Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Diproyeksi Volatil Sepekan, Pasar Tunggu Data Ekonomi AS
Equityworld Futures | Harga emas dunia menutup pekan lalu dengan kenaikan sekitar 4,07 persen dan bertahan di atas level USD4.676,08 per troy ons, mencerminkan kuatnya permintaan aset safe haven di tengah konflik geopolitik di Timur Tengah.
Equityworld Futures | Harga Emas Tertekan Usai Ancaman Trump ke Iran Menguat
Meski demikian, pergerakan emas diperkirakan masih volatil karena pasar berupaya mencari keseimbangan baru di tengah tarik-menarik sentimen global.
Analis Kitco menilai emas sempat tertekan pada Rabu dan Kamis pekan lalu setelah gagal menembus resistance USD4.800 per troy ons, seiring masih sensitif terhadap perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.
Survei mingguan Kitco menunjukkan pelaku pasar global mulai lebih berhati-hati.
Senior Market Analyst Barchart.com Darin Newsom menilai harga emas berpotensi bergerak sideways dalam rentang lebar di tengah ketidakpastian arah pasar.
Sementara itu, Senior Market Strategist Forex.com James Stanley melihat peluang emas menguat seiring meningkatnya risiko di pasar keuangan, terutama jika saham global kembali melemah.
Chief Market Strategist SIA Wealth Management Colin Cieszynski menilai prospek emas masih netral dalam jangka pendek, namun volatilitas tinggi kemungkinan tetap terjadi sepanjang pekan.
Dalam Kitco News Gold Survey, sebanyak 15 analis Wall Street berpartisipasi, dengan 27 persen memprediksi harga emas naik, 20 persen memperkirakan turun, dan mayoritas 53 persen memilih bersikap netral.
Di sisi lain, investor ritel cenderung lebih optimistis, dengan 59 persen memperkirakan harga emas menguat, 21 persen memprediksi turun, dan 20 persen melihat pergerakan konsolidasi.
Fokus pasar pekan ini akan tertuju pada rangkaian data ekonomi Amerika Serikat (AS), dimulai dari laporan ketenagakerjaan yang menjadi acuan awal arah kebijakan moneter.
Setelah itu, pelaku pasar akan mencermati data inflasi, pertumbuhan ekonomi, hingga risalah rapat Federal Reserve (The Fed) untuk mencari sinyal arah suku bunga.
Senin, 06 April 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Diproyeksi Volatil Sepekan, Pasar Tunggu Data Ekonomi AS
Rabu, 01 April 2026
Equityworld Futures | Harga Minyak Brent Melonjak 63% di Maret 2026, Terbesar Sejak 1988
Equityworld Futures | Harga Minyak Brent Melonjak 63% di Maret 2026, Terbesar Sejak 1988
Equityworld Futures | Harga minyak Brent melonjak 63% pada bulan Maret dan mencatatkan kenaikan bulanan terbesar sejak tahun 1988 karena perang Iran telah memicu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah.
Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: Pembeli XAU/USD tetap dibatasi di bawah $4.600
Dikutip dari CNBC, Rabu (1/4/2026), harga minyak Brent yang menjadi acuan global untuk pengiriman Mei naik sekitar 5% pada hari Selasa dan ditutup pada harga USD 118,35 per barel. Namun, harga minyak untuk kontrak Juni turun 3,2%.
Sedangkan harga minyak mentah AS turun 1,46% menjadi USD 101,38 per barel. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 51% sepanjang Maret, menjadi bulan terbaiknya sejak Mei 2020.
Harga minyak mentah AS dan harga Brent Juni turun menyusul laporan bahwa Presiden Donald Trump dan Iran terbuka untuk mengakhiri perang.
“Ini adalah mimpi buruk,” kata Presiden Rapidan Energy Bob McNally.
“Pasar energi telah mengalami mimpi buruk yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya dan ingin percaya bahwa mimpi buruk itu telah berakhir," lanjut dia.
Trump mengatakan kepada para ajudannya bahwa ia bersedia mengakhiri operasi AS terhadap Iran bahkan jika Selat Hormuz tetap tertutup, demikian kata para pejabat pemerintahan kepada The Wall Street Journal.
Laporan yang belum dikonfirmasi juga mengindikasikan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian terbuka untuk mengakhiri perang.
Sementara itu, Iran menyerang kapal tanker minyak Kuwait yang berlabuh di luar Dubai. Tidak ada laporan korban luka dan tidak terjadi tumpahan minyak, menurut pernyataan dari Kuwait Petroleum Corporation .
CIO di FedWatch Advisors Ben Emons menyatakan, serangan tersebut mengindikasikan semakin ketatnya cengkeraman Republik Islam di Selat Hormuz, dengan menargetkan kapal tanker tepat di luar jalur air tersebut. Dia menyoroti risiko baru akan gangguan lebih lanjut terhadap aliran energi.
“Hasilnya adalah permainan yang lebih asimetris, dengan AS cenderung untuk menarik diri dan Iran masih termotivasi untuk memberikan kerugian,” kata Emons.
Selasa, 31 Maret 2026
Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Naik Tajam, Brent Cetak Lonjakan Bulanan Terbesar sepanjang Sejarah
Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Naik Tajam, Brent Cetak Lonjakan Bulanan Terbesar sepanjang Sejarah
Equityworld Futures | Harga minyak dunia terus menguat dan mencatat lonjakan signifikan sepanjang Maret 2026, dipicu konflik yang kian memanas antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik Dua Hari Beruntun, Tapi Cetak Penurunan Bulanan
Mengutip CNBC, Selasa (31/3/2026), harga minyak mentah Brent sebagai acuan global naik 0,19% atau 21 sen menjadi USD 112,78 per barel.
Secara bulanan, Brent melonjak sekitar 55%—menjadi kenaikan terbesar sejak kontrak ini pertama kali diperdagangkan pada 1988. Rekor sebelumnya terjadi pada September 1990 saat Perang Teluk, dengan kenaikan 46%.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 3,25% atau USD 3,24 ke level USD 102,88 per barel. Kenaikan ini juga menandai pertama kalinya WTI ditutup di atas USD 100 sejak Juli 2022.
Lonjakan harga terjadi di tengah eskalasi konflik yang telah memasuki pekan kelima. Presiden AS, Donald Trump, memperingatkan Iran bahwa negaranya akan menghancurkan sumur minyak, pembangkit listrik, dan Pulau Kharg jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.
Dalam wawancara dengan Financial Times, Trump bahkan menyebut opsi yang diinginkannya adalah “mengambil minyak,” mengacu pada langkah AS di Venezuela yang berhasil menguasai sektor minyak negara tersebut setelah penangkapan pemimpinnya, Nicolás Maduro.
Senin, 30 Maret 2026
Equityworld Futures | Emas Dunia Berpotensi Tertekan, Pengamat: Penurunan Harga Hanya Sementara
Equityworld Futures | Emas Dunia Berpotensi Tertekan, Pengamat: Penurunan Harga Hanya Sementara
Equityworld Futures | Pergerakan harga emas dunia dan logam mulia domestik diprediksi akan mengalami volatilitas tinggi pada pembukaan pekan ini.
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Berpotensi Melesat Pekan Ini, Analis Ungkap Sentimennya
Meski tren jangka menengah menunjukkan sinyal penguatan, harga emas saat ini dinilai masih tertahan setelah gagal mencapai target kenaikan pada pekan sebelumnya.
Analis Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa harga emas dunia pada penutupan perdagangan terakhir berada di level 4.495 dolar AS per troy ons. Sementara itu, harga logam mulia di pasar domestik ditutup pada kisaran Rp2.837.000 per gram.
“Target pekan lalu di angka Rp2.800.000 per gram memang belum terealisasi, yang menandakan pergerakan harga masih tertahan di area tertentu,” ujar Ibrahim dalam riset mingguannya di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Ibrahim memetakan adanya potensi koreksi teknis di awal pekan. Jika tekanan jual meningkat, harga emas dunia diprediksi bisa melandai ke level 4.363 dolar AS per troy ons, yang akan menyeret harga emas domestik ke kisaran Rp2.815.000 per gram.
Dalam skenario pelemahan yang lebih dalam selama sepekan ke depan, harga emas dunia bahkan berisiko menyentuh 4.138 dolar AS per troy ons.
Jika kondisi ini terjadi, harga logam mulia di Indonesia berpotensi menembus level psikologis Rp2.800.000 hingga mencapai rentang Rp2.750.000 per gram.
Di sisi lain, peluang rebound tetap terbuka lebar. Ibrahim menetapkan beberapa titik resistensi penting:
Resistensi I: Emas dunia di level 4.666 dolar AS, dengan harga domestik di kisaran Rp2.855.000 per gram.
Resistensi II: Emas dunia mencapai 4.912 dolar AS, dengan harga domestik diprediksi menyentuh Rp2.920.000 per gram.
Terkait peluang emas domestik menembus angka Rp3.000.000 per gram, Ibrahim menilai kemungkinannya masih kecil untuk pekan ini, namun berpotensi besar terjadi pada pekan berikutnya.
Dinamika geopolitik global ditegaskan masih menjadi penggerak utama pasar komoditas, termasuk emas, nilai tukar dolar AS, hingga minyak mentah. Ketidakpastian situasi di berbagai kawasan dunia membuat investor cenderung bersikap selektif.