Kamis, 26 September 2019

Equity World | Harga Emas Dunia Meredup, Jangan-jangan Emas Antam Ikutan

Equity World | Harga Emas Dunia Meredup, Jangan-jangan Emas Antam Ikutan

Equity World | Harga emas dunia melemah di pasar spot saat memasuki perdagangan sesi Amerika Serikat (AS) Rabu tadi malam (25/9/2019), setelah mencatat kenaikan dalam 4 hari berturut-turut.

Dolar AS yang perkasa pada Rabu kemarin membuat harga emas tertekan, sementara rencana pemakzulan Presiden AS Donald Trump belum memberikan dampak kenaikan harga emas lagi.

Pada pukul 20:30 WIB Rabu malam, harga emas melemah 0,27% ke level US$ 1.527,40/troy ons, berdasarkan data Refinitiv.

Jebloknya performa euro dan poundsterling membuat dolar perkasa pada perdagangan Rabu kemarin. Indeks dolar berada menguat 0,37% ke level 98,70. Euro sedang tertekan dan melemah 0,29% akibat potensi resesi di Jerman, sementara poundsterling anjlok 0,86% akibat situasi politik Inggris yang membingungkan.

Emas merupakan aset yang dibanderol dengan dolar AS, ketika dolar menguat maka harga emas akan menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, permintaan bisa menurun.

Sementara itu rencana pemakzulan Presiden Trump yang membuat harga emas sempat melesat naik pada Selasa kemarin belum lagi memberikan dampak menaikkan harga emas Rabu kemarin. Hal tersebut tidak lepas dari sejarah yang menunjukkan pemakzulan di AS tidak pernah berhasil.

Ketua House of Representative (DPR) AS, Nancy Pelosi Selasa waktu setempat secara resmi mengumumkan akan memulai proses dan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden AS ke-45 Donald Trump.

Partai Demokrat AS menuduh Trump melakukan penyalahgunaan kekuasaan. Hal terkait komunikasi yang dilakukan Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky Juli lalu. Trump dituduh menekan Ukraina untuk menggali informasi yang bisa merusak saingan politiknya Joe Biden, terkait putra Biden, Hunter.

Ketua House of Representative (DPR) AS, Nancy Pelosi Selasa waktu setempat secara resmi mengumumkan akan memulai proses dan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden AS ke-45 Donald Trump.

Partai Demokrat AS menuduh Trump melakukan penyalahgunaan kekuasaan. Hal terkait komunikasi yang dilakukan Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky Juli lalu. Trump dituduh menekan Ukraina untuk menggali informasi yang bisa merusak saingan politiknya Joe Biden, terkait putra Biden, Hunter.

"Tindakan Presiden Trump mengungkapkan fakta yang tidak terhormat dari pengkhianatan presiden atas sumpah jabatannya, pengkhianatan terhadap keamanan nasional, dan pengkhianatan integritas pemilu kita," kata Pelosi dalam pidatonya sebagaimana dilansir CNBC International.

"Karena itu, hari ini, saya mengumumkan Dewan Perwakilan Rakyat sedang bergerak maju dengan penyelidikan pemakzulan resmi. Saya mengarahkan keenam komite kami untuk melanjutkan penyelidikan mereka di bawah payung undang-undang pemakzulan" tegas Pelosi.

Sepanjang sejarah AS, ada tiga kali proses pemakzulan dan belum pernah ada Presiden yang dilengserkan dari jabatannya. Andrew Johnson dan Bill Clinton merupakan dua presiden yang pernah mengalami proses pemakzulan, tetapi mereka tetap menduduki jabatannya sebagai Presiden AS hingga akhir masa jabatan.

Ada lagi Richard Nixon yang mengalami proses sama akibat skandal Watergate tapi Nixon mengundurkan diri sebelum proses pemakzulan masuk ke tahap voting.


Equity World



Pemakzulan Presiden di AS Tak Pernah Sukses, Emas Meredup | Equity World


Proses pemakzulan yang diinisiasi oleh DPR AS nantinya di-voting oleh Senat. Partai Republik masih menguasai Senat AS sehingga kemungkinan Trump lengser dari jabatannya cukup kecil.

Merespon proses pemakzulan tersebut, Presiden Trump mengatakan akan membuka transkrip pembicaraannya dengan Presiden Zelensky. Trump sangat yakin dirinya tidak bersalah seperti yang dituduhkan oleh Pelosi.

Kecilnya kemungkinan Trump lengser dari orang nomer satu di Negara Adikuasa membuat kilau emas meredup pada perdagangan Rabu kemarin.

Rabu, 25 September 2019

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka menguat

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka menguat

Equityworld Futures | Saham Hong Kong berakhir dengan keuntungan pada Selasa untuk mengakhiri enam hari penurunan beruntun dengan investor mengawasi perkembangan dalam perdagangan China-AS.
Indeks Hang Seng menambahkan 0,22 persen, atau 58,60 poin, ke level 26.281,00.
Indeks Shanghai Composite menguat 0,28 persen, atau 8,26 poin, ke level 2.985,34 dan Indeks Shenzhen Composite, yang menelusuri saham-saham di bursa kedua China, naik 0,33 persen, atau 5,50 poin, ke level 1.665,56.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Selasa (24/9/19), terdorong optimise akan berlanjutnya perundingan dagang AS dengan China.
Pada pukul 20:50 WIB, indeks Dow Jones menguat 0,3%, begitu juga dengan S&P 500 dan Nasdaq yang naik 0,31% dan 0,42%, berdasarkan data Revinitiv. 
Pada akhir pekan lalu, pelaku pasar sempat dibuat cemas akibat negosiator China membatalkan kunjungan ke wilayah pertanian AS di Nebraska, tanpa ada keterangan lebih lanjut. Pelaku pasar menerka-nerka jika hubungan kedua negara kembali memanas, dampaknya Wall Street jeblok di perdagangan Jumat (20/9/19).
Namun kini kabar baik terus berdatangan, batalnya kunjungan delegasi China ke wilayah pertanian ternyata memang memang diminta oleh AS. Bukan karena hasil perundingan dagang yang buruk.

Hal tersebut juga dikuatkan oleh Menteri Perdagangan China yang mengatakan pada pekan lalu diskusi AS dan China mengenai ekonomi dan dagang berlangsung "konstruktif", dan kedua negara sepakat untuk tetap mempertahankan hubungan, sebagaimana dilansir CNBC International.
Kabar bagus lainnya kini datang dari Washington. Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin dalam wawancara di Fox Business mengatakan perundingan dagang antara AS dengan China akan dilanjutkan lagi dalam dua pekan ke depan, sebagaimana dilansir CNBC International.

Equityworld Futures



Isu Resesi Ketutup Asa Damai Dagang, Emas Amblas  | Equityworld Futures


Mnuchin menambahkan, negosiator level wakil menteri telah membuat beberapa kemajuan dalam pertemuan awal yang berlangsung pada pekan lalu.
Selain kabar bagus tersebut, pelaku pasar saat ini juga menanti pidato Presiden AS Donald Trump di PBB hari ini. Trump diprediksi memberikan pernyataan terkait dengan Iran, begitu juga dengan hubungan dagang dengan China.

Hubungan AS dengan Iran sedang memanas setelah serangan drone terhadap dua fasilitas minyak Arab Saudi. AS dan sekutu menempatkan lebih banyak pasukannya di kawasan minyak mentah tersebut, dan Iran menjadi tersangka serangan tersebut. Komentar keras dari Presiden Trump tentunya bisa membuat sentimen pelaku pasar memburuk lagi, tetapi, jika Trump kembali menyatakan tidak berminat untuk berperang, Wall Street dapat terus menghijau.

Selasa, 24 September 2019

PT Equityworld | Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 16,4 dolar AS

PT Equityworld | Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 16,4 dolar AS

PT Equityworld | Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena investor beralih ke pembelian safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dunia dan risiko-risiko geopolitik.

Dilansir Xinhua, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 16,4 dolar AS atau 1,08 persen, menjadi ditutup pada 1.531,5 dolar AS per ounce.

Emas berjangka telah naik setelah data pada Senin (23/9/2019) menunjukkan aktivitas manufaktur di zona euro mengalami kontraksi lebih tajam pada September, membukukan pembacaan terburuk dalam hampir tujuh tahun.

Indeks pembelian manajer (PMI) sektor manufaktur zona euro jatuh ke level terendah 83-bulan di 45,6 pada September, turun dari 47 pada Agustus.


PT Equityworld



Ini Penyebab Harga Emas Semakin Mahal, Berikut Pergerakan Harga Emas Kemarin | PT Equityworld


Namun, kenaikan logam mulia itu dibatasi oleh greenback yang lebih kuat. Indeks dolar AS, yang mengukur dolar AS terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,39 persen menjadi 98,66 pada pukul 17.30 GMT sesaat sebelum penyelesaian transaksi emas.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 86,2 sen atau 4,83 persen menjadi ditutup pada 18,711 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 11,3 dolar AS atau 1,2 persen, menjadi menetap pada 953,9 dolar AS per ounce.

Senin, 23 September 2019

Equityworld Futures | China Batal ke AS, Wall Street Langsung Lemas

Equityworld Futures | China Batal ke AS, Wall Street Langsung Lemas

Equityworld Futures | Saham-saham di Wall Street turun pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB. 21/9/2019), dan juga berakhir lebih rendah selama seminggu, setelah delegasi pertanian China membatalkan kunjungan yang direncanakan ke Montana.

Atas keputusan China ini, mengurangi optimisme tentang pembicaraan perdagangan Amerika Serikat dan China. Delegasi yang telah dijadwalkan untuk mengunjungi negara-negara bagian pertanian AS minggu depan, akan kembali ke China lebih cepat dari yang dijadwalkan sebelumnya, kata Biro Pertanian Montana.

Indeks saham utama jatuh ke wilayah negatif setelah pembatalan, yang terjadi ketika pembicaraan perdagangan diadakan di Washington dan Presiden AS Donald Trump mengatakan dia menginginkan kesepakatan perdagangan yang lengkap, bukan hanya kesepakatan bagi China untuk membeli lebih banyak barang pertanian AS.

Sebelum berita ini, S&P 500 dan Dow berada di wilayah positif. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 159,72 poin atau 0,59%, menjadi berakhir di 26.935,07 poin. Indeks S&P 500 turun 14,72 poin atau 0,49%, menjadi 2.992,07 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 65,21 poin atau 0,80%, menjadi 8.117,67 poin.

Untuk minggu ini, S&P 500 turun 0,52%, Dow kehilangan 1,05%, dan Nasdaq turun 0,72%. Selama berbulan-bulan, Wall Street memantul ke atas dan ke bawah dengan tanda-tanda perbaikan atau kemunduran dalam pembicaraan perdagangan, seringkali berdasarkan komentar atau cuitan dari Trump, sebuah siklus yang telah biasa digunakan para investor.

"Dalam hal ini, ini sedikit lebih memprihatinkan karena China yang membuat keputusan, bukan Trump," kata Ahli Strategi Pasar Baird, Willie Delwiche di Milwaukee.

Optimisme perdagangan dalam beberapa pekan terakhir membantu meningkatkan S&P 500 menjadi sedikit di bawah rekor tertinggi sepanjang masa pada Juli.

Delapan dari 11 sektor utama S&P jatuh pada Jumat (20/9/2019). Indeks consumer discretionary S&P 500 dan indeks teknologi informasi S&P 500 yang sensitif terhadap tarif, masing-masing mengalami penurunan paling besar, turun 1,2% dan 1,1%. Indeks chip Philadelphia turun 1,8 persen.

Netflix jatuh 5,5% setelah CEO Reed Hastings membuat komentar menggarisbawahi meningkatnya biaya dan meningkatnya persaingan dari Walt Disney Co, Apple Inc dan layanan streaming video lainnya.

Equityworld Futures


Rekomendasi Pergerakan Harga Emas Hari Ini | Equityworld Futures


Menambah kesengsaraan Netflix, Evercore ISI mengatakan data terbaru melukiskan gambaran yang tidak pasti tentang pertumbuhan pelanggan internasional perusahaan.

Sementara itu, indeks kesehatan S&P 500 yang telah menjadi sektor S&P dengan kinerja terburuk tahun ini, mencatat kenaikan terbesar di antara 11 sektor utama, terangkat 0,6%. Sementara, Merck & Co naik 1,4% setelah obat perusahaan Pifeltro dan Delstrigo menerima persetujuan FDA untuk digunakan pada pasien dewasa tertentu dengan HIV-1 yang "ditekan secara virus."

Roku Inc jatuh 19,2% setelah Pivotal Research memulai peliputan sahamnya dengan peringkat jual. Xilinx Inc turun 6,8% setelah kepala keuangan perusahaan Lorenzo Flores mengatakan ia akan mundur, mendorong Bank of America Merrill untuk menurunkan peringkat pembuat chip itu menjadi "netral." Demikian laporan yang dikutip dari Reuters.