Senin, 11 Maret 2019

Equity World | Shan United vs Persija: Catatan Rivalitas Klub Myanmar dan Indonesia di Piala AFC

Equity World | Shan United vs Persija: Catatan Rivalitas Klub Myanmar dan Indonesia di Piala AFC

Equity World | Wakil Myanmar dan Indonesia tercatat sudah sembilan kali bertemu di Piala AFC sejak 2009 silam. Lalu, negara mana yang lebih unggul di turnamen antarklub kasta kedua Asia tersebut?

Ternyata, tim asal Myanmar amat mendominasi. Pertarungan Arema FC kontra Ayeyawady United pada penyisihan grup Piala AFC membuka sejarah rivalitas antara wakil dari kedua negara ini. Kala itu, tim berjuluk Singo Edan ini hanya bermain imbang 2-2 melawan Ayeyawady di Malang namun pesta gol 3-0 di Myanmar.

Selang setahun kemudian, Persibo Bojonegoro bertemu Yangon United di babak penyisihan grup Piala AFC. Hasilnya? Persibo takluk 0-3 di Myanmar dan dibantai 1-7 di kandang sendiri.

Pertemuan lanjutan antara wakil Myanmar dan Indonesia terjadi di babak 16 besar Piala AFC. Ketika itu, dalam satu leg, Persipura Jayapura mampu mempermak Yangon United 9-2 di Stadion Mandala.

Lagi-lagi, pada babak penyisihan grup Piala AFC klub Myanmar dan Indonesia kembali bentrok. Kali ini, hasil imbang mewarnai duel Persib Bandung kontra Ayeyawady United. Di Myanmar, skor berakhir 1-1. Adapun di Bandung, hasil 3-3 mengakhiri pertandingan.


Rekor pertemuan antara wakil Indonesia dengan Myanmar menjadi timpang setelah Bali United takluk dua kali dari Yangon United pada babak penyisihan grup Piala AFC 2018. Tim berjuluk Serdadu Tridatu itu kalah 1-3 di Gianyar, dan kembali menyerah 2-3 kala menyambangi Myanmar.

Dari sembilan kali bertemu, wakil Myanmar berhasil empat kali meraih kemenangan. Sedangkan klub Indonesia hanya dua. Empat partai lainnya berakhir imbang.

Rekor pertemuan antar-wakil kedua negara tersebut dapat berubah kala Persija Jakarta menantang Shan United pada partai kedua Grup G Piala AFC di Thuwunna Stadium, Selasa (12/3/2019). Tim berjuluk Macan Kemayoran ini berpeluang memperbaiki rekam jejak klub Tanah Air asalkan berhasil membawa pulang tiga poin ke ibu kota.

Jangan Ngoyo, ini 6 Tips Biar Kepalamu Nggak Berasap Gara-Gara ‘Burnout’ Kebanyakan Kerja | Equity World

Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World

9 Pertandingan Wakil Myanmar dan Indonesia di Turnamen Antar-Klub Asia

Piala AFC 2012

Arema FC 2-2 Ayeyawady United

Ayeyawady United 0-3 Arema FC

Piala AFC 2013

Yangon United 3-0 Persibo Bojonegoro

Persibo Bojonegoro 1-7 Yangon United

Piala AFC 2014

Persipura Jayapura 9-2 Yangon United

Piala AFC 2015

Ayeyawady United 1-1 Persib Bandung

Persib Bandung 3-3 Ayeyawady United

Piala AFC 2018

Bali United 1-3 Yangon United

Yangon United 3-2 Bali United

Equity World

Jumat, 08 Maret 2019

Equity World | Bisikan Lukaku kepada Rashford Bantu MU Depak PSG

Equity World | Bisikan Lukaku kepada Rashford Bantu MU Depak PSG

Equity World | Romelu Lukaku sempat cekcok dengan rekan setimnya Paul Pogba gara-gara tidak diizinkan jadi eksekutor penalti saat Manchester United (MU) menang 3-2 atas Southampton, Minggu lalu. Namun saat mendapat kesempatan seperti itu lagi, Lukaku justru malah meminggir.

Lukaku seharusnya mendapat kesempatan untuk mencetak hattrick pada pertandingan melawan Paris Saint Germain (PSG), Kamis dini hari WIB (7/3/2019). Pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2018/19 itu, Lukaku sudah mencetak dua gol (2' dan 30'), ketika pengadil lapangan memberikan hadiah penalti kepada Setan Merah pada masa injury time.

MU sangat membutukan gol tambahan untuk menyamakan agregat gol menjadi 3-3 setelah tertinggal 0-2 di leg pertama. Seharusnya Lukaku berkesempatan untuk maju sebagai eksekutor mengingat pemegang tanggung jawab itu, Paul Pogba, absen dalam duel ini.

Namun Lukaku malah meminggir. Pemain asal Belgia itu malah memberikannya kepada Marcus Rashford yang sama sekali belum pernah mengeksekusi penalti bersama MU. Beruntung Rashford berhasil menjalankan tugasnya dan membawa MU unggul 3-1 atas PSG. MU pun melaju ke perempat final Liga Champions setelah unggul gol tandang.

Lantas apa yang membuat Lukaku melepas kesempatan mencetak hattrick bagi MU?


Kepada Bein Sports, Lukaku pun menjelaskan alasannya. Dia mengaku senang keputusannya tidak sia-sia. "Saya senang dia akhirnya mencetak gol, dia datang kepada saya dan memintanya," kata Lukaku seperti dilansir Metro.co.uk.

"Saya lalu berkata kepadanya,'Ok teman, ini kesempatanmu, jadi lakukan itu untukmu dan untuk kami.' Jadi saya sangat senang," beber pemain asal Belgia tersebut menjelaskan.


Harga emas disokong suku bunga ECB yang tetap | Equity World


Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World



Bukan hanya senang Rashford akhirnya berhasil mencetak gol bagi MU, Lukaku juga ternyata menikmati kebersamaan mereka di lapangan. "Jujur saya menyukainya," katanya.

Kehadiran Marcus Rashford ternyata membuat Lukaku lebih dimanis. Tipikal ini lebih disukainya ketimbang menunggu sebagai target man seperti anggapan orang selama ini.

"Jadi Marcus juga sama, dianamis juga," kata Lukaku.

"Kami banyak berlari, kami berusaha membuat aksi dan memberi umpan matang dan kami mencetak gol juga. Sangat senang bermain bersamanya. Saya pikir ketika kami bermain melawan Southampton, dia bermain di depan saya dan itu lebih memudahkan saya."

Equity World

Rabu, 06 Maret 2019

Equity World | Hasil Liga Champions: Real Madrid Tersingkir, Tottenham Superior

Equity World | Hasil Liga Champions: Real Madrid Tersingkir, Tottenham Superior

Equity World | Leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (6/3/2019) dini hari WIB, menimbulkan kejutan. Juara bertahan Real Madrid tersingkir di tangan Ajax Amsterdam.

Ajax membantai tuan rumah Real Madrid 4-1 di Santiago Bernabeu, Rabu (6/3/2019) dini hari WIB. Dusan Tadic jadi bintang kemenangan Ajax di laga ini.

Pemain asal Serbia itu menyumbangkan dua assist dan satu gol ke gawang Real Madrid. Kekalahan ini membuat Los Blancos tersingkir karena mereka kalah agregat 3-5.

Di laga lainnya, Tottenham Hotspur menunjukkan superioritas mereka atas Borussia Dortmund. The Lilywhites menang 1-0 Signal Iduna Park lewat gol tunggal Harry Kane.

Dengan hasil ini, Tottenham unggul agregat telak 4-0 Dortmund, dan berhak lolos ke babak perempat final Liga Champions.


Harga Emas Berjangka Kian Tertekan oleh Kuatnya Dolar AS | Equity World


Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World



Hasil Liga Champions

Borussia Dortmund 0 - 1 Tottenham Hotspur (agregat 0-4)

Real Madrid 1 - 4 Ajax Amsterdam (agregat 3-5)

Equity World

Selasa, 05 Maret 2019

Equity World | Modric: Di 2015 Madrid Juga Terpuruk, tapi Setelahnya...

Equity World | Modric: Di 2015 Madrid Juga Terpuruk, tapi Setelahnya...

Equity World | Pemain bintang Real Madrid Luka Modric mengakui performa timnya menurun di musim ini. Meski begitu, Modric yakin Madrid selalu bisa bangkit untuk meraih sukes.

Madrid begitu merasakan dampak kehilangan Cristiano Ronaldo, yang hengkang ke Juventus pada musim panas lalu. Tanpa pencetak gol ulung, Los Blancos kesulitan bersaing dengan Barcelona dalam perburuan gelar juara LaLiga usai tertinggal 12 poin di papan klasemen sementara.

Modric cs juga tidak mungkin lagi menjuarai Copa del Rey setelah tersingkir di babak semifinal, menyusul kekalahan 0-3 (agregat 1-4) di tangan Barcelona di laga leg kedua. Liga Champions bisa jadi merupakan peluang terakhir El Real untuk mengangkat trofi juara, sekalipun mereka kini tidak terlalu difavoritkan.

Situasi Madrid saat ini, disebut Modric, mirip seperti situasi di 2015. Ketika itu, El Real menyudahi musim 2014/15 tanpa satu pun gelar juara mayor, namun setelahnya sukses menggondol tiga gelar juara Liga Champions berturut-turut.

"Kami tidak terlalu memperhatikan rumor-rumor. Kami fokus pada bagaimana caranya untuk meningkat," Modric mengatakan dilansir situs resmi Madrid. "Di Real Madrid akan selalu ada banyak orang yang membicarakan banyak hal, kami tidak bisa menghindarinya. Tapi kupikir kami selalu memberikan segalanya untuk Real Madrid dan kami selalu bangkit."


7 Fakta & Mitos Tentang Gangguan Bipolar yang Harus Kamu Tahu | Equity World

Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World


"Di 2015, kami tidak memenangi apapun dan semua orang mengatakan bahwa Madrid sudah tamat. Anda semua tahu apa yang terjadi kemudian dan apa yang kami menangi berikutnya," cetus Peraih Ballon d'Or 2018 ini.

"Itulah mengapa Anda harus percaya kami, kami akan terus berjuang, memberikan segalanya untuk klub ini dan kostum ini. Tim ini punya masa depan yang cerah."

Equity World