Selasa, 21 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah Akibat Ketegangan Diplomatik Amerika Serikat-Iran

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah Akibat Ketegangan Diplomatik Amerika Serikat-Iran

Equityworld Futures | Nilai tukar emas global mengalami penyusutan hingga menyentuh titik terendah dalam sepekan pada perdagangan Senin (20/4/2026). Penurunan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong penguatan nilai tukar dollar AS serta lonjakan harga minyak mentah.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Terombang-Ambing Perang, Kepercayaan Sudah Runtuh

Kondisi pasar modal bereaksi negatif setelah Iran melontarkan ancaman balasan atas penyitaan kapal kargo miliknya oleh otoritas Amerika Serikat. Ketidakpastian geopolitik tersebut memicu kekhawatiran terhadap kelancaran arus logistik di Selat Hormuz yang saat ini masih terhenti sebagian.

Berdasarkan data yang dilansir dari Money melalui Reuters, harga emas di pasar spot terkoreksi 0,4 persen menjadi 4.810,26 dollar AS per ons pada penutupan Senin waktu setempat. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni merosot 1 persen ke posisi 4.828,8 dollar AS per ons.

Analis pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, mengamati bahwa memanasnya situasi di Timur Tengah secara langsung mengubah prospek harga logam mulia tersebut di pasar internasional.

"Situasi di Timur Tengah jelas kembali memanas, sehingga proyeksi harga emas sedikit condong ke arah penurunan di tengah meningkatnya risiko lonjakan tajam harga minyak, yang dapat mendorong dollar AS dan imbal hasil obligasi lebih tinggi," ujar Fawad Razaqzada.

Kenaikan harga minyak sekitar 5 persen turut meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global. Kondisi ini memungkinkan bank sentral untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi, yang secara historis mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi tanpa imbal hasil.

Sentimen negatif pasar juga didorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menilai bahwa investor saat ini lebih fokus pada indikator harian yang menekan harga emas.

"Para pelaku pasar emas saat ini memilih faktor harian yang bersifat negatif, seperti dollar yang lebih kuat dan imbal hasil yang lebih tinggi," kata Jim Wyckoff.

Penurunan nilai jual tidak hanya melanda emas, tetapi juga merembet ke komoditas logam mulia lainnya. Perak di pasar spot tercatat turun 1,3 persen menjadi 79,76 dollar AS per ons.

Penurunan berlanjut pada platinum yang merosot 1,4 persen ke level 2.073,28 dollar AS per ons. Sedangkan paladium terpangkas 0,2 persen ke angka 1.556,00 dollar AS per ons setelah sebelumnya sempat berada di posisi terendah mingguan.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Senin, 20 April 2026

Equityworld Futures | Ketegangan di Timur Tengah Kembali Memanas, Harga Emas Tembus US$4.800 Per Ons

Equityworld Futures | Ketegangan di Timur Tengah Kembali Memanas, Harga Emas Tembus US$4.800 Per Ons

Equityworld Futures | Harga minyak mentah dunia sempat mengalami penurunan hingga ke level US$84 per barel untuk jenis WTI saat Iran membuka kembali Selat Hormuz. Namun sikap Iran tersebut hanya berlangsung sesaat sebagai respon sikap AS yang dinilai Iran tetap memblokade Selat Hormuz.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Babak Belur Dihantam Kabar Panas dari Hormuz

Tetapi, ketegangan kembali pecah seiring dengan  langkah Iran yang kembali menutup Selat Hormuz, bahkan sempat memicu serangan terhadap kapal niaga milik India.

Harga minyak mentah dunia pun kembali naik, dimana untuk jenis WTI ditransaksikan dikisaran level US$88,5 per barel dan jenis Brent naik dikisaran level US$94,7 per barel.

Pada perdagangan hari ini, sejumlah kabar menyebut bahwa Iran membantah akan berpartisipasi dalam pembicaraan damai dengan pihak AS. 

Sejauh ini pasar disebutkan Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, masih merespon negatif tensi geopolitik yang berkembang belakangan ini. 

Di sisi lain, pasar saham di Asia pada perdagangan pagi ini mayoritas berada di zona hijau. Penguatan bursa saham di Asia juga turut berpeluang mendorong penguatan pada bursa saham di tanah air, dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini turut dibuka menguat di level 7.663, meskipun kerap ditransaksikan di zona merah sejauh ini. 

“Namun kinerja mata uang Rupiah yang menguat dikisaran 17.165 per Dolar AS berpeluang menjadi katalis positif bagi IHSG,” ujar Gunawan di Medan, Senin (20/4/2026).

Selain itu harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$4.800 per ons troy, atau lebih tinggi dibandingkan dengan hari Jumat pekan lalu. 

Harga emas sendiri bahkan sempat berada dikisaran US$4.830 di akhir pekan kemarin saat harga minyak mengalami penurunan tajam. Harga emas saat ini ditransaksikan sekitar Rp2,66 juta per gram.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Jumat, 17 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Hari Ini Tak Berubah, Perak Turun 1 Persen

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Hari Ini Tak Berubah, Perak Turun 1 Persen

Equityworld Futures | Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Kamis (17/4/2026), setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam satu bulan pada sesi sebelumnya.

Equityworld Futures | Kilau Harga Emas Meredup Dicuri Dolar, Investor Pelototi Diplomasi AS-Iran

Harga emas spot tercatat relatif tidak berubah di level US$4.785,57 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 0,3% ke posisi US$4.808,30 per ons.

Di sisi lain, harga perak spot turun 1% menjadi US$78,29 per ons. Laporan Silver Institute dan Metals Focus menyebutkan pasar perak tengah menuju tahun keenam defisit struktural, dengan penarikan stok mencapai 762 juta troy ons sejak 2021.

Adapun logam mulia lainnya, platinum turun 0,6% ke US$2.096,20 per ons dan palladium melemah 0,7% ke US$1.561,50 per ons.

Pergerakan harga emas dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan ekspektasi suku bunga. Logam mulia ini sempat tertekan pada Maret lalu setelah pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada akhir Februari.

Kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi dan ketatnya likuiditas pasar turut membebani harga emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil (zero-yielding asset), emas cenderung kurang diminati saat suku bunga berada di level tinggi.

Namun, harapan meredanya ketegangan antara AS dan Iran mulai mendorong pemulihan harga emas. Kedua negara dilaporkan akan kembali melanjutkan pembicaraan damai setelah negosiasi sebelumnya mengalami kebuntuan.

Direktur perdagangan logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan bahwa meredanya konflik berpotensi meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve ke depan.

“Jika ketegangan AS-Iran mereda atau perang berakhir, kemungkinan penurunan suku bunga akan meningkat, dan itu bisa mendukung harga logam mulia,” ujarnya, dilansir dari Reuters.

Dari sisi data ekonomi, klaim awal tunjangan pengangguran di AS tercatat menurun pada pekan lalu. Hal ini menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang masih relatif stabil, meskipun dunia usaha tetap berhati-hati dalam perekrutan akibat ketidakpastian geopolitik.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Kamis, 16 April 2026

Equityworld Futures | Harga emas dunia turun pada Rabu, 15 April 2026, tetapi emas batangan tetap berada di jalur kenaikan mingguan.

Equityworld Futures | Harga emas dunia turun pada Rabu, 15 April 2026, tetapi emas batangan tetap berada di jalur kenaikan mingguan. 

Equityworld Futures | Hal ini karena investor mengamati harapan gencatan senjata permanen dalam perang antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Equityworld Futures | Jangan Kaget kalau Harga Emas Jadi Begini

Dikutip dari Investing.com, Kamis, 16 April 2026, harga emas spot XAU/USD turun satu persen menjadi USD4.794,67 per ons, melemah dari level tertinggi satu bulan. Harga emas berjangka turun 0,7 persen menjadi USD4.817,26 per ons.
Emas terus pulih dari penurunan Maret
Harga spot logam mulia ini tercatat sekitar satu persen lebih tinggi minggu ini, sebagai tanda potensial munculnya kembali selera risiko setelah indikasi AS dan Iran mungkin mendekati jalan keluar dari konflik yang dimulai pada akhir Februari. Selera risiko tersebut telah menyebabkan Wall Street kembali mencapai rekor tertinggi dan menghapus semua kerugian sejak awal permusuhan.

Sepanjang Maret, emas terpukul oleh lonjakan harga minyak akibat perang, yang memicu kekhawatiran akan lonjakan tekanan inflasi di berbagai negara di dunia. Hal ini kemudian mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral global, prospek yang tidak menguntungkan bagi logam non-imbal hasil seperti emas.

Pada saat yang sama, investor sebagian besar berbondong-bondong ke dolar AS sebagai benteng selama perang, meskipun emas batangan sering dipandang sebagai tempat berlindung yang aman bagi investor selama masa-masa pergolakan geopolitik.

Yang mendasari daya tarik dolar AS adalah pandangan AS, sebagai pengekspor energi bersih, secara umum terlindungi dari terhambatnya pasokan minyak melalui Selat Hormuz, jalur air vital di lepas pantai selatan Iran yang dilalui sekitar seperlima minyak mentah dunia.

"Sekarang semuanya bergantung pada bagaimana emas berperilaku di sekitar USD4.800. Jika dapat menembus dan bertahan di atas level ini, maka itu akan mendorong para investor bullish. Tetapi penembusan berkepanjangan di bawah level ini dapat menyebabkan aksi ambil untung, setelah kenaikan yang terjadi selama tiga minggu terakhir," kata analis pasar senior di Trade Nation David Morrison.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Rabu, 15 April 2026

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Optimisme Penyelesaian Konflik Timur Tengah

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Optimisme Penyelesaian Konflik Timur Tengah 

Equityworld Futures | Wall Street menguat pada Selasa (14/4/2026) dipicu optimisme penyelesaian konflik Timur Tengah.
 

Equityworld Futures | Kabar Gembira! Harga Emas Antam Logam Mulia Hari ini Melonjak

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, naik 317,74 poin, atau sekitar 0,66 persen, menjadi 48.535,99. Indeks S&P 500 meningkat 81,14 poin, atau sekitar 1,18 persen, menjadi 6.967,38. Indeks komposit Nasdaq melonjak 455,35 poin, atau sekitar 1,96 persen, menjadi 23.639,08.

Perundingan penyelesaian perang AS-Iran akan kembali berlangsung di Pakistan dalam dua hari ke depan. Sementara itu, delegasi Israel dan Lebanon melakukan pertemuan dengan Sekretaris Luar Negeri AS Marco Rubio dengan Israel menuntut Lebanon melakukan pelucutan senjata terhadap Hezbollah.

Sentimen positif juga datang dari data inflasi yang menunjukkan harga indeks produsen meningkat lebih rendah dari ekspektasi pada Maret karena biaya layanan tidak mengalami perubahan. Chief Market Strategist Ameriprise Anthony Saglimbene menyebut solidnya awal musim perolehan laba AS turut mendukung pasar saham.

Saham BlackRock  melonjak 3,02 persen usai mencatatkan peningkatan perolehan laba kuartal pertama. Saham Citigroup meningkat 2,61 persen ke level tertinggi dalam dua dekade terakhir setelah mencatatkan perolehan laba kuartal pertama melampaui ekspektasi.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2026 naik 1,7 persen menjadi US$4.850,1 per ons. Indeks dolar AS turun 0,25 persen.

Bursa saham Eropa menguat pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 1 persen, seiring melonjaknya saham sektor perbankan, industri, dan teknologi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 26,1 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 10.609,06. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melonjak 301,78 poin, atau sekitar 1,27 persen, menjadi 24.044,22.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, meningkat 262,3 poin, atau sekitar 1,46 persen, menjadi 18.286,1. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 91,88 poin, atau sekitar 1,12 persen, menjadi 8.327,86.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,33ersen terhadap dolar AS menjadi 1,3548 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1494 euro per pound.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga emas dunia melesat pada perdagangan kemarin. Rencana dialog antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang melegakan pelaku pasar.

Equityworld Futures | Harga emas dunia melesat pada perdagangan kemarin. Rencana dialog antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang melegakan pelaku pasar.

Equityworld Futures | Pada Selasa (14/4/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup US$ 4.837,8/troy ons. Melonjak hampir 2% dari hari sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak 17 Maret atau hampir sebulan terakhir.

Equityworld Futures | Harga Emas Malah Anjlok di Tengah Perang AS-Iran, Ini yang Terjadi

Perkembangan di Timur Tengah menjadi angin segar bagi harga emas. Sebagaimana diwartakan Bloomberg News, AS dan Iran berencana kembali ke meja perundingan setelah gagal mencapai kesepakatan dalam dialog di Islamabad (Pakistan) pada akhir pekan lalu.

“Pembicaraan akan berlanjut dalam dua hari ke depan,” ungkap Presiden AS Donald Trump.

Sementara Iran disebut mulai menunda pengiriman kapal di Selat Hormuz, Langkah ini bisa sedikit meredakan ketegangan di selat tersebut.

Merespons rencana perundingan AS-Iran, harga minyak ambruk. Pagi ini, harga minyak jenis brent jatuh hampir 5% ke US$ 94,72/barel pada pukul 06:28 WIB.

Jika AS-Iran berhasil sepakat untuk mengakhiri perang, maka harga energi dunia akan lebih terkendali. Dengan begitu, dunia tidak akan dihantui ancaman inflasi tinggi akibat mahalnya harga energi.

Bank sentral pun jadi punya ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga. Hal ini tentu menjadi sentimen positif bagi emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset).

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Senin, 13 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tergelincir di tengah Rencana AS Memblokade Selat Hormuz

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tergelincir di tengah Rencana AS Memblokade Selat Hormuz

Equityworld Futures | Harga emas hari ini di pasar global tergelincir, karena rencana AS untuk memblokade Selat Hormuz meningkatkan risiko inflasi.

Equityworld Futures | Harga Emas Terus Menguat, Dolar AS Melemah Jadi Pemicu Utama

Mengutip Bloomberg, Senin (13/4), harga emas spot turun 0,65% menjadi US$ 4.718,67 per troi ons pada pukul 17.05 WIB.

Harga emas sempat turun 2,2% ke bawah US$ 4.650 per troi ons, sebelum memangkas kerugian pada Senin sore. Kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi meningkat setelah perundingan perdamaian AS-Iran berakhir tanpa resolusi, dan rencana Washington untuk memblokade Selat Hormuz memperdalam guncangan pasokan energi global.

Militer AS mengatakan akan mulai memblokade pada pukul 10 pagi waktu wilayah Timur, setelah negosiasi akhir pekan dengan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengubah gencatan senjata menjadi perdamaian abadi.

Presiden AS Donald Trump juga mengatakan AS akan mencegat kapal apa pun yang telah membayar biaya kepada Iran untuk jalur aman melalui Hormuz.  

Lonjakan harga energi sejak konflik dimulai telah meningkatkan risiko inflasi, sehingga bank sentral lebih cenderung menunda pemangkasan suku bunga, atau bahkan menaikkannya. Ini berdampak negatif bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil. 

Nilai tukar dollar AS naik pada Senin, yang juga menjadi hambatan bagi harga emas, yang diperdagangkan dalam mata uang AS.

Paras Gupta, Kepala Manajemen Portofolio Asia di Union Bancaire Privee, mengatakan, peristiwa selama akhir pekan jelas membahayakan gencatan senjata yang rapuh dan kemungkinan akan memperpanjang konflik. "Namun, pergerakan harga emas kurang signifikan dibandingkan awal perang," imbuhnya mengutip Bloomberg, hari ini.

Dalam analisis awal mengenai dampak perang terhadap perekonomian Uncle Sam, inflasi Maret naik terbesar dalam hampir empat tahun. 

Menurut Manav Modi, Analis Di Motilal Oswal Financial Services Ltd., ekspektasi inflasi yang tinggi memperumit prospek kebijakan Federal Reserves, memperkuat lingkungan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. "Emas tetap terjebak di antara dukungan geopolitik dan hambatan makroekonomi," jelasnya, melansir Bloomberg, Senin (13/4). 

Harga emas telah turun sekitar 10% sejak konflik Timur Tengah dimulai pada akhir Februari. Krisis likuiditas pada minggu-minggu awal, mendorong investor menjual emas untuk menutupi kerugian pada aset lain. Baru-baru ini, emas telah pulih sebagian dari penurunan, karena fokus yang semakin meningkat pada perlambatan pertumbuhan ekonomi, mengimbangi risiko kenaikan suku bunga.

Daniel Hayes, Ahli Strategi Komoditas Senior di ANZ Banking Group Ltd., mengatakan, pergeseran ini seharusnya terus memberikan dukungan bagi harga emas meskipun terjadi penurunan pada Senin. Dia menduga harga emas bisa terancam ke level terendah pekan lalu di US$ 4.650 per troi ons, tetapi pada akhirnya akan bertahan di level ini. 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tergelincir di tengah Rencana AS Memblokade Selat Hormuz

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tergelincir di tengah Rencana AS Memblokade Selat Hormuz

Equityworld Futures | Harga emas hari ini di pasar global tergelincir, karena rencana AS untuk memblokade Selat Hormuz meningkatkan risiko inflasi.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun ke Level Terendah Sepekan, Dolar Menguat dan Minyak Tembus US$100

Mengutip Bloomberg, Senin (13/4), harga emas spot turun 0,65% menjadi US$ 4.718,67 per troi ons pada pukul 17.05 WIB.

Harga emas sempat turun 2,2% ke bawah US$ 4.650 per troi ons, sebelum memangkas kerugian pada Senin sore. Kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi meningkat setelah perundingan perdamaian AS-Iran berakhir tanpa resolusi, dan rencana Washington untuk memblokade Selat Hormuz memperdalam guncangan pasokan energi global.

Militer AS mengatakan akan mulai memblokade pada pukul 10 pagi waktu wilayah Timur, setelah negosiasi akhir pekan dengan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengubah gencatan senjata menjadi perdamaian abadi.

Presiden AS Donald Trump juga mengatakan AS akan mencegat kapal apa pun yang telah membayar biaya kepada Iran untuk jalur aman melalui Hormuz.  

Lonjakan harga energi sejak konflik dimulai telah meningkatkan risiko inflasi, sehingga bank sentral lebih cenderung menunda pemangkasan suku bunga, atau bahkan menaikkannya. Ini berdampak negatif bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil. 

Nilai tukar dollar AS naik pada Senin, yang juga menjadi hambatan bagi harga emas, yang diperdagangkan dalam mata uang AS.

Paras Gupta, Kepala Manajemen Portofolio Asia di Union Bancaire Privee, mengatakan, peristiwa selama akhir pekan jelas membahayakan gencatan senjata yang rapuh dan kemungkinan akan memperpanjang konflik. "Namun, pergerakan harga emas kurang signifikan dibandingkan awal perang," imbuhnya mengutip Bloomberg, hari ini.

Dalam analisis awal mengenai dampak perang terhadap perekonomian Uncle Sam, inflasi Maret naik terbesar dalam hampir empat tahun. 

Menurut Manav Modi, Analis Di Motilal Oswal Financial Services Ltd., ekspektasi inflasi yang tinggi memperumit prospek kebijakan Federal Reserves, memperkuat lingkungan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. "Emas tetap terjebak di antara dukungan geopolitik dan hambatan makroekonomi," jelasnya, melansir Bloomberg, Senin (13/4). 

Harga emas telah turun sekitar 10% sejak konflik Timur Tengah dimulai pada akhir Februari. Krisis likuiditas pada minggu-minggu awal, mendorong investor menjual emas untuk menutupi kerugian pada aset lain. Baru-baru ini, emas telah pulih sebagian dari penurunan, karena fokus yang semakin meningkat pada perlambatan pertumbuhan ekonomi, mengimbangi risiko kenaikan suku bunga.

Daniel Hayes, Ahli Strategi Komoditas Senior di ANZ Banking Group Ltd., mengatakan, pergeseran ini seharusnya terus memberikan dukungan bagi harga emas meskipun terjadi penurunan pada Senin. Dia menduga harga emas bisa terancam ke level terendah pekan lalu di US$ 4.650 per troi ons, tetapi pada akhirnya akan bertahan di level ini. 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Kamis, 09 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil di US$4.715 Kamis (9/4) Pagi, Menunggu Kejelasan Gencatan Senjata

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil di US$4.715 Kamis (9/4) Pagi, Menunggu Kejelasan Gencatan Senjata

Equityworld Futures | Harga emas bergerak stabil pada Kamis (9/4/2026), seiring investor memilih menahan posisi sambil menunggu kejelasan terkait perkembangan pembicaraan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, serta rilis data inflasi utama AS.

Equityworld Futures | Harga Emas Tembus Level Tertinggi Tiga Pekan

Melansir Reuters, harga emas spot tercatat relatif tidak berubah di level US$4.715,42 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni turun 0,8% menjadi US$4.739,20 per ons troi. 

Pelaku pasar masih mencermati dinamika geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah Israel melancarkan serangan besar ke Lebanon, yang memicu ancaman balasan dari Iran.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, bahkan menyebut bahwa melanjutkan perundingan damai dengan AS menjadi “tidak masuk akal” di tengah kondisi tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa situasi kawasan masih sangat volatil meski Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan gencatan senjata.

Tertekan Inflasi dan Suku Bunga

Sejak konflik AS-Israel dengan Iran pecah pada akhir Februari, harga emas tercatat telah turun lebih dari 10%.

Kenaikan harga energi mendorong kekhawatiran inflasi dan mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga.

Risalah rapat Federal Reserve pada 17-18 Maret menunjukkan semakin banyak pejabat yang mempertimbangkan kenaikan suku bunga guna menahan inflasi yang masih berada di atas target 2%.

Investor kini menanti data Personal Consumption Expenditures (PCE) Februari serta klaim pengangguran mingguan AS yang akan dirilis dalam waktu dekat, untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya. 

Prospek Emas


Meski dalam jangka pendek bergerak terbatas, prospek emas dinilai masih positif di tengah ketidakpastian geopolitik.

Standard Chartered memperkirakan, harga emas berpotensi kembali menguat dalam beberapa bulan ke depan, seiring meningkatnya risiko geopolitik global.

Logam Lain Bergerak Variatif

Di pasar logam lainnya, harga perak turun 0,4% menjadi US$73,83 per ons troi. Platinum melemah 0,2% ke US$2.025,75, sementara paladium naik 0,3% ke US$1.559,29. 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Rabu, 08 April 2026

Equityworld Futures | Wall Street Dibuka Memerah Selasa (7/4), Jelang Tenggat Trump ke Iran

Equityworld Futures | Wall Street Dibuka Memerah Selasa (7/4), Jelang Tenggat Trump ke Iran

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street dibuka melemah pada Selasa (7/4/2026) seiring investor mencermati perkembangan terbaru konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik di Atas 2%, Dipicu Harapan Gencatan Senjata Iran dan AS

Menjelang tenggat yang ditetapkan Presiden AS, Donald Trump, untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Melansir Reuters, pada pembukaan perdagangan, Indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 74,9 poin (0,16%) ke 46.744,76, S&P 500 turun 9,9 poin (0,15%) ke 6.601,93, dan Nasdaq Composite melemah 69,2 poin (0,31%) ke 21.927,087. 

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya telah menyerang target militer di Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran, meski tidak berdampak pada infrastruktur energi.

Iran kemudian menyatakan tidak lagi akan menahan diri untuk menyerang infrastruktur negara-negara Teluk.

Komentar tersebut muncul menjelang tenggat Trump, yang hingga kini tidak menunjukkan tanda-tanda akan dipenuhi oleh Iran.

Sumber senior Iran menyebut pembicaraan damai hanya bisa dimulai jika serangan dihentikan.

“Apa yang terlihat dari reaksi pasar adalah pengakuan bahwa akhir konflik tidak sedekat yang diharapkan,” kata Chris Zaccarelli, Chief Investment Officer Northlight Asset Management. 

Ia menambahkan, konflik kemungkinan masih akan berlanjut dengan serangan lanjutan dan retorika yang semakin memanas, sehingga membuat pelaku pasar berada dalam posisi tidak nyaman dan mengantisipasi skenario yang lebih buruk.

Di sisi lain, pemerintah AS pada Senin mengumumkan kenaikan pembayaran kepada perusahaan asuransi swasta yang menyediakan program Medicare Advantage sebesar 2,48% rata-rata untuk 2027.

Kabar ini mendorong saham perusahaan asuransi kesehatan melonjak di pre-market, dengan: UnitedHealth Group naik sekitar 7%, Humana melonjak 9,9%, dan CVS Health menguat 7,3%.

Sebelumnya, Wall Street ditutup menguat pada Senin, menandai penguatan empat hari beruntun bagi S&P 500 dan Nasdaq, seiring investor mulai memposisikan diri menjelang musim laporan keuangan kuartalan.

Namun, sejak konflik Timur Tengah memanas, indeks S&P 500 telah turun sekitar 4%, setelah sebelumnya sempat pulih dari tekanan, terutama di sektor kredit swasta dan perusahaan perangkat lunak akibat kekhawatiran disrupsi berbasis AI.

UBS juga memangkas proyeksi indeks S&P 500 akhir 2026 menjadi 7.500 dari sebelumnya 7.700.

Pekan ini, pasar akan mencermati sejumlah data inflasi untuk melihat dampak kenaikan harga minyak terhadap tekanan harga.

Konflik Iran juga memperumit prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve, di tengah kekhawatiran inflasi yang kembali meningkat dan pasar tenaga kerja yang masih kuat.

Investor juga akan memperhatikan pernyataan pejabat The Fed seperti Austan Goolsbee, Philip Jefferson, dan Mary Daly untuk petunjuk arah kebijakan selanjutnya.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Selasa, 07 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Masuk Fase Tekanan, Masih Bisa Menguat Lagi?

Equityworld Futures | Harga Emas Masuk Fase Tekanan, Masih Bisa Menguat Lagi?

Equityworld Futures | Pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih berada dalam tekanan, seiring kombinasi sentimen teknikal dan fundamental yang cenderung negatif. XAU/USD saat ini menunjukkan kecenderungan bearish yang cukup kuat, setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan di area resistance penting.

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil, Tenggat Waktu Trump untuk Iran Membuat Pasar Waspada

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan, secara teknikal, pergerakan emas memperlihatkan sinyal pelemahan yang semakin jelas. Harga tidak mampu menembus area resistance sebelumnya dan justru membentuk pola candlestick bearish yang dominan.

"Pola ini mengindikasikan tekanan jual masih menguasai pasar. Selain itu, posisi harga yang telah menembus ke bawah indikator Moving Average 21 dan 34 semakin memperkuat konfirmasi tren penurunan dalam jangka menengah," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 7 April 2026.

Geraldo menjelaskan, struktur bearish yang terbentuk saat ini membuka peluang bagi harga emas untuk melanjutkan penurunan menuju area support terdekat. Dalam proyeksinya, apabila tekanan jual terus berlanjut, maka XAU/USD berpotensi turun ke level support pertama di kisaran 4.581.

"Bahkan, jika tekanan semakin kuat, harga dapat melanjutkan pelemahan hingga menyentuh support berikutnya di level 4.492," ujar dia. 

Skenario alternatif perlu diperhatikan pelaku pasar
Jika harga emas gagal melanjutkan penurunan dan justru mendapatkan dorongan beli, maka terdapat peluang rebound menuju area resistance di kisaran 4.708 hingga 4.786. Meski begitu, selama harga masih berada di bawah area resistance kunci, bias pergerakan cenderung tetap bearish.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas saat ini turut dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Dalam kondisi pasar yang penuh risiko, investor seringkali beralih ke dolar AS karena dianggap lebih likuid dan aman dalam jangka pendek.

"Hal ini menyebabkan permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai menjadi relatif berkurang," ungkap dia.
Konflik geopolitik global menambah tekanan terhadap pasar
Lonjakan harga minyak meningkatkan risiko inflasi, yang pada akhirnya mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Kondisi ini menjadi sentimen negatif bagi emas.

Suku bunga yang tinggi membuat instrumen investasi berbasis imbal hasil, seperti obligasi, menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan yield. Akibatnya, aliran dana cenderung beralih ke aset-aset berbunga, sehingga menekan harga emas lebih lanjut. Kombinasi antara penguatan dolar, kebijakan moneter yang ketat, serta tekanan inflasi ini memperkuat prospek pelemahan XAU/USD dalam jangka pendek.

Di tengah kondisi tersebut, pelaku pasar juga tetap mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat yang dapat memberikan arah baru bagi pergerakan harga emas. Setiap rilis data yang berkaitan dengan inflasi maupun kebijakan moneter berpotensi memicu volatilitas yang cukup tinggi di pasar logam mulia.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures melalui analis Geraldo menilai bahwa tren bearish pada emas masih cukup dominan untuk saat ini. Selama tidak ada perubahan signifikan baik dari sisi teknikal maupun fundamental, peluang penurunan harga masih terbuka lebar.

"Oleh karena itu, investor disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi lanjutan pelemahan, sembari memperhatikan level-level kunci yang dapat menjadi penentu arah pergerakan harga emas berikutnya," kata dia.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Senin, 06 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Diproyeksi Volatil Sepekan, Pasar Tunggu Data Ekonomi AS

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Diproyeksi Volatil Sepekan, Pasar Tunggu Data Ekonomi AS

Equityworld Futures | Harga emas dunia menutup pekan lalu dengan kenaikan sekitar 4,07 persen dan bertahan di atas level USD4.676,08 per troy ons, mencerminkan kuatnya permintaan aset safe haven di tengah konflik geopolitik di Timur Tengah.

Equityworld Futures | Harga Emas Tertekan Usai Ancaman Trump ke Iran Menguat

Meski demikian, pergerakan emas diperkirakan masih volatil karena pasar berupaya mencari keseimbangan baru di tengah tarik-menarik sentimen global.

Analis Kitco menilai emas sempat tertekan pada Rabu dan Kamis pekan lalu setelah gagal menembus resistance USD4.800 per troy ons, seiring masih sensitif terhadap perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.

Survei mingguan Kitco menunjukkan pelaku pasar global mulai lebih berhati-hati.

Senior Market Analyst Barchart.com Darin Newsom menilai harga emas berpotensi bergerak sideways dalam rentang lebar di tengah ketidakpastian arah pasar.

Sementara itu, Senior Market Strategist Forex.com James Stanley melihat peluang emas menguat seiring meningkatnya risiko di pasar keuangan, terutama jika saham global kembali melemah.

Chief Market Strategist SIA Wealth Management Colin Cieszynski menilai prospek emas masih netral dalam jangka pendek, namun volatilitas tinggi kemungkinan tetap terjadi sepanjang pekan.

Dalam Kitco News Gold Survey, sebanyak 15 analis Wall Street berpartisipasi, dengan 27 persen memprediksi harga emas naik, 20 persen memperkirakan turun, dan mayoritas 53 persen memilih bersikap netral.

Di sisi lain, investor ritel cenderung lebih optimistis, dengan 59 persen memperkirakan harga emas menguat, 21 persen memprediksi turun, dan 20 persen melihat pergerakan konsolidasi.

Fokus pasar pekan ini akan tertuju pada rangkaian data ekonomi Amerika Serikat (AS), dimulai dari laporan ketenagakerjaan yang menjadi acuan awal arah kebijakan moneter.

Setelah itu, pelaku pasar akan mencermati data inflasi, pertumbuhan ekonomi, hingga risalah rapat Federal Reserve (The Fed) untuk mencari sinyal arah suku bunga.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Rabu, 01 April 2026

Equityworld Futures | Harga Minyak Brent Melonjak 63% di Maret 2026, Terbesar Sejak 1988

Equityworld Futures | Harga Minyak Brent Melonjak 63% di Maret 2026, Terbesar Sejak 1988

Equityworld Futures | Harga minyak Brent melonjak 63% pada bulan Maret dan mencatatkan kenaikan bulanan terbesar sejak tahun 1988 karena perang Iran telah memicu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah. 

Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: Pembeli XAU/USD tetap dibatasi di bawah $4.600

Dikutip dari CNBC, Rabu (1/4/2026), harga minyak Brent yang menjadi acuan global untuk pengiriman Mei naik sekitar 5% pada hari Selasa dan ditutup pada harga USD 118,35 per barel. Namun, harga minyak untuk kontrak Juni turun 3,2%.

 Sedangkan harga minyak mentah AS turun 1,46% menjadi USD 101,38 per barel. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 51% sepanjang Maret, menjadi bulan terbaiknya sejak Mei 2020.

Harga minyak mentah AS dan harga Brent Juni turun menyusul laporan bahwa Presiden Donald Trump dan Iran terbuka untuk mengakhiri perang.

“Ini adalah mimpi buruk,” kata Presiden Rapidan Energy Bob McNally.

“Pasar energi telah mengalami mimpi buruk yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya dan ingin percaya bahwa mimpi buruk itu telah berakhir," lanjut dia.

Trump mengatakan kepada para ajudannya bahwa ia bersedia mengakhiri operasi AS terhadap Iran bahkan jika Selat Hormuz tetap tertutup, demikian kata para pejabat pemerintahan kepada The Wall Street Journal. 

Laporan yang belum dikonfirmasi juga mengindikasikan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian terbuka untuk mengakhiri perang.

Sementara itu, Iran menyerang kapal tanker minyak Kuwait yang berlabuh di luar Dubai. Tidak ada laporan korban luka dan tidak terjadi tumpahan minyak, menurut pernyataan dari Kuwait Petroleum Corporation .

CIO di FedWatch Advisors Ben Emons menyatakan, serangan tersebut mengindikasikan semakin ketatnya cengkeraman Republik Islam di Selat Hormuz, dengan menargetkan kapal tanker tepat di luar jalur air tersebut. Dia menyoroti risiko baru akan gangguan lebih lanjut terhadap aliran energi.

“Hasilnya adalah permainan yang lebih asimetris, dengan AS cenderung untuk menarik diri dan Iran masih termotivasi untuk memberikan kerugian,” kata Emons.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami