Equityworld Futures | Harga Minyak Brent Melonjak 63% di Maret 2026, Terbesar Sejak 1988
Equityworld Futures | Harga minyak Brent melonjak 63% pada bulan Maret dan mencatatkan kenaikan bulanan terbesar sejak tahun 1988 karena perang Iran telah memicu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah.
Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: Pembeli XAU/USD tetap dibatasi di bawah $4.600
Dikutip dari CNBC, Rabu (1/4/2026), harga minyak Brent yang menjadi acuan global untuk pengiriman Mei naik sekitar 5% pada hari Selasa dan ditutup pada harga USD 118,35 per barel. Namun, harga minyak untuk kontrak Juni turun 3,2%.
Sedangkan harga minyak mentah AS turun 1,46% menjadi USD 101,38 per barel. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 51% sepanjang Maret, menjadi bulan terbaiknya sejak Mei 2020.
Harga minyak mentah AS dan harga Brent Juni turun menyusul laporan bahwa Presiden Donald Trump dan Iran terbuka untuk mengakhiri perang.
“Ini adalah mimpi buruk,” kata Presiden Rapidan Energy Bob McNally.
“Pasar energi telah mengalami mimpi buruk yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya dan ingin percaya bahwa mimpi buruk itu telah berakhir," lanjut dia.
Trump mengatakan kepada para ajudannya bahwa ia bersedia mengakhiri operasi AS terhadap Iran bahkan jika Selat Hormuz tetap tertutup, demikian kata para pejabat pemerintahan kepada The Wall Street Journal.
Laporan yang belum dikonfirmasi juga mengindikasikan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian terbuka untuk mengakhiri perang.
Sementara itu, Iran menyerang kapal tanker minyak Kuwait yang berlabuh di luar Dubai. Tidak ada laporan korban luka dan tidak terjadi tumpahan minyak, menurut pernyataan dari Kuwait Petroleum Corporation .
CIO di FedWatch Advisors Ben Emons menyatakan, serangan tersebut mengindikasikan semakin ketatnya cengkeraman Republik Islam di Selat Hormuz, dengan menargetkan kapal tanker tepat di luar jalur air tersebut. Dia menyoroti risiko baru akan gangguan lebih lanjut terhadap aliran energi.
“Hasilnya adalah permainan yang lebih asimetris, dengan AS cenderung untuk menarik diri dan Iran masih termotivasi untuk memberikan kerugian,” kata Emons.
Rabu, 01 April 2026
Equityworld Futures | Harga Minyak Brent Melonjak 63% di Maret 2026, Terbesar Sejak 1988
Selasa, 31 Maret 2026
Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Naik Tajam, Brent Cetak Lonjakan Bulanan Terbesar sepanjang Sejarah
Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Naik Tajam, Brent Cetak Lonjakan Bulanan Terbesar sepanjang Sejarah
Equityworld Futures | Harga minyak dunia terus menguat dan mencatat lonjakan signifikan sepanjang Maret 2026, dipicu konflik yang kian memanas antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik Dua Hari Beruntun, Tapi Cetak Penurunan Bulanan
Mengutip CNBC, Selasa (31/3/2026), harga minyak mentah Brent sebagai acuan global naik 0,19% atau 21 sen menjadi USD 112,78 per barel.
Secara bulanan, Brent melonjak sekitar 55%—menjadi kenaikan terbesar sejak kontrak ini pertama kali diperdagangkan pada 1988. Rekor sebelumnya terjadi pada September 1990 saat Perang Teluk, dengan kenaikan 46%.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 3,25% atau USD 3,24 ke level USD 102,88 per barel. Kenaikan ini juga menandai pertama kalinya WTI ditutup di atas USD 100 sejak Juli 2022.
Lonjakan harga terjadi di tengah eskalasi konflik yang telah memasuki pekan kelima. Presiden AS, Donald Trump, memperingatkan Iran bahwa negaranya akan menghancurkan sumur minyak, pembangkit listrik, dan Pulau Kharg jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.
Dalam wawancara dengan Financial Times, Trump bahkan menyebut opsi yang diinginkannya adalah “mengambil minyak,” mengacu pada langkah AS di Venezuela yang berhasil menguasai sektor minyak negara tersebut setelah penangkapan pemimpinnya, Nicolás Maduro.
Senin, 30 Maret 2026
Equityworld Futures | Emas Dunia Berpotensi Tertekan, Pengamat: Penurunan Harga Hanya Sementara
Equityworld Futures | Emas Dunia Berpotensi Tertekan, Pengamat: Penurunan Harga Hanya Sementara
Equityworld Futures | Pergerakan harga emas dunia dan logam mulia domestik diprediksi akan mengalami volatilitas tinggi pada pembukaan pekan ini.
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Berpotensi Melesat Pekan Ini, Analis Ungkap Sentimennya
Meski tren jangka menengah menunjukkan sinyal penguatan, harga emas saat ini dinilai masih tertahan setelah gagal mencapai target kenaikan pada pekan sebelumnya.
Analis Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa harga emas dunia pada penutupan perdagangan terakhir berada di level 4.495 dolar AS per troy ons. Sementara itu, harga logam mulia di pasar domestik ditutup pada kisaran Rp2.837.000 per gram.
“Target pekan lalu di angka Rp2.800.000 per gram memang belum terealisasi, yang menandakan pergerakan harga masih tertahan di area tertentu,” ujar Ibrahim dalam riset mingguannya di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Ibrahim memetakan adanya potensi koreksi teknis di awal pekan. Jika tekanan jual meningkat, harga emas dunia diprediksi bisa melandai ke level 4.363 dolar AS per troy ons, yang akan menyeret harga emas domestik ke kisaran Rp2.815.000 per gram.
Dalam skenario pelemahan yang lebih dalam selama sepekan ke depan, harga emas dunia bahkan berisiko menyentuh 4.138 dolar AS per troy ons.
Jika kondisi ini terjadi, harga logam mulia di Indonesia berpotensi menembus level psikologis Rp2.800.000 hingga mencapai rentang Rp2.750.000 per gram.
Di sisi lain, peluang rebound tetap terbuka lebar. Ibrahim menetapkan beberapa titik resistensi penting:
Resistensi I: Emas dunia di level 4.666 dolar AS, dengan harga domestik di kisaran Rp2.855.000 per gram.
Resistensi II: Emas dunia mencapai 4.912 dolar AS, dengan harga domestik diprediksi menyentuh Rp2.920.000 per gram.
Terkait peluang emas domestik menembus angka Rp3.000.000 per gram, Ibrahim menilai kemungkinannya masih kecil untuk pekan ini, namun berpotensi besar terjadi pada pekan berikutnya.
Dinamika geopolitik global ditegaskan masih menjadi penggerak utama pasar komoditas, termasuk emas, nilai tukar dolar AS, hingga minyak mentah. Ketidakpastian situasi di berbagai kawasan dunia membuat investor cenderung bersikap selektif.
Jumat, 27 Maret 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Antam Hari Ini Tak Kemana-Mana, Buyback Turun
Equityworld Futures | Harga Emas Antam Hari Ini Tak Kemana-Mana, Buyback Turun
Equityworld Futures | Harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam Logam Mulia tidak bergerak pada perdagangan hari ini, Kamis (26/3/2026).
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melonjak Didorong Penurunan Harga Minyak 26 Maret 2026
Melansir data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com pukul 08.30 WIB, di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung Jakarta, harga emas satuan 1 gram pada hari ini dibanderol Rp2.850.000 per batang, atau tetap dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Tetapnya harga hari ini memutus optimisme kenaikan harga pada perdagangan kemarin.
Selaras dengan itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam justru turun. Hari ini harga buyback berada di level Rp2.490.000 per gram atau turun Rp17.000 dari harga perdagangan sebelumnya.
Harga emas naik hampir 2% pada Rabu, didorong oleh penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi serta menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Namun, ketidakpastian terkait konflik Timur Tengah masih berlangsung.
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu (25/3/2026) ditutup di posisi US$ 4505,06 per troy ons atau menguat 0,7%.
Penguatan ini memperpanjang reli emas dengan menguat 2,2% dalam dua hari terakhir.
Penguatan juga membawa emas kembali ke level US$ 4500 per troy ons setelah terjerembab ke level US$ 4400 dalam tiga hari.
Harga emas sedikit melandai pada hari ini. Pada Kamis (26/3/2026) oukul 06.28 WIB, harga emas ada di posisi US$ 4499,23 per troy ons atau melemah 0,13%.
Rabu, 25 Maret 2026
Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Pasifik Dibuka Melonjak Hari Ini, Mengekor Wall Street
Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Pasifik Dibuka Melonjak Hari Ini, Mengekor Wall Street
Equityworld Futures | Indeks Nikkei 225 Jepang naik 2,5%, sementara indeks saham Topix bertambah 2,4%. Indeks saham Kospi Korea Selatan melonjak 2,5%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 1,6%.
Equityworld Futures | Harga Emas Terbang Lagi, Tapi ‘Aroma’ Bahaya Makin Tercium
Indeks Hang Seng Hong Kong berada di 24.972 dibandingkan dengan penutupan terakhir indeks di 25.063,71.
Berbicara di Ruang Oval pada hari Selasa, Trump mengatakan AS dan Iran sedang bernegosiasi saat ini dan mengisyaratkan Teheran ingin mencapai kesepakatan perdamaian, menambahkan bahwa ia telah menarik kembali ancaman untuk menargetkan infrastruktur energi Iran.
Harga minyak turun pada jam perdagangan awal Asia. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate turun 3,92% menjadi USD 88,73 per barel.
Kontrak berjangka saham AS naik pada Selasa malam di Amerika Serikat, dengan indeks saham S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing naik 0,7% dan 0,8%. Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average naik 318 poin, atau 0,7%.
Indeks saham naik setelah S&P 500 mengalami penurunan, mengembalikan sebagian dari kenaikan tajam yang terlihat pada sesi sebelumnya, karena harga minyak mentah kembali naik sementara perang Iran berlanjut hingga minggu keempat.
Indeks saham secara luas turun 0,37% dan berakhir di 6.556,37, sementara Dow Jones Industrial Average turun 84,41 poin, atau 0,18%, dan menetap di 46.124,06. Nasdaq Composite turun 0,84% dan ditutup di 21.761,89.
Selasa, 17 Maret 2026
Equityworld Futures | Minyak Brent Melemah Tapi Harga Tetap Bertahan di Atas US$100
Equityworld Futures | Minyak Brent Melemah Tapi Harga Tetap Bertahan di Atas US$100
Equityworld Futures | Harga minyak Brent ditutup di atas US$100 untuk sesi ketiga berturut-turut, rentetan terpanjang sejak Agustus 2022, seiring para investor mempertimbangkan sinyal pasokan melimpah dalam jangka pendek di tengah meningkatnya ancaman militer terhadap infrastruktur energi di seluruh Timur Tengah.
Equityworld Futures | Harga Emas Nyaris Sentuh USD 5.000, Konflik Timur Tengah Bikin Pasar Deg-degan
Harga acuan ini turun tipis 2,8% dalam sesi yang bergejolak pada hari Senin waktu setempat, sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup pada US$93,50 per barel. AS dan Iran sama-sama meningkatkan serangan terhadap aset energi di kawasan tersebut, termasuk serangan drone terhadap ladang gas alam Shah yang sangat besar di Uni Emirat Arab (UEA).
Sejumlah trader juga menilai upaya global untuk meredam dampak terburuk dari guncangan pasokan yang akan datang akibat perang AS-Israel terhadap Iran, mulai dari pelepasan segera dari cadangan darurat Amerika Serikat (AS) hingga aliran kapal yang melewati titik transit kunci, Selat Hormuz.
Meskipun hal itu telah meredakan kekhawatiran tentang dampak langsung dari pasokan minyak Timur Tengah yang tertahan, para pedagang masih memperkirakan gangguan tersebut masih akan fatal.
Komoditas minyak mengalami penurunan dalam perdagangan pasca-penutupan pasar menyusul laporan Axios bahwa saluran komunikasi langsung antara AS dan Iran telah diaktifkan kembali dalam beberapa hari terakhir.
Selama perdagangan reguler, Presiden AS Donald Trump mengatakan AS sedang “menekan” kemampuan Iran untuk mengancam pelayaran komersial melalui Selat Hormuz dan kembali menyerukan kepada negara-negara lain untuk membantu mengamankan jalur tersebut. Di Hormuz biasanya menangani seperlima dari aliran minyak global, namun telah efektif ditutup oleh Iran sejak perang dimulai pada akhir bulan lalu.
gfx
Pasar minyak terus merasakan dampak lanjutan dari minggu paling volatil dalam sejarah untuk patokan Brent global. Rentang perdagangan harian jauh lebih luas dari biasanya karena gejolak di Timur Tengah menciptakan apa yang digambarkan Badan Energi Internasional (IEA) sebagai gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global.
“Penutupan Selat Hormuz mengubah gangguan pelayaran menjadi kerugian pasokan global yang sesungguhnya karena penyimpanan di wilayah tersebut penuh dan penutupan hulu meningkat,” terang analis Morgan Stanley termasuk Martijn Rats dan Charlotte Firkins. Bank tersebut menaikkan perkiraannya untuk kuartal kedua menjadi US$110 per barel.
Beberapa kapal mulai menemukan cara untuk melewati jalur air tersebut. Selama akhir pekan, seorang pemilik kapal Yunani mengirimkan sebuah kapal dengan sinyalnya dimatikan, sementara sebuah kapal tanker minyak Pakistan tampaknya juga telah melakukan perjalanan berbahaya tersebut. India sedang melakukan pembicaraan dengan Iran untuk memastikan perjalanan yang aman bagi enam kapal tanker yang mengangkut gas petroleum cair.
Pada bagian lain, Departemen Energi AS bersiap untuk melepas tahap pertama dari rencana pelepasan cadangan minyak mentah darurat sebesar 172 juta barel. Transaksi dengan perusahaan penyulingan akan dilakukan dalam bentuk pertukaran yang harus dikembalikan oleh perusahaan-perusahaan tersebut beserta imbal hasilnya.
Perbedaan harga spot WTI — selisih antara dua kontrak terdekatnya — menyempit menjadi sekitar US$1,06 per barel, sebuah sinyal bahwa para pedagang mengantisipasi pasokan jangka pendek yang melimpah. Lebih dari seminggu yang lalu, selisih tersebut berada di US$6,46.
- Minyak Brent untuk harga settlement bulan Mei turun 2,8% menjadi US$100,21 per barel di New York
- Minyak WTI untuk pengiriman April turun 5,3% menjadi US$93,5 per barel.
Senin, 16 Maret 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Masih Fluktuatif, Investor Tunggu Sinyal Fed
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Masih Fluktuatif, Investor Tunggu Sinyal Fed
Equityworld Futures | Harga emas dunia bergerak fluktuatif sepanjang pekan lalu, berada di kisaran USD 5.000 hingga USD 5.240 per ons. Kenaikan harga terjadi hingga Selasa pagi, namun kemudian berbalik melemah secara bertahap hingga Jumat di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi konflik yang lebih panjang dan tidak menentu di Timur Tengah.
Equityworld Futures | Kenapa Harga Emas Tak Banyak Gerak saat Perang Iran vs AS-Israel?
Survei Emas Mingguan dari Kitco News menunjukkan pelaku pasar di Wall Street masih ragu terhadap arah emas dalam jangka pendek, sementara investor ritel di Main Street tetap mempertahankan pandangan bullish moderat meski kinerja pekan ini kurang memuaskan.
Ahli strategi pasar senior di Forex.com, James Stanley optimistis harga emas akan kembali naik pekan ini di tengah ketidakpastian global.
“Naik. Emas telah bertahan di angka USD 5.000 di pasar spot, yang menurut saya lebih penting daripada kebanyakan. Ini menunjukkan peningkatan penerimaan, dan selama itu tetap ada, saya pikir ada peluang bagi para investor bullish untuk melakukan dorongan lagi,” ujarnya, dikutip dari Kitco news, Senin (16/3/2026).
Jumat, 13 Maret 2026
Equityworld Futures | Harga Minyak Balik ke Bawah US$100 Usai AS Izinkan Beli Minyak Rusia
Equityworld Futures | Harga Minyak Balik ke Bawah US$100 Usai AS Izinkan Beli Minyak Rusia
Equityworld Futures | Harga minyak dunia turun pada perdagangan Jumat (13/3) pagi setelah pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan izin sementara bagi negara-negara untuk membeli minyak Rusia yang saat ini tertahan di laut selama 30 hari. Kebijakan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.
Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Melorot Tajam, Harga Perak Ikut Amblas
Mengutip Reuters, harga kontrak minyak mentah Brent turun 71 sen atau 0,71 persen menjadi US$99,75 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 88 sen atau 0,92 persen menjadi US$94,85 per barel.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan penerbitan lisensi tersebut merupakan langkah untuk menstabilkan pasar energi global yang bergejolak akibat perang di Iran.
Analis Haitong Futures, Yang An, menilai kebijakan itu memang membantu meredakan kekhawatiran pasar dalam jangka pendek, namun belum menyelesaikan masalah utama yang memicu ketidakpastian harga minyak.
"Penerbitan lisensi ini meredakan kekhawatiran pasar, tetapi tidak menyelesaikan masalah paling mendasar. Hal terpenting adalah pemulihan navigasi di Selat Hormuz," ujarnya.
Pengumuman terkait minyak Rusia itu muncul sehari setelah Departemen Energi AS menyatakan akan melepas 172 juta barel minyak dari cadangan strategis atau Strategic Petroleum Reserve untuk menahan lonjakan harga minyak akibat perang di Iran.
Langkah tersebut dikoordinasikan dengan International Energy Agency yang juga sepakat melepas total 400 juta barel minyak dari cadangan strategis global, termasuk kontribusi dari Amerika Serikat.
Meski demikian, analis IG Tony Sycamore mengatakan dampak positif dari pelepasan cadangan minyak itu tidak berlangsung lama setelah risiko geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat.
Sebelumnya pada Kamis (12/3), harga minyak melonjak lebih dari 9 persen dan mencapai level tertinggi sejak Agustus 2022. Ketegangan meningkat setelah pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei menyatakan negaranya akan terus bertempur dan tetap menutup Selat Hormuz sebagai alat tekanan terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Kamis, 12 Maret 2026
Equityworld Futures | Iran: Siap-Siap Harga Minyak US$200 per Barel
Equityworld Futures | Iran: Siap-Siap Harga Minyak US$200 per Barel
Equityworld Futures | Pemerintah Iran memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi lonjakan harga minyak hingga US$200 per barel, di tengah eskalasi perang yang makin luas dan gangguan serius terhadap jalur distribusi energi internasional.
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Turun ke USD 5.170 per Ons
Peringatan tersebut disampaikan setelah pasukan Iran dilaporkan menyerang kapal-kapal dagang di perairan Teluk pada Rabu (11/3/2026), sementara Badan energi internasional (International Energy Agency/IEA) telah sepakat melepas cadangan minyak strategis hingga 400 juta barel untuk meredam guncangan pasokan energi yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terburuk sejak krisis minyak 1970-an.
"Bersiaplah harga minyak menjadi US$200 per barel, karena harga minyak bergantung pada keamanan regional, yang telah Anda destabilisasi," kata juru bicara komando militer Iran Ebrahim Zolfaqari dalam pernyataan yang ditujukan kepada Washington, dilansir Reuters.
elain itu, setelah kantor sebuah bank di Teheran terkena serangan pada malam sebelumnya, Zolfaqari mengatakan Iran akan merespons dengan menyerang bank-bank yang melakukan bisnis dengan AS atau Israel.
Ia juga memperingatkan masyarakat di Timur Tengah agar menjaga jarak 1.000 meter dari bank-bank di kawasan tersebut.
Perang yang dipicu oleh serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel hampir dua pekan lalu telah menewaskan sekitar 2.000 orang. Konflik tersebut juga meluas ke wilayah Lebanon serta menyebabkan kekacauan di pasar energi global dan sektor transportasi.
Meskipun Pentagon menggambarkan operasi udara terhadap Iran sebagai yang paling intens sejak perang dimulai, Teheran menunjukkan bahwa mereka masih mampu melakukan serangan balasan.
Pada Rabu, Iran meluncurkan serangan ke Israel dan sejumlah target lain di Timur Tengah. Serangan ini menunjukkan bahwa kemampuan militernya masih aktif meskipun menghadapi tekanan militer besar.
Di perairan Teluk, tiga kapal dilaporkan terkena serangan. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan mereka menembaki kapal-kapal di kawasan tersebut yang tidak mematuhi perintah mereka.
Di tengah ketegangan tersebut, harga minyak global yang sempat melonjak hingga hampir US$120 per barel pada awal pekan kemudian turun kembali ke sekitar US$90. Namun pada Rabu, harga kembali naik hampir 5% akibat kekhawatiran gangguan pasokan.
Rabu, 11 Maret 2026
Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: Akankah Data Inflasi IHK AS Mendorong Pembeli XAU/USD?
Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: Akankah Data Inflasi IHK AS Mendorong Pembeli XAU/USD?
Equityworld Futures | Emas melanjutkan pemulihan di atas batas $5.200 dalam perdagangan sesi Asia pada hari Rabu, karena para pembeli tampak optimis menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk mendapatkan daya dorong lebih lanjut.
Equityworld Futures | Harga Emas Turun saat Perang di Timteng, Tak Lagi Jadi Safe Haven?
Meski perang di Timur Tengah semakin meningkat, Emas kesulitan untuk bersinar sebagai penyimpan nilai tradisional, serta sebagai lindung nilai inflasi.
Namun, pembaruan aksi jual dalam harga Minyak, setelah laporan Reuters bahwa "International Energy Agency (IEA) telah mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarahnya untuk menurunkan harga minyak mentah, mengangkat sentimen risiko dan mengurangi daya tarik safe-haven Dolar AS (USD). Hal ini, pada gilirannya, mendukung kelanjutan rebound dalam Emas dari dekat area $5.000.
Pasar sangat menantikan data inflasi IHK AS untuk bulan Februari untuk menentukan apakah pemotongan suku bunga Federal Reserve (The Fed) masih menjadi opsi di tahun ini. Laporan inflasi bisa menjadi katalis penting yang dicari para pembeli Emas untuk mengembalikan tren naik.
IHK inti AS diprakirakan stabil di 2,5% pada basis tahunan pada bulan Februari. IHK inti bulanan diprakirakan naik sebesar 0,2% di bulan Februari setelah pertumbuhan 0,3% di bulan Januari. Sementara itu, inflasi IHK tahunan diprakirakan tetap di 2,4% pada periode yang sama.
Reaksi terhadap data inflasi AS bisa bersifat sementara dan berlangsung singkat di tengah pembaruan perang di Timur Tengah dan volatilitas harga Minyak, yang dapat membayangi sentimen para investor.
Relative Strength Index (RSI) terbaru yang mendekati 57 tetap nyaman di atas garis tengah 50, mengindikasikan momentum positif tetapi tidak terlalu tertekan setelah pullback baru-baru ini dari puncak akhir Mei.
Jika data IHK tahunan dan bulanan inti menunjukkan kenaikan yang mengejutkan, hal ini dapat menghilangkan potensi pemotongan suku bunga The Fed untuk tahun ini, menghidupkan kembali tren naik Dolar AS. Dalam kasus ini, Emas bisa jatuh kembali menuju area support $5.000 sebelum melepaskan penurunan tambahan menuju SMA 50-hari di $4.915.
Sebaliknya, Emas bisa mempertahankan momentum pemulihan jika inflasi melambat dengan laju yang lebih cepat dari yang diprakirakan. Skenario ini akan mendorong Emas lebih jauh menuju resistance Fibonacci 78,6% di $5.342 jika batas psikologis $5.250 berhasil ditembus secara tegas.
Selasa, 10 Maret 2026
Equityworld Futures | Kata Trump Harga Minyak Naik karena Perang Cuma Urusan Kecil
Equityworld Futures | Kata Trump Harga Minyak Naik karena Perang Cuma Urusan Kecil
Equityworld Futures | Perang yang dimulai oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran membuat harga minyak dunia melambung. Namun, Presiden AS Donald Trump menganggap hal itu cuma masalah kecil.
Equityworld Futures | Harga Emas Turun Lagi, Enaknya Jual atau Beli?
Dirangkum detikcom, Senin (9/3/2026), AS dan Israel meluncurkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2). Serangan itu menyebabkan Ayatollah Ali Khamenei yang saat itu merupakan pemimpin tertinggi Iran gugur.
Iran langsung membalas serangan tersebut dengan meluncurkan drone serta rudal ke pangkalan militer AS dan fasilitas AS yang ada di sejumlah negara Asia Barat seperti Qatar, Irak, Bahrain hingga Arab Saudi. Iran juga meluncurkan serangan ke Israel.
Saling serang antara AS-Israel dengan Iran terus berlanjut. Kondisi itu menyebabkan kapal-kapal pengangkut minyak takut untuk melintasi Selat Hormuz yang merupakan jalur penting minyak dunia.
Harga minyak dunia pun langsung melonjak hingga di atas USD 100 per barel. Sejumlah negara penghasil minyak besar seperti, Kuwait dan Uni Emirat Arab, mengurangi produksi karena penyimpanan mereka cepat penuh akibat penutupan Selat Hormuz. Irak juga mulai menghentikan produksinya minggu lalu.
Trump lalu menanggapi lonjakan harga minyak imbas perang yang dikobarkannya itu. Trump menilai lonjakan harga minyak itu sebagai pergerakan jangka pendek dan merupakan 'harga yang sangat kecil untuk dibayar'.
Trump, seperti dilansir Bloomberg dan Al Arabiya, Senin (9/3/2026), mengatakan lonjakan harga minyak akan turun dengan cepat 'ketika penghancuran ancaman nuklir Iran berakhir'.
"Harga minyak jangka pendek, yang akan turun dengan cepat ketika penghancuran ancaman nuklir Iran berakhir, adalah harga yang sangat kecil untuk dibayar bagi AS, dan dunia, dan keamanan dan perdamaian," tulis Trump dalam pernyataan via Truth Social.
"HANYA ORANG BODOH YANG AKAN BERPIKIR SECARA BERBEDA," ucap Presiden AS tersebut.
Dalam unggahan media sosial pada Sabtu (7/3) pagi, Trump mengatakan AS akan mempertimbangkan untuk menyerang area-area dan kelompok orang di Iran yang sebelumnya tidak dianggap sebagai target. Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersumpah untuk tidak mundur.
Sementara itu, Iran baru saja mengumumkan Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi yang baru. Garda Revolusi Iran telah berjanji untuk patuh kepada pemimpin tertinggi yang baru.
Senin, 09 Maret 2026
Equityworld Futures | Proyeksi Sepekan: Harga Emas Berpotensi Naik Meski Sentimen Pasar Terbelah
Equityworld Futures | Proyeksi Sepekan: Harga Emas Berpotensi Naik Meski Sentimen Pasar Terbelah
Equityworld Futures | Harga emas dunia naik pada Jumat (6/3/2026) pekan lalu usai data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan menjaga harapan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed)
Equityworld Futures | Efek Domino Penutupan Selat Hormuz: Minyak Mahal, Inflasi hingga Harga Emas Terus Naik
Namun, logam mulia ini mencatatkan penurunan mingguan pertama dalam lima pekan terakhir seiring penguatan dolar AS menahan laju kenaikannya.
Emas spot naik 1,77 persen menjadi USD5.171,06 per troy ons pada Jumat, tetapi secara mingguan masih turun 2,06 persen.
Prospek Emas Sepekan
Survei Emas Mingguan terbaru dari Kitco News menunjukkan pelaku pasar di Wall Street masih terbelah mengenai arah emas dalam jangka pendek.
Sementara itu, optimisme investor ritel kembali ke level rata-rata setelah harga emas melemah sepanjang pekan lalu.
“Saya tetap mempertahankan bias bullish meskipun pekan ini cukup berat. Level dukungan USD 5.000 pada emas spot sejauh ini bertahan dengan baik, dan menurut saya ini bisa menjadi peluang nilai yang menarik menjelang pekan ini,” ujar analis senior pasar di Forex.com, James Stanley.
Di sisi lain, jajak pendapat daring Kitco News mencatat 340 suara dari investor ritel. Sentimen ritel kembali ke kisaran rendah 60 persen, level yang bertahan sejak aksi jual pada awal Februari.
Sebanyak 211 trader ritel atau 62 persen memperkirakan harga emas masih naik pada pekan ini. Sebanyak 56 responden atau 16 persen memprediksi harga logam mulia itu melemah.
Sementara 73 investor lainnya atau 22 persen memperkirakan harga bergerak konsolidatif.
Kalender data ekonomi pekan ini akan menampilkan sejumlah indikator penting terkait inflasi dan pertumbuhan ekonomi, serta gambaran lebih mendalam mengenai sektor perumahan dan kondisi konsumen di Amerika Serikat (AS).
Pada Selasa pagi, pasar akan menerima data penjualan rumah eksisting untuk Februari. Selanjutnya pada Rabu, laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) Februari akan dirilis.
Kemudian pada Kamis, pelaku pasar akan mencermati data klaim pengangguran mingguan serta laporan housing starts dan izin mendirikan bangunan untuk Januari.
Sementara pada Jumat pagi, sejumlah data penting akan dirilis, termasuk pesanan barang tahan lama, estimasi awal Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV, Core PCE, serta data lowongan kerja JOLTS, seluruhnya untuk periode Januari.
Jumat, 06 Maret 2026
Equitworld Futures | Harga Emas Ambruk 1% Lebih, Dihantam Sang "Musuh Abadi"
Equitworld Futures | Harga Emas Ambruk 1% Lebih, Dihantam Sang "Musuh Abadi"
Equitworld Futures | Harga emas dan perak ambruk lagi setelah dolar Amerika Serikat (AS) melesat.
Equityworld Futures | Harga Emas Turun Gara-gara Penguatan Dolar AS
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Kamis (5/3/2026) ditutup di posisi US$ 5.076,59 per troy ons. Harganya ambruk 1,14%. Harga penutupan kemarin adalah yang terendah sejak 19 Februari atau dua pekan terakhir.
Pelemahan harga juga menyeret emas ke bawah level US$ 5.100 per troy ons. Pelemahan ini membalikkan kenaikan sebesar 1% pada perdagangan Rabu.
Pada hari ini, harga emas sedikit membaik. Pada Jumat (6/3/2026) pukul 06.10 WIB, harga emas menguat 0,25% ke US$ 5.089 atau menguat 0,16%.
Harga emas melemah karena dolar AS melesat tajam. Indeks dolar ditutup di posisi 99,08 pada perdagangan kemarin, tertinggi sejak 19 Februari 2026.
Dolar AS adalah "musuh abadi" emas karena sangat menentukan permintaan.
Pembelian emas global dikonversi ke dolar AS sehingga kenaikan harga emas akan membuat emas makin mahal dibeli sehingga permintaan turun.
Ada dua faktor utama yang menopang penguatan dolar.
Pertama, harga minyak mentah melonjak ke level tertinggi baru dalam satu tahun, setelah muncul laporan mengenai gangguan di Selat Hormuz serta serangan terhadap kapal di kawasan tersebut.
Kedua, data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan pasar tenaga kerja masih cukup tangguh.
Laporan Challenger Job Cuts menunjukkan perusahaan-perusahaan di AS mengumumkan 48.307 pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Februari, turun 55% dibandingkan Januari yang mencapai 108.435 PHK.
Sementara itu, klaim awal tunjangan pengangguran (Initial Jobless Claims) untuk pekan yang berakhir 28 Februari tercatat 213 ribu, sama dengan angka sebelumnya dan lebih rendah dari perkiraan pasar 215 ribu.
Di sisi lain, produktivitas tenaga kerja non-pertanian (Nonfarm Productivity) pada kuartal IV 2025 naik 2,8%, melambat dari sebelumnya 5,2%. Pada periode yang sama, biaya tenaga kerja per unit (Unit Labor Cost) meningkat 2,8%, berbalik dari penurunan -1,8% pada kuartal III.
Investor dan trader emas akan mencermati data lanjutan. AS akan merilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Februari pada hari ini, Jumat. Data ini diperkirakan menunjukkan ekonomi AS menambah 59 ribu lapangan kerja baru. Pada periode yang sama, tingkat pengangguran diproyeksikan tetap di 4,3%, tidak berubah dari Januari.
AS juga akan merilis data Penjualan Ritel Januari, yang sebelumnya tertunda akibat penutupan sebagian pemerintah (partial government shutdown) pada Februari lalu.
Kendati melemah, emas memiliki potensi naik karena perang.
Israel melancarkan gelombang besar serangan ke Teheran pada Kamis, menargetkan apa yang disebut sebagai infrastruktur milik otoritas Iran, setelah rudal Iran membuat jutaan warga Israel berlari menuju bunker perlindungan.
"Di satu sisi, konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah bisa meningkatkan permintaan aset safe haven seperti emas. Namun di sisi lain, risiko periode harga energi tinggi yang berkepanjangan dapat membuat pemangkasan suku bunga menjadi tidak mungkin, bahkan meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga, sehingga membatasi kenaikan harga emas lebih lanjut," kata Hamad Hussain, ekonom iklim dan komoditas di Capital Economics.
Dalam jangka panjang, emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi logam mulia ini juga cenderung berkinerja lebih baik ketika suku bunga lebih rendah, karena emas tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).
Kamis, 05 Maret 2026
Equityworld Futures | Bursa Asia Rebound pada Kamis (5/3) Pagi, Mengekor Kenaikan Wall Street
Equityworld Futures | Bursa Asia Rebound pada Kamis (5/3) Pagi, Mengekor Kenaikan Wall Street
Equityworld Futures | Bursa Asia bergerak rebound pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi, setelah anjlok kemarin.
Equityworld Futures | Harga Emas Bangkit, Saatnya Kumpulkan Tenaga ke Level Tertinggi
Mengutip Bloomberg, pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 naik 2.224,81 poin atau 4,13% ke 56.477,43, Hang Seng naik 335,17 poin atau 1,32% ke 25.583,65, Taiex naik 1.198,91 poin atau 3,65% ke 34.032,03, Kospi naik 577,22 poin atau 11,28% ke 5.668,28, ASX 200 naik 24,99 poin atau 0,28% ke 8.926,10, Straits Times naik 37,61 poin atau 0,79% ke 4.850,96 dan FTSE Malaysia naik 8,46 poin atau 0,50% ke 1.706,68.
Bursa Asia rebound setelah aksi jual kemarin, mengekor rebound di Wall Street yang didorong oleh optimisme data ekonomi.
Indeks Kospi melonjak 11%, pulih dari titik terendah dalam sejarah indikator tersebut. Indeks MSCI Asia Pasifik yang lebih luas naik 2,8%.
Kenaikan bursa Asia mengikuti rebound di Wall Street yang didukung reli saham perusahaan teknologi besar.
"Saya pikir para pelaku pasar sedang mengamati dan mencoba untuk mengatakan bagaimana ini aan berjalan? Apa tujuan akhirnya?" kata David Solomon, kepala eksekutif Goldman Sachs dalam wawancara dengan Bloomberg TV.
"Seiring dengan bertambahnya informasi yang dimiliki dalam beberapa hari mendatang, satu atau dua minggu mendatang, saya pikir ini akan berdampak pada premi risiko."
Di sisi lain, pasar tetap akan fokus pada minyak, karena lonjakan harga setelah perang Iran mengancam kenaikan inflasi.
Rabu, 04 Maret 2026
Equityworld Futures | Wall Street Anjlok 2% Selasa (3/3), Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Inflasi
Equityworld Futures | Wall Street Anjlok 2% Selasa (3/3), Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Inflasi
Equityworld Futures | Indeks-indeks utama Wall Street merosot lebih dari 2% pada perdagangan Selasa (3/3/2026), dengan S&P 500 menyentuh level terendah dalam lebih dari dua bulan.
Equityworld Futures | Peringatan Keras: Harga Emas Ambruk 4% dalam Sehari, Masih Bisa Naik?
Investor bersiap menghadapi dampak meluasnya konflik Timur Tengah terhadap harga minyak, inflasi, dan perdagangan global.
Melansir Reuters pada pukul 09.50 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average turun 1.083,69 poin atau 2,22% ke 47.821,09. S&P 500 kehilangan 141,91 poin atau 2,06% ke 6.739,71, sedangkan Nasdaq Composite merosot 483,41 poin atau 2,12% ke 22.265,45.
Tekanan jual terjadi secara luas, dengan seluruh sektor utama di S&P 500 berada di zona merah.
Saham-saham teknologi berkapitalisasi besar melemah 1,9%, dengan Nvidia turun 1,7% setelah sebelumnya menguat pada sesi sebelumnya.
Indeks saham berkapitalisasi kecil turun 3,4%. Sementara itu, indeks volatilitas CBOE (VIX) – yang kerap disebut sebagai pengukur ketakutan pasar – melonjak ke level tertinggi tiga bulan di 27,30.
Manajer aset alternatif juga tertekan setelah lonjakan permintaan penarikan dana menghantam dana kredit andalan Blackstone, BCRED.
Saham Blackstone merosot 7,7%, sedangkan Ares Management dan Blue Owl Capital masing-masing turun sekitar 4%.
Ancaman Teheran untuk menyerang kapal mana pun yang melintasi Selat Hormuz, ditambah penghentian produksi oleh sejumlah produsen minyak dan gas di Timur Tengah, telah mendorong kenaikan tarif pengiriman global serta harga minyak mentah dan gas alam.
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia.
“Investor khawatir akan tambahan tekanan inflasi ke depan. Kekhawatiran utama adalah jika harga minyak menembus US$100 per barel dan bertahan di sana,” ujar Robert Pavlik, manajer portofolio senior di Dakota Wealth.
“Semoga ini menjadi perang yang cepat dan menentukan. Namun masih banyak pertanyaan, jadi saya tidak akan mengambil risiko besar,” tambahnya.
Sektor-sektor yang sensitif terhadap harga minyak seperti maskapai dan pariwisata kembali tertekan untuk hari kedua. Saham Delta turun sekitar 3%, sementara Royal Caribbean melemah 4%.
Selasa, 03 Maret 2026
Equityworld Futures | Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Melemah
Equityworld Futures | Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Melemah
Equityworld Futures | Wall Street berakhir mixed pada Senin (2/3/2026) dengan indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, berakhir di teritori negatif.
Equityworld Futures | Harga Emas Membara di Tengah Perang, Tembus Rekor Tertinggi Sebulan
Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones turun 73,14 poin, atau sekitar 0,15 persen, menjadi 48.904,78. Indeks S&P 500 berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 2,74 poin menjadi 6.881,62. Indeks komposit Nasdaq meningkat 80,65 poin, atau sekitar 0,36 persen, menjadi 22.748,86.
Pergerakan ketiga angka indeks terpengaruh serangan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan para pejabat tinggi negara tersebut.
Saham sektor energi naik dipicu kekhawatiran terganggunya pasokan ke pasar minyak global setelah Iran menutup arus pelayaran di Selat Hormuz. Saham Chevron dan Exxon Mobil masing-masing melonjak 1,52 persen dan 1,13 persen.
Saham sektor teknologi menguat dengan saham Nvidia dan Microsoft masing-masing meningkat 3 persen dan 1,5 persen.
Saham maskapai penerbangan melemah dipicu terganggunya perjalanan udara di kawasan Timur Tengah. Saham Delta Airlines, United Airlines, dan American Airlines masing-masing anjlok 2,21 persen, 2,91 persen, dan 4,21 persen.
Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik dipicu serangan AS-Israel terhadap Iran. Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik 2,7 persen menjadi US$5.389,2 per ons.
Peningkatan harga emas berjangka terbatasi penguatan nilai tukar dolar AS, dengan indeks dolar AS naik 0,96 persen.
Bursa saham Eropa melemah pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 1,7 persen, dipicu serangan AS-Israel terhadap Iran.
Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, merosot 130,44 poin, atau sekitar 1,2 persen, menjadi 10.780,11. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, anjlok 646,26, atau sekitar 2,56 persen, menjadi 24.638.
Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 485 poin, atau sekitar 2,64 persen, menjadi 17.875,8. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, turun 186,43 poin, atau sekitar 2,17 persen, menjadi 8.394,32.
Nilai tukar poundsterling melemah 0,68 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3393 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1405 euro per pound.
Senin, 02 Maret 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Diproyeksi Naik Tajam Imbas Serangan AS-Israel ke Iran
Equityworld Futures | Harga Emas Diproyeksi Naik Tajam Imbas Serangan AS-Israel ke Iran
Equityworld Futures | Harga emas dan perak berpotensi menguat tajam pada pembukaan pasar Senin (2/3/2026), ditopang eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.
Equityworld Futures | 76% Investor Optimistis Harga Emas “To The Moon” di Tengah Ketidakpastian Global
Melansir dari Reuters, Sabtu (28/2), Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan menyeret kawasan tersebut ke babak konflik baru.
Situasi ini membuat negara-negara produsen minyak di Teluk Arab siaga, terutama setelah Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel.
Empat sumber Reuters menyebut sejumlah perusahaan minyak besar dan rumah dagang utama menangguhkan pengiriman minyak mentah dan bahan bakar melalui Selat Hormuz menyusul serangan tersebut.
Jalur ini merupakan salah satu rute vital energi global, sehingga gangguan apa pun langsung memicu kekhawatiran pasar.
Di tengah ketidakpastian, investor kembali memburu aset safe haven.
Emas, yang telah mencatat reli panjang, naik 22,46 persen sejak awal 2026 dan melonjak 8,14 persen sepanjang Februari.
Pada perdagangan terakhir, harga emas menyentuh USD5.279,95 per troy ons, tertinggi sejak Januari 2026. Sepanjang 2025, logam mulia ini bahkan melesat 64 persen.
Perak juga mengikuti tren penguatan, meski pergerakannya cenderung lebih volatil.
AVP Commodity Research SMC Global Securities, Vandana Bharti, mengatakan emas biasanya naik cepat saat dunia dilanda ketidakstabilan karena dipandang sebagai penyimpan nilai.
“Dalam jangka pendek, harga kerap melonjak ketika berita muncul dan pelaku pasar bergegas melakukan lindung nilai. Namun seiring waktu, pasar cenderung stabil kembali dan harga bisa terkoreksi jika ketegangan mereda,” ujarnya, dikutip Money Control.
Jumat, 27 Februari 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tertahan, Pasar Tunggu Hasil Negosiasi Nuklir AS-Iran
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tertahan, Pasar Tunggu Hasil Negosiasi Nuklir AS-Iran
Equityworld Futures | Harga emas dunia bergerak stabil pada Kamis waktu setempat, seiring pelaku pasar memilih menunggu hasil putaran ketiga perundingan tidak langsung antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait program nuklir di Jenewa. Investor berharap negosiasi tersebut dapat meredakan ketegangan geopolitik global.
Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Tipis, Pasar Tunggu Hasil Perundingan Nuklir AS-Iran
Mengutip CNBC, Jumat (27/2/2026), harga emas spot tercatat di level USD 5.168,72 per ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup melemah 0,6% ke posisi USD 5.194,20 per ounce.
Analis pasar dari FOREX.com, Razan Hilal, menilai pergerakan emas dan perak masih menghadapi tantangan teknikal.
“Emas dan perak sedang berupaya menembus level resistance di USD 5.200 dan USD 90, namun sejauh pekan ini belum mampu mempertahankan penguatannya. Hal ini meningkatkan risiko penurunan harga apabila kesepakatan geopolitik jangka pendek benar-benar terwujud,” tulis Hilal dalam catatannya.
Menurut dia, emas dan perak mencoba menembus level resistensi masing-masing di USD 5.200 dan USD 90, namun belum mampu mempertahankan penguatan. Jika kesepakatan geopolitik tercapai dalam waktu dekat, risiko koreksi harga bisa meningkat.
Kamis, 26 Februari 2026
Equityworld Futures | Harga Minyak Hari Ini Bervariasi, Stok AS jadi Penyebabnya
Equityworld Futures | Harga Minyak Hari Ini Bervariasi, Stok AS jadi Penyebabnya
Equityworld Futures | Harga minyak bervariasi pada perdagangan Rabu, 25 Februari 2026 (Kamis waktu Jakarta). Pergerakan harga minyak itu seiring peningkatan stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) jauh lebih besar dari perkiraan mengimbangi ancaman terhadap pasokan minyak dari potensi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran.
Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Sentuh USD 5.200, Ini Pemicu Kenaikan Logam Mulia
Mengutip CNBC, harga minyak kontrak berjangka Brent naik 8 sen menjadi USD 70,85 per barel. Sementara itu, harga minyak kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 21 sen menjadi USD 65,42.
Badan Informasi Energi (EIA) atau the Energy Information Administration mengatakan, persediaan minyak mentah AS naik 16 juta barel pada minggu lalu seiring pemanfaatan kilang menurun dan impor meningkat. Angka itu dibandingkan dengan harapan analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 1,5 juta barel.
Namun, angka penyesuaian EIA, yang mencakup total perubahan stok minyak mentah yang tidak diperhitungkan, mencapai rekor tertinggi minggu lalu sebesar 2,7 juta barel per hari. “Laporan bearish (EIA) dengan peningkatan stok minyak mentah yang besar, tetapi dampaknya terhadap harga terbatas, karena pasar minyak saat ini lebih dipengaruhi oleh faktor lain, seperti ketegangan geopolitik di Timur Tengah,” ujar Analis Komoditas UBS, Giovanni Staunovo.
Harga Brent mencapai level tertinggi sejak 31 Juli pada Jumat, sementara WTI mencapai level tertinggi sejak 4 Agustus pada Senin. Hal ini karena AS menempatkan pasukan militer di Timur Tengah untuk mencoba memaksa Iran bernegosiasi untuk mengakhiri program nuklir dan rudal balistiknya.
Konflik yang berkepanjangan dapat mengganggu pasokan dari Iran, produsen minyak mentah terbesar ketiga di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), dan negara-negara lain di kawasan penghasil minyak utama Timur Tengah.
Rabu, 25 Februari 2026
Equityworld Futures | Wall Street Bangkit Didorong Optimisme AI
Equityworld Futures | Wall Street Bangkit Didorong Optimisme AI
Equityworld Futures | Indeks-indeks utama di bursa Amerika Serikat (AS) kompak mencatat kenaikan setelah saham-saham teknologi bangkit di tengah meredanya kekhawatiran pasar terhadap dampak kecerdasan buatan (AI).
Equityworld Futures | Bruk! Harga Emas Tiba-Tiba Ambruk Hampir 2% dalam 24 Jam, Ada Apa?
Optimisme baru terhadap prospek AI membantu pasar pulih setelah sebelumnya sempat tertekan oleh fluktuasi sentimen risiko.
Dikutip dari Reuters, Kamis 25 Februari 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 370,44 poin atau 0,76 persen ke level 49.174,50. Indeks S&P 500 menguat 52,32 poin atau 0,77 persen ke 6.890,07. Sementara Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melonjak 236,41 poin atau 1,05 persen ke 22.863,68.
Saham semikonduktor menjadi salah satu pendorong utama penguatan, sementara sektor consumer discretionary dan teknologi memimpin kenaikan di S&P 500. Sebaliknya, sektor kesehatan mencatat pelemahan terdalam.
Kenaikan ini terjadi setelah pasar pada hari sebelumnya mengalami tekanan tajam akibat spekulasi bahwa AI dapat mengganggu berbagai sektor industri. Namun pada perdagangan terbaru, investor memanfaatkan pelemahan tersebut untuk kembali masuk ke pasar.
“Pasar akan berada dalam periode ketidakpastian dan hari ini kita melihat aksi beli saat harga turun (buy on the dip),” kata Matthew Keator dari Keator Group.
Ia menambahkan bahwa pergerakan harian kemungkinan masih akan fluktuatif karena belum ada kejelasan apakah AI akan lebih bersifat mendukung atau justru mendisrupsi bisnis-bisnis yang ada.
Sentimen AI kembali menguat setelah perusahaan laboratorium AI Anthropic mengumumkan sejumlah plug-in baru yang menyasar sektor perbankan investasi dan sumber daya manusia. Plug-in tersebut dikembangkan bersama sejumlah perusahaan besar seperti Thomson Reuters, Salesforce, dan FactSet.
Di sisi lain, pejabat bank sentral AS juga menyoroti dampak AI terhadap pasar tenaga kerja. Gubernur The Fed Lisa Cook menyebut teknologi ini berpotensi mendorong kenaikan pengangguran, sementara Gubernur Christopher Waller menilai AI tidak akan terlalu mengganggu pasar kerja.
Ketidakpastian juga datang dari kebijakan perdagangan.
Putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan banyak tarif Presiden Donald Trump serta ancaman tarif baru menambah tanda tanya di pasar. Investor masih menunggu kejelasan apakah kesepakatan-kesepakatan dagang sebelumnya akan tetap berlaku.