PT Equityworld | Jengkol Muda Vs Jengkol Tua, Mana yang Harus Lebih Diwaspadai?
PT Equityworld | Jengkol mengandung berbagai sumber gizi penting bagi tubuh, antara lain karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Namun, selain unsur nutrisi jengkol juga mengandung asam jengkolat yaitu sejenis asam amino mengandung sulfur. Nah, asam jengkolat ini bisa menyebabkan reaksi keracunan.
"Asam jengkolat itu mengandung sulfur. Jadi saat orang makan jengkol, bau napas dan bau urinnya disebut sebagai sulfurous odor (berbau sulfur)," demikian disampaikan oleh dr Anna Maurina SpGK atau yang akrab disapa dr Anna, spesialis gizi klinik dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitasi Indonesia (FKUI).
Soal asam jengkolat, tiap jengkol, baik itu pada biji jengkol yang muda maupun pada biji jengkol yang tua, masing-masing memiliki kandungan yang berbeda.
dr Anna menyebut bahwa biji jengkol muda mengandung asam jengkolat relatif lebih sedikit daripada biji jengkol yang sudah tua. Pada biji jengkol tua terkandung asam jengkolat 1 hingga 2 persen dari berat basahnya.
Baca juga : Awas! Tubuh Gemuk Rentan Digerogoti Jenis-jenis Kanker Ini | PT Equityworld
"Kalau dari berbagai penelitian, jengkol muda yang lebih dikit asamnya," terang dr Anna.
Menurut dr Anna, karena tahu biji jengkol muda memiliki asam jengkolat lebih sedikit dibanding jengkol tua, terkadang orang malah mengonsumsi biji tersebut dalam jumlah banyak. Padahal itu tidak aman dan tidak dianjurkan. Makanya tak jarang ada orang yang kesulitan kencing atau kencingnya sedikit. Sudah dipastikan itu adalah Djenkolism.
"Tapi tetap harus diingat bahwa respon masing-masing individu terhadap asam jengkolat, beda-beda. Tapi yang amannya adalah minum air putih yang banyak," saran dr Anna.
PT Equityworld
Jumat, 20 Oktober 2017
Kamis, 19 Oktober 2017
PT Equityworld | Stop Kebiasaan Mengisi Baterai Ponsel di Mobil.
PT Equityworld | Stop Kebiasaan Mengisi Baterai Ponsel di Mobil.
PT Equityworld | Apakah Anda sedang dalam perjalanan jauh atau terjebak kemacetan, kehabisan baterai smartphone bisa membuat kita tidak tenang. Menyambungkannya ke kabel USB dan mengisi daya baterai di mobil sering dianggap sebagai "penyelamat".
Jika itu dilakukan sesekali, mungkin tidak akan berbahaya. Tetapi, jika sudah jadi kebiasaan justru bisa merusak baterai ponsel andalan Anda. Salah satu penyebabnya adalah port USB di mobil menyediakan lebih sedikit listrik dari pada yang benar-benar dibutuhkan ponsel.
Dengan mengisi daya baterai ke port USB berdaya rendah seperti yang ada di mobil, artinya Anda membiarkan perangkat handphone menelan tenaga dengan kecepatan yang terlalu cepat untuk kemampuan port USB kendaraan. Akibatnya, pengisian daya berlangsung lambat atau justru tidak bisa mengisi.
Baca juga : 6 Tips Charge Baterai HP Dengan Cepat dan Benar | PT Equityworld
Terlebih lagi, "nge-charge" dimobil juga bisa menguras baterai atau aki mobil. Meskipun tingkat kerusakannya bergantung pada jenis telepon yang dimiliki dan baterainya, tapi kemungkinan kerusakannya tinggi karena perangkat Anda menghabiskan baterai mobil saat mengisi baterai.
Harus diakui bahwa baterai ponsel tidak akan bertahan selamanya. Faktanya, setiap tahun ketahanan baterai bakal semakin menurun. Walau pengguna telah merawat baterai dengan benar, setiap baterai punya umur. Tapi, paling tidak baterai akan lebih awet jika kita menggunakannya secara benar.
PT Equityworld
PT Equityworld | Apakah Anda sedang dalam perjalanan jauh atau terjebak kemacetan, kehabisan baterai smartphone bisa membuat kita tidak tenang. Menyambungkannya ke kabel USB dan mengisi daya baterai di mobil sering dianggap sebagai "penyelamat".
Jika itu dilakukan sesekali, mungkin tidak akan berbahaya. Tetapi, jika sudah jadi kebiasaan justru bisa merusak baterai ponsel andalan Anda. Salah satu penyebabnya adalah port USB di mobil menyediakan lebih sedikit listrik dari pada yang benar-benar dibutuhkan ponsel.
Dengan mengisi daya baterai ke port USB berdaya rendah seperti yang ada di mobil, artinya Anda membiarkan perangkat handphone menelan tenaga dengan kecepatan yang terlalu cepat untuk kemampuan port USB kendaraan. Akibatnya, pengisian daya berlangsung lambat atau justru tidak bisa mengisi.
Baca juga : 6 Tips Charge Baterai HP Dengan Cepat dan Benar | PT Equityworld
Terlebih lagi, "nge-charge" dimobil juga bisa menguras baterai atau aki mobil. Meskipun tingkat kerusakannya bergantung pada jenis telepon yang dimiliki dan baterainya, tapi kemungkinan kerusakannya tinggi karena perangkat Anda menghabiskan baterai mobil saat mengisi baterai.
Harus diakui bahwa baterai ponsel tidak akan bertahan selamanya. Faktanya, setiap tahun ketahanan baterai bakal semakin menurun. Walau pengguna telah merawat baterai dengan benar, setiap baterai punya umur. Tapi, paling tidak baterai akan lebih awet jika kita menggunakannya secara benar.
PT Equityworld
Rabu, 18 Oktober 2017
PT Equityworld | Akhir 18 Tahun Pengabdian Choirul Huda
PT Equityworld | Akhir 18 Tahun Pengabdian Choirul Huda
PT Equityworld | Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Soegiri, Lamongan, Minggu 15 Oktober 2017. Dia meninggal usai benturan keras dengan rekan satu timnya, Ramon Rodrigues pada pertandingan melawan Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur.
Dokter Spesialis Anastesi UGD RSUD Soegiri, Yudistiro Andri Nugroho menyebutkan, benturan yang dialami Huda menyebabkan trauma dada, kepala, dan leher. Itu menyebabkan Choirul Huda mengalami henti napas dan henti jantung.
Baca juga : Ini 5 Alasan Kenapa ‘Me Time’ Penting Buat Kebahagiaanmu | PT Equityworld
Choirul Huda merupakan pemain senior yang sangat ikonik bagi Persela Lamongan. Pasalnya, dia telah membela Persela sejak 1999 dan tidak pernah sekali pun pindah klub. Selama 18 tahun.
PT Equityworld
PT Equityworld | Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Soegiri, Lamongan, Minggu 15 Oktober 2017. Dia meninggal usai benturan keras dengan rekan satu timnya, Ramon Rodrigues pada pertandingan melawan Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur.
Dokter Spesialis Anastesi UGD RSUD Soegiri, Yudistiro Andri Nugroho menyebutkan, benturan yang dialami Huda menyebabkan trauma dada, kepala, dan leher. Itu menyebabkan Choirul Huda mengalami henti napas dan henti jantung.
Baca juga : Ini 5 Alasan Kenapa ‘Me Time’ Penting Buat Kebahagiaanmu | PT Equityworld
Choirul Huda merupakan pemain senior yang sangat ikonik bagi Persela Lamongan. Pasalnya, dia telah membela Persela sejak 1999 dan tidak pernah sekali pun pindah klub. Selama 18 tahun.
PT Equityworld
Selasa, 17 Oktober 2017
PT Equityworld | Menjaga Perangkat Android Tetap Aman
PT Equityworld | Menjaga Perangkat Android Tetap Aman
PT Equityworld | Kendati Google sudah menyiapkan tameng untuk menangkal malware di Android, tapi kita sebagai pengguna punya peran besar dalam menjaga agar perangkat yang digunakan tetap aman.
Adrian Ludwig, Direktur Teknik untuk keamanan Android, membagikan tips agar perangkat pengguna tetap aman tanpa terkena masalah keamanan. Ada lima poin yang dijabarkannya saat video conference di kantor Google Indonesia.
Pertama, menggunakan lock screen. Ini untuk lebih menjaga privasi karena tidak setiap orang bisa membuka ponsel kamu.
Ada berapa metode yang bisa dipilih oleh pengguna. Cara paling mudah dengan menggunakan password atau pattern. Tapi dewasa ini, banyak ponsel yang dilengkapi sensor sidik jari yang dirasa lebih aman.
Kedua, aktifkan fitur backup data. Ada baiknya memang jangan mengabaikan backup data. Ini tidak saja berlaku bagi pengguna Android, tapi juga sistem operasi lain.
Disarankan untuk secara rutin melakukan backup data. Sehingga ketika harus update sistem operasi, ganti ROM atau terkena serangan malware, kita tidak kehilangan data penting.
Ketiga download aplikasi dari toko terpercaya. Mengunduh di Google Play Store paling direkomendasi. Sebab Google sendiri sudah menyaring aplikasi yang ada di sana dengan Google Play Protect.
"Jika mengunduh di luar Play Store, kemungkinan sepuluh kali lebih rentan," kata Ludwig.
Keempat, memastikan sudah terpasang di Google Play Protect dan mengaktifkan Find My Device. Adanya Google Play Protect untuk menjaga sistem Android dari beragam aplikasi yang mengancam keamanan.
Baca juga : 6 Kesalahan yang Sering Bikin Bisnis Gagal di Tengah Jalan | PT Equityworld
Google Play Protect dapat dilihat bagian My Apps di Play Store. Atau dapat pula ditemukan di Setting pada bagian Security and Location.
Sementara Find My Device sendiri untuk membantu melacak posisi ponsel ketika hilang atau tersembunyi. Lewat fitur ini juga kita dapat mengunci smartphone agar tidak diakses orang lain.
Paling penting lewat Find My Device, kita dapat menghapus data dalam ponsel ketika hilang. Sehingga tidak ada pihak yang menyalahgunakan data yang tersimpan dalam perangkat.
Tips terakhir mengaktifkan two-factor authentication untuk layanan Google. Lewat fitur ini, Google akan menginformasikan ke ponsel atau email bilamana ada yang menerobos sistem keamanan perangkat.
PT Equityworld
PT Equityworld | Kendati Google sudah menyiapkan tameng untuk menangkal malware di Android, tapi kita sebagai pengguna punya peran besar dalam menjaga agar perangkat yang digunakan tetap aman.
Adrian Ludwig, Direktur Teknik untuk keamanan Android, membagikan tips agar perangkat pengguna tetap aman tanpa terkena masalah keamanan. Ada lima poin yang dijabarkannya saat video conference di kantor Google Indonesia.
Pertama, menggunakan lock screen. Ini untuk lebih menjaga privasi karena tidak setiap orang bisa membuka ponsel kamu.
Ada berapa metode yang bisa dipilih oleh pengguna. Cara paling mudah dengan menggunakan password atau pattern. Tapi dewasa ini, banyak ponsel yang dilengkapi sensor sidik jari yang dirasa lebih aman.
Kedua, aktifkan fitur backup data. Ada baiknya memang jangan mengabaikan backup data. Ini tidak saja berlaku bagi pengguna Android, tapi juga sistem operasi lain.
Disarankan untuk secara rutin melakukan backup data. Sehingga ketika harus update sistem operasi, ganti ROM atau terkena serangan malware, kita tidak kehilangan data penting.
Ketiga download aplikasi dari toko terpercaya. Mengunduh di Google Play Store paling direkomendasi. Sebab Google sendiri sudah menyaring aplikasi yang ada di sana dengan Google Play Protect.
"Jika mengunduh di luar Play Store, kemungkinan sepuluh kali lebih rentan," kata Ludwig.
Keempat, memastikan sudah terpasang di Google Play Protect dan mengaktifkan Find My Device. Adanya Google Play Protect untuk menjaga sistem Android dari beragam aplikasi yang mengancam keamanan.
Baca juga : 6 Kesalahan yang Sering Bikin Bisnis Gagal di Tengah Jalan | PT Equityworld
Google Play Protect dapat dilihat bagian My Apps di Play Store. Atau dapat pula ditemukan di Setting pada bagian Security and Location.
Sementara Find My Device sendiri untuk membantu melacak posisi ponsel ketika hilang atau tersembunyi. Lewat fitur ini juga kita dapat mengunci smartphone agar tidak diakses orang lain.
Paling penting lewat Find My Device, kita dapat menghapus data dalam ponsel ketika hilang. Sehingga tidak ada pihak yang menyalahgunakan data yang tersimpan dalam perangkat.
Tips terakhir mengaktifkan two-factor authentication untuk layanan Google. Lewat fitur ini, Google akan menginformasikan ke ponsel atau email bilamana ada yang menerobos sistem keamanan perangkat.
PT Equityworld
Langganan:
Postingan (Atom)

