Senin, 30 Maret 2026

Equityworld Futures | Emas Dunia Berpotensi Tertekan, Pengamat: Penurunan Harga Hanya Sementara

Equityworld Futures | Emas Dunia Berpotensi Tertekan, Pengamat: Penurunan Harga Hanya Sementara

Equityworld Futures | Pergerakan harga emas dunia dan logam mulia domestik diprediksi akan mengalami volatilitas tinggi pada pembukaan pekan ini.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Berpotensi Melesat Pekan Ini, Analis Ungkap Sentimennya

Meski tren jangka menengah menunjukkan sinyal penguatan, harga emas saat ini dinilai masih tertahan setelah gagal mencapai target kenaikan pada pekan sebelumnya.

Analis Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa harga emas dunia pada penutupan perdagangan terakhir berada di level 4.495 dolar AS per troy ons. Sementara itu, harga logam mulia di pasar domestik ditutup pada kisaran Rp2.837.000 per gram.

“Target pekan lalu di angka Rp2.800.000 per gram memang belum terealisasi, yang menandakan pergerakan harga masih tertahan di area tertentu,” ujar Ibrahim dalam riset mingguannya di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Ibrahim memetakan adanya potensi koreksi teknis di awal pekan. Jika tekanan jual meningkat, harga emas dunia diprediksi bisa melandai ke level 4.363 dolar AS per troy ons, yang akan menyeret harga emas domestik ke kisaran Rp2.815.000 per gram.

Dalam skenario pelemahan yang lebih dalam selama sepekan ke depan, harga emas dunia bahkan berisiko menyentuh 4.138 dolar AS per troy ons.

Jika kondisi ini terjadi, harga logam mulia di Indonesia berpotensi menembus level psikologis Rp2.800.000 hingga mencapai rentang Rp2.750.000 per gram.

Di sisi lain, peluang rebound tetap terbuka lebar. Ibrahim menetapkan beberapa titik resistensi penting:
Resistensi I: Emas dunia di level 4.666 dolar AS, dengan harga domestik di kisaran Rp2.855.000 per gram.

Resistensi II: Emas dunia mencapai 4.912 dolar AS, dengan harga domestik diprediksi menyentuh Rp2.920.000 per gram.

Terkait peluang emas domestik menembus angka Rp3.000.000 per gram, Ibrahim menilai kemungkinannya masih kecil untuk pekan ini, namun berpotensi besar terjadi pada pekan berikutnya.

Dinamika geopolitik global ditegaskan masih menjadi penggerak utama pasar komoditas, termasuk emas, nilai tukar dolar AS, hingga minyak mentah. Ketidakpastian situasi di berbagai kawasan dunia membuat investor cenderung bersikap selektif.

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami

Jumat, 27 Maret 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Hari Ini Tak Kemana-Mana, Buyback Turun

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Hari Ini Tak Kemana-Mana, Buyback Turun

Equityworld Futures | Harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam Logam Mulia tidak bergerak pada perdagangan hari ini, Kamis (26/3/2026).

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melonjak Didorong Penurunan Harga Minyak 26 Maret 2026

Melansir data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com pukul 08.30 WIB, di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung Jakarta, harga emas satuan 1 gram pada hari ini dibanderol Rp2.850.000 per batang, atau tetap dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Tetapnya harga hari ini memutus optimisme kenaikan harga pada perdagangan kemarin.

Selaras dengan itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam justru turun. Hari ini harga buyback berada di level Rp2.490.000 per gram atau turun Rp17.000 dari harga perdagangan sebelumnya.

Harga emas naik hampir 2% pada Rabu, didorong oleh penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi serta menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Namun, ketidakpastian terkait konflik Timur Tengah masih berlangsung.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu (25/3/2026) ditutup di posisi US$ 4505,06 per troy ons atau menguat 0,7%.

Penguatan ini memperpanjang reli emas dengan menguat 2,2% dalam dua hari terakhir.

Penguatan juga membawa emas kembali ke level US$ 4500 per troy ons setelah terjerembab ke level US$ 4400 dalam tiga hari.

Harga emas sedikit melandai pada hari ini. Pada Kamis (26/3/2026) oukul 06.28 WIB, harga emas ada di posisi US$ 4499,23 per troy ons atau melemah 0,13%.

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami

Rabu, 25 Maret 2026

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Pasifik Dibuka Melonjak Hari Ini, Mengekor Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Pasifik Dibuka Melonjak Hari Ini, Mengekor Wall Street

Equityworld Futures | Indeks Nikkei 225 Jepang naik 2,5%, sementara indeks saham Topix bertambah 2,4%. Indeks saham Kospi Korea Selatan melonjak 2,5%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 1,6%.

Equityworld Futures | Harga Emas Terbang Lagi, Tapi ‘Aroma’ Bahaya Makin Tercium

Indeks Hang Seng Hong Kong berada di 24.972 dibandingkan dengan penutupan terakhir indeks di 25.063,71.

Berbicara di Ruang Oval pada hari Selasa, Trump mengatakan AS dan Iran sedang bernegosiasi saat ini dan mengisyaratkan Teheran ingin mencapai kesepakatan perdamaian, menambahkan bahwa ia telah menarik kembali ancaman untuk menargetkan infrastruktur energi Iran.

Harga minyak turun pada jam perdagangan awal Asia. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate turun 3,92% menjadi USD 88,73 per barel.

Kontrak berjangka saham AS naik pada Selasa malam di Amerika Serikat, dengan indeks saham S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing naik 0,7% dan 0,8%. Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average  naik 318 poin, atau 0,7%.

Indeks saham naik setelah  S&P 500 mengalami penurunan, mengembalikan sebagian dari kenaikan tajam yang terlihat pada sesi sebelumnya, karena harga minyak mentah kembali naik sementara perang Iran berlanjut hingga minggu keempat.

Indeks saham secara luas turun 0,37% dan berakhir di 6.556,37, sementara Dow Jones Industrial Average turun 84,41 poin, atau 0,18%, dan menetap di 46.124,06. Nasdaq Composite turun 0,84% dan ditutup di 21.761,89.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Selasa, 17 Maret 2026

Equityworld Futures | Minyak Brent Melemah Tapi Harga Tetap Bertahan di Atas US$100

Equityworld Futures | Minyak Brent Melemah Tapi Harga Tetap Bertahan di Atas US$100

Equityworld Futures | Harga minyak Brent ditutup di atas US$100 untuk sesi ketiga berturut-turut, rentetan terpanjang sejak Agustus 2022, seiring para investor mempertimbangkan sinyal pasokan melimpah dalam jangka pendek di tengah meningkatnya ancaman militer terhadap infrastruktur energi di seluruh Timur Tengah.

Equityworld Futures | Harga Emas Nyaris Sentuh USD 5.000, Konflik Timur Tengah Bikin Pasar Deg-degan

Harga acuan ini turun tipis 2,8% dalam sesi yang bergejolak pada hari Senin waktu setempat, sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup pada US$93,50 per barel. AS dan Iran sama-sama meningkatkan serangan terhadap aset energi di kawasan tersebut, termasuk serangan drone terhadap ladang gas alam Shah yang sangat besar di Uni Emirat Arab (UEA).

Sejumlah trader juga menilai upaya global untuk meredam dampak terburuk dari guncangan pasokan yang akan datang akibat perang AS-Israel terhadap Iran, mulai dari pelepasan segera dari cadangan darurat Amerika Serikat (AS) hingga aliran kapal yang melewati titik transit kunci, Selat Hormuz. 

Meskipun hal itu telah meredakan kekhawatiran tentang dampak langsung dari pasokan minyak Timur Tengah yang tertahan, para pedagang masih memperkirakan gangguan tersebut masih akan fatal.

Komoditas minyak mengalami penurunan dalam perdagangan pasca-penutupan pasar menyusul laporan Axios bahwa saluran komunikasi langsung antara AS dan Iran telah diaktifkan kembali dalam beberapa hari terakhir.

Selama perdagangan reguler, Presiden AS Donald Trump mengatakan AS sedang “menekan” kemampuan Iran untuk mengancam pelayaran komersial melalui Selat Hormuz dan kembali menyerukan kepada negara-negara lain untuk membantu mengamankan jalur tersebut. Di Hormuz biasanya menangani seperlima dari aliran minyak global, namun telah efektif ditutup oleh Iran sejak perang dimulai pada akhir bulan lalu.

gfx

Pasar minyak terus merasakan dampak lanjutan dari minggu paling volatil dalam sejarah untuk patokan Brent global. Rentang perdagangan harian jauh lebih luas dari biasanya karena gejolak di Timur Tengah menciptakan apa yang digambarkan Badan Energi Internasional (IEA) sebagai gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global.

“Penutupan Selat Hormuz mengubah gangguan pelayaran menjadi kerugian pasokan global yang sesungguhnya karena penyimpanan di wilayah tersebut penuh dan penutupan hulu meningkat,” terang analis Morgan Stanley termasuk Martijn Rats dan Charlotte Firkins. Bank tersebut menaikkan perkiraannya untuk kuartal kedua menjadi US$110 per barel.

Beberapa kapal mulai menemukan cara untuk melewati jalur air tersebut. Selama akhir pekan, seorang pemilik kapal Yunani mengirimkan sebuah kapal dengan sinyalnya dimatikan, sementara sebuah kapal tanker minyak Pakistan tampaknya juga telah melakukan perjalanan berbahaya tersebut. India sedang melakukan pembicaraan dengan Iran untuk memastikan perjalanan yang aman bagi enam kapal tanker yang mengangkut gas petroleum cair.

Pada bagian lain, Departemen Energi AS bersiap untuk melepas tahap pertama dari rencana pelepasan cadangan minyak mentah darurat sebesar 172 juta barel. Transaksi dengan perusahaan penyulingan akan dilakukan dalam bentuk pertukaran yang harus dikembalikan oleh perusahaan-perusahaan tersebut beserta imbal hasilnya.

Perbedaan harga spot WTI — selisih antara dua kontrak terdekatnya — menyempit menjadi sekitar US$1,06 per barel, sebuah sinyal bahwa para pedagang mengantisipasi pasokan jangka pendek yang melimpah. Lebih dari seminggu yang lalu, selisih tersebut berada di US$6,46.

  • Minyak Brent untuk harga settlement  bulan Mei turun 2,8% menjadi US$100,21 per barel di New York
  • Minyak WTI untuk pengiriman April turun 5,3% menjadi US$93,5 per barel.


Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami