Rabu, 31 Desember 2025

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Meledak Lagi, Semua Karena Ulah China

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Meledak Lagi, Semua Karena Ulah China

Equityworld Futures | Harga emas dan perak berhasil rebound usai ambruk pada perdagangan sebelumnya. Kedua logam tersebut bersiap menutup tahun terbaik dalam lebih dari empat dekade.

Equityworld Futures | Perang Logam Dimulai: Harga Emas dan Perak Bangkit, Reli Masih Panjang?

Pada perdagangan Selasa (30/12/2025), harga emas dunia naik 0,34% di level US$4.346,20 per troy ons. Penguatan tersebut menjadi kabar baik usai ambruk tajam hingga 4% lebih pada Senin. Kenaikan salah satunya dipicu ketengan China-Taiwan.

Pada perdagangan hari ini Rabu (31/12/2025) hingga pukul 06.48 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,23% di posisi US$4.336,34 per troy ons.

Logam mulia pulih pada perdagangan Selasa, setelah jatuh tajam pada sesi sebelumnya, karena pasar kembali fokus pada risiko geopolitik dan ekonomi, menghidupkan kembali reli emas untuk menutup tahun terbaiknya sejak 1979.

Perkembangan geopolitik tetap menjadi fokus utama. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Moskow akan merevisi posisi negosiasinya terhadap Ukraina setelah apa yang ia gambarkan sebagai dugaan serangan drone terhadap kediamannya, menambah ketidakpastian baru pada upaya perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat (AS) yang sudah goyah.

Komentar tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik dapat berlanjut, mempertahankan permintaan safe-haven untuk emas dan logam mulia lainnya.

Ketegangan di Timur Tengah juga mendukung sentimen logam mulia setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin bahwa AS akan menyerang Iran lagi jika negara itu mencoba membangun kembali program nuklirnya.

"Saya harap mereka tidak mencoba membangun kekuatan militer lagi, karena jika mereka melakukannya, kita tidak akan punya pilihan selain segera memberantas pembangunan kekuatan tersebut," ujar Trump.

Di Asia, sentimen risiko semakin diuji setelah China meluncurkan latihan militer dengan tembakan langsung selama sekitar 10 jam di sekitar Taiwan pada hari Selasa.

Emas telah menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik tahun ini, didukung oleh peran tradisionalnya sebagai lindung nilai terhadap gejolak geopolitik dan inflasi, serta oleh dolar yang lebih lemah.

"Kemarin kita melihat volatilitas yang sangat ekstrem di mana kita melihat pergerakan kuat dalam perdagangan Asia ke arah atas dan kemudian aksi ambil untung yang cukup besar, tetapi keadaan kembali stabil, perdagangan secara umum tetap menguntungkan," ujar Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.

Emas, yang dipandang sebagai aset safe-haven, telah melonjak 66% sepanjang tahun 2025, kenaikan paling tajam sejak 1979, didorong oleh kombinasi sempurna dari pelonggaran suku bunga, titik konflik geopolitik, pembelian yang kuat oleh bank sentral, dan aliran dana ke ETF yang didukung emas batangan.

Bank Sentral AS (The Federal Reserve) setuju untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember hanya setelah debat yang sangat bernuansa tentang risiko yang dihadapi ekonomi AS saat ini, menurut risalah sesi dua hari terakhir.

The Fed akan bertemu lagi pada 27-28 Januari, dengan investor saat ini memperkirakan suku bunga akan tetap tidak berubah.

Ekspektasi bahwa The Fed akan memberikan pemotongan suku bunga tambahan pada tahun 2026 juga telah mendukung logam mulia. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas, perak, dan platinum.

Terlepas dari faktor-faktor pendukung ini, penurunan tajam pada Senin mencerminkan konsolidasi yang sehat setelah reli yang panjang. Likuiditas yang tipis menjelang akhir tahun juga berkontribusi pada fluktuasi harga yang lebih tajam, memperkuat pergerakan yang didorong oleh aksi ambil untung di seluruh kompleks logam mulia.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Selasa, 30 Desember 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Jeblok 4% Usai Tembus Rekor, Pilih Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga Emas Jeblok 4% Usai Tembus Rekor, Pilih Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga emas dunia ambruk pada perdagangan kemarin. Pagi ini, harga sang logam mulia mencoba bangkit.

Equityworld Futures | Bank Sentral Ramai-Ramai Borong Emas Sepanjang 2025

Pada Senin (29/12/2025), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.333/troy ons. Longsor 4,38% dibandingkan posisi akhir pekan lalu.

Sepertinya investor ‘gatal’ untuk mencairkan keuntungan. Maklum, harga emas sudah naik tinggi sekali.

Meski kemarin anjlok, tetapi harga emas masih membukukan kenaikan 65,59% sepanjang tahun ini (year-to-date). Harga emas menuju kenaikan tahunan terbaik sejak 1979.

Akhir pekan lalu, harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah yakni di atas US$ 4.500/troy ons. Tahun ini, harga emas berkali-kali memperbarui catatan rekor.

“Atmosfer spekulasi sangat kuat. Saat ini situasinya agak ekstrem,” ujar Wang Yanqing, Analis China Futures Ltd, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Pagi ini, harga emas mulai kembali ke jalur pendakian. Pada pukul 07:28 WIB, harga naik 0,39% ke US$ 4.349,5/troy ons.

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana kira-kira prediksi gerak harga emas hari ini, Selasa (30/12/2025)? Berapa saja target yang perlu diwaspadai pelaku pasar?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 53.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas tidak jauh dari 50 sehingga bisa dibilang cenderung netral.

Sementara indikator Stochastic RSI ada di 1. Sudah jauh di bawah 20, sangat jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas berpotensi naik. Cermati pivot point di US$ 4.391/troy ons.

Dari situ, harga emas berpotensi menguji resisten US$ 4.434/troy ons. Jika tertembus, maka resisten selanjutnya ada di US$ 4.450/troy ons.

Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di US$ 4.708/troy ons.

Namun kalau harga emas malah turun lagi, maka target support terdekat adalah US$ 4.335/troy ons. Penembusan di titik ini berisiko memangkas harga emas ke rentang US$ 4.306-4.211/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 4.007/troy ons.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Senin, 29 Desember 2025

Equityworld Futures | Rekor Terus: Harga Emas & Perak Sudah Terbang Lampaui Batas

Equityworld Futures | Rekor Terus: Harga Emas & Perak Sudah Terbang Lampaui Batas

Equityworld Futures | Harga emas dan perak kembali mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah. Kenaikan perak bahkan unggul jauh dibandingkan dengan kenaikan harga emas. Ekspektasi penurunan suku bunga The Federal Reserve Amerika Serikat (AS) dan ketegangan geopolitik yang memicu permintaan aset safe-haven.

Equityworld Futures | Pecah Rekor Terus! Harga Emas Diprediksi Masih Naik & Tembus Segini

Pada perdagangan hari ini Senin (29/12/2025) hingga pukul 06.37 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,07% di posisi US$4.535,29 per troy ons.

Sementara pada perdagangan sebelumnya Jumat (26/12/2025), harga emas dunia naik 1,18% di level US$4.532,28 per troy ons. Penutupan perdagangan tersebut memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa. Sementara pada perdangan intraday, harga emas sempat menyentuh level US$4.549,71 per troy ons.

Emas tetap berada di jalur untuk mencatat kenaikan tahunan terkuat sejak 1979, didukung oleh pelonggaran kebijakan The Fed, pembelian bank sentral, arus masuk ETF, dan tren de-dolarisasi yang berkelanjutan.

Investor tampaknya semakin menyadari bahwa banyak risiko struktural yang dihadapi ekonomi global masih belum terselesaikan. Akibatnya, emas telah menjadi lindung nilai pilihan terhadap ketidakpastian, volatilitas mata uang, dan kesalahan kebijakan. Kemampuan logam mulia ini untuk mempertahankan level yang tinggi, bahkan selama periode sentimen risiko yang membaik, menyoroti kedalaman keyakinan yang mendukung kenaikannya saat ini.

Kenaikan harga emas ke level tertinggi sepanjang masa yang baru telah berlangsung dengan cara yang sangat teratur.

Alih-alih melonjak karena spekulasi yang berlebihan, harga telah naik secara metodis, didukung oleh akumulasi yang berkelanjutan. Setelah mencapai rekor tertinggi pada akhir Oktober, emas sempat terkonsolidasi karena optimisme seputar hubungan perdagangan dan prospek pertumbuhan meredam permintaan defensif.

Jeda itu terbukti berumur pendek. Ketika risiko geopolitik muncul kembali dan ketidakpastian makro kembali menguat, pembeli kembali dengan tegas, mendorong emas ke level tertinggi baru lagi pada Desember.

Tidak adanya pembalikan tajam atau penjualan yang tidak teratur menunjukkan bahwa investor memposisikan diri dengan mempertimbangkan jangka waktu yang lebih panjang, mengantisipasi bahwa risiko global akan tetap tinggi hingga tahun mendatang.

Ekspektasi seputar kebijakan bank sentral tetap menjadi pendorong kuat permintaan emas. Pasar semakin yakin bahwa suku bunga AS telah mencapai puncaknya, dengan harga berjangka menunjukkan penurunan suku bunga tambahan hingga 2025 dan 2026.

Imbal hasil yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil, sehingga meningkatkan daya tarik relatif emas. Perhatian kini terfokus pada rilis notulen rapat The Federal Reserve yang akan datang, yang dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang kesediaan para pembuat kebijakan untuk mempertahankan sikap akomodatif.

Ketidakpastian politik seputar kepemimpinan The Federal Reserve di masa depan telah menambah lapisan pendukung lainnya. Spekulasi bahwa fase kebijakan selanjutnya dapat lebih condong ke arah kebijakan moneter yang longgar telah meningkatkan sensitivitas di seluruh pasar keuangan, memperkuat permintaan aset yang dianggap stabil dan tahan terhadap perubahan kebijakan.

Data pasar tenaga kerja AS baru-baru ini juga telah memperkuat alasan untuk berhati-hati. Angka ketenagakerjaan ADP yang lebih lemah, meningkatnya pengumuman PHK perusahaan, dan keterlambatan pelaporan penggajian semuanya menunjukkan bahwa momentum di pasar tenaga kerja secara bertahap mendingin.

Meskipun indikator-indikator ini belum menunjukkan resesi, mereka memperkuat pandangan bahwa pertumbuhan ekonomi sedang melambat. Dalam lingkungan seperti itu, investor enggan meninggalkan posisi defensif, lebih memilih untuk mempertahankan eksposur terhadap aset yang dapat melindungi dari risiko penurunan dan ketidakpastian kebijakan.

Permintaan emas yang stabil di tengah perkembangan ini mencerminkan kemampuannya untuk berkinerja baik tidak hanya selama krisis, tetapi juga selama periode transisi ketika pertumbuhan melambat dan kepercayaan menjadi tidak merata.

Demo Ewf 

Demo Equityworld

Rabu, 24 Desember 2025

Equityworld Futures | Logam Mulia Bersinar: Harga Emas, Perak, dan Platinum Pecahkan Rekor

Equityworld Futures | Logam Mulia Bersinar: Harga Emas, Perak, dan Platinum Pecahkan Rekor

Equityworld Futures | Harga logam mulia terus mencatat rekor baru pada Selasa (23/12/2025). Perak melanjutkan reli historisnya dengan menembus level penting US$ 70 per ons troi, sementara emas dan platinum juga menyentuh titik tertinggi sepanjang sejarah.

Equityworld Futures | Alasan Harga Emas Bertahan Dekat US$4.500

Melansir Reuters, harga perak spot naik 3,2% menjadi US$ 71,22 per ons troi pada pukul 20.12 WIB, setelah sebelumnya menyentuh rekor US$ 71,49 per ons tri. Sejak awal tahun, harga perak sudah melonjak sekitar 147%. 

“Peningkatan ini dipicu oleh realitas pasar yang defisit selama lima tahun, ditambah permintaan industri yang terus meningkat. Faktor safe-haven, ekspektasi dolar yang melemah, dan imbal hasil yang rendah juga mendorong kenaikan harga,” ujar Peter Grant, Wakil Presiden dan Senior Metals Strategist di Zaner Metals.

Grant memprediksi, target berikutnya untuk perak adalah US$ 75 per ons troi, meski ada kemungkinan harga terkoreksi akibat aksi ambil untung menjelang akhir tahun.

Sementara itu, emas spot naik 1,1% menjadi US$ 4.492,99 per ons troi setelah sempat menyentuh rekor US$ 4.497,55.

Tahun ini, harga emas telah melonjak sekitar 70%, didorong oleh ketegangan geopolitik, penurunan suku bunga AS, pembelian besar-besaran bank sentral, dan tingginya permintaan investasi.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup naik 0,8% di level US$ 4.505,7.

“Diversifikasi cadangan devisa oleh bank sentral akan terus menjadi pendorong utama harga emas hingga akhir dekade,” kata analis SP Angel. 

Mereka memproyeksi emas bisa menembus US$ 5.000 per ons troi tahun depan.

Platinum juga mencatat rekor baru dengan kenaikan 6,8% menjadi US$ 2.268,95 per ons troi, setelah sebelumnya menyentuh US$ 2.274,10 per ons. Palladium naik 6,5% ke level tertinggi tiga tahun, US$ 1.874,22 per ons.

Kedua logam ini banyak digunakan dalam konverter katalitik otomotif untuk mengurangi emisi berbahaya.

Kabar tambahan, Uni Eropa berencana menunda pelarangan mobil berbahan bakar fosil hingga 2035. Hal ini disebut analis Mitsubishi sebagai “dorongan besar bagi logam PGMs (platinum group metals), yang memperpanjang penggunaannya dalam konverter katalitik.” 

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Selasa, 23 Desember 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Dekati US$4.500/Troy Ons, Saham Emiten Emas Melesat

Equityworld Futures | Harga Emas Dekati US$4.500/Troy Ons, Saham Emiten Emas Melesat

Equityworld Futures | Harga emas dunia masih terus naik. Kini harga sang logam mulia telah mendekati level US$ 4.500/US$.

Equityworld Futures | Equityworld Futures Harga Emas 2026: Kilau Tenang yang Simpan Kejutan

Pada Selasa (23/12/2025) pukul 10:33 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 4.487,11/troy ons. Menguat 0,95% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi sepanjang masa.

Dalam sepekan perdagangan terakhir, harga emas naik 4,26% secara point-to-point. Dalam sebulan ke belakang, harga terangkat 8,5%.

Sepanjang 2025 (year-to-date), harga emas sudah naik 70,98%. Harga emas menuju kenaikan tahunan tertinggi sejak 1979.

Lantas bagaimana gerak saham-saham emiten terkait emas di Bursa Efek Indonesia (BEI)? Apakah ikut terangkat seiring lesatan harga emas dunia?

Di BEI, terdapat sejumlah emiten terkait emas. Mereka adalah PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Medco Energy Tbk (MEDC), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT J Resources Indonesia Tbk (PSAB), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Senin, 22 Desember 2025

Equityworld Futures | Harga Emas di Persimpangan: Tembus US$4.900 atau Masuk Zona Bahaya?

Equityworld Futures | Harga Emas di Persimpangan: Tembus US$4.900 atau Masuk Zona Bahaya?

Equityworld Futures | Harga emas berhasil mencatatkan penguatan, sementara harga perak berhasil kembali mencetak rekor tertinggi dalam sejarah. Harga emas mencatatkan kenaikan mingguan karena spekulasi terhadap hasil penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed).

Equityworld Futures | Harga Emas Berpeluang ke US$ 4.500, Ini Strategi yang Disarankan Analis

Pada perdagangan hari ini Senin (22/12/2025)

Sementara pada perdagangan sebelumnya Jumat (19/12/2025), harga emas dunia naik 0,14% di level US$4.337,99 per troy ons.

Harga perak melonjak ke rekor tertinggi pada perdagangan Jumat, didukung oleh permintaan investasi dan ketatnya pasokan, sementara harga emas mencatatkan kenaikan mingguan yang didorong oleh meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed AS.

"Emas dan perak sangat berkorelasi dan biasanya emas memimpin, tetapi dalam dua bulan terakhir, kita melihat perak memimpin. Jadi, setiap kali Anda melihat selisih yang begitu lebar, orang akan mulai memilih emas dan memperketatnya dalam jangka pendek," ujar Michael Matousek, kepala pedagang di U.S. Global Investors.

Perak telah melonjak 132% tahun ini, jauh melampaui kenaikan emas sebesar 65%, didorong oleh permintaan investasi yang kuat dan kendala pasokan.

"Arus ETF (dalam perak) terus mendominasi tema tersebut serta beberapa spekulasi dari investor ritel," ujar Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures.

Data makro semakin memicu optimisme untuk pemotongan suku bunga dengan harga konsumen AS naik 2,7% tahun-ke-tahun pada November, di bawah perkiraan ekonom sebesar 3,1%.

Secara terpisah, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan awal pekan ini bahwa tingkat pengangguran naik menjadi 4,6% pada bulan November, tertinggi sejak September 2021.

"Kita telah melihat data inflasi yang lebih rendah, laporan tenaga kerja yang melemah. Ini benar-benar menegaskan bahwa The Federal Reserve harus terus melanjutkan jalur pelonggaran kebijakan moneter, itu adalah salah satu pendorong utamanya. Kedua adalah banyak ketidakpastian seputar kebijakan bank sentral yang akan diterapkan," tambah Streible.

Para pedagang terus bertaruh pada setidaknya dua kali penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin tahun depan dari The Fed, menurut data LSEG.

Proyeksi Harga Emas

Goldman Sachs GS.N memperkirakan harga emas akan naik 14% menjadi US$4.900 per troy ons pada Desember 2026 dalam skenario dasarnya, demikian dinyatakan dalam sebuah catatan pada hari Kamis, sambil menyebutkan risiko kenaikan terhadap pandangan ini karena potensi perluasan diversifikasi ke investor swasta.

Dalam catatan di mana bank tersebut membahas pandangannya tentang komoditas untuk tahun 2026, Goldman Sachs mengatakan pihaknya memperkirakan permintaan bank sentral yang tinggi secara struktural dan dukungan siklikal dari pemotongan suku bunga The Federal Reserve AS akan menaikkan harga emas. Mereka terus merekomendasikan eksposur jangka panjang pada logam mulia tersebut.

Uji Gelembung dan Perilaku "Eksplosif", Risiko Valuasi Memasuki Narasi Emas

Meskipun pemotongan suku bunga telah mendukung emas, perilaku harga di akhir tahun telah memaksa lembaga-lembaga serius untuk bertanya apakah pergerakan tersebut telah terlalu jauh dan terlalu cepat.

Sebuah studi kuantitatif baru-baru ini menggunakan uji deteksi gelembung standar menemukan bahwa emas dan tolok ukur ekuitas utama AS berada di wilayah "eksplosif" secara bersamaan tumpang tindih yang hanya terjadi sekali dalam lima puluh tahun terakhir.

Uji ini tidak memberi tahu siapa pun kapan koreksi harus dimulai, tetapi menandai bahwa dinamika harga baru-baru ini di XAU telah menyimpang dari perilaku tren normal dan bergerak ke rezim yang saling memperkuat. Hal itu penting pada harga US$4.300-US$4.350 per troy ons.

Pertama, risiko volatilitas lebih tinggi, jika sentimen berubah, pengambilan keuntungan dapat meningkat dengan cepat dalam lingkungan "long yang ramai".

Kedua, kesenjangan likuiditas menjadi lebih mungkin terjadi dalam perdagangan liburan yang tipis, terutama di sekitar batas kalender.

Ketiga, asumsi tradisional bahwa emas secara otomatis menawarkan diversifikasi terhadap risiko ekuitas menjadi kurang dapat diandalkan ketika kedua aset tersebut dicap sebagai "eksplosif" pada saat yang bersamaan.

Narasi gelembung tidak secara otomatis berarti emas harus runtuh, tetapi memaksa para pedagang untuk memperlakukan level saat ini sebagai bagian dari fase yang berkepanjangan dan didorong oleh momentum, bukan sebagai keseimbangan yang nyaman.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Jumat, 19 Desember 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Tergelincir Usai Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan

Equityworld Futures | Harga Emas Tergelincir Usai Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan

Equityworld Futures | Harga emas global tergelincr pada perdagangan Kamis (18/12/2025) waktu setempat, seiring pelaku pasar mencermati data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tipis Setelah Dekati Rekor, Mau Jual atau Beli?

Dikutip dari CNBC internasional, kondisi tersebut mengurangi daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi, meski kenaikan tingkat pengangguran AS pada November menahan tekanan penurunan lebih lanjut.

Harga emas spot tercatat turun 0,12% ke level US$ 4.333,20 per ons troi dan sempat mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di US$ 4.381,21 per ons troi yang dicetak pada 20 Oktober lalu. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 0,23% di posisi US$ 4.363,65 per ons troi.

Analis pasar City Index dan FOREX.com Fawad Razaqzada menilai, pelemahan emas cukup masuk akal setelah rilis data inflasi AS.

“Sekarang inflasi terlihat turun lebih cepat dari perkiraan, sehingga mengurangi minat untuk membeli instrumen lindung nilai inflasi. Emas selama ini menjadi aset utama pelindung inflasi, jadi wajar jika harganya melemah setelah laporan CPI,” ujar Razaqzada.

Data menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) AS naik 2,7% secara tahunan pada November, lebih rendah dibandingkan proyeksi ekonom yang disurvei Reuters sebesar 3,1%. Merespons data tersebut, pasar meningkatkan peluang The Fed untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Januari mendatang.

Razaqzada menambahkan, kenaikan harga emas dalam beberapa tahun terakhir tidak lepas dari tingginya inflasi yang menggerus nilai mata uang fiat. “Sebagian besar penguatan emas selama ini dipicu inflasi tinggi yang melemahkan daya beli mata uang,” katanya.

Sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding), emas cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah dan dikenal luas sebagai pelindung nilai terhadap inflasi.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Kamis, 18 Desember 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Hari Ini 18 Desember Naik Makin Tinggi

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Hari Ini 18 Desember Naik Makin Tinggi

Equityworld Futures | Harga emas menguat seiring harapan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve AS setelah muncul tanda-tanda pasar tenaga kerja melemah, serta meningkatnya ketegangan AS-Venezuela yang mendorong permintaan aset safe-haven.

Equityworld Futures | Harga Emas Mengamuk, Perak Cetak Rekor: Ramalan Terbaru Bikin Ngeri

Spot emas menguat 0,7% ke US$ 4.334,01 per ons, setelah sempat naik lebih dari 1% di awal hari. Kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 1% di US$ 4.373,9.

Data terbaru menunjukkan adanya penambahan 64.000 pekerjaan di AS bulan lalu, lebih tinggi dari ekspektasi, tetapi tingkat pengangguran naik ke 4,6%, tertinggi sejak September 2021.

Kelemahan pasar tenaga kerja dapat meningkatkan kemungkinan pemotongan suku bunga, sehingga menguntungkan aset non-yielding seperti emas.

"Pasar memperkirakan Federal Reserve akan memangkas suku bunga dua kali pada awal 2026, yang bisa terus mendukung emas selama periode itu," kata CEO dan manajer aset DHF Capital SA, Bas Kooijman, seperti dilansir dari Reuters.

Minggu lalu, Federal Reserve AS memangkas suku bunga seperempat poin untuk ketiga kalinya tahun ini. Investor kini memproyeksikan dua kali pemangkasan 25 basis poin pada 2026.

Pasar kini menunggu rilis consumer price index (CPI) November pada Kamis, dan personal consumption expenditures (PCE) price index pada Jumat.

Pada sisi lain, platinum naik 2,2% ke US$ 1.890,60, tertinggi dalam lebih dari 17 tahun, sementara palladium bertambah 2% ke US$ 1.635,61.

Demo Ewf 

Demo Equityworld

Rabu, 17 Desember 2025

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi: S&P 500 Tertekan Saham Sektor Kesehatan dan Energi

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi: S&P 500 Tertekan Saham Sektor Kesehatan dan Energi

Equityworld Futures | Wall Street ditutup bervariasi dengan indeks Nasdaq berhasil pulih dan ditutup menguat. Di sisi lain, indeks S&P 500 dan Dow kembali ditutup melemah, dipengaruhi oleh penurunan saham sektor kesehatan dan energi.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Naik Tipis ke US$ 4.318,4 Rabu (17/12) Pagi, Ini Pemicunya

Selasa (16/12/2025), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 302,30 poin atau 0,62% menjadi 48.114,26, indeks S&P 500 melemah 16,25 poin atau 0,24% ke 6.800,26 dan indeks Nasdaq Composite menguat 54,05 poin atau 0,23% ke 23.111,46. 

Delapan dari 11 sektor industri utama pada indeks S&P 500 ditutup melemah, dengan saham energi memimpin penurunan usai anjlok hampir 3%. Hal tersebut terjadi setelah harga minyak mentah mencapai level terendah sejak 2021. Setali tiga uang, saham sektor kesehatan turun 1,28%. 

Saham sektor kesehatan terbebani koreksi saham Pfizer yang merosot 3,4% setelah perusahaan farmasi tersebut memperkirakan tahun 2026 yang menantang karena penjualan produk COVID-19 yang lebih lemah dan margin yang tertekan.

Saham Humana juga turun 6% setelah perusahaan asuransi kesehatan tersebut mengumumkan perubahan kepemimpinan yang tidak disebutkan secara spesifik. 

Di antara saham-saham lainnya, saham B. Riley melonjak 53,8% setelah bank investasi tersebut melaporkan keuntungan untuk kuartal kedua, dibandingkan dengan kerugian tahun lalu dalam pengajuan triwulanan yang terlambat.

Sementara itu, investor mengevaluasi data ekonomi yang tertunda untuk mengukur prospek kebijakan moneter Federal Reserve untuk tahun depan. 

Laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan peningkatan lapangan kerja non-pertanian sebesar 64.000 pekerjaan pada bulan November setelah penurunan pada bulan Oktober karena pemotongan belanja pemerintah. 

Namun, tingkat pengangguran naik menjadi 4,6% pada bulan November di tengah ketidakpastian ekonomi yang berasal dari kebijakan perdagangan agresif Presiden Donald Trump.

Laporan terpisah pada hari Selasa menunjukkan penjualan ritel stagnan pada bulan Oktober, sedikit di bawah perkiraan ekonom yang disurvei oleh Reuters yang memperkirakan kenaikan sebesar 0,1%. Analis menandai kemungkinan angka-angka tersebut terdistorsi oleh pengumpulan data yang lambat karena penutupan pemerintah baru-baru ini.

"Ini semua sudah cukup lama. Sebagian besar data dilihat dari sudut pandang apa yang akan mereka lakukan terhadap The Fed, dan data yang Anda dapatkan hari ini kemungkinan tidak akan mengubah keadaan," kata Mark Hackett, kepala strategi pasar di Nationwide.

Setelah data hari Selasa, investor memperkirakan pemotongan suku bunga setidaknya 58 basis poin tahun depan — lebih dari dua kali lipat dari 25 bps yang diisyaratkan oleh The Fed minggu lalu.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Selasa, 16 Desember 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Tertahan, Pasar Pantau Perkembangan Damai Ukraina dan Data AS

Equityworld Futures | Harga Emas Tertahan, Pasar Pantau Perkembangan Damai Ukraina dan Data AS

Equityworld Futures | Harga emas dunia memangkas kenaikan pada perdagangan awal pekan ini, seiring adanya kemajuan dalam perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Ukraina. Di saat yang sama, pelaku pasar menahan diri sambil menunggu rilis data ketenagakerjaan utama dari Amerika Serikat.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Naik Tipis ke US$4.304,9 pada Selasa (16/12) Pagi

Mengutip CNBC, Selasa (16/12/2025), harga emas di pasar spot tercatat naik tipis 0,2% ke level USD 4.309,82 per ounce, setelah sempat melonjak lebih dari 1% pada awal sesi perdagangan. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 0,2% di posisi USD 4.335,2 per ounce.

Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, mengatakan bahwa kemajuan dalam pembicaraan damai Rusia-Ukraina telah meredam permintaan emas sebagai aset lindung nilai. Selain itu, tekanan juga datang dari aksi ambil untung dan likuidasi posisi oleh investor yang sebelumnya membeli kontrak berjangka.

Utusan khusus AS, Steve Witkoff, menyebutkan bahwa telah terjadi banyak kemajuan dalam perundingan Ukraina. Seorang pejabat AS juga mengungkapkan bahwa kedua pihak semakin mendekati kesepakatan untuk mempersempit perbedaan pandangan antara Rusia dan Ukraina.

Pelaku pasar kini menantikan laporan non-farm payrolls dan data penjualan ritel AS yang dijadwalkan rilis Selasa waktu setempat. Data ini akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Saat ini, pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 78% pada Januari 2026.

Sebagai aset safe haven, harga emas umumnya menguat saat ketidakpastian geopolitik dan ekonomi meningkat. Namun, sentimen positif dari jalur diplomasi membuat pergerakannya cenderung terbatas.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Senin, 15 Desember 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Diprediksi Sentuh Level Segini pada Akhir 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Diprediksi Sentuh Level Segini pada Akhir 2025

Equityworld Futures | Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi, optimistis harga emas dunia berpeluang mencetak rekor tertinggi baru pada Desember. Ia memperkirakan emas dunia bisa mencapai USD 4.440 per troy ons, melampaui level tertinggi sebelumnya. Ketidakpastian global masih tinggi, emas dinilai akan menjadi buruan investor.

Equityworld Futures | Harga Emas Diramal Bergejolak Pekan Ini, Pakar Bagikan Strategi Profit

Jika proyeksi tersebut terealisasi, harga logam mulia domestik berpotensi menembus Rp 2.700.000 per gram. Level ini dinilai sebagai target realistis hingga akhir tahun, seiring meningkatnya permintaan terhadap emas sebagai aset aman.

"Saya masih optimis bahwa USD 4.440 itu akan tercapai, untuk mendekati USD 4.500 kemungkinan sangat sulit dan logam mulia ya kemungkinan di Rp 2.700.000 per gram," kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).

Ibrahim menegaskan, selama ketidakpastian global masih tinggi dan sentimen pasar tetap defensif, emas akan terus menjadi instrumen favorit investor. Oleh karena itu, peluang harga emas bertahan di tren positif hingga tutup tahun masih terbuka lebar.

Lebih lanjut, kata Ibrahim, meski pergerakan harga sempat berfluktuasi tajam, arah jangka menengah hingga akhir tahun masih cenderung menguat. Menurutnya, emas dunia saat ini bergerak di area USD 4.300 per troy ons, sementara harga logam mulia di dalam negeri berada di kisaran Rp 2.462.000 per gram.

"Walaupun kemarin sempat mengalami kenaikan yang cukup signifikan, tetapi turunnya pun juga di pasar Amerika cukup signifikan juga. Akhirnya ditutup di USD 4.300. Kemudian logam mulianya ditutup di hari Sabtu di Rp 2.462.000," ujarnya.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Jumat, 12 Desember 2025

Equityworld Futures | Bursa Asia Siap Menguat Usai Wall Street Cetak Rekor Tertinggi

Equityworld Futures | Bursa Asia Siap Menguat Usai Wall Street Cetak Rekor Tertinggi

Equityworld Futures | Bursa saham Asia siap memulai perdagangan dengan kuat pada Jumat (12/12/2025), setelah saham AS mencapai rekor baru. Pasalnya, optimisme seputar siklus pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) membantu meredam kekhawatiran akan pengeluaran besar-besaran untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Equityworld Futures | Ngamuk! Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sebulan, Perak Tembus Langit

Indeks saham berjangka Jepang, Australia, dan Hong Kong menunjukkan kenaikan pada perdagangan awal Asia, setelah S&P 500 naik 0,2% pada Kamis. Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi turun 0,4%, setelah melonjak lebih tajam sebelumnya karena laporan laba Oracle Corp mengecewakan, yang mengungkap pengeluaran besar dan pendapatan tidak mencapai perkiraan.

Aksi perdagangan Kamis mengangkat Indeks MSCI All Country World—salah satu indikator pasar saham yang paling luas—ke rekor penutupan tertinggi baru dan menempatkan acuan saham global ini menuju tahun terbaiknya sejak 2019.

Obligasi pemerintah AS berfluktuasi tajam, menyebabkan imbal hasil sedikit lebih tinggi setelah diperdagangkan di level lebih rendah sepanjang Kamis. Data menunjukkan klaim pengangguran awal meningkat lebih dari perkiraan pada pekan 6 Desember. Sementara itu, indeks dolar AS diperdagangkan di sekitar level terendah dua bulan.

Emas naik lebih dari 1% pada Kamis, mendekati rekor baru, sementara perak mencetak rekor penutupan harian tertinggi ketiga dan telah meningkat lebih dari dua kali lipat tahun ini. Minyak turun dan Bitcoin berfluktuasi dalam kisaran sempit sekitar US$93.000.

Di Asia, data yang akan dirilis termasuk produksi industri Malaysia dan Jepang, serta inflasi India. Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul bergerak membubarkan parlemen, menyiapkan panggung bagi pemilu dini, setelah laporan tentang partai politik utama yang mendukung pemerintah minoritasnya berencana menarik dukungannya.

Meski saham AS mencapai rekor tertinggi, kehati-hatian terhadap saham teknologi tetap ada setelah laporan keuangan Oracle memicu kekhawatiran akan valuasi teknologi dan apakah pengeluaran besar untuk infrastruktur AI akan membuahkan hasil.

Meski sektor ini menggerakkan reli luar biasa S&P 500 tahun ini, kekhawatiran akan pengeluaran mendorong sejumlah investor beralih ke sektor lain karena prospek ekonomi AS tetap kuat. Nvidia Corp turun 1,6% pada Kamis, sementara indeks Magnificent Seven yang terdiri dari raksasa teknologi melemah 0,6%.

"Pasar kini jauh lebih waspada terhadap pengeluaran terkait AI, yang sangat kontras dengan pertengahan 2025 ketika setiap indikasi peningkatan belanja modal memicu antusiasme," jelas Susana Cruz, ahli strategi dari Panmure Liberum. "Oracle menjadi titik terlemah dalam hal ini, terutama karena sebagian besar investasinya didanai dengan utang."

Demo Ewf 

Demo Equityworld

Kamis, 11 Desember 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik Usai The Fed Pangkas Suku Bunga

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik Usai The Fed Pangkas Suku Bunga

Equityworld Futures | Harga emas dunia menguat pada akhir perdagangan Rabu (10/12/2025) waktu setempat atau Kamis (11/12/2025), usai bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), memangkas suku bunga 25 bps ke level 3,50-3,75 persen.

Equityworld Futures | The Fed Pangkas Suku Bunga, Harga Emas Naik dan Perak Cetak Rekor!

Namun, pelaku pasar masih dibayangi ketidakpastian terkait arah kebijakan moneter tahun depan. 

Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,7 persen ke level 4.236,57 dollar AS per ons. 

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup melemah tipis 0,3 persen ke 4.224,70 dollar AS per ons.

The Fed memangkas suku bunga melalui pemungutan suara yang kembali terbagi, namun mengisyaratkan kemungkinan jeda penurunan suku bunga pada pertemuan berikutnya.

Pejabat The Fed menunggu sinyal yang lebih jelas mengenai arah inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja. “Pelaku pasar emas menyukai hasil keputusan (The Fed) ini. Harga bergerak di level tertinggi harian setelah sempat terjadi aksi ambil untung,” ujar Tai Wong, analis logam independen.

Suku bunga yang lebih rendah memang umumnya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil. 

Meski demikian, prospek kebijakan tahun depan masih belum solid. 

Sebagian besar pejabat The Fed memperkirakan perlunya pemangkasan suku bunga lanjutan pada 2026, tetapi sebagian tidak mendukung pemangkasan tambahan, bahkan tiga pejabat memproyeksikan kenaikan suku bunga.

Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa kebijakan suku bunga saat ini berada pada posisi yang siap merespons perkembangan ekonomi ke depan. 

Namun, ia menolak memberikan sinyal apakah pemangkasan lanjutan akan dilakukan dalam waktu dekat. “Powell berhasil mendorong pemangkasan suku bunga meski komite terbelah, dan pasar merespons positif. Namun, belum jelas apakah emas bisa kembali mencetak rekor tertinggi,” kata Wong. 

Di sisi lain, harga perak melonjak ke rekor tertinggi baru di level 61,85 dollar AS per ons.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Rabu, 10 Desember 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Global Melempem saat Investor Menanti Kebijakan Suku Bunga Fed

Equityworld Futures | Harga Emas Global Melempem saat Investor Menanti Kebijakan Suku Bunga Fed

Equityworld Futures | Harga emas dunia turun pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena para pedagang, yang sebagian besar telah memperhitungkan kemungkinan pemangkasan suku bunga Federal Reserve, mengalihkan perhatian mereka ke nada pertemuan kebijakan dua hari bank sentral AS yang dimulai hari ini.

Equityworld Futures | Harga Emas Terbang, Perak Menggila & Pecah Rekor Baru
 
Sebagian besar para pedagang tersebut mencari sinyal siklus pelonggaran mendatang mungkin lebih lembut daripada yang diantisipasi pasar.
 
Mengutip Yahoo Finance, Rabu, 10 Desember 2025, harga emas berjangka turun 0,1 persen menjadi USD4.214,70 per ons. Sementara harga emas spot turun 0,5 persen menjadi USD4.186,93.
 
Adapun posisi menjelang pertemuan telah mendominasi arus masuk, kata analis pasar senior OANDA Kelvin Wong. "Awal bulan ini, Jerome Powell mengisyaratkan arahan pemangkasan suku bunga yang hawkish dalam konferensi persnya. Oleh karena itu, investor di pasar obligasi AS sedang menyesuaikan posisi mereka," terang dia.

Fed bakal pangkas suku bunga agresif
 
Para analis memperkirakan Fed akan memberikan pemotongan suku bunga yang agresif, yang memadukan pengurangan biaya pinjaman dengan perkiraan yang menggarisbawahi standar tinggi untuk pelonggaran tambahan pada tahun depan.
 
Pasar menunjukkan probabilitas 89 persen untuk penurunan seperempat poin ke level 3,5 persen hingga 3,75 persen pada rapat minggu ini, menurut FedWatch Tool CME. Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung aset non-imbal hasil seperti emas. 

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Selasa, 09 Desember 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Naik pada Selasa (9/12) Pagi, Pasar Menanti Arah Kebijakan Moneter The Fed

Equityworld Futures | Harga Emas Naik pada Selasa (9/12) Pagi, Pasar Menanti Arah Kebijakan Moneter The Fed

Equityworld Futures | Harga emas naik pada perdagangan Selasa (9/12/2025) pagi. Pukul 07.32 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2026 ada di level US$ 4.223,30 per ons troi, naik 0,13% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 4.217,70 per ons troi.

Equityworld Futures | Harga Emas “Membeku”: Semua Tegang Karena Menunggu Satu Berita Penting

Harga emas naik, saat para trader menanti pengumuman kebijakan moneter The Federal Reserve pekan ini yang diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuannya dan akan memberikan panduan kebijakan moneter untuk tahun depan. 

Mengutip Bloomberg, para trader memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan Desember. 

Kevin Hassett, salah satu kandidat kuat yang akan mengambil alih posisi Ketua The Fed mengatakan tidak bertanggung jawab untuk menyusun rencana suku bunga selama enam bulan ke depan. 

Harga emas telah menguat sekitar 60% sepanjang tahun ini didorong oleh peningkatan pembelian oleh bank sentral.

Meski begitu, kecurigaan bahwa The Fed akan menghentikan kebijakan pemangkasan suku bunga baru-baru ini dapat membebani emas. Analis BMI, unit Fitch Solution Inc dalam sebuah catatan memperkirakan bahwa harga emas batangan kemungkinan bisa jatuh di bawah US$ 4.000 per ons troi karena siklus pelonggaran moneter yang dimulai tahun 2024 mulai kehilangan momentum. 

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Senin, 08 Desember 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Jelang Rapat The Fed, Perak Tembus Rekor Tertinggi

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Jelang Rapat The Fed, Perak Tembus Rekor Tertinggi

Equityworld Futures | Harga emas naik pada perdagangan di Jumat (5/12). Kenaikan tersebut didorong meningkatnya keyakinan pasar bahwa suku bunga akan dipangkas oleh Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS).

Equityworld Futures | G7 dan Uni Eropa tengah membahas rencana mengganti batas harga ekspor minyak dari Rusia.

Dilansir dari Reuters, Senin (8/12). harga spot gold naik 1% menjadi US$4.212,16. Sementara emas berjangka ditutup tidak berubah di US$4.243.

Perak juga melonjak 2,6% ke US$58,59. Ia mencapai level tertinggi sepanjang masa. Platinum stabil di US$1.646,10. Sementara palladium naik 0,3% menjadi US$1.453,39.

“Pasar semakin yakin bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga, dan pelemahan dolar turut mendukung harga emas,” kata Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek.

Data ekonomi menunjukkan kenaikan dari pengeluaran konsumsi pribadi inti sebanyak 0,3% di September. Sementara kenaikan tahunan melambat menjadi 2,8%. Hal ini mengikuti laporan private payroll yang menunjukkan penurunan tajam terbesar dalam lebih dari dua setengah tahun.

Komentar dovish dari sejumlah pejabat bank sentral semakin meningkatkan harapan pelonggaran kebijakan suku bunga. Pasar kini menilai probabilitas pemangkasan suku bunga terjadi hingga 87,2%.

Melek juga buka suara terkait dengan kenaikan pesat harga perak tahun ini. Ia mengatakan perak mengikuti tren penguatan emas.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Jumat, 05 Desember 2025

Equityworld Futures | Mumpung Harga Emas Cuma Naik Tipis, Sebaiknya Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Mumpung Harga Emas Cuma Naik Tipis, Sebaiknya Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga emas dunia naik terbatas pada perdagangan kemarin. Sikap investor yang masih wait and see membuat harga emas sulit bergerak lebih signifikan.

Equityworld Futures | Harga Emas Tersandera Jelang Keputusan The Fed, Perak Anjlok Brutal

Pada Kamis ((4/12/2025), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.208/troy ons. Menguat 0,11% dibandingkan hari sebelumnya.

Sepertinya pelaku pasar sedang mencerna data ketenagakerjaan terbaru di Amerika Serikat (AS). Automatic Data Processing (ADP) melaporkan, sektor swasta Negeri Paman Sam mengurangi 32.000 lapangan kerja pada November.

Sedangkan Challenger, Gray and Christmas Inc mengumumkan angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada November mencapai 71.321. Ini menjadi angka PHK November tertinggi sejak 2022.

Sepanjang Januari-November, angka PHK di Negeri Adikuasa mencapai 1.720.821. Melonjak 54% dibandingkan 11 bulan pertama 2024.

Sementara itu, dunia usaha di AS berencana merekrut 9.074 orang pekerja pada November. Ini menjadi angka terendah dalam tiga bulan terakhir.

Data dari ADP dan Challenger, Gray and Christmas tersebut menjadi gambaran bahwa pasar tenaga kerja AS sedang lesu. Ini bisa menyebabkan bank sentral Federal Reserve tergerak untuk memberikan stimulus moneter berupa penurunan suku bunga acuan untuk menggairahkan perekonomian.

Mengutip CME FedWatch, peluang pemangkasan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,5-3,75% dalam rapat bulan ini mencapai 87%.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas terasa lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

Namun semua ini baru asumsi. Investor sepertinya masih memasang mode waspada, kehatian-hatian penuh. 

Sebelum rapat The Fed pekan depan, rasanya investor tetap akan bersikap konservatif. Pelaku pasar akan lebih memilih menunggu di pinggir lapangan, belum mau bersikap agresif.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Rabu, 03 Desember 2025

Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Jatuh ke Dekat $4.200 di Balik Aksi Profit Taking, Pedagang Menunggu Data AS

Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Jatuh ke Dekat $4.200 di Balik Aksi Profit Taking, Pedagang Menunggu Data AS

Equityworld Futures | Harga Emas (XAU/USD) jatuh ke dekat $4.210 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Rabu. Logam mulia ini kehilangan momentum saat para pedagang melakukan profit taking menjelang rilis data penting AS yang akan datang. Para pedagang bersiap untuk menghadapi rilis Perubahan Ketenagakerjaan ADP dan data PMI Jasa ISM AS yang akan dirilis nanti pada hari Rabu. 

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok Gara-Gara Bandar Mulai Obral Besar-Besaran

Logam kuning ini telah jatuh sekitar 0,65% pada hari ini di tengah aksi profit taking dari para pedagang kontrak berjangka jangka pendek dan meningkatnya selera risiko di pasar secara umum. Namun, potensi penurunan mungkin terbatas di balik taruhan terhadap penurunan suku bunga lainnya oleh Federal Reserve (The Fed) bulan ini.

"Ini mungkin hanya sedikit aksi profit taking ... fokus terbesar pasar belakangan ini adalah ekspektasi pada penurunan suku bunga, dan itu tetap cukup stabil," kata Peter Grant, wakil presiden dan kepala strategi logam senior di Zaner Metals.

Para pedagang kontrak berjangka suku bunga The Fed kini memprakirakan peluang hampir 89% pada penurunan suku bunga pada akhir pertemuan The Fed pada 9-10 Desember, naik dari probabilitas 71% seminggu yang lalu, menurut CME FedWatch Tool. Suku bunga yang lebih rendah dapat mengurangi biaya peluang memegang Emas, mendukung logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini.

Di tempat lain, utusan AS, Steve Witkoff, dijadwalkan bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, minggu ini untuk membahas rencana perdamaian potensial untuk mengakhiri perang Rusia dengan Ukraina. Tanda-tanda meningkatnya ketegangan dapat mendorong aset-aset safe-haven seperti harga Emas, sementara optimisme seputar kesepakatan perdamaian dapat melemahkan XAU/USD dalam jangka pendek. 

Demo Ewf 

Demo Equityworld

Selasa, 02 Desember 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Meledak! Kembali Tembus US$4.200, Rekor Tertinggi 6 Minggu

Equityworld Futures | Harga Emas Meledak! Kembali Tembus US$4.200, Rekor Tertinggi 6 Minggu

Equityworld Futures | Harga emas kemballi terbang mencapai level tertinggi enam minggu karena spekulasi penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) semakin membebani dolar AS. Harga perak pun mampu mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.

Equityworld Futures | Kripto Runtuh, Emas dan Perak Justru ‘Pesta Pora’ Cetak Rekor Baru

Pada perdagangan hari ini Selasa (2/12/2025) hingga pukul 06.33 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,05% di posisi US$4.234,57 per troy ons.

Sementara pada perdagangan sebelumnya Senin (1/12/2025), harga emas dunia naik 0,05% di level US$4.232,45 per troy ons. Kenaikan harga emas ini mampu mencapai level tertinggi enam minggu.

Harga emas naik ke level tertinggi enam minggu pada hari Senin, didukung oleh meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) dan melemahnya dolar AS, sementara perak mencapai rekor tertinggi menjelang rilis data ekonomi utama AS.

Pada perdagangan kemarin Senin (1/12/2025), indeks dolar AS (DXY) sempat turun mencapai level 99,009, sebelum akhirnya ditutup sedikit lebih tinggi dengan pelemahan 0,03% di level 99,41. Penurunan ini mendorong dolar AS merosot ke level terendah dalam dua minggu,

"Lingkungan yang mendasari ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut, bersama dengan tekanan inflasi yang masih di atas target The Fed, masih menjadi penopang utama dalam emas dan perak," ujar David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Para pelaku pasar telah meningkatkan taruhan penurunan suku bunga Desember menjadi 87%, menyusul data ekonomi AS yang lebih lemah dan pernyataan dovish dari para pejabat The Fed, termasuk Gubernur Christopher Waller dan Presiden The Fed New York, John Williams.

Suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Investor juga berfokus pada data-data penting AS minggu ini, termasuk angka ketenagakerjaan ADP November pada hari Rabu dan Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) September yang tertunda, ukuran inflasi pilihan The Fed, yang akan dirilis pada hari Jumat.

Pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, pada hari Senin nanti juga diharapkan akan memberikan petunjuk kebijakan lebih lanjut.

Sementara itu, ekspektasi bahwa Ketua The Fed berikutnya akan lebih dovish daripada sebelumnya juga mendukung emas dan perak, menurut Meger.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett mengatakan pada hari Minggu bahwa, jika terpilih, ia akan dengan senang hati menjabat sebagai Ketua Fed berikutnya. Menteri Keuangan Scott Bessent mengindikasikan ketua baru dapat ditunjuk sebelum Natal.

"Kami masih melihat emas dan perak dalam tren sideways yang kuat hingga naik lebih tinggi," ujar Meger.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Senin, 01 Desember 2025

Equityworld Futures | Ramalan Emas Akhir Tahun: Bakal Terbang Tinggi atau Malah Tenggelam?

Equityworld Futures | Ramalan Emas Akhir Tahun: Bakal Terbang Tinggi atau Malah Tenggelam?

Equityworld Futures | Harga emas melesat signifikan, terbang menuju kenaikan bulanan keempat berturut-turut, bahkan harga perak mencapai rekor tertinggi baru. Optimisme para pelaku pasar untuk pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) kini semakin tinggi.

Equityworld Futures | Pemilik Emas Mohon Tenang, Harga Ambles Tapi Diamal Naik Lagi 

Pada perdagangan hari ini Senin (1/12/2025) hingga pukul 06.30 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,22% di posisi US$4.221,09 per troy ons.

Sementara pada perdagangan sebelumnya Jumat (28/12/2025), harga emas dunia naik 1,76% di level US$4.230,37 per troy ons. Kenaikan harga emas ini, menuju penguatan emas bulanan keempat berturut-turut.

Harga emas spot naik 1% ke level tertinggi dua minggu pada hari Jumat, karena ekspektasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) AS akan memangkas suku bunga bulan depan mendorong permintaan untuk aset non-imbal hasil, sementara perak mencapai rekor tertinggi baru.

"Ekspektasinya adalah ekonomi akan terus melambat hingga tahun 2026, dan The Federal Reserve kemungkinan besar akan memangkas suku bunga, yang akan membuat beberapa investor kembali berinvestasi di emas," ujar Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities.

Emas cenderung berkinerja baik di lingkungan suku bunga rendah.

Pernyataan dovish baru-baru ini dari Gubernur The Fed Christopher Waller dan Presiden Fed New York John Williams, dikombinasikan dengan data ekonomi yang lebih lemah setelah penutupan pemerintah AS baru-baru ini, telah memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga bulan depan.

Para pelaku pasar melihat peluang penurunan suku bunga sebesar 87% pada bulan Desember, naik dari 50% minggu lalu.

Sementara itu, "grafik teknis untuk perak telah berubah lebih bullish dalam seminggu terakhir, dan itu mengundang para spekulan berbasis grafik untuk mengambil posisi beli di pasar perak," ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

Permintaan emas melemah di pasar-pasar utama Asia minggu ini, karena harga yang tinggi membatasi pembelian ritel meskipun musim pernikahan di India telah dimulai. Di China, penghapusan pengecualian pajak atas pembelian emas mengurangi minat konsumen.

Demo Ewf  

Demo Equityworld