Rabu, 24 Juni 2026

Equityworld Futures | Saham AS Turun, Aksi Jual Sektor Cip Picu Tekanan di Wall Street

Equityworld Futures | Saham AS Turun, Aksi Jual Sektor Cip Picu Tekanan di Wall Street

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa waktu setempat. Pelemahan dipicu aksi jual besar-besaran pada saham teknologi dan produsen cip, seiring perhatian investor beralih ke laporan keuangan emiten produsen cip memori utama, Micron.

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok Nyaris 2%, Tertekan Dolar AS dan Spekulasi The Fed
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 24 Juni 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 45,87 poin atau 0,09 persen ke level 51.666,84. Sementara itu, indeks S&P 500 merosot 107,33 poin atau 1,44 persen menjadi 7.365,46, dan Nasdaq Composite anjlok 579,56 poin atau 2,21 persen ke posisi 25.587,04.
 
Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, enam sektor berakhir di zona hijau. Sektor barang konsumsi pokok memimpin penguatan dengan kenaikan 1,78 persen, disusul sektor kesehatan yang naik 1,37 persen.
 
Di sisi lain, sektor teknologi menjadi penekan utama dengan penurunan 3,66 persen, diikuti sektor industri yang melemah 2,03 persen.
 
Secara khusus, sektor semikonduktor mencatat kinerja terburuk. Indeks Semikonduktor Philadelphia merosot hampir 8 persen pada perdagangan tersebut.

Saham cip Korea Selatan ikut terseret
 
Tekanan di sektor cip juga dipicu koreksi tajam di pasar saham Korea Selatan, yang sebelumnya menjadi salah satu pasar dengan performa terbaik tahun ini.
 
Indeks KOSPI tercatat turun 10 persen, dipicu pelemahan tajam saham produsen chip memori besar seperti Samsung Electronics dan SK Hynix yang masing-masing turun lebih dari 12 persen.
 
Koreksi tajam ini memunculkan kekhawatiran di kalangan investor bahwa perdagangan bertema kecerdasan buatan (AI), yang selama ini menopang reli saham cip, mulai mengalami kejenuhan. Sentimen tersebut kemudian memicu gelombang aksi jual di saham teknologi global.

Investor tunggu data PCE dan PDB
 
Meski Wall Street melemah, penurunan di Dow Jones relatif terbatas karena sebagian investor mulai mengalihkan dana ke sektor non-teknologi seperti keuangan, utilitas, dan kesehatan.
 
Fokus pasar pekan ini tertuju pada rilis data indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) untuk Mei yang dijadwalkan terbit pada Kamis, 25 Juni 2026. Data PCE menjadi acuan inflasi utama bagi Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
 
Pelaku pasar menilai data tersebut akan menjadi faktor penting dalam menentukan langkah bank sentral ke depan, di tengah kekhawatiran inflasi yang masih tinggi dapat membuat suku bunga tetap bertahan lebih lama atau bahkan kembali dinaikkan.
 
Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati perkembangan pembicaraan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Meski aktivitas pengiriman di Strait of Hormuz meningkat, harga minyak justru melanjutkan penurunan dan mendekati level sebelum konflik memanas.
 
Pergerakan harga energi itu turut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor dalam membaca arah inflasi global dan kebijakan moneter ke depan. 

Profil Perusahaan  

Ilustrasi Transaksi  

Legalitas Bisnis  

Hubungi Kami

Senin, 22 Juni 2026

Equityworld Futures | Gara-gara Data ini, Futures Wall Street Langsung Melorot

Equityworld Futures | Gara-gara Data ini, Futures Wall Street Langsung Melorot

Equityworld Futures | Kontrak berjangka saham (futures) Amerika Serikat (AS) melemah pada Minggu, 21 Juni 2026 saat Wall Street memantau perkembangan terbaru dalam negosiasi perang Iran serta menantikan rilis data inflasi yang dipantau ketat oleh Federal Reserve (Fed).

Equityworld Futures | Cemas! Lembaga Dunia Mulai Pangkas Proyeksi Harga Emas & Perak

Dilansir CNBC, futures S&P 500 turun 0,4 persen, sementara kontrak berjangka Nasdaq-100 melemah 0,6 persen. Kontrak berjangka yang terikat dengan Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 183 poin, atau 0,4 persen. 

Sesaat setelah pukul 18.00 waktu setempat, kontrak berjangka S&P 500 berada di posisi minus 0,4 persen, sedangkan kontrak berjangka Nasdaq-100 berkurang 0,6 persen, dan kontrak berjangka DJIA turun 188 poin atau 0,4 persen.

Pergerakan tersebut terjadi setelah Presiden Donald Trump pada hari Minggu mengancam akan melakukan serangan baru terhadap Iran jika para pemimpin negara tersebut tidak segera menghentikan proksi mereka di Lebanon. 

Pernyataan tersebut disampaikan saat Wakil Presiden JD Vance bertemu dengan para pejabat Iran untuk negosiasi putaran pertama di Swiss, setelah pembicaraan sebelumnya sempat dibatalkan.

Tiga indeks utama AS mencatatkan pemulihan pada hari Kamis setelah aksi jual pada hari Rabu, di mana penurunan sebelumnya dipicu oleh ketidakpastian investor mengenai arah kebijakan moneter. Pemulihan pada hari Kamis yang dipimpin oleh kenaikan saham-saham sektor chip membantu indeks menutup pekan perdagangan di zona lebih tinggi.

S&P 500 menguat hampir 1 persen pada periode tersebut, mencatatkan pekan penguatan ke-11 dari 12 pekan terakhir. DJIA juga naik mendekati 1 persen dalam sepekan, sementara Nasdaq Composite melonjak lebih dari 2 persen. Pasar saham AS ditutup pada hari Jumat karena hari libur Juneteenth.

Pengujian penting bagi pasar minggu ini adalah rilis data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau personal consumption expenditures (PCE) bulan Mei pada hari Kamis, yang merupakan pengukur inflasi pilihan Fed. 

Menurut para ekonom yang disurvei oleh FactSet, PCE inti diproyeksikan meningkat dari bulan April, bahkan setelah mengecualikan harga pangan dan energi yang fluktuatif.

Menyusul pertemuan Fed pekan lalu, ekspektasi kenaikan suku bunga dimajukan menjadi paling cepat bulan Oktober. Investor saat ini fokus pada setiap data inflasi yang dapat menjadi sinyal bahwa bank sentral AS kemungkinan akan segera mulai menaikkan suku bunga.

Meskipun Tom Lee dari Fundstrat Global Advisors menilai sejumlah katalis dapat memengaruhi pasar ke depan—seperti penerapan satuan tugas di Fed dan dampak rantai pasok akibat penutupan Selat Hormuz—kondisi pasar dinilai tetap positif.

"Kami tetap percaya bahwa pada akhir tahun ini akan ada perubahan kondisi pasar yang tiba-tiba, yang terasa sangat mirip dengan pasar bearish, tetapi kami tidak ingin berspekulasi bahwa ini telah mencapai puncaknya," kata kepala riset perusahaan tersebut dalam acara "Closing Bell" CNBC pada hari Kamis. 

“Menurut saya kondisi saat ini masih kondusif untuk saham,” tegas dia

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi  

Legalitas Bisnis  

Hubungi Kami

Jumat, 19 Juni 2026

Equityworld Futures | Wall Street Melonjak, S&P Naik Tipis dan Nasdaq Melesat 2%

Equityworld Futures | Wall Street Melonjak, S&P Naik Tipis dan Nasdaq Melesat 2%

Equityworld Futures | Wall Street sebagian besar melonjak pada Kamis, 18 Juni 2026, karena sentimen risiko meningkat setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara untuk mengakhiri operasi militer di semua lini dan segera membuka kembali Selat Hormuz yang penting. Kesepakatan ini akan memulai periode negosiasi selama dua bulan untuk mencapai kesepakatan akhir.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah Tertekan Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed

Saham merosot pada sesi sebelumnya setelah Federal Reserve memproyeksikan setidaknya satu kenaikan suku bunga seperempat poin tahun ini dan ketua baru Kevin Warsh mengumumkan tinjauan menyeluruh terhadap praktik bank sentral.

Dikutip dari Investing.com, Jumat, 19 Juni 2026, indeks acuan S&P 500 melonjak 1,1 persen menjadi 7.497,86 poin. Sementara Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melonjak 1,9 persen menjadi 26.517,93 poin. Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham unggulan naik 0,1 persen menjadi 51.565,26 poin.

Pasar saham akan tutup pada hari Jumat untuk libur Juneteenth. Untuk minggu ini, S&P naik 0,9 persen, Nasdaq naik 2,4 persen, dan Dow naik 0,7 persen.

"Para investor tampaknya telah menerima kenyataan bahwa pemimpin baru Federal Reserve memimpin pertemuan FOMC yang sangat agresif, yang hasilnya menunjukkan bahwa kemungkinan langkah kebijakan selanjutnya adalah menaikkan suku bunga atau mempertahankannya tetap stabil untuk masa mendatang," kata kepala strategi investasi di Janney Montgomery Scott Mark Luschini kepada Investing.com.

"Sementara itu, penandatanganan (kesepakatan damai) yang memungkinkan kapal-kapal untuk melanjutkan arus melalui selat tersebut semakin menurunkan harga minyak dan meningkatkan kepercayaan bahwa solusi yang langgeng untuk perang dengan Iran sudah di depan mata," katanya.

"Kembalinya reli harga saham, yang telah menjadi jalur termudah selama dua bulan terakhir, dibangun di atas pertumbuhan laba yang sangat kuat yang kini telah diperkuat oleh dorongan penurunan harga energi yang berpotensi mengurangi bias kenaikan biaya dan inflasi," tambah Luschini. 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi  

Legalitas Bisnis  

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat Pasca Perjanjian Damai AS-Iran

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat Pasca Perjanjian Damai AS-Iran

Equityworld Futures | Indeks saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada Kamis (18/6). Penguatan terjadi setelah kekhawatiran terhadap inflasi mereda pasca perjanjian damai AS-Iran.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah Tertekan Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed

Dikutip dari Reuters pada Jumat (19/6), Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 72,15 poin atau 0,14 persen menjadi 51.564,70. Indeks S&P 500 (.SPX) naik 80,48 poin atau 1,08 persen menjadi 7.500,58, sedangkan Nasdaq Composite (.IXIC) melonjak 496,28 poin atau 1,91 persen menjadi 26.517,93.

Dengan pasar akan tutup pada Jumat (19/6) untuk memperingati hari libur Juneteenth yang menandai pembebasan warga kulit hitam dari perbudakan di AS, S&P 500 mencatat kenaikan mingguan 0,93 persen, Nasdaq dengan kenaikan 2,43 persen dan 0,71 persen pada Dow Jones Industrial.

Adapun indeks saham semikonduktorsemikonduktor Philadelphia (.SOX) mencatat kinerja jauh lebih baik dibandingkan sektor lain dengan kenaikan 6,4 persen. Saham Intel (INTC.O) melonjak ke rekor tertinggi dan ditutup naik 10,6 persen. 

Sebelumnya Pesiden AS Donald Trump mengatakan bahwa produsen iPhone, Apple (AAPL.O), telah sepakat bekerja sama dengan Intel untuk merancang dan memproduksi cipnya di Amerika Serikat.

Sementara itu saham-saham sektor konsumen mendapat dorongan dari segmen perjalanan karena prospek harga bahan bakar yang lebih rendah mendukung kenaikan saham perusahaan kapal pesiar dan maskapai penerbangan. Adapun indeks Dow Jones Transport Average (.DJT) ditutup naik 0,5 persen.

Sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 (.RUT) naik 2 persen dan mencatat rekor penutupan tertinggi baru.

Di sisi lain, saham sektor perangkat lunak dan layanan dalam S&P 500 (.SPLRCIS) justru turun 0,7 persen setelah menyentuh level terendah dalam lebih dari dua bulan. Tekanan muncul setelah saham Accenture (ACN.N) anjlok 18 persen menyusul pemangkasan batas atas proyeksi pertumbuhan pendapatan tahunan perusahaan. 

Saham perusahaan sejenis seperti Cognizant Technology Solutions (CTSH.O), Gartner (IT.N), dan IBM (IBM.N) juga turun 4,5 persen hingga 10,5 persen.

Sedangkan, saham perusahaan antariksa dan kecerdasan buatan milik Elon Musk, SpaceX (SPCX.O) turun 3,6 persen untuk hari kedua berturut-turut setelah sempat melonjak tajam pada beberapa hari pertama perdagangan usai debutnya di pasar saham pada Jumat lalu.

Sebanyak 33,59 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 21,83 miliar saham dalam 20 sesi terakhir.

Jumlah saham yang naik melampaui saham yang turun dengan rasio 1,72 banding 1 di NYSE, di mana terdapat 286 saham yang mencatat level tertinggi baru dan 183 saham yang menyentuh level terendah baru. Di Nasdaq, sebanyak 3.136 saham naik dan 1.773 saham turun, dengan rasio saham yang menguat terhadap yang melemah sebesar 1,77 banding 1.

S&P 500 mencatat 29 saham yang mencapai level tertinggi dalam 52 minggu dan 27 saham yang menyentuh level terendah dalam periode yang sama, sementara Nasdaq Composite membukukan 123 saham dengan rekor tertinggi baru dan 152 saham dengan level terendah baru.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami