Rabu, 25 Maret 2026

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Pasifik Dibuka Melonjak Hari Ini, Mengekor Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Pasifik Dibuka Melonjak Hari Ini, Mengekor Wall Street

Equityworld Futures | Indeks Nikkei 225 Jepang naik 2,5%, sementara indeks saham Topix bertambah 2,4%. Indeks saham Kospi Korea Selatan melonjak 2,5%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 1,6%.

Equityworld Futures | Harga Emas Terbang Lagi, Tapi ‘Aroma’ Bahaya Makin Tercium

Indeks Hang Seng Hong Kong berada di 24.972 dibandingkan dengan penutupan terakhir indeks di 25.063,71.

Berbicara di Ruang Oval pada hari Selasa, Trump mengatakan AS dan Iran sedang bernegosiasi saat ini dan mengisyaratkan Teheran ingin mencapai kesepakatan perdamaian, menambahkan bahwa ia telah menarik kembali ancaman untuk menargetkan infrastruktur energi Iran.

Harga minyak turun pada jam perdagangan awal Asia. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate turun 3,92% menjadi USD 88,73 per barel.

Kontrak berjangka saham AS naik pada Selasa malam di Amerika Serikat, dengan indeks saham S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing naik 0,7% dan 0,8%. Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average  naik 318 poin, atau 0,7%.

Indeks saham naik setelah  S&P 500 mengalami penurunan, mengembalikan sebagian dari kenaikan tajam yang terlihat pada sesi sebelumnya, karena harga minyak mentah kembali naik sementara perang Iran berlanjut hingga minggu keempat.

Indeks saham secara luas turun 0,37% dan berakhir di 6.556,37, sementara Dow Jones Industrial Average turun 84,41 poin, atau 0,18%, dan menetap di 46.124,06. Nasdaq Composite turun 0,84% dan ditutup di 21.761,89.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Selasa, 17 Maret 2026

Equityworld Futures | Minyak Brent Melemah Tapi Harga Tetap Bertahan di Atas US$100

Equityworld Futures | Minyak Brent Melemah Tapi Harga Tetap Bertahan di Atas US$100

Equityworld Futures | Harga minyak Brent ditutup di atas US$100 untuk sesi ketiga berturut-turut, rentetan terpanjang sejak Agustus 2022, seiring para investor mempertimbangkan sinyal pasokan melimpah dalam jangka pendek di tengah meningkatnya ancaman militer terhadap infrastruktur energi di seluruh Timur Tengah.

Equityworld Futures | Harga Emas Nyaris Sentuh USD 5.000, Konflik Timur Tengah Bikin Pasar Deg-degan

Harga acuan ini turun tipis 2,8% dalam sesi yang bergejolak pada hari Senin waktu setempat, sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup pada US$93,50 per barel. AS dan Iran sama-sama meningkatkan serangan terhadap aset energi di kawasan tersebut, termasuk serangan drone terhadap ladang gas alam Shah yang sangat besar di Uni Emirat Arab (UEA).

Sejumlah trader juga menilai upaya global untuk meredam dampak terburuk dari guncangan pasokan yang akan datang akibat perang AS-Israel terhadap Iran, mulai dari pelepasan segera dari cadangan darurat Amerika Serikat (AS) hingga aliran kapal yang melewati titik transit kunci, Selat Hormuz. 

Meskipun hal itu telah meredakan kekhawatiran tentang dampak langsung dari pasokan minyak Timur Tengah yang tertahan, para pedagang masih memperkirakan gangguan tersebut masih akan fatal.

Komoditas minyak mengalami penurunan dalam perdagangan pasca-penutupan pasar menyusul laporan Axios bahwa saluran komunikasi langsung antara AS dan Iran telah diaktifkan kembali dalam beberapa hari terakhir.

Selama perdagangan reguler, Presiden AS Donald Trump mengatakan AS sedang “menekan” kemampuan Iran untuk mengancam pelayaran komersial melalui Selat Hormuz dan kembali menyerukan kepada negara-negara lain untuk membantu mengamankan jalur tersebut. Di Hormuz biasanya menangani seperlima dari aliran minyak global, namun telah efektif ditutup oleh Iran sejak perang dimulai pada akhir bulan lalu.

gfx

Pasar minyak terus merasakan dampak lanjutan dari minggu paling volatil dalam sejarah untuk patokan Brent global. Rentang perdagangan harian jauh lebih luas dari biasanya karena gejolak di Timur Tengah menciptakan apa yang digambarkan Badan Energi Internasional (IEA) sebagai gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global.

“Penutupan Selat Hormuz mengubah gangguan pelayaran menjadi kerugian pasokan global yang sesungguhnya karena penyimpanan di wilayah tersebut penuh dan penutupan hulu meningkat,” terang analis Morgan Stanley termasuk Martijn Rats dan Charlotte Firkins. Bank tersebut menaikkan perkiraannya untuk kuartal kedua menjadi US$110 per barel.

Beberapa kapal mulai menemukan cara untuk melewati jalur air tersebut. Selama akhir pekan, seorang pemilik kapal Yunani mengirimkan sebuah kapal dengan sinyalnya dimatikan, sementara sebuah kapal tanker minyak Pakistan tampaknya juga telah melakukan perjalanan berbahaya tersebut. India sedang melakukan pembicaraan dengan Iran untuk memastikan perjalanan yang aman bagi enam kapal tanker yang mengangkut gas petroleum cair.

Pada bagian lain, Departemen Energi AS bersiap untuk melepas tahap pertama dari rencana pelepasan cadangan minyak mentah darurat sebesar 172 juta barel. Transaksi dengan perusahaan penyulingan akan dilakukan dalam bentuk pertukaran yang harus dikembalikan oleh perusahaan-perusahaan tersebut beserta imbal hasilnya.

Perbedaan harga spot WTI — selisih antara dua kontrak terdekatnya — menyempit menjadi sekitar US$1,06 per barel, sebuah sinyal bahwa para pedagang mengantisipasi pasokan jangka pendek yang melimpah. Lebih dari seminggu yang lalu, selisih tersebut berada di US$6,46.

  • Minyak Brent untuk harga settlement  bulan Mei turun 2,8% menjadi US$100,21 per barel di New York
  • Minyak WTI untuk pengiriman April turun 5,3% menjadi US$93,5 per barel.


Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Senin, 16 Maret 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Masih Fluktuatif, Investor Tunggu Sinyal Fed

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Masih Fluktuatif, Investor Tunggu Sinyal Fed

Equityworld Futures | Harga emas dunia bergerak fluktuatif sepanjang pekan lalu, berada di kisaran USD 5.000 hingga USD 5.240 per ons. Kenaikan harga terjadi hingga Selasa pagi, namun kemudian berbalik melemah secara bertahap hingga Jumat di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi konflik yang lebih panjang dan tidak menentu di Timur Tengah.

Equityworld Futures | Kenapa Harga Emas Tak Banyak Gerak saat Perang Iran vs AS-Israel?

Survei Emas Mingguan dari Kitco News menunjukkan pelaku pasar di Wall Street masih ragu terhadap arah emas dalam jangka pendek, sementara investor ritel di Main Street tetap mempertahankan pandangan bullish moderat meski kinerja pekan ini kurang memuaskan.

Ahli strategi pasar senior di Forex.com, James Stanley optimistis harga emas akan kembali naik pekan ini di tengah ketidakpastian global.

“Naik. Emas telah bertahan di angka USD 5.000 di pasar spot, yang menurut saya lebih penting daripada kebanyakan. Ini menunjukkan peningkatan penerimaan, dan selama itu tetap ada, saya pikir ada peluang bagi para investor bullish untuk melakukan dorongan lagi,” ujarnya, dikutip dari Kitco news, Senin (16/3/2026).

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

 Hubungi Kami

Jumat, 13 Maret 2026

Equityworld Futures | Harga Minyak Balik ke Bawah US$100 Usai AS Izinkan Beli Minyak Rusia

Equityworld Futures | Harga Minyak Balik ke Bawah US$100 Usai AS Izinkan Beli Minyak Rusia

Equityworld Futures | Harga minyak dunia turun pada perdagangan Jumat (13/3) pagi setelah pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan izin sementara bagi negara-negara untuk membeli minyak Rusia yang saat ini tertahan di laut selama 30 hari. Kebijakan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Melorot Tajam, Harga Perak Ikut Amblas

Mengutip Reuters, harga kontrak minyak mentah Brent turun 71 sen atau 0,71 persen menjadi US$99,75 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 88 sen atau 0,92 persen menjadi US$94,85 per barel.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan penerbitan lisensi tersebut merupakan langkah untuk menstabilkan pasar energi global yang bergejolak akibat perang di Iran.

Analis Haitong Futures, Yang An, menilai kebijakan itu memang membantu meredakan kekhawatiran pasar dalam jangka pendek, namun belum menyelesaikan masalah utama yang memicu ketidakpastian harga minyak.

"Penerbitan lisensi ini meredakan kekhawatiran pasar, tetapi tidak menyelesaikan masalah paling mendasar. Hal terpenting adalah pemulihan navigasi di Selat Hormuz," ujarnya.

Pengumuman terkait minyak Rusia itu muncul sehari setelah Departemen Energi AS menyatakan akan melepas 172 juta barel minyak dari cadangan strategis atau Strategic Petroleum Reserve untuk menahan lonjakan harga minyak akibat perang di Iran.

Langkah tersebut dikoordinasikan dengan International Energy Agency yang juga sepakat melepas total 400 juta barel minyak dari cadangan strategis global, termasuk kontribusi dari Amerika Serikat.

Meski demikian, analis IG Tony Sycamore mengatakan dampak positif dari pelepasan cadangan minyak itu tidak berlangsung lama setelah risiko geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat.

Sebelumnya pada Kamis (12/3), harga minyak melonjak lebih dari 9 persen dan mencapai level tertinggi sejak Agustus 2022. Ketegangan meningkat setelah pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei menyatakan negaranya akan terus bertempur dan tetap menutup Selat Hormuz sebagai alat tekanan terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami