Jumat, 06 Februari 2026

Equityworld Futures | Kiamat Datang! Harga Emas Ambruk 3%, Perak Jeblok 16% dalam 24 Jam

Equityworld Futures | Kiamat Datang! Harga Emas Ambruk 3%, Perak Jeblok 16% dalam 24 Jam

Equityworld Futures | Kiamat harga emas dan perak terjadi pada Kamis kemarin. Kedua logam mulia ini terjun bebas, bahkan harga perak kembali menyentuh level terburuk sejak Desember 2025. Penguatan dolar menjadi faktor anjloknya harga beberapa komoditas termasuk emas dan perak.

Equityworld Futures | Harga Emas Ambruk Lagi, Saatnya Jual atau Beli?

Pada perdagangan Kamis (5/2/2026), harga emas dunia turun 3,13% di level US$4.860,58 per troy ons. Harga emas kembali ambruk usai penguatan yang terjadi dalam dua hari sebelumnya. Harga penutupan kemarin adalah yang terendah sejak 2 Februari 2025.

Pada perdagangan hari ini Jumat (6/2/2026) hingga pukul 06.35 WIB, harga emas dunia di pasar spot jeblok 1,17% di posisi US$4.750 per troy ons.

Harga emas turun pada perdagangan Kamis, sementara perak merosot hampir 14%, karena dolar yang lebih kuat dan penurunan pasar yang luas mendorong investor untuk melikuidasi kepemilikan logam mulia.

Pada perdagangan Kamis (5/2/2026), harga indeks dolar (DXY) menguat 0,32% di level 97,93. Penguatan ini menjadi kenaikan DXY selama dua hari beruntun, dan menjadi level tertinggi dua minggu. Bahkan dari sisi pasar saham, S&P 500 merosot ke level terendah hampir dua minggu, dan Nasdaq anjlok ke level terendah dalam lebih dari dua bulan.

"Beberapa orang menghadapi masalah margin dan mungkin menutup posisi logam mulia karena kerugian di pasar saham. Secara fundamental, tidak ada yang berubah," ujar Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Logam mulia telah berfluktuasi dalam beberapa sesi terakhir, dengan emas dan perak mencatatkan kerugian tercuram dalam beberapa dekade terakhir pada Jumat lalu setelah mencapai rekor tertinggi.

"Pergerakan seperti itu tidak diperbaiki dalam semalam, dan volatilitas tetap tinggi, pasar biasanya membutuhkan waktu untuk mencerna, yang seringkali menyebabkan penurunan lebih lanjut," ujar Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com.

Dari sisi geopolitik, Rusia dan Ukraina menyepakati pertukaran tahanan besar-besaran setelah pembicaraan yang dimediasi AS, dan Presiden Donald Trump mengadakan panggilan telepon dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang ia gambarkan sebagai sangat positif meskipun ada ketegangan atas Taiwan, sementara perhatian juga beralih ke pembicaraan AS-Iran yang akan datang di Oman pada hari Jumat.

Logam mulia telah berfluktuasi dalam beberapa sesi terakhir, dengan emas dan perak mencatatkan kerugian tercuram dalam beberapa dekade terakhir pada Jumat lalu setelah mencapai rekor tertinggi.

"Pergerakan seperti itu tidak diperbaiki dalam semalam, dan volatilitas tetap tinggi, pasar biasanya membutuhkan waktu untuk mencerna, yang seringkali menyebabkan penurunan lebih lanjut," ujar Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com.

Dari sisi geopolitik, Rusia dan Ukraina menyepakati pertukaran tahanan besar-besaran setelah pembicaraan yang dimediasi AS, dan Presiden Donald Trump mengadakan panggilan telepon dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang ia gambarkan sebagai sangat positif meskipun ada ketegangan atas Taiwan, sementara perhatian juga beralih ke pembicaraan AS-Iran yang akan datang di Oman pada hari Jumat.

Sementara itu, JP Morgan mengatakan dalam sebuah catatan bahwa emas dan perak kemungkinan tidak akan sepenuhnya terpisah.

Namun, valuasi perak yang relatif tinggi membuatnya rentan terhadap koreksi besar dalam sesi yang penuh risiko, bahkan ketika bank tersebut melihat batas bawah jangka pendek yang lebih tinggi sekitar US$75-US$80 per troy ons dan pemulihan menuju US$90 per troy ons tahun depan.

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Kamis, 05 Februari 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Sudah di Atas US$5.000/Troy Ons, Mau Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga Emas Sudah di Atas US$5.000/Troy Ons, Mau Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga emas dunia naik pada perdagangan kemarin. Harga sang logam mulia genap naik dua hari beruntun.

Equityworld Futures | Pesta Pora Lagi! Harga Emas Tahu-Tahu Sudah Tembus US$5.000

Pada Rabu (4/2/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 5.020,2/troy ons. Menguat 1,49% dibandingkan hari sebelumnya.

Harga emas pun resmi naik dua hari berturut-turut. Selama dua hari tersebut, harga bertambah 7,73%.

Harga aset ini berhasil bangkit usai koreksi yang teramat dalam. Pada 29 Januari-2 Februari, harga emas ambruk 14,02%.

Jadi, sepertinya investor menilai harga emas sekarang sudah ‘murah’, Aksi borong pun terjadi, sehingga harga emas melambung.

Fidelity International, lembaga keuangan yang banyak melepas emas akhir pekan lalu, sudah berencana untuk membelinya kembali.

“Jika kita melihat koreksi 5% atau 7% terjadi lagi, maka saya akan beli. Secara struktural, sentimen jangka menengah masih positif bagi harga emas untuk melanjutkan reli,” tegas George Efstathopoulos dari Fidelity International, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Ilustrasi Transaksi  

Legalitas Bisnis

 Hubungi Kami

Rabu, 04 Februari 2026

Equityworld Futures | Harga Emas dan Perak Melonjak Tajam, Saham Tambang Global Ikut Menguat

Equityworld Futures | Harga Emas dan Perak Melonjak Tajam, Saham Tambang Global Ikut Menguat

Equityworld Futures | Harga emas dan perak dunia melonjak tajam pada perdagangan Selasa (3/2/2026), setelah mengalami aksi jual hebat pada akhir pekan lalu. Kebangkitan harga logam mulia ini ikut mengangkat saham-saham tambang serta produk reksa dana berbasis logam mulia di berbagai bursa global.

Equityworld Futures | Akhirnya Harga Emas Terbang Lagi Usai Hancur Lebur, Tembus US$4.900

Harga emas spot tercatat melonjak 6,17% ke level US$ 4.947,61 per ons troi. Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) melesat 6,87% dan bergerak di kisaran US$ 4.971,01 per ons troi.

Harga perak juga mencatatkan pemulihan signifikan. Harga perak spot melejit 7,95% ke sekitar US$ 85,5 per ons, sedangkan perak berjangka melonjak 10,84% ke level US$ 85,42 per ons.

Dikutip dari CNCB Internasioal, penguatan ini menjadi respons atas kejatuhan tajam sebelumnya. Pada Jumat (30/1/2026), harga emas anjlok hampir 10%, sementara harga perak ambrol hingga 30% dalam satu hari, menjadi penurunan harian terburuk sejak 1980.

Seiring naiknya harga logam mulia, saham-saham pertambangan dan exchange-traded funds (ETF) berbasis emas dan perak yang tercatat di berbagai negara turut mencatatkan penguatan.

Di Bursa London, saham perusahaan tambang besar bergerak positif. Rio Tinto naik 2,2%, Anglo American menguat lebih dari 3%, dan Antofagasta melonjak 2,5%. Fresnillo, produsen perak terbesar dunia sekaligus saham dengan kinerja terbaik di indeks FTSE 100 sepanjang 2025, tercatat naik 3,1%.

Di AS, ETF berbasis perak mencatat lonjakan signifikan menjelang pembukaan pasar. ProShares Ultra Silver ETF melonjak sekitar 15%, sementara abrdn Physical Silver Shares ETF dan iShares Silver Trust (SLV), yang sebelumnya menjadi pusat euforia investor ritel, masing-masing menguat sekitar 8,3%.

Saham-saham perusahaan tambang emas dan perak yang tercatat di AS juga bergerak naik tajam. Endeavour Silver melonjak 7,5% pada perdagangan pra-pasar, Coeur Mining menguat 7,7%, sementara Hecla Mining dan First Majestic Silver masing-masing naik sekitar 8%.

Pemulihan harga ini terjadi di tengah evaluasi investor atas apakah kejatuhan sebelumnya menandai perubahan struktural pasar, atau sekadar reaksi berlebihan terhadap faktor jangka pendek.

Analis Deutsche Bank menilai sejarah menunjukkan pergerakan tersebut lebih dipicu faktor jangka pendek, meski skala aksi jual memang memunculkan pertanyaan baru terkait posisi pasar. Bank tersebut mencatat bahwa meskipun aktivitas spekulatif meningkat dalam beberapa bulan terakhir, faktor tersebut belum cukup menjelaskan besarnya kejatuhan harga pekan lalu.

“Penyesuaian harga logam mulia tampaknya melampaui signifikansi pemicu yang ada. Selain itu, niat investor, baik resmi, institusional, maupun individu, kemungkinan besar tidak berubah menjadi lebih negatif,” tulis Deutsche Bank dalam risetnya.

Ilustrasi Transaksi

 Legalitas Bisnis

 Hubungi Kami

Selasa, 03 Februari 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Runtuh Lagi, Sampai Kapan?

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Runtuh Lagi, Sampai Kapan?

Equityworld Futures | Harga emas dunia kembali melemah pada awal pekan ini, melanjutkan tekanan tajam yang terjadi setelah aksi jual besar-besaran pada akhir pekan lalu. Pelemahan ini terjadi di tengah penguatan dolar AS serta perubahan sentimen pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok Parah Lagi, Kebijakan CME Picu Gelombang Jual

Dikutip dari CNBC, Selasa (3/2/2026), harga emas spot tercatat turun lebih dari 4% dan berada di kisaran USD 4.662,43 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas masih tertekan sekitar 1% ke level USD 4.694,60 per ons. Penurunan ini terjadi setelah harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi baru pekan lalu.

Tekanan di pasar logam mulia semakin kuat setelah CME Group menaikkan persyaratan margin pasca aksi jual tajam. Margin kontrak berjangka emas COMEX dinaikkan menjadi 8% dari sebelumnya 6%. Kebijakan ini dinilai mempersempit ruang spekulasi jangka pendek di pasar emas.

Analis CMC Markets, Christopher Forbes, menilai koreksi harga emas saat ini bersifat teknikal dan masih tergolong wajar. Menurutnya, penurunan tersebut merupakan koreksi klasik setelah reli yang luar biasa, bukan sinyal perubahan tren jangka panjang.

“Penurunan harga emas ini adalah koreksi klasik setelah kenaikan yang sangat kuat,” ujar Forbes.

Ia menambahkan, aksi ambil untung, penguatan dolar AS, serta perkembangan geopolitik terbaru dari Washington turut menekan minat beli.

Indeks dolar AS sendiri menguat sekitar 0,8% sejak Kamis lalu. Penguatan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang dolar menjadi kurang menarik bagi investor global. Selain itu, prospek kebijakan moneter yang lebih ketat juga meningkatkan daya tarik obligasi pemerintah AS dibanding emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Dalam jangka pendek, Forbes memperkirakan harga emas masih akan bergerak tinggi namun volatil, sembari pasar menunggu kepastian arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Ilustrasi Transaksi 

Legalitas Bisnis 

Hubungi Kami