Rabu, 18 Februari 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Bakal Dapat Momentum dari Sentimen Ini

Equityworld Futures | Harga Emas Bakal Dapat Momentum dari Sentimen Ini

Equityworld Futures | Analis mengaku tetap optimis bahwa harga emas dunia akan kembali menguat dalam beberapa bulan mendatang, didukung oleh pembelian bank-bank sentral global, meningkatnya sentimen terkait ketidakpastian geopolitik, serta aliran investor ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa (ETF).

Equityworld Futures | Harga Emas Mengenaskan: Jatuh ke Level US$ 4.800, Terendah 2 Minggu

“Meskipun terjadi volatilitas baru-baru ini, kami tidak berpikir siklus kenaikan ini telah berakhir,” ungkap analis pertambangan di Scotiabank yang dipimpin oleh Tanya Jakusconek, dikutip dari Kitco News, Rabu (18/2/2026).

“Menurut pendapat kami, pendorong historis tetap ada, termasuk ketidakpastian perdagangan yang tinggi, ketegangan geopolitik yang meningkat, yang tampaknya tidak akan berkurang dalam jangka pendek," katanya.

Harga emas spot melemah sekitar 2,7% ke kisaran US$ 4.855,92 per ons pada Selasa sore (17/2), menurut data Trading Economics. Penurunan tersebut memangkas kenaikan year-to-date harga emas menjadi sekitar 13%, setelah lonjakan lebih dari 60% 2025 lalu.

Sejak Jumat (13/2), harga emas dunia telah melemah sekitar 3,5%.

Meski mengalami koreksi, analis mengungkapkan, harga emas masih berpeluang mendapat momentum dari sentimen tentang meningkatnya utang pemerintah federal AS yang memicu kekhawatiran terhadap posisi dolar AS di kalangan investor institusional global dan bank sentral.

"Hal ini, pada gilirannya, memicu de-dolarisasi, atau setidaknya pergeseran preferensi cadangan global," ungkap analis di Jefferies.

Jakusconek juga menilai, dengan sejumlah negara yang terus mengalami defisit anggaran selama lima tahun tanpa adanya pembatasan fiskal yang terlihat, tren kenaikan utang pemerintah di seluruh dunia tampaknya tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Hal ini yang menjadi pendukung bagi emas untuk melanjutkan reli.

Penyitaan aset Rusia setelah konflik di Ukraina pada tahun 2022, nasionalisme sumber daya yang meluas, dan kebijakan perdagangan yang semakin agresif oleh Presiden AS Donald Trump mendorong investor mencari keamanan dalam aset aman seperti emas, tambah Jakusconek.

Bank sentral, terutama di negara-negara pasar berkembang melihat emas sebagai diversifikasi aset utama dan telah menjadi pembeli bersih yang kuat, secara kolektif memiliki kurang dari 30% logam fisik tersebut, menurut data Scotiabank. Bank-bank tersebut membeli 328 ton emas pada Desember 2025 melalui Dana Moneter Internasional dan sumber data publik lainnya, dibandingkan dengan 345 ton setahun sebelumnya, menurut data World Gold Council. 

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami

Jumat, 13 Februari 2026

Equityworld Futures | Breaking! Harga Emas Ambruk: Jatuh 3% dalam 24 Jam, Balik ke US$4.900

Equityworld Futures | Breaking! Harga Emas Ambruk: Jatuh 3% dalam 24 Jam, Balik ke US$4.900

Equityworld Futures | Harga emas dan perak terjun bebas hingga jatuh ke level terendah dalam satu minggu. Penurunan tajam disebabkan data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang kuat dan tekanan jual emas semakin meningkat.

Equityworld Futures | Harga Emas Berjangka Turun 0,1% Jadi USD5.092

Pada perdagangan Kamis (12/2/2026), harga emas dunia anjlok 3,13% di level US$4.919,69 per troy ons. Penurunan tersebut membawa emas ke harga terendah seminggu dan mendorong emas menjauh dari level psikologis US$5.000 per troy ons.

Pada perdagangan hari ini Jumat (13/2/2026) hingga pukul 06.45 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,20% di posisi US$4.909,99 per troy ons.

Harga emas jatuh ke level terendah hampir satu minggu pada hari Kamis karena data ketenagakerjaan AS yang kuat meredam harapan penurunan suku bunga The Federal Reserve dalam waktu dekat, dengan penurunan di bawah US$5.000 per troy ons memperdalam kerugian karena tekanan jual meningkat.

"Karena volatilitas yang tinggi sebelumnya, banyak orang akan menempatkan stop loss mereka di bawah US$5.000 per troy ons atau di atas level US$5.100 per troy ons hanya untuk mempertahankan posisi stop loss mereka," ujar Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com.

"Karena pergerakan ke bawah, stop loss tersebut telah terpicu di bawah level US$5.000 per troy ons, dan itu menyebabkan efek berantai, menyebabkan harga anjlok dalam waktu singkat." imbuhnya.

Data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan pasar kerja AS memulai tahun 2026 dengan pijakan yang lebih kuat dari yang diperkirakan, memperkuat pandangan bahwa para pembuat kebijakan mungkin akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Jumlah pekerjaan di sektor non-pertanian meningkat sebesar 130.000 pada bulan Januari, setelah revisi penurunan sebesar 48.000 pada bulan Desember, sementara tingkat pengangguran sedikit turun menjadi 4,3%.

Klaim pengangguran awal turun menjadi 227.000 pada minggu yang berakhir pada 7 Februari, data menunjukkan pada hari Kamis.

Kondisi pasar tenaga kerja yang tangguh memperkuat kepercayaan The Fed terhadap perekonomian, memungkinkan para pembuat kebijakan untuk mempertahankan suku bunga tinggi guna memastikan inflasi terus mereda. Emas batangan, pada gilirannya, tertekan oleh suku bunga tinggi karena sifatnya yang tidak memberikan imbal hasil.

Investor kini menantikan data inflasi AS yang akan dirilis pada hari Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

"Tampaknya ekspektasinya adalah inflasi utama akan melambat dari 2,7% menjadi 2,5%, mungkin serendah 2,4%. Hal itu dapat menghidupkan kembali beberapa spekulasi penurunan suku bunga dan kemungkinan akan menguntungkan emas," ujar Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Kamis, 12 Februari 2026

Equityworld Futures | Kata Ahli soal Nasib Harga Emas, Bisa-bisa Jadi Segini

Equityworld Futures | Kata Ahli soal Nasib Harga Emas, Bisa-bisa Jadi Segini

Equityworld Futures | Berdasarkan kajian teknikal yang disampaikan oleh analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, struktur pergerakan harga emas saat ini masih menunjukkan kondisi yang relatif sehat.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun US$5.058,64 dan Perak Merosot ke US$82,87 pada Kamis (12/2) Pagi

Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan indikator Moving Average, mengindikasikan bahwa tren bullish pada XAU/USD justru tetap terjaga dan cenderung menguat.

Hal ini mencerminkan bahwa minat beli investor terhadap emas masih cukup solid, terutama setelah terjadinya koreksi tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Andy menilai bahwa tekanan turun yang muncul lebih bersifat sebagai fase konsolidasi atau koreksi teknikal dalam tren naik jangka menengah hingga panjang, bukan sebagai sinyal perubahan arah tren secara menyeluruh.

Lebih lanjut, Andy Nugraha menjelaskan bahwa selama harga emas mampu bertahan di atas area support penting, peluang terjadinya penguatan lanjutan masih sangat terbuka.

“Jika dorongan bullish kembali mendominasi pasar dan didukung oleh sentimen global yang kondusif, maka XAU/USD berpotensi melanjutkan kenaikan hingga menguji area resistance berikutnya di sekitar level 5.232,” kata Andy dalam laporannya, Rabu (11/2/2026).

Apabila harga emas gagal mempertahankan momentum kenaikan dan kembali berada di bawah tekanan jual, maka penurunan berpotensi mengarah ke area support terdekat di kisaran 4.841, yang menjadi batas penting untuk menjaga kesinambungan tren naik.

Dari sisi fundamental, pergerakan harga emas saat ini masih dipengaruhi oleh stabilnya nilai tukar dolar AS serta meningkatnya selera risiko di pasar keuangan global. Pada sesi awal perdagangan Asia hari Rabu, harga emas tercatat melemah mendekati level US$ 5.045, seiring pelaku pasar mencoba mengevaluasi apakah harga telah membentuk titik terendah setelah aksi jual besar-besaran yang terjadi sebelumnya.

Indeks Dolar AS (DXY) yang bergerak relatif datar di area 96,78 turut menjadi faktor yang menahan laju penguatan emas dalam jangka pendek, mengingat hubungan terbalik antara dolar AS dan harga logam mulia.

Meski demikian, faktor geopolitik masih memberikan dukungan signifikan terhadap harga emas. Ketegangan yang terus berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran membuat investor cenderung tetap mempertahankan eksposur terhadap aset lindung nilai seperti emas. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kembali melontarkan ancaman terkait kemungkinan aksi militer terhadap Iran, serta dinamika diplomatik di kawasan Timur Tengah, menambah ketidakpastian global yang berpotensi membatasi ruang penurunan harga emas lebih dalam.

Selain faktor geopolitik, perhatian pasar saat ini juga tertuju pada rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Pelaku pasar cenderung mengambil sikap menunggu dan mengamati menjelang publikasi laporan ketenagakerjaan dan inflasi. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang tertunda diperkirakan menunjukkan penambahan tenaga kerja sekitar 70.000 pada Januari, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan tetap stabil di level 4,4 persen. Di sisi lain, data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) yang akan dirilis pada akhir pekan ini juga akan menjadi acuan penting bagi arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Secara keseluruhan, Andy Nugraha menilai bahwa pergerakan harga emas masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bullish. Selama ketidakpastian geopolitik masih tinggi dan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter tetap mendukung, harga emas berpeluang kembali melanjutkan tren penguatan. Namun, volatilitas jangka pendek diperkirakan masih akan mewarnai pergerakan pasar, sehingga investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan data ekonomi dan sentimen global secara cermat.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

 Hubungi Kami

Rabu, 11 Februari 2026

Equityworld Futures | Meski Tergelincir, Harga Emas Dunia Masih di Atas USD5.000/Ons

Equityworld Futures | Meski Tergelincir, Harga Emas Dunia Masih di Atas USD5.000/Ons

Equityworld Futures | Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Fokus pasar tertuju pada serangkaian rilis data.

Equityworld Futures | Harga Emas Loyo Lagi, Gagal Memanfaatkan Kelemahan “Musuh Abadi”
 
Mengutip Yahoo Finance, Rabu, 11 Februari 2026, harga emas berjangka sebagai patokan harga emas dunia untuk kontrak beli atau jual emas di masa depan, turun 0,5 persen menjadi USD5.053,80 per troy ons.
 
Sementara harga emas spot sebagai harga pasar emas dunia saat ini tetap stabil di level USD5.040,04. Adapun rekor tertinggi harga emas mencapai USD5.594,82 yang terjadi pada perdagangan 29 Januari 2026.
 
Fokus pasar saat ini tertuju pada serangkaian rilis data, termasuk penjualan ritel Desember, angka indeks harga konsumen Januari, dan laporan penggajian non-pertanian Januari. Data ini diharapkan memberikan sinyal lebih lanjut tentang arah suku bunga Federal Reserve AS.

Pasar pelototi data ekonomi makro AS

 
Anil Deshpande, analis komoditas yang berbasis di Mumbai mengatakan pasar sedang dalam mode menunggu. Serta mengamati menjelang data makro utama Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis akhir pekan ini.
 
"Kejutan apa pun dalam data pekerjaan atau inflasi dapat dengan cepat mengubah ekspektasi terhadap penurunan suku bunga dan menggerakkan harga logam mulia secara tajam ke salah satu arah," tutur dia.
 
Logam mulia terus mengalami penurunan dari rekor tertingginya yang dicapai pada akhir Januari, setelah reli yang menurut banyak pedagang telah berlangsung terlalu jauh dan terlalu cepat. Reli tersebut memicu aksi ambil untung di seluruh pasar logam mulia.
 
Saat ini, investor memperkirakan setidaknya dua kali penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 2026, dengan penurunan pertama berpotensi terjadi pada Juni. Emas, yang tidak menawarkan imbal hasil, biasanya diuntungkan dari lingkungan suku bunga yang lebih rendah. 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami