Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik ke US$ 4.739 pada Rabu (22/4) Pagi, Ini Pemicunya
Equityworld Futures | Harga emas dunia menguat pada Rabu (22/4/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam sepekan pada sesi sebelumnya.
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Kembali Loyo Tersengat Penguatan Dolar AS
Kenaikan ini didorong oleh pelemahan harga minyak pasca perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Kenaikan ini didorong oleh pelemahan harga minyak pasca perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,6% ke level US$ 4.739,94 per ons troi pada awal perdagangan. Sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni menguat 0,8% ke US$ 4.758,60 per ons troi.
Penguatan emas terjadi setelah harga minyak melemah, yang meredakan kekhawatiran lonjakan inflasi dan peluang suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Presiden Donald Trump sebelumnya mengumumkan perpanjangan tanpa batas gencatan senjata dengan Iran, meski belum ada kepastian apakah Iran maupun Israel akan menyetujui langkah tersebut.
Seiring perkembangan tersebut, pasar keuangan global bergerak variatif. Bursa saham menguat, dolar AS melemah, sementara harga minyak terkoreksi.
Dari sisi kebijakan moneter, kandidat pimpinan bank sentral AS Kevin Warsh menegaskan tidak ada komitmen untuk memangkas suku bunga, meskipun Trump berharap sebaliknya.
Di sisi lain, data menunjukkan ekspor emas dari Swiss melonjak 30% secara bulanan pada Maret.
Pengiriman ke Inggris mencapai level tertinggi sejak Desember, sementara ekspor ke China salah satu konsumen emas terbesar naik 18%.
Data ekonomi AS juga menunjukkan penjualan ritel naik lebih tinggi dari ekspektasi pada Maret, didorong kenaikan harga bahan bakar serta belanja masyarakat yang ditopang oleh pengembalian pajak.
Sementara itu, kepemilikan emas oleh ETF terbesar dunia, SPDR Gold Trust, tercatat turun tipis 0,1% menjadi 965,94 metrik ton pada Senin.
Di pasar logam lainnya, perak naik 1% ke US$ 77,47 per ons troi. Platinum menguat 0,8% ke US$ 2.052,99, dan paladium naik 1,3% ke US$ 1.552,75 per ons troi.
Rabu, 22 April 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik ke US$ 4.739 pada Rabu (22/4) Pagi, Ini Pemicunya
Selasa, 21 April 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah Akibat Ketegangan Diplomatik Amerika Serikat-Iran
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah Akibat Ketegangan Diplomatik Amerika Serikat-Iran
Equityworld Futures | Nilai tukar emas global mengalami penyusutan hingga menyentuh titik terendah dalam sepekan pada perdagangan Senin (20/4/2026). Penurunan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong penguatan nilai tukar dollar AS serta lonjakan harga minyak mentah.
Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Terombang-Ambing Perang, Kepercayaan Sudah Runtuh
Kondisi pasar modal bereaksi negatif setelah Iran melontarkan ancaman balasan atas penyitaan kapal kargo miliknya oleh otoritas Amerika Serikat. Ketidakpastian geopolitik tersebut memicu kekhawatiran terhadap kelancaran arus logistik di Selat Hormuz yang saat ini masih terhenti sebagian.
Berdasarkan data yang dilansir dari Money melalui Reuters, harga emas di pasar spot terkoreksi 0,4 persen menjadi 4.810,26 dollar AS per ons pada penutupan Senin waktu setempat. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni merosot 1 persen ke posisi 4.828,8 dollar AS per ons.
Analis pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, mengamati bahwa memanasnya situasi di Timur Tengah secara langsung mengubah prospek harga logam mulia tersebut di pasar internasional.
"Situasi di Timur Tengah jelas kembali memanas, sehingga proyeksi harga emas sedikit condong ke arah penurunan di tengah meningkatnya risiko lonjakan tajam harga minyak, yang dapat mendorong dollar AS dan imbal hasil obligasi lebih tinggi," ujar Fawad Razaqzada.
Kenaikan harga minyak sekitar 5 persen turut meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global. Kondisi ini memungkinkan bank sentral untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi, yang secara historis mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi tanpa imbal hasil.
Sentimen negatif pasar juga didorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menilai bahwa investor saat ini lebih fokus pada indikator harian yang menekan harga emas.
"Para pelaku pasar emas saat ini memilih faktor harian yang bersifat negatif, seperti dollar yang lebih kuat dan imbal hasil yang lebih tinggi," kata Jim Wyckoff.
Penurunan nilai jual tidak hanya melanda emas, tetapi juga merembet ke komoditas logam mulia lainnya. Perak di pasar spot tercatat turun 1,3 persen menjadi 79,76 dollar AS per ons.
Penurunan berlanjut pada platinum yang merosot 1,4 persen ke level 2.073,28 dollar AS per ons. Sedangkan paladium terpangkas 0,2 persen ke angka 1.556,00 dollar AS per ons setelah sebelumnya sempat berada di posisi terendah mingguan.
Senin, 20 April 2026
Equityworld Futures | Ketegangan di Timur Tengah Kembali Memanas, Harga Emas Tembus US$4.800 Per Ons
Equityworld Futures | Ketegangan di Timur Tengah Kembali Memanas, Harga Emas Tembus US$4.800 Per Ons
Equityworld Futures | Harga minyak mentah dunia sempat mengalami penurunan hingga ke level US$84 per barel untuk jenis WTI saat Iran membuka kembali Selat Hormuz. Namun sikap Iran tersebut hanya berlangsung sesaat sebagai respon sikap AS yang dinilai Iran tetap memblokade Selat Hormuz.
Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Babak Belur Dihantam Kabar Panas dari Hormuz
Tetapi, ketegangan kembali pecah seiring dengan langkah Iran yang kembali menutup Selat Hormuz, bahkan sempat memicu serangan terhadap kapal niaga milik India.
Harga minyak mentah dunia pun kembali naik, dimana untuk jenis WTI ditransaksikan dikisaran level US$88,5 per barel dan jenis Brent naik dikisaran level US$94,7 per barel.
Pada perdagangan hari ini, sejumlah kabar menyebut bahwa Iran membantah akan berpartisipasi dalam pembicaraan damai dengan pihak AS.
Sejauh ini pasar disebutkan Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, masih merespon negatif tensi geopolitik yang berkembang belakangan ini.
Di sisi lain, pasar saham di Asia pada perdagangan pagi ini mayoritas berada di zona hijau. Penguatan bursa saham di Asia juga turut berpeluang mendorong penguatan pada bursa saham di tanah air, dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini turut dibuka menguat di level 7.663, meskipun kerap ditransaksikan di zona merah sejauh ini.
“Namun kinerja mata uang Rupiah yang menguat dikisaran 17.165 per Dolar AS berpeluang menjadi katalis positif bagi IHSG,” ujar Gunawan di Medan, Senin (20/4/2026).
Selain itu harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$4.800 per ons troy, atau lebih tinggi dibandingkan dengan hari Jumat pekan lalu.
Harga emas sendiri bahkan sempat berada dikisaran US$4.830 di akhir pekan kemarin saat harga minyak mengalami penurunan tajam. Harga emas saat ini ditransaksikan sekitar Rp2,66 juta per gram.
Jumat, 17 April 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Hari Ini Tak Berubah, Perak Turun 1 Persen
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Hari Ini Tak Berubah, Perak Turun 1 Persen
Equityworld Futures | Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Kamis (17/4/2026), setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam satu bulan pada sesi sebelumnya.
Equityworld Futures | Kilau Harga Emas Meredup Dicuri Dolar, Investor Pelototi Diplomasi AS-Iran
Harga emas spot tercatat relatif tidak berubah di level US$4.785,57 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 0,3% ke posisi US$4.808,30 per ons.
Di sisi lain, harga perak spot turun 1% menjadi US$78,29 per ons. Laporan Silver Institute dan Metals Focus menyebutkan pasar perak tengah menuju tahun keenam defisit struktural, dengan penarikan stok mencapai 762 juta troy ons sejak 2021.
Adapun logam mulia lainnya, platinum turun 0,6% ke US$2.096,20 per ons dan palladium melemah 0,7% ke US$1.561,50 per ons.
Pergerakan harga emas dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan ekspektasi suku bunga. Logam mulia ini sempat tertekan pada Maret lalu setelah pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada akhir Februari.
Kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi dan ketatnya likuiditas pasar turut membebani harga emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil (zero-yielding asset), emas cenderung kurang diminati saat suku bunga berada di level tinggi.
Namun, harapan meredanya ketegangan antara AS dan Iran mulai mendorong pemulihan harga emas. Kedua negara dilaporkan akan kembali melanjutkan pembicaraan damai setelah negosiasi sebelumnya mengalami kebuntuan.
Direktur perdagangan logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan bahwa meredanya konflik berpotensi meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve ke depan.
“Jika ketegangan AS-Iran mereda atau perang berakhir, kemungkinan penurunan suku bunga akan meningkat, dan itu bisa mendukung harga logam mulia,” ujarnya, dilansir dari Reuters.
Dari sisi data ekonomi, klaim awal tunjangan pengangguran di AS tercatat menurun pada pekan lalu. Hal ini menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang masih relatif stabil, meskipun dunia usaha tetap berhati-hati dalam perekrutan akibat ketidakpastian geopolitik.