Senin, 09 Februari 2026

Equityworld Futures | Harga Emas dan Perak Berguncang Keras, Pakar Nilai Tren Naik Belum Berakhir

Equityworld Futures | Harga Emas dan Perak Berguncang Keras, Pakar Nilai Tren Naik Belum Berakhir

Equityworld Futures | Pergerakan harga emas dan perak kembali diguncang volatilitas ekstrem setelah aksi jual tajam pada pekan lalu. Meski harga masih berfluktuasi dan berada di bawah level resistensi krusial, para analis menilai fondasi fundamental yang menopang tren jangka panjang logam mulia tetap solid.

Equityworld Futures | Bikin Deg-Degan, Ini Ramalan Terbaru Harga Emas Usai Drama Menegangkan

Dikutip dari Kitco, optimisme tersebut muncul di tengah kondisi pasar yang masih jauh dari stabil. Di tengah gejolak tersebut, emas gagal mempertahankan penguatan di atas US$ 5.000 per ons troi. Harga emas ditutup melesat 3,99% di level US$ 4.961,15 per ons troi pada Jumat (6/2/2026).

Sementara itu, pergerakan perak bahkan lebih liar. Harga perak spot juga belum mampu bertahan di atas US$90 per ons. Meski sempat tertekan oleh aksi jual, Jumat, harga perak ditutup melesat 9,43% di level US$ 78,01 per ons.

Analis Komoditas Commerzbank Barbara Lambrecht menilai, pelaku pasar logam mulia masih mencari arah yang jelas di tengah ketidakpastian global. “Fluktuasi harga kemungkinan akan tetap tinggi dalam waktu dekat. Namun, untuk jangka menengah, kami menilai harga logam mulia masih memiliki penopang yang kuat,” ujarnya.

Senior Market Analyst Pepperstone Michael Brown mencatat, volatilitas tersirat perak untuk tenor satu bulan kini bahkan melampaui volatilitas Bitcoin. Meski demikian, ia menilai fase konsolidasi dalam rentang lebar justru membuka peluang akumulasi.

“Yang penting, harga spot masih bertahan di atas rata-rata pergerakan 50 hari. Ini menunjukkan momentum masih sedikit berpihak pada kubu bullish,” kata Brown seraya menambahkan, pasar membutuhkan periode pergerakan mendatar untuk memastikan euforia spekulatif yang sebelumnya melanda pasar logam mulia benar-benar mereda.

Hal senada diungkapkan Senior Market Analyst XS.com Rania Gule. Ia menilai volatilitas emas dan perak mencerminkan ketidakpastian mendalam di kalangan investor, yang dipicu kekhawatiran inflasi dan resesi, perubahan ekspektasi kebijakan moneter, serta meningkatnya risiko geopolitik.

Menurut Gule, meski harga emas berpotensi bertahan di bawah US$ 5.000 per ons troi dalam waktu dekat, peluang menuju US$ 6.000 per ons troi hingga akhir tahun masih terbuka.

“Pendorong bullish belum sepenuhnya habis. Namun, investor kini lebih selektif dan berhati-hati. Kenaikan harga ke depan kemungkinan tidak lagi impulsif, melainkan disertai koreksi dan lebih didorong faktor fundamental dibandingkan spekulasi semata,” jelasnya, seraya menegaskan pasar logam mulia saat ini berada dalam fase reposisi, bukan pembalikan tren.

Pandangan optimistis juga datang dari Market Analyst Solomon Global Nick Cawley yang menilai volatilitas saat ini hanya bersifat jangka pendek.

“Saya memperkirakan level US$ 5.000 per ons troi akan kembali ditembus dalam beberapa pekan ke depan, dengan potensi uji ulang area US$ 5.600 per ons troi pada kuartal II. Koreksi pasar setelah reli kuat adalah hal yang sehat, dan secara teknikal prospeknya masih positif,” ujarnya.

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami