Kamis, 30 September 2021

PT Equity World | Wall St beragam, S&P 500 dan DOw naik di tengah kekhawatiran inflasi

PT Equity World | Wall Street beragam pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dalam rebound parsial dari aksi jual luas sehari sebelumnya, dengan pernyataan dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell dan debat plafon utang yang sedang berlangsung membatasi kenaikan.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 90,73 poin atau 0,26 persen, menjadi menetap di 34.390,72 poin. Indeks S&P 500 menguat 6,83 poin atau 0,16 persen, menjadi berakhir di 4.359,46 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melemah 34,24 poin atau 0,24 persen menjadi 14.512,44 poin.

Bursa Saham Asia Bergerak Campuran, Investor Menunggu Data Aktivitas Pabrik China | PT Equity World

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah positif, dengan sektor utilitas terangkat 1,3 persen, melampaui sisanya. Sementara itu, sektor teknologi berada di bawah tekanan dengan layanan komunikasi dan kelompok teknologi masing-masing turun 0,21 persen dan 0,1 persen.

Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average menguat, tetapi Indeks Komposit Nasdaq ditutup lebih rendah karena imbal hasil obligasi pemerintah menghentikan kenaikan mereka. Sektor-sektor defensif memimpin karena investor mencari stabilitas di pasar yang bergejolak.

Tetapi, ketiga indeks utama tetap berada di jalur untuk mencatat penurunan bulanan, dengan S&P 500 yang menjadi penentu menghentikan kenaikan beruntun tujuh bulan.

“Kisah yang sama telah kita lihat selama beberapa minggu,” kata Oliver Pursche, wakil presiden senior di Wealthspire Advisors, di New York.

"Investor khawatir tentang tiga hal: pengurangan pembelian obligasi oleh The Fed, inflasi yang sedang berlangsung dengan Ketua Powell mengatakan hal itu akan bertahan lebih lama dari yang diperkirakan, dan masalah plafon utang yang sedang dihadapi kongres."

Powell, berbicara di acara Bank Sentral Eropa, menyatakan frustrasi atas gangguan rantai pasokan yang terus-menerus yang dapat membuat inflasi meningkat lebih lama dari yang diharapkan.

Pasar saham menguat setelah sambutannya.

“Powell telah sangat baik dalam menyampaikan beritanya secara resmi yang semua orang tahu akan datang,” kata Pursche.

Perselisihan berlanjut di Capitol Hill atas pendanaan pemerintah saat batas waktu Jumat (1/10/2021) untuk mencegah penutupan semakin dekat, dengan meningkatnya kekhawatiran atas gagal bayar kredit AS.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS berhenti menguat setelah kenaikan dalam beberapa hari terakhir saat debat plafon utang berlangsung di Washington.

Boeing Co memberikan dorongan terbesar terhadap Dow setelah regulator penerbangan China berhasil menguji pesawat 737 MAX. Saham pembuat pesawat itu melonjak 3,2 persen.

Produsen obat Eli Lilly & Co juga melonjak 4,0 persen setelah Citigroup menaikkan peringkatnya menjadi "beli" dari "netral."

Volume transaksi di bursa AS mencapai 11,42 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,45 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

PT Equity World | Bursa Saham Asia Bergerak Campuran, Investor Menunggu Data Aktivitas Pabrik China

PT Equity World | Wall Street beragam pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dalam rebound parsial dari aksi jual luas sehari sebelumnya, dengan pernyataan dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell dan debat plafon utang yang sedang berlangsung membatasi kenaikan.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 90,73 poin atau 0,26 persen, menjadi menetap di 34.390,72 poin. Indeks S&P 500 menguat 6,83 poin atau 0,16 persen, menjadi berakhir di 4.359,46 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melemah 34,24 poin atau 0,24 persen menjadi 14.512,44 poin.

Bursa Saham Asia Bergerak Campuran, Investor Menunggu Data Aktivitas Pabrik China | PT Equity World

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah positif, dengan sektor utilitas terangkat 1,3 persen, melampaui sisanya. Sementara itu, sektor teknologi berada di bawah tekanan dengan layanan komunikasi dan kelompok teknologi masing-masing turun 0,21 persen dan 0,1 persen.

Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average menguat, tetapi Indeks Komposit Nasdaq ditutup lebih rendah karena imbal hasil obligasi pemerintah menghentikan kenaikan mereka. Sektor-sektor defensif memimpin karena investor mencari stabilitas di pasar yang bergejolak.

Tetapi, ketiga indeks utama tetap berada di jalur untuk mencatat penurunan bulanan, dengan S&P 500 yang menjadi penentu menghentikan kenaikan beruntun tujuh bulan.

“Kisah yang sama telah kita lihat selama beberapa minggu,” kata Oliver Pursche, wakil presiden senior di Wealthspire Advisors, di New York.

"Investor khawatir tentang tiga hal: pengurangan pembelian obligasi oleh The Fed, inflasi yang sedang berlangsung dengan Ketua Powell mengatakan hal itu akan bertahan lebih lama dari yang diperkirakan, dan masalah plafon utang yang sedang dihadapi kongres."

Powell, berbicara di acara Bank Sentral Eropa, menyatakan frustrasi atas gangguan rantai pasokan yang terus-menerus yang dapat membuat inflasi meningkat lebih lama dari yang diharapkan.

Pasar saham menguat setelah sambutannya.

“Powell telah sangat baik dalam menyampaikan beritanya secara resmi yang semua orang tahu akan datang,” kata Pursche.

Perselisihan berlanjut di Capitol Hill atas pendanaan pemerintah saat batas waktu Jumat (1/10/2021) untuk mencegah penutupan semakin dekat, dengan meningkatnya kekhawatiran atas gagal bayar kredit AS.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS berhenti menguat setelah kenaikan dalam beberapa hari terakhir saat debat plafon utang berlangsung di Washington.

Boeing Co memberikan dorongan terbesar terhadap Dow setelah regulator penerbangan China berhasil menguji pesawat 737 MAX. Saham pembuat pesawat itu melonjak 3,2 persen.

Produsen obat Eli Lilly & Co juga melonjak 4,0 persen setelah Citigroup menaikkan peringkatnya menjadi "beli" dari "netral."

Volume transaksi di bursa AS mencapai 11,42 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,45 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Rabu, 29 September 2021

PT Equity World | Rabu Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Ambyar

PT Equity World | Saham di kawasan Asia Pasifik pada perdagangan Rabu (29/9/2021) dibuka ambyar, mengikuti rontoknya saham-saham AS di Bursa Wall Street. Pasar khawatir dengan kenaikan yield obligasi AS, sementara pembahasan anggaran oleh anggota parlemen di Washington kembali buntu.

Di Jepang, Nikkei 225 tergelincir 1,83% di awal perdagangan sementara indeks Topix turun 1,91%.

Emas jatuh 14,5 dolar terseret kenaikan "greenback" dan imbal hasil | PT Equity World

Kospi Korea Selatan turun 1,77%.

S&P/ASX 200 di Australia turun 0,32%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,32% lebih rendah.

Investor mencermati pergerakan imbal hasil (yield) Treasury 10-tahun, yang melewati batas 1,5% pada hari Senin dan terus meningkat sejak itu, terakhir di level 1,5478%. Yield bergerak berbanding terbalik dengan harga.

Yield yang melonjak telah memukul saham teknologi di Wall Street, dengan Nasdaq Composite turun 2,83% menjadi 14.546,68 untuk hari terburuk sejak Maret. Saham teknologi terpukul karena kenaikan suku bunga membuat arus kas masa depan mereka kurang berharga, dan pada gilirannya membuat saham populer tampak dinilai terlalu tinggi.

S&P 500 turun 2,04% menjadi 4.352,63 sementara Dow Jones Industrial Average turun 569,38 poin menjadi 34.299,99.

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 93,717 setelah kenaikan baru-baru ini dari bawah 93,6.

Yen Jepang diperdagangkan pada 111,53 per dolar, lebih lemah dari level di bawah 111,2 terhadap greenback awal pekan ini. Dolar Australia berada di $0,7242 setelah kemarin turun dari atas $0,729.

Selasa, 28 September 2021

PT Equity World | Harga emas terkoreksi pada perdagangan Selasa (28/9) pagi

PT Equity World | Harga emas melemah pada perdagangan Selasa (28/9) pagi. Pukul 07.17 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2021 di Commodity Exchange ada di US$ 1.750,90 per ons troi, turun 0,06% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.752,00 per ons troi.

Harga emas berfluktasi karena para trader mempertimbangkan potensi pengesahan tagihan belanja infrastruktur di AS dan kenaikan imbal hasil US Treasury.

Wall Street mixed, S&P 500 dan Nasdaq tergelincir imbas kenaikan yield US Treasury | PT Equity World

Mengutip Bloomberg, Ketua DPR Nancy Pelosi berjanji untuk meloloskan anggaran infrastruktur senilai US$ 550 miliar pekan ini dan mengisyaratkan bahwa jumlah utama pada paket pengeluaran dan pajak yang lebih besar akan diturunkan dari US$ 3,5 triliun.

Senat akan melakukan pemungutan suara pada Kamis. 

Di sisi lain, aksi jual US Treasury membuat imbal hasil US Treasury benchmark 10 tahun naik di atas 1,5% pada Senin.

"Kenaikan imbal hasil ini pasti akan lebih banyak memukul logam mulia, tetapi tidak cukup untk berubah menjadi kerugian," kata analis TD Securities yang dipimpin Bart Melek dalam sebuah catatan yang dikutip Bloomberg.

Senin, 27 September 2021

PT Equity World | Mengawali Pekan Terakhir September, Bursa Berjangka Menguat

PT Equity World | Bursa saham berjangka naik pada perdagangan Minggu (Senin WIB) di mana investor bersiap untuk minggu terakhir September yang bergejolak.

Melansir CNBC International, Senin, 27 September 2021, indeks berjangka Dow Jones Industrial Average naik 80 poin. S&P 500 berjangka naik 0,2 persen dan Nasdaq 100 berjangka sedikit berubah.

Saham Asia Pasifik Dibuka Bervariasi | PT Equity World

Wall Street berhasil keluar dari minggu roller-coaster-nya di tengah banyak kekhawatiran mulai dari krisis utang raksasa real estat Tiongkok, Evergrande hingga sinyal Federal Reserve terkait stimulus moneter, dan tindakan keras Beijing terhadap cryptocurrency.

Blue-chip Dow menyelesaikan minggu ini 0,6 persen lebih tinggi, keluar dari penurunan beruntun tiga minggu. S&P 500 naik 0,5 persen pada minggu ini, sedangkan Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik tipis 0,02 persen minggu lalu.

Saat ini investor memantau default pada utang AS, dan kemungkinan runtuhnya agenda ekonomi besar-besaran Presiden AS Joe Biden.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan dirinya mengharapkan RUU infrastruktur bipartisan senilai USD1 triliun disahkan minggu ini.

Kongres harus meloloskan anggaran baru pada akhir September, dan anggota parlemen juga harus mencari cara untuk meningkatkan atau menangguhkan plafon utang pada Oktober sebelum AS gagal membayar utang untuk pertama kalinya.

Jumat, 24 September 2021

Equity World | Jumat Pagi, Mayoritas Saham Asia Pasifik Dibuka Menguat

Equity World | Mayoritas saham di kawasan Asia-Pasifik dibuka menguat pada Jumat pagi (24/9/2021). Investor terus mengamati perkembangan di sekitar China Evergrande Group.

Nikkei 225 di Jepang melonjak 2,06% di awal perdagangan sementara indeks Topix naik 2,01%.

Harga emas melanjutkan koreksi pada perdagangan Jumat (24/9) pagi | Equity World

Kospi Korea Selatan naik tipis 0,21%.

Di Australia, S&P/ASX 200 naik sekitar 0,1%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan di atas garis datar.

The Wall Street Journal melaporkan pada hari Kamis bahwa pihak berwenang China telah mengatakan kepada pejabat setempat untuk mempersiapkan potensi kematian Evergrande. Ketidakpastian juga tetap ada di sekitar apakah Evergrande akan membayar bunga yang jatuh tempo pada hari Kamis pada obligasi berdenominasi dolar.

Semalam di Wall Street, Dow Jones Industrial Average melonjak 506,50 poin menjadi 34.764,82 sementara S&P 500 naik 1,21% menjadi 4.448,98. Nasdaq Composite naik 1,04% menjadi 15.052,24.

Kenaikan Kamis meninggalkan rata-rata utama di Wall Street di wilayah positif untuk minggu ini, pulih dari kerugian sebelumnya.

Mata Uang dan Minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 93,087 — masih di atas level di sekitar 93 yang terlihat awal pekan ini.

Yen Jepang diperdagangkan pada 110,32 per dolar, setelah melemah beberapa hari sebelumnya dari sekitar 109,2 terhadap greenback. Dolar Australia berpindah tangan pada $0,7296 menyusul kenaikan kemarin dari bawah $0,724.

Harga minyak lebih tinggi di pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent naik sekitar 0,1% menjadi $77,31 per barel. Minyak mentah berjangka AS melayang di atas garis datar, diperdagangkan pada $73,32 per barel.

Kamis, 23 September 2021

Equity World | Harga emas terkoreksi, terseret sinyal tapering off The Fed

Equity World | Harga emas terkoreksi pada perdagangan Kamis (23/9) pagi. Pukul 07.10 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2021 di Commodity Exchange ada di US$ 1.767,50 per ons troi, turun 0,63% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.778,80 per ons troi.

Penurunan harga emas dipicu oleh rebound dolar setelah Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral dapat mulai mengurangi pembelian aset segera setelah Novemer dan menyelesaikan prosesnya pada pertengahan 2022.

Wall Street Meroket Dipicu Langkah The Fed Tahan Suku Bunga Acuan | Equity World

"Meskipun reaksi awal, pertemuan itu pasti memiliki kecenderungan hawkish secara umum, dari kenaikan titik hingga saran bahwa pengurangan dapat diumumkan pada pertemuan berikutnya, semua ini telah menyeret emas turun,"kata Ryan McKay, ahli strategi komoditas TD Securities seperti dikutip Bloomberg.

Emas telah kehilangan lebih dari 6% tahun ini karena bank sentral merencanakan arah pemotongan stimulus moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya yang diluncurkan untuk menyelamatkan ekonomi dari dampak pandemi.

Mengutip Reuters, dalam konferensi pers laporan terbaru bank sentral, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan, penarikan pembelian obligasi bulanan senilai US$ 120 miliar oleh bank sentral dapat dimulai setelah pertemuan kebijakan 2-3 November selama pertumbuhan pekerjaan AS hingga September cukup kuat. 

Laporan nonfarm payrolls AS untuk bulan September akan dirilis pada awal Oktober, laporan terakhir sebelum pembuat kebijakan Fed berkumpul lagi pada bulan November.

"Tidak perlu pukulan atau laporan ketenagakerjaan yang sangat kuat," untuk memulai program pembelian obligasi, dengan proses yang diperkirakan akan berakhir pada pertengahan tahun depan," kata Powell.

Rabu, 22 September 2021

Equity World | Wall Street ditutup beragam jelang pernyataan penting kebijakan Fed

Equity World | Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) setelah aksi jual yang luas sehari sebelumnya, dengan kekhawatiran atas masalah di pengembang China Evergrande dan kehati-hatian menjelang pernyataan penting kebijakan Federal Reserve membatasi pasar.

Ritme perdagangan berombak, dengan indeks Dow dan S&P 500 menghapus kenaikan sesi sebelum penutupan, sementara Nasdaq berakhir sedikit lebih tinggi.

Rabu Pagi, Mayoritas Saham Asia Pasifik Dibuka Terkoreksi | Equity World

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 50,63 poin atau 0,15 persen, menjadi menetap di 33.919,84 poin. Indeks S&P 500 berkurang 3,54 poin atau 0,08 persen, menjadi berakhir di 4.354,19 poin. Indeks Komposit Nasdaq terdongkrak 32,49 poin atau 0,22 persen, menjadi berakhir di 14.746,40 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan saham sektor industri turun 0,7 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor energi menguat 0,37 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

Saham Walt Disney Co jatuh 4,2 persen dan merupakan beban terbesar pada S&P 500 dan Dow setelah Chief Executive Officer Bob Chapek mengatakan kebangkitan varian Delta virus corona menunda produksi beberapa judulnya.

Kekhawatiran atas China Evergrande Group telah membuat investor gelisah dan menambah kekhawatiran baru-baru ini atas pertumbuhan ekonomi akibat varian Delta.

Kekhawatiran gagal bayar terus-menerus membayangi upaya ketua Evergrande untuk meningkatkan kepercayaan terhadap perusahaan pada Selasa (21/9/2021), sementara Beijing tidak menunjukkan tanda-tanda akan campur tangan untuk membendung efek apa pun pada ekonomi global.

"Orang-orang telah dikondisikan untuk membeli saat turun dari sebagian besar kenaikan tahun lalu," kata Michael James, direktur pelaksana perdagangan ekuitas di Wedbush Securities di Los Angeles.

"Tapi kegelisahan di atas kepala itu masih ada," katanya. “Situasi Evergrande masih menjadi awan hitam yang menggantung di pasar global. Kombinasi itu dengan ketidakpastian komentar Fed yang akan datang besok, dan ada keengganan untuk menjadi terlalu agresif menahan saham untuk naik.”

Investor menunggu akhir pertemuan Fed minggu ini yang mungkin menjelaskan kapan pembelian besar-besaran atas utang pemerintah akan mulai dikurangi.

Para pejabat Fed akan mengungkapkan proyeksi baru ketika investor juga waspada untuk setiap waktu pengetatan suku bunga.

Menambah bearish di akhir hari, saham American Airlines Group Inc dan JetBlue Airways Corp jatuh setelah catatan di pengadilan federal Boston menunjukkan Amerika Serikat dan beberapa negara bagian AS pada Selasa (21/9/2021) mengajukan gugatan antimonopoli terhadap perusahaan-perusahaan. Saham American Airlines berakhir turun 2,8 persen sementara JetBlue anjlok 4,8 persen.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 9,73 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 9,95 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir. 

Selasa, 21 September 2021

Equity World | Harap-harap cemas tapering, bursa saham Asia tertekan

Equity World | Bursa saham Asia melemah dan dollar bertahan kuat pada perdagangan Senin (20/9) pagi. Pergerakan pasar pekan ini akan disemarakkan dengan sekitar selusin pertemuan bank sentral yang fokus melihat arah kebijakan The Fed yang diperkirakan kemungkinan akan mengambil langkah menuju tapering atau pengurangan pembelian aset.  

Libur di Jepang, Cina dan Korea Selatan membuat perdagangan bursa cukup tipis pada awal pekan ini. Faktor politik juga ikut menambah ketidakpastian di pasar seperti di Kanada dan Jerman yang tengah melakukan pemilihan umum.

Harga Emas Naik Dipicu Kekhawatiran Evergrande dan Turunnya Harga Saham | Equity World

Pelaku pasar juga tengah menanti nasib raksasa properti China Evergrande. Perusahaan yang memiliki kewajiban sekitar US$ 300 miliar ini akan menghadapi pembayaran bunga jatuh tempo pada Kamis (23/9).

Jika tidak ada solusi terkait pembayaran utang Evergrade ini maka bisa menjadi risiko sistemik di sektor keuangan China. Kondisi ini ditambah dengan tindakan keras pemerintah China terhadap perusahaan teknologi semakin meningkatkan kekhawatiran bagi pelaku pasar sehingga memukul bursa Hong Kong pekan lalu.

Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,2% pada Senin pagi, setelah minggu lalu turun 2,5%. Nikkei Jepang ditutup melakukan konsolidasi setelah melonjak ke level tertinggi dalam 30-tahun di tengah harapan Perdana Menteri baru akan membawa stimulus ekstra dan perubahan kebijakan.

Indeks berjangka Nasdaq turun 0,1% dan kontrak berjangka S&P 500 tidak berubah di saat Wall Street berakhir melemah pekan lalu setelah data indeks kepercayaan konsumen AS mengecewakan.

The Fed diperkirakan akan meletakkan dasar untuk pengurangan pembelian aset  pada pertemuan yang akan digelar Selasa dan Rabu, meskipun konsensus memperkirakan pengumuman final akan ditunda hingga pertemuan pada  November atau Desember.

Imbal hasil Treasury 10 tahun menyentuh tertinggi dua bulan dan kurva mendatar ke depan majelis. "Kurva imbal hasil yang lebih datar menunjukkan beberapa kekhawatiran The Fed dapat melampaui siklus kenaikan," ujar Tapas Strickland, direktur ekonomi di NAB memperingatkan.

Dia mencatat hanya 2-3 anggota FOMC yang ingin mengubah perkiraan dot plot mereka untuk kenaikan pada tahun 2022 untuk menjadikannya rata-rata, mengingat tujuh dari 18 telah memperkirakan langkah itu akan diambil tahun depan. "The Fed bahkan dapat memiliki titik-titik untuk 2024 yang mampu memberikan tanda kecuraman siklus kenaikan bunga yang potensial." katanya dikutip Reuters, Senin (20/9).

Sementara perkiraan rata-rata analis, akan terjadi dua kenaikan pada 2023 dan empat pada tahun 2024 dengan suku bunga dana The Fed jaga panjang diperkirakan 2,125%.

Bank sentral di Uni Eropa, Jepang, Inggris, Swiss, Swedia, Norwegia, Indonesia, Filipina, Taiwan, Brasil, Afrika Selatan, Turki, dan Hongaria semuanya mengadakan konferensi minggu ini. Norwegia diperkirakan menjadi yang pertama di G10 untuk meningkatkan suku bunga.

Kenaikan imbal hasil AS dan penghindaran ancaman umum telah menguntungkan dollar yang mendekati level tertinggi satu bulan di 93,232 pada sekeranjang mata uang.

Dolar berada di kisaran 109,96 terhadap yen, sedangkan euro mendekati level terendah dalam tiga minggu di US$ 1,1728 sebagian karena ketidakpastian menjelang pemilihan Jerman akhir pekan ini. Dollar yang lebih kuat membebani emas, yang tertahan di US$ 1.753 per ounce setelah turun 1,9% minggu lalu.

Senin, 20 September 2021

Equity World | Harga emas naik tipis pada perdagangan Senin (20/9), investor menanti The Fed

Equity World | Harga emas menguat pada perdagangan Senin (20/9) pagi. Pukul 07.10 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2021 di Commodity Exchange ada di US$ 1.754,30 per ons troi, naik 0,16% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 1.751,40 per ons troi.

Pekan lalu, harga emas terkoreksi setelah penjualan ritel AS menunjukkan kenaikan yang cukup kuat, sehingga dapat meningkatkan peluang Federal Reserve untuk segera mengurangi stimulus.

Varian Delta di AS Meluas, Wall Street Turut Kena Imbas | Equity World

Kenaikan dolar AS juga membatasi daya tarik logam mulia.

"Pasar stabil, tetapi kita perlu melihat emas di atas US$ 1.780 per ons trpi sebelum membatalkan risiko penurunan yang lebih dalam menuju kisaran rendah di bawah US$ 1.700 per ons troi," kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas Saxo Bank AS seperti dikutip Bloomberg.

Kini, fokus investor tertuju pada pertemuan The Fed untuk mencari petunjuk waktu pengurangan pembelian aset. 

Jumat, 17 September 2021

PT Equityworld | Wall Street beragam, kenaikan "yield" obligasi imbangi data ritel kuat

PT Equityworld | Wall Street berakhir beragam pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah mengimbangi penguatan tak terduga data penjualan ritel yang menggarisbawahi kekuatan pemulihan ekonomi Amerika Serikat.

Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 63,07 poin atau 0,18 persen, menjadi menetap di 34.751,32 poin. Indeks S&P 500 berkurang 6,95 poin atau 0,16 persen, menjadi berakhir di 4.473,75 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 20,39 poin atau 0,13 persen menjadi 15.181,92 poin.

Jumat Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Bervariasi | PT Equityworld

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor material dan energi masing-masing merosot 1,09 persen dan 1,06 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor consumer discretionary menguat 0,44 persen, merupakan kelompok berkinerja terbaik.

Tiga indeks utama menghabiskan sebagian besar hari di wilayah negatif karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menekan saham-saham teknologi terkemuka di pasar, dan dolar yang meningkat membebani saham-saham berorientasi ekspor.

Amazon.com Inc, didukung oleh penjualan daring yang kuat dalam laporan Departemen Perdagangan, membantu mendorong Nasdaq ke wilayah positif.

"Melihat hari ini, jelas kami mendapat berita positif dari penjualan ritel dan sepertinya perlambatan besar-besaran dalam ekonomi tidak terwujud seperti yang diperkirakan banyak orang," kata Ryan Detrick, ahli strategi pasar senior di LPL Financial di Charlotte, North Carolina.

"Ini adalah pengingat yang bagus bahwa ekonomi masih mengambil dua langkah maju untuk setiap langkah mundur bahkan di tengah kekhawatiran COVID," tambah Detrick.

Saham-saham transportasi dan microchip yang sensitif secara ekonomi termasuk di antara yang terbaik.

Data yang dirilis sebelum bel pembukaan menunjukkan lonjakan tak terduga dalam penjualan ritel karena pembeli melewati Badai Ida dan varian Delta COVID-19, bukti ketahanan konsumen, yang berkontribusi sekitar 70 persen terhadap pertumbuhan ekonomi AS.

"Sekali lagi, ini menunjukkan konsumen AS terus berbelanja dan terus membantu pertumbuhan ekonomi ini," kata Detrick.

Perusahaan pakaian Gap Inc terangkat 1,6 persen. Platform pasar daring Etsy Inc dan perusahaan aksesori mewah Tapestry Inc masing-masing melonjak 3,1 persen dan 1,9 persen.

Ford Motor Co menguat 1,4 persen setelah mengumumkan rencana untuk meningkatkan produksi model pikap listrik F-150.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 9,37 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 9,44 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Kamis, 16 September 2021

PT Equityworld | Kamis Pagi, Mayoritas Saham Asia Pasifik Dibuka Menguat

PT Equityworld | Saham di Asia-Pasifik mayoritas dibuka menguat pada perdagangan Kamis pagi (16/9/2021), menyusul pemantulan semalam di Wall Street.

Nikkei 225 di Jepang naik 0,15% sedangkan indeks Topix naik 0,16%.

Harga emas naik tipis, investor menunggu rapat The Fed pekan depan | PT Equityworld

Kospi Korea Selatan melayang di sekitar garis datar.

Di Australia, S&P/ASX 200 naik 0,24%.

Data pekerjaan Australia untuk Agustus akan dirilis pada pukul 09:30 HK/SIN pada hari Kamis.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,1% lebih tinggi

Semalam di Amerika Serikat, Dow Jones Industrial Average melonjak 236,82 poin menjadi 34.814,39 sementara S&P 500 naik 0,85% menjadi 4.480,70. Nasdaq Composite naik 0,82% menjadi 15.161,53.

Pasar menunggu data klaim pengangguran AS akan dirilis pada Kamis waktu setempat, dengan ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan total 320.000 orang Amerika mengajukan asuransi pengangguran dalam pekan yang berakhir 11 September.

Mata Uang dan Minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 92,472 karena berjuang untuk pulih setelah turun dari atas 92,8 di awal minggu.

Yen Jepang diperdagangkan pada 109,40 per dolar, lebih kuat dari level di atas 110 terhadap greenback awal pekan ini. Dolar Australia berpindah tangan pada $0,7338, masih turun dari level di atas $0,735 yang terlihat awal pekan ini.

Harga minyak lebih rendah di jam perdagangan pagi Asia. Patokan internasional, minyak mentah berjangka Brent turun 0,19% menjadi $75,32 per barel dan minyak mentah berjangka AS turun 0,14% menjadi $72,51 per barel.

Rabu, 15 September 2021

PT Equityworld | Harga Emas Melonjak Tembus Level US$1.800

PT Equityworld | Emas kembali menguat menembus level psikologis 1.800 dolar AS pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB), karena dolar mundur setelah kenaikan inflasi AS yang lebih lambat dari perkiraan menyebabkan ketidakpastian atas jadwal Federal Reserve AS untuk mengurangi stimulus moneternya (tapering).

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, melonjak 12,7 dolar AS atau 0,71 persen, menjadi ditutup pada 1,807,10 dolar AS per ounce.

Wall Street Anjlok Bayangi IHSG, Rekomendasi Saham ITMG, ADRO, UNTR | PT Equityworld

Sehari sebelumnya, Senin (13/9), emas berjangka naik 2,3 dolar AS atau 0,13 persen menjadi 1.794,40 dolar AS per ounce.

Emas berjangka merosot 7,9 dolar AS atau 0,44 persen menjadi 1.792,10 dolar AS pada Jumat (10/9), setelah terangkat 6,5 dolar AS atau 0,36 persen menjadi 1.800 dolar AS pada Kamis (9/9), dan jatuh 5 dolar AS atau 0,28 persen menjadi 1.793,50 dolar AS pada Rabu (8/9).

"Emas sedang mempermainkan level 1.800 dolar AS per ounce menyusul data inflasi AS yang sedikit lebih lemah dari perkiraan," kata Suki Cooper, analis logam mulia di Standard Chartered Bank, menambahkan "latar belakang makro tetap kondusif untuk kenaikan harga lebih lanjut."

Indeks Harga Konsumen (IHK) inti AS naik tipis 0,1 persen pada Agustus, meleset dari ekspektasi untuk kenaikan 0,3 persen, dan mengakibatkan dolar AS melemah.

Itu adalah kenaikan terkecil sejak Februari dan mengikuti kenaikan 0,3 persen pada Juli.

"Sementara pengumuman tapering tidak mungkin sampai pertemuan FOMC November, pertemuan September akan memperkenalkan proyeksi staf, atau 'titik' untuk 2024. Titik 2024 dapat mencerminkan dua kenaikan suku bunga 2023," tambah Cooper.

Data inflasi dapat memperkuat pandangan bahwa Fed mungkin akan memperlambat langkah-langkah dukungan ekonomi dan mempertahankan suku bunga rendah.

Suku bunga yang lebih rendah menurunkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

"Melesetnya (data AS) ini adalah kabar baik untuk emas, karena membuat pengumuman tapering September dari Fed lebih kecil kemungkinannya," kata Ed Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 8,9 sen atau 0,37 persen, menjadi ditutup pada 23,885 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 18,8 dolar AS atau 1,96 persen menjadi ditutup pada 938,7 dolar AS per ounce.

Selasa, 14 September 2021

PT Equityworld | Wall Street bervariasi, Indeks S&P 500 setop kerugian beruntun 5 hari

PT Equityworld | Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB), dengan Indeks S&P 500 menghentikan penurunan beruntun lima hari karena investor fokus pada potensi kenaikan pajak perusahaan dan data-data ekonomi penting yang akan datang.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 261,91 poin atau 0,76 persen, menjadi menetap di 34.869,63 poin. Indeks S&P 500 ditutup menguat 10,15 poin atau 0,23 persen, menjadi 4.468,73 poin. Indeks Komposit Nasdaq tergerus 9,91 poin atau 0,07 persen, menjadi berakhir di 15.105,58 poin.

Selasa Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Bervariasi | PT Equityworld

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona warna hijau, dengan sektor energi melonjak 2,94 persen, memimpin keuntungan. Sementara itu, sektor perawatan kesehatan tergelincir 0,61 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

Investor lebih menyukai value stocks (saham yang dinilai memiliki harga terlalu rendah dibanding dengan kinerja keuangannya) daripada saham pertumbuhan (growth stocks), karena saham akan mendapatkan keuntungan paling banyak dari kebangkitan ekonomi menikmati persentase keuntungan terbesar.

"Mungkin tidak banyak kejutan positif yang datang bulan ini," kata Kepala Strategi Investasi SoFi, Liz Young, di New York. “Kami mengalami periode volatilitas lagi di mana saya pikir rotasi dapat kembali ke (saham) siklikal dan perdagangan dibuka kembali, ketika imbal hasil obligasi 10-tahun perlahan-lahan bergerak lebih tinggi hingga akhir tahun.”

Pelaku pasar fokus pada kemungkinan pengesahan paket anggaran 3,5 triliun dolar Presiden AS Joe Biden, yang diharapkan mencakup usulan kenaikan tarif pajak perusahaan menjadi 26,5 persen dari 21 persen.

Analis Goldman Sachs memperkirakan tarif pajak perusahaan akan meningkat menjadi 25 persen dan diloloskannya sekitar setengah dari usulan kenaikan tarif pajak atas pendapatan di luar negeri, yang mereka perkirakan akan mengurangi laba S&P 500 sebesar 5 persen pada 2022.

Departemen Tenaga Kerja akan merilis data indeks harga konsumen pada Selasa waktu setempat, yang dapat menjelaskan lebih lanjut gelombang inflasi saat ini dan apakah itu sementara seperti yang ditekankan The Fed.

"Saya tidak melihat inflasi turun kembali di bawah 2 persen ketika sebelum pandemi," tambah Young. “Bahkan jika beberapa dari kekuatan sementara itu melemah, kita akan tetap berada pada tingkat yang lebih tinggi dari sebelumnya.”

Indikator utama lainnya yang akan dirilis minggu ini termasuk penjualan ritel dan sentimen konsumen, yang dapat menjelaskan seberapa besar lonjakan permintaan yang didorong oleh keterlibatan kembali ekonomi yang telah diredam oleh varian Delta COVID-19 yang sangat menular.

Saham pembuat vaksin Moderna dan Pfizer Inc masing-masing anjlok 6,6 persen dan 2,2 persen, setelah para ahli mengatakan suntikan booster COVID tidak diperlukan secara luas.

Coinbase Global Inc mengumumkan rencana untuk mengumpulkan sekitar 1,5 miliar dolar AS melalui penawaran surat utang yang ditujukan untuk mendanai pengembangan produk dan akuisisi potensial. Saham flatform perdagangan mata uang kripto itu jatuh 2,2 persen.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 10,30 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 9,29 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Senin, 13 September 2021

PT Equityworld | IHSG Diprediksi Menguat ke 6.150 Hari Ini, Ini Deretan Saham yang Layak Dipantau

PT Equityworld | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini. Indeks diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga 6.059-6.150.

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG berhasil mengonfirmasi whipsaw di level MA200 dan memberikan signal rebound pada trend positif menuju resistance upper bollinger bands.

Harga emas spot menyentuh level terendah dalam lebih dari tiga pekan | PT Equityworld

"Momentum indikator RSI dan Stochastic menjenuh pada area dekat oversold dengan pergerakan mendatar indikator MACD memberikan signal volatilitas harga dalam bergerak terkonsolidasi masih membebani. Sehingga secara teknikal IHSG berpeluang menguat dengan support resistance 6.059-6.150," ujar Lanjar dalam risetnya, Senin (13/9/2021).

Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya: AGII, BBRI, BBNI, ERAA, IMAS, SMGR, TINS, TPIA.

Sebelumnya, IHSG ditutup naik 26,65 poin atau 0,44 persen ke level 6.094 dengan pergerakan yang optimis sepanjang perdagangan. Indeks sektor Material Dasar (+1.82%) dan Transportasi (+0.99%) memimpin penguatan indeks sektoral.

Secara mingguan IHSG turun 0.52% namun rata-rata volume transaksi harian meningkat sebesar 6.75%. Aksi jual investor yang dialami pada pekan lalu akibat aksi tunggu taper tantrum the Fed menjadi salah satu faktor.

Leader:

ARTO, TPIA, BBRI, BBHI, EMTK

Laggard:

BMRI, BBCA, DCII, TLKM, UNTR

Sementara itu, Bursa Asia berpotensi turun di awal pekan karena risiko pemulihan ekonomi yang lebih lambat dari pandemi di tengah peningkatan sentimen yang melemahkan inflasi. Saham AS pekan lalu mencatat penurunan terbesar sejak pertengahan Juni karena kehati-hatian investor atas tantangan pembukaan kembali ekonomi yang disorot oleh strain virus delta.

Pembaruan harga konsumen AS minggu ini akan menjadi bahan perdebatan investor ditengah rencana taper tantrum the Fed. Ketegangan Perdagangan antara AS dan China juga akan kembali menjadi sorotan investor setelah pemerintah AS mempertimbangkan penyelidikan baru terhadap subsidi China.

Sementara itu, sejumlah data ekonomi penting China akan menunjukkan pertumbuhan yang melemah. Sehingga secara sentimen IHSG berpotensi tertekan.

Jumat, 10 September 2021

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Susah Naik, Ternyata Ini Penyebabnya!

Equityworld Futures | Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk naik lagi pada perdagangan Jumat (10/9/2021), meski tidak terlalu besar. Jika melihat ke belakangan, dalam 2 bulan terakhir harga emas Antam terlihat kesulitan untuk menguat, ternyata penyebabnya berasal dari dalam negeri.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, harga emas batangan hari ini naik Rp 4.000/gram. Emas dengan berat 1 gram hari ini dibanderol Rp 934.000/batang, secara persentase naik 0,43%.

Wall Street Berdarah-darah, Semoga IHSG Kuat Hadapi Tekanan | Equityworld Futures

PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram, semuanya mengalami penurunan. Tetapi harga jualnya belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

Harga emas dunia kemarin mampu menguat 0,32% ke US$ 1.794,69/troy ons yang membantu emas Antam naik pada hari ini. Emas dunia merupakan salah satu faktor yang menentukan harga emas Antam.

Selain itu ada juga nilai tukar rupiah serta supply-demand, sehingga persentase kenaikan/penurunan emas Antam bisa lebih besar/kecil dari emas dunia, bahkan terkadang berlawan arah.

Dalam beberapa pekan terakhir, kenaikan harga emas Antam tidak sebesar emas dunia. Sejak pertengahan Agustus lalu, harga emas dunia pernah mencatat penguatan lebih dari 1% sebanyak empat kali. Tetapi emas Antam hanya sekali naik lebih dari 1% yakni pada 14 Agustus.

Ternyata, penjualan yang menurun drastis menjadi penyebabnya, artinya permintaan sedang lemah.

PT Antam Tbk. menyebut penjualan emasnya lesu akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk mengendalikan penularan kasus Covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Anton Herdianto.

Dalam Public Expose Live 2021, Kamis (9/9/2021), dia mengatakan bahwa penjualan emas selama masa PPKM lebih sulit daripada hari normal. Hal ini dikarenakan beberapa outlet emas Antam terpaksa harus ditutup.

"Emas ini tantangannya PPKM. Begitu PPKM, beberapa outlet tutup, nggak bisa datang pelanggan kita," ungkapnya.

Akibatnya, lanjutnya, penjualan emas perusahaan turun drastis. Pihaknya pun berharap agar pandemi ini bisa dikendalikan, sehingga mobilitas masyarakat bisa kembali normal.

"Dari sisi penjualan turun drastis. Kita harap Covid bisa dikendalikan," harapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, penjualan emas Antam pada semester I mencapai 13.341 kg atau 13,3 ton. Sampai akhir tahun, penjualan emas Antam ditargetkan bisa mencapai 18 ton.

"Target tahun ini 18 (ton). Melihat ini, kita harap bisa tercapai," ujarnya.

Kamis, 09 September 2021

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Melemah Terseret Kekhawatiran Penyebaran Varian Delta

Equityworld Futures | Wall Street berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu waktu AS (Kamis pagi waktu Indonesia) karena terseret oleh kekhawatiran bahwa varian delta virus corona dapat memperlemah pemulihan ekonomi. 

Hal lain yang juga menekan pergerakan Wall Street adalah soal ketidakpastian tentang kapan Federal Reserve dapat menarik kembali kebijakan akomodatifnya. 

Kamis Pagi, Mayoritas Saham Asia Pasifik Dibuka Turun | Equityworld Futures

Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 68,93 poin atau 0,20 persen, menjadi menetap di 35.031,07 poin.

Indeks S&P 500 berkurang 5,96 poin atau 0,13 persen, menjadi berakhir di 4.514,07 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 87,69 poin atau 0,57 persen, menjadi 15.286,64 poin. 

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi merosot 1,3 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor utilitas terangkat 1,79 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terbaik.

Apple dan Facebook melemah sekitar 1,0 persen setelah sebelumnya sempat berkontribusi mendorong Nasdaq ke rekor tertinggi di sesi sebelumnya. 

Penurunan di dua raksasa Silicon Valley itu berkontribusi lebih besar dari perusahaan lain terhadap penurunan S&P 500 untuk sesi ini. 

Di sisi lain, isu varian delta juga menyebabkan Wall Street turun. Lebih dari 40,3 juta kasus COVID-19 telah dilaporkan di Amerika Serikat, dengan lebih dari 651.800 kematian terkait pada Rabu sore (8/9/2021), menurut data dari Universitas Johns Hopkins.

Statistik terbaru yang dikumpulkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menunjukkan, peningkatan harian rata-rata kasus di negara itu mencapai lebih dari 140.000 dalam periode tujuh hari yang berakhir Selasa (7/9/2021) lalu.

Investor menjadi lebih berhati-hati menyusul data penggajian Agustus yang lemah pada Jumat (3/9/2021). 

Sementara itu, tekanan dari kenaikan biaya-biaya, meskipun ekonomi melambat, telah meningkatkan kekhawatiran bahwa Fed dapat bergerak lebih cepat dari yang diperkirakan untuk mengurangi langkah-langkah moneter besar-besaran yang diberlakukan tahun lalu guna melindungi ekonomi dari pandemi virus corona.

Ekonomi AS "sedikit turun" pada Agustus karena meningkatnya kekhawatiran tentang bagaimana lonjakan baru kasus virus corona akan memengaruhi pemulihan ekonomi, kata The Fed pada Rabu (8/9/2021) dalam ringkasan laporan Beige Book terbaru tentang ekonomi.

Indeks S&P 500 telah merosot kurang dari satu persen dari rekor penutupan tertinggi Kamis lalu (2/9/2021), dan masih melonjak 20 persen tahun ini, didukung oleh kebijakan moneter akomodatif Fed.

"Investor menarik kelopak bunga dari bunga aster, dengan mengatakan, 'Ekonomi akan tumbuh, ekonomi tidak akan tumbuh,'" kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA. "Mereka tidak dapat mengambil keputusan, jadi mereka tidak memiliki komitmen untuk posisi jangka panjang."

Presiden Federal Reserve Bank St. Louis, James Bullard mengatakan kepada Financial Times bahwa Fed harus bergerak maju dengan rencana untuk memangkas program stimulus pandemi meskipun terjadi perlambatan dalam pertumbuhan pekerjaan.

Selasa, 07 September 2021

Equityworld Futures | Bursa Asia cenderung bervariasi di pagi ini (7/9), ini sentimen yang mempengaruhi

Equityworld Futures | Bursa Asia bervariasi pada awal perdagangan hari ini. Selasa (7/9) pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 terlihat menguat 0,88% ke 29.919,82. Serupa, indeks Hang Seng naik 0,17% ke 26.207,22. 

Indeks Taiex berhasil menguat 0,27% ke 17.542,96. Sedangkan indeks Kospi malah koreksi 0,56% ke 3.185,46. Dan indeks ASX 200 juga melemah 0,39% ke 7.499.

Indeks Futures Wall Street Menguat | Equityworld Futures

Sementara itu, FTSE Straits Times melemah 0,10% ke 3.097,92 dan FTSE Malay KLCI berhasil menguat 0,09% menjadi 1.583,09.

Pergerakan bursa di kawasan bervariasi karena investor masih menantikan rilis data perdagangan China untuk bulan Agustus 2021. Data perdagangan ini diperkirakan dirilis hari ini pada pukul 11.00 waktu Hong Kong. 

Selain itu, fokus pasar juga tertuju pada keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA). Bank sentral Australia itu akan mengumumkan keputusan terkait suku bunga pada hari ini. 

Di sisi lain, bursa Jepang terlihat perkasa setelah naik dua hari berturut-turut. Salah satu sentimen pendorong adalah prospek lebih banyak stimulus yang telah diminta oleh salah satu pesaing jabatan perdana menteri, Fumio Kishida. 

Dari pasar global, pasar saham Amerika Serikat (AS) libur pada awal pekan ini karena memperingati Hari Buruh.

Senin, 06 September 2021

Equityworld Futures | Waspada, Harga Emas Rawan Longsor!

Equityworld Futures | Harga emas dunia bergerak naik sepanjang pekan lalu. Ke depan, bagaimana prospek harga sang logam mulia?

Sepanjang minggu kemarin, harga emas dunia di pasar spot naik 0,6% secara point-to-point. Harga komoditas in mulai nyaman di atas US$ 1.800/troy ons.

Bursa Saham Asia Bervariasi Setelah Data Tenaga Kerja AS Belum Sesuai Harapan | Equityworld Futures

Pada Senin (6/9/2021), harga emas dunia masih naik. Pada pukul 06"01 WIB, harga di pasar spot tercatat US$ 1.827,96/troy ons. Naik 0,1% dibandingkan posisi akhir pekan lalu.

Namun sepertinya euforia kenaikan harga emas tidak akan bertahan lama. Soalnya, ada risiko harga bakal 'longsor ' ke bawah US$ 1.800/troy ons.

Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga emas akan cenderung turun. Dia menilai target harga di kisaran US$ 1.788-1.797/troy ons cukup realistis.

"Harga emas memang sedang mengalami proses konsolidasi. Namun proses ini sudah berlangsung terlalu lama, sehingga potensi harga naik menjadi samar-samar," sebut Wang dalam risetnya.

Wang menambahkan, ada dua titik harga yang patut dicermati oleh investor yaitu titik support US$ 1.800/troy ons dan resistance di US$ 1.828/troy ons. 

Jika titik support tertembus, maka risiko koreksi hingga ke US$ 1.773/troy ons menjadi terbuka. Namun kalau titik resistance yang tertembus, maka bersiaplah harga emas bisa mencapai US$ 1.862/troy ons.

Jumat, 03 September 2021

PT Equity World | Wall Street sumringah, S&P dan Nasdaq capai rekor penutupan ditopang sektor energi

PT Equity World | Wall Street kembali unjuk gigi. Tiga indeks utama pun ditutup menguat dengan S&P 500 dan Nasdaq cetak rekor penutupan lagi. 

Kamis (2/9), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 131,29 poin atau 0,37% menjadi 35.443,82, indeks S&P 500 menguat 12,86 poin atau 0,28% ke 4.536,95 dan Nasdaq Composite bertambah 21,80 poin atau 0,14% menuju 15.331,18.

Harga emas spot menguat ke US$ 1.811,7 per ons troi pada pagi ini (3/9) | PT Equity World

Keperkasaan bursa saham Amerika Serikat (AS) ini datang berkat sektor energi yang melonjak setelah harga sejumlah komoditas menguat. Posisi ini membuat investor melupakan sejenak data pekerjaan terbaru. 

Pada sesi tersebut, sektor energi naik 2,5%, membalikkan sebagian besar kerugian yang diderita selama tiga hari pertama dalam minggu ini. Kinerja ini didorong oleh harga minyak mentah AS yang melonjak 2% karena penurunan tajam dalam persediaan AS dan dolar AS yang lebih lemah.

Saham Cabot Oil & Gas Corp dan Occidental Petroleum Corp mengalami kenaikan terbesar, masing-masing naik 6,7% dan 6% di sesi ini. Sementara itu saham perusahaan minyak Exxon Mobil dan Chevron Corp, sama-sama naik lebih dari 2%.

Indeks sektor teknologi yang biasanya menyokong pergerakan bursa saham, tergelincir ke wilayah negatif, karena beberapa perusahaan industri terbesar melihat momentum kenaikan mereka baru-baru ini terhenti.

Amazon.com Inc, Microsoft Corp, Facebook Inc dan pemilik Google, Alphabet Inc, semuanya turun antara 0,2% dan 1,8%. Pengecualian terjadi pada saham Netflix Inc, yang naik 1,1% dan mencetak penutupan di level tertinggi sepanjang masa.

Saham AS secara teratur mencapai rekor tertinggi selama beberapa minggu terakhir karena musim pendapatan perusahaan yang solid dan harapan dukungan bank sentral yang berkelanjutan menopang kepercayaan.

Namun, setiap kumpulan data baru dilihat melalui prisma apakah angka-angka tersebut dapat mempengaruhi jadwal pengurangan Federal Reserve.

"Saya merasa kadang-kadang kita akhirnya mencoba membaca daun teh terlalu keras, dan Federal Reserve telah cukup baik dalam berkomunikasi (terkait tapering)," kata Jason Pride, Chief Investment Officer Glenmede. 

Dia juga melihat bahwa The Fed tetap di jalan untuk mulai melakukan tapering di akhir tahun ini.

Data pada yang dirilis Kamis (2/9) menunjukkan, jumlah orang AS yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran pada minggu lalu turun. Namun, fokus akan berada pada laporan pekerjaan bulanan Departemen Tenaga Kerja yang dirilis hari ini (3/9), untuk mengatur panggung untuk pertemuan kebijakan The Fed akhir bulan ini.

"Anda harus melihat ketukan atau kesalahan yang sangat luas dalam data ini untuk benar-benar mengubah pikiran orang," kata Greg Boutle, U.S. Head of Equity and Derivative Strategy di BNP Paribas.

"Investor berada di kubu renormalisasi ini yang berpikir inflasi tidak akan terjadi, atau mereka percaya akan ada angka inflasi. Sungguh, itu akan menjadi kumpulan antara kubu yang percaya atau tidak yang akan menggerakkan jarum bagi investor dan The Fed, daripada satu titik data."

Pada perdagangan kali ini, Wall Street pun tetap beroperasi secara normal walau banjir bandang mematikan terjadi di New York City. 

Di sisi lain, saham Wells Fargo naik 2,6% setelah tiga sesi berturut-turut mengalami pelemahan. Pemberi pinjaman ini sempat dibebani oleh laporan bahwa mereka dapat menghadapi sanksi peraturan lebih lanjut atas kecepatan kompensasi korban skandal praktik penjualan selama bertahun-tahun.

Kamis, 02 September 2021

PT Equity World | Bursa Asia Bergerak Mixed, Investor Tunggu Isyarat Lanjutan Tapering Fed

PT Equity World | Saham-saham Asia Pasifik bervariasi pada Kamis (02/09) pagi. Investor menunggu data ketenagakerjaan lanjutan AS untuk mendapat petunjuk lebih lanjut mengenai jadwal pengurangan aset Federal Reserve AS.

Nikkei 225 Jepang naik 0,14% di 28.491,00 pukul 09.18 WIB sementara KOSPI Korea Selatan melemah 0,61% di 3.187,57 menurut data Investing.com.

Bursa Wall Street Berakhir Mixed; Indeks Nasdaq Dikuatkan Saham Teknologi | PT Equity World

Di Australia, ASX 200 terus turun 0,86% di 7.462,50, meskipun data perdagangan dirilis lebih baik dari perkiraan untuk bulan Juli. Ekspor tumbuh sebesar 5% dan impor tumbuh 3% bulan ke bulan, sedangkan neraca perdagangan mencapai AUD12,117 miliar.

Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,92% ke 26.268,00. Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 0,06% di 6.094,74 pukul 09.32 WIB.

Shanghai Composite China naik 0,36% di 3.579,93 pukul 09.23 WIB sedangkan Shenzhen Component naik 0,17% ke 14.338,08. Saham-saham teknologi China yang terdaftar di AS memperpanjang pergerakan rebound di tengah harapan bahwa pengetatan peraturan baru-baru ini dapat mereda. People’s Bank of China (PBOC) juga mengatakan akan menyediakan dana murah senilai CNY300 miliar ($46,41 miliar) untuk mendukung perusahaan kecil dan menengah.

Data dari AS yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan perubahan ketenagakerjaan nonpertanian ADP tercatat 374.000, sedangkan indeks manajer pembelian manufaktur dari Institute of Supply Management (ISM) mencapai 59,9 di bulan Agustus.

Data lebih lanjut akan dirilis sepanjang minggu, mulai dari pesanan pabrik serta data perdagangan termasuk ekspor, impor dan neraca perdagangan, akan diketahui hari ini. Laporan pekerjaan AS, termasuk ketenagakerjaan nonpertanian, akan menyusul sehari kemudian.

Investor terus menilai apakah wabah COVID-19 terbaru yang melibatkan varian Delta telah mencapai puncaknya dan berdampak pada kebijakan bank sentral. Dengan saham global mendekati rekor tertinggi dan terjadi penurunan volatilitas pasar, beberapa investor masih tetap optimis.

“Pasar lebih mengurangi COVID-19 sebagai risiko dalam hal yang sangat menghambat kegiatan ekonomi. Kami pikir The Fed akan menepati janjinya dan mereka akan memulai pengurangan aset nanti pada tahun 2021. Tapi kami tidak berpikir mereka akan terburu-buru menaikkan suku bunga,” Kepala Strategi Alokasi Aset Global Wells Fargo (NYSE:WFC) Investment Institute Tracie McMillion mengatakan kepada Bloomberg.

Prospek pasar Treasury AS kemungkinan akan menjadi salah satu pertanyaan kunci usai investor Bill Gross mengatakan bahwa imbal hasil 10 tahun “tidak memiliki tujuan selain naik” dan akan mencapai 2% selama tahun 2022. Sementara itu, ahli strategi teknikal JPMorgan Chase & Co. (NYSE:JPM) Jason Hunter mengatakan bahwa imbal hasil bisa mencapai 1,90% dalam beberapa bulan mendatang.

Imbal hasil acuan Treasury 10 tahun mendekati angka 1,30%.

Rabu, 01 September 2021

PT Equity World | Harga emas Antam turun, pembeli setahun lalu tekor 18,7% (1 September 2021)

PT Equity World | Harga emas Antam hari ini Rabu (1/9) di Butik Emas, Logam Mulia, PT Aneka Tambang Tbk turun Rp 3.000 per gram, dari sebelumnya Rp 944.000 per gram menjadi Rp 941.000 per gram. 

Di lain sisi, harga buyback oleh Logam Mulia turun Rp 2.000 per gram, dari sebelumnya Rp 836.000 per gram menjadi Rp 834.000 per gram. 

Pergerakan Bursa Asia bervariasi pada pagi ini, investor menanti data dari China | PT Equity World

Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp 107.000 per gram.

Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).

Harga emas yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga buyback adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.

Jadi, jika pagi ini membeli emas dari Antam maka Anda harus membayar Rp 941.000 per gram. Kalau karena suatu sebab tiba-tiba Anda butuh uang sangat mendesak sehingga terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, jangan kaget emas Anda cuma dihargai Rp 834.000 per gram oleh Logam Mulia. 

Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.

Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. 

Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.