Equity World Futures | Meneropong Harga Emas Minggu Ini, Beli atau Jual?
Equity World Futures | Pasar emas terjebak dalam posisi netral dan akan bertahan selama sisa musim panas karena data ekonomi AS terus mendukung bias pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve.
Equity World Futures | | Harga Emas Hari Ini (14/8) Turun, Rugi 12,48% Pembeli Sepekan Lalu
Namun, analis mengatakan bahwa pelemahan jangka pendek harga emas dapat dilihat sebagai peluang beli karena pasar menunggu pemicu baru untuk memicu reli yang lebih luas.
Sementara pasar emas cukup tangguh, dengan emas berjangka bulan Desember memegang support sekitar USD 1.950 per ons. Analis mengatakan bahwa logam mulia masih menghadapi lingkungan yang menantang, terutama karena imbal hasil obligasi jangka pendek terus menghasilkan sekitar 5%.
Pasar emas melihat minggu kedua kerugian tajam. Harga emas Desember terakhir diperdagangkan pada USD 1.946,50 per ons, turun 1,5% dari Jumat lalu.
"Emas memiliki banyak persaingan sebagai aset safe-haven karena gagasan soft landing dalam ekonomi AS tumbuh sebagai konsensus," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA seperti dikutip dari Kitco, Senin (14/8/2023).
Peluang Harga Emas
Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank, mengatakan dia juga melihat harga emas dunia berjuang karena biaya peluang untuk menahan logam mulia terus meningkat. Dia menambahkan bahwa investor frustrasi memegang emas karena mereka melikuidasi posisi mereka dan pindah ke pasar ekuitas.
Senin, 14 Agustus 2023
Equity World Futures | Meneropong Harga Emas Minggu Ini, Beli atau Jual?
Selasa, 08 Agustus 2023
Equity World | IHSG Flat ke Level 6.885,58 Sesi Perdagangan I Selasa (8/8), Saat Bursa Asia Beragam
Equity World | IHSG Flat ke Level 6.885,58 Sesi Perdagangan I Selasa (8/8), Saat Bursa Asia Beragam
Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedikit berubah arah pada perdagangan sesi pertama Selasa (8/8). Mengutip RTI, indeks terkoreksi tipis 0,01% ke level 6.885,589.
Tercatat 266 saham turun, 235 saham naik, dan 232 saham stagnan. Total volume perdagangan 13,2 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 4,4 triliun.
Sebanyak lima indeks sektoral memberatkan langkah IHSG perdagangan pagi. Tiga di antaranya IDX Sector Technology 0,88%, IDX Sector Consumer Cyclicals 0,48%, dan IDX Sector Basic Materials 0,09%.
Saham-saham top losers LQ45:
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun 3,67% ke Rp 105
- PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) turun 1,67% ke Rp 590
- PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) turun 1,55% ke Rp 955
Saham-saham top gainers LQ45:
- PT Bank Jago Tbk (ARTO) naik 5% ke Rp 2.730
- PT Saratoga Investama Tbk (SRTG) naik 1,92% ke Rp 1.595
- PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) naik 1,62% ke Rp11.000
Asal tahu, bursa saham Asia-Pasifik bervariasi hari ini. Menyusul sajian kinerja perdagangan China pada bulan Juli lebih rendah dari yang diharapkan.
China mengalami penurunan 14,5% tahun ke tahun dalam ekspor, sementara impor turun 12,4% tahun ke tahun. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan penurunan ekspor sebesar 12,5% dan penurunan impor sebesar 5%.
Indeks Hang Seng Hong Kong tergelincir 0,87%. Sementara pasar-pasar di daratan China lebih beragam. Indeks Shanghai Composite turun 0,2%, tetapi Shenzhen Component sedikit naik.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,31% dan Topix naik 0,32% karena belanja rumah tangga negara ini tetap berada di wilayah negatif untuk empat bulan berturut-turut.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik 0,19%. Sementara Kospi Korea Selatan naik tipis dan Kosdaq tergelincir 0,43%.
Senin, 07 Agustus 2023
Equity World | Bursa Saham Asia Turun pada Senin (7/8) Pagi, Menantikan Data Inflasi China
Equity World | Bursa Saham Asia Turun pada Senin (7/8) Pagi, Menantikan Data Inflasi China
Equity World | Bursa saham Asia-Pasifik jatuh pada Senin (7/8). Pasar menantikan angka-angka inflasi dan neraca perdagangan China pada akhir minggu ini.
China akan merilis neraca perdagangan untuk hari Selasa (8/8) dan data inflasi pada hari Rabu (9/8), yang akan memberikan petunjuk mengenai lintasan pemulihan negara tersebut.
Pada hari Senin ini, Thailand akan merilis data inflasi untuk bulan Juli dan Indonesia akan melaporkan data pertumbuhan kuartal kedua.
Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 1% pada pembukaan perdagangannya. Sementara Topix turun 0,52%.
Bank sentral Jepang akan merilis rangkuman opini pada pertemuan 28 Juli, di mana bank sentral menyesuaikan sikapnya terhadap kebijakan kontrol kurva imbal hasil.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,25%. Sedangkan Kospi Korea Selata turun 0,16% dan Kosdaq turun 0,78%.
Indeks Hang Seng Hong Kong juga akan turun, dengan kontrak berjangka di 19.470, dibandingkan dengan penutupan HSI di 19.539,46.
Pada hari Jumat di Amerika Serikat (AS), S&P 500 dan Nasdaq Composite merosot selama empat sesi berturut-turut. Sekaligus mencatatkan minggu terburuk sejak Maret karena para pedagang tampaknya membukukan keuntungan setelah rilis pendapatan perusahaan terbaru dan data pekerjaan AS.
S&P 500 merosot 0,53%, Nasdaq Composite turun 0,36%, dan Dow Jones Industrial Average turun 0,43%.
Selasa, 18 Juli 2023
Equity World | Wall Street Hijau, Dow Jones Sentuh Level Tertinggi 2023
Equity World | Wall Street Hijau, Dow Jones Sentuh Level Tertinggi 2023
Equity World | Bursa saham AS atau Wall Street berakhir di zona hijau pada akhir perdagangan Senin (17/7/2023) waktu setempat (Selasa pagi WIB). Pergerakan Wall Street didorong oleh musim laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar.
Dow Jones Industrial Average (DJIA) bertambah 76,32 poin, atau naik 0,22 persen, berakhir pada level 34.585,35. Ini merupakan level tertinggi DJIA sepanjang 2023. S&P 500 menguat 0,39 persen dan ditutup pada level 4.522,79. Sementara itu, Nasdaq Komposit ditutup pada level 14.244,95, atau naik 0,93 persen.
Sentimen positif tersebut juga mendorong kenaikan harga saham-saham perusahaan big caps, seperti saham raksasa teknologi Apple yang menguat 1,7 persen, Tesla melonjak 3,2 persen, JPMorgan Chase bertambah 2,4 persen.
Musim pendapatan kuartal kedua dimulai pada pekan ini, yang dimulai dengan rilis kinerja dari lembaga keuangan besar seperti Bank of America, Morgan Stanley, dan Goldman Sachs. Disusul oleh laporan kinerja United Airlines, Las Vegas Sands, Tesla, hingga Netflix.
Pergerakan saham di AS pekan ini juga dibayangi oleh pertemuan Federal Reserve di bulan Juli yang akan memastikan arah kebijakan suku bunga selanjutnya. FedWatch CME Group mencatatkan 97 persen peluang bank sentral menaikkan suku bunga akhir bulan ini, setelah menghentikan kenaikan pada bulan Juni lalu.
DJIA mencatatkan kenaikan 2,3 persen secara mingguan, dan merupakan yang terbaik sejak Maret 2023. Sementara itu, S&P 500 dan Nasdaq menguat masing – masing 2,4 persen dan 3,3 persen dalam sepekan terakhir.
"Saya pikir pasar menyambut skenario soft landing. Saya menilai, cukup lama kita berada dalam resesi, tapi ini adalah resesi yang bergulir, bukan resesi ekonomi secara keseluruhan, dan kita saat ini sedang dalam pemulihan,” kata Ed Yardeni, Presiden Yardeni Research dilansir CNBC.
Pergerakan positif Wall Street pada hari Senin, didukung oleh optimisme investor akan pendapatan bank besar yang solid dan laporan inflasi (sebelumnya) yang lebih rendah. Hal ini menjadi katalis pergerakan saham, dan meningkatkan harapan bank sentral mampu meredam inflasi tanpa membuat ekonomi jatuh ke dalam resesi.