Senin, 14 Oktober 2019

Equity World | Friksi Dagang AS-China Mengendur, Tapi Ketegangan Masih Ada

Equity World | Friksi Dagang AS-China Mengendur, Tapi Ketegangan Masih Ada

Equity World | Beralih ke bursa AS, kemajuan negosiasi dagang tersebut juga turut dinikmati oleh tiga indeks utama Negeri Paman Sam. Indeks Dow Jones Industrial Average (Dow Jones) melonjak 319,92 poin atau naik 1,21% ke level 26.816,59. Indeks Nasdaq melejit 1,34% ke 8.057,39 sementara indeks S&P terapresiasi 1,09% ke level 2.970,27 pada penutupan perdagangan Jumat.

Menghijaunya bursa dipicu oleh kabar melegakan atas kemajuan yang dicapai dari negosiasi dagang AS-China di Washington minggu kemarin.

Negosiasi yang terjadi berjalan mulus dan bisa dibilang mencatatkan kemajuan signifikan setelah menempuh drama tit for tat bea masuk yang membuat kondisi perekonomian global merana 15 bulan terakhir ini.

Beberapa poin substansial yang menjadi fokus perbincangan tersebut seperti pembahasan terkait kekayaan intelektual dan jasa keuangan, penundaan tarif serta pembelian produk pertanian AS oleh China.

Equity World

Keperkasaan Emas Dunia & Antam Pudar, Saatnya Ditinggalkan? | Equity World



AS berjanji akan menunda kenaikan tarif sebesar 30% pada barang China senilai US$ 250 miliar yang seharusnya berlaku per 15 Oktober nanti. Di sisi lain China juga menjanjikan beberapa hal yang salah satunya berupa konsesi pembelian produk-produk pertanian AS senilai US$ 40-50 miliar.

Walaupun sudah mencapai kemajuan yang substansial pada “fase pertama” ini, para pejabat kedua negara menegaskan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dalam kesepakatan ini.

Pemerintahan Trump juga belum memberikan putusan yang sama untuk barang-barang dari China yang akan kena tarif tambahan pada Desember nanti seperti ponsel, laptop, mainan dan pakaian yang kena tarif tambahan hingga 15%.

Jumat, 11 Oktober 2019

PT Equityworld | Trump Bikin Pusing, Tak Apa Karena Harga Emas Antam Melesat!

PT Equityworld | Trump Bikin Pusing, Tak Apa Karena Harga Emas Antam Melesat!

PT Equityworld | Harga emas acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp 4.000 (0,56%) menjadi Rp 717.000 per gram pada perdagangan Kamis ini (10/10/2019), dari Rp 713.000 per gram Rabu kemarin.

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram menguat menjadi Rp 71,7 juta dari harga kemarin Rp 71,3 juta per batang.

Naiknya harga emas Antam itu mengekor harga emas di pasar spot global yang naik tipis kemarin setelah kabar perundingan damai dagang China-Amerika Serikat (AS) justru menunjukkan tanda-tanda kemunduran.

PT Equityworld

Trump Selow Lagi Jelang Negosiasi dengan China, Emas Amblas | PT Equityworld


Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga naik Rp 3.000 per gram hari ini menjadi Rp 690.000 per gram dari Rp 687.000 per gram kemarin. Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Kamis, 10 Oktober 2019

Equityworld Futures | Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 10 Oktober 2019. Naik Tipis

Equityworld Futures | Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 10 Oktober 2019. Naik Tipis

Equityworld Futures | Harga emas batangan di Pegadaian hari ini, Kamis (10/10/2019), mengalami kenaikan dibandingkan posisi pada Rabu (9/10). Kenaikan berlaku, baik untuk emas cetakan Antam maupun cetakan UBS.

Emas cetakan Antam ukuran 0,5 gram dijual seharga Rp415.000 atau naik Rp1.000 dibandingkan posisi kemarin, Rabu (9/10). Untuk emas cetakan UBS ukuran yang sama dijual seharga Rp403.000 atau naik Rp4.000 dibandingkan Rabu.


Harga emas cetakan Antam ukuran 1 gram tercatat naik Rp4.000 dibandingkan posisi pada Rabu, menjadi Rp782.000. Demikian pula harga emas UBS 1 gram tercatat naik Rp14.000 dibandingkan harga pada Rabu, menjadi Rp760.000.



Equityworld Futures


Semua Serba Tak Pasti, Emas Bisa Menuju US$ 1.600/Oz | Equityworld Futures


Untuk harga emas Antam 2 gram ditetapkan senilai Rp1,500 juta atau naik Rp4.000 dibandingkan Rabu. Harga emas UBS 2 gram ditetapkan senilai Rp1,490 juta, naik Rp13.000 dibandingkan kemarin.


Sedangkan harga emas cetakan Antam ukuran 5 gram juga tercatat naik Rp19.000 dibandingkan kemarin, menjadi Rp3,715 juta. Untuk emas UBS 5 gram dipatok senilai Rp3,680 juta, naik Rp32.000 dibandingkan kemarin.

Sementara itu, emas Antam 10 gram dijual seharga Rp7,362juta. Harga tersebut naik Rp29.000 dibandingkan harga yang berlaku pada Rabu. Adapun emas UBS ukuran yang sama dijual seharga Rp7,351 juta atau naik Rp63.000.

Rabu, 09 Oktober 2019

Equityworld Futures | Perang Dagang & Brexit Bakal Kirim Wall Street Melemah

Equityworld Futures | Perang Dagang & Brexit Bakal Kirim Wall Street Melemah

Equityworld Futures | Bursa saham Wall Street di AS diprediksi akan dibuka melemah pada perdagangan kedua di pekan ini ini, Selasa (8/10/2019).

Hingga pukul 17:25 WIB, kontrak futures indeks Dow Jones mengimplikasikan penurunan sebesar 101 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite diimplikasikan turun masing-masing sebesar 10 dan 23 poin.

Potensi eskalasi perang dagang AS-China yang sudah di depan mata menjadi faktor yang akan memantik aksi jual di bursa saham AS. Untuk diketahui, pada hari Kamis (10/10/2019) AS dan China dijadwalkan untuk mulai menggelar negosiasi dagang tingkat tinggi di Washington.

Namun, ada hawa yang tak mengenakan menjelang negosiasi dagang tingkat tinggi yang begitu dinanti-nantikan tersebut. Pemberitaan dari Bloomberg menyebut bahwa pejabat pemerintahan China telah memberi sinyal bahwa Beijing enggan untuk menyetujui kesepakatan dagang secara menyeluruh seperti yang diinginkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Dalam pertemuan dengan perwakilan dari AS dalam beberapa minggu terakhir di Beijing, pejabat senior dari China telah mengindikasikan bahwa kini, materi-materi yang bersedia didiskusikan oleh pihak China dalam negosiasi dagang tingkat tinggi telah menyempit, seperti dilansir oleh Bloomberg dari orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Lebih lanjut, pemberitaan dari Bloomberg menyebut bahwa Wakil Perdana Menteri China Liu He telah menginformasikan kepada pihak AS bahwa dirinya akan membawa proposal kesepakatan dagang ke Washington yang tak memasukkan komitmen untuk merubah praktek pemberian subsidi terhadap perusahaan-perusahaan asal China.

Padahal, praktek pemberian subsidi terhadap perusahaan-perusahaan asal China oleh pemerintah merupakan salah satu hal yang sangat ingin diubah oleh AS. Kalau diingat, bahkan hal ini merupakan salah satu faktor yang melandasi meletusnya perang dagang antar kedua negara.

Dengan sikap China yang kembali keras, tentu potensi eskalasi perang dagang AS-China menjadi risiko yang tak bisa dianggap sepele.

Lebih lanjut, perkembangan seputar proses perceraian Inggris dengan Uni Eropa alias British exit (Brexit) ikut menjadi faktor yang akan memantik aksi jual di bursa saham Negeri Paman Sam.

Melansir CNBC International, beberapa kantor berita mengabarkan bahwa negosiasi terkait Brexit kini sudah berada di ambang kegagalan. Sky News melaporkan bahwa Kanselir Jerman Angela Merkel telah mengatakan kepada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bahwa kesepakatan Brexit kini "sangatlah tidak mungkin (untuk dicapai)".


Equityworld Futures

Pelemahan Harga Emas Dunia Masih Berlanjut | Equityworld Futures


Kemudian, BBC melaporkan bahwa seorang pejabat pemerintahan Inggris telah mengatakan kepada pihaknya bahwa Uni Eropa tidak menunjukkan minat untuk melakukan kompromi sejak Johnson menyerahkan proposal Brexit yang baru pada pekan lalu.

Sebelumnya, Bank of England yang merupakan bank sentral Inggris telah memperingatkan bahwa no-deal Brexit bisa mendorong Inggris jatuh ke jurang resesi.

Sebagai informasi, resesi merupakan penurunan aktivitas ekonomi yang sangat signifikan yang berlangsung selama lebih dari beberapa bulan, seperti dilansir dari Investopedia. Sebuah perekonomian bisa dikatakan mengalami resesi jika pertumbuhan ekonominya negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Pada kuartal II-2019, perekonomian Inggris tercatat jatuh sebesar 0,2% secara kuartalan (quarter-on-quarter). Jika di kuartal III-2019 tetap terjadi kontraksi, maka Inggris akan resmi masuk ke jurang resesi.

Pada pukul 19:30 WIB, data inflasi di tingkat produsen periode September 2019 akan dirilis.

Pada pukul 00:50 WIB (9/10/2019), Gubernur The Fed Jerome Powell dijadwalkan untuk memberikan pidato berjudul "Data Dependence in an Evolving Economy" dalam gelaran 61st Annual Meeting of the National Association of Business Economics.