsung dengan liburan Lebaran," kata Elvis, dikutip dari kantor berita Antara, Senin (27/6).

Untuk memastikan barang sampai ke alamat tujuan tanpa harus terpotong masa cuti bersama, Elvis memperkirakan bakal banyak pengguna jasa pengiriman yang mengirimkan barang pekan ini.

“Kondisi tersebut berdampak pada tingginya volume pengiriman melalui perusahaan jasa pengiriman barang,” tegasnya.
Hong Kong

Elvis mencatat pengiriman barang ke luar negeri yang dilakukan perusahaan anggota Asosiasi paling banyak dilakukan ke Hong Kong. Jenis barang yang dikirimkan mayoritas furnitur dan garmen.

"Untuk pengiriman seluruhnya, dilakukan melalui udara. Jadi, untuk waktu yang dibutuhkan, lebih cepat dibandingkan pengiriman melalui laut," katanya. Equity World Futures

Equity World Futures - Akibat Brexit, LG dan Samsung Hengkang dari Inggris

Equity World Futures - Akibat Brexit, LG dan Samsung Hengkang dari Inggris

Equity World Futures - Jakarta, CNN Indonesia -- Keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa setelah hasil perhitungan suara hasil Referendum Brexit mulai berdampak pada sejumlah produsen perangkat elektronik yang berinvestasi di negara tersebut.
Salah satu surat kabar asal Korea, The Korea Herald melaporkan bahwa Samsung sudah berancang-ancang untuk memindahkan kantornya yang berada di London ke suatu tempat di daratan Eropa.
Ada sejumlah alasan yang membuat Samsung melakukan hal tersebut. Salah satunya adalah kemungkinan adanya penerapan tarif impor untuk barang yang masuk dari negara yang masih tergabung dalam Uni Eropa.
Alasan lainnya adalah melemahnya mata uang poundsterling. Ini akan membuat harga produk dan komponen elektronik akan semakin mahal.
Tak cuma Samsung, LG juga kabarnya akan melakukan hal yang sama agar bisnisnya tetap bisa bertahan di kawasan Eropa.
Keputusan ini cukup masuk akal mengingat basis produksi LG dan Samsung untuk pasar Eropa berada di Polandia.
Selain mempunyai pabrik di Polandia untuk memproduksi peralatan rumah tangga, ada satu pabrik lagi pabrik yang dimiliki Samsung di Slovakia untuk memproduksi TV.
Beberapa tahun terakhir, pangsa pasar Samsung dan LG di wilayah Eropa sendiri perlahan-lahan juga terus merosot.
Tahun 2013, pangsa pasar Samsung di wilayah Eropa mencapai 21,2 persen. Sementara tahun 2015 lalu turun menjadi 12,8 persen. Pada periode yang sama, pangsa pasar LG yang tadinya 11,2 persen, mengalami penurunan menjadi 10,3 persen. Equity World Futures