Equityworld Futures | Harga Emas Berbalik Naik Usai Sentuh Level Terendah
Equityworld Futures | Harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa (5/5/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari satu bulan pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring pelaku pasar mencermati rapuhnya gencatan senjata di Timur Tengah serta potensi dampaknya terhadap inflasi dan arah suku bunga global.
Equityworld Futures | Harga Emas Berbalik Naik Usai Sentuh Level Terendah
Harga emas spot ditutup naik 0,74% menjadi US$ 4.557,55 per ons troi, setelah pada Senin (4/5/2026) sempat menyentuh level terendah sejak 31 Maret. Sejalan dengan itu, kontrak berjangka emas AS juga ditutup menguat 0,76% ke level US$ 4.567,55 per ons troi.
Dikutip dari Reuters, analis pasar dari American Gold Exchange Jim Wyckoff mengatakan, kenaikan harga emas saat ini didorong oleh aksi beli saat harga murah (bargain hunting) setelah tekanan jual sebelumnya. Selain itu, pelemahan harga minyak turut memberikan dukungan bagi logam mulia tersebut.
“Pasar masih akan terus mencermati perkembangan geopolitik, namun fokus bisa mulai bergeser ke data ekonomi dalam waktu dekat,” ujar Wyckoff, sembari menambahkan, pelaku pasar membutuhkan katalis fundamental yang kuat agar tren bullish emas dapat kembali solid.
Ketegangan geopolitik masih menjadi perhatian utama. Uni Emirat Arab dilaporkan mengalami serangan rudal dan drone dari Iran, di tengah pernyataan Washington bahwa gencatan senjata masih berlangsung meski rapuh, setelah sebelumnya terjadi baku tembak saat pasukan Amerika Serikat (AS) berupaya membuka kembali jalur Selat Hormuz.
Selat sempit tersebut merupakan jalur vital distribusi global untuk minyak, pupuk, dan berbagai komoditas penting lainnya. Sejak serangan yang dimulai pada 28 Februari, jalur ini praktis terganggu dan memicu lonjakan harga komoditas dunia.
Rabu, 06 Mei 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Berbalik Naik Usai Sentuh Level Terendah
Selasa, 05 Mei 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Senin Merosot Tertekan Penguatan Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi Global
Equityworld Futures | Harga Emas Senin Merosot Tertekan Penguatan Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi Global
Equityworld Futures | Harga emas turun tajam hari Senin, terbebani dolar AS yang lebih kuat dan imbal hasil obligasi global yang lebih tinggi.
Equityworld Futures | Ketegangan Hormuz Tekan Harga Emas, Risiko Inflasi Meningkat
Harga emas spot bergerak turun 2% pada $4.522,49 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak Juni 2026 berakhir turun 2,74% pada $4.517,3 per ons.
Indeks dolar AS bergerak naik hari Senin terdukung peningkatan permintaan safe haven terpicu ketegangan di Selat Hormuz
Selain itu, permintaan aset safe-haven untuk logam mulia sedikit menurun setelah Presiden Trump mengatakan AS akan mulai memandu beberapa kapal netral yang terjebak di Teluk Persia keluar melalui Selat Hormuz.
Selain itu, komentar agresif hari ini dari anggota Dewan Gubernur ECB, Peter Kazimir, menurunkan harga logam mulia ketika ia mengatakan kenaikan suku bunga ECB pada bulan Juni “hampir tidak dapat dihindari.”
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun terbebani penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi global.
Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.474-$4.427. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.599-$4.677.
Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.470-$4.424. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.607-$4.698.
Senin, 04 Mei 2026
Equityworld Futures | Tingginya Harga Emas-Biaya Kuliah Bikin Inflasi RI 2,42% di April 2026
Equityworld Futures | Tingginya Harga Emas-Biaya Kuliah Bikin Inflasi RI 2,42% di April 2026
Equityworld Futures | Inflasi melanda seluruh wilayah Indonesia pada April 2026, dengan besaran secara nasional sebesar 2,42% (year on year/yoy) pada April 2025. Tekanan inflasi itu tercatat lebih rendah dibanding bulan lalu 3,48% (yoy), namun masih lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu 1,95%.
Equityworld Futures | Harga Emas di Ujung Tanduk, Nasibnya Ditentukan Negosiasi AS dan Iran
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, faktor pendorong inflasi tahunan pada April 2026 ialah tingginya inflasi di sektor makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,06% yoy dengan andil 0,90%.
"Komoditas inflasi terbesar di kelompok ini yaitu ikan segar, daging ayam ras, beras, minyak goreng, sigaret kretek mesin, telur ayam ras," kata Ateng saat konferensi pers, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Selain itu, komoditas yang termasuk sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya juga menjadi motor utama pendorong inflasi tahunan pada April 2026, yaitu perawatan pribadi dan jasa lainnya seperti emas sebesar 11,43% yoy dengan andil 0,77% terhadap inflasi umum.
"Inflasi pada kelompok tersebut terutama terjadi pada kelompok emas perhiasan," ujar Ateng.
Menurut komponennya, seluruhnya mengalami inflasi secara tahunan. Komponen inti mengalami inflasi tahunan sebesar 2,44% dengan andil 1,56%. Komoditas dominan yang beri andil pada komponen inti terutama emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, dan juga biaya kuliah akademi atau perguruan tinggi.
Untuk komponen harga bergejolak inflasinya 3,37% dengan andil 0,56%. Komoditas yang dominan beri tekanan inflasi pada komponen ini di antaranya daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras.
Sementara itu, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi 1,53% dengan andil 0,30%. Komoditas yang dominan beri andil inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah terutama tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin dan sigaret kretek tangan.
Ateng mengatakan, inflasi terjadi di seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari 38 provinsi. Tertinggi terjadi di Papua Barat mencapai 5% sedangkan terendah di Lampung sebesar 0,53%.
Kamis, 30 April 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Bangkit dari Level Terendah Sebulan pada Kamis (30/4) Pagi
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Bangkit dari Level Terendah Sebulan pada Kamis (30/4) Pagi
Equityworld Futures | Harga emas dunia kembali menguat pada Kamis (30/4/2026), bangkit dari level terendah dalam satu bulan yang tercapai pada sesi sebelumnya.
Equityworld Futures | Harga Emas Babak Belur Usai The Fed Tahan Suku Bunga
Kenaikan ini didorong oleh pelemahan dolar AS, meskipun tekanan dari tingginya harga minyak masih membayangi prospek inflasi dan suku bunga.
Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,6% menjadi US$4.566,73 per ons pada pukul 01.05 GMT, setelah sebelumnya sempat turun ke level terendah sejak 31 Maret.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni naik 0,4% menjadi US$4.578,50 per ons.
Tekanan Inflasi dan Suku Bunga Masih Membayangi
Tingginya harga energi memperkuat kekhawatiran inflasi, yang berpotensi membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama (higher for longer).
Sebelumnya, bank sentral AS menahan suku bunga acuan dalam keputusan terbaru, namun dengan perpecahan internal terbesar sejak 1992 dan meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi.
Selain itu, proses transisi kepemimpinan bank sentral AS juga menjadi perhatian pasar, setelah kandidat Ketua The Fed berikutnya mulai melewati tahapan penting di Senat.
Permintaan Emas Global Meningkat
Dari sisi fundamental, permintaan emas global pada kuartal I-2026 meningkat 2% secara tahunan menjadi 1.230,9 metrik ton, menurut World Gold Council.
Kenaikan ini didorong oleh lonjakan pembelian emas batangan dan koin, serta peningkatan pembelian oleh bank sentral sebesar 3%.
Kenaikan tersebut berhasil mengimbangi penurunan permintaan perhiasan yang turun 23%.