Rabu, 03 Juni 2020

Equityworld Futures | 4 Jenis Emas yang Biasa Dijadikan Investasi

Equityworld Futures | 4 Jenis Emas yang Biasa Dijadikan Investasi

Equityworld Futures | Di tengah ketidakpastian keadaan ekonomi di masa depan, baik itu untuk perusahaan maupun perorangan akibat pandemi COVID-19, keberadaan emas yang seringkali dijadikan sebagai sarana investasi. Saat ini tengah diburu oleh berbagai macam orang dari segala golongan dan usia, khususnya mereka yang sudah lebih dahulu melek secara keuangan.

Tidak sedikit yang menjadikan emas sebagai alternatif pelindung kekayaan mereka, apalagi jika melihat history semenjak pandemi ini harga emas melonjak naik signifikan dan tidak terkendali hal tersebut ini lah salah satunya yang membuat emas menjadi primadona untuk berinvestasi pada saat ini.

Meskipun jenis investasi yang biasanya lebih sering ditemukan pada ibu-ibu, namun karena kurangnya pengetahuan akan investasi ini menjadikan emas kurang memiliki hasil yang maksimal,meskipun emas sering dijadikan tameng terhadap inflasi namun seringkali hasilnya tetap kurang dimaksimalkan. Perlu diketahui satu-satunya keuntungan dari memiliki emas atau investasi emas ini adalah capital gain yaitu selisih antara harga kita membeli dan harga saat kita menjual,emas tidak memiliki cashflow.


AS Rusuh & AS-China Panas, Harga Emas Bangkit ke US$ 1.800? | Equityworld Futures



Nah perlu diketahui kalau emas ini setidaknya memiliki 4 jenis emas yang cocok untuk dijadikan investasi. Namun apa tujuan kita memiliki 1 dari 4 jenis investasi emas? Berapa lama waktu yang kita inginkan untuk memegang emas yang kita miliki? Tingkat pengetahuan akan setiap jenis investasi emas yang kita punya?, dan cara kita mengelola emas yang kita miliki.hal-hal tersebutlah yang mempengaruhi seberapa maksimal keuntungan dari ema situ tersebut.

So, mari ada baiknya kita mengetahui empat jenis emas yang cocok dijadikan investasi, sebelum kita memulai investasi pada emas itu sendiri.

Selasa, 02 Juni 2020

Equityworld Futures | Rusuh di AS Tak Kunjung Usai, Harga Emas Dunia Melonjak

Equityworld Futures | Rusuh di AS Tak Kunjung Usai, Harga Emas Dunia Melonjak

Equityworld Futures | Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Senin (1/6/2020). Emas diperdagangkan di kisaran US$ 1.736,06/troy ons, menguat 0,64% di pasar spot, melansir data Refinitiv, pada perdagangan sore sekitar pukul 16.28.

Mengutip hasil riset CNBC Indonesia, secara fundamental penguatan emas pada hari ini juga terjadi akibat kerusuhan yang terjadi di Amerika Serikat (AS). George Floyd seorang warga kulit hitam yang tewas usai lehernya ditekan dengan lutut oleh polisi Derek Chauvin memicu demonstrasi di berbagai negara bagian AS, hingga akhirnya berujung kerusuhan.

Akibatnya lima negara bagian Texas, Ariozona, Georgia, Missouri dan Minnesota menyatakan status darurat. Sementara itu, 40 kota menerapkan kebijakan jam malam.

Presiden AS, Donald Trump, bersama ibu negara Melania Trump serta putra mereka, Barron dikabarkan sempat dibawa ke bungker selama beberapa saat akibat aksi demo yang mengepung Gedung Putih.



AS Makin Panas, Harga Emas Antam Melesat Jadi Rp 862.120 | Equityworld Futures





Hingga saat ini demonstrasi dan kerusuhan sudah terjadi selama 6 hari di AS. Akibat kerusuhan tersebut, Pentagon mengirimkan 5.000 pasukan Garda Nasional, tentara cadangan AS. Tentara diaktifkan di 15 negara bagian dan Washington DC untuk mengamankan situasi bersama polisi.

Nilai tukar dolar AS merosot akibat kerusuhan tersebut, yang memberikan keuntungan bagi emas sehingga kembali menguat. Tetapi bursa saham AS sepertinya akan dibuka menguat malam nanti yang terlihat dari pergerakan indeks berjangka (futures) Wall Street, yang membuat penguatan emas sedikit tertahan. Seandainya bursa AS juga merosot, emas berpeluang melesat lebih tinggi lagi.

Senin, 01 Juni 2020

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Hampir 3% Selama Mei, Hari Ini Lanjut Lagi?

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Hampir 3% Selama Mei, Hari Ini Lanjut Lagi?
Harga Emas Antam Hari ini Relatif Stabil | Analisa Aceh

Equityworld Futures | Harga emas dunia di perdagangan pasar spot menguat pagi ini. Pelemahan dolar AS membuka jalan bagi kenaikan harga sang logam mulia.

Pada Senin (1/6/2020) pukul 07:47 WIB, harga emas berada di US$ 1.735,5/troy ons. Naik 0,53% dibandingkan posisi akhir pekan lalu.

Harga emas melanjutkan tren kenaikan yang terjadi bulan lalu. Sepanjang Mei, harga emas naik 2,75% point-to-point.

Pagi ini, dolar AS bergerak melemah. Pada pukul 07:52 WIB, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) terkoreksi 0,18%.

Harga emas dan dolar AS punya hubungan terbalik. Kala dolar AS melemah, harga emas justru naik. Ini karena emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS, sehingga kala mata uang Negeri Paman Sam melemah maka emas menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas naik, harga pun melejit.

Depresiasi dolar AS tidak lepas dari risk appetite investor yang sedang membuncah. Soalnya, ada harapan ekonomi dunia akan bangkit setelah dihajar habis-habisan oleh pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19).

Seiring melambatnya penularan virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China itu, semakin banyak negara yang melonggarkan pembatasan sosial (social distancing). Terbaru adalah Australia.

Mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah pasien positif corona di Down Under per 31 Mei adalah 7.185 orang. Bertambah 12 orang (0,17%) dibandingkan posisi hari sebelumnya.



Meski Sempat Turun, Tren Harga Emas Diprediksi Tetap Naik | Equityworld Futures



Meski masih ada penambahan kasus baru, tetapi jumlahnya relatif terkendali. Sejak 12 April, persentase pertumbuhan kasus corona di Australia terjaga di bawah 1%.

Reuters melaporkan, kafe dan restoran di Negara Bagian New South Wales sudah boleh dibuka lagi dengan kapasitas maksimal 50 kursi. Selain itu, warga sudah boleh mengadakan upacara pemakaman dengan jumlah peziarah paling banyak 20 orang. Kemudian di Sydney, kebun binatang Taronga, perpustakaan, dan museum seni sudah dibuka untuk umum.

Perlahan tetapi pasti, masyarakat mulai bisa berkegiatan lagi setelah 'terkurung' di rumah selama berbulan-bulan. Ini membawa harapan akan ekonomi yang lebih baik.

Harapan ini membuat investor tidak lagi menganut prinsip cash is king. Situasi pasar yang kondusif membuat pemilik modal kembali berhasrat untuk masuk ke pasar keuangan, tidak lagi bermain sangat aman dengan memegang uang tunai.

Dinamika ini membuat dolar AS melemah. Buntut dari pelemahan dolar AS adalah kenaikan harga emas.


Jumat, 29 Mei 2020

Equityworld Futures | Ketegangan AS-China dongkrak harga emas setelah jatuh tiga hari secara beruntun

Equityworld Futures | Ketegangan AS-China dongkrak harga emas setelah jatuh tiga hari secara beruntun

Equityworld Futures | Harga emas berjangka naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) setelah selama tiga hari berturut-turut jatuh, terangkat oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan China, namun memangkas keuntungan di sesi awal menyusul kenaikan di Wall Street.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik 1,5 dolar AS atau 0,09 persen, menjadi ditutup pada 1.728,30 dolar AS per ounce.

Emas berjangka melemah 1,4 dolar AS atau 0,08 persen menjadi 1.726,8 dolar AS pada Rabu (27/5/2020), setelah jatuh 29,9 dolar AS atau 1,72 persen menjadi 1.705,60 dolar AS pada Selasa (26/5/2020), dan turun 8,20 dolar AS atau 0,47 persen menjadi 1.726,40 dolar AS pada Senin (25/5/2020).

"Ekuitas AS telah mendapat dukungan sepanjang hari," kata Phil Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago. Ia menambahkan banyak investor melikuidasi posisi emas mereka karena takut kehilangan perdagangan ekuitas.

Indeks utama Wall Street naik, didorong oleh kenaikan saham kesehatan dan teknologi.

Namun, harga emas didukung oleh tanda-tanda baru pukulan ekonomi dari virus corona, serta meningkatnya ketegangan AS-China dengan pemerintahan Trump mencari opsi untuk menghukum China atas pengetatan cengkeramannya terhadap Hong Kong.

"Kami melihat ketegangan meningkat antara AS dan China ... Kami melihat buih pasar masih dengan sekumpulan data ekonomi negatif dan itu jelas mendukung pasar emas," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Emas juga mendapat dukungan karena laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis (28/5/2020), menempatkan klaim pengangguran awal pada 2,12 juta pekan lalu, angka yang sesuai dengan harapan, tetapi masih dekat level rekor tertinggi.

Sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada hari yang sama menunjukkan produk domestik bruto mengalami penurunan sebesar lima persen pada kuartal pertama 2020, lebih buruk dari yang diperkirakan.


Harga Emas Hari Ini, Jumat 29 Mei 2020 | Equityworld Futures




Kekhawatiran tentang kemungkinan suku bunga negatif, sebuah ide yang dilayangkan oleh Presiden AS Donald Trump dalam cuitannya dalam beberapa pekan terakhir juga masih bertahan. Suku bunga negatif berarti inflasi, prospek yang mendukung emas.

"Kami telah menguji 1.700 dolar AS dan bangkit kembali, jadi kami menantikan pasar terus memperkirakan lebih banyak stimulus dari Federal Reserve dan bank-bank sentral lainnya," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Langkah-langkah stimulus besar cenderung mendukung emas, yang sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 21 sen atau 1,18 persen, menjadi ditutup pada 17,967 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 10 dolar AS atau 1,14 persen, menjadi menetap ada 868,1 dolar AS per ounce.