Kamis, 14 Desember 2023

Equityworld Futures | The Fed Rem Siklus Kenaikan Suku Bunga, Harga Emas Auto Terbang

Equityworld Futures | The Fed Rem Siklus Kenaikan Suku Bunga, Harga Emas Auto Terbang

Equityworld Futures | Harga emas naik lebih dari 1% pada hari Rabu setelah The Fed menandai berakhirnya siklus kenaikan suku bunga dan mengindikasikan kemungkinan penurunan suku bunga tahun depan.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik di Atas 1% setelah Sinyal The Fed Akhiri Kenaikan Suku Bunga

Emas spot naik 1,3% menjadi US$2,004.79 per ounce. Emas berjangka AS ditutup 0,2% lebih tinggi pada US$1,997.30.

Bank sentral AS mempertahankan suku bunga stabil pada hari Rabu. Sebanyak 17 dari 19 pejabat Fed memproyeksikan tingkat suku bunga kebijakan akan lebih rendah pada akhir tahun 2024 dibandingkan saat ini, dengan proyeksi median yang menunjukkan tingkat suku bunga akan turun tiga perempat poin persentase dari 5,25%-5,50% saat ini.

“Pengakuan The Fed terhadap tekanan inflasi yang terus menurun telah meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga, yang mengakibatkan penurunan dramatis dalam imbal hasil dan dolar, dan kenaikan berikutnya pada emas dan perak,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Masa depan.

"Kami percaya kenaikan emas saat ini adalah reli yang berkelanjutan."

Indeks dolar (.DXY) tergelincir 0,6% setelah keputusan The Fed, membuat emas lebih murah bagi pembeli di luar negeri. Imbal hasil Treasury AS 10-tahun memperpanjang penurunannya.

Para pedagang sekarang memperkirakan kemungkinan hampir 60% penurunan suku bunga AS pada bulan Maret 2024, menurut alat CME Fedwatch.

Suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik untuk memegang emas batangan tanpa imbal hasil.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan inflasi telah mereda tanpa peningkatan pengangguran yang signifikan dan dampak pengetatan secara penuh kemungkinan belum terasa.

Data menunjukkan harga produsen AS secara tak terduga tidak berubah pada bulan November, mengindikasikan inflasi di tingkat pabrik terus mereda.

Lintasan harga emas juga dapat dipengaruhi oleh pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Inggris pada hari Kamis.

Perak naik 2,5% menjadi US$23,32 per ounce, sementara platinum naik 0,1% menjadi US$930,56, dan paladium naik 0,5% menjadi $983,83.


Rabu, 13 Desember 2023

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini di Global Turun Lagi, Boleh Diborong

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini di Global Turun Lagi, Boleh Diborong

Equityworld Futures | Harga logam mulai sedang kehilangan cuan usai kenaikannya terpangkas. Harga emas hari ini turun di tengah berita bahwa harga konsumen AS naik secara tak terduga pada bulan November.

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil setelah Rilis Data Inflasi AS

Sementara para pedagang fokus pada pertemuan kebijakan bank sentral utama untuk mendapatkan petunjuk mengenai kebijakan moneter.

Melansir laman CNBC, Rabu (13/12/2023), harga emas di pasar spot stabil di posisi USD 1.978,68 per ounce, setelah naik sekitar 0,5% menjelang rilis data konsumen. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup sedikit berubah ke level USD 1.993,20.

Indeks harga konsumen (CPI) naik 3,1% pada bulan November secara tahunan, sejalan dengan ekspektasi para ekonom. CPI naik tipis 0,1% pada basis bulan ke bulan di bulan November.

“Data inflasi sesuai dengan ekspektasi, namun masyarakat benar-benar perlu melihat penurunan yang kuat untuk memperkuat penurunan suku bunga,” kata Phillip Streible, kepala strategi pasar Blue Line Futures di Chicago.

“Emas akan terjebak di antara USD 2.050 pada sisi positifnya dan USD 1.950 pada sisi negatifnya. Data ekonomi yang lemah dan ketegangan geopolitik dapat meningkatkan harga,” jelas dia.

Semua perhatian tertuju pada pertemuan kebijakan moneter dua hari The Fed yang akan berakhir pada hari Rabu dengan keputusan suku bunga dan rilis ringkasan proyeksi ekonominya.

Selasa, 12 Desember 2023

Equityworld Futures | Harga Emas Tergelincir, Fokus Beralih ke Data Inflasi AS

Equityworld Futures | Harga Emas Tergelincir, Fokus Beralih ke Data Inflasi AS

Equityworld Futures | Harga emas tergelincir pada Senin (11/12/2023), karena dolar dan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) menguat. Sementara investor menunggu beberapa pertemuan penting bank sentral dan data inflasi AS yang dapat mempengaruhi jalur kebijakan The Fed.

Equityworld Futures | Harga Emas Ambruk 2% Lebih! Selamat Tinggal Level US$ 2.000

Dikutip dari CNBC internasional, emas spot turun 1,1% pada US$ 1.981,29 per ons, setelah mencapai level terendah sejak 21 November. Sedangkan emas berjangka AS turun 0,9% menjadi US$ 1.997,1.

Dolar AS naik 0,2%, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Imbal hasil obligasi AS 10-tahun juga sedikit lebih tinggi.

“Pedagang emas dan perak sedang menunggu beberapa informasi fundamental baru yang akan mereka peroleh minggu ini. Postur grafik jangka pendek emas telah memburuk. Jika angka CPI sangat tinggi, hal ini dapat menimbulkan tekanan jual di pasar emas,” kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

Fokusnya adalah pada laporan harga konsumen AS November yang akan dirilis pada Selasa (12/12/2023), sebelum pernyataan The Fed dan komentar Ketua Jerome Powell pada Rabu (13/12/2023).

Pedagang memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 71% pada Mei, menurut alat CME FedWatch. Suku bunga yang lebih rendah cenderung mendukung emas batangan yang tidak berbunga.

Data pada Jumat (8/12/2023) menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat pada November.

Ricardo Evangelista, analis senior di ActivTrades, mengatakan, ketangguhan pasar tenaga kerja AS berarti penurunan suku bunga lebih awal tidak mungkin terjadi. Prospek suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama kembali muncul sehingga mendukung imbal hasil obligasi dan dolar AS. “Hal ini menjadi berita buruk bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil,” kata Evangelista.

Bank Sentral Eropa, Bank of England, Norges Bank dan Swiss National Bank juga akan mengadakan pertemuan kebijakan pada Kamis (14/12/2023).

Senin, 11 Desember 2023

Equityworld Futures | Pemilik Emas Dibuat Was-Was! Harganya Bisa Jatuh ke US$1.900

Equityworld Futures | Pemilik Emas Dibuat Was-Was! Harganya Bisa Jatuh ke US$1.900

Equityworld Futures | Harga emas di pasar spot pagi ini kembali turun di awal pekan ini. Bahkan pada perdagangan sebelumnya, harga emas sempat kembali menyentuh level psikologis US$ 1.900 per troy ons sebelum berhasil ditutup di level psikologis US$ 2.000 per troy ons meskipun berujung ditutup lebih lemah pada akhir perdagangan.

Equityworld Futures | Kabar Buruk, Harga Emas Diprediksi Kembali Terjun Bebas Pekan Ini

Pada perdagangan Jumat (8/12/2023) harga emas di pasar spot ditutup anjlok 1,23% di posisi US$ 2.003,39 per troy ons.

Sementara, hingga pukul 06.00 WIB Senin (11/12/2023), harga emas di pasar spot bergerak lebih rendah atau turun 0,01% di posisi US$ 2.003,1 per troy ons.

Emas turun sempat kembali ke bawah US$2.000 per troy ons pada perdagangan Jumat karena dolar dan imbal hasil Treasury menguat setelah para pedagang memangkas perkiraan penurunan suku bunga AS akan terwujud pada bulan Maret menyusul data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan.

Pasar kerja AS sekali lagi memberikan kejutan positif pada bulan November, karena pertumbuhan yang kuat dalam layanan kesehatan dan beberapa sektor lainnya membantu perekonomian menambah hampir 200.000 lapangan kerja dan menekan tingkat pengangguran.

Tingkat pengangguran turun menjadi 3,7% pada November 2023 dari 3,9% pada Oktober. Pengangguran juga lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan sebesar 3,9%, seiring dengan tingkat partisipasi angkatan kerja yang meningkat menjadi 62,8%.

Adapun, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada hari Jumat (8/12/2023), nonfarm payrolls naik sebesar 199.000 yang disesuaikan secara musiman pada bulan tersebut, sedikit lebih baik dari perkiraan Dow Jones sebesar 190.000 dan menjelang kenaikan bulan Oktober yang tidak direvisi sebesar 150.000.

Jumlah tersebut didorong oleh peningkatan yang cukup besar dalam penerimaan pegawai pemerintah serta pekerja yang kembali dari mogok kerja di industri otomotif dan hiburan.

Pertumbuhan tenaga kerja AS, menandakan kekuatan pasar tenaga kerja yang membuat para para pelaku pasar bertaruh bahwa The Fed memerlukan waktu hingga bulan Mei untuk melakukan serangkaian penurunan suku bunga tahun depan.

"Emas telah merosot karena laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan kekuatan (ekonomi) secara keseluruhan," ujar Tai Wong, pedagang logam independen yang berbasis di New York kepada Reuters.

"Penutupan pada posisi terendah ini telah mengubah narasi pertemuan The Fed. Sekarang, pembeli emas mengharapkan hasil The Fed yang melunak yang akan mencegah koreksi lebih dalam harga emas," tambahnya.
Indeks dolar AS menguat 0,7% pada sepekan kemarin dengan ditutup di level 103,98 pada Jumat (8/12/2023), membuat emas batangan lebih mahal bagi pembeli mata uang lain, sementara imbal hasil Treasury AS 10 tahun rebound dari posisi terendah tiga bulan dengan ditutup di level 4,25% pada Jumat (8/12/2023).

Para pelaku pasar menunggu proyeksi suku bunga terkini untuk tahun depan dari pertemuan kebijakan The Fed pada 12-13 Desember.

Harga emas sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga AS akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury menguat. Kondisi ini tak menguntungkan emas karena dolar yang menguat membuat emas sulit dibeli sehingga permintaan turun. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kurang menarik.

Namun, suku bunga yang lebih rendah akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury melemah, sehingga dapat menurunkan opportunity cost memegang emas. Sehingga emas menjadi lebih menarik untuk dikoleksi.