Rabu, 25 Februari 2026

Equityworld Futures | Wall Street Bangkit Didorong Optimisme AI

Equityworld Futures | Wall Street Bangkit Didorong Optimisme AI

Equityworld Futures | Indeks-indeks utama di bursa Amerika Serikat (AS) kompak mencatat kenaikan setelah saham-saham teknologi bangkit di tengah meredanya kekhawatiran pasar terhadap dampak kecerdasan buatan (AI). 

Equityworld Futures | Bruk! Harga Emas Tiba-Tiba Ambruk Hampir 2% dalam 24 Jam, Ada Apa?

Optimisme baru terhadap prospek AI membantu pasar pulih setelah sebelumnya sempat tertekan oleh fluktuasi sentimen risiko.

Dikutip dari Reuters, Kamis 25 Februari 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 370,44 poin atau 0,76 persen ke level 49.174,50. Indeks S&P 500 menguat 52,32 poin atau 0,77 persen ke 6.890,07. Sementara Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melonjak 236,41 poin atau 1,05 persen ke 22.863,68. 

Saham semikonduktor menjadi salah satu pendorong utama penguatan, sementara sektor consumer discretionary dan teknologi memimpin kenaikan di S&P 500. Sebaliknya, sektor kesehatan mencatat pelemahan terdalam.

Kenaikan ini terjadi setelah pasar pada hari sebelumnya mengalami tekanan tajam akibat spekulasi bahwa AI dapat mengganggu berbagai sektor industri. Namun pada perdagangan terbaru, investor memanfaatkan pelemahan tersebut untuk kembali masuk ke pasar.

“Pasar akan berada dalam periode ketidakpastian dan hari ini kita melihat aksi beli saat harga turun (buy on the dip),” kata Matthew Keator dari Keator Group. 

Ia menambahkan bahwa pergerakan harian kemungkinan masih akan fluktuatif karena belum ada kejelasan apakah AI akan lebih bersifat mendukung atau justru mendisrupsi bisnis-bisnis yang ada.

Sentimen AI kembali menguat setelah perusahaan laboratorium AI Anthropic mengumumkan sejumlah plug-in baru yang menyasar sektor perbankan investasi dan sumber daya manusia. Plug-in tersebut dikembangkan bersama sejumlah perusahaan besar seperti Thomson Reuters, Salesforce, dan FactSet. 

Di sisi lain, pejabat bank sentral AS juga menyoroti dampak AI terhadap pasar tenaga kerja. Gubernur The Fed Lisa Cook menyebut teknologi ini berpotensi mendorong kenaikan pengangguran, sementara Gubernur Christopher Waller menilai AI tidak akan terlalu mengganggu pasar kerja.
Ketidakpastian juga datang dari kebijakan perdagangan. 

Putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan banyak tarif Presiden Donald Trump serta ancaman tarif baru menambah tanda tanya di pasar. Investor masih menunggu kejelasan apakah kesepakatan-kesepakatan dagang sebelumnya akan tetap berlaku.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Selasa, 24 Februari 2026

Equityworld Futures | Bursa Asia Menguat Meski Wall Street Anjlok, Tarif Trump dan Isu AI Jadi Sorotan

Equityworld Futures | Bursa Asia Menguat Meski Wall Street Anjlok, Tarif Trump dan Isu AI Jadi Sorotan

Equityworld Futures | Bursa Asia Pasifik menguat pada pembukaan perdagangan Selasa, berlawanan arah dengan Wall Street yang sebelumnya ditutup melemah. Investor mencermati kembali ancaman tarif dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, serta kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat mengganggu model bisnis perusahaan perangkat lunak.

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Mengamuk, Tiba-Tiba Sudah Tembus US$5.200 Lagi

Dikutip dari CNBC, Selasa (24/2/2026), Trump melalui platform Truth Social pada Senin menyatakan bahwa negara mana pun yang ingin “bermain-main” dengan putusan Mahkamah Agung akan menghadapi tarif yang jauh lebih tinggi.

Komentar tersebut muncul setelah Supreme Court of the United States pada Jumat membatalkan tarif yang diberlakukan berdasarkan International Emergency Economic Powers Act. Sebagai respons, Trump mengatakan akan menerapkan tarif global sebesar 15% berdasarkan Section 122 dari Trade Act 1974.

Meski demikian, pelaku pasar Asia tampak lebih fokus pada dinamika regional dan peluang kebijakan moneter, sehingga indeks-indeks utama bergerak di zona hijau.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Senin, 23 Februari 2026

Equityworld Futures | Laporan Laba Nvidia Hantui Wall Street, Reli AI Terancam?

Equityworld Futures | Laporan Laba Nvidia Hantui Wall Street, Reli AI Terancam?

Equityworld Futures | Wall Street menaruh perhatian besar pada laporan laba Nvidia Corp. yang akan dirilis pekan ini. Kekhawatiran pasar terhadap prospek kecerdasan buatan (AI) memicu spekulasi bahwa laporan keuangan raksasa chip tersebut, seberapapun positifnya, berpotensi menekan harga sahamnya.

Equityworld Futures | Harga Emas Memperpanjang Kenaikan

Selama beberapa tahun terakhir, Nvidia menjadi motor penggerak utama yang membawa pasar saham mencetak rekor tertinggi. Namun, sentimen pasar kini berubah seiring meningkatnya skeptisisme terhadap AI.

Performa saham Nvidia belakangan ini kurang memuaskan. Sejak awal kuartal keempat, harga sahamnya hanya naik 1,7%, sedikit di bawah kenaikan indeks S&P 500 yang mencapai 3,3% dalam periode yang sama. Bahkan, pergerakan saham perusahaan nyaris stagnan sepanjang tahun ini, menempatkannya di paruh bawah indeks ekuitas utama pada awal tahun 2026. Kondisi ini menandai penurunan signifikan dibandingkan masa kejayaan Nvidia sebagai salah satu pemimpin indeks dengan pertumbuhan persentase tahunan tiga digit.

Matt Stucky, kepala manajer portofolio ekuitas di Northwestern Mutual Wealth Management, menjelaskan bahwa fundamental Nvidia sebenarnya masih kuat. "Secara fundamental, kisah Nvidia tetap kuat, hanya saja pertanyaannya adalah apakah sentimen pasar akan tetap kuat juga. Tingkat kecemasan meningkat di berbagai bagian dari perdagangan tersebut," ujarnya.

Salah satu penyebab utama performa Nvidia yang kurang memuaskan adalah peralihan fokus investor dari saham teknologi berkapitalisasi besar. Kekhawatiran soal investasi ratusan miliar dolar AS dalam pengembangan teknologi AI turut membebani sentimen pasar. Selain itu, pasar saham juga menghadapi berbagai risiko eksternal yang membayangi pergerakan harga saham secara keseluruhan.

Profil Perusahaan  

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis 

Hubungi Kami

Jumat, 20 Februari 2026

Equityworld Futures | Laju Wall Street Terhenti, Saham Teknologi Tekan Indeks Setelah Reli Beberapa Hari

Equityworld Futures | Laju Wall Street Terhenti, Saham Teknologi Tekan Indeks Setelah Reli Beberapa Hari

Equityworld Futures
| Laju kenaikan pasar saham Amerika Serikat (AS) terhenti pada perdagnagna Kamis (19/2/2026), setelah tiga hari berturut-turut Indeks S&P 500 mencatat kenaikan. 

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melonjak Dua Hari Beruntun, Tembus US$4.997/Troy Ons di Tengah Tensi Geopolitik

Pelemahan terjadi akibat turunnya saham teknologi besar, sementara beberapa saham lain justru menguat mengikuti laporan kuartalan yang positif. 

Pada pukul 09:43 waktu New York, Dow Jones Industrial Average turun 223,51 poin atau 0,45% ke 49.431,52, S&P 500 melemah 25,10 poin atau 0,36% menjadi 6.856,21, dan Nasdaq Composite kehilangan 131,75 poin atau 0,58% ke 22.621,89.

Saham teknologi kelas berat seperti Apple, Nvidia, dan Meta Platforms kembali melemah setelah sesi sebelumnya mencatat kenaikan. Indeks Semikonduktor Philadelphia turun 1,6%, sedangkan indeks teknologi S&P 500 yang lebih luas turun 0,9%.  

Pelemahan ini dipicu kekhawatiran investor terhadap valuasi tinggi di sektor teknologi, termasuk perusahaan yang terlibat dalam kecerdasan buatan (AI), meski investasi besar dalam AI sejauh ini belum terbukti secara signifikan mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba.

"Bias berubah sangat cepat, dan ini menunjukkan kegelisahan investor secara keseluruhan," kata Kim Forrest, pendiri dan kepala investasi di Bokeh Capital.

Sementara itu, sektor ritel menunjukkan kinerja positif. Saham Walmart naik 2,4% setelah CEO baru John Furner memperkenalkan perkiraan fiskal konservatif untuk 2027 serta rencana pembelian kembali saham senilai US$30 miliar. 

DoorDash menguat hampir 2% menyusul prospek nilai pesanan bruto kuartal pertama yang lebih tinggi dari perkiraan Wall Street. EBay naik 3,3% setelah mengumumkan perkiraan pendapatan kuartal pertama yang positif dan rencana akuisisi pasar mode Depop dari Etsy.

Di sisi lain, beberapa perusahaan mengalami tekanan. Carvana turun 4,3% karena gagal memenuhi ekspektasi laba kuartal keempat akibat meningkatnya biaya, sedangkan EPAM Systems merosot 19% karena prospek kuartal pertama yang hati-hati mengecewakan investor. 

Sektor energi justru mencatat kenaikan signifikan, dengan indeks energi S&P 500 naik 1,7% didorong naiknya harga minyak mentah di tengah kekhawatiran atas potensi konflik militer antara AS dan Iran. Saham Occidental Petroleum melesat 9,2% setelah melampaui ekspektasi laba kuartal keempat.

Dari sisi kebijakan moneter, risalah pertemuan Federal Reserve terbaru menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan mayoritas sepakat mempertahankan suku bunga tetap. 
Namun, terdapat perbedaan pendapat mengenai arah kebijakan akhir tahun ini, dengan beberapa pejabat mempertimbangkan kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi, sementara yang lain mendukung penurunan lebih lanjut jika inflasi menurun. 

Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee dan Wakil Ketua Fed untuk Pengawasan Michelle Bowman dijadwalkan berbicara sepanjang hari.

Data klaim pengangguran mingguan menunjukkan pasar tenaga kerja stabil, dengan jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun lebih dari perkiraan.  

Investor kini menantikan laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi, indikator inflasi utama Fed, yang akan dirilis Jumat ini sebagai acuan prospek suku bunga.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang turun masih melebihi yang naik, dengan rasio 2 banding 1 di NYSE dan 2,66 banding 1 di Nasdaq. Indeks S&P 500 mencatat 16 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan lima rekor terendah baru, sedangkan Nasdaq Composite mencatat 20 rekor tertinggi baru dan 62 rekor terendah baru.

Profil Perusahaan

Legalitas Bisnis

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami