Senin, 21 Agustus 2023

Equity World Futures | Harga Emas Hari Ini Tak Berubah, Rugi 11,78% Pembeli Sepekan Lalu

Equity World Futures | Harga Emas Hari Ini Tak Berubah, Rugi 11,78% Pembeli Sepekan Lalu

Equity World Futures | Senin (21/8) harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) tetap pada harga Rp 1.057.000 per gram seperti harga sebelumnya.

Equity World Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, Investor Tunggu Pidato Ketua the Fed

Di lain sisi, harga buyback oleh Logam Mulia tetap pada harga Rp 936.000 per gram seperti harga sebelumnya. Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp 121.000 per gram.

Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).

Harga emas yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga buyback adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.

Jadi, jika pagi ini membeli emas dari Antam maka Anda harus membayar Rp 1.057.000 per gram. Kalau karena suatu sebab tiba-tiba Anda butuh uang sangat mendesak sehingga terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, jangan kaget emas Anda cuma dihargai Rp 936.000 per gram oleh Logam Mulia.

Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.

Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.

Sekadar ilustrasi, berikut ini kalkulasi potensi untung/rugi andaikata para investor emas lantakan pada beberapa kurun waktu.

  •     Membeli emas pada 14 Agustus 2023 (Rp 1.061.000 per gram) = -11.78% (rugi)
  •     Membeli emas pada 21 Juli 2023 (Rp 1.077.000 per gram) = -13.09% (rugi)
  •     Membeli emas pada 21 Mei 2023 (Rp 1.056.000 per gram) = -11.36% (rugi)
  •     Membeli emas pada 21 Februari 2023 (Rp 1.023.000 per gram) = -8.50% (rugi)
  •     Membeli emas pada 21 November 2022 (Rp 978.000 per gram) = -4.29% (rugi)
  •     Membeli emas pada 21 Agustus 2022 (Rp 972.000 per gram) = -3.70% (rugi)
  •     Membeli emas pada 21 Mei 2022 (Rp 984.000 per gram) = -4.88% (rugi)
  •     Membeli emas pada 21 Februari 2022 (Rp 972.000 per gram) = -3.70% (rugi)
  •     Membeli emas pada 21 November 2021 (Rp 947.000 per gram) = -1.16% (rugi)

Kalkulasi di atas belum memperhitungkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan biaya materai Rp 6.000.

Jumat, 18 Agustus 2023

Equity World Futures | Jeblok, Harga Emas Menuju Penurunan 4 Pekan Berturut-turut

Equity World Futures | Jeblok, Harga Emas Menuju Penurunan 4 Pekan Berturut-turut

Equity World Futures | Harga emas naik tipis pada pagi ini setelah kemarin tergelincir ke level terendah lima bulan. Harga emas menuju penurunan empat pekan berturut-turut.

Equity World Futures | Duh! Harga Emas Babak Belur Karena The Fed & Pengangguran AS

Faktor-faktor seperti kenaikan imbal hasil US Treasury, penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS), dan pandangan hawkish pada suku bunga dari pejabat Federal Reserve membebani pergerakan harga emas.

Jumat (18/8) pukul 6.22 WIB, harga emas spot menguat tipis 0,05% ke US$ 1.890,46 per ons troi dari posisi kemarin US$ 1.889,43 per ons troi. Harga emas bergerak di bawah level US$ 1.900 per ons troi dalam tiga hari perdagangan terakhir. Dalam sepekan, harga emas spot merosot 1,22%.

Sedangkan harga emas kontrak Desember 2023 di Commodity Exchange menguat 0,23% ke US$ 1.919,70 per ons troi dalam sehari. Harga emas berjangka AS ini turun 1,38% dalam sepekan.

Harga emas spot turun 3,64% dalam empat pekan. Sedangkan harga emas berjangka terjun 4,27%.

"Harga emas telah turun selama beberapa hari terakhir karena kenaikan suku bunga dan imbal hasil obligasi," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures kepada Reuters.

Dia menambahkan, terjadi aksi beli di harga murah dalam beberapa hari terakhir. "Kami melihat kemarin dalam menanggapi risalah FOMC, pasar memperkirakan bahwa Federal Reserve mungkin masih perlu sedikit lebih agresif dari perkiraan sebelumnya dalam hal terus menaikkan suku bunga," ujar Meger.

Risalah pertemuan The Fed 25-26 Juli pada hari Rabu (16/8) malam menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan terus memprioritaskan pertempuran melawan inflasi. Sementara beberapa peserta FOMC mengutip risiko ekonomi jika suku bunga didorong terlalu tinggi.

Ekspektasi bahwa suku bunga AS kemungkinan akan lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama mendorong imbal hasil US Treasury tenor 10-tahun ke level tertinggi sejak Oktober. Kenaikan yield membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik bagi investor. Kemarin, yield US Treasury tenor 10 tahun berada di level 4,28%.

Juga melukai emas, nilai tukar dolar AS bertahan mendekati level tertinggi dalam dua bulan. Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia kemarin ditutup pada 103,57 yang merupakan level tertinggi sejak pertengahan Juni. Indeks dolar naik dalam enam hari perdagangan terakhir hingga kemarin.

Data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun minggu lalu, menunjuk ke pasar tenaga kerja yang masih ketat.

"Pasar mencari celah di pasar tenaga kerja AS untuk benar-benar mengubah lintasan saat ini. Dan sampai saat itu, emas batangan mungkin tetap berada di bawah tekanan," tulis analis DailyFX Warren Venketas dalam sebuah catatan.

Rabu, 16 Agustus 2023

Equity World Futures | Harga Emas Dunia Stabil, Menanti Sentimen Ekonomi AS

Equity World Futures | Harga Emas Dunia Stabil, Menanti Sentimen Ekonomi AS

Equity World Futures
| Harga emas stabil pada hari Selasa, didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi dan dolar AS. Meskipun ekspektasi bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama setelah data AS yang kuat.

Equity World Futures | Harga Emas Turun Mendekati US$ 1.900 Setelah Rilis Angka Penjualan Ritel AS

Penjualan ritel AS melonjak 0,7% bulan lalu, Departemen Perdagangan mengatakan pada hari Selasa, menunjukkan ekonomi terus berkembang di awal kuartal ketiga. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan penjualan ritel akan naik 0,4%.

"Laporan penjualan ritel mengesankan lainnya, yang menunjukkan ekonomi tidak melemah dan itu akan memaksa Fed untuk mempertahankan prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut," kata Edward Moya, analis pasar senior Amerika di OANDA.

“Harga emas dunia USD 1.900 per ons adalah level kunci bagi banyak trader saat mereka fokus pada emas. Kadang-kadang dapat diperdagangkan dengan sangat teknis dan kami dapat melihat beberapa dukungan utama di sekitar level ini untuk harga emas," tambahnya.
Imbal Hasil Obligasi AS

Setelah menawarkan beberapa kelonggaran, imbal hasil obligasi AS 10 tahun turun setelah mencapai tertinggi hampir 10 bulan sebelumnya. Indeks dolar turun 0,3% terhadap para pesaingnya, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Menurut Alat FedWatch CME, kemungkinan bahwa Fed akan membiarkan suku bunga tidak berubah tahun ini adalah sebesar 57%. The Fed sejak Maret 2022 menaikkan suku bunga acuan semalam sebesar 525 basis poin ke kisaran 5,25%-5,50% saat ini.

Suku bunga tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan.

Indikasi sentimen, kepemilikan dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, turun ke level terendah sejak Januari 2020 pada hari Senin.

Selasa, 15 Agustus 2023

Equity World Futures | Saham Teknologi "Rebound", Wall Street Hijau

Equity World Futures | Saham Teknologi "Rebound", Wall Street Hijau

Equity World Futures | Bursa saham AS atau Wall Street ditutup di zona hijau pada akhir perdagangan Senin (14/8/2023). Pergerakan positif tersebut ditopang oleh saham-saham teknologi pembuat chip yang rebound.

Equity World Futures | Dollar AS Perkasa, Harga Emas Dunia Turun ke Level Terendah Sebulan

S&P 500 menguat 0,58 persen, dan ditutup pada level 4.489,72. Nasdaq naik 1,05 persen, dan berakhir pada posisi 13.788,33. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average (DJIA) bertambah 26,23 poin, atau 0,07 persen, ditutup pada level 35.307,63.

Saham Nvidia melonjak 7,1 persen, usai perusahaan tersebut bertransformasi ke sistem artificial intelligence (AI). Saham produsen chip lainya juga ikut menguat secara keseluruhan, dengan kenaikan harga saham VanEck Semiconductor ETF (SMH) 3 persen.

Pekan lalu, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 0,3 persen dan 1,9 persen secara mingguan. Sementara DJIA naik 0,6 persen dalam sepekan. Pekan ini, pergerakan harga saham akan dibayangi oleh laporan indeks konsumen AS.

Beberapa perusahaan yang akan merilis laporan pendapatan, diantaranya Home Depot, Target, dan Walmart. Di sisi lain, data penjualan ritel dari bulan Juli juga akan dirilis pada Selasa pagi waktu setempat.

Laporan pendapatan yang rilis di awal pekan ini, menyusul serangkaian laporan inflasi minggu lalu yang menunjukkan bahwa kenaikan harga cenderung melambat, tetapi masih di atas target Federal Reserve.

“Kondisi pasar saat ini Retracement (mencari area support terdekat) yang menunjukkan beberapa jeda yang telah terjadi, dan diakhiri dengan posisi bullish. Sejauh ini Retracement kemungkinan besar sehat,” kata kepala strategi investasi Oppenheimer John Stoltzfus.