Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah Akibat Ketegangan Diplomatik Amerika Serikat-Iran
Equityworld Futures | Nilai tukar emas global mengalami penyusutan hingga menyentuh titik terendah dalam sepekan pada perdagangan Senin (20/4/2026). Penurunan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong penguatan nilai tukar dollar AS serta lonjakan harga minyak mentah.
Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Terombang-Ambing Perang, Kepercayaan Sudah Runtuh
Kondisi pasar modal bereaksi negatif setelah Iran melontarkan ancaman balasan atas penyitaan kapal kargo miliknya oleh otoritas Amerika Serikat. Ketidakpastian geopolitik tersebut memicu kekhawatiran terhadap kelancaran arus logistik di Selat Hormuz yang saat ini masih terhenti sebagian.
Berdasarkan data yang dilansir dari Money melalui Reuters, harga emas di pasar spot terkoreksi 0,4 persen menjadi 4.810,26 dollar AS per ons pada penutupan Senin waktu setempat. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni merosot 1 persen ke posisi 4.828,8 dollar AS per ons.
Analis pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, mengamati bahwa memanasnya situasi di Timur Tengah secara langsung mengubah prospek harga logam mulia tersebut di pasar internasional.
"Situasi di Timur Tengah jelas kembali memanas, sehingga proyeksi harga emas sedikit condong ke arah penurunan di tengah meningkatnya risiko lonjakan tajam harga minyak, yang dapat mendorong dollar AS dan imbal hasil obligasi lebih tinggi," ujar Fawad Razaqzada.
Kenaikan harga minyak sekitar 5 persen turut meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global. Kondisi ini memungkinkan bank sentral untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi, yang secara historis mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi tanpa imbal hasil.
Sentimen negatif pasar juga didorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menilai bahwa investor saat ini lebih fokus pada indikator harian yang menekan harga emas.
"Para pelaku pasar emas saat ini memilih faktor harian yang bersifat negatif, seperti dollar yang lebih kuat dan imbal hasil yang lebih tinggi," kata Jim Wyckoff.
Penurunan nilai jual tidak hanya melanda emas, tetapi juga merembet ke komoditas logam mulia lainnya. Perak di pasar spot tercatat turun 1,3 persen menjadi 79,76 dollar AS per ons.
Penurunan berlanjut pada platinum yang merosot 1,4 persen ke level 2.073,28 dollar AS per ons. Sedangkan paladium terpangkas 0,2 persen ke angka 1.556,00 dollar AS per ons setelah sebelumnya sempat berada di posisi terendah mingguan.
Selasa, 21 April 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah Akibat Ketegangan Diplomatik Amerika Serikat-Iran
Senin, 20 April 2026
Equityworld Futures | Ketegangan di Timur Tengah Kembali Memanas, Harga Emas Tembus US$4.800 Per Ons
Equityworld Futures | Ketegangan di Timur Tengah Kembali Memanas, Harga Emas Tembus US$4.800 Per Ons
Equityworld Futures | Harga minyak mentah dunia sempat mengalami penurunan hingga ke level US$84 per barel untuk jenis WTI saat Iran membuka kembali Selat Hormuz. Namun sikap Iran tersebut hanya berlangsung sesaat sebagai respon sikap AS yang dinilai Iran tetap memblokade Selat Hormuz.
Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Babak Belur Dihantam Kabar Panas dari Hormuz
Tetapi, ketegangan kembali pecah seiring dengan langkah Iran yang kembali menutup Selat Hormuz, bahkan sempat memicu serangan terhadap kapal niaga milik India.
Harga minyak mentah dunia pun kembali naik, dimana untuk jenis WTI ditransaksikan dikisaran level US$88,5 per barel dan jenis Brent naik dikisaran level US$94,7 per barel.
Pada perdagangan hari ini, sejumlah kabar menyebut bahwa Iran membantah akan berpartisipasi dalam pembicaraan damai dengan pihak AS.
Sejauh ini pasar disebutkan Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, masih merespon negatif tensi geopolitik yang berkembang belakangan ini.
Di sisi lain, pasar saham di Asia pada perdagangan pagi ini mayoritas berada di zona hijau. Penguatan bursa saham di Asia juga turut berpeluang mendorong penguatan pada bursa saham di tanah air, dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini turut dibuka menguat di level 7.663, meskipun kerap ditransaksikan di zona merah sejauh ini.
“Namun kinerja mata uang Rupiah yang menguat dikisaran 17.165 per Dolar AS berpeluang menjadi katalis positif bagi IHSG,” ujar Gunawan di Medan, Senin (20/4/2026).
Selain itu harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$4.800 per ons troy, atau lebih tinggi dibandingkan dengan hari Jumat pekan lalu.
Harga emas sendiri bahkan sempat berada dikisaran US$4.830 di akhir pekan kemarin saat harga minyak mengalami penurunan tajam. Harga emas saat ini ditransaksikan sekitar Rp2,66 juta per gram.
Jumat, 17 April 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Hari Ini Tak Berubah, Perak Turun 1 Persen
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Hari Ini Tak Berubah, Perak Turun 1 Persen
Equityworld Futures | Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Kamis (17/4/2026), setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam satu bulan pada sesi sebelumnya.
Equityworld Futures | Kilau Harga Emas Meredup Dicuri Dolar, Investor Pelototi Diplomasi AS-Iran
Harga emas spot tercatat relatif tidak berubah di level US$4.785,57 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 0,3% ke posisi US$4.808,30 per ons.
Di sisi lain, harga perak spot turun 1% menjadi US$78,29 per ons. Laporan Silver Institute dan Metals Focus menyebutkan pasar perak tengah menuju tahun keenam defisit struktural, dengan penarikan stok mencapai 762 juta troy ons sejak 2021.
Adapun logam mulia lainnya, platinum turun 0,6% ke US$2.096,20 per ons dan palladium melemah 0,7% ke US$1.561,50 per ons.
Pergerakan harga emas dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan ekspektasi suku bunga. Logam mulia ini sempat tertekan pada Maret lalu setelah pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada akhir Februari.
Kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi dan ketatnya likuiditas pasar turut membebani harga emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil (zero-yielding asset), emas cenderung kurang diminati saat suku bunga berada di level tinggi.
Namun, harapan meredanya ketegangan antara AS dan Iran mulai mendorong pemulihan harga emas. Kedua negara dilaporkan akan kembali melanjutkan pembicaraan damai setelah negosiasi sebelumnya mengalami kebuntuan.
Direktur perdagangan logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan bahwa meredanya konflik berpotensi meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve ke depan.
“Jika ketegangan AS-Iran mereda atau perang berakhir, kemungkinan penurunan suku bunga akan meningkat, dan itu bisa mendukung harga logam mulia,” ujarnya, dilansir dari Reuters.
Dari sisi data ekonomi, klaim awal tunjangan pengangguran di AS tercatat menurun pada pekan lalu. Hal ini menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang masih relatif stabil, meskipun dunia usaha tetap berhati-hati dalam perekrutan akibat ketidakpastian geopolitik.
Kamis, 16 April 2026
Equityworld Futures | Harga emas dunia turun pada Rabu, 15 April 2026, tetapi emas batangan tetap berada di jalur kenaikan mingguan.
Equityworld Futures | Harga emas dunia turun pada Rabu, 15 April 2026, tetapi emas batangan tetap berada di jalur kenaikan mingguan.
Equityworld Futures | Hal ini karena investor mengamati harapan gencatan senjata permanen dalam perang antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Equityworld Futures | Jangan Kaget kalau Harga Emas Jadi Begini
Dikutip dari Investing.com, Kamis, 16 April 2026, harga emas spot XAU/USD turun satu persen menjadi USD4.794,67 per ons, melemah dari level tertinggi satu bulan. Harga emas berjangka turun 0,7 persen menjadi USD4.817,26 per ons.
Emas terus pulih dari penurunan Maret
Harga spot logam mulia ini tercatat sekitar satu persen lebih tinggi minggu ini, sebagai tanda potensial munculnya kembali selera risiko setelah indikasi AS dan Iran mungkin mendekati jalan keluar dari konflik yang dimulai pada akhir Februari. Selera risiko tersebut telah menyebabkan Wall Street kembali mencapai rekor tertinggi dan menghapus semua kerugian sejak awal permusuhan.
Sepanjang Maret, emas terpukul oleh lonjakan harga minyak akibat perang, yang memicu kekhawatiran akan lonjakan tekanan inflasi di berbagai negara di dunia. Hal ini kemudian mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral global, prospek yang tidak menguntungkan bagi logam non-imbal hasil seperti emas.
Pada saat yang sama, investor sebagian besar berbondong-bondong ke dolar AS sebagai benteng selama perang, meskipun emas batangan sering dipandang sebagai tempat berlindung yang aman bagi investor selama masa-masa pergolakan geopolitik.
Yang mendasari daya tarik dolar AS adalah pandangan AS, sebagai pengekspor energi bersih, secara umum terlindungi dari terhambatnya pasokan minyak melalui Selat Hormuz, jalur air vital di lepas pantai selatan Iran yang dilalui sekitar seperlima minyak mentah dunia.
"Sekarang semuanya bergantung pada bagaimana emas berperilaku di sekitar USD4.800. Jika dapat menembus dan bertahan di atas level ini, maka itu akan mendorong para investor bullish. Tetapi penembusan berkepanjangan di bawah level ini dapat menyebabkan aksi ambil untung, setelah kenaikan yang terjadi selama tiga minggu terakhir," kata analis pasar senior di Trade Nation David Morrison.